Beranda blog Halaman 437

Berita Bola Terbaru 12 Desember 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

PEMAIN MAROKO MENARI BERSAMA IBUNYA

Pemain Maroko Sofiane Boufal mengundang ibunya ke tengah lapangan untuk merayakan kemenangan mengejutkan mereka di Piala Dunia atas Portugal. Pemain sayap Angers itu terlihat menari bersama ibunya dengan senyum lebar di wajah mereka. Mereka benar-benar menikmati momen yang sangat bersejarah tersebut.

MBAPPE KETAWAIN HARRY KANE

Penggemar Inggris marah pada superstar Prancis Kylian Mbappe setelah dia tertangkap kamera tertawa lebar setelah melihat Harry Kane gagal penalti. “Mbappe mungkin pemain terbaik di dunia, tetapi dia tidak memiliki kelakuan baik sama sekali. Menertawakan kegagalan Kane tidaklah sportif”. Kata salah seorang penggemar Inggris

RABIOT : INGGRIS KENA KARMA

Adrien Rabiot percaya karma dan keadilan akan datang ketika Harry Kane gagal mengeksekusi penalti untuk Inggris. Kane gagal mengeksekusi penalti setelah pelanggaran Theo Hernandez terhadap Mason Mount. Namun Rabiot yakin Hernandez tidak melakukan pelanggaran terhadap Mount. Rabiot kini mengaku senang karena Kane tak seharusnya diberi kesempatan untuk mencetak gol.

SOUTHGATE TUNGGU EVALUASI FA

Gareth Southgate mengatakan dia tidak akan membiarkan emosi menentukan masa depannya di Inggris setelah tersingkir di Piala Dunia. Dia masih memiliki dua tahun tersisa di kontraknya saat ini dengan FA. “Saya ingin membuat keputusan yang tepat, apa pun itu untuk FA. Namun sekarang semua tergantung evaluasi FA”

FIFA INVESTIGASI BELANDA VS ARGENTINA

FIFA kini telah meluncurkan investigasi terhadap Federasi Argentina maupun Federasi Belanda. FIFA mengklaim kode disiplin FIFA telah dilanggar dalam pertandingan mereka di perempatfinal Piala Dunia 2022. Kedua tim kemungkinan akan ditetapkan untuk menerima denda dengan kadarnya masing-masing sesuai kode disiplin yang dilanggar.

NEUER KECELAKAAN

Kejadian tak mengenakan menimpa kiper jerman yang sedang berlibur setelah tersingkir dari Piala Dunia, Manuel Neuer. Berniat untuk refreshing, Neuer malah akan dipastikan absen untuk beberapa waktu akibat patah kaki saat bermain ski. Dalam sebuah postingan Instagramnya ia terlihat menjalani operasi di ranjang rumah sakit dengan kaki kanan di gips dan perban di tangan kirinya.

XAVI BELUM YAKIN PADA NEVES

Barcelona dilaporkan mendekati kesepakatan untuk menandatangani Ruben Neves  pada 2023. Namun, laporan baru dari Diario Sport mengklaim Xavi masih belum yakin dengan kepindahan tersebut. Laporan itu menyatakan Xavi masih lebih memilih bintang Real Sociedad Martin Zubimendi meskipun kontraknya baru-baru ini diperpanjang

MU PAGARI DALOT

Barcelona ingin mengontrak bek Manchester United Diogo Dalot, tetapi MU tetap bertekad untuk mempertahankan bek kanan Portugal tersebut. Cuitan Fabrizio Romano pun menunjukan bahwa prioritas MU adalah segera menawarkan kontrak jangka panjang yang baru kepada Dalot untuk memastikan dia tetap bertahan di Old Trafford.

HAZARD KE MLS

Eden Hazard mempertimbangkan dengan serius kepergiannya dari Real Madrid ketika musim ini berakhir. Menurut surat kabar Prancis L’Equipe salah satu tujuan yang paling menariknya adalah MLS. Pemain sayap Belgia dianggap kurang bersinar di Madrid. Peluang bertahan di Santiago Bernabeu pun kecil musim depan, ketika Los Blancos sudah mendapatkan wonderkid Endrick Felipe.

MADRID DEKATI RISING STAR ARGENTINA ENZO FERNANDEZ

Sesuai laporan dari media Portugal O Jogo, Real Madrid sedang menjajaki rising star argentina Enzo Fernandez. dikarenakan harga yang diminta dortmund untuk Jude Bellingham relatif terus naik. Benfica hanya akan menguangkan Enzo sekitar 50 juta euro meskipun kontraknya di benfica masih sampai 2027. Pihak Madrid kini telah menghubungi perwakilan Enzo untuk kemungkinan nilai transfernya.

FIFA RESMI RILIS AL-HILM, BOLA SEMIFINAL DAN FINAL PIALA DUNIA 2022

FIFA resmi rilis Al Hilm, bola pengganti Al Rihla untuk semifinal dan final Piala Dunia 2022. Al Hilm sendiri memiliki arti ‘mimpi’ dalam bahasa Arab. Bola Adidas ini kembali memanfaatkan kemajuan teknologi terbaru dalam desain bola. Al Hilm menyertakan teknologi Adidas ‘Connected Ball’ yang belum pernah ada sebelumnya seperti Al Rihla. Teknologi itu telah terbukti sangat berharga dalam membantu ofisial pertandingan membuat keputusan yang lebih cepat dan lebih akurat selama Piala Dunia ini.

RONALDO: MIMPI JUARA PIALA DUNIA TELAH BERAKHIR

Cristiano Ronaldo akhirnya buka suara setelah Portugal tersingkir dari pentas Piala Dunia 2022 di Qatar. Ia mengaku sangat kecewa dengan tersingkirnya Selecao dari Qatar di babak perempat final. Pasalnya, ia sangat ingin menjadi juara Piala Dunia. Hal tersebut adalah impiannya sejak lama. “Sedihnya kemarin mimpi itu berakhir. Tidak ada gunanya bereaksi terhadap situasi,” kata Ronaldo via Instagram.

CR7 TEGASKAN DEDIKASI UNTUK PORTUGAL TIDAK BERUBAH, TAPI…

Cristiano Ronaldo mengatakan pada Ahad (11/12) bahwa dia selalu berdedikasi untuk menjadi bagian dari tim nasional Portugal yang tersingkir dari Piala Dunia sehari sebelumnya. Namun, dia tidak menegaskan secara jelas tentang masa depannya di tim nasional. Sebelum Piala Dunia, dia menolak untuk mengatakan apakah turnamen di Qatar akan menjadi yang terakhir baginya dan mengatakan dia sudah menantikan Kejuaraan Eropa 2024.

CARI PENGGANTI TITE, TIMNAS BRASIL DEKATI GUARDIOLA

Timnas Brasil tengah mencari pengganti posisi pelatih yang ditinggalkan Tite usai gagal di Piala Dunia 2022. Kabarnya, tim Samba mendekati pelatih Manchester City, Josep Guardiola. Seperti dilansir Sky sports, federasi sepakbola Brasil, CFB bakal segera menghubungi entrenador asal Spanyol itu untuk membicarakan hal tersebut. Namun, nampaknya CFB harus bekerja ekstra keras untuk bisa mengamankan tanda tangan Guardiola.

LUKA MODRIC SEBUT KROASIA PUNYA DNA REAL MADRID

Kapten Timnas Kroasia, Luka Modric mengklaim jika negaranya memiliki mentalitas pemenang layaknya Real Madrid di Piala Dunia 2022. Saat ini, Vatreni memang tengah tampil apik dan memastikan diri lolos ke fase semifinal turnamen empat tahunan itu. “Anda bisa bilang kami memiliki DNA yang sama seperti Real Madrid karena kami selalu bertanding hingga akhir dan tak pernah menyerah,” ucapnya dalam interview dengan El Chiringuito.

BENZEMA BAKAR SEMANGAT PRANCIS SEBELUM SEMIFINAL

Striker Real Madrid, Karim Benzema yang tidak bermain di Piala Dunia menegaskan dukungannya untuk timnas Prancis sebelum menghadapi Maroko di semifinal Piala Dunia 2022 Qatar. Melalui akun instagram miliknya, Benzema menuliskan “Ayo guys, dua game lagi hampir sampai. Saya mendukung Anda, ayo,” kata Benzema.

MBAPPE TUNJUKKAN SIMPATI KE RASHFORD

Pasca tersingkir di Piala Dunia 2022, Marcus Rashford mengungkapkan kekecewaan via unggahan di media sosial. Unggahan Rashford dibanjiri komentar dari banyak pihak, salah satunya dari bintang Prancis, Kylian Mbappe yang seolah memberikan simpati dan rasa hormat terhadap Rashford. Dalam kolom komentar di unggahan Rashford tersebut, Mbappe mengunggah emoji bergambar hati. 

GOL YOUSSEF EN NESYRI PECAHKAN REKOR RONALDO

Dikutip Goal, sundulan Youssef En Nesyri saat mencetak gol ke gawang Portugal sukses memecahkan rekor gol Cristiano Ronaldo. Striker Sevilla itu memecahkan rekor dengan menyundul dari ketinggian 2,78 meter, lebih tinggi dari sundulan Cristiano Ronaldo melawan Sampdoria pada Desember 2019 ketika ia bermain untuk Juventus, yang hanya 2,5 meter.

OZIL SEBUT BUKAYO SAKA PUNYA MASA DEPAN CERAH

Mantan bintang Arsenal asal Jerman, Mesut Ozil menyebut bahwa eks rekan setimnya ketika merumput bersama The Gunners di Liga Inggris, yakni Bukayo Saka akan memiliki masa depan yang cerah. Ozil menyanjung permainan Saka di Piala Dunia 2022, yang dinilainya sangat memuaskan meski timnya gagal melangkah jauh. Bukayo Saka, meski Inggris sudah tersingkir, tetap jadi sorotan sampai sekarang.

NEYMAR TULIS SALAM PERPISAHAN BUAT TITE

Neymar mengutarakan pesan emosional untuk Tite yang telah resmi mundur sebagai pelatih Timnas Brasil. Neymar blak-blakan menyebut Tite sebagai salah satu pelatih terbaik yang dikenalnya. Bomber 30 tahun itu juga akan selalu mendukung perjalanan karier Tite selanjutnya. Bersama Tite, Neymar juga mendapat banyak pelajaran berharga. Salah satu ajaran Tite yang selalu diingat Neymar ialah soal menjaga mental supaya selalu tangguh di setiap laga.

PORTUGAL KALAH, BRUNO SINGGUNG ‘KONSPIRASI WASIT ARGENTINA’

Playmaker timnas Portugal, Bruno Fernandes menilai wasit sedikit banyak mempengaruhi hasil pertandingan timnya melawan Maroko. Menurut Fernandes, wasit Facundo Tello yang memimpin pertandingan sedikit banyak merugikan timnya di laga ini. Ia menilai wasit asal Argentina itu lebih banyak menguntungkan Maroko karena adanya rivalitas antara Ronaldo dan Lionel Messi, sehingga ia menuding Tello lebih merugikan Portugal ketimbang Maroko.

DESCHAMPS PENUHI TARGET FFF, ZIDANE HARUS TUNGGU GILIRAN

Didier Deschamps memenuhi target FFF, yaitu semifinal Piala Dunia 2022. Dengan demikian, Didier Deschamps yang akan menentukan masa depannya. Situasi ini membuat Zinedine Zidane harus menunggu lebih lama lagi menjadi pelatih timnas Prancis. Seperti diketahui, selama ini Zinedine Zidane disebut-sebut sebagai calon pelatih timnas Prancis untuk menggantikan Didier Deschamps.

