Beranda blog Halaman 325

Rela Habiskan Semua Anggaran Untuk Mappe! Yakin Liverpool Berani Tikung Real Madrid?

Masa depan Mbappe masih jadi tanda tanya. Setelah ia mengirimkan surat ke PSG yang berisi pernyataan bahwa dirinya tak ingin memperpanjang kontrak di klub. Ya, meskipun tidak ada yang tahu niat apa dibalik sifat plin plan Mbappe, tapi sikapnya sudah jelas bahwa ia ingin pindah ke klub lain.

Kontrak Mbappe akan berakhir setelah musim 2023/24. Tapi PSG tak mau ambil resiko melepasnya dengan status bebas transfer. Untuk itu PSG siap menampung tawaran-tawaran klub lain untuk Mbappe.

Klub terdepan dalam perburuan Mbappe tentu saja Real Madrid. Mbappe dan Madrid sudah dihubung-hubungkan sejak bursa transfer musim kemarin. Dan sampai sekarang minat Madrid untuk Mbappe masih belum menurun. Tapi kabarnya Madrid belum melayangkan tawaran resmi ke PSG. Malah, muncul klub lain yang dengan serius ingin membeli Mbappe. Klub itu adalah Liverpool. Tapi yakinkah Liverpool bisa tikung Real Madrid?

Liverpool Incar Mbappe Sejak Lama

Ketertarikan Liverpool dengan Mbappe sebenarnya bukan hal baru. Hanya saja dengan adanya Real Madrid, Liverpool berada di bawah radar. The Reds sudah berniat serius untuk datangkan Mbappe sejak bursa transfer musim panas kemarin.

Saat itu rumor soal Mbappe yang tak betah di PSG santer diberitakan. Dilansir dari the athletic, raksasa Prancis bahkan sudah siap untuk membiarkan Mbappe pergi di musim panas 2022/23. Dan salah satu klub yang sangat dekat untuk datangkan Mbappe adalah Liverpool.

Namun presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi menuntun harga yang sangat tinggi saat itu. Yaitu sebesar 352 juta pounds. Jumlah transfer yang akan jadi rekor transfer terbesar sepanjang sejarah. Mengalahkan rekor saat PSG membeli Neymar dari Barca dengan harga sebesar 200 juta pounds di tahun 2017.

Tapi Mbappe menolak kemungkinan untuk pergi ke Liverpool. Ia masih ingin membuka kesempatan untuk bergabung dengan Real Madrid. Namun karena PSG menolak tawaran dari Real Madrid saat itu, akhirnya Mbappe memilih untuk memperpanjang kontraknya bersama PSG.

Liverpool akhirnya membeli Darwin Nunez dari Benfica seharga 85 juta pounds. The Reds juga memperkuat amunisi lini serang mereka dengan membeli Luis Diaz dan Coady Gakpo musim kemarin. Di bulan Januari kemarin juga beberapa sumber menyebutkan kalau minat Liverpool terhadap Mbappe masih aktif

Liverpool Kembali Minati Mbappe

Minat Liverpool untuk datangkan Mbappe nyatanya masih membara di bursa transfer musim ini. Dilansir dari Daily Mail, Liverpool siap kembali bersaing dengan Real Madrid untuk memburu bintang Prancis itu. Bahkan dikabarkan kalau kali ini Liverpool benar-benar serius untuk menikung Real Madrid.

Kabar ini disampaikan oleh seorang agen FIFA, Marco Kirdemir. Ia berkata kalau akan ada kabar soal transfer Mbappe munggi-minggu mendatang. Ia juga menambahkan kalau Liverpool sudah bersedia membayar mahar yang dipatok PSG untuk Mbappe.

“Akan ada kabar pekan depan. Akan ada kabar dari Inggris. Liverpool sedang berada dalam kompetisi dengan Real Madrid dan bersedia untuk membayar mahar Mbappe” Ungkapnya dikutip dari Marca.

PSG saat ini sudah menurunkan harga Mbappe. Diyakini sekarang PSG mematok harga 258 juta pounds dan bersedia menerima tawaran dari berbagai klub. Kirdemir meyakini kalau jumlah itu bukanlah harga yang terlalu tinggi untuk Liverpool. The Reds siap untuk menjadikan Mbappe sebagai pemain termahal sepanjang sejarah.

Yakin Siap Tikung Madrid?

Tapi pernyataan agen FIFA itu memunculkan keraguan. Fans Liverpool pasti skeptis soal dana 258 juta pounds dari the reds. Pertanyaan-pertanyaan pun muncul. Yang utama adalah dari mana Jurgen Klopp punya uang sebanyak itu?

Liverpool tidak punya sejarah membeli pemain mahal. Apalagi memecahkan rekor transfer sepanjang masa. Rekor transfer sepanjang masa Liverpool sendiri adalah penandatanganan Darwin Nunez. Ia dibeli dengan harga 85 juta pounds dari Benfica.

Dan kalaupun Liverpool punya uang sebanyak itu, apakah Klopp mau membelanjakan semua dana transfernya untuk Mbappe? Itu pertanyaan lain yang juga sulit dijawab. Sepertinya tidak mungkin Klopp mau mengeluarkan dana sebanyak itu. Apalagi kalau harus menjual beberapa pemain bintangnya.

Disisi lain Real Madrid sudah melakukan pembelian besar-besaran di bursa transfer ini. Ia adalah Jude Bellingham dengan harga 103 juta euro. Biasanya publik tidak akan mengharapkan sebuah klub melakukan pembelian besar lainnya di jendela transfer yang sama.

Tapi kesempatan untuk mendatangkan Mbappe tidak datang tiap hari. Dan ini adalah kesempatan terbesar el real untuk mewujudkan impian datangkan Mbappe. Real Madrid bahkan masih menyimpan nomor punggung 9 bekas Benzema. Kabarnya jaga-jaga kalau Mbappe jadi pindah ke Bernabeu.

Kemungkinan Mbappe Ke Madrid Masih Tipis

Meskipun begitu, dilansir dari ESPN Madrid masih ingin berhati-hati dan tak terburu-buru dengan transfer Mbappe. Madrid juga belum melakukan pergerakan sejak Mbappe kabar ia tak akan memperpanjang kontrak di PSG terkuak.

Mungkin karena Real Madrid sedang fokus untuk menyelamatkan Harry Kane dari Tottenham. Tapi Bayern Munchen kemudian muncul sebagai kandidat kuat klub baru Kane di musim depan. Kemungkinan Kane untuk ke Madrid pun semakin menipis.

Bagaimanapun, transfer Mbappe ke Madrid adalah skenario yang paling diantisipasi. Madrid menginginkan Mbappe dan Mbappe juga ingin pindah ke Madrid. Tapi ada faktor penting lain yang membuat transfer ini bisa gagal lagi.

Dilansir dari the athletic, pada dasarnya PSG sangat tidak ingin menjual Mbappe ke Madrid. Saat drama transfer Mbappe memanas di musim panas 2022/23 lalu, PSG memang sudah membuka pintu keluar untuk Mbappe.

Tapi pintu keluar itu hanya menuju ke Liverpool. Saat itu PSG tidak membolehkan Mbappe pergi ke klub lain selain Liverpool. Mbappe yang tidak ingin pergi ke Liverpool akhirnya memilih untuk memperpanjang kontraknya di PSG.

Kejadian itu juga membuat hubungan Florentino Perez dan Fayza Lamari, agen sekaligus Ibu Mbappe sudah hancur. Perez merasa terkhianati. Sebab saat itu Madrid sudah menyetujui semua persyaratan yang diajukan untuk Mbappe tapi malah akhirnya gagal. Sedangkan Lamari menyalahkan Perez atas gagalnya transfer Mbappe musim kemarin. Ia berkata itu karena Perez membocorkan rumor ke media Spanyol.

Jika dilihat lebih mendalam, proses transfer Mbappe ke Madrid memang lebih rumit. Karena tidak hanya melibatkan masalah uang, tapi juga hubungan kedua klub. Terlepas dari itu, Mbappe masih belum melupakan mimpinya untuk bermain dengan Real Madrid. Ini juga saat yang paling tepat bagi Perez mendatangkan Mbappe. Madrid baru saja ditinggalkan Benzema. Saat ini los blancos sangat butuh jimat di ujung lini serang mereka.

Sumber referensi: Daily, Goal, RealChamps, Athletic, Marca, ESPN

Azpilicueta dan Marcus Thuram Selanjutnya? Pengaruh Pemain Gratisan Di Inter Milan

Gratisan lagi, gratisan lagi. Klub Serie A yang satu ini kembali menjalankan hobinya mengangkut pemain gratisan. Kini giliran Cesar Azpilicueta dan Marcus Thuram dikabarkan sudah Here We Go menuju Inter Milan.

Pengaruh strategi transfer ini tak lain adalah berkat Giuseppe Marotta, chairman mereka. Bagi Inter, selagi masih ada gratisan ngapain cari yang berbayar? Nah, berikut beberapa pemain gratisan yang diangkut Inter sejak Marotta datang, beserta pengaruhnya bagi tim. Apakah gacor atau justru flop?

Kwadwo Asamoah

Pemain pertama yang diangkut Marotta secara gratis adalah mantan gelandang serba bisa Juventus asal Ghana, Kwadwo Asamoah. Asamoah ketika itu habis kontraknya di Juventus dan sudah berusia 30 tahun.

Masih dilatih Luciano Spalletti, Inter masih dalam fase transisi membangun tim yang disusun oleh Marotta. Asamoah menjadi salah satu kerangka pilar transisi itu. Meski di Juventus ia lebih sering menjadi wing back kiri, di skuad Spalletti yang memakai empat bek, ia lebih difungsikan sebagai bek kiri. Dari 42 penampilan di musim debutnya, Asamoah juga turut membantu perjalanan awal Inter berlaga di Liga Champions.

Saat Conte datang, ia diharapkan sudah langsung nyetel karena sudah lama sukses bersama di Juventus. Namun cedera lutut menghinggapinya lama. Ia hanya tampil 11 kali bersama Conte di musim 2019/20. Musim berikutnya, ia malah dilepas ke Cagliari.

Stefan De Vrij

Datang secara gratisan bersama Asamoah, Stefan De Vrij adalah seorang bek kokoh milik Lazio yang kontraknya berakhir pada 2018. Ia memilih pelabuhan barunya di Nerazzurri bersama Spalletti di usia yang masih matang 26 tahun.

