Beranda blog Halaman 324

Sepakbola Kanada Berada Diambang Kehancuran, Kok Bisa?

0

Kalau klub sepakbola yang bangkrut mungkin kalian sudah sering mendengarnya. Tapi bagaimana kalau federasi sepakbola dari salah satu negara yang bangkrut? Cukup jarang bukan? Karena pada dasarnya pendanaan federasi sepakbola suatu negara bisa menggunakan anggaran negara. 

Tapi itulah yang kini terjadi di persepakbolaan Kanada. Federasi yang menaungi bintang Bayern Munchen, Alphonso Davies itu dikabarkan tengah berada dalam situasi kesulitan dana sehingga tak mampu membayar biaya operasional tim nasional. Kok bisa ya? Apa yang salah dari federasi sepakbola Kanada ini?

Apa yang Terjadi?

Sekretaris Jenderal sementara federasi sepakbola Kanada, Jason de Vos pun angkat bicara soal situasi sulit ini. Menurutnya, ini merupakan situasi yang belum pernah dialami oleh Kanada. Jajaran pejabat federasi tengah berjuang untuk keluar dari permasalahan ini. Mereka tengah menganalisa poin-poin apa saja yang mempengaruhi pendapatan federasi.

Jason juga mengeluhkan kalau federasi kini tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk program-program yang perlu dijalankan. Dan itu mencakup segala hal mulai dari pendidikan pelatih di piramida sepakbola paling bawah, pengembangan SDM wasit, hingga dana operasional tim nasional muda dan tim senior pria dan wanita.

Dilansir Daily Mail, cadangan dana Canadian Soccer pada tahun 2022 turun menjadi 2,4 juta dolar atau setara dengan Rp36 miliar. Padahal di tahun sebelumnya cadangan dana sepakbola Kanada berada di angka 7,1 juta dolar atau sama dengan Rp106 miliar. Itu menandakan Kanada mengalami penurunan pendapatan sekitar Rp70 miliar.

Usut punya usut ini terjadi karena cerobohnya pengelolaan keuangan oleh pihak federasi. Karena minimnya transparansi data, Kementrian Olahraga Kanada pun mencurigai ada yang tak beres dengan pengelolaan keuangan Canada Soccer. Maka dari itu, pemerintah sedang mengupayakan audit keuangan dari 2017 hingga 2023 ini.

Selain itu, salah satu penyebab utama menurunnya pemasukan federasi sepakbola Kanada adalah penjualan rights atau semacam hak siar Canadian Premier League kepada salah satu perusahaan swasta, Canadian Soccer Business.

Kesepakatan tersebut dianggap blunder karena pihak federasi hanya akan mendapat sekitar 3 juta dolar (Rp45,1 miliar) saja per tahun. Sementara itu, Canadian Soccer Business akan mendapat untung yang lebih besar karena menerima semua pendapatan dari hak siar media dan semua sponsor yang didapat tim nasional baik pria maupun wanita.

Agenda Timnas Terganggu

Nah, ketika pendapatan jauh berkurang tentu Federasi Sepak bola Kanada pun harus pintar-pintar mengatur dan memilih mana kegiatan sepakbola yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Bahkan, skuad timnas Kanada sampai memakai pesawat kelas ekonomi untuk menjalani laga FIFA Matchday beberapa hari lalu.

Saking sulitnya, federasi sedang mempertimbangkan untuk mengajukan kebangkrutan ke FIFA. Namun, Jason de Vos menegaskan kalau bangkrut adalah opsi paling akhir. Mereka tengah berupaya untuk mendapatkan pemasukan sebanyak mungkin di tengah agenda sepakbola yang padat di tahun 2023 ini. 

Karena jika tak mendapat pemasukan yang cukup, Kanada terancam tak mengirim timnas putra dan putri untuk bertanding di FIFA Matchday Oktober nanti. Kemungkinan terburuk, tim sepakbola Kanada tak akan tampil di seluruh agenda FIFA sepanjang paruh kedua tahun 2023 ini. 

Padahal Kanada memiliki beberapa agenda besar tahun ini. Contohnya saja tim nasional putri Kanada yang berencana tampil di Piala Dunia Wanita yang akan diadakan di Australia pada Juli mendatang. Tentu mereka butuh biaya akomodasi yang tidak sedikit untuk memberangkatkan tim ke Australia nanti. 

Timnas Putri Kanada sudah lelah diperlakukan tidak adil dalam urusan gaji dan pengurangan anggaran sejak tahun lalu. Mereka bahkan sempat melakukan pemogokan di awal tahun. Jika Timnas Putri batal berangkat ke Australia, sudah dipastikan protes besar-besaran akan kembali terjadi.

Sedangkan untuk tim nasional pria, Kanada akan menjadi tuan rumah CONCACAF Gold Cup bersama Amerika Serikat. Kabarnya, pertandingan pembuka turnamen tersebut akan dilaksanakan pada 27 Juni mendatang melawan Guatemala. Permasalahan ini juga kemungkinan bakal mempengaruhi status Kanada sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 mendatang.

Bagaimana Kontribusi Negara?

Mendengar permasalahan ini, pemerintah Kanada tak hanya diam. Setelah tampil di Piala Dunia 2022 kemarin, persepakbolaan Kanada selalu mendapat perhatian lebih dalam setahun terakhir. Maka dari itu pemerintah juga bergerak cepat untuk membantu dalam segala hal. Selain proses audit, pemerintah Kanada juga membantu secara finansial.

Pada tahun 2022, pemerintah sudah memberikan suntikan dana sebesar 5 juta dolar atau setara dengan Rp75 miliar. Namun karena pengelolaan yang buruk, federasi Kanada sudah menghabiskan 4 miliar dolar hanya dalam waktu kurang dari satu tahun. Jadi tak heran apabila federasi terus mengandalkan dana simpanan.

Apakah FIFA Bisa Bantu?

Lantas ke mana lagi Kanada harus meminta pertolongan? Apakah FIFA selaku federasi sepakbola dunia bisa turun tangan untuk menangani kasus semacam ini? Tentu bisa karena mereka merupakan badan olahraga yang gemar membantu negara-negara di bawah naungannya.

FIFA dapat segera memberikan bantuan berupa finansial kepada federasi yang terancam bangkrut. Hal ini bertujuan untuk menstabilkan kembali neraca keuangan dari federasi tersebut. FIFA juga bisa membantu memenuhi kebutuhan lain untuk menstabilkan operasional federasi sepakbola Kanada nantinya.

Bantuannya pun bisa berbentuk pinjaman yang mesti dikembalikan suatu saat nanti atau berupa hibah yang tak perlu diganti. Bantuan juga bisa berupa rencana restrukturisasi keuangan. Segala bentuk uluran tangan FIFA akan disesuaikan dengan keadaan masing-masing federasi.

Ternyata Kanada Bukan yang Pertama

Situasi yang menimpa Kanada ternyata bukan kali pertama dialami oleh negara-negara anggota FIFA. Tercatat negara yang memiliki kesulitan finansial ternyata juga banyak. Tapi tak sampai bangkrut. Hanya Nigeria yang pernah mengalami hal pahit tersebut. Mereka dinyatakan bangkrut pada tahun 2004.

Penyebabnya karena manajemen keuangan yang buruk dan korupsi yang merajalela di negara tersebut. Sama halnya di Indonesia, korupsi telah menjadi kutukan kehidupan publik dan pribadi Nigeria selama bertahun-tahun lamanya. Asosiasi Sepakbola Nigeria kabarnya sampai dililit hutang dan tak mampu membayar gaji pemain tim nasional dan staf yang bekerja di asosiasi.

Beruntungnya, FIFA mau membantu Nigeria untuk bangkit. Federasi Sepakbola Dunia itu turun tangan guna menstabilkan keuangan Nigeria dengan suntikan dana yang tak disebutkan jumlahnya. Setelah bangkit Asosiasi Sepakbola Nigeria pun berganti nama menjadi Federasi Sepakbola Nigeria. Nah, FIFA bisa melakukan hal yang sama kepada Kanada nantinya.