SHEARER: KANE AKAN DIHANTUI RASA BERSALAH DALAM HIDUPNYA

Alan Shearer mengatakan kegagalan penalti kapten timnas Inggris Harry Kane pada perempat final Piala Dunia 2022 akan menghantuinya selama sisa hidupnya. Shearer mengaku kegagalan yang pernah ia lakukan sebagai pemain terus menghantuinya hingga saat ini. Menurutnya, ketika seorang pemain mendapatkan peluang tetapi tidak memaksimalkannya, maka itu akan sangat menyakitkan untuk diingat, terutama jika itu menjadi penentu.

LLORIS SENANG SEKALIGUS SEDIH HARRY KANE GAGAL PENALTI

Kiper timnas Prancis, Hugo Lloris, punya perasaan yang campur aduk setelah melihat Harry Kane gagal mengeksekusi penalti melawan dirinya. Loris yang notabene setim bareng Kane, merasa senang sekaligus sedih atas kegagalan Kane. Lloris juga bersimpati kepada skuad Inggris. “Saya tahu dia kuat dan dia akan mengatasinya, tetapi saya hanya bisa berbagi momen rasa sakit ini dengannya. Tim Inggris menampilkan performa yang bagus dan para pemain Prancis pantas mendapat pujian.”

KETIKA MAROKO JADI ‘ROCKY BALBOA’ DI PIALA DUNIA 2022

Pelatih Maroko Walid Regragui menyebut timnya seperti “Rocky Balboa” di Piala Dunia 2022 Qatar. Dia menilai tim berjuluk Singa Atlas berjuang sekuat tenaga menembus semifinal setelah mengalahkan Portugal 1-0, Minggu (11/12). Rocky Balboa adalah karakter dari film Rocky yang diperankan oleh aktor Sylvester Stallone. Film Rocky mengisahkan perjalanan seorang petinju papan bawah asal Philadelphia yang pantang menyerah dalam merintis karirnya. Layaknya Rocky Balboa yang diremehkan lalu jadi juara, bisakah Maroko mengikutinya? Kita tunggu saja.

 

Makin Panas! Kumpulan Kontroversi Wasit Perempat Final yang Bikin Pemain Emosi

Sekali lagi, Piala Dunia 2022 memberikan kejutan bagi para penonton. Di babak perempat final kemarin, banyak hasil tak terduga yang muncul. Seperti Brasil yang dikalahkan Kroasia, sampai Maroko jadi tim Afrika pertama yang sampai ke babak semifinal. Kejutan-kejutan itu yang menambah keseruan Piala Dunia ini. Namun, dibalik itu tersimpan drama yang tersaji di dalamnya.

Banyak pemain dari tim yang bertanding di babak perempat final mengaku tidak puas dengan kinerja wasit. Yah bisa saja karena tim mereka kalah, tapi juga bisa karena memang wasit tidak becus dalam memimpin pertandingan. Maka dari itu, mari menilik kembali kontroversi apa saja yang dibuat para wasit di babak perempat final Piala Dunia 2022 ini.

Messi Minta Wasitnya Diberhentikan

Lionel Messi mengaku tidak suka dengan kinerja sag wasit, Antonio Mateu Lahoz di pertandingan melawan Belanda kemarin. Meskipun timnya menang, Messi masih menganggap bahwa Lahoz tidak becus dalam memimpin pertandingan. Ia bahkan meminta FIFA untuk mencoret Lahoz dari daftar wasit Piala Dunia.

Albiceleste menang 4-3 melawan Belanda lewat babak adu penalti, tapi wasit asal Spanyol itu dinilai menimbulkan kontroversi dalam cara ia memimpin pertandingan. Laga Argentina vs Belanda memang bukanlah pertandingan biasa bagi sang wasit. Ini laga penuh tensi tinggi dan emosi. Lahoz bahkan harus mengeluarkan 16 kartu kuning selama pertandingan. Setelah laga Messi menyindir Lahoz.

Ia berkata “Saya tidak ingin berbicara tentang wasit. Sebab setelah itu pasti wasit akan memberikan sanksi kepada saya. Tapi orang-orang sudah melihat apa yang terjadi” ungkapnya

Setelah itu, Messi menginginkan FIFA untuk mengurus hal tersebut. Messi menganggap bahwa Lahoz tidak pantas untuk memimpin pertandingan sekelas Piala Dunia. Sebab, seorang wasit di Piala Dunia tidak boleh melakukan kesalahan.

“Saya pikir FIFA harus mengatasi masalah ini. Tidak bisa membiarkan wasit seperti itu untuk memimpin pertandingan sepenting ini, Wasit tidak boleh salah dalam melakukan tugasnya.”

Kekecewaan Messi bisa dimengerti. Ia pasti marah ketika Belanda bisa mencetak gol penyeimbang dari Wout Weghorst. Gol tersebut bermula dari tendangan bebas setelah German Pezzella dinilai telah melakukan pelanggaran. Messi dan pemain Argentina lain menganggap itu bukanlah sebuah pelanggaran.

Messi dan pemain lainya tentu tidak ingin melanjutkan permainan sampai ke babak adu penalti. Meskipun begitu, pasukan Albiceleste mampu menuntaskan tugas mereka di babak adu penalti. Emiliano Martinez yang menjadi pahlawan di babak adu penalti tersebut juga mengatakan bahwa sang wasit “tidak berguna”. Dirinya juga berharap tidak ada wasit seperti Lahoz lagi di pertandingan selanjutnya.
“Wasit tidak berguna. Semoga saja kita tidak dipimpin wasit seperti dia lagi. Hal pertama yang saya rasakan adalah emosi. Saya melakukan ini untuk 45 juta orang yang mendukung” Ungkapnya dikutip dari BeinSport.

Bruno: “Persetan dengan Mereka”

Kontroversi oleh wasit di pertandingan babak perempat final yang tak kalah panas juga terjadi di laga Portugal melawan Maroko. Ini laga yang tidak kalah seru dibanding Argentina vs Belanda. Striker Maroko, Youssef En-Nesyri mencetak satu-satunya gol di pertandingan tersebut melalui gol sundulannya. Sekaligus membuat Maroko mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang bisa sampai ke semifinal Piala Dunia.

Portugal sebenarnya punya banyak peluang tapi tidak bisa memaksimalkannya menjadi gol. Sampai Maroko bermain dengan 10 orang, Bruno Fernandes CS tidak mampu menyamai keunggulan. Mungkin ini alasan utama yang membuat para pemain Portugal frustasi dan menyalahkan wasit atas kekalahan mereka.

Seusai laga, Pepe yang kemungkinan menjalani pertandingan Piala Dunia terakhirnya itu memberikan komentar pedas terhadap hakim lapangan. Ia berdalih bahwa wasit terlalu sering menghentikan permainan sehingga Portugal tidak bisa menciptakan momentum untuk menyerang.

“Saya pikir apa yang dilakukan wasit hari ini sangat tidak bisa diterima. Kami tidak bisa bermain karena wasit selalu meniup peluit untuk memberhentikan permainan. Tidak ada permainan untuk kami. Selalu saja diberhentikan.”

Pepe juga berdalih kalau sang wasit, Facundo Tello melakukan hal itu karena dirinya adalah orang Argentina. Pepe menuduh Tello sengaja membiarkan Portugal kalah agar Argentina bisa juara Piala Dunia.

“Setelah apa yang saya lihat hari ini, sekarang ia bisa memberikan gelar itu kepada Argentina” Ungkapnya dikutip dari Sportbible.

Bruno Fernandes bahkan ngamuk setelah pertandingan selesai. Para staf dari federasi sepakbola Portugal berusaha menenangkannya tapi ia tidak mau menggubris itu. Ia mempertanyakan mengapa wasit asal negara yang masih berpartisipasi menjadi wasit di pertandingan mereka.

“Saya akan berbicara apa yang saya ingin. Persetan dengan mereka, ini sangat aneh kenapa FIFA menggunakan wasit dari negara yang sedang berpartisipasi di Piala Dunia. Para ofisial juga tidak pernah memimpin pertandingan liga Champions sebelumnya, bagaimana mereka bisa mereka memimpin pertandingan Piala Dunia.”

Bruno tentu pantas marah. Apalagi setelah ia tidak dihadiahi penalti meskipun terkena pelanggaran di babak pertama.

Harry Maguire Salahkan Wasit

Selain Portugal, Inggris yang menjadi korban dari Prancis juga menyalahkan wasit atas kekalahan mereka. Wasit yang memimpin laga tersebut, Wilton Sampaio tidak lepas dari kontroversi. Yang paling dipermasalahkan adalah saat Tchouameni mencetak gol untuk Prancis. Anak asuh Southgate tidak terima karena seharusnya gol tersebut tidak sah setelah Bukayo Saka dilanggar 45 detik sebelumnya.

Bek Manchester United, Harry Maguire berkomentar setelah pertandingan, bahwa apa yang terjadi pada Bukayo Saka adalah pelanggaran jelas. Tapi Wasit tidak memberikan keputusan yang tepat.

“Yang terjadi pada Bukayo Saka adalah jelas pelanggaran, ketika mereka akan mencetak gol. Kami berekspektasi wasit melakukan hal yang tepat. Tapi sayangnya tidak.”

“Saya pikir keputusan wasit di pertandingan ini sangat buruk. Dia harus keluar dan memberikan penjelasan apa yang terjadi di pertandingan ini.” Ungkap Maguire

Maguire juga mengaku bahwa sebenarnya Inggris bermain lebih baik daripada Prancis. Tapi mereka tidak bisa menang karena wasit yang membela Prancis.

“Dengar, kami bermain lebih baik daripada mereka. Saya pikir penonton yang netral, kan berkata bahwa kami mendominasi jalannya pertandingan. Tapi wasit malah melawan kami. Banyak keputusan penting yang merugikan kami. Itu lah kenapa mereka bisa jadi juara. Itulah mengapa mereka menjadi tim favorit di turnamen ini.”

Inggris sebenarnya punya kesempatan untuk menyamai skor. Inggris mendapatkan hadiah penalti kedua di pertandingan tersebut. Tapi Harry Kane yang sukses menjadi eksekutor untuk gol pertama, malah tidak bisa menyamai keunggulan. Dengan hasil itu Inggris pun harus pulang.

 

Sumber referensi: Independent, Bein, Brief, Sportbible, Goal, Express

Prancis vs Maroko, Duel Panas Tim Imigran di Piala Dunia 2022

0

Timnas Maroko memberikan kejutan yang luar biasa di Piala Dunia 2022. Mereka menaklukkan Portugal yang di dalamnya ada mega bintang Cristiano Ronaldo. Kemenangan 1-0 atas Portugal adalah kemenangan berharga. Sebab karena itu, pasukan Singa Atlas bisa melenggang ke semifinal

Usai menghajar sang juara EURO 2016, Maroko akan menghadapi juara bertahan Piala Dunia, Prancis di babak semifinal. Duel antara Maroko dan Prancis di semifinal Piala Dunia 2022 menjadi sangat menarik. 

Selain memiliki latar belakang yang sama yakni di dominasi pemain keturunan, duel antara Prancis dan Maroko akan menampilkan pertarungan tiada akhir antara kedua punggawa PSG, yakni Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi. Siapakah yang akan terakhir tertawa?