Tak salah De Vrij memilih Inter. Pasalnya De Vrij langsung jadi pilar utama lini belakang Inter bersama Milan Skriniar. Pengaruhnya sangat besar bagi kokohnya tembok Inter. Terutama di jaman Conte. Ia diplot menjadi salah satu dari tiga bek utama. Ia pun menjadi bagian utama Inter dalam meraih Scudetto.

Namun kini nasibnya mulai berubah setelah Simone Inzaghi lebih memilih Acerbi yang diangkut dari Lazio. De Vrij menjadi pilihan nomor dua di bawah Simone Inzaghi yang notabene dulu juga mantan pelatihnya ketika di Lazio.

Diego Godin

Di masa Conte awal datang, Inter juga tak lupa mengangkut satu pilar lini belakang. Ia adalah pemain gaek berusia 33 tahun asal Atletico Madrid, Diego Godin.

Perekrutan Godin adalah kemauan Conte. Ia butuh sosok bek berpengalaman. Mental Godin juga diharapkan mampu berbicara banyak di level kompetisi Eropa. Ketika di Atletico Madrid, dua final Liga Champions dan juara Europa League jadi bukti.

Tapi sayang, pemain timnas Uruguay itu mengaku sangat sulit beradaptasi dengan sistem yang dianut Conte yang butuh kerja ekstra keras dan intensitas yang tinggi. Ia selalu berusaha sekuat tenaga agar bisa memahami apa mau Conte.

Meski hanya semusim saja, tapi kalau tujuan perekrutannya hanya untuk meningkatkan mental Eropa para pemain Inter, itu cukup berhasil. Membantu Inter mencapai final Europa League dan sumbangan satu golnya ke gawang Sevilla jadi bukti pengaruh nyata Godin bagi Inter.

Arturo Vidal

Pemain Inter berikutnya yang datang gratisan adalah Arturo Vidal. Ia didapat Inter dari Barca karena kontraknya habis tahun 2020. Ia juga datang ke Inter di usia yang sudah tak muda lagi yakni 33 tahun.

Pemain berambut Ultraman itu didapuk mengisi kedalaman gelandang Inter di format 3-5-2 milik Conte. Vidal dan gelandang baru lainnya macam Barella maupun Sensi bahu membahu bersama gelandang yang sudah ada macam Vecino, Brozovic, maupun Eriksen.

Kedatangan Vidal menjadi salah satu faktor kenapa mental bertanding anak asuh Conte jadi lebih kuat. Buktinya saat Vidal datang, Inter mampu konsisten dan akhirnya meraih Scudetto.

Gelar juara itu bagi Vidal adalah gelar liga ke-9 dari 10 tahun terakhir. 30 kali penampilan, dengan 2 gol, dan 2 assist juga tak terlalu buruk bagi torehan seorang pemain gratisan yang sudah berusia 33 tahun.

Alexis Sanchez

Datang bareng bersama Vidal, Alexis Sanchez juga berlabuh secara gratis dari MU setelah kontraknya habis pada tahun 2020. Alexis ini sebelumnya sudah dipinjam Inter selama semusim dari MU. Alexis juga datang dengan kondisi yang sudah uzur yakni 32 tahun.

Apa pengaruhnya bagi Inter? Ia menjadi pilihan Conte di lini depan sebagai backup bagi duo striker andalan mereka, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez. Sanchez mampu menjadi jawaban alternatif bagi duo striker itu.

Penampilannya yang langsung nyetel berbuah 7 gol dan 8 assist di musim 2020/21. Kedatangan pemain yang tak dibutuhkan MU itu, justru malah menuai hasil positif di Inter.

Hakan Calhanoglu

Pemain gratisan berikutnya ada Hakan Calhanoglu. Ia menjadi perekrutan paling ikonik karena diiringi cerita pengkhianatan. Ia diangkut ke Inter karena tak diperpanjang kontraknya di AC Milan.

Ia bahkan sempat dicap “Judas” dan dicemooh oleh fans Milan saat hijrah di usia yang masih prima yakni 27 tahun. Sebagai salah satu gelandang serang kreatif di Serie A, perannya sangat diidamkan pelatih baru Simone Inzaghi di format 3-5-2. Terlebih, Inter juga masih mencari pengganti sosok kreatif seperti Christian Eriksen yang tak diperpanjang.

Pemain Turki itu sangat berpengaruh bagi keberlanjutan sistem lini tengah Inter. Di musim pertamanya saja, ia sudah mampu menorehkan 8 gol dan 13 assist. Untuk kelas pemain gratisan, torehan itu sangat memuaskan.

Calhanoglu bersama Simone Inzaghi juga sudah menorehkan beberapa prestasi seperti Coppa Italia dan Piala Super Italia. Yang tak boleh dilupakan, Calhanoglu adalah pilar utama yang membantu Inter mencapai final Liga Champions 2022/23.

Henrikh Mkhitaryan

Di musim ini, ada lagi gelandang kreatif yang diangkut secara gratisan yakni Henrikh Mkhitaryan. Gelandang Armenia itu diangkut Inter karena kontraknya habis bersama AS Roma. Ia tak terlalu moncer kala bersama Giallorossi. Melihat usianya saja sudah 33 tahun.

Lalu apa yang terjadi ketika ia berseragam Inter? Gelandang Armenia itu justru langsung nyetel dan gacor dalam skema Simone Inzaghi. Ia bahkan kerap menjadi pemain krusial di laga-laga penting. Salah satu yang diingat adalah golnya ke gawang Milan di semifinal Liga Champions musim ini.

Total Mkhitaryan mengemas 5 gol dan 2 assist di musim pertamanya bersama La Beneamata. Statusnya sebagai pemain gratisan dan sumbangsihnya dalam mengantarkan Inter meraih berbagai prestasi musim ini, layak diberikan kredit.

Andre Onana

Pemain gratisan lainnya yang datang bersama Mkhitaryan musim ini adalah Andre Onana. Kiper timnas Kamerun itu secara mengejutkan memilih berlabuh ke Italia bersama Inter Milan setelah kontraknya habis di Ajax.

Datang ketika masih berusia 26 tahun, Onana merupakan tembok kokoh Ajax yang diandalkan Ten Hag. Sungguh beruntung Inter mendapatkan Onana. Namun ia didatangkan awalnya hanya sebagai rotasi kiper senior Inter, Samir Handanovic.

Tapi berkat kecemerlangan Onana di fase grup Liga Champions musim ini, Inzaghi tak segan menggeser Handanovic dari posisi utama kiper Inter. Onana mengaku senang, ketika ia mampu belajar dari seniornya dan dengan cepat mampu dipercaya sebagai kiper utama.

Torehannya di Inter selama musim debutnya juga sangat memukau. 19 kali clean sheet dan hanya 36 kali kebobolan. Belum lagi save-save pentingnya yang tak terhingga jumlahnya di laga-laga krusial. Misal saja di final Liga Champions melawan Manchester City. Kalau tak ada Onana, Inter mungkin bisa kebobolan lebih dari 1 gol.

Sumber Referensi : sempreinter, transfermarkt, sempreinter, marca, beinsports, sempreinter

Susah Payah MU Beli Mason Mount dari Chelsea, Kayak Bagus Aja Nih Pemain!

0

Jika boleh menerka-nerka, kepalanya Erik ten Hag yang plontos dan licin itu pasti tengah dipenuhi air yang baru saja mendidih. Ia dibuat senewen karena bursa transfer sudah dibuka lebar-lebar, namun Manchester United tak sat-set dalam bursa transfer.

Bukan hanya itu, Ten Hag juga dibikin pening kepalanya lantaran untuk membeli Mason Mount dari Chelsea saja, MU harus mengalami penolakan sampai tiga kali. Sial betul memang si Chelsea ini. Dua pemainnya, Mateo Kovacic dan Kai Havertz mudah sekali dilepas ke Manchester City dan Arsenal.

Namun, kenapa ketika MU yang mau beli, Chelsea justru mempersulitnya? Padahal pemain yang dikehendaki Setan Merah itu juga nggak bagus-bagus amat. Setidaknya pada musim lalu penampilan Mount terbilang biasa-biasa saja. Bahkan cenderung drop. Akan tetapi, Manchester United, dalam hal ini Ten Hag punya alasan kuat mengapa sebegitunya ingin mendaratkan Mason Mount.

Proses Transfer Mount

Manchester United mengarahkan perhatian ke Mason Mount setelah melihat pemain itu kontraknya akan habis setahun lagi, tepatnya pada Juni 2024. Todd Boehly dan Eghbali juga sedang cuci gudang. Beberapa pemainnya dilepas ke klub lain, terutama ke Liga Pro Arab Saudi. Logikanya, daripada Mount jadi pemain gratisan musim depan, Chelsea bisa menjualnya musim ini.

Peluang itu menjadi sangat sempurna untuk diterkam United. Mereka pun mengajukan tawaran dan mencoba membujuk Mount untuk bergabung. Mantan anak asuh Frank Lampard itu kabarnya sudah sepakat untuk berseragam United. Namun, Chelsea bukanlah tim yang mudah melepas pemainnya.

Lagi pula, ini yang menawar Manchester United. Chelsea paham, sudah semestinya mereka bisa menimba lebih banyak duit dari Setan Merah. Semua kan, tahu, United memang suka membeli pemain dengan harga setinggi gedung Petronas.
Maka tawaran United senilai 40 juta paun (Rp764,3 miliar) ditolak oleh Chelsea. Dih! Tawaran macam itu? Masa Mount ditawar 40 juta doang? Alhasil, United menaikkan tawarannya di angka 50 juta paun (Rp955 miliar). The Blues merasa tawaran itu masih kurang banyak.

Chelsea pun meminta 70 juta paun (Rp1,3 triliun) untuk Mount. United merasa nilai tersebut sangat tinggi untuk pemain yang kontraknya tinggal setahun. Mount juga sudah bersedia gabung MU. Ia tidak mau berkelit dan tak sudi klub mempersulit kepindahannya ke Old Trafford.

Chelsea pun merasa, oke deh, kalau begitu United bisa membawa pulang Mount dengan mengajukan proposal senilai 65 juta paun (Rp1,2 triliun). Rinciannya, 58 juta paun (Rp1,1 triliun) untuk biaya transfer, tujuh juta paun (Rp133 miliar) sisanya add-ons. Tapi United masih menganggap itu tidak masuk akal.