Kanada Bisa Tiru Jamaica

Jika FIFA tidak turun tangan, mungkin solusi alternatif bisa diterapkan. Kanada bisa mencontoh federasi sepakbola Jamaika dalam menangani krisis keuangan. Kabarnya, Jamaika kekurangan dana untuk memberangkatkan Timnas Putri ke Piala Dunia Wanita di Australia.

Akhirnya, ada salah satu orang tua dari punggawa tim nasional putri Jamaika menginisiasi laman galang dana online dengan judul “Reggae Girlz Rise Up”. Dalam laman tersebut mereka mengajak para pecinta sepakbola untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sebagian biaya yang dikeluarkan federasi untuk keberangkatan timnas putri ke Australia.

Kabarnya, target donasi berada di angka 175 ribu dolar atau sekitar Rp2,6 miliar. Nantinya donasi tersebut akan digunakan untuk membayar biaya perjalanan, penginapan, dan makan para punggawa Timnas Putri Jamaika. Apakah yang dilakukan oleh Jamaika sedikit menginspirasi Federasi Sepakbola Kanada?

Sumber: The Guardian, Daily Mail, Daily Record, CBC

Manchester City Rekrut Kovacic Buat Gantikan Gundogan?

Teka-teki siapa rekrutan pertama Manchester City musim panas ini terkuak sudah setelah “The Next Modric”, Mateo Kovacic datang ke Etihad. Pemain Kroasia ber-DNA Eropa itu makin memantapkan mental tim yang baru saja meraih beberapa gelar.

Kehadiran Kovacic tentu atas kemauan sang arsitek tim Pep Guardiola. Maklum, dia baru saja ditinggal pergi Gundogan dan gagal mendapatkan Declan Rice. Melihat peran Kovacic di skema Pep, apakah ia adalah pengganti yang tepat bagi Gundogan? Atau jangan-jangan Pep sudah menyiapkan posisi tertentu untuknya?

Gagal Di Inter

Kovacic meniti karir dari Dinamo Zagreb sejak muda. Perjalanannya ke klub papan atas Eropa baru diawali di tahun 2013 ketika Inter Milan merekrutnya. Berseragam Nerazzurri di pertengahan musim 2012/13, Kovacic digadang-gadang bisa tampil apik.

Tapi sayang, Kovacic tak maksimal dimanfaatkan Inter Milan. Baik itu di bawah pelatih Stramaccioni, Mazzarri, maupun Roberto Mancini. Tiga musim bersama La Beneamata, torehannya tak cukup mentereng bagi pemain yang digadang-gadang sebagai penerus Luka Modric itu. Menurut Transfermarkt, catatannya hanya 97 laga dengan torehan 8 gol dan 11 assist.

Tiga Gelar Liga Champions Di Real Madrid

Setelah tidak di Inter, Kovacic bergabung ke Real Madrid. Ia meninggalkan Inter pada 2015. Ada dua alasan yang melandasi pilihan Kovacic. Alasan pertama adalah faktor Luka Modric. Diketahui Kovacic mengidolakan Modric dan menganggapnya sebagai sahabat. Di lain sisi, Modric lah yang mendorong Presiden Florentino Perez untuk memboyong Kovacic ke Santiago Bernabeu.

Alasan kedua adalah ketika itu Inter Milan sedang terkena Financial Fair Play sehingga harus menjual beberapa pemainnya untuk mengurangi beban gaji. Situasi itulah yang akhirnya dimanfaatkan El Real untuk bisa mempersatukan dua sahabat tersebut.

Dicap sebagai penerus Modric, ia rela lama mengantre di skuad Real Madrid sebagai pemain inti. Sebab Los Blancos di bawah pelatih Zidane sudah menemukan formula trio gelandang maut dalam diri Casemiro, Kroos, dan Modric.

Kovacic nyatanya hanya sebagai pelapis belaka selama tiga musim di Bernabeu. Menurut Transfermarkt, torehannya hanya 3 gol dan 8 assist dalam 109 laga yang dilakoninya.

Tapi di sisi lain, setidaknya ia banyak belajar dari para seniornya. Kovacic juga beruntung dapat merasakan mental seorang juara, ketika dirinya menjadi bagian dari hattrick juara Liga Champions Real Madrid.

Liga Europa dan Liga Champions Bersama Chelsea

Meski banyak raih trofi, namun ia belum puas karena hanya jadi ban serep. Melihat situasi tersebut, Chelsea bersedia menampungnya dengan status pinjaman selama semusim. Di bawah skuad arahan Maurizio Sarri, Kovacic mendapatkan tempatnya sebagai starter. Ia membentuk trio tangguh lini tengah bersama Kante dan Jorginho.

Tak butuh waktu lama bagi pemain yang berstatus pinjaman itu untuk menularkan DNA Eropa-nya. The Blues langsung dibawanya menjadi juara Liga Europa 2018/19 dengan mengalahkan Arsenal. Musim berikutnya Kovacic dipermanenkan oleh Chelsea. Selama dilatih Frank Lampard, ia tidak memperoleh satu pun trofi.

Akan tetapi, ketika Thomas Tuchel datang di pertengahan musim 2020/21, Kovacic kembali menularkan DNA Eropa-nya ke Chelsea. The Blues dibawanya meraih gelar Liga Champions usai di partai final mengalahkan Manchester City.

Naik Kelas Bersama Manchester City?

Sempat oleng musim ini dengan berbagai masalah internal Chelsea, Kovacic akhirnya memilih hijrah dari Stamford Bridge. Bak dapat durian runtuh, di saat Chelsea butuh beberapa pilarnya untuk cabut, ia malah ditawar klub yang musim ini merajai berbagai kompetisi, Manchester City.

Dengan nominal 30 juta pounds saja, Kovacic akhirnya hijrah ke Etihad musim depan. Antara Kovacic dan The Citizens sebenarnya sama-sama saling menguntungkan. City akan tambah kuat secara mental dan DNA Eropa-nya dari Kovacic. Sebaliknya, bagi Kovacic karirnya jadi lebih meyakinkan gabung tim seperti City, daripada ikut-ikutan pemain lainnya ke Liga Arab.

Berbeda Dengan Gundogan

Di Manchester City, Kovacic digadang-gadang menjadi penerus Gundogan. Tapi kalau dibandingkan, ternyata berbeda dari segi gaya main. Kita lihat saja gaya main Kovacic baik di Madrid maupun Chelsea. Ia lebih difungsikan sebagai pemain double pivot dan mengambil peran gelandang box-to-box untuk menjaga kedalaman di format 4-2-3-1, 4-3-3, atau 3-4-3.

Sedangkan Gundogan, bermain sebagai pemain “nomor delapan” yang lebih menyerang. Di format 3-2-4-1, Gundogan ditemani De Byuyne untuk lebih fokus menerabas kotak penalti lawan dan menciptakan peluang.

Saat membangun serangan, Kovacic ini lebih sering menjemput bola ke bawah, karena ia berposisi tepat di depan empat bek. Sedangkan Gundogan hanya fokus mengolah bola menjadi peluang atau gol. Karena sudah ada pemain yang mem-backup Gundogan di belakang seperti Rodri dan Stones.

Kelebihan Kovacic

Kalau ingin membandingkan secara fungsi, sebenarnya peran yang diemban Kovacic mirip dengan Rodri. Ia lebih cocok sebagai ball winner sekaligus pengatur tempo permainan lewat kualitas umpannya. Contohnya ketika Kovacic mengirimkan umpan lambung yang menjadi gol bagi Noni Madueke ketika melawan Arsenal.

Di sisi lain, Kovacic ini ternyata lebih unggul dalam hal statistik Most Ball Carries atau pemain yang banyak menggiring bola di Liga Inggris musim 2022/23. Menurut Opta nilainya hanya kalah dari Rodri yang berada di posisi pertama. Kovacic di angka 20,4 dan Rodri di angka 21,6.