Head To Head

Menariknya, laga yang Insya Allah akan berlangsung di Stadion Al Bayt nanti merupakan pertemuan pertama kedua negara di kompetisi resmi. Dilansir Telegraph, di luar kompetisi resmi seperti Piala Dunia, kedua tim tercatat pernah berhadapan sebanyak 11 kali di ajang uji coba.

Statistiknya cukup mencolok dengan Maroko hanya mampu menang satu kali dan Prancis sudah memenangkan duel sebanyak tujuh kali. Tiga pertandingan sisanya berakhir imbang. Kedua tim terakhir bertemu sudah sangat lama, yaitu tahun 2007. Ketika itu Maroko berhasil menangani Prancis dengan menahan imbang 2-2 dalam laga persahabatan.  

Meski secara statistik kalah, skuad Maroko yang akan kembali menghadapi Prancis di Piala Dunia 2022 bukanlah tim yang sama dengan 15 tahun lalu. Kini The Lion of Atlas datang dengan kekuatan baru. Mereka telah berevolusi!

Latar Belakang yang Sama

Salah satu evolusi yang paling terlihat adalah soal materi pemain Timnas Maroko. Dalam beberapa tahun terakhir, tim yang pernah dikalahkan Timnas Indonesia pada ajang Islamic Solidarity Games (ISG) pada tahun 2013 itu telah berbenah. Maroko memanggil bakat-bakat terbaik yang tersebar di berbagai belahan dunia, tak terkecuali dari Prancis.

Di Piala Dunia 2022 kali ini, Sportingnews mewartakan kalau 14 dari 26 skuad yang dibawa Walid Regragui merupakan pemain yang lahir di luar Maroko. Hal itu menjadikan Maroko sebagai tim diaspora terbesar di turnamen ini. Bahkan sang pelatih, Walid Regragui bukan kelahiran Maroko, melainkan Prancis.

Dari penjaga gawang, Bono merupakan pemain kelahiran Kanada, Achraf Hakimi lahir di Spanyol dan kemarin memulangkan negara kelahirannya itu melalui sepakan penaltinya. Lalu ada Sofyan Amrabat dan Hakim Ziyech yang lahir di Belanda.

Mereka semua dipanggil untuk membela Maroko. Hal itu memberikan campuran pemain lokal dengan pemain yang skill olah bolanya terbentuk di benua lain. Sehingga membantu timnas Maroko menciptakan generasi baru.

Hal serupa tapi tak sama juga terjadi di kubu Prancis. Dalam perkembangan sepakbolanya, skuad Les Bleus selalu diwarnai oleh pemain-pemain imigran. Mungkin salah satu yang paling sukses ada Zinedine Zidane. Dan saat ini ada Kylian Mbappe, Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouameni, sampai Ousmane Dembele pemain yang bukan asli Prancis.

Meski kehadiran pemain-pemain dari luar Prancis itu sempat dipandang sebelah mata, nyatanya para imigran yang menjadi tulang punggung Timnas Prancis hingga kini. Contohnya saja, ketika Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, 15 pemain dalam skuad tersebut lahir dari keluarga imigran.

Performa di Piala Dunia 2022

Secara head to head, Les Bleus boleh unggul atas Singa Atlas. Namun apabila yang dijadikan indikator perbandingan adalah performa mereka di ajang Piala Dunia 2022, Maroko asuhan Walid Regragui lebih baik daripada skuad asuhan Didier Deschamp.

Menurut Aiscore, dalam lima pertandingan yang sudah dimainkan oleh masing-masing tim, statistik Maroko masih unggul dengan belum menelan satu pun kekalahan. Sedangkan Prancis sudah menerima satu kekalahan atas Timnas Tunisia di babak penyisihan Grup D. Meskipun di laga itu yang turun bukan skuad utama, tapi kekalahan tetap dihitung kekalahan. 

Masih ada statistik lain yang membuat tim Singa Atlas unggul dari Ayam Jantan. Meski sudah menghadapi tim raksasa macam Spanyol dan Portugal, Maroko jadi satu-satunya tim yang belum pernah dibobol oleh pemain lawan. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Yassine Bounou adalah gol bunuh diri pemain Maroko sendiri, Nayef Aguerd kala menghadapi Kanada di babak penyisihan Grup F. 

Sedangkan Timnas Prancis sudah kebobolan lima gol dari lima pertandingan. Meski demikian, nyatanya Prancis tetap superior dalam produktivitas gol. Les Bleus bahkan sudah mencetak 11 gol dalam lima pertandingan. Sedangkan Maroko hanya mampu mencetak lima gol saja.

Pemain Kunci dan Situasi yang Akan Terjadi

Dari total jumlah gol yang dicetak Prancis, lima di antaranya lahir dari kaki pemain 23 tahun, Kylian Mbappe. Maka dari itu, penyerang Paris Saint-Germain ini memiliki peran vital di skuad Prancis. Timnas Maroko harus mewaspadai pergerakan mantan punggawa AS Monaco tersebut.

Jika ingin menang dan melaju ke partai puncak, Timnas Maroko harus bisa menghentikan laju Kylian Mbappe. Dan tampaknya, Walid sudah menyiapkan obat penawar untuk meredam kekuatan Kylian Mbappe di sisi kanan.

Taktik dan susunan pemain yang dipilih Walid akan sangat menentukan. Sisi kanan harus diperkuat. Di posisi ini, Walid sudah pasti akan mengandalkan Achraf Hakimi. Terlebih sang pemain juga bermain di klub yang sama dengan Mbappe, jadi Walid akan mengandalkan Hakimi yang sudah paham betul bagaimana gaya bermain Kylian Mbappe.

Selain itu, Hakimi akan dibantu oleh Sofyan Amrabat yang tampil solid dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia diprediksi akan bekerja lebih ekstra untuk meredam lini tengah Prancis sekaligus mengover Hakimi apabila sang pemain naik membantu lini serang. Mungkin Amrabat harus mengeluarkan jurus seribu bayangannya lagi seperti saat menghadapi Timnas Spanyol.

Hal serupa juga sudah dilakukan Inggris di babak perempat final kemarin. Strategi tersebut bisa dibilang berhasil, karena Mbappe tak mampu bergerak bebas di area pertahanan Inggris. Namun Southgate lupa bahwa Prancis bukan hanya soal Mbappe. Deschamp masih memiliki pemain andalan lain macam Olivier Giroud dan Antoine Griezmann. 

Jika Mbappe terkunci, Giroud dan Griezmann dipercaya untuk memecah kebuntuan. Giroud akan menjadi target man. Sedangkan Griezmann dengan peran barunya di lini tengah bisa membongkar garis pertahanan rendah yang diusung oleh Timnas Maroko. Ia sudah mencatatkan tiga assist dari lima pertandingan Piala Dunia 2022.

Peluang Kedua Tim

Lantas siapa yang akan menang dan mengamankan satu tiket ke partai puncak? Cukup sulit menebak siapa yang akan memenangkan duel antara tim yang sedang ingin mempertahankan gelar juara dengan tim yang dijuluki The Giant Killer ini. Terlebih Piala Dunia 2022 dianggap sebagai kompetisi yang sangat sulit untuk diprediksi.

Statistik dan peta kekuatan di atas kertas hanyalah sebuah data. Bola itu bundar, apa pun masih bisa terjadi selama peluit panjang belum dibunyikan. Jika Dewi Fortuna masih berpihak pada Maroko dan kutukan juara bertahan masih berlaku, bukan tidak mungkin Maroko akan kembali memberi kejutan. 

https://youtu.be/jEBabjLfbXA

Sumber: Telegraph, Foxsport, France24, Sportingnews, 90min

Mesranya Hubungan Ronaldo dan Carlo Ancelotti

0

Jika semua orang memusuhimu, tak usah khawatir. Percayalah bahwa akan ada orang yang tidak memusuhimu. Kredo itu cocok bagi seorang Cristiano Ronaldo. Meski sekarang tak sedikit yang memusuhinya, tapi Ronaldo masih memiliki orang yang percaya padanya.

Orang itu adalah mantan pembimbingnya sendiri di Real Madrid, Carlo Ancelotti. Saat Ronaldo disebut sulit diatur, Ancelotti berkata sebaliknya. Bagi Ancelotti, Ronaldo bukanlah sekadar pemain yang ia latih. Lebih dari itu, Ancelotti bahkan menjalin hubungan yang mesra dengan Cristiano Ronaldo.

Kedatangan Ronaldo ke Real Madrid

Setelah mendapat bimbingan yang luar biasa dari Sir Alex Ferguson, Cristiano Ronaldo merapat ke Real Madrid pada tahun 2009. Meninggalkan kenangan yang, tentu menyakitkan di benak penggemar Manchester United.

Ronaldo pergi dari MU ketika sudah sangat matang. Dia masuk proyek Galacticos jilid kedua. Los Merengues mendatangkan Ronaldo dengan biaya fantastis, yaitu 94 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun. Ketika itu, pembelian Cristiano Ronaldo memecahkan rekor transfer.

Ancelotti Masuk Real Madrid dan Langsung Menantang Ronaldo

Namun hubungan Ronaldo dan Ancelotti baru mulai bersemi ketika Real Madrid memecat Jose Mourinho. Sebab sebelum itu, Mourinho lah yang melatih CR7. Hubungan dua manusia satu agen itu awalnya membaik, meski setelahnya agak meregang.

Pada Juli 2013 Ancelotti merapat ke Real Madrid. Namun, ia tidak langsung bertatap muka dengan Cristiano Ronaldo. Sama halnya dengan pemain lain di Real Madrid.

Don Carlo pertama kali menghubungi Ronaldo justru lewat sambungan telepon. Dalam pembicaraannya dengan Ronaldo, Carletto secepat mungkin meyakinkan sang pemain. Bahwa peraih Ballon d’Or itu harus percaya pada dirinya sendiri.

Carletto mengerti, sebagai seorang pelatih, yang harus ia lakukan adalah membuat pemainnya percaya pada dirinya sendiri. “Saya memberitahu Ronaldo. Dia harus menyadari betapa pentingnya dia untuk tim,” kata Carlo Ancelotti meyakinkan Ronaldo.

Tidak hanya kembang lambe seorang pelatih. Ancelotti juga memberi jaminan pada Ronaldo agar bisa mengembangkan bakatnya. Saat berbicara dengan Ronaldo, Ancelotti memberi pijakan yang mantap pada pemain kelahiran Funchal tersebut.

“Saya yakin dan ragu sebelum bekerja sama dengan Ibrahimovic (di PSG). Tapi saya sama sekali tidak punya keraguan pada Cristiano Ronaldo,” kata Ancelotti.

Pertama kali menghubungi Ronaldo, Ancelotti bahkan langsung menantang sang pemain. Ia bertaruh pada Ronaldo. Bahwa pemain Portugal itu tidak akan bisa mencetak 20 gol di Liga Champions musim 2013/14. Ronaldo pun menjawab tantangan itu.

CR7 mencetak 17 gol saat Real Madrid merengkuh La Decima. Meski itu merupakan rekor di Liga Champions, tapi Ronaldo kalah taruhan dengan Ancelotti. Setelah kemenangan La Decima, Ancelotti pun bercanda dengan mengatakan, “Hei Ronaldo! Kamu kalah taruhan, dan kamu berhutang makan malam denganku!”

