Meneer kawakan Belanda, Louis Van Gaal akhirnya resmi memanggil para amunisinya untuk segera berkemas menuju Qatar. Namun yang perlu dicatat, 26 serdadu negeri kincir angin kini tak banyak dihuni pemain yang mentereng secara nama seperti jaman dulu macam Van Persie, Robben, maupun Sneijder.
Perpaduan senior dan junior adalah komposisi yang pas bagi Van Gaal selama ini. Tak khayal itu mampu terbukti menjadi kunci suksesnya selama ini memegang De Oranje. Ia belum terkalahkan selama 15 pertandingan sejak perhelatan Euro 2020 lalu.
LvG 🧡 The team#NothingLikeOranje pic.twitter.com/95IkidNUpc
— OnsOranje (@OnsOranje) November 11, 2022
Namun sekuat apa sih nama-nama yang dipanggil Van Gaal ini. Apakah Van Gaal sudah tepat dengan pemanggilannya ini? Ataukah justru, pemain yang dicoret seperti Van De Beek, Hateboer, Gravenberch, Wijnaldum maupun Botman akan menjadi masalah bagi De Oranje?
Here it is. Our World Cup squad! 🦁🇳🇱#NothingLikeOranje | #FIFAWorldCup pic.twitter.com/s4KMWBvJQU
— OnsOranje (@OnsOranje) November 11, 2022
Daftar Isi
Kiper
Dari posisi di bawah mistar, kini Belanda tak lagi punya nama-nama besar macam Van Der Sar. Para penjaga gawang penerus Van Der Sar macam Stekelenburg, Tim Krul, maupun Cillessen pun tak lagi dipanggil.
Kini Van Gaal membawa tiga kiper yang hanya berkiprah di Eredivisie. Mereka adalah Justin Bijlow dari Feyenoord, Andries Noppert dari Heerenveen, dan Remko Pasveer dari Ajax.
🥳 Have a great 𝟑𝟗𝐭𝐡 birthday, Remko! 🧤#NothingLikeOranje pic.twitter.com/qtQw8VncDQ
— OnsOranje (@OnsOranje) November 8, 2022
Kalau mendengar kabar yang beredar, nama Remko Pasveer adalah nama yang mungkin akan dipakai Van Gaal sebagai kiper inti. Pasalnya, kiper berusia 39 tahun tersebut telah dipercaya pada laga-laga terakhir De Oranje di Nations League. Dan hasilnya pun meyakinkan, yakni tanpa kebobolan.
Namun jika dilihat secara catatan statistik, Pasveer masih kalah dibanding Bijlow. Bijlow sudah mencapai 6 caps, sedangkan Pasveer baru 2 kali. Dari segi performanya di klub pun masih kalah. Pasveer dari 19 pertandingan di semua kompetisi hanya peroleh 5 kali clean sheet dan 30 kali kebobolan. Sedangkan Bijlow bersama Feyenoord, dari 19 pertandingan sudah capai 9 kali clean sheet dengan kebobolan hanya 21 gol.
Artinya nanti Van Gaal tinggal pilih mana yang paling cocok. Parameter apa yang akan dilihat Van Gaal dalam menentukan starter. Jika melihat kesenioran maupun mental, Pasveer orang yang cocok. Namun apabila mau melihat statistik performa, nama Justin Bijlow lebih cocok.
Justin Bijlow is a 𝐖𝐨𝐫𝐥𝐝 𝐂𝐮𝐩 𝐋𝐈𝐎𝐍! 🦁
🇳🇱 @OnsOranje pic.twitter.com/EhNPuIr1wK
— Feyenoord Rotterdam (@Feyenoord) November 11, 2022
Bek
Kemudian dari sektor pertahanan. Dengan sistem Van Gaal yang fleksibel menggunakan 3 atau 4 bek, Meneer yang satu ini memanggil total 9 orang di posisi ini.