Kelemahan Kovacic

Menjadi pemain yang jago menggiring bola bukan berarti dia tak punya kelemahan. Justru di situlah yang jadi bumerang bagi Kovacic. Sebab ia kerap kehilangan bola berkat terlalu lama menguasai dan mendribel bola. Berbeda dengan Rodri, meskipun banyak mendrible bola, ia lebih baik dari segi melindunginya.

Kovacic dianggap lemah melindungi bola. Ia juga dianggap kurang sat-set dalam mengirimkan umpan ke depan. Sebagai seorang yang berposisi sebagai pivot, ia cenderung lambat dalam mengantisipasi lawan.

Dimana Posisi Kovacic Di City

Lalu apa dong rencana Pep yang pas untuk Kovacic? Jadi pivot atau jadi Gundogan baru? Bukan Pep namanya kalau tak bisa mengoptimalkan peran para pemainnya di berbagai posisi. Lihat saja John Stones di posisi barunya sebagai gelandang.

Nah, hal itu juga akan berlaku bagi Kovacic musim depan. Setidaknya kala kehilangan kesempatan merekrut Declan Rice, peran Kovacic untuk menemani Rodri atau bahkan sebagai rotasi Rodri di posisi pivot jadi semakin besar.

Sebagai pengganti Gundogan pun sebenarnya ia punya modal statistik yang mumpuni. Dari segi shoot creating action atau keterlibatan si pemain dalam aksi yang menghasilkan tembakan, nilainya menurut Fbref termasuk tinggi.

Angkanya sekitar 3,21 per 90 menit, hanya terpaut sedikit dengan Gundogan yang mencapai angka 3,36. Di sisi lain, secara umpan progresifnya pun lebih baik dari Gundogan. Kovacic di angka 7,93, sedangkan Gundogan hanya di angka 6,61.

Meski dari jumlah gol maupun assist tak seproduktif Gundogan, Kovacic setidaknya bisa jadi alternatif pengganti Gundogan dengan gaya main berbeda. Apa pun nanti soal posisi Kovacic, yang jelas ia lebih fleksibel dan multiguna bagi skuad City. Serahkan dulu saja semuanya pada Pep. Niscaya semuanya akan beres.

Sumber Referensi : theathletic, trasnfermarkt, theathletic, fbref, theanalyst

James Maddison yang Menjilat Ludahnya Sendiri

0

Meski tak bermain di kompetisi Eropa musim depan, Tottenham tetap memiliki pesona tersendiri di mata beberapa pemain, termasuk pemain Leicester City, James Maddison. Setelah Leicester degradasi dari Liga Inggris, Maddison memutuskan untuk bergabung dengan Spurs musim depan.

Maddison emang gagal menyelamatkan Leicester dari degradasi, tapi kemampuannya tak bisa dikesampingkan. Kehebatannya bahkan sempat menarik beberapa klub ternama untuk menggaetnya. Tapi ia justru memilih Spurs, klub yang pernah ia benci. 

Menurut jejak digital di masa lalu, Maddison merupakan netizen julid yang membenci dan sering menghina klub asal London tersebut. Lantas, apa yang membuat Maddison mau menjilat ludahnya sendiri demi berseragam Spurs musim depan?

Kesepakatan Dengan Spurs

Setelah drama panjang, James Maddison akhirnya sepakat untuk bergabung dengan Tottenham. Pihak klub pun sudah memposting video singkat yang menunjukan kalau mereka sudah mengamankan jasa pemain berkebangsaan Inggris tersebut. Menurut Goal, Spurs menebus sang pemain dari Leicester City dengan mahar 40 juta pound atau sekitar Rp756 miliar.

Maddison dikabarkan diikat dengan kontrak berdurasi lima tahun oleh Spurs. Ia jadi rekrutan kedua Spurs di bawah asuhan manajer baru, Ange Postecoglou setelah penjaga gawang asal Italia, Guglielmo Vicario.

Kabarnya, di balik kesepakatan itu terselip satu syarat tak tertulis di kontrak Maddison. Leicester meminta Spurs untuk melepas salah satu gelandangnya untuk menggantikan Maddison. Maka dari itu, Harry Winks dipersilakan bergabung dengan The Foxes dalam kesepakatan terpisah senilai 10 juta pound (Rp189 miliar).

Diincar Banyak klub Top

Jika alasan Maddison hanya sekadar untuk bisa bermain di kasta tertinggi, sebetulnya banyak klub lain yang meminatinya. Ketika kontraknya hanya menyisakan satu tahun di Leicester, banyak klub yang menggoda The Foxes agar mau melepas sang pemain sebelum akhirnya pergi secara gratis di akhir kontrak.

Kemampuan dan skill olah bola yang ditunjukan Maddison selama lima musim membela Leicester membuat tim-tim papan atas Liga Inggris tak ragu untuk berusaha mendatangkannya. Klub kaliber Manchester United dan Liverpool pun sempet ngantri untuk mendapatkan tanda tangan gelandang 26 tahun tersebut.

Namun, Maddison tak merasa kalau kedua klub benar-benar menginginkannya. Itu dibuktikan dengan pergerakan mereka yang lambat. Ketika Maddison membuka pintu, kedua klub tersebut tak kunjung mengajukan tawaran kepada Leicester. Tercatat hanya Spurs dan Newcastle yang serius menginginkan Maddison.

The Magpies masih kukuh ingin memboyongnya meski tawarannya ditolak pada musim dingin lalu. Manajer Newcastle, Eddie Howe adalah penggemar berat dari mantan pemain Norwich tersebut. Howe berharap sang pemain mau merapat ke St James Park musim panas ini. Namun, Maddison justru tak terkesan dengan proyek Newcastle.

Padahal legenda Aston Villa, Gabriel Agbonlahor sudah menyarankan kepada Maddison untuk menerima pinangan dari Newcastle. Agbonlahor merasa The Magpies memiliki prospek lebih baik dari Spurs dan itu akan membantu Maddison menapaki karir yang lebih baik. Toh, Newcastle berlaga di Liga Champions musim depan, sedangkan Spurs tidak. 

Tapi namanya juga pemain, mereka punya 100% kuasa pada dirinya sendiri untuk memilih klub mana yang akan dibela. Meski banyak yang menyayangkan, akhirnya Maddison tetap menerima pinangan Spurs.

Haters Spurs

Lucunya, ketika jurnalis ternama asal Italia, Fabrizio Romano mengumumkan kesepakatan ini, tiba-tiba salah satu fans Spurs memviralkan sebuah gambar yang memperlihatkan beberapa postingan lama di twitter pribadi James Maddison. Postingan tersebut mengindikasikan bahwa sang gelandang pernah jadi haters Tottenham beberapa tahun lalu.

Dilansir Daily Mail, salah satu postingannya bahkan menghina salah satu legenda Spurs, Gareth Bale. Pada tahun 2012, Maddison menghina pemain Wales tersebut dengan sebutan “monyet”. Maddison juga merasa kalau Jack Wilshere jauh lebih baik daripada Bale.

Tak cuma itu, pada tahun 2013, Maddison kembali menulis tentang Spurs. Ia menjelaskan kalau dirinya begitu membenci Spurs dan mengajak teman-temannya untuk tidak mendukung klub asal London tersebut.

Kala itu Maddison masih berusia sekitar 15 tahun. Namun, jika dilihat dari sudut pandang sekarang, kalimat yang menjurus ke ujaran kebencian seperti itu sangat tidak pantas keluar dari pemain bintang sekelas Maddison. Apalagi kini ia berseragam Spurs. 

Eits, fans Spurs jangan emosi dulu. Kabarnya, dua postingan tersebut kini sudah dihapus oleh sang punya akun. Hal serupa ternyata pernah terjadi juga kepada Matt Doherty ketika didatangkan Spurs pada tahun 2020 kemarin. Bahkan postingan yang mengatakan kalau Doherty merupakan fans Arsenal dijadikan video promosi perkenalannya.