Membujuk Ronaldo Menjadi Penyerang Tengah

Jumlah gol yang dilesakkan Ronaldo saat Real Madrid menggondol La Decima adalah gol terbanyak yang bisa dicetaknya di Liga Champions. Dan itu tepat ketika Ancelotti sudah menukanginya. Carletto tahu betul kualitas Ronaldo.

Pelatih berpaspor Italia itu mengevolusi Ronaldo. Ia menyulap pemain kelahiran Madeira dari seorang penyerang sayap menjadi striker. Ancelotti berhasil membujuk Ronaldo untuk menempati posisi itu. Yang membuatnya akan lebih mudah mencetak gol.

Paul Clement yang membantu Ancelotti ketika melatih PSG, Bayern Munchen, dan Real Madrid sebagaimana dikutip Goal mengatakan, apa yang dilakukan Ancelotti dengan mengubah Ronaldo sebagai striker adalah sebuah masterpiece taktik. Meskipun Ancelotti tidak mengatakan itu secara terbuka pada Ronaldo.

Ronaldo meminta kepada Ancelotti untuk menaruhnya di sisi sayap kiri, tentu agar bisa bergerak memotong ke dalam, menembak, mengumpan, dan memberi umpan kunci. Akan tetapi, Ancelotti tidak mengiyakan permintaan Ronaldo. Meski ia juga tidak mengabaikannya.

Don Carlo hanya mengatakan, “Lihat! Penting bagi anda untuk merasa nyaman dan kami tidak ingin anda merasa tidak nyaman”. Carletto tidak akan memaksa Ronaldo menjadi striker tengah. Tapi ia terus memotivasi bahwa etos kerja Ronaldo bisa menginspirasi tim.

Salah satunya ketika Ronaldo bisa mencetak gol. Karena gol bagi seorang pemain adalah motivasi. CR7 pun akhirnya menjelma seorang striker. Dengan formasi 4-4-2, Ronaldo kadang berduet dengan Karim Benzema di lini depan. Dan itu terbukti sangat efektif.

Caranya berkomunikasi dengan Ronaldo dan bagaimana memenuhi permintaan sang pemain, menunjukkan bahwa Ancelotti adalah manajer yang sanggup mengendalikan pemain top. Carletto sukses mengubah Ronaldo menjadi pemain yang lebih berbahaya lagi. Sampai-sampai muncul keyakinan kalau Ronaldo bermain, Real Madrid sudah pasti unggul 1-0.

Ancelotti Suka Memuji Ronaldo

Carlo Ancelotti terus memupuk hubungan baiknya dengan Cristiano Ronaldo. Ia bahkan sangat jarang di depan media menyampaikan hal buruk soal CR7. Yang ada Ancelotti tak pernah surut memuji etos kerja Sang Siu di hadapan media. Ancelotti mengaku sudah sering mendengar pujian atas Ronaldo.

Namun, ia tetap terkejut. Baginya, Ronaldo lebih dari pujian-pujian yang sudah dilontarkan padanya. Don Carlo berbicara pada media bahwa Ronaldo, dalam bertanding selalu menganggap itu adalah pertandingan terakhirnya.

Ia bahkan tidak menyangka ketika semua pemain mulai istirahat, Ronaldo justru pergi untuk mandi air dingin sebagai pemulihan. Ancelotti tidak menduga ada pemain yang punya dedikasi sebesar itu pada sepakbola. Maka tidak heran bila Ancelotti mengatakan Ronaldo adalah pemain terbaik yang ia latih.

Hubungan Ancelotti-Ronaldo Kunci Kesuksesan Real Madrid

Hubungan baiknya dengan Ronaldo menjadi kunci kesuksesan Ancelotti selama melatih El Real. Dua orang yang menyebut diri mereka satu sama lain teman ini, berhasil merengkuh setidaknya empat trofi dalam dua tahun. Salah satunya adalah La Decima yang diraih Real Madrid pada tahun 2014.

Di tahun yang sama, kecemerlangan Cristiano Ronaldo membawanya meraih trofi Ballon d’Or lagi. Tidak seperti dengan Jose Mourinho, hubungan pertemanan Ronaldo dan Ancelotti berlanjut sampai sang pelatih dipecat. Ronaldo bahkan menyayangkan mengapa Real Madrid mendepak Ancelotti.

Berlanjut Sampai Hari Ini

Romantisme hubungan Ronaldo dan Ancelotti berlanjut sampai hari ini. Pernah mencuat kabar bahwa keduanya akan rujuk kembali. Namun, itu masih urung terjadi. Kendati demikian, Ancelotti sudah mematri pada dirinya sendiri. Bahwa ia adalah teman baik Ronaldo.

CR7 pun demikian. Ia bahkan sangat merindukan sosok Ancelotti. Ronaldo menggambarkan pria Italia itu seperti beruang besar yang selalu bisa dipeluknya dalam segala situasi. Dan mungkin saja, hari ini penggambaran Ronaldo itu benar.

Ketika semua orang tak menyukainya, Ancelotti pasang badan. Don Carlo bahkan tidak sepakat dengan keputusan Ten Hag menyingkirkan Ronaldo. Meski belakangan diketahui Ten Hag sebenarnya tidak ingin Ronaldo pergi. Menurut Ancelotti, Ronaldo bukanlah tipikal pemain yang sulit diatur. Ia telah membuktikannya sendiri.

Ancelotti tidak perlu memberi Ronaldo instruksi yang fantastis ketika di Real Madrid. Karena pelatih Los Blancos itu tahu, Ronaldo bisa mengendalikan permainan. Apa yang dilakukan Don Carlo padahal sangat sederhana. Membuat Ronaldo nyaman ketika berada di atas lapangan.

https://youtu.be/tFaTC0C9O4Y

Sumber: Mirror, ESPN, BR, Sportsmole, EuroSport, GOAL, Sportstar, 90Min, BR2, Reuters, Tribuna, RonaldoCR7, Purbat, SkySport, UnitedInFocus

Benarkah Portugal Lebih Baik Tanpa Cristiano Ronaldo?

0

Sebuah perdebatan sengit membuncah tatkala Fernando Santos mencadangkan Cristiano Ronaldo dari starting eleven Portugal. Keputusan tersebut terjadi di laga babak 16 besar Piala Dunia 2022 tatkala Selecao das Quinas bertemu dengan Swiss.

Ada dua kubu berseberangan yang saling melempar opini. Yang satu mendukung keputusan Fernando Santos. Sementara kubu satunya lagi menilai kalau keputusan Fernando Santos telah menciderai kehormatan CR7.

“Saya mengundangnya ke kantor dan mengatakan kepadanya, ‘Lebih baik untuk strategi kita jika Kamu tidak bermain’. Saya bilang saya akan menyimpannya untuk babak kedua. Cristiano tidak terlalu senang tentang itu,” ujar Fernando Santos dikutip dari DailyMail.

Keputusan Fernando Santos tersebut tentu tidaklah populer. Keterbukaan Santos yang menjelaskan detail dari keputusannya kepada Cristiano Ronaldo juga merupakan sebuah hal yang tidak biasa.

Musim Terburuk Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo memang tengah berada dalam periode terburuk dalam kariernya. Attitude-nya di MU juga tengah dipermasalahkan. Di musim ini, performa CR7 bersama Manchester United juga merosot dengan hanya mencetak 3 gol dalam 16 pertandingan.

Puncaknya, wawancara kontroversialnya dengan Piers Morgan membuat kontraknya di Old Trafford diakhiri lebih cepat dengan kesepakatan bersama. Artinya, Cristiano Ronaldo hadir di Qatar 2022 dengan status tanpa klub.

Setali tiga uang, kondisi CR7 di tim nasional Portugal juga sedang tak baik-baik saja. Sejak Oktober 2021, Cristiano hanya mencetak 2 gol dalam 9 caps terakhirnya. Sialnya, performa buruknya itu ternyata berlanjut ke Piala Dunia 2022.

Selalu diturunkan di pertandingan fase grup, Cristiano hanya sanggup sekali mencatatkan namanya di papan skor. Satu golnya itupun terjadi lewat titik putih di laga pertama Grup H kontra Ghana. Kapten Portugal tersebut nyaris tercatat 2 kali mencetak gol andai bola hasil umpan Bruno Fernandes di laga versus Uruguay berhasil mengenai kepalanya, bukan rambutnya.

Kritik tentu saja kembali menghampirinya. Apalagi di Piala Dunia 2022, attitude sang mega bintang kembali bermasalah. Gestur yang Cristiano Ronaldo perlihatkan saat dirinya ditarik keluar di menit ke-65 di laga kontra Korea Selatan membuat Fernando Santos tidak senang.

Sejak saat itulah, keputusan tidak populer Fernando Santos untuk mencadangkan Cristiano Ronaldo mencuat. Jajak pendapat yang dilakukan surat kabar Portugal, A Bola, mengungkap kalau sebanyak 70% pembacanya juga menginginkan CR7 didrop dari susunan pemain inti Portugal.

Tanpa Cristiano Ronaldo, Portugal Bantai Swiss

Keputusan tidak populer itu benar-benar diterapkan Fernando Santos di laga kontra Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2022. Sang kapten dicadangkan dan tempatnya di starting eleven digantikan Goncalo Ramos yang menemani Joao Felix di lini depan. Sementara itu, Bruno Fernandes jadi pusat dan pengatur serangan Portugal.

Hasilnya sungguh luar biasa. Skor akhirnya tak main-main. Pasukan Portugal yang dipimpin bek gaek, Pepe, berhasil membantai Swiss dengan skor telak 6-1.

Dalam kemenangan tersebut, Goncalo Ramos, striker 21 tahun yang baru debut di Piala Dunia berhasil mencetak hat-trick. Sementara 3 gol lainnya disumbang oleh Pepe, Raphael Guerreiro, dan Rafael Leao.

Ramos tak cuma mencetak gol, ia juga menyumbang asis di gol Raphael Guerreiro. Sementara itu, meski tak mencatatkan namanya di papan skor, Joao Felix jadi aktor dari dua gol Goncalo Ramos. Pun begitu dengan Bruno Fernandes yang menyumbang satu asis di gol Pepe.

Di laga ini, Cristiano Ronaldo baru diturunkan di menit ke-74 saat Portugal sudah unggul 5-1. Selama 17 menit berada di lapangan, Cristiano 7 kali menyentuh bola, sekali terjebak offside, dan hanya sekali melepas tembakan. Satu tembakan itupun berhasil diblok oleh pemain Swiss.

Dari apa yang terjadi di laga melawan Swiss, Portugal memang terlihat lebih baik tanpa Cristiano Ronaldo. Permainan mereka lebih cair. Serangan Portugal juga jadi tak berpusat kepada CR7. Pendapat ini pun diamini mantan rekan setim CR7, Jose Fonte.

“Hanya dengan kehadirannya di lapangan membuat para pemain secara tidak sadar dan otomatis bermain untuknya dan selalu memberinya bola. Ketika dia tidak ada, Portugal bermain lebih sebagai sebuah tim dan itu terlihat saat melawan Swiss. Mereka bermain dengan lancar, tanpa satu titik fokus, semua orang berkontribusi dan itu indah untuk dilihat,” kata Jose Fonte dikutip dari DailyMail.

Tanpa Cristiano Ronaldo, Portugal Kandas dari Maroko

Keputusan tidak populer itu kemudian berlanjut di babak perempat final. CR7 kembali dicadangkan di laga kontra Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2022.