MU pun menawar lagi dengan nilai 55 juta paun (Rp1 triliun), dengan rincian 50 juta paun (Rp955,5 miliar) biaya transfer dan lima juta paun (Rp95,5 miliar) sisanya add-ons. Tawaran itu sangat ideal untuk Mount. Namun, Chelsea menolak lagi tawaran dari United.
Akhirnya United pun mengadakan pertemuan dengan Chelsea. Mengutip Fabrizio Romano, Mount akhirnya baru bisa ditebus oleh United di angka 60 juta paun (Rp1,1 triliun), dengan rincian 55 juta paun (Rp1 triliun) biaya transfer plus 5 juta paun (Rp94,8 miliar) add-ons.

Mount Tidak Mentereng Musim 2022/23

Ya, begitulah proses tawar-menawar di pasar transfer yang ternyata tidak semudah tawar-menawar di Pasar Klewer. Namun, terlepas dari kualitas Mount, tawaran yang diajukan United itu, kalau boleh berkata jujur, ideal. Singkatnya, musim 2022/23, penampilan Mount di Chelsea juga tak terlampau apik.

Mount bahkan mengalami penurunan performa. Dikutip The Analyst, musim lalu Mount hanya mencetak tiga gol dan dua asis saja. Jauh lebih sedikit dari musim sebelumnya, di mana ia mencetak 11 gol dan 10 asis. Dikutip laporan yang sama, Mount juga jarang menciptakan peluang musim lalu.

Nilai rata-ratanya hanya 1,6 peluang per 90 menit, turun dari 2,2 peluang per laga dari musim sebelumnya. Mount juga menghasilkan tembakan yang lebih sedikit. Musim 2021/22, rata-rata tembakan yang diciptakan Mount adalah 2,9 shoot per 90 menit. Angka itu menurun di musim 2022/23 menjadi 1,8 sontekan per laga.

Tidak hanya itu. Menurut Fbref, angka sentuhannya juga jauh menurun. Musim 2022/23, Mount cuma melakukan 969 sentuhan, merosot dari 1.564 sentuhan di musim sebelumnya, dan 2.305 sentuhan di musim 2020/21. Jumlah umpan Mount juga sedikit.

Data dari Footy Stats menunjukkan, musim 2022/23, Mount hanya mengemas 691 umpan dengan rata-rata umpan suksesnya 30,14 per 90 menit. Itu menurun dari 1115 umpan dengan rata-rata umpan suksesnya 35,88 per laga pada musim 2021/22. Statistik-statistik buruk semacam ini seharusnya bikin Chelsea sadar tidak menjual Mount terlalu mahal.

Mengapa MU Ingin Beli Mount?

Lagi pula, saat naskah untuk video ini dibuat, tidak ada yang tertarik mengangkut Mount kecuali Manchester United. Bagaikan bini yang ngidam, Setan Merah ngebet betul buat datengin Mason Mount. Meski statistiknya buruk musim lalu, tapi Setan Merah memandang Mount penting.

Betul bahwa Setan Merah, selain membutuhkan penyerang murni, juga perlu mendatangkan gelandang baru yang segar. Sebab musim lalu, lini tengah menjadi poros kekuatan United. Fred dan McTominay tentu lebih baik didaftarkan ke bursa transfer. Atau titipkan saja ke Liga Thailand.

MU butuh sosok gelandang bagus, selain Bruno Fernandes, Casemiro, dan Christian Eriksen. Dan Mount jelas sanggup memenuhi kebutuhan tersebut. Ia lebih dari sekadar tenaga ekstra untuk kedalaman skuad. Mount punya ketangkasan yang luar biasa dalam mengontrol permainan di lini tengah.

Ia kerap memainkan peran nomor delapan. Berada di belakang penyerang. Mount sangat bagus dalam berkontribusi menyerang maupun bertahan. Meski sudah tentu, ia akan memberikan pengaruh lebih banyak di lini pertahanan lawan. Tugas inilah yang suatu saat bisa meringankan beban Bruno Fernandes.

Dilansir Transfermarkt, Mount memiliki rata-rata gol dan asis 0,47 musim ini. Hanya Eriksen dan Bruno, dua gelandang MU yang punya rata-rata gol dan asis lebih tinggi, yaitu 0,56 dan 0,63. 

Mount memang payah di musim lalu. Namun, itu sedikit banyak dipengaruhi penampilan Chelsea yang buruk. Kalau mau lihat bagusnya Mount adalah di musim 2021/22. Waktu itu ia menjadi pencetak gol terbanyak The Blues. Ia juga menjadi pencetak asis terbanyak klub. Sentuhannya di dalam kotak penaltinya juga tertinggi di klub musim itu, yakni 145 sentuhan.

Dimau Ten Hag

Keinginan United mendatangkan Mount juga merupakan kehendak Ten Hag. Manajer yang satu ini sudah terpikat oleh Mount sejak melatih Ajax, saat pemain itu dipinjamkan ke Vitesse musim 2017/18. Gelandang luar biasa itu mencetak 14 gol dan 10 asis musim itu, dan dinobatkan sebagai pemain terbaik Vitesse musim tersebut.

Salah satu momen yang bikin Ten Hag sangat mengagumi Mount adalah ketika tendangan bebasnya membuahkan gol untuk Vitesse. Gol itu menjadi gol ketiga Vitesse saat mengalahkan Ajax 3-2 pada Maret 2018. Sampai ketika melatih MU, Ten Hag sepertinya tidak menyurutkan kekagumannya pada Mason Mount.
MU akhirnya mendatangkan Mount. Bukan hanya itu, United juga membelinya dengan harga di bawah nilai yang diajukan Chelsea. Ini menunjukkan MU tak lagi membeli mahal pemain. Jadi, jika di kemudian hari flop tidak terlalu mengecewakan.

Sumber: Transfermarkt, SkySports, 3AddedMinutes, TheAnalyst, Detik, FootyStats, Fbref

Diincar City, Pantaskah Josko Gvardiol Dihargai Rp1,9 Triliun?

Harga-harga pemain di pasar transfer banyak mengalami lonjakan dan makin tak masuk akal. Termasuk apa yang terjadi pada pemuda berusia 21 tahun, Josko Gvardiol. Bek asal Kroasia ini tak akan dilepas oleh klubnya RB Leipzig sebelum memenuhi harga 100 juta poundsterling atau sekitar Rp1,9 triliun.

Dengan harga segitu, anehnya ia banyak diincar klub besar, salah satunya Manchester City. Lalu apa sih kelebihan pemain yang sempat di-ayam-ayamin Messi di Piala Dunia itu?

Tumbuh Dari Zagreb

Tumbuh besar di Kroasia tepatnya di kota Zagreb, Gvardiol kecil banyak menempa talenta mengolah si kulit bundarnya dari klub NK Tresnjevka sejak usia enam tahun. Tapi hanya dua tahun ia belajar di klub tersebut.

Sebab di tahun 2010 ia sudah bisa mewujudkan mimpinya membela klub kota kelahirannya, Dinamo Zagreb. Di Zagreb ia benar-benar mulai belajar menjadi pesepakbola profesional.

Hampir satu dekade ia di Zagreb. Penampilannya yang mengesankan ketika di UEFA Youth League 2019/20 membuat ia diburu para scouting tim-tim besar. Asal tahu saja, ketika itu Gvardiol baru berumur 17 tahun.

Pada waktu itu Gvardiol adalah bek kiri yang bertubuh atletis dan kuat secara duel. Selain itu, ia di usia belia sudah mampu memainkan tiga posisi sekaligus, yakni bek kiri, bek tengah, dan gelandang bertahan.

Berkembang Bersama RB Leipzig

Setelah tumbuh dengan baik bersama Zagreb, ia lebih memilih tantangan dengan bergabung bersama RB Leipzig dibawah gemblengan Julian Nagelsmann.

Ia ditebus 19 juta euro oleh RB Leipzig pada musim 2021/22. Harga segitu bagi bek berusia 18 tahun terbilang agak mahal. Karena kondisi keuangan yang tak memungkinkan selama pandemi covid membuat klub irit untuk belanja pada waktu itu.

Kesiapan serta ketenangannya di lapangan, membuatnya bisa menjadi jaminan starter di tim utama Leipzig. Ia berkembang pesat di bawah Nagelsmann baik di format tiga bek maupun empat bek. Banyak ilmu yang diambil oleh dirinya ketika dipercaya tampil oleh Nagelsmann di musim debutnya sebanyak 46 kali.

Timnas Kroasia

Tak hanya di level klub. Di level negara, ia sudah meraih mimpinya dengan masuk timnas Kroasia di usia yang terbilang masih muda yakni 18 tahun. Bahkan di Euro 2020, namanya sudah masuk sebagai andalan lini pertahanan Kroasia di bawah Zlatko Dalic.

Empat kali ia menjadi starter di bek kiri pada EURO 2020. Ia berhasil membantu timnya hanya kebobolan 3 gol dan mengantar Kroasia lolos sebagai runner up. Tak hanya di Euro 2020, ia kemudian kembali menunjukan tajinya di Piala Dunia 2022 Qatar.

Masih bersama Dalic, ia lebih matang menjadi bek tengah. Ia menjadi tulang punggung pertahanan Kroasia kala menjadi juara tiga di Piala Dunia 2022. Tampil menggunakan masker hitam, Gvardiol bahkan menyandang sebagai salah satu pemain muda terbaik FIFA.

Rebutan Klub Besar Eropa

Berkat kecemerlangan Gvardiol pasca Piala Dunia 2022, ia pun banjir tawaran dari klub-klub besar seperti Chelsea, Real Madrid, maupun Manchester City. Melihat peluang aji mumpung ini, pihak Leipzig secara otomatis menaikkan harganya menjadi 100 juta pounds.

Kita tahu beberapa klub besar itu benar-benar masih butuh akan sosok bek yang kuat serta pandai dimainkan di berbagai posisi. Maka tak heran jika Gvardiol adalah komoditas panas pada bursa musim dingin yang lalu.

Bek Tengah Berkaki Kiri Yang Jarang

Lalu apa sih yang membuat para klub besar itu berbondong-bondong serius untuk meminangnya? Gvardiol adalah tipe bek tengah yang juga bisa bermain di posisi bek kiri. Tipe versatile-nya itu menjadi daya tawar yang menggiurkan bagi setiap klub.

Tak hanya pandai memainkan berbagai posisi, kemampuannya yang berkaki kidal juga kelebihan utamanya. Pergerakannya dengan membawa bola ke depan untuk membangun serangan juga mengesankan.

Jarang ada bek yang berhasil memainkan perannya sebagai bek tengah dan bek kiri sekaligus dengan sama baiknya. Mungkin dulu ada pemain macam Maldini ataupun Chiellini. Di era sekarang, mungkin hanya ada Bastoni, Alaba, Ake, Luke Shaw, ataupun lainnya.