Faktor Ange Postecoglou

Jika pernah membenci Spurs, kenapa Maddison masih mau bergabung dengan klub tersebut? Selain karena masih ingin bermain di kasta tertinggi Liga Inggris, sebelum menandatangani kontrak, Maddison dikabarkan sudah berbicara terlebih dahulu dengan pelatih Spurs yang baru, Ange Postecoglou.

Pelatih asal Australia itu membujuk Maddison agar mau bergabung dengan Spurs. Ange memaparkan bagaimana dirinya akan membangun tim musim depan dan sang pemain merasa cocok dengan gaya bermain dari sang pelatih. Ange ingin meninggalkan sistem dua gelandang bertahan yang diusung Antonio Conte.

Ange akan kembali menggunakan tiga gelandang musim depan dan itu cocok dengan gaya bermain James Maddison. Karena dengan skema seperti itu, Maddison akan ditempatkan di depan dua gelandang sehingga mempunyai kebebasan dalam bergerak. Dengan begitu Ange bisa memaksimalkan kreativitas yang dimiliki oleh pemain berkebangsaan Inggris tersebut.

Pelatih berdarah Yunani itu sangat menggemari gelandang serba bisa yang memiliki mobilitas tinggi seperti Maddison. Menyerang memang atribut inti dari Maddison. Tapi sejatinya ia merupakan gelandang penjelajah. Maddison bisa merebut bola, bertahan, mengeksekusi bola mati, bahkan mencetak gol. Ange senang dengan pemain yang rela melakukan apa pun demi tim.

Jaminan Inti

Selain itu, Tottenham juga menjamin posisi Maddison di skuad utama. Ia akan mengemban peran vital di lini tengah Spurs musim depan. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Ange Postecoglou. Mantan pelatih Yokohama F Marinos itu yakin kalau sang pemain bisa meningkatkan kualitas lini tengah Spurs musim depan.

Demi memberikan ruang kepada Maddison, Ange bahkan siap menjual beberapa gelandangnya musim depan. Nama Harry Winks jadi yang pertama di depak oleh sang pelatih. Kabarnya, dalam waktu dekat Spurs juga siap melepas Pierre-Emile Højbjerg apabila ada tawaran yang cocok.

Jaminan inilah yang tak ditawarkan oleh klub-klub lain. Di Newcastle, ia mau nggak mau harus bersaing dengan Bruno Guimaraes yang performanya mengesankan musim lalu. Begitupun di Manchester United. Ten Hag mencari gelandang serang baru hanya untuk menjadi pelapis Bruno Fernandes yang musim lalu tenaganya sudah habis terkuras karena selalu diturunkan di setiap laga.

Janji Manis

Pihak Tottenham juga “menjual janji” kepada sang pemain. Awalnya Maddison sempat ragu apakah Tottenham adalah pilihan terbaik. Soalnya, sejak remaja ia sudah paham betul kalau Spurs bukanlah tim yang menjanjikan trofi setiap tahunnya. 

Dalam beberapa musim terakhir, Spurs juga bisa dibilang bermain kurang atraktif. Mereka kerap mencatatkan banyak penguasaan bola, tanpa mampu membukukan banyak peluang untuk mencetak gol.

Untuk meyakinkan Maddison, Spurs bersama Ange Postecoglou menjanjikan kesuksesan di masa depan. Ange bahkan berkelakar kalau Maddison akan terkejut karena melihat level permainan Spurs akan jauh meningkat musim depan. Kita akan lihat keputusan Maddison untuk menjilat ludahnya sendiri dan bergabung dengan Spurs bakal berakhir sia-sia atau tidak.

Sumber: The Analyst, The Mag, Talksport, Goal, The Athletic

Berita Bola Terbaru 30 Juni 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

MASON MOUNT RESMI KE MU DARI CHELSEA

Pakar transfer Fabrizio Romano, Kamis (29/6) mengumumkan bahwa Mason Mount kini resmi merapat ke Manchester United dari Chelsea. MU akhirnya rela membayar 60 juta pounds atau Rp 1,1 triliun untuk memboyong Mount. Terdiri dari biaya awal 55 juta pounds dan 5 juta pounds sebagai biaya tambahan. Di Setan Merah, Mason Mount bakal mendapat kontrak berdurasi lima tahun alias sampai 30 Juni 2028 mendatang. Tak lupa pula ada opsi perpanjangan selama setahun.

RUBEN LOFTUS CHEEK JALANI TES MEDIS DI AC MILAN

AC Milan akan mengenalkan Ruben Loftus-Cheek sebagai pemain baru dalam waktu dekat. Ruben Loftus-Cheek kini sudah berada di Milan sejak Kamis (29/6) dan dikabarkan juga sudah menjalani tes medis sebelum menandatangani kontrak bersama AC Milan. Menurut Football Italia, Milan sudah menemukan kesepakatan penuh dengan Chelsea untuk transfer Ruben Loftus-Cheek yang akan bernilai 21,5 juta euro.

ARSENAL SEPAKAT TEBUS DECLAN RICE DENGAN HARGA SEGINI

Keseriusan Arsenal untuk menggaet gelandang West Ham United, Declan Rice akan segera menemukan hasil.  Arsenal tinggal selangkah lagi mendapatkan tanda tangan gelandang timnas Inggris tersebut. Arsenal telah mencapai kesepakatan 105 juta pounds atau Rp 1,9 triliun untuk memboyong Declan Rice dari West Ham United. Selain itu Declan Rice juga telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Arsenal.

LUCAS HERNANDEZ SELANGKAH LAGI GABUNG PSG

Setelah dikaitkan sepanjang bursa transfer musim panas kali ini, PSG akhirnya sukses mendapatkan Lucas Hernandez. Bek Bayern Muenchen tersebut ditebus oleh Les Parisiens dengan nilai transfer sebesar 50 juta Euro atau Rp 819 miliar. Hernandez tinggal merampungkan segala sesuatunya untuk kemudian diresmikan sebagai pemain baru PSG. Bayern sepakat melepas Lucas ke PSG setelah klub baru saja mengkonfirmasi kedatangan defender milik Napoli yaitu Kim Min-Jae.

LUKAKU TOLAK GAJI FANTASTIS DARI KLUB ARAB SAUDI

Romelu Lukaku menolak tawaran besar dari klub Arab Saudi Al-Hilal senilai 45 juta pound atau Rp 854 miliar, sebagaimana ia hanya ingin meninggalkan Chelsea untuk Inter. Lukaku hanya ingin bermain untuk Nerazzurri setelah mencetak 14 gol dalam 37 penampilan pada musim lalu meski sempat diganggu cedera. Saat ini Inter sedang berusaha mendesak Chelsea untuk menyepakati peminjaman dengan klausul kewajiban pembelian seharga 30 juta euro (Rp 556,9 miliar) di akhir 2023/24.

DEBUT MESSI SEBAGAI BINTANG FILM TV

Kampiun Piala Dunia bersama Argentina, Lionel Messi, diundang untuk tampil sebagai cameo di acara TV populer Argentina, Los Protectores. Serial hit, yang ditayangkan di Star+, berfokus pada tiga agen sepakbola yang bersatu untuk menyelamatkan karir mereka dan menghindari kebangkrutan. Dan pada Minggu (25/6), La Pulga muncul di episode pertama musim kedua serial tersebut, di mana para agen mengunjungi Messi di Paris dan memberinya tawaran untuk mendukung para pemain muda.

HERE WE GO! KIM MIN JAE GABUNG BAYERN MUNCHEN

Menurut info pakar transfer Fabrizio Romano, bek asal Korea Selatan, Kim Min-jae telah menyepakati kontrak lima tahun secara verbal dengan klub raksasa Jerman, Bayern Munchen. Dengan kata lain, defender bertinggi badan 1,9 meter akan terikat di Die Roten sampai 2028. Adapun besaran gaji yang disepakati sekitar 10 juta euro per musim. Jumlah tersebut naik 4 kali lipat dari pendapatan Kim bersama Napoli (2,5 juta euro).