Cristiano baru dimasukkan di menit ke-51 saat Portugal sudah tertinggal 1-0 dari Maroko. Kehadirannya memberi angin segar bagi lini depan Portugal yang butuh gol.

Satu umpan Cristiano Ronaldo kepada Joao Felix di menit ke-82 menghasilkan shot on target yang diselamatkan secara heroik oleh Yassine Bounou. CR7 juga berhasil mendapat peluang emasnya sendiri di menit pertama tambahan waktu. Namun, lagi-lagi, Bono jadi penyelamat Maroko.

Selama 39 menit berada di atas lapangan, Cristiano Ronaldo sedikit memberi harapan kepada Selecao das Quinas. Di laga yang digelar stadion Al Thumama tersebut, Portugal hanya mencatat 3 kali shots on target dari 11 percobaan dan 2 shots on target tersebut berasal dari andil sang kapten.

Fakta tersebut menunjukkan kalau Cristiano Ronaldo masih bisa berkontribusi kepada Portugal. Pendapat ini diamini Luis Figo yang menilai kalau keputusan mencadangkan Cristiano Ronaldo di laga versus Maroko adalah keputusan yang salah.

“Anda tidak bisa memenangkan Piala Dunia dengan Ronaldo di bangku cadangan. Baiklah Anda menang melawan Swiss? Tapi bisakah Anda melakukan ini di setiap pertandingan? Mengesampingkan Ronaldo adalah sebuah kesalahan, kekalahan ini ada pada manajemen tim dan manajer,” kata Luis Figo dikutip dari Hindustan Times.

Jika patokannya adalah gol atau asis, tentu kontribusi Cristiano Ronaldo sudah jauh merosot. Namun, dari laga perempat final Piala Dunia 2022, CR7 masih punya sisa-sisa kejayaan yang membuatnya masih ditakuti lawannya.

Andai dimainkan sejak menit awal, mungkin saja Portugal akan meraih hasil yang berbeda. Andai para pemain Portugal lainnya juga tidak membuang-buang peluang, mungkin Portugal dan CR7 masih ada di Qatar.

Namun, takdir tak bisa diubah. Maroko 1, Portugal 0. Lalu, apakah Fernando Santos merasa menyesali keputusannya mencadangkan Cristiano Ronaldo?

“Saya kira tidak. Tidak ada penyesalan. Saya pikir ini adalah tim yang bermain sangat baik melawan Swiss. Cristiano Ronaldo adalah pemain hebat, dia datang saat kami pikir itu perlu, jadi tidak ada penyesalan,” ujar Fernando Santos dikutip dari Sportskeeda.

Pada akhirnya, laga itu berakhir tragis bagi Cristiano Ronaldo. Untuk kesekian kalinya, ia gagal mencetak gol di fase gugur Piala Dunia. Kekalahan atas Maroko juga membuat CR7 tertunduk menangis sambil berjalan sendirian memasuki ruang ganti. Sebuah akhir yang tragis bagi karier internasional Cristiano Ronaldo.

Penghormatan untuk Cristiano Ronaldo

Masih belum dapat dipastikan apakah Cristiano Ronaldo akan pensiun dari tim nasional setelah Piala Dunia 2022. Dilihat dari umurnya, Piala Dunia Qatar 2022 memang bisa menjadi Piala Dunia terakhir bagi CR7 yang kini sudah berusia 37 tahun.

Akhir pengabdiannya untuk Portugal memang terancam tragis. Mimpi Cristiano Ronaldo untuk mempersembahkan trofi Piala Dunia bagi Portugal juga telah sirna.

Namun, menuduh Cristiano Ronaldo sebagai biang kerok atau sekadar mengejek kegagalannya bersama Portugal di Piala Dunia 2022 adalah sebuah tindakan yang sangat keji. Atas apa yang sudah ia lakukan untuk Portugal, Cristiano Ronaldo sangat layak dan harus jadi orang pertama yang mendapat apresiasi.

Cristiano Ronaldo memegang rekor gol terbanyak di sepak bola internasional dengan torehan 118 gol. Dengan 196 caps, ia juga pesepakbola dengan caps terbanyak di timnas Portugal.

Sejak dibela CR7, Portugal juga mengalami peningkatan prestasi. Sebelum ada Cristiano, Portugal hanya 3 kali lolos ke Piala Dunia dan 3 kali lolos Piala Eropa dengan prestasi terbaik juara 3 Piala Dunia 1966.

Setelah ada CR7, Portugal secara beruntun 5 kali lolos ke Piala Dunia dan 5 kali lolos ke Piala Eropa. Selama periode tersebut, Selecao das Quinas berhasil menjuarai Euro 2016 dan UEFA Nations League 2018/2019.

Sepanjang kariernya, Cristiano Ronaldo sudah memenangi 32 trofi, termasuk di antaranya 5 trofi Liga Champions. CR7 juga masih memegang rekor penampilan terbanyak, gol terbanyak, dan asis terbanyak di UCL.

Dia juga satu-satunya manusia di muka bumi ini yang sukses mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia. Selain itu, CR7 juga merupakan pemenang 5 kali Ballon d’Or.

Jadi, sudah seharusnya Portugal bangga punya Cristiano Ronaldo. Begitu pun dunia yang harus menaruh respect dan menikmati sisa-sisa karier CR7 tanpa memojokkan ataupun menjelekkan nama, karier, atau bahkan keluarganya.

https://youtu.be/5JY3f3tPUYY
***
Referensi: DailyMail, DailyMail, FIFA, DailyMail, Sportskeeda, Sporstar, Hindustan Times, FotMob.

Berita Bola Terbaru 11 Desember 2022 – Starting Eleven News

 

HASIL PERTANDINGAN

Kejutan terjadi di Al Thumama Stadium, Ketika Maroko menjamu wakil eropa Portugal. Portugal yang masih mencoba tanpa Ronaldo kecolongan di menit akhir babak pertama. Tepatnya di menit-42. Pemain Sevilla En-Nesyri berhasil mencetak gol semata wayang Maroko. Kemenangan tipis 1-0 Maroko, mampu mengantarkan mereka bersua Prancis di babak semifinal Piala Dunia.

Sementara itu Big Match Inggris vs Prancis yang berlangsung sengit, akhirnya dimenangkan Prancis lewat laga yang dramatis. Inggris yang keteteran, kecolongan terlebih dahulu lewat gol pemain Madrid Tchouameni di menit 17. Gol itupun dibalas Kane lewat titik putih di menit ke-54. Namun tak berselang lama, Giroud membalikan keadaan di menit ke-78. Prancis pun unggul tipis 2-1, dan mengantarkan mereka ke semifinal. Kemenangan Prancis tersebut pun juga diselamatkan oleh penalti Kane yang gagal di menit ke-84.

RONALDO MENANGIS

CR7 tertangkap kamera menangis tersedu saat dia berjalan menyusuri terowongan menyusul kekalahan perempat final Piala Dunia Portugal dari Maroko. Pasalnya pada usia 37 tahun, ini kemungkinan besar merupakan pertandingan terakhir Ronaldo di putaran final Piala Dunia Ronaldo bersama Timnas Portugal.

CUITAN HAKIMI UNTUK MBAPPE

Achraf Hakimi mengirimkan cuitan “see you soon friends“ kepada teman dekatnya Kylian Mbappe setelah dipastikan keduanya akan saling berhadapan di semifinal Piala Dunia. Sebelumnya Mbappe juga pernah mengomentari Hakimi saat ia menendang penalti ala panenka ketika melawan Spanyol. Keduanya jelas memiliki ikatan yang erat sejak di PSG.

MAROKO CETAK REKOR BERSEJARAH

Maroko mencetak sejarah. Mereka menjadi negara Afrika pertama yang lolos ke semifinal Piala Dunia ketika mereka mengalahkan Portugal 1-0. Sebelumnya Kamerun di 1990, Senegal di 2002 dan Ghana di 2010 semuanya hanya sampai perempat final. Maroko juga berhasil mempertahankan rekor clean sheet keempat mereka dalam lima pertandingan di Piala Dunia kali ini.

BRUNO DAN PEPE PROTES PENUNJUKAN WASIT DARI ARGENTINA

Duo Portugal Pepe dan Bruno Fernandes mempertanyakan penunjukan wasit asal Argentina Facundo Tello setelah mereka tersingkir dari Piala Dunia melawan Maroko. “Saya harus mengatakannya. Tidak dapat diterima bagi wasit Argentina untuk menjadi wasit permainan kami”. Kata Pepe. Bruno juga protes dan mengatakan “Saya tidak tahu apakah mereka akan memberikan trofi kepada Argentina”.

MESSI BERSIKAP KASAR KEPADA WEGHORST

Usai laga Argentina vs Belanda, ketegangan terjadi antara Weghorst dan Messi. Saat mencoba menemui Lionel Messi di mixed zone, striker Belanda itu mengklaim Messi telah bersikap kasar padanya. “Saya ingin menjabat tangannya Messi setelah pertandingan. Saya sangat menghormatinya sebagai pemain sepak bola, tetapi dia membuang tangan saya ke samping dan tidak mau berbicara dengan saya. Saya sangat kecewa.”

CR7 PEMAIN TERBURUK PORTUGAL DI PIALA DUNIA

CR7 meninggalkan Piala Dunia sebagai pemain dengan peringkat terburuk dari seluruh skuat Portugal, menurut SofaScore. Ia gagal mencetak gol dalam delapan penampilannya di fase gugur Piala Dunia. Ia juga menjalani 570 menit tanpa mencetak gol serta hanya melakukan 27 tembakan.

FRANKIE DE JONG : WASIT KETERLALUAN !

Frenkie de Jong mengatakan wasit Antonio Mateu Lahoz “kehilangan arah” dan mengatakan wasit “keterlaluan” setelah kekalahan Belanda atas Argentina. Ketika waktu bermain reguler berakhir, semua pemain Argentina mendatanginya, dan sejak saat itu dia hanya diam untuk Argentina,” kata De Jong kepada awak media

HARRY KANE PENCETAK GOL TERBANYAK INGGRIS

Meski tersingkir di Piala Dunia, Harry Kane mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak bersama Timnas Inggris dalam sejarah, setelah mencetak gol penalti dalam pertandingan perempat final Piala Dunia melawan Prancis. Kane mencetak gol ke 53 bagi Inggris. Rekor itu pun menyamai pencapaian gol Wayne Rooney.

KOEMAN GANTIKAN VAN GAAL

Louis Van Gaal telah mengundurkan diri sebagai bos Belanda menyusul kekalahan adu penalti dari Argentina. Posisinya kini telah dikonfirmasi KNVB, akan kembali diisi oleh Ronald Koeman. Van Gaal juga telah mengkonfirmasi hal itu bahkan ia berkata “ Koeman akan menjadi penerus yang baik”

ENRIQUE SEMAKIN DEKAT KE ATLETICO MADRID

Atletico Madrid mengambil langkah berani untuk menunjuk mantan pelatih spanyol Luis Enrique jika Diego Simeone meninggalkan klub pada 2023. Laporan dari Diario AS mengklaim, Atletico menargetkan Enrique sebagai opsi pilihan pertama mereka. CEO Miguel Angel Gil Marin pun telah mengisyaratkan ketertarikannya pada Enrique.