Gaya Main dan Atribut Fisiknya

Selain perannya yang langka, dari segi gaya main dan atribut fisiknya ia juga pantas diperebutkan dengan harga mahal. Berpostur 185 meter, dengan badan yang atletis, menunjukan ia juga tipe bek yang menjanjikan soal duel atau intercept.

Banyak orang yang berpikir jika berbadan besar dan tingginya yang menjulang, membuat ia lambat. Contohnya seperti ketika ia dikelabui begitu mudah kala berduel dengan Messi di Piala Dunia.

Namun justru kelebihan dari segi fisiknya itulah yang jadi keunggulannya. Ia pandai menyiasati kelambatannya itu dengan cara intercept dan duel yang sering ia menangi atas lawan-lawannya.

Masih Muda

Selain gaya main yang cenderung mengandalkan fisik, ia juga pantas di uber beberapa klub besar karena masih berusia muda. Ia per 2023 ini masih berusia 21 tahun. Artinya, bagi klub yang mendambakan proyek jangka panjang, Gvardiol ini layak untuk direkrut.

Masa depan pemain Kroasia ini masih panjang. Ia bisa menjadi bek terbaik dunia suatu saat nanti jika berkembang bersama tim dan pelatih yang tepat. Masih banyak waktu bagi dirinya untuk belajar.

Statistik Yang Menonjol Di Leipzig

Lalu apakah dengan atribut, gaya main, dan usia saja, yang menjadikannya pemain berbandrol 100 juta pounds? Tentu bagi Leipzig memasang harga segitu bukan tanpa alasan. Keunikan Gvardiol dari segi statistik selama dua musimnya di Leipzig juga menjadi daya jual.

Seperti diketahui, ia adalah bek yang mungkin dicap lambat karena atribut badannya yang terbilang besar. Tapi ternyata kalau menurut Fbref, justru yang paling menonjol dari Gvardiol adalah segi Successful Take Ons, atau lebih tepatnya kesuksesannya dalam menggiring bola dan melewati lawan. Angkanya di presentase 96 persen, dengan rincian 0,63 per 90 menit

Selain itu, dari segi Passes Attempt yang mencapai 87,18 dan Passes Complete yang mencapai 89 persen, merupakan cerminan yang oke bagi seorang bek tengah yang sering membantu serangan.

Manchester City Terdepan

Melihat catatan itu, Manchester City semakin tergiur mendatangkannya. Sistem bek Pep yang juga menuntut atribut menyerang bagi setiap pemainnya juga menjadi faktor.

Nilai 100 juta pounds rela dilayangkan The Citizens demi Gvardiol berlabuh ke Etihad musim depan. Lalu pertanyaannya, untuk menggantikan siapa? Mengingat stok bek milik Pep juga seabrek.

Dengan kemungkinan masih mengadopsi 3-2-4-1, stok bek tengah di bagian kiri masih ada Laporte, Ake, maupun Akanji yang bisa juga dimainkan di posisi itu. Kalau ditambah Gvardiol, akan ada empat pemain di posisi itu.

Kalau statistiknya dibandingkan dengan Ake, Laporte, atau Akanji, yang paling menonjol soal atribut menyerang seperti Successful Take Ons, Gvardiol lah yang paling unggul. Bisa saja perekrutan Gvardiol ini adalah tujuan Pep musim depan yang ingin memiliki pemain yang bisa sesekali untuk membantu membangun serangan dari sisi kiri.

Dengan beberapa kelebihan Gvardiol yang sudah dikuliti satu-per satu tersebut, apakah menurut Football Lovers ia pantas dinobatkan sebagai bek termahal yang dibanderol 100 juta pounds?

https://youtu.be/ilg0vAsNJ6o

Sumber Referensi : goal, fbref, transfermarkt, mirror, thesun

Berita Bola Terbaru 11 Juni 2023 – Starting Eleven News

0

CETAK SEJARAH, MANCHESTER CITY JUARA LIGA CHAMPIONS

Selamat! Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya Manchester City berhasil menjuarai Liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah klub. Dilansir Mirror, pertandingan yang dimainkan di Istanbul, Turki itu berjalan ketat. Jual beli serangan tersaji dalam 90 menit penuh. Namun, gol tunggal dari Rodri di menit 68 sudah cukup untuk menyudahi perlawanan Inter. Skor 1-0 untuk kemenangan Manchester City bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Ini jadi trofi Liga Champions pertama sekaligus juga treble pertama bagi City.

SIR ALEX BERI MOTIVASI KEPADA PEP SEBELUM FINAL

Setelah memimpin Manchester City menjuarai Liga Champions, Pep Guardiola mencatatkan rekor. Ia jadi pelatih pertama yang mampu meraih treble bersama dua klub berbeda, yakni Barcelona dan Manchester City. Namun, pencapaiannya ini ada campur tangan dari sosok penting. Dilansir Daily Mail, Pep mengaku kalau Sir Alex Ferguson telah memberinya “wejangan” beberapa saat sebelum final. Pesan tersebut cukup menyentuh dan memotivasi Pep untuk memenangkan trofi Liga Champions pertama untuk City.

SPONSOR BARU DI JERSEY INTER MILAN

Di laga final semalam, ada yang menarik dari jersey Inter Milan. Setelah beberapa kali tampil tanpa sponsor utama, mereka akhirnya mengenakan jersey dengan sponsor baru di laga final Liga Champions. Dilansir AS, Inter Milan mengenakan jersey dengan sponsor Paramount + untuk menggantikan sponsor sebelumnya, Digital Bits. Kabarnya, kesepakatan dengan perusahaan asal Amerika itu bernilai 4,5 juta dolar hanya untuk laga final ini saja. Itu setara dengan Rp67 miliar. 

MESKI BERDUEL, FANS INTER DAN CITY SALING BANTU 

Selain jersey Inter Milan yang menarik perhatian, ada satu kejadian unik yang terjadi di luar stadion. Menurut postingan Casual Ultra Official, ada beberapa fans Manchester City yang kesulitan untuk mencapai venue pertandingan karena tak ada akomodasi yang tersedia. Melihat itu, ultras Inter Milan justru membantu mereka dengan memberikan tumpangan gratis menuju stadion.

NEYMAR DAN VINI TERLIHAT DI MIAMI, MAU NYUSUL MESSI?

Melalui handphone jadul, dua bintang Brazil, Neymar dan Vinicius terlihat berada di Miami. Apakah ini berhubungan dengan rumor bahwa mereka akan menyusul Lionel Messi untuk bergabung dengan Inter Miami?. Dilansir One Football, usut punya usut keduanya berada di Miami bukan untuk bernegosiasi dengan Inter Miami. Melainkan karena sedang menghadiri salah satu pertandingan NBA antara Miami Heat dan Denver Nuggets.

TERNYATA MASYARAKAT MIAMI NGGAK TAHU SIAPA MESSI

Transfer Lionel Messi ke Inter Miami memang menggemparkan jagad media sosial. Tapi ada yang aneh dengan masyarakat Miami itu sendiri. Kabarnya, beberapa dari mereka bahkan tak mengenal siapa Lionel Messi. Momen kocak ini terabadikan oleh Tiktokers bernama @jonbernardk. Ketika dirinya mewawancarai beberapa orang Miami soal kedatangan Messi, mereka bahkan kebingungan dan tak mengenal siapa sang mega bintang tersebut. Bahkan ada yang mengira kalau Messi merupakan seorang penyanyi.

SAUDI ARABIA GODA MAURO ICARDI

Saudi Arabia terus berusaha menggoda bintang-bintang Eropa untuk bermain di liga mereka. Kali ini, target selanjutnya adalah Mauro Icardi. Menurut cuitan Fabrizio Romano, salah satu klub Saudi Arabia, Al-Taawoun telah melemparkan tawaran verbal untuk bintang asal Argentina tersebut. Negosiasi masih berlanjut tapi belum ada keputusan yang diambil oleh Icardi. 

MU SIAPKAN TAWARAN UNTUK JORDAN PICKFORD

Manchester United tampaknya serius untuk mencari penjaga gawang baru di bursa transfer mendatang. Dilansir The Sun, United telah menyiapkan tawaran untuk mendatangkan kiper Everton, Jordan Pickford. Kabarnya, Pickford jadi pemain teratas dalam daftar target MU musim panas nanti. United bakal tetap mendatangkan kiper baik De Gea pergi atau tidak. Everton sendiri menginginkan 30 juta pound (Rp561 miliar) apabila United serius mengincar sang pemain.

TOTTENHAM SIAP TEBUS JADON SANCHO

Setelah kemarin dirumorkan ingin mendatangkan Harry Maguire, Tottenham kini dikabarkan juga tertarik dengan pemain sayap Manchester United, Jadon Sancho. Dilansir Daily Star, manajer baru Spurs, Ange Postecoglou ingin membangun kembali skuad Spurs. Bersama manajemen tim, ia tengah mendiskusikan kemungkinan untuk memboyong Sancho musim panas ini. Kabarnya, mereka bahkan sudah menyiapkan dana sebesar 50 juta pounds (Rp935 miliar) untuk melancarkan negosiasi tersebut.

LIVERPOOL PANTAU SITUASI JAMES WARD-PROWSE

Meski sudah mendapatkan Alexis Mac Allister, raksasa Premier League, Liverpool dikabarkan tetap memiliki niat untuk memboyong James Ward-Prowse dari Southampton demi mengatasi krisis di lini tengahnya. Dilansir Daily Mail, Ward-Prowse dikabarkan akan meninggalkan Soton setelah timnya itu terdegradasi musim ini. Southampton kabarnya menginginkan 50 juta pounds (Rp935 milia) untuk James. Namun, The Reds hanya mau membayar separuh dari itu. Negosiasi pun masih berlanjut.

MESKI BAPUK, ALLEGRI DITAWARI LATIH KLUB ARAB SAUDI

Kabar mengejutkan datang dari persepakbolaan Italia. Meski Massimiliano Allegri dianggap sebagai pelatih yang membosankan dan gagal di Juventus musim ini, ia dikabarkan mendapat tawaran fantastis dari klub Arab Saudi. Dilansir Goal, Bos Juventus itu telah ditawari gaji 28 juta euro atau Rp448 miliar per tahun untuk bergabung dengan Al-Hilal musim depan. Jumlah gaji itu setara dengan empat kali lipat gajinya sekarang di Juve.

