Sekali lagi, Piala Dunia 2022 memberikan kejutan bagi para penonton. Di babak perempat final kemarin, banyak hasil tak terduga yang muncul. Seperti Brasil yang dikalahkan Kroasia, sampai Maroko jadi tim Afrika pertama yang sampai ke babak semifinal. Kejutan-kejutan itu yang menambah keseruan Piala Dunia ini. Namun, dibalik itu tersimpan drama yang tersaji di dalamnya.
Banyak pemain dari tim yang bertanding di babak perempat final mengaku tidak puas dengan kinerja wasit. Yah bisa saja karena tim mereka kalah, tapi juga bisa karena memang wasit tidak becus dalam memimpin pertandingan. Maka dari itu, mari menilik kembali kontroversi apa saja yang dibuat para wasit di babak perempat final Piala Dunia 2022 ini.
Everyone was talking about referees during the World Cup quarterfinals 😳 pic.twitter.com/cEfEj1H4Y2
— B/R Football (@brfootball) December 11, 2022
Messi Minta Wasitnya Diberhentikan
Lionel Messi mengaku tidak suka dengan kinerja sag wasit, Antonio Mateu Lahoz di pertandingan melawan Belanda kemarin. Meskipun timnya menang, Messi masih menganggap bahwa Lahoz tidak becus dalam memimpin pertandingan. Ia bahkan meminta FIFA untuk mencoret Lahoz dari daftar wasit Piala Dunia.
Albiceleste menang 4-3 melawan Belanda lewat babak adu penalti, tapi wasit asal Spanyol itu dinilai menimbulkan kontroversi dalam cara ia memimpin pertandingan. Laga Argentina vs Belanda memang bukanlah pertandingan biasa bagi sang wasit. Ini laga penuh tensi tinggi dan emosi. Lahoz bahkan harus mengeluarkan 16 kartu kuning selama pertandingan. Setelah laga Messi menyindir Lahoz.
Ia berkata “Saya tidak ingin berbicara tentang wasit. Sebab setelah itu pasti wasit akan memberikan sanksi kepada saya. Tapi orang-orang sudah melihat apa yang terjadi” ungkapnya
Setelah itu, Messi menginginkan FIFA untuk mengurus hal tersebut. Messi menganggap bahwa Lahoz tidak pantas untuk memimpin pertandingan sekelas Piala Dunia. Sebab, seorang wasit di Piala Dunia tidak boleh melakukan kesalahan.
“Saya pikir FIFA harus mengatasi masalah ini. Tidak bisa membiarkan wasit seperti itu untuk memimpin pertandingan sepenting ini, Wasit tidak boleh salah dalam melakukan tugasnya.”
Kekecewaan Messi bisa dimengerti. Ia pasti marah ketika Belanda bisa mencetak gol penyeimbang dari Wout Weghorst. Gol tersebut bermula dari tendangan bebas setelah German Pezzella dinilai telah melakukan pelanggaran. Messi dan pemain Argentina lain menganggap itu bukanlah sebuah pelanggaran.
Messi dan pemain lainya tentu tidak ingin melanjutkan permainan sampai ke babak adu penalti. Meskipun begitu, pasukan Albiceleste mampu menuntaskan tugas mereka di babak adu penalti. Emiliano Martinez yang menjadi pahlawan di babak adu penalti tersebut juga mengatakan bahwa sang wasit “tidak berguna”. Dirinya juga berharap tidak ada wasit seperti Lahoz lagi di pertandingan selanjutnya.
“Wasit tidak berguna. Semoga saja kita tidak dipimpin wasit seperti dia lagi. Hal pertama yang saya rasakan adalah emosi. Saya melakukan ini untuk 45 juta orang yang mendukung” Ungkapnya dikutip dari BeinSport.
Bruno: “Persetan dengan Mereka”
Kontroversi oleh wasit di pertandingan babak perempat final yang tak kalah panas juga terjadi di laga Portugal melawan Maroko. Ini laga yang tidak kalah seru dibanding Argentina vs Belanda. Striker Maroko, Youssef En-Nesyri mencetak satu-satunya gol di pertandingan tersebut melalui gol sundulannya. Sekaligus membuat Maroko mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang bisa sampai ke semifinal Piala Dunia.
Portugal sebenarnya punya banyak peluang tapi tidak bisa memaksimalkannya menjadi gol. Sampai Maroko bermain dengan 10 orang, Bruno Fernandes CS tidak mampu menyamai keunggulan. Mungkin ini alasan utama yang membuat para pemain Portugal frustasi dan menyalahkan wasit atas kekalahan mereka.