Virgil van Dijk is attending his FIRST World Cup for the Netherlands 👏 pic.twitter.com/hSoNV7MSC2
— ESPN FC (@ESPNFC) November 11, 2022
Kesembilan nama bek yang dipanggil Van Gaal itu adalah Van Dijk sebagai kapten, Jurrien Timber, Stefan De Vrij, Nathan Aké, Matthijs De Ligt, Daley Blind, Tyrell Malacia, Frimpong, dan Denzel Dumfries. Ketika Van Gaal memakai posisi 3 bek, biasanya kombinasi Timber, Van Dijk, dan Ake yang sering menjadi trionya. Bahkan De Ligt dan De Vrij hanyalah pilihan pelapis bagi Van Gaal.
Di sektor Full Back kanan atau Wing Back kanan, Van Gaal akan menggunakan bek Inter Denzel Dumfries yang akan dilapisi nama baru Jeffrey Frimpong. Bek kanan Leverkusen ini mampu meyakinkan Van Gaal dengan catatan apiknya. Dari 19 pertandingan, ia sudah menorehkan 5 gol dan 3 assist. Hal itulah yang membuat ia menggeser nama Hans Hateboer, bek kanan Atalanta yang biasa menempati posisi itu.
Dream come true!!!!! Thank you to all of you who have helped me along the way 💭🇳🇱 pic.twitter.com/iXTTNg8h4M
— Jeremie Frimpong (@JeremieFrimpong) November 11, 2022
Kemudian di sektor Full Back kiri atau Wing Back kiri tetap akan ditempati pemain senior Daley Blind. Blind akan dilapisi oleh bek baru MU, Tyrell Malacia. Memiliki nama-nama bek seperti Blind, Ake, maupun Timber adalah suatu keberuntungan bagi Van Gaal. Mereka sama-sama bertipe Versatile. Bisa dipakai di Full Back, Wing Back maupun Center Back.
Gelandang
Bergeser ke lini tengah. Biasanya, Van Gaal akan memakai Double Pivot plus satu gelandang serang di belakang dua striker pada formasi 3-4-1-2. Van Gaal juga terkadang sering memakai tiga gelandang sekaligus di formasi 3-5-2 atau 4-3-3.
Gelandang yang dipanggil Van Gaal kini berjumlah 7 orang. Tiga dari Ajax adalah Kenneth Taylor, Davy Klaassen, dan Steven Berghuis. Dua dari Atalanta yakni Teun Koopmeiners dan Marten De Roon. Sisanya, satu dari Barca ada Frankie De Jong, dan satu debutan dari PSV, Xavi Simons.
Setelah kehilangan Wijnaldum yang dicoret akibat cedera, kombinasi De Jong dan De Roon, sering dipercaya Van Gaal menjadi Double Pivot penyeimbang di lini tengah. Tentu mereka akan dilapisi oleh pemain macam Koopmeiners. Sedangkan Berghuis, Klaassen, maupun Xavi Simons akan lebih diposisikan sebagai gelandang yang akan mendukung lini penyerangan.
Lini tengah Belanda ini unik sekarang. Termasuk fenomena Steven Berghuis. Pemain ini dulunya di Feyenoord adalah sayap kanan murni. Kemudian ia disulap ketika pindah ke Ajax maupun di Timnas Belanda sebagai gelandang serang. Sekarang dengan posisi barunya itu, di Ajax ia sudah berjasa menorehkan 7 gol 6 assist.
Steven Berghuis:
• ‘Knop moet om’
• ‘Ons spel laten zien’
• ‘Zes punten halen met Ajax’— AFC Ajax (@AFCAjax) November 8, 2022
Belum lagi ada Xavi Simons. Wonderkid PSV yang akan memimpikan debutnya di Qatar nanti. Awal musim yang fantastis bagi pemuda 19 tahun itu bersama PSV. Dari 21 pertandingan sudah 10 gol 4 assist yang ia torehkan. Posisinya yang juga Versatile, bisa dimanfaatkan Van Gaal sebagai alternatif.
Words cannot describe how I feel right now!!!! This is a dream come true, thank you to my family and the people closest to me, and especially to my mom, my brother and my sister for always having my back and loving me unconditionally!!!!