SPALLETTI SARANKAN PELATIH ANYAR UNTUK NAPOLI

Setelah Luciano Spalletti memutuskan untuk rehat sejenak dari dunia sepakbola, Napoli belum mengumumkan siapa pelatih anyar mereka. Namun, Spalletti kabarnya punya nama yang cocok untuk menggantikannya. Dilansir Football italia, menurutnya, pelatih Fiorentina, Vincenzo Italiano bisa jadi opsi yang pas untuk mengisi kursi kepelatihan Napoli musim depan. Menurut Spalletti, gaya bermain Italiano atraktif dalam menyerang dan itu cocok untuk Napoli.

ROMA NGEBET DATANGKAN ALVARO MORATA

AS Roma dikabarkan tengah mencari juru gedor baru untuk musim depan. Beberapa nama muncul tapi klub asal Ibukota Italia itu memprioritaskan bintang Atletico Madrid, Alvaro Morata. Dilansir Football Italia, meski Morata baru saja meneken kontrak baru dengan Atletico, itu bukan suatu halangan bagi Roma. Mereka tengah mempelajari kemungkinan untuk mendatangkan sang pemain bagaimanapun caranya. Giallorossi bahkan siap melibatkan Roger Ibanez dalam kesepakatan.

PSG INCAR BERNARDO SILVA SEBAGAI PENGGANTI MESSI

Kepergian Lionel Messi telah meninggalkan lubang yang cukup besar di lini depan PSG. Alhasil, mereka pun mulai bergerak untuk mendatangkan pemain guna menggantikannya. Dilansir Football Espana, klub asal Prancis itu tengah mendekati pemain Manchester City, Bernardo Silva. Meski harus bersaing dengan Barcelona, PSG akan tetap maju karena Silva dirasa jadi pemain yang paling tepat untuk menggantikan peran Messi.

WADUH! MESSI NGGAK JADI KE INDONESIA?

Kabar mengejutkan datang dari persepakbolaan tanah air. Ada rumor yang beredar kalau Lionel Messi tidak akan bertanding di Indonesia. Dilansir Bola.net yang mengutip laporan dari jurnalis ESPN Argentina, Leo Paradizo, situasi yang tak kondusif di Beijing jadi salah satu alasan mengapa Messi tak akan datang ke Indonesia. Kabarnya, La Pulga kurang nyaman dengan sambutan berlebih di China. Jadi ia menghindari sambutan yang lebih gila lagi ketika ikut rombongan Argentina ke Jakarta. Sejauh ini belum ada konfirmasi langsung dari sang pemain terkait hal ini. Gimana nih football lovers?

REAL MADRID SERIUS NGGAK MAU BELI ALPHONSO DAVIES?

Real Madrid dirumorkan mau beli bek kiri Bayern Munich, Alphonso Davies. Alphonso Davies masih terikat kontrak sampai musim panas 2025 bersama klub raksasa Jerman tersebut. Pemain berusia 22 tahun itu terkenal dengan larinya yang cepat. Pakar Transfer, Fabrizio Romano melakukan wawancara dengan agen Alphonso Davies, Nedal Huoseh. Menurutnya, belum ada tawaran yang masuk untuk Davies.

MILAN PERTIMBANGKAN SAN DONATO JADI LOKASI STADION BARU

AC Milan ternyata masih bergerak untuk mencari lokasi pembangunan stadion baru. Dan Area San Donato adalah tempat terakhir yang dipertimbangkan oleh direktur Milan untuk membangun stadion. Ada banyak pro terkait proyek tersebut, meski kawasan tersebut bukan bagian dari kota Milano. Pertama-tama, situs yang diidentifikasi oleh Milan adalah milik pribadi dan bukan milik dewan kota, jadi proses untuk memulai pembangunan akan jauh lebih cepat daripada, misalnya, membangun di San Siro.

AC MILAN GAGAL CURI EVAN NDICKA DARI AS ROMA

AC Milan gagal curi Evan Ndicka dari AS Roma karena mantan bek Frankfurt tersebut memilih bersama I Lupi musim depan. Menurut Gianluca di Marzio, AS Roma akan memberi kontrak lima tahun kepada Evan Ndicka yang berstatus bebas transfer. Selain Ndicka, Roma juga tertarik untuk menggaet Ugurcan Cakir, kiper klub Turki Trabzonspor. Giallorossi sudah memantau Cakir sejak musim lalu dan akan membawanya ke Olimpico jika Mile Svilar hengkang dengan status pinjaman ke klub lain.

FIORENTINA TETAPKAN HARGA SOFYAN AMRABAT SEGINI

Barcelona tampaknya mendapat kabar baik dari salah satu pemain incaran mereka, Sofyan Amrabat dari Fiorentina. Sang empunya pemain telah menetapkan harga terjangkau untuk pemain Maroko tersebut. Blaugrana sekarang akan membuka pembicaraan dengan biaya yang lebih rendah dari awal tahun ini, dengan mereka berpotensi bisa merekrut Amrabat dengan biaya 20 juta euro jika bergerak cepat karena sang gelandang telah menolak tawaran perpanjangan kontrak dari Fiorentina.

INTER TOLAK TAWARAN PERDANA CHELSEA UNTUK ONANA

Inter Milan menolak tawaran perdana senilai 40 juta pounds dari Chelsea untuk penjaga gawang Andre Onana. Pada bulan lalu, banyak spekulasi yang muncul mengenai masa depan sang kiper di Inter Milan, dengan Football Italia melaporkan bahwa tim London itu berencana untuk membuka pembicaraan dengan pemain 27 tahun musim panas ini, sementara Mauricio Pochettino telah memberikan tawaran kepada klub. 

JUVENTUS PUTUSKAN UNTUK TIDAK PERMANENKAN ARKADIUSZ MILIK

Kabar dari Italia mengatakan bahwa Juventus telah mengambil keputusan untuk tidak mempermanenkan Arkadiusz Milik pada musim panas ini, dan karena itu, sang striker harus kembali ke Olympique Marseille. Namun begitu, menurut berita dari Italia, kepulangan Milik ke Marseille bukan berarti dia tidak bisa kembali ke Nyonya Tua pada musim depan. Sebagaimana dilansir dari Football Italia, Bianconeri akan mencoba untuk menegosiasikan transfer Milik lagi dengan Marseille untuk mahar yang lebih rendah daripada yang disepakati, yaitu 7 juta euro.

SOAL PEMECATAN MALDINI, BEGINI KOMENTAR KAKA

Mantan bintang AC Milan dan Timnas Brasil, Ricardo Kaka ditanya tentang keputusan pemilik Milan Gerry Cardinale untuk memecat direktur teknik Paolo Maldini, sebuah langkah yang menimbulkan kegemparan di kalangan suporter. Kaka mengatakan sangat menyayangkan keputusan tersebut.  “Aku sangat sedih. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi Paolo adalah sosok jimat dan telah banyak membantu Milan,” kata sang legenda.

CHIESA DIKLAIM TAK BAHAGIA DI JUVENTUS, LIVERPOOL MENGINTAI

Football Italia melaporkan bahwa Federico Chiesa tak merasa bahagia di Juventus dan berpotensi meninggalkan klub Turin di musim panas ini, selagi Liverpool dan Newcastle United dilaporkan tertarik kepadanya. La Gazzetta dello Sport mengkonfirmasi bahwa Federico Chiesa bisa meninggalkan Juventus, yang sudah mempertimbangkan penggantinya, seperti Nicolo Zaniolo dan Wilfried Gnonto. Dilaporkan bahwa permintaan harga untuk Chiesa adalah 35 juta euro.

BUSQUETS DAPAT TAWARAN DARI QATAR

Kepergian kapten Barcelona Sergio Busquets telah membuatnya mendapat tawaran beberapa klub, khususnya yang berada di luar benua eropa. Selain Inter Miami, dia juga diincar oleh salah satu klub Qatar. Sesuai laporan dari Football Espana, tawaran itu datang dari klub yang tidak disebutkan namanya di Qatar, dan meskipun prioritas Busquets masih di MLS Amerika Serikat, dia sedang mempertimbangkan pendekatan tersebut.

MESSI DATANG, KIPER INTER MIAMI MINDER

Lionel Messi setuju untuk gabung ke klub MLS Inter Miami. Kiper Inter Miami, Nick Marsman mengaku senang dengan kedatangan Lionel Messi. Tapi dirinya minder, karena perihal fasilitas klub! “Stadion kami statusnya sementara dan orang bisa mudah masuk ke lapangan, karena tidak ada pagar dan tidak ada penjaga keamanan saat kami jalan dari tempat latihan ke stadion,” ungkapnya dilansir Marca.

Pemain Bintang yang Ternyata Jebolan Piala Dunia U-17

0

Tak ada Piala Dunia U-20, Piala Dunia U-17 pun jadi. Di balik nyinyiran media Vietnam soal keputusan FIFA ini, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 tetaplah jadi pengobat gagalnya menyelenggarakan Piala Dunia U-20 pada Mei lalu. Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia berhak berpartisipasi tanpa harus kualifikasi terlebih dahulu. 

Kesempatan ini mesti dimanfaatkan dengan baik oleh Garuda Muda. Jika jadi juara terlalu mustahil, semoga penampilan mereka menarik perhatian klub-klub Asia maupun Eropa. Karena turnamen semacam ini sering menghasilkan calon bintang masa depan. Mau bukti? Berikut pemain-pemain top jebolan Piala Dunia U-17.

Fernando Torres

Fernando Torres jadi pemain pertama dalam daftar kali ini. Legenda Chelsea ini sudah bergabung dengan tim nasional Spanyol sejak 2001 dan dirinya tergabung dalam skuad La Roja U-17 yang tampil di Piala Dunia U-17. Kala itu, turnamen dua tahunan itu dilaksanakan di Trinidad & Tobago.

Berstatus sebagai juara bertahan EURO U-17 setahun sebelumnya, Spanyol justru tak berkutik kala tergabung di Grup C bersama Oman, Burkina Faso, dan Argentina. Dari tiga pertandingan grup, Spanyol hanya menang sekali melawan Oman. Sisanya kalah, bahkan Fernando Torres Cs kalah telak 4-2 dari Argentina.

Meski begitu, Torres cukup menarik perhatian dengan mencetak satu gol di turnamen tersebut. Ia mencetaknya kala Spanyol U-17 menang 2-1 atas Oman U-17. Selain Torres, di skuad Spanyol saat itu, ada Andres Iniesta dan Miguel Angel Moya.