RESMI, TOTTENHAM HOTSPUR REKRUT JAMES MADDISON

Tidak sampai sehari sejak status James Maddison ‘here we go’, Tottenham Hotspur langsung meresmikan sang pemain pada Kamis (29/6) dini hari WIB. Tottenham cuma perlu merogoh kocek senilai 46,3 juta Euro, padahal harga pasarannya mencapai 60 juta Euro. Maddison mendapatkan kontrak hingga 2028. Leicester sendiri memang tidak berdaya untuk mempertahankan pemain bintangnya itu. Selain karena mereka terdegradasi, penjualan Maddison dibutuhkan untuk mendanai aktivitas transfer klub.

ASTON VILLA CAPAI KESEPAKATAN UNTUK DATANGKAN PAU TORRES

Diberitakan oleh Sky Sports, Aston Villa sangat serius membutuhkan jasa Pau Torres. Pakar transfer Italia, Nicolo Schira melaporkan bahwa kontrak kini telah disepakati antara agen Pau Torres dan Aston Villa. Pau Torres disebut telah menyetujui kontrak hingga 2028 mendatang dengan The Villans. Schira juga menyebutkan bahwa Unai Emery dan Monchi sangat ngebet inginkan tanda tangan sang bek. 

MOMEN KANTE DAN BENNACER JALANI HAJI BERSAMA

Dua pemain top Eropa, N’Golo Kante dan Ismael Bennacer, menjalankan ibadah haji bersama pada tahun ini. Beredar video di media sosial, Kante menunjukkan sikap mulia kepada Bennacer. Gelandang AC Milan itu tengah mengalami cedera lutut sehingga harus berdiri dengan bantuan tongkat penyangga alias kruk. Dalam video singkat, terlihat Bennacer mengenakan ihram (pakaian serba putih) duduk di atas kursi roda. Sementara itu, Kante berjalan di samping Bennacer. Dia membawakan tongkat milik Bennacer.

N’GOLO KANTE RESMI BELI KLUB BELGIA

N’Golo Kante resmi membeli klub Belgia, Royal Excelsior Virton, usai dirinya resmi bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Ittihad. Royal Excelsior Virton terletak di kota Virton yang berada di perbatasan Prancis dan Luksemburg. Peralihan kepemilikan mulai berlaku pada 1 Juli 2023.  Dalam keterangan resmi, tidak termuat berapa biaya pembelian yang dikeluarkan oleh Kante untuk mengakuisisi kepemilikan klub. Saat ini, klub Royal Excelsior Virton sedang dalam tahap untuk mengembalikan lisensi profesional dan akan bermain di Divisi 1 Nasional Belgia pada musim 2023/24.

BROZOVIC AKHIRNYA TERIMA TAWARAN AL NASSR

Alih-alih merapat ke Barcelona, Marcelo Brozovic akhirnya akan ke Al-Nassr. Gelandang Inter Milan itu dikabarkan telah menerima tawaran untuk bergabung dengan Al Nassr. Pakar transfer Fabrizio Romano mengungkapkan, Brozovic akhirnya menerima tawaran Al Nassr setelah tuntutan gajinya sebesar 25 juta euro (Rp 409,4 miliar) semusim dipenuhi. Disebutkan pula Inter akan menerima biaya transfer Brozovic sebesar 23 juta euro (Rp 376,6 miliar).

FIRMINO DAN MENDY GABUNG KLUB ARAB SAUDI

Dua pemain eks Premier League, Roberto Firmino dan Eduard Mendy, kini melanjutkan karir di Liga Arab Saudi. Firmino merapat ke Al-Ahli dengan kontrak selama tiga tahun. Menurut Fabrizio Romano, Al-Ahli tanpa sepeser pun mengeluarkan biaya untuk memboyong Firmino. Sementara, kiper Chelsea, Edouard Mendy, juga menuntaskan transfer ke klub Al Ahli, pada Kamis (29/6) dini hari WIB. Mendy mengikuti jejak langkah mantan rekan setimnya, Kalidou Koulibaly dan N’Golo Kante yang telah lebih dulu pindah ke Arab Saudi bulan ini.

DUA PEMAIN KROASIA DIDAKWA KARENA MEMBERIKAN KETERANGAN PALSU

Luka Modric dan Dejan Lovren diduga telah dijatuhi dakwaan oleh jaksa Kroasia pada Kamis (29/6) waktu setempat atas dugaan keterangan palsu dalam kasus korupsi sepak bola. Kasus yang menjerat Modric dan Lovren bermula pada 2017 ketika mereka dipanggil menjadi saksi pada persidangan mantan petinggi Dinamo Zagreb Zdravko Mamic. Mereka berdua kala itu dimintai kesaksian perihal detail transfer dari Dinamo Zagreb ke klub barunya masing-masing. Di Kroasia sendiri, hukuman maksimal untuk kesaksian palsu adalah lima tahun masa tahanan.

FEDERICO VALVERDE TERANCAM SANKSI BERMAIN DI LA LIGA

Kasus pemukulan Valverde kepada pemain Villarreal, Alex Baena beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Komite Kompetisi La Liga belum lama ini merekomendasikan hukuman untuk Valverde. Melansir Football Espana, hakim yang meninjau kasus ini merekomendasikan sanksi larangan bertanding untuk Valverde. Gelandang asal Uruguay itu terancam hukuman total lima pertandingan. Andai hukuman itu diketuk palu, maka Valverde tidak bisa memainkan lima laga awal Liga Spanyol 2023/24.

REAL MADRID INCAR GELANDANG MUDA FENERBAHCE ARDA GULER

Dikutip managingmadrid, Real Madrid menyatakan tertarik untuk mengontrak gelandang Fenerbahce, Arda Guler. Namun, jumlah komisi yang diminta di atas biaya transfer 17,5 juta euro atau Rp 286,7 miliar memperumit kesepakatan. Karena itu, Madrid tidak bisa menjanjikan jam bermain reguler kepada Guler. Ide asli Madrid adalah menempatkannya di Castilla, tim cadangan mereka yang baru saja gagal promosi ke divisi dua Spanyol, atau meminjamkannya.

CR7 SARANKAN AL-NASSR REKRUT PELATIH INI

Kursi pelatih kepala Al-Nassr belum terisi. Muncul kabar, Cristiano Ronaldo sarankan klubnya untuk datangkan pelatih asal Portugal bernama Luis Castro. Dilansir dari Dailypost, Luis Castro pernah melatih Porto, Rio Ave FC, Shakhtar Donetsk, dan terbaru klub Brasil Botafogo. Kontrak Castro di Botafogo akan habis pada akhir tahun 2023. Meski begitu, Botafogo siap memperpanjang kontrak pelatih berusia 61 tahun itu. Sebab, Castro diyakini masih betah di Brasil.

AC MILAN TERTARIK BOYONG ADAMA TRAORE

Akan menjadi agen bebas pada bursa transfer musim panas kali ini, Adama Traore mendapatkan tawaran lagi untuk memperkuat AC Milan. Menurut laporan dari Gianluca Di Marzio, Jorge Mendes yang merupakan agen Traore memang sudah dihubungi oleh Milan. Stefano Pioli selaku pelatih AC Milan sendiri telah memberi lampu hijau agar pemain 27 tahun itu ditarik ke San Siro. Milan harus bersaing dengan AS Roma untuk mendapatkan Traore. AS Roma ingin agar Traore bisa menjadi pengganti apabila Stephan El Shaarawy hengkang pada musim panas ini.

KALULU DIINCAR TIGA KLUB PREMIER LEAGUE

Laporan dari Prancis menunjukkan bahwa tiga klub Liga Premier, yang tak disebutkan namanya, telah muncul sebagai pendaftar untuk merekrut bek tengah Milan, Pierre Kalulu. Milan hanya akan mendengarkan tawaran jika ada klub yang mau membayar sekitar 30 juta euro.  Sebabnya, Milan tak berniat menjual sang pemain. Musim ini, pemain Prancis berusia 23 tahun itu tampil lebih dari 3400 menit dalam total 46 penampilan untuk Rossoneri.