We are going to #Qatar2022!!! 🇳🇱🦁🌎 pic.twitter.com/FsuMvcmSO4
— Xavi Simons (@xavisimons) November 11, 2022
Ada juga Davy Klaassen pemain kawakan yang justru jadi top skor sementara di sektor gelandang timnas Belanda, yakni dengan 9 gol. Posisinya sebagai playmaker seperti apa yang ia jalankan di Ajax, juga menjadi kekuatan tersendiri Van Gaal.
“Daarbij kan Van Gaal bij Oranje beschikken over Davy Klaassen” https://t.co/JxfEqSVfrh pic.twitter.com/MatDum2O66
— AJAX fans (@Ajax_fansnl) May 21, 2022
Striker
Lanjut ke posisi ujung tombak. Para striker Belanda kini juga tak diisi nama-nama besar. Mungkin hanya Memphis Depay yang berkategori nama besar. Selebihnya diisi pemain seperti Steven Bergwijn dari Ajax, Wout Weghorst dari Besiktas, Luuk De Jong dan Cody Gakpo dari PSV, Vincent Janssen dari Antwerp, dan juga Noa Lang dari Club Brugge.
🇳🇱 Memphis Depay, dans la liste des Pays-Bas pour la #FIFAWorldCup ! Félicitations ! pic.twitter.com/tl6BdHzoMb
— FC Barcelona (@fcbarcelona_fra) November 11, 2022
Van Gaal di lini depan biasanya akan menggunakan dua striker yang cepat dan mobile di format 3-4-1-2 atau 3-5-2. Top skor mereka dengan 42 gol, Memphis Depay pasti akan menempati satu pos di lini depan. Ia biasanya didampingi Steven Bergwijn, mantan pemain Spurs yang kini moncer di Ajax. Bergwijn kini dari 20 pertandingan di semua kompetisi sudah menorehkan 10 dan 3 assist bagi Ajax.
Fenomena moncernya Cody Gakpo di PSV juga jangan dilupakan. Ia juga bisa menjadi senjata alternatif bagi Van Gaal. 13 gol dan 17 assist dari 21 pertandingan Gakpo selama ini di PSV menjadi bukti. Gakpo juga sering dimanfaatkan Van Gaal di beberapa posisi di depan. Baik itu di posisi sayap penyerangan ketika menggunakan formasi 4-3-3, maupun menjadi playmaker di formasi 3-4-1-2.
🎯 29 goal involvements for Cody Gakpo so far this season!
Will he be one of the surprise stars at the #FIFAWorldCup? 🇳🇱 pic.twitter.com/C45mMnmUzD
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) November 4, 2022
Selain kebiasaan Van Gaal yang sering menggunakan dua striker mobile dengan kecepatan seperti Depay dan Bergwijn, ia juga tak lupa membawa dua striker jangkung untuk menghadapi bola-bola atas sekaligus menjadi supersub kala deadlock.
Wout Weghorst, Hollanda’nın Dünya Kupası kadrosuna çağırıldı. pic.twitter.com/xqOM2c03qe
— De Marke Sports (@demarkesports) November 11, 2022
Luuk De Jong dengan tinggi 188 cm dan Weghorst dengan 197 cm, membuat keduanya dapat dijadikan variasi serangan Belanda. Lini depan mereka akan semakin bervariasi dengan duel bola-bola udara jika diperlukan. Maka dari itu, meskipun tak banyak nama mentereng di lini depan, namun secara fungsi maupun kebutuhan semuanya tergolong komplit.
𝐎𝐔𝐑 𝐖𝐎𝐑𝐋𝐃 𝐂𝐔𝐏 𝐒𝐐𝐔𝐀𝐃. 🧡🇳🇱#NothingLikeOranje • #FIFAWorldCup pic.twitter.com/xPacLmmwMl
— OnsOranje (@OnsOranje) November 11, 2022
https://youtu.be/TeR10rilyUw
Sumber Referensi : fourfourtwo, goal.com, sportingnews