Cesc Fabregas

Dua tahun kemudian giliran Cesc Fabregas yang muncul bersama Timnas Spanyol U-17. Tergabung dalam skuad Spanyol yang berlaga di Piala Dunia U-17 2003, Fabregas tampil mengesankan. Jutaan pasang mata yang menghadiri event akbar itu seketika tertuju pada aksi Fabregas di lapangan.

Fenomena itu tentu tak mengherankan. Karena Fabregas jadi pemain paling bersinar di kompetisi tersebut. Ia berhasil memborong dua gelar individu sekaligus yakni Pemain Terbaik dan Top Skor dengan torehan lima gol. Sayangnya, ia gagal membawa La Roja juara setelah kalah dari Timnas Brazil U-17 dengan skor tipis 1-0.

Bisa dibilang turnamen itulah yang mengubah karir Fabregas. Setahun setelah ajang tersebut, Fabregas yang masih menimba ilmu di La Masia mulai dipantau oleh Arsenal. Setelah usianya mencapai 18 tahun, barulah Meriam London tergerak untuk mendatangkannya. Jika tak bersinar di Finlandia, barangkali Fabregas tak pernah jadi legenda Arsenal seperti sekarang.

Toni Kroos

Nama selanjutnya juga dari sektor lini tengah. Tapi kali ini bukan dari Spanyol, melainkan Jerman. Dia adalah Toni Kroos. Sebelum menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia, Kroos ternyata pernah berlaga di turnamen Piala Dunia U-17 bersama tim nasional Jerman tahun 2007.

Kala itu Kroos menjabat sebagai kapten tim. Pemain yang kini berseragam Real Madrid itu jadi pemain paling penting di lini tengah Jerman U-17. Menariknya, dulu posisi Kroos bukan sebagai gelandang tengah seperti yang kita lihat sekarang. Melainkan sebagai gelandang serang. Jadi tak heran kalau dirinya sering terlibat dalam skema serangan Die Mannschaft.

Tampil sebagai gelandang serang, Toni Kroos cukup produktif. Dari enam pertandingan yang dimainkan, Kroos mencatatkan lima gol dan satu assist. Sayangnya, Kroos hanya mampu membawa Jerman merebut posisi ketiga di turnamen tersebut. Meski begitu, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia U-17 dan membawa pulang gelar Golden Ball.

Neymar & Philippe Coutinho

Pemain bintang kaliber Neymar Jr dan Philippe Coutinho juga ternyata alumni Piala Dunia U-17 lho. Mereka tergabung dalam skuad muda Timnas Brazil yang berangkat ke Piala Dunia U-17 tahun 2009 di Nigeria. Di kompetisi inilah nama Neymar mulai diperbincangkan publik sepak bola dunia.

Di usia yang sangat muda, Neymar sudah tampil dengan tipikal permainan khasnya yakni kecepatan dan mengedepankan skill olah bola. Meski hanya mencetak satu gol saja, tak mengherankan kalau dirinya digadang-gadang akan jadi bintang besar di masa mendatang. Hal itu pun terbukti karena pemain PSG itu kini sudah menjelma jadi pemain top.

Sementara Coutinho, ia tak mencetak gol sama sekali. Tapi ia tetap jadi pemain penting di lini tengah Tim Samba. Selain mereka berdua, di skuad tersebut ternyata ada penjaga gawang Liverpool, Alisson Becker dan gelandang Manchester United, Casemiro. 

Sayangnya, meski berisikan banyak calon pemain bintang, Brazil tak mampu lolos dari babak penyisihan grup. Neymar CS hanya menang sekali dari tiga pertandingan yang dimainkan.

Victor Osimhen

Enam tahun berselang giliran Victor Osimhen yang bersinar. Tergabung dalam skuad Nigeria pada Piala Dunia U-17 tahun 2015, Osimhen menyuguhkan kemampuan mencetak gol yang luar biasa. Penyerang yang kini berseragam Napoli itu jadi andalan tim muda Nigeria dalam urusan mencetak gol. 

Tak main-main, performa apik Osimhen membawa Nigeria menjuarai kompetisi yang diadakan di Chile tersebut. Penyerang yang kini berusia 24 tahun itu bahkan mencatatkan 10 gol dan dua assist dari tujuh pertandingan. Statistik itu membuatnya keluar sebagai top skor Piala Dunia U-17 2015.

Setelah tampil luar biasa bersama Nigeria U-17, bakatnya pun dipantau oleh beberapa klub top Eropa. Saat usianya mencapai 18 tahun, Osimhen pun direkrut oleh klub Bundesliga, Wolfsburg. Dari situlah nama Osimhen kian melambung hingga akhirnya mengantarkan Napoli meraih scudetto musim 2022/23.

Phil Foden

Piala Dunia U-17 tahun 2017 cukup banyak menghasilkan pemain bintang yang kini bermain di liga top Eropa. Salah satunya adalah Phil Foden. Ia termasuk dalam skuad Timnas Inggris U-17 yang menjuarai kompetisi tersebut. Selain Foden, di situ juga ada Callum Hudson-Odoi, Connor Gallagher, dan Emile Smith-Rowe. 

Mereka semua bahu membahu membawa The Three Lions menapaki tangga juara. Bermain sebagai sayap kanan, Foden mengemas tiga gol dari tujuh pertandingan yang dimainkan. Menariknya, dua di antaranya ia cetak di laga final kala menaklukan Spanyol U-17 dengan skor 5-2.

Berkat performa apiknya, Foden dianugerahi gelar individu sebagai pemain terbaik dalam turnamen tersebut. Penampilannya di Piala Dunia U-17 itu membuat Pep Guardiola mempromosikannya ke skuad utama Manchester City. Kini, Foden jadi salah satu pemain andalan klub asal Manchester tersebut. Ia juga tergabung dalam tim yang mencetak sejarah treble untuk pertama kalinya di musim 2022/23.

Aurelien Tchouameni

Selain Foden, di tahun yang sama juga ada Aurelien Tchouameni. Ketika tampil di kejuaraan itu, gelandang yang kini memperkuat Real Madrid itu menjadi tumpuan Timnas Prancis U-17 di sektor tengah. Sayangnya pasukan muda Les Bleus gagal melangkah lebih jauh di kejuaraan edisi kali ini.

Tchouameni hanya mampu membawa Prancis hingga babak 16 besar saja. Mereka kalah tipis 1-2 atas Spanyol. Meski demikian, penampilan gelandang berdarah Kamerun ini berhasil menarik perhatian sejumlah klub papan atas Liga Prancis. Hal itu dibuktikan dengan AS Monaco yang datang menggoda sang pemain.

Berasal dari akademi Bordeaux, Tchouameni bersinar bersama Monaco. Setelah namanya melambung, barulah dirinya mengalami lonjakan karir yang begitu pesat. Baru dua tahun berseragam Monaco, Tchouameni sudah dilirik oleh raksasa La Liga, Real Madrid dan dipanggil timnas senior Prancis yang tampil di Piala Dunia 2022.

Sumber: FIFA, Goal, Daily Post, Bola.com

Berita Bola Terbaru 27 Juni 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

4 WAKIL ASIA LENGKAPI PESERTA PIALA DUNIA U17 2023

Empat wakil memenuhi slot peserta Piala Dunia U17 2023 yang bakal digelar di Indonesia. Kepastian ini didapat usai berlangsungnya perempat final Piala Asia U17 yang saat ini tengah berlangsung di Thailand. Perlu diketahui, empat negara yang berhasil lolos ke semifinal Piala Asia U17 2023 secara otomatis juga bakal tampil di Piala Dunia U17 2023. Empat negara itu adalah Korea Selatan, Iran, Jepang, dan Uzbekistan. Kini genap 24 peserta lolos Piala Dunia U17. Drawing dijadwalkan pada Agustus 2023, meski belum ada detail waktu yang lebih spesifik.

TIMNAS INDONESIA U17 BAKAL GELAR TC DI NEGARA INI

Persiapan untuk timnas U17 Indonesia mulai dilakukan guna menyambut Piala Dunia U17 2023, salah satunya adalah menentukan lokasi pemusatan latihan atau training center (TC). Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan akan bertemu Presiden Jokowi untuk menjelaskan proses pembentukan timnas U17. Nah, terkait tempat buat TC, Erick akan menyiapkan berbagai opsi. “Apakah seperti kemarin di Doha (Qatar) atau Eropa tergantung kesepakatan dengan coach Bima Sakti yang nanti malam dibicarakan,” kata Erick.

SETELAH ARGENTINA, INDONESIA BAKAL LAWAN PORTUGAL?

PSSI memastikan sudah menjalin komunikasi agar Timnas Indonesia bisa berhadapan dengan Portugal untuk laga FIFA Matchday berikutnya. Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali. Komunikasi dilakukan salah satunya melalui Duta Besar Indonesia untuk Portugal. Amali mengatakan, ada 8 laga FIFA Matchday dalam satu tahun. Menurutnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir berkomitmen satu lawan Timnas Indonesia berada di level teratas seperti Argentina yang baru saja melawan Skuat Garuda.

MESSI JADI PEMAIN ASING TERBAIK LIGA PRANCIS 2022/23

Lionel Messi memang sudah tinggalkan PSG pasca berakhirnya musim 2022/23.  Tapi Messi tetap bisa mendapat penghargaan terbaru di Liga Prancis. La Pulga didaulat sebagai pemain asing terbaik Ligue 1 2022/23. Messi meraih penghargaan tersebut setelah mendapat suara terbanyak dalam voting Ligue 1. Para penggemar memiliki hak untuk memberikan suara mereka dalam memilih pemenang.

DUEL  ARSENAL VS MAN CITY BERLANJUT UNTUK DECLAN RICE

Duel Arsenal melawan Man City juga terjadi di bursa transfer. Keduanya terus bersaing untuk mendapatkan gelandang West Ham, Declan Rice. Kubu City melemparkan tawaran terbaru senilai lebih dari Rp 1,5 triliun. Meski kubu City sudah mengajukan penawaran resmi kepada West Ham, bukan berarti Arsenal kalah langkah dalam perburuan Rice. Fabrizio Romano mengatakan, Arsenal akan langsung memberikan respons guna menyaingi tawaran yang telah dilontarkan City. Kubu Meriam London bakal mengajukan tawaran lagi setelah dua tawaran awal mereka ditolak West Ham.

RESMI, ILKAY GUNDOGAN GABUNG BARCELONA

Kapten Manchester City, Ilkay Gundogan, mengakhiri masa bakti tujuh tahun di Etihad. Barcelona resmi mengumumkan bahwa Gundogan akan bergabung setelah kontraknya di City kedaluwarsa di akhir Juni. Gundogan direkrut Barca secara bebas transfer dan akan meneken kontrak dua tahun bersama sang kampiun La Liga, dengan opsi perpanjangan tahun ketiga. Kedatangan Gundogan diharapkan bisa menambal lubang di lini tengah pasca hengkangnya Busquets.