MISTERI MENINGGALNYA WARTAWAN AS DI PIALA DUNIA

Penulis olahraga Amerika Grant Wahl telah meninggal saat meliput perempat final antara Belanda dan Argentina. Berbagai laporan menyatakan dia mengalami keadaan darurat medis di laga itu. Namun Agennya, Tim Scanlan, mengatakan kepada Reuters bahwa alasan pasti kematiannya masih belum jelas dan masih menjadi misteri.

PENYESALAN HARRY KANE

Harry Kane mengungkapkan kekecewaannya setelah laga kontra Prancis berakhir. Kane yang gagal mengeksekusi penalti di fase krusial tersebut angkat bicara. “Saya selalu menjadi seseorang yang bersiap untuk mendapatkan satu atau dua penalti dalam satu pertandingan. Saya tidak bisa menyalahkan persiapan saya. Saya harus menerimanya, itu pasti akan menyakitkan” kata Kane.

TEN HAG : MU BELI STRIKER DI JANUARI

Menurut laporan Fabrizio Romano, Erik ten Hag mengkonfirmasi bahwa MU resmi akan mencari striker baru di bulan Januari: “Ya, kami menginginkan seorang striker. Tetapi hanya ketika kami menemukan pemain yang tepat. Kami akan melakukan segalanya dengan kekuatan kami. Kami kini sedang melakukan penelitian” Kata Ten Hag

NEVILLE : WASIT INGGRIS PRANCIS SEBUAH LELUCON

Gary Neville marah pada wasit saat Inggris tersingkir di Piala Dunia oleh Prancis. Ia menyebutnya sebagai wasit “lelucon” dan “wasit berperingkat buruk” di media sosial pribadinya. Menurutnya, banyak pengambilan keputusan wasit Wilton Sampaio yang banyak menjadi sorotan karena sering merugikan Inggris.

BEN WHITE TINGGALKAN TIMNAS INGGRIS, BERANTEM DENGAN ASISTEN PELATIH?

Ben White tiba-tiba meninggalkan kamp latihan Timnas Inggris di Piala Dunia 2022. Kepergian White tersebut menimbulkan pertanyaan karena pihak FA dan Timnas Inggris tidak memberitahu pasti apa penyebabnya. Pemain Arsenal itu cuma disebut pergi karena urusan pribadi. Beberapa hari jelang laga Inggris vs Prancis, muncul kabar terbaru soal kepergian mendadak White tersebut. Dikutip Daily Star, White rupanya meninggalkan tim karena tidak bisa berbaur dengan rekan-rekannya. Hal itu membuat White sulit beradaptasi dengan permainan tim. Persoalan itu makin memburuk dan dipuncaki perselisihannya dengan asisten pelatih Steve Holland di sesi latihan.

TERKUAK! GONCALO RAMOS TERNYATA HAMPIR GABUNG BARCELONA

Nama Goncalo Ramos kabarnya pernah menjadi target Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu. Jorge Mendes sudah menawarkan Ramos pada Barcelona musim panas lalu untuk menjadi pelapis Lewandowski. Setelah Aubameyang hengkang ke Chelsea, Blaugrana punya satu spot kosong untuk posisi striker. Sayangnya Memphis Depay memilih untuk bertahan di Camp Nou. Keputusan Depay menyebabkan Barcelona tak bisa mendaratkan Ramos karena masalah finansial yang tengah menimpa klub.

GAGAL DI PIALA DUNIA, LUKAKU KEMBALI KE INTER MILAN

Bintang Inter, Romelu Lukaku telah kembali ke Milan setelah masa sulitnya di Piala Dunia di Qatar. Striker Belgia berusia 29 tahun itu datang ke turnamen dengan cedera hamstring dan dia tidak menjadi starter di salah satu dari tiga pertandingan grup mereka. Seperti dilansir Sky Sports Italia, Lukaku mendarat di Milan pada Jumat (9/12) dan kembali berlatih bersama skuat Inter keesokan harinya. Lukaku siap memulai persiapan paruh kedua musim ini.

SMALLING MERASA TERHORMAT BISA MENJADI PEMAIN AS ROMA

Defender asal Inggris yaitu Chris Smalling bicara soal isu rasisme di dunia sepakbola serta kebanggaannya menjadi pemain AS Roma. “Membela Roma merupakan sebuah kehormatan besar. Roma adalah klub kelas dunia dengan fans yang begitu bergairah,” ucap bek berusia 33 tahun ini. Meski demikian, Smalling menyayangkan karena rasisme masih terjadi di dunia olahraga, khususnya sepakbola.

REAKSI PELE USAI MBAPPE PECAHKAN REKORNYA

Legenda Brasil, Pele berterima kasih kepada Kylian Mbappe atas doa kesembuhan dan dia senang bintang Prancis itu memecahkan salah satu rekornya. Mbappe memecahkan salah satu rekor Pele ketika dia mencetak dua gol untuk membantu Prancis mengalahkan Polandia di perdelapan final. Ia adalah orang pertama yang mencetak sembilan gol di Piala Dunia sebelum mencapai usia 24 tahun, melampaui pemegang rekor Pele.

PSG OGAH REKRUT RONALDO

Presiden PSG, Nasser Al Khelaifi memastikan bahwa klubnya tak tertarik mendatangkan Cristiano Ronaldo, yang saat ini berstatus tanpa klub, setelah putus kontrak dengan Manchester United. Menurutnya, PSG sudah punya cukup pemain depan. Dengan keberadaan Kylian Mbappe, Neymar, dan Lionel Messi, Al Khelaifi merasa timnya punya cukup daya gedor. Meski begitu, ia mengakui bahwa Ronaldo adalah pemain luar biasa.

ARSENAL DIGOSIPKAN INCAR VLAHOVIC

Dilansir BBC, Arsenal dapat menghidupkan kembali minat mereka pada striker Juventus asal Serbia, Dusan Vlahovic menyusul cedera lutut yang dialami Gabriel Jesus yang bertugas di Piala Dunia bersama Brasil. Namun, Juventus enggan melepas Vlahovic ke Arsenal. Bianconeri kabarnya hanya bersedia menawarkan Vlahovic ke Atletico Madrid dalam kesepakatan pertukaran untuk pemain Portugal, Joao Felix.

TEN HAG TEGASKAN INGIN RONALDO TETAP DI MU

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag akhirnya buka suara soal konflik antara dirinya dengan Cristiano Ronaldo. Diketahui, puncak konflik keduanya pecah saat Ronaldo melakukan sesi wawancara dengan Piers Morgan. Dalam sesi wawancara itu, Ronaldo terang-terangan menyerang Erik ten Hag. Juru taktik asal Belanda lantas membantah tudingan dirinya tak menghormati Ronaldo. Bahkan menurut Erik ten Hag, dirinya tak pernah menginginkan Ronaldo angkat kaki dari Manchester United.

AGUERO KECAM WASIT LAGA BELANDA VS ARGENTINA

Mantan penyerang Argentina, Sergio Aguero mengecam wasit Antonio Mateu Lahoz yang memimpin pertandingan antara Belanda vs Argentina, pada Sabtu (10/12) dini hari. “Betapa wasit ini suka menarik perhatian ya Tuhan,” tulis Aguero di Twitter, sebagaimana dikutip dari Goal. Seperti diketahui, Wasit asal Spanyol itu memicu kontroversi usai membagikan 14 kartu kuning dan keputusannya menyebabkan perkelahian antar pemain.

MESSI MINTA FIFA USUT WASIT LAGA BELANDA VS ARGENTINA

Dilansir dari Metro, Lionel Messi angkat bicara tentang kepemimpinan Mateu Lahoz yang memimpin jalannya laga Belanda vs Argentina. Messi kesal betul kepada wasit asal Spanyol itu, yang dirasa tidak adil. Messi pun membawa-bawa nama FIFA. Bagi Messi, FIFA sebaiknya memberi evaluasi kepada Mateu Lahoz. “Saya pikir FIFA harus mengurusnya, tidak bisa sembarangan wasit memimpin pertandingan sebesar dan sepenting ini. Wasit (Mateu Lahoz) gagal dalam melakukan tugasnya,” kata Messi.

Berita Bola Terbaru 10 Desember 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

ARSENAL PANASKAN PERBURUAN JOAO FELIX

Dikutip Four Four Two, Arsenal bisa mendekati Joao Felix pada Januari setelah petinggi Atletico Madrid mengakui klub bersedia menjual penyerang tersebut. Arsenal dapat mempertimbangkan untuk membeli Felix, yang menurut Transfermarkt, harga pasarannya adalah 43 juta euro. Perekrutan Joao Felix guna menambal lubang di lini serang yang ditinggal Gabriel Jesus akibat cedera. Tapi Arsenal perlu bersaing dengan klub-klub lain untuk mendapatkan Felix.

RESMI, FA INGIN SOUTHGATE LATIH INGGRIS HINGGA EURO 2024

Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) ingin Gareth Southgate melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih Inggris setelah Piala Dunia Qatar 2022. Dikabarkan The Dailymail, terlepas dari hasil yang diraih Inggris di Piala Dunia, Southgate orang yang tepat untuk membesut Declan Rice dkk. FA ingin meyakinkan Southgate untuk bertahan selama dua atau empat tahun lagi bersama tim nasional. Bisa dipastikan Southgate akan kembali memimpin Inggris di Piala Eropa 2024.

PRESIDEN PSG YAKIN MESSI BERTAHAN DI PARIS

Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi yakin Lionel Messi akan memperpanjang kontrak baru setelah Piala Dunia 2022. Kontrak Lionel Messi dengan PSG sendiri akan berakhir pada Juni 2023, dan telah ada spekulasi tentang masa depannya di klub lain. Messi juga telah mengungkapkan kecintaannya pada Kota Paris dan bagaimana ia terbiasa untuk hidup di dalamnya setelah alami kesulitan adaptasi pasca pindah dari Barcelona.

LAZIO TERTARIK ANGKUT GELANDANG JEPANG

Menurut kabar dari Football Italia, gelandang Timnas Jepang, Hidemasa Morita masuk radar Lazio. Pemain berusia 27 tahun itu diminati oleh pasukan Maurizio Sarri setelah penampilan apiknya bersama Timnas Jepang di Piala Dunia 2022. Pemain Sporting Lisbon itu dikabarkan akan menggantikan peran Luis Alberto, yang belakangan kerap ditepikan. Kabarnya, Lazio bisa mendapatkan tanda tangan Morita setelah membayar 10 juta pounds (Rp190 miliar).

REAL MADRID INGIN DATANGKAN WONDERKID MU

Ada kabar buruk datang bagi Manchester United. Wonderkid mereka, Alejandro Garnacho dilaporkan jadi target transfer Real Madrid di tahun 2023 nanti. Pihak Real Madrid menilai Garnacho punya talenta yang luar biasa besar. Mereka yakin bahwa sang pemuda bakal berkembang jadi salah satu penyerang top di masa depan. Mereka dikabarkan sudah menghubungi agen sang pemuda. Akan tetapi, MU tampaknya tak akan membiarkan aset mudanya itu pergi, karena Setan Merah sedang mempersiapkan kontrak baru untuknya.

GOL ELKAN BAGGOT BANTU GILLINGHAM TANTANG LEICESTER CITY

Akun Twitter Piala FA memamerkan gol sundulan fantastis bek Timnas Indonesia Elkan Baggott ke gawang Dagenham and Redbridge. Dalam pertandingan tersebut Gillingham menang dramatis 3-2 atas Dagenham and Redbridge di Stadion MEMS Priestfield. Keberhasilan mengalahkan Dagenham and Redbridge membawa Gillingham ke putaran ketiga, dan akan menghadapi klub Liga Primer Inggris, Leicester City. Laga ini dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari 2023.