PILIH PERPANJANG KONTRAK DI JUVENTUS, RABIOT: ITU PILIHAN HATI

Adrien Rabiot resmi perpanjang kontrak di Juventus selama semusim lagi. Tak sulit bagi dirinya untuk memutuskan bertahan di Juventus sampai tahun depan. Hati gelandang asal Prancis itu sudah lama terikat dengan Bianconeri, yang dianggapnya sebagai rumah sendiri. “Pilihan ini datang dari hati, saya sangat terikat dengan warna dan seragam ini. Juventus adalah rumah bagi saya,” ujar Rabiot, dikutip dari akun Instagram resmi klub.

LINGARD TAK PUNYA KLUB, BUKA KANS MAIN DI ARAB SAUDI

Mantan gelandang Manchester United, Jesse Lingard terbuka pada opsi menuju Arab Saudi. Kebetulan ia belum terikat kontrak dengan klub mana pun. Lingard baru saja menyelesaikan masa tugasnya di Nottingham Forest. Kontraknya tak diperpanjang. Kini ia berstatus agen bebas. Jika ada tawaran yang masuk, terlebih dahulu ia mempelajari proyek yang ditawarkan. Apabila sesuai visinya, maka peluang bekerja sama lebih besar. Ia masih merasa lapar akan sebuah kesuksesan.

MU DAN NEWCASTLE TERDEPAN UNTUK MENGONTRAK CHIESA DARI JUVENTUS

Manchester United, Newcastle, Liverpool, dan Aston Villa berada ‘di barisan depan’ untuk merekrut bintang Juventus, Federico Chiesa musim panas ini. Chiesa terikat kontrak di Turin hingga Juni 2025 dan agennya Fali Ramadani baru-baru ini membantah bahwa pemain Italia itu menuntut gaji baru 8 juta euro per tahun untuk bertahan di Juve. Namun, Bianconeri siap mendengarkan tawaran untuk Chiesa dan menurut Il Corriere dello Sport, mereka akan menjualnya seharga 60 juta euro.

CHELSEA TOLAK TAWARAN GALATASARAY UNTUK AUBAMEYANG

Chelsea dikabarkan menolak tawaran untuk pemain terpinggirkan di Stamford Bridge, Pierre-Emerick Aubameyang, dari raksasa Turki Galatasaray. Galatasaray ingin merekrut sang pemain dengan status bebas transfer. Alasan penolakan Chelsea cukup jelas. Chelsea ingin mencoba untuk mengembalikan setidaknya sebagian uang yang telah mereka keluarkan untuk sang penyerang tahun lalu.

ANAK ERICK THOHIR MUNDUR DARI PERSIS SOLO, INI ALASANNYA

Presiden komisaris PT Persis Solo Saestu (PSS), Mahendra Agakhan Thohir, yang juga anak ketum PSSI Erick Thohir memutuskan mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil karena menghindari konflik kepentingan, sebab ayahnya sekarang orang nomor satu di PSSI. Ia memilih untuk melepaskan posisi yang dipegangnya di Persis sejak 2021. Meski mundur dari PT PSS, Aga berjanji tetap memberikan dukungan. Ia mendoakan Laskar Sambernyawa bisa meraih prestasi terbaik di Liga 1 2023/24.

SERING DIKRITIK NETIZEN, SADIL RAMDANI NGAMUK

Saddil Ramdani mengaku gelisah penampilannya di Timnas Indonesia kerap dibanding-bandingkan dengan di klub Sabah FC. Penyerang berusia 24 tahun itu geram lantaran komentar netizen selalu menjatuhkan mentalnya. Saddil mengatakan sebenarnya dia tidak mau membahas hal itu karena tidak penting. Namun, dia mulai geram karena perbandingannya mulai memojokkan dirinya. Dilihat dari kalimat yang ditulis di instagramnya, Saddil tampaknya benar-benar marah kepada netizen yang kerap mengkritiknya.

Apa Bedanya Direktur Teknik dan Direktur Olahraga dalam Sepak bola?

0

Sepak bola bukan hanya tentang mereka yang berada di atas lapangan, melainkan juga siapa pun yang berada di balik layar. Orang mungkin mengenal peran pelatih atau manajer. Namun, di era sepak bola modern, di mana saban tim dituntut untuk bertransformasi, maka muncul pula peran-peran lainnya.

Salah satu akibat dari modernisasi sepak bola ini adalah munculnya peran direktur teknik dan direktur olahraga. Pasti tak sedikit yang bingung, kenapa kok ada direktur teknik dan direktur olahraga? Apa sebenarnya peran dari kedua jabatan ini dan apa perlunya di dunia sepak bola? Lantas, apa bedanya direktur olahraga dan direktur teknik?

Direktur Teknik

Mari kita mulai dengan direktur teknik. Meski namanya berbeda, sejatinya direktur teknik dan direktur olahraga memiliki kemiripan. Namun, tidak mutlak mirip. Direktur teknik secara sederhana adalah orang yang bertugas untuk membangun budaya kinerja tim atau klub.

Oleh karena itu, direktur teknik memiliki tugas yang lebih komprehensif daripada manajer atau pelatih. Bahkan direktur teknik inilah yang bisa menentukan arah atau filosofi permainan tim ke depannya. Nah, ada sedikit kekeliruan yang kerap disalahpahami soal direktur teknik.

Banyak yang mengira bahwa direktur teknik itu tugasnya cuma dalam perekrutan pemain. Benar bahwa direktur teknik bertanggung jawab dalam hal perekrutan pemain. Namun, bukan itu saja tugas dan wewenang direktur teknik. Semua tugas yang berkaitan dengan sepak bola adalah tugas yang diemban direktur teknik.

Mulai dari akademi, kontrak pemain dan perekrutan pemain, staf pelatih, sampai tempat latihan. Jadi, intinya, direktur teknik ini mengevaluasi, menjalankan, dan mengawasi secara keseluruhan apa-apa yang erat kaitannya dengan sepak bola.

Sejarah Direktur Teknik

Nah, direktur teknik sebenarnya sudah muncul sejak kurang lebih tiga dekade yang lalu. Lama juga ya? Peran direktur teknik pertama kali muncul di Eropa. Dilansir The Football Faithful, direktur teknik adalah mereka yang umumnya terlibat di sebagian besar suatu organisasi sepak bola. Dalam era-era awal muncul, direktur teknik ini sukses di level internasional.

Salah satunya yang terjadi pada Asosiasi Sepak bola Swiss. Tahun 1995, Asosiasi Sepak bola Swiss menunjuk Hansruedi Hasler sebagai direktur teknik. Sepak bola Swiss pada akhirnya bisa merestrukturisasi organisasi dengan keberadaan direktur teknik. Yang pada akhirnya bisa melahirkan pemain-pemain yang kini jadi bintang, seperti Granit Xhaka, Haris Seferovic, sampai Ricardo Rodriguez.

Peran direktur teknik berkembang, terutama di ranah internasional. Kesuksesan Timnas Belgia juga berkat mantan direktur teknik mereka, Michel Sablon. Ia yang berhasil di Belanda dan klub seperti Ajax dan Barcelona merevitalisasi Timnas Belgia menjadi salah satu kekuatan Eropa.

Menjadi Direktur Teknik

Lalu, bagaimana sih, kalau mau menjadi direktur teknik? Apa kemampuan yang mesti dipunyai untuk menjabat posisi tersebut? Pertama, tentu saja harus memiliki soft skill berupa kepemimpinan. Seorang direktur teknik harus bisa mengadopsi teori kepemimpinan demi menegakkan nilai-nilai budaya yang ada pada klub, pemain, staf, dan bahkan suporter.