MADRID KOSONGKAN JERSEY NO 9 WARISAN BENZEMA UNTUK MBAPPE

Real Madrid tampaknya semakin yakin mereka akan segera mendapatkan Kylian Mbappe dari PSG. Menurut laporan Goal, Real Madrid membiarkan jersey No.9 mereka kosong dan hanya akan diberikan kepada Mbappe, karena nomor tersebut kini lowong setelah ditinggalkan oleh Karim Benzema yang pindah ke Al-Ittihad. Real Madrid tampaknya bersedia memenuhi kesepakatan transfer senilai 200 juta euro atau Rp3,2 triliun plus biaya tambahan.

LUKA MODRIC LANJUTKAN MASA BAKTINYA DI REAL MADRID

Usai sudah saga mengenai masa depan Luka Modric. Gelandang flamboyan berusia 37 tahun itu telah resmi memperpanjang kontraknya bersama Real Madrid. Perpanjangan kontrak Modric diumumkan pada Senin (26/6) malam WIB. Pemain berkebangsaan Kroasia itu saat ini terikat kontrak hingga akhir musim 2023/24. Dia mengikuti jejak Toni Kroos yang sudah lebih dulu perpanjang kontrak.

HAKIM ZIYECH SEPAKAT GABUNG AL NASSR BERSAMA RONALDO

Al-Nassr, menurut pakar transfer Fabrizio Romano, disebut telah mencapai kesepakatan untuk merekrut pemain timnas Maroko, Hakim Ziyech, dari Chelsea. Hakim Ziyech pun dilaporkan telah setuju untuk melanjutkan karier di Liga Arab Saudi bersama Al-Nassr. Menurut laporan Romano, Hakim Ziyech telah menyepakati kontrak yang berlaku hingga Juni 2026. Pemain berusia 30 tahun itu akan melakukan tes medis sebelum benar-benar resmi menjadi rekrutan baru Al-Nassr. Nantinya ia akan menjadi partner Cristiano Ronaldo.

LUIS DIAZ JADI PEMILIK BARU NO PUNGGUNG 7 LIVERPOOL

Penyerang asal Kolombia,Luis Diaz akan mengenakan nomor punggung 7 di Liverpool musim depan. Nomor tersebut kosong usai ditinggal James Milner. Diaz sebelumnya memakai nomor 23 sejak gabung ke The Reds pada awal tahun 2022. Liverpool menyediakan opsi penukaran bagi para penggemar yang sudah keburu membeli jersey Diaz bernomor punggung 23. Biaya penggantian jersey sepenuhnya ditanggung mantan FC Porto tersebut.

KAI HAVERTZ TES MEDIS DI ARSENAL

Kai Havertz sepertinya segera diresmikan Arsenal sebentar lagi. Sebab bintang Chelsea asal Jerman itu telah menyelesaikan tes medis tahap pertamanya sebagai calon pemain Arsenal. Tim Meriam London memang sangat membutuhkan jasa Havertz guna menambah daya kreativitas mereka dalam menyerang. Tak hanya berposisi sebagai striker, Kai Havertz juga bisa memainkan peran gelandang serang seperti di Bayer Leverkusen.

RABIOT BIKIN MU SAKIT HATI

Rabiot menjadi agen bebas ketika kontraknya habis pada 30 Juni 2023. Ia sudah banyak dapat tawaran dari beberapa klub, termasuk Manchester United. Namun menurut Football Italia, Rabiot setuju untuk memperpanjang kontrak satu tahun di Bianconeri. Rabiot juga tidak keberatan mendapatkan gaji yang sama seperti sebelumnya. Rabiot saat ini disebut-sebut menerima gaji 7 juta euro per musim, sementara MU menawarkan gaji 10 juta euro per musim.

PIALA DUNIA ANTARKLUB 2023 DIGELAR DI KOTA INI

FIFA telah menunjuk kota Jeddah, Arab Saudi, sebagai tuan rumah turnamen edisi 2023. Turnamen ini, kata FIFA, akan digelar di dua stadion, yaitu Stadion Raja Abdullah Sport City dan Stadion Pangeran Abdullah Al Faisal, antara 12 dan 22 Desember mendatang. Sebelumnya, FIFA mengumumkan bahwa Piala Dunia Antarklub 2025 akan digelar di Amerika Serikat. Berbeda dengan edisi 2025 yang akan diikuti oleh 32 tim, penyelenggaraan tahun ini masih menggunakan format lama, yaitu diikuti tujuh Tim peserta.

ZIDANE: BELLINGHAM SUDAH SIAP MAIN DI REAL MADRID

Mantan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, meyakini rekrutan anyar Los Blancos, Jude Bellingham, siap bermain untuk klub sebesar Madrid. “Dia adalah seorang pemain penting, seorang pemain dengan masa depan yang cerah dan dia siap bermain untuk Real Madrid. Saya bersamanya menonton final Liga Champions di Paris melawan Liverpool,” kata Zidane kepada Mundo Deportivo

INTER MIAMI BOCORKAN NOMOR PUNGGUNG MESSI?

Daily Mail melaporkan, Inter Miami meninggalkan petunjuk nomor punggung Messi dalam ungkapan selamat ulang tahun yang diunggah di media sosial. Dalam unggahannya, Miami mengirim ucapan berbahasa Spanyol ‘Feliz Cumple’ yang artinya selamat ulang tahun. Namun, bagian ‘le’ di bagian akhir dibubuhi warna berbeda agar terlihat seperti angka ’10’. Messi, yang berulang tahun ke-36 dan 24 Juni, memang identik dengan nomor punggung 10 di sepanjang karirnya.

AGEN HAKIMI KECAM IBU KYLIAN MBAPPE, ADA APA?

Agen Achraf Hakimi, Alejandro Camano mengecam ibu dari Kylian Mbappe, Fayza Lamari. Ini terkait isu gebrakan terbaru Lamari yang ingin membuat sebuah agensi baru. Selain Mbappe, ia membuka kesempatan kepada pemain di Ligue 1 Prancis lainnya untuk bergabung. Desas-desus yang beredar, Hakimi juga akan menjadi bagian dari agensi tersebut. Camano membantah rumor kliennya merapat ke agensi Lamari. Pada saat yang sama, ia melemparkan kritik pedas pada orang tua sekaligus perwakilan Mbappe.

THOMAS MEUNIER DIMINATI KLUB LIGA ITALIA DAN LIGA INGGRIS

Bild melaporkan, bek kanan Borussia Dortmund, Thomas Meunier kini sedang menjadi incaran klub-klub Serie A dan Liga Premier Inggris. Menurut laporan, tim-tim seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, dan Aston Villa ingin memboyongnya. Persaingan merebutkan ini tentu tak lepas dari situasi Meunier yang dapat cabut dari Dortmund hanya dengan harga 3 juta euro atau sekitar Rp 49,23 miliar. Alasan pemain Belgia itu dijual bisa dibilang karena terus terpinggirkan di skuad Die Borussen pada musim 2022/23 ini.

ZIDANE: CUMA BENZEMA YANG BISA BIKIN SAYA BANGUN DARI KURSI

Kepergiaan Karim Benzema untuk mencari tantangan baru di Arab Saudi membuat Real Madrid kelimpungan. Zinedine Zidane, eks pelatih Madrid pun menggambarkan pentingnya peran Benzema ketika ia masih menukangi Madrid. Benzema dinilai mampu memberikan perubahan. “Jika ada pemain yang masih membuat saya terlonjak dari kursi saya, itu adalah Karim Benzema, bahkan mungkin Luka Modric,” ujar Zidane dalam wawancaranya dengan Telefoot dikutip laman Marca.

ZIDANE INGIN SEGERA MELATIH LAGI

Lama tidak terlihat di lapangan, Zinedine Zidane menyatakan dirinya ingin segera melatih kembali. Hal tersebut diungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan media massa Prancis, Telefoot yang dikabarkan pada Senin (26/6) ini. Hingga kini, di mana dirinya akan segera melatih masih menjadi misteri. Selama ini, sejak meninggalkan Real Madrid pada 2020 lalu, dia kerap dikaitkan dengan sejumlah klub seperti Juventus, Bordeaux, bahkan timnas Prancis.

TOTTI DUKUNG JOSE MOURINHO TERUS TANGANI AS ROMA

Legenda AS Roma, Francesco Totti mendukung Jose Mourinho untuk lebih lama lagi menukangi tim serigala ibukota. Totti tak rela Mourinho pergi dari Roma Musim panas ini, seiring kontraknya yang bakal habis setahun lagi. Apalagi The Special One kini tengah dilirik oleh klub-klub Eropa seperti PSG, bahkan juga klub Arab Saudi. Totti mengaku sangat puas melihat kinerja Mou menukangi Paulo Dybala dkk.

ARTETA: BARCELONA MEMANG BUTUH XAVI

Xavi Hernandez menjalani musim penuh pertamanya sebagai pelatih Barcelona dengan sangat sukses. Gelar La Liga pertama diraihnya dalam empat tahun. Xavi juga mengalahkan Real Madrid dalam pertandingan Piala Super Spanyol. Kehebatan Xavi ini dipuji oleh Mikel Arteta. Arteta meyakini Xavi dapat menjadi penerus Guardiola dengan baik di Barcelona. Menurut Arteta klub telah mengambil keputusan yang tepat dengan membawa Xavi kembali ke Camp Nou. Barcelona menurutnya memang membutuhkan sosok seperti Xavi.

PEMAIN KETURUNAN AMBON RESMI GABUNG SUNDERLAND

Kabar tak terduga dari salah satu pemain keturunan Indonesia di Belanda, Jenson Seelt. Jenson Seelt telah diresmikan Sunderland sebagai rekrutan anyar jelang musim 2023/24. Pemain 20 tahun itu direkrut dari klub kasta tertinggi Liga Belanda, PSV Eindhoven dan segera terbang ke Inggris. Sebagai informasi, pemuda berdarah Ambon kelahiran 23 mei 2003 itu memiliki garis keturunan Indonesia dari sang kakek.