MU SIAPKAN STRATEGI UNTUK GAET KIPER SWISS

Manchester United sedang mencari kiper baru untuk musim depan. Yann Sommer, yang kini membela Borussia Monchengladbach, menjadi incaran Setan Merah. Dilaporkan ESPN, kontrak Sommer di Liga Jerman akan habis pada Juni 2023, sehingga MU berpeluang mendapatkannya secara gratis di musim panas mendatang. Mereka bahkan sudah bisa bernegosiasi dengan kiper 33 tahun itu di bulan Januari nanti.

CHELSEA DAN BARCELONA MENGEJAR MOUKOKO

Nama Youssoufa Moukoko, pemain Borussia Dortmund dikabarkan masuk radar Chelsea untuk bursa Transfer Januari 2023 mendatang. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Goal, utusan pemilik Chelsea, Todd Boehly telah melakukan pembicaraan dengan perwakilan Borussia Dortmund untuk membicarakan kemungkinan sang pemain pindah. Sementara Sport mengklaim pemain berusia 18 tahun itu juga telah menjadi prioritas utama Barcelona untuk masa depan.

YOUSOFA FOFANA KETAWA DENGAR RENCANA INGGRIS HENTIKAN MBAPPE

Gelandang Prancis, Youssouf Fofana menilai bahwa rekan setimnya, Kylian Mbappe bakal mampu mengatasi tantangan Kyle Walker dalam duel lawan Inggris di Piala Dunia 2022, Minggu (11/12) dini hari WIB. Sebelumnya, bek kanan Inggris itu mengatakan bahwa akan menjadi tugasnya untuk ‘mengantongi’ bintang Prancis dan Paris Saint-Germain tersebut. Namun, menurut Fofana, tidak ada pemain yang benar-benar bisa meredam eksplosivitas Mbappe dan malah menertawakan rencana penggawa The Three Lions tersebut.

STY MINTA SUPORTER PENUHI GBK SAAT PIALA AFF

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong berharap suporter dapat memberikan dukungan penuh untuk timnya saat Piala AFF 2022. Shin Tae-yong pun berjanji kepada suporter untuk membuat timnya bermain keren dan menghibur. Saat ini, Timnas Indonesia sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali sejak 28 November 2022. Kondisi fisik menjadi menu utama pada TC pekan pertama. Di Piala AFF 2022, Indonesia tergabung di Grup A, bakal bersaing dengan Kamboja, Brunei Darussalam, Thailand dan Filipina.

HASIL PIALA DUNIA 2022

Timnas Brasil yang digadang-gadang calon juara, terpaksa mengakui keunggulan Kroasia dalam laga perempat final Piala Dunia 2022 di Education City stadium. Brasil memecah kebuntuan di extra time pertama melalui Neymar. Namun, Kroasia menyamakan skor di extra time kedua lewat Bruno Petkovic. Laga pun dilanjut ke adu penalti, di mana empat penendang Kroasia sukses menunaikan tugasnya dengan sempurna, sementara, dua algojo Brasil gagal. Skor 4-2 untuk kemenangan Kroasia.

Di semifinal, Kroasia akan bentrok dengan Argentina yang di laga tadi malam sukses menyingkirkan Belanda secara dramatis. Argentina sejatinya unggul 2-0 lebih dulu melalui Nahuel Molina di menit 35 dan Lionel Messi di menit 73. Belanda lalu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat dua gol Wout Weghorst pada menit ke-83 dan 90+11. Di masa extra time, skor tetap tak berubah. Laga pun berlanjut ke babak adu penalti. Hasilnya, Argentina memenangi adu penalti atas Belanda dengan skor 4-3.

PEMAIN ARGENTINA SELEBRASI DENGAN MENGEJEK BELANDA

Penggawa Argentina kompak mengejek para pemain Belanda yang tengah bersedih setelah kalah lewat adu penalti di Piala Dunia 2022. Aksi pemain Tim Tango itu makin membuat kekalahan Belanda terasa menyakitkan. Sudah kecewa dengan kekalahan di babak adu penalti, mereka juga harus mendapat tindakan menyebalkan dari pemain Argentina.

CETAK GOL PENALTI, MESSI SETARA BATISTUTA

Lionel Messi sukses menyamai catatan Gabriel Batistuta usai menjebol gawang Belanda melalui sepakan penalti. Ia kini berbagi status dengan legenda Fiorentina itu sebagai pemain tersubur sepanjang masa Argentina di pentas Piala Dunia. Kedua pesepakbola itu kini sama-sama mengumpulkan 10 gol. Bedanya, Messi masih berpeluang menyalip catatan Batistuta tersebut.

MOMEN MESSI RIBUT DENGAN LOUIS VAN GAAL

Momen sengit terlihat usai timnas Argentina mengalahkan Belanda pada perempat final Piala Dunia 2022. Kapten Argentina, Lionel Messi terlihat menghampiri staf pelatih De Oranje usai memenangi laga via adu tendangan penalti. Alih-alih saling mengucapkan selamat atau kalimat positif lainnya, kedua sosok justru terlihat beradu argumentasi. Tak hanya van Gaal, Weghorst juga menjadi sasaran amarah pemain 35 tahun itu. Selepas laga, Messi mengungkap penyebabnya. Dia kesal karena dua sosok itu tidak menunjukkan rasa hormat.

MARTINEZ KECEWA DENGAN WASIT MESKIPUN ARGENTINA MENANG

Meskipun tampil apik, Emiliano Martinez nyatanya menyimpan kekecewaan di laga melawan Belanda. Bukan soal penampilannya, melainkan soal kepemimpinan wasit Antonio Mateu Lahoz. Buruknya kepemimpinan wasit Lahoz bahkan membuat Emiliano berharap tak ingin lagi bertemu dengannya. “Wasit tidak berguna! Semoga kita tidak memiliki wasit itu lagi,” tegas Emiliano dikutip dari Skysports.

AKSI LEANDRO PAREDES COSPLAY JADI ABDUH LESTALUHU

Leandro Paredes memantik terjadinya keributan saat ia menendang bola secara keras ke arah bench pemain cadangan Belanda di menit 89. Aksi konyol yang dilakukan gelandang Argentina di pertandingan ini, tentu saja mengingatkan pada peristiwa serupa yang dilakukan bek timnas Indonesia, Abduh Lestaluhu, pada final kedua Piala AFF 2016 melawan Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12) silam.

BELANDA VS ARGENTINA BANJIR KARTU KUNING, MATEU LAHOZ CETAK REKOR

Wasit asal Spanyol, Mateu Lahoz tercatat mengeluarkan 15 kartu kuning dan satu kartu merah dalam pertandingan ini. Total ada 48 pelanggaran, dan 13 kartu kuning di antaranya diberikan dalam 120 menit pertandingan. Keputusan Lahoz tersebut membuat pertemuan antara Belanda vs Argentina menjadi laga dengan kartu kuning terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Dari 15 kartu kuning yang dikeluarkan Lahoz, tujuh di antaranya diberikan kepada pemain Belanda, sementara delapan untuk kubu Argentina. 

MOMEN ANAK PERISIC HIBUR NEYMAR USAI BRASIL GUGUR DI PIALA DUNIA 2022

Ada pemandangan menarik setelah kegagalan Brasil melaju jauh di Piala Dunia 2022. Bintang tim Samba, Neymar Jr tak kuasa menahan tangis melihat negaranya tersingkir usai pertandingan. Seorang bocah berlari menghampirinya dan mencoba menghiburnya di tengah lapangan. Bocah itu diketahui bernama Leo, putra dari pemain Kroasia, Ivan Perisic.

NEYMAR SAMAI REKOR GOL PELE DI TIMNAS BRASIL

Satu gol Neymar ke gawang Kroasia membuatnya sekarang sejajar dengan Pele sebagai pencetak gol terbanyak tim nasional pria Brasil. Neymar yang berusia 30 tahun kini telah mencetak 77 gol dalam 124 pertandingan untuk Brasil. Koleksi gol Pele tercipta dalam 92 penampilan bersama Selecao antara 1957 hingga 1971.

HEBOH! CASEMIRO DAN MODRIC BERTUKAR BAJU DI BABAK PERTAMA

Luka Modric dan Casemiro bertukar jersey saat berjalan menuju terowongan di babak pertama dalam laga perempat final Piala Dunia 2022 antara Kroasia dan Brasil. Momen dua bintang Real Madrid tukar jersey menjadi pembicaraan ramai penggemar setelah wasit Michael Oliver meniup peluit akhir babak pertama.

TITE MUNDUR USAI BRASIL TERSINGKIR DI PIALA DUNIA 2022

Pelatih timnas Brasil, Tite mengatakan siklusnya telah berakhir usai Selecao disingkirkan Kroasia lewat adu penalti pada perempat final Piala Dunia 2022. “Di sana ada profesional hebat lain yang bisa menggantikan saya. Sekarang siklus saya sudah lengkap. Siklusnya sudah selesai,” ujar Tite setelah pertandingan kontra Kroasia.

NEYMAR INDIKASIKAN PENSIUN DARI TIMNAS BRASIL

Neymar mengisyaratkan bahwa dia mungkin akan pensiun dari Timnas Brasil setelah negaranya gugur di Piala Dunia 2022. Pemain berusia 30 tahun itu mengatakan bahwa dia tidak akan menjamin “100 persen” bermain kembali untuk tim Samba lagi. “Saya perlu berpikir lebih banyak tentang ini, tentang apa yang tepat untuk saya dan untuk tim nasional,” kata Neymar.

SANTOS MINTA MEDIA UNTUK TIDAK GANGGU RONALDO

Pelatih timnas Portugal, Fernando Santos mengatakan bahwa “sekarang adalah waktu yang tepat” bagi media untuk tidak mengganggu Cristiano Ronaldo. Media Portugal Rekor, mengklaim bahwa Ronaldo telah mengancam akan meninggalkan kamp pelatihan Portugal setelah dia menjadi cadangan saat timnya melaju ke babak 16 besar usai menggasak Swiss 6-1. Namun, kabar itu langsung dibantah oleh Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), dengan Santos meminta agar segala kontroversi untuk dihentikan.

PELATIH MAROKO BERHARAP RONALDO TIDAK MAIN

Pelatih timnas Maroko, Walid Regragui akan senang jika Cristiano Ronaldo tidak bermain bersama timnas Portugal saat bertemu di perempat final Piala Dunia 2022. Meski baru mencetak satu gol di Piala Dunia 2022, CR7 mempunyai pengaruh di lapangan yang tak bisa dianggap sepele. Regragui mengakui, ketiadaan sang striker bintang Portugal akan memudahkan Maroko untuk tampil tanpa beban.

LUKA MODRIC BERI PESAN KHUSUS KEPADA RODRYGO

Pemain timnas Kroasia, Luka Modric memberikan pesan khusus kepada salah satu punggawa timnas Brasil, yaitu Rodrygo untuk segera bangkit, pasca kegagalan menendang penalti di laga Brasil vs Kroasia. Modric mengaku setelah laga selesai, ia langsung menghampiri Rodrygo untuk memberikan suntikan semangat. Sebab, tidak seharusnya pemain berusia 21 tahun dibebankan tanggung jawab yang begitu besar. Namun, Modric yakin sang pemain akan mengambil sisi positif dari kegagalan mengeksekusi tendangan penalti tersebut.