Seorang pemimpin juga semestinya didukung dengan kecerdasan emosional. Mampu mengendalikan emosi adalah syarat mutlak menjadi pemimpin. Pemimpin harus bisa mengedepankan kepentingan tim daripada emosi semata. Kedua, seorang direktur teknik wajib punya kecakapan dalam berkomunikasi. Mengapa?

Sebab seorang direktur teknik akan sering bertemu dengan orang lain atau pihak di luar tim atau klub tempatnya bekerja. Keahlian komunikasi ini sangat penting, terutama dalam penjajakan transfer pemain, berhubungan dengan para sponsor, dan yang tak kalah penting, berhadapan pada awak media.

Seorang direktur teknik harus bisa menguasai pers. Maksudnya, ketika menghadapi konferensi pers, seorang direktur teknik bisa mengeluarkan pernyataan yang tidak merugikan dirinya, klub, bahkan suporter. Karena direktur teknik mencerminkan kondisi tim. Ketiga, direktur teknik juga harus bisa menyelesaikan masalah. Misalnya, saat pemain ada yang cedera di tengah musim.

Apa kebijakan yang perlu diambil? Bisa jadi merencanakan transfer atau memakai pemain cadangan atau memanggil pemain dari akademi. Hal itu biasanya juga dikomunikasikan dengan manajer atau pelatih, karena ia yang tahu di lapangan. Terakhir, seorang direktur teknik harus berpikir ke depan. Sebab rencana tim ke depannya memang bergantung pada direktur teknik.

Direktur Teknik Harus Punya Pengalaman

Selain soft skill-soft skill tadi, direktur teknik juga semestinya memiliki beragam pengalaman. Seorang direktur teknik bisa saja orang yang sudah berpengalaman di klub sepak bola. Bisa mantan pemain maupun mantan pelatih. Direktur teknik bisa saja orang yang berpengalaman di pemerintahan, lembaga, atau instansi terkait.

Misalnya, mereka yang pernah bekerja di asosiasi sepak bola sangat potensial menjadi direktur teknik, karena sudah terbiasa melobi regulator. Nah, orang yang berpengalaman di dunia media sepak bola juga bisa menjadi direktur teknik, karena ia punya pengalaman dalam meliput atau mengulas sepak bola, menghubungi narasumber, dan dekat dengan pemain atau pelatih.

Direktur Olahraga

Jika apa yang sudah disebutkan tadi adalah direktur teknik, lalu bagaimana dengan direktur olahraga? Hampir sama, tapi cakupannya lebih luas. Untuk memahami apa itu direktur olahraga atau dalam sepak bola bisa juga disebut direktur sepak bola, kita bisa menelan pengertian yang diutarakan Direktur Olahraga Blackburn Rovers, Gregg Broughton.

Menurutnya, khususnya mengambil contoh di Blackburn, direktur olahraga bertugas untuk mengawasi sisi olahraga klub. Namun, tidak hanya apa yang berkelindan tentang sepak bola. Direktur olahraga dalam sepak bola bertanggung jawab mengawasi enam departemen dalam klub sepak bola. Mulai dari tim utama, akademi, bagian analisis, performa, rekrutmen pemain, dan tim medis.

Berdasarkan pengertian Gregg Broughton itu, sebuah tim sebenarnya kalau sudah ada direktur olahraga tidak perlu ada direktur teknik lagi. Itu hanya akan memperbesar pengeluaran saja. Maka dari itu, ketika Manchester United menunjuk Darren Fletcher sebagai direktur teknik menimbulkan polemik.

Namun, Fletcher menegaskan bahwa peran direktur teknik adalah untuk memutuskan secara holistik jalur permainan tim, termasuk akademi. Ia membantu direktur olahraga John Murtough. Kendati begitu, tidak banyak klub-klub Eropa yang punya direktur teknik sekaligus direktur olahraga.

Manchester City, Liverpool, dan Real Madrid misalnya. Tiga tim ini hanya memiliki direktur olahraga. City dengan Txiki Begiristain, Liverpool yang tunjuk Jorg Schmadtke sebagai direktur olahraga, dan Real Madrid yang mempekerjakan Santiago Solari sebagai direktur sepak bola.

Apa Bisa Disebut Sama?

Berbeda dengan direktur teknik, untuk menjadi direktur olahraga atau direktur sepak bola tidak wajib memiliki pengalaman di lapangan. Dengan kata lain, menjadi direktur olahraga dalam sepak bola bisa seseorang yang belajar disiplin ilmu apa pun. Namun, diutamakan menguasai ilmu manajemen.

Lalu, apakah bisa disebut sama antara direktur olahraga dengan direktur teknik? Dalam satu hal bisa disebut sama, tapi di lain hal berbeda. Direktur olahraga umumnya dipakai di level klub. Ini karena urusan klub tidak hanya yang berkaitan dengan sepak bola, melainkan bisnisnya.

Maka direktur sepak bola juga mengawasi urusan bisnis, seperti sponsor dan berbagai bentuk kerja sama lainnya. Sementara itu direktur teknik jarang dipakai klub-klub sepak bola. Direktur teknik yang wilayahnya adalah urusan sepak bola dalam hal teknis di lapangan ini sering ada di tim nasional.

Maka dari itu, setiap tim nasional pasti punya direktur teknik. Tim nasional tidak memerlukan direktur olahraga karena tidak menjalankan bisnis olahraga seperti klub sepak bola. Misal, Indra Sjafri dan Danurwindo pernah menjabat direktur teknik Timnas Indonesia.

Namun, tidak menutup kemungkinan tim nasional memakai direktur olahraga, terutama di timnas yang kuat sepak bolanya seperti di Eropa. Timnas Jerman, Spanyol, Belanda, sampai Austria menggunakan direktur olahraga. Sementara, kebanyakan tim nasional di Asia memakai direktur teknik.

Sedangkan di Amerika Latin, seperti Brazil dan Argentina, justru tidak memakai direktur teknik maupun olahraga. Mereka punya namanya sendiri, yaitu Koordinator Tim. Argentina dengan Nicolas Russo dan Brazil dengan Ricardo Gomes.

Sumber: Bundesliga, TheFootballFaithful, Ghanafa, SQAF, AOSD, Indeed

Serie A Italia Adalah Supermarket Bagi Premier League?

0

Silvio Berlusconi adalah salah satu pemilik sekaligus presiden tersukses dalam sejarah sepak bola. Selama periode 1986 hingga 2017 sebagai pemilik dan presiden AC Milan, Berlusconi berhasil memenangkan 29 trofi. Sementara bersama AC Monza, ia berhasil mengantar klub tersebut memenangi Serie C dan meraih promosi ke Serie A untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Di luar sepak bola, Berlusconi merupakan seorang pebisnis sukses. Ia adalah pemilik perusahaan media raksasa, Mediaset. Seperti yang banyak orang ketahui, Silvio Berlusconi juga seorang politikus dan merupakan mantan perdana menteri Italia.

Sepertinya, karena latar belakangnya yang kompleks itulah Silvio Berlusconi jadi memiliki visi atau pandangan terhadap masa depan yang jitu. Tahukah kamu, pada 2007 silam, Berlusconi sudah pernah meramalkan masa depan sepak bola Italia.

Berlusconi bahkan sudah memprediksi kalau Arab Saudi bakal ikut berinvestasi dalam sepak bola. Kini, setelah dirinya tiada, siapa yang menyangka kalau ramalan yang dianggap gila oleh orang-orang Italia itu kini terbukti benar.

“Saya melihat Serie A semakin lama semakin buruk. Kami adalah pemimpin saat ini, namun dalam 15 tahun ke depan, kami akan menjadi sebuah supermarket. EPL akan menjadi liga nomor satu dengan semua orang di belakang mereka. Kami tidak memiliki dana. Kemudian orang-orang Arab akan masuk ke sepak bola dan kami tidak memiliki daya tarik lagi,” kata Silvio Berlusconi dikutip dari IFTV.