BIDIK PENGGANTI BUSQUETS, BARCELONA INCAR PALHINHA

Xavi menjadikan gelandang baru sebagai prioritas utama untuk jendela transfer musim panas ini. Blaugrana butuh pemain pengganti Sergio Busquets. Goal melaporkan bahwa Joao Palhinha dari Fulham muncul sebagai salah satu kandidat teratas. Namun, mengontrak Palhinha tidak mudah bagi El Barca. Pemain 27 tahun itu kontraknya berjalan hingga 2027. Itu membuat Fulham punya kontrol akan situasi dan dilaporkan bahwa mereka menuntut sekitar £90 juta.

JORGINHO TOLAK BERMAIN DI LIGA ITALIA

Jorginho, gelandang Italia yang bermain di Arsenal, dikabarkan mendapatkan tawaran untuk bermain lagi di Italia namun ia tolak.  Padahal tim yang dikabarkan tertarik membeli Jorginho adalah Lazio yang kini dilatih oleh Maurizio Sarri. Seperti yang diketahui, hubungan Sarri dan Jorginho terbilang dekat karena keduanya pernah bekerja sama di Napoli dan Chelsea. Tampaknya pemain asal Italia itu sudah betah bermain di Arsenal dan ogah kembali ke Serie A.

LUIS ENRIQUE SELANGKAH LAGI LATIH PSG

Melansir laporan Tribalfootball, Luis Enrique bakal segera kembali menangani klub. PSG akan menjadi tim baru yang akan ditukanginya dan raksasa Liga Perancis juga sedang bersiap mengumumkannya sebagai pelatih anyar. Enrique, dengan segudang pengalamannya dinilai sebagai sosok yang tepat menggantikan Christophe Galtier.  Laporan itu juga menjelaskan PSG akan memberikan kontrak selama dua tahun untuk Luis Enrique, dengan opsi satu musim perpanjangan kontrak di klub sepak bola asal Paris.

Luis Diaz Kenakan Nomor 7, Riwayat Pengguna Nomor Langka di Liverpool

0

Nomor punggung tujuh di Manchester United boleh jadi nomor punggung yang keramat, penuh sejarah, atau apa pun kalian menyebutnya. Nomor tersebut begitu ikonik dan menghadirkan banyak kisah-kisah menarik. Namun, itu berkebalikan dengan nomor punggung tujuh di Liverpool.

Luis Diaz dilaporkan bakal mengenakan nomor punggung tujuh musim depan. Tapi nomor punggung tersebut ternyata sangat jarang dipakai oleh para pemain Liverpool. Bukan karena kutukan atau dipensiunkan lantaran kematian sang legenda. Tapi memang kurang populer saja ini nomor. 

Saking tak spesialnya nomor tujuh milik Liverpool, sejak tahun 1992, pemain yang bersedia mengenakan nomor punggung tersebut jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Meski tak begitu populer, beberapa dari mereka ternyata ada yang gacor banget pake nomor ini. Penasaran siapa dia? Berikut nasib pengguna nomor 7 di Liverpool.

Steve McManaman

Pemain pertama yang kita bahas adalah Steve McManaman. Cukup tua bukan? Begitulah adanya, karena nomor punggung tujuh tak begitu populer di jajaran pemain The Reds. Meski demikian, McManaman jadi contoh pemain yang sukses mengenakan nomor punggung tujuh.

Menariknya, McManaman bukan tipikal pemain yang bertahan dengan satu nomor punggung saja. Pemain jebolan akademi Liverpool ini baru konsisten mengenakan nomor punggung tujuh di musim keenamnya, yakni musim 1995/96. Pergantian nomor punggung justru jadi berkah tersendiri bagi McManaman.

Selama kurang lebih empat tahun mengenakan nomor punggung tujuh, McManaman mencapai puncak performa. Sebagai seorang gelandang, McManaman mencatatkan 11 gol di musim 1997/98. Itu jadi catatan gol terbaiknya selama berseragam The Reds. Selama mengenakan nomor tujuh, McManaman jadi nyawa permainan Liverpool. 

Bahkan beberapa pengamat sepakbola mengatakan kalau ingin mengalahkan Liverpool, lawan harus menghentikan pergerakan McManaman dulu. Kontribusinya membawa Liverpool berlaga di Liga Champions musim berikutnya sampai menarik Real Madrid untuk merekrutnya pada tahun 1999. Tapi setelah hengkang dari Liverpool, McManaman tak pernah mengenakan nomor punggung tujuh lagi.

Harry Kewell

Harry Kewell juga jadi pemain yang mengenakan nomor tujuh di Liverpool. Setelah didatangkan dari Leeds tahun 2003, Kewell langsung diamanahi nomor tersebut. Dengan harapan bisa menampilkan performa apik seperti di Leeds, Kewell justru kesulitan ketika bermain di bawah asuhan Rafael Benitez.

Kepindahannya ke Liverpool seharusnya jadi kesempatan bagus bagi Kewell untuk meningkatkan kualitas karirnya. Namun, itu tak benar-benar terjadi. Performanya tak konsisten, tapi sesekali berperan penting dalam laga-laga tertentu. Kemampuan terbaiknya terkadang muncul di waktu yang tepat.

Namun, dilansir Fox Sport, sikapnya di luar lapangan kerap membuat fans jengkel. Kewell bukan pemain yang memiliki hubungan baik dengan kopites. Bahkan ketika ia tergabung dalam skuad Liverpool yang menjuarai Liga Champions tahun 2005, fans merasa kalau Kewell tak layak mendapatkan medali itu.

Vladimir Smicer

Rekan satu tim Harry Kewell saat itu, yakni Vladimir Smicer juga sempat mengenakan nomor punggung tujuh. Sebelum Kewell, yang mengenakan nomor punggung tersebut adalah Smicer. Jadi bisa dibilang, pemain asal Australia itu merebut nomor tujuh dari Smicer yang sudah lebih dulu mengenakannya sejak musim 1999/00.

Mungkin itu jadi salah satu alasan yang bikin fans benci dengan Kewell. Karena Smicer lebih dikenang oleh fans sebagai pemilik nomor tujuh sesungguhnya. Meski pemain yang berposisi sebagai sayap itu nggak gacor-gacor amat, ia lebih dicintai oleh fans. Puncaknya ketika ia masuk menggantikan Kewell yang cedera di laga final Liga Champions tahun 2005.

Smicer mencetak gol kedua dan membantu Liverpool melakukan comeback dramatis atas AC Milan. Sayangnya, pada saat itu Smicer sudah berganti nomor punggung menjadi 11. Berkat gol yang mengubah hidupnya itu, akhirnya Smicer selalu mengenakan nomor punggung 11 di sisa karirnya.

Robbie Keane

Robbie Keane jadi pemain yang mewarisi nomor tujuh milik Kewell. Fans berharap Keane bisa jadi pawang nomor tersebut karena ia merupakan striker jempolan saat bermain untuk Spurs. Semua berpikiran begitu pada awalnya. Namun, setelah Liverpool menebus Keane dengan bandrol 20 juta pounds atau Rp381 miliar, ia tak butuh waktu lama untuk mendapat predikat sebagai transfer gagal musim 2008/09.

Karena pernah mengenakan nomor punggung tujuh di Leeds, Keane langsung diberikan nomor tujuh yang memang sedang nganggur. Namun, Keane justru gagal total di Anfield. Ia hanya mencetak tujuh gol dari 28 pertandingan di semua kompetisi musim tersebut.

Musim 2008/09 jadi satu-satunya musim Robbie Keane di Liverpool. Ia dikembalikan ke Tottenham di pertengahan musim. Menurut mantan rekannya di Liverpool, Steven Gerrard, Keane gagal mencapai kemampuan maksimalnya karena sering berselisih paham dengan pelatih The Reds saat itu, Rafael Benitez. 

Sang pelatih kabarnya ingin mengubah cara bermain Keane dan itu membuat mantan pemain Celtic itu tak nyaman bermain di Liverpool. Setelah momen itu, seperti ada perang dingin antara Keane dan Benitez.

Luis Suarez

Setelah kepergian Robbie Keane di pertengahan musim 2008/09, nomor punggung tujuh kembali kosong. Selama dua tahun lebih nomor tersebut tak bertuan, pemain yang dirasa tepat untuk mengenakan nomor punggung tujuh pun muncul pada tahun 2011. Ia adalah Luis Suarez yang kala itu didatangkan dari Ajax Amsterdam.

Suarez memang hanya mencetak empat gol di paruh musim pertamanya. Semua takut kalau dirinya jadi pemain kesekian yang gagal mengenakan nomor punggung tersebut. Tapi Suarez menyimpan yang terbaik di musim-musim berikutnya. El Pistolero tiba-tiba menjelma striker haus gol.

Raihan golnya di Liga Inggris terus meningkat. Di musim penuh pertamanya, ia mencetak 11 gol dari 31 pertandingan. Sedangkan di musim 2012/13, Suarez mengemas 23 gol dalam 33 pertandingan dan terus meningkat jadi 31 gol sekaligus menyabet gelar top skor Liga inggris  musim 2013/14.

 Ia sejajar dengan Fernando Torres sebagai salah satu striker top yang pernah dimiliki oleh The Reds. Sayangnya, performa apik Suarez hanya menghasilkan satu trofi Piala FA tahun 2012. Setelah tiga setengah musim di Liga Inggris, Suarez pun memutuskan hengkang ke Barcelona tahun 2014.

James Milner

Pemain terakhir yang mengenakan nomor punggung tujuh adalah James Milner. Mantan pemain Manchester City ini jadi pemain paling lama setelah Sir Kenny Dalglish yang mengenakan nomor punggung tujuh di skuad Liverpool. Milner tercatat menghabiskan delapan musim mengenakan nomor tersebut.

James Milner memang tidak menjadi pemain yang selalu berkontribusi di setiap gol Liverpool. Tapi kita tak bisa menampik fakta kalau pemain berpaspor Inggris ini sangat penting bagi The Reds di bawah asuhan Jurgen Klopp. Baik sebagai bek sayap maupun di lini tengah.

Selain Jordan Henderson, Milner juga pemain yang disegani dan dihormati oleh seisi ruang ganti Liverpool. Kesuksesannya bahkan bisa dibilang lebih baik ketimbang di City. Pemain yang segera bergabung Brighton musim depan ini tercatat mengantongi beberapa trofi bergengsi bersama Liverpool.

Mungkin yang paling berharga saat menyudahi dahaga 30 tahun dengan menjuarai Liga Inggris musim 2019/20 dan trofi Liga Champions musim 2018/19. Milner telah memenangkan segalanya bersama The Reds.

https://youtu.be/CArXuZmK4ak

Sumber: Planet Football, BR, Mirror, Fox Sport, Sports Joe