Seusai laga, Pepe yang kemungkinan menjalani pertandingan Piala Dunia terakhirnya itu memberikan komentar pedas terhadap hakim lapangan. Ia berdalih bahwa wasit terlalu sering menghentikan permainan sehingga Portugal tidak bisa menciptakan momentum untuk menyerang.
“Saya pikir apa yang dilakukan wasit hari ini sangat tidak bisa diterima. Kami tidak bisa bermain karena wasit selalu meniup peluit untuk memberhentikan permainan. Tidak ada permainan untuk kami. Selalu saja diberhentikan.”
Pepe juga berdalih kalau sang wasit, Facundo Tello melakukan hal itu karena dirinya adalah orang Argentina. Pepe menuduh Tello sengaja membiarkan Portugal kalah agar Argentina bisa juara Piala Dunia.
“Es inadmisible que un árbitro argentino nos pitara hoy después de lo que sucedió ayer, con Messi quejándose. Después de lo que vi hoy, le pueden dar ya el título a Argentina”
✍🏼 Pepe, tras la eliminación de Portugal. 💣🇵🇹 pic.twitter.com/6pncvDPDcY
— Pablo Giralt (@giraltpablo) December 10, 2022
“Setelah apa yang saya lihat hari ini, sekarang ia bisa memberikan gelar itu kepada Argentina” Ungkapnya dikutip dari Sportbible.
Bruno Fernandes bahkan ngamuk setelah pertandingan selesai. Para staf dari federasi sepakbola Portugal berusaha menenangkannya tapi ia tidak mau menggubris itu. Ia mempertanyakan mengapa wasit asal negara yang masih berpartisipasi menjadi wasit di pertandingan mereka.
“Saya akan berbicara apa yang saya ingin. Persetan dengan mereka, ini sangat aneh kenapa FIFA menggunakan wasit dari negara yang sedang berpartisipasi di Piala Dunia. Para ofisial juga tidak pernah memimpin pertandingan liga Champions sebelumnya, bagaimana mereka bisa mereka memimpin pertandingan Piala Dunia.”
Bruno tentu pantas marah. Apalagi setelah ia tidak dihadiahi penalti meskipun terkena pelanggaran di babak pertama.
Harry Maguire Salahkan Wasit
Selain Portugal, Inggris yang menjadi korban dari Prancis juga menyalahkan wasit atas kekalahan mereka. Wasit yang memimpin laga tersebut, Wilton Sampaio tidak lepas dari kontroversi. Yang paling dipermasalahkan adalah saat Tchouameni mencetak gol untuk Prancis. Anak asuh Southgate tidak terima karena seharusnya gol tersebut tidak sah setelah Bukayo Saka dilanggar 45 detik sebelumnya.
Bek Manchester United, Harry Maguire berkomentar setelah pertandingan, bahwa apa yang terjadi pada Bukayo Saka adalah pelanggaran jelas. Tapi Wasit tidak memberikan keputusan yang tepat.
“Yang terjadi pada Bukayo Saka adalah jelas pelanggaran, ketika mereka akan mencetak gol. Kami berekspektasi wasit melakukan hal yang tepat. Tapi sayangnya tidak.”
“Saya pikir keputusan wasit di pertandingan ini sangat buruk. Dia harus keluar dan memberikan penjelasan apa yang terjadi di pertandingan ini.” Ungkap Maguire
Maguire juga mengaku bahwa sebenarnya Inggris bermain lebih baik daripada Prancis. Tapi mereka tidak bisa menang karena wasit yang membela Prancis.
“Dengar, kami bermain lebih baik daripada mereka. Saya pikir penonton yang netral, kan berkata bahwa kami mendominasi jalannya pertandingan. Tapi wasit malah melawan kami. Banyak keputusan penting yang merugikan kami. Itu lah kenapa mereka bisa jadi juara. Itulah mengapa mereka menjadi tim favorit di turnamen ini.”
Inggris sebenarnya punya kesempatan untuk menyamai skor. Inggris mendapatkan hadiah penalti kedua di pertandingan tersebut. Tapi Harry Kane yang sukses menjadi eksekutor untuk gol pertama, malah tidak bisa menyamai keunggulan. Dengan hasil itu Inggris pun harus pulang.
Sumber referensi: Independent, Bein, Brief, Sportbible, Goal, Express