Menapaki Jejak Kenangan Lionel Messi di Piala Dunia

Lionel Messi sudah mengumumkan secara resmi, bahwa Piala Dunia 2022 akan menjadi Piala Dunia terakhirnya. Dikutip dari BBC, Messi merasa gugup menghadapi Piala Dunia terakhirnya ini. “Saya menghitung hari menantikan Piala Dunia. Ada kecemasan dan kegelisahan dalam diri. Apa yang akan terjadi nantinya, dan tentunya, bagaimana hasilnya nanti?”. Ungkap Messi ketika mengumumkan 2022 menjadi Piala Dunia terakhirnya.

La Pulga menjalani debut Piala Dunia pada tahun 2006. Sejak saat itu, ia sudah mengoleksi enam gol dan lima assist dari 19 penampilannya di Piala Dunia. Pada tahun 2006, ia masih berstatus sebagai ‘anak kecil’ yang belum punya pengalaman. Tahun 2010, Messi adalah superstar di Piala Dunia, namun tetap dianggap belum memiliki cukup pengalaman di Piala Dunia.

2014 adalah Piala Dunia tersukses Messi, meskipun hanya sebagai runner up. Dan 2018 sinar Messi di Piala Dunia mulai tertutupi oleh kehadiran Mbappe. Menarik untuk dilihat seperti apa cerita Messi di Piala Dunia 2022. Namun sebelumnya, mari kita menapaki jejak kenangan yang ditinggalkan Messi sepanjang gelaran Piala Dunia.

2006 – Debut Piala Dunia

Piala Dunia 2006, Messi masih berusia 18 tahun. Ia mencatatkan rekor sebagai pemain termuda dalam sejarah Argentina yang bermain di Piala Dunia saat itu. Turnamen ini menjadi debut yang cukup manis bagi Messi, setelah ia mencetak gol pada pertandingan melawan Serbia. Namun Piala Dunia ini lebih menjadi pembelajaran dan perjuangan untuk Messi daripada kisah menyenangkan.

Meskipun Messi ingin bermain di setiap pertandingan, tapi tugas untuk seorang pemain yang bahkan belum berusia 20 tahun di Piala Dunia bukanlah sebagai pemain inti. Tugas utamanya adalah mengamati dan mempelajari pertandingan. Gerardo Salorio, salah satu staf pelatih Argentina saat itu memegang peran penting dalam “pembentukan” Lionel Messi saat itu. Ia mengatakan bahwa saat itu, Messi harus diajarkan secara telaten, bagaimana cara bermain bola di tingkat senior.

Solario percaya bahwa Argentina telah mengubah Messi sejak turnamen itu. Di Piala Dunia 2006, Messi mulai mengerti bahwa sepak bola adalah hidupnya dan harus selalu memiliki rasa “lapar”. Pilihannya adalah entah mati di lapangan atau mati di lapangan. Dan kemenangan adalah bagian yang penting dalam hidupnya.

Langkah Argentina di Piala Dunia 2006 hanyalah sampai perempat final. Mereka tidak bisa melaju ke semifinal setelah kalah dari Jerman di babak adu penalti. Messi tidak hanya duduk di bangku cadangan saat itu. Pelatih Argentina, Jose Pekerman lebih memilih untuk memasukan Cambiasso untuk menghentikan gempuran Jerman. Setelahnya, ia mendapatkan banyak kritik karena tidak memainkan Messi di laga krusial.

2010 – Gagal Mengulang Memori Maradona

Piala Dunia edisi setelahnya adalah 2010 di Afrika Selatan. Tekanan yang dirasakan Messi lebih besar kali ini. Ia baru saja mendapatkan gelar Ballon d’Or pertamanya saat itu. sebelumnya ia hanya dipandang sebagai anak kecil yang kurang pengalaman, di 2010 ia sudah menjadi superstar.

Tekanan juga bertambah karena Argentina dilatih oleh legenda mereka Diego Maradona. Sosok legenda yang pernah dibanding-bandingkan olehnya ketika Messi menjalani musim debut di Barcelona. Namun di bawah pimpinan Maradona, setidaknya Messi bisa memiliki kebebasan bermain di posisi yang ia sukai, yaitu sebagai seorang playmaker. Berkat itu Argentina bisa lolos fase penyisihan grup dengan mudah. Argentina memuncaki klasemen grup B dengan tiga kali kemenangan dan tidak pernah kalah.

Argentina masih bisa melewati babak 16 besar dengan mudah. Mereka menggilas Meksiko dengan skor 3-1. Namun, kiprah tim tango di Piala Dunia harus kembali pupus di babak perempat final. Jerman lagi-lagi menjadi mimpi buruk bagi Messi dan kolega, setelah mereka dibantai habis-habisan dengan skor 4-0.

Kekalahan ini sempat membuat marah dan kecewa publik Argentina saat itu. Mereka berekspektasi Messi bisa membawa perubahan. Berduet dengan Maradona, Messi diharapkan bisa mengikuti jejak sang legenda yang bisa membawa Argentina juara Piala Dunia. Jangankan membawa Argentina juara dunia, Messi malah tidak bisa mencetak sebiji gol pun untuk Argentina.

Meskipun begitu, perlu diingat bahwa di Piala Dunia 2010 Messi masih berusia 23 tahun. Usia yang masih muda untuk bisa membawa negaranya memenangkan Piala Dunia. Seperti Maradona di usia yang sama pada Piala Dunia 1982. Messi masih membutuhkan pengalaman yang lebih banyak lagi.

2014 – Harapan yang pupus di Final

2014 menjadi puncak ketenaran Messi di Piala Dunia. Ia sudah dikenal sebagai pemain terbaik di dunia oleh banyak pengamat. Perubahan dan pertumbuhan skill Messi sangat terasa antara tahun 2010 sampai 2014. Tidak ada yang meragukan prestasi Messi di Barcelona kala itu. Ia sudah mendapatkan semua gelar juara bersama Barcelona. Dan menjuarai Piala Dunia bisa melengkapi koleksi trofinya.

Meskipun banyak yang meragukan kekuatan timnas Argentina saat itu, tidak ada yang meragukan kesiapan Lionel Messi. La Pulga berada pada performa terbaiknya di Piala Dunia 2014 ini. Dengan ban kapten di tangan ia mantap memimpin tim tango menuju kemenangan.

Babak penyisihan grup dilalui dengan mudah. Dan tidak seperti pada Piala Dunia 2010, Messi kali ini cukup produktif dalam mencetak gol dan memberikan assist. Masuk satu grup dengan Nigeria, Bosnia, dan Iran, Argentina bisa melenggang dengan santai. Mereka lolos fase grup sebagai pemuncak klasemen dengan mengoleksi poin sempurna di Grup F.

Messi pun menjadi semakin optimis. Di babak 16 besar Argentina bisa mengalahkan Switzerland lewat gol telat Angel Di Maria pada menit ke-118. Messi akhirnya bisa melaju ke babak semifinal Piala Dunia. Tidak hanya itu, Messi juga akhirnya bisa ke final setelah mengalahkan Belanda di babak adu penalti. Namun mereka harus kembali menghadapi mimpi buruk, Jerman yang sudah menanti di laga final.

Untuk ketiga kalinya tim tango menghadapi Der Panzer di kompetisi Piala Dunia. Dua pertemuan sebelumnya dimenangkan oleh pasukan Jerman. Tapi berbeda dengan dua pertandingan sebelumnya, pertandingan ini bertajuk pemain terbaik dunia melawan tim terbaik di dunia. Messi melawan Die Mannschaft.

Argentina di pertandingan itu sebenarnya bisa menembus barisan pertahanan Jerman dan melepaskan banyak peluang. Namun sayang peluang itu belum bisa diubah menjadi gol. Banyaknya peluang yang terbuang dimanfaatkan oleh Jerman. Mario Gotze menjadi supersubs dan mencetak gol di menit ke-113.

Kecewa, Pergi, dan Kembali

Meskipun kalah di final dan tidak menjadi juara, Messi masih mendapatkan penghargaan pemain terbaik di turnamen itu. Piala yang ia terima tanpa ada senyum sama sekali di wajahnya. Bagi Messi, gelar pemain terbaik tidak ada artinya jika ia tidak bisa membawa timnya juara. Ditambah lagi semakin banyak kritik yang menyerang Messi karena dianggap sudah gagal di Argentina.

Di tahun-tahun setelahnya, situasi tidak semakin membaik bagi Messi bersama Argentina. Bayangkan saja, Messi membawa Albiceleste dua kali ke final Copa America. Dan dua kali ia kalah di kedua final tersebut secara berturut-turut. Ini jadi situasi yang sangat berat dijalani bahkan untuk seorang Lionel Messi.

Setelah gagal di laga final tiga tahun berturut-turut, Messi memutuskan untuk pensiun dari timnas Argentina. Keputusan itu pun mengejutkan banyak pihak. Tapi banyak juga yang mengerti, dan memahami keterpurukan yang dialami Messi sehingga memutuskan untuk pensiun. Meskipun begitu, keputusan pensiun Messi ternyata tidak menyelesaikan masalah di sepakbola Argentina.

Akhirnya, beberapa bulan setelah pensiun Messi mengumumkan dirinya akan kembali memperkuat Albiceleste. Argentina yang performanya tidak meyakinkan pun kembali menjadi optimis. Dengan kembali diperkuat Messi, Argentina semakin yakin menghadapi Piala Dunia 2018.

2018 – Bukan Panggungnya Lagi

Comeback ke Piala Dunia 2018 terasa berat bagi Messi. Argentina ditahan imbang oleh Islandia dengan skor 1-1. Dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika dibantai Kroasia dengan skor 3-0. Bahkan hampir tidak lolos dari fase grup kalau saja Marcos Rojo tidak mencetak gol di menit ke-83.

Mereka lolos fase grup sebagai runner up setelah meraih hanya sekali kemenangan, satu imbang dan sekali kalah. Mereka melangkah ke babak 16 besar. Jerman tidak lolos fase grup, jadi harusnya Argentina bisa terbebas dari mimpi buruk mereka. Tapi yang jadi mimpi buruk tim tango kali ini adalah Prancis.

Pasukan Les Blues tampil perkasa dengan pemain-pemain muda mereka. Tim ayam jantan tentu lebih diunggulkan, sebab mereka belum pernah kalah di fase grup. Argentina justru bisa memberikan perlawanan berarti untuk Prancis. Meskipun tertinggal di menit awal, mereka bisa comeback di awal babak kedua.

Tapi, pasukan Deschamp nyatanya lebih perkasa. Benjamin Pavard mencetak gol penyeimbang di menit ke-57. Publik pun seolah disadarkan bahwa Piala Dunia kali ini bukan panggung Messi lagi. Melainkan Kylian Mbappe yang mencetak dua gol, meyakinkan keunggulan Prancis atas Argentina. Gol Aguero di menit ke-90+3 tidak bisa menyelamatkan Albiceleste dari kekalahan. Mereka pun harus tersingkir dari Piala Dunia 2018.

Di Piala Dunia 2022 Lionel Messi punya peluang untuk menulis catatan manis untuk mengakhiri cerita panjang bersama Argentina. Messi memang sudah tidak muda lagi. Tapi itu tidak melepas fakta bahwa ia adalah salah satu pemain terbaik di dunia yang bisa mendatangkan kejutan.

 

Sumber referensi: Sporting, Goal, BBC, FIFA