“Apa yang kami tawarkan? Apa daya tarik kami? Jika pemerintah tidak campur tangan, kami akan menjadi roda ketiga. Ketika saya berbicara tentang hal-hal ini, orang-orang berpikir saya gila. Saya melihat masa depan calcio Italia sangat suram.”

Serie A adalah Supermarket Bagi Klub-Klub Premier League

Jika mundur ke 16 tahun silam, pernyataan tersebut memang terdengar gila. Namun, seperti kata Silvio Berlusconi, Premier League kini jadi liga nomor 1 di dunia dan Serie A menjadi supermarket bagi Premier League.

Pernyataan tersebut baru-baru ini juga dilontarkan oleh seorang jurnalis dari Eurosport Italia, Simone Eterno. Menurutnya, “Serie A adalah supermarket bagi klub-klub Premier League.”

Lebih lanjut lagi, Eterno juga mengatakan kalau Serie A sudah bukan tujuan akhir lagi. “Bahkan jika Anda bermain untuk AC Milan, Inter Milan atau Juventus, Seria A bukanlah ‘tujuan’ lagi karena Liga Super sudah ada, dan itu disebut Premier League.”

Pernyataan tersebut dilontarkan Eurosport untuk menanggapi kepindahan dua pemain Serie A ke Premier League yang baru-baru ini resmi diumumkan. Dua pemain yang dimaksud tersebut adalah Sandro Tonali dan Guglielmo Vicario.

Sandro Tonali diboyong Newcastle United dari AC Milan dengan kesepatan lebih dari €70 juta. Sementara Guglielmo Vicario baru saja resmi diperkenalkan sebagai kiper baru Tottenham Hotspur usai dibeli dari Empoli dengan harga €19 juta.

Kepindahan Tonali dan Vicario menambah panjang daftar pemain Serie A yang pindah ke Premier League. Di bursa transfer 2023 ini, Dejan Kulusevski dan Hamed Traore yang musim lalu berstatus pinjaman di Tottenham dan Bournemouth, kini telah resmi dipermanenkan dari Juventus dan Sassuolo. Bournemouth juga baru saja membeli Justin Kluivert dari AS Roma.

Sebelumnya, di bursa transfer musim panas 2022, ada Ivan Perisic, Destiny Udogie, dan Cristian Romero yang pindah ke Tottenham Hotspur. Dari Chelsea, ada Kalidou Koulibaly yang dibeli dari Napoli, Denis Zakaria yang dipinjam dari Juventus, dan pemain muda Cesare Casadei yang dibeli dari Inter Milan. Ada pula Aaron Hickey dan Mikkel Damsgaard yang dibeli Brentford dari Bologna dan Sampdoria, serta Remo Freuler yang diboyong Nottingham Forest dari Atalanta.

Mundur ke beberapa musim sebelumnya, Paul Pogba pernah dibeli Manchester United dari Juventus dengan harga €105 juta dan Romelu Lukaku pernah dibeli Chelsea dari Inter Milan dengan banderol €113 juta. Alisson, Mo Salah, dan Jorginho yang kini jadi bintang di Premier League juga dulunya dibeli dari AS Roma dan Napoli.

Memang tak hanya klub Premier League saja yang berbelanja di Serie A. Namun, tak bisa dipungkiri kalau dalam beberapa musim terakhir, para pemain bintang Serie A dengan begitu mudahnya dibajak klub-klub Premier League. Tak hanya oleh klub papan atas saja, bahkan klub papan bawah sekalipun sanggup membeli mahal bintang-bintang Serie A.

Sebagai contohnya, ada Hamed Traore. Musim lalu, bintang Sassuolo itu jadi bidikan AC Milan. Namun, tawaran Milan yang baru saja memenangi scudetto mentah di tangan klub semacam Bournemouth yang berkutat di zona degradasi.

Kondisi ini tentu sangat kontras jika dibandingkan dengan kondisi kedua liga di 2 dekade silam. Kala itu, Serie A adalah pembeli. Maklum, mereka masih jadi liga terbaik dunia dan destinasi akhir bagi para pemain bintang.

Sementara itu, Premier League juga sebenarnya pembeli. Namun, dengan pamor mereka yang kala itu tak seberapa, klub-klub Premier League hanya membeli pemain yang gagal bersinar di Serie A.

Seperti beberapa legenda Premier League berikut ini. Sebelum melegenda di Arsenal, Thierry Henry dulunya seorang bomber yang gagal di Juventus. Pun begitu dengan Patrick Vieira yang dibeli Arsenal setelah gagal bersinar di AC Milan.

Kisah serupa juga dialami Dennis Bergkamp. Setelah dua musim yang kurang berkesan dan banyak masalah di Inter Milan, ia dilego ke Arsenal di musim panas 1995 dan kemudian melegenda bersama The Gunners. Sementara itu, Gianfranco Zola, Gianluca Vialli, dan Ruud Gullit dulu hijrah ke Chelsea ketika usianya sudah berkepala tiga.

Serie A Jadi Tempat Menampung Pemain yang Gagal di Premier League

Kini, kondisi telah berubah. Serie A Italia sudah bukan lagi menjadi destinasi akhir bagi para pemain terbaik dunia. Dalam beberapa musim terakhir, kita telah mendengar Liga Italia sebagai “liga aki-aki” karena menjadi tempat bagi pemain yang ingin menghabiskan sisa kariernya di Eropa sebelum pensiun.

Selain “liga aki-aki”, Serie A kini juga telah bertranformasi menjadi tempat penampungan bagi para pemain yang gagal bersinar di Premier League. Ya, kondisi memang sudah berbalik. Jika dulu Premier League yang mengincar pemain gagal di Serie A, kini Serie A-lah yang membidik pemain-pemain yang gagal di Premier League, tentunya dengan harga murah atau diskon.

Fikayo Tomori dan Tammy Abraham adalah dua contoh terbaiknya. Gagal di Chelsea, dua pemain Inggris tersebut malah jadi bintang di AS Roma dan AC Milan. Sementara Chris Smalling yang sudah dianggap habis di MU malah jadi jenderal lini belakang Giallorossi. Alexis Sanchez dan Ashley Young juga dulu sempat jadi bintang di Inter Milan saat usianya sudah tak lagi muda.

Dalam beberapa musim terakhir, klub-klub Serie A juga jadi tempat menampung pemain-pemain Premier League yang kurang mendapat menit bermain di klubnya. Tiémoué Bakayoko, Tanguay Ndombele, dan Ethan Ampadu adalah beberapa contohnya. Terbaru, ada Ruben Loftus-Cheek yang baru saja pindah dari Chelsea ke AC Milan.

Kondisi tersebut tentu memprihatinkan. Tak bisa dipungkiri kalau kondisi tersebut terjadi akibat lemahnya keuangan klub-klub Serie A. Dijualnya Sandro Tonali ke Newcastle United adalah bukti sahih betapa tidak berdayanya kondisi finansial klub-klub Serie A.

Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini bahkan menyayangkan kepindahan Sandro Tonali dari AC Milan. Menurutnya, sepak bola Italia dalam masalah jika semudah itu menjual bintang mudanya ke luar Italia.

“Di satu sisi ada beberapa penyesalan, jika seorang pemain sebagus dan semuda Tonali meninggalkan Italia, itu berarti ada beberapa masalah,” kata Roberto Mancini dikutip dari Football Italia.

Pernyataan lebih keras dilontarkan harian Forbes. Menurut mereka, “Kepergian Sandro Tonali Telah Merusak Liga.” Komentator kawakan Serie A, Fabio Caressa bahkan berujar kalau kini Serie A sebanding dengan Ligue 1, yakni “liga petani” yang menjadi tempat bagi klub Premier League menemukan dan menghasilkan pemain bintang.

Ramalan Silvio Berlusconi Terbukti Benar

Sekali lagi, situasi tersebut tercipta akibat dari betapa tidak berdayanya kondisi finansial klub-klub Serie A. Selama beberapa musim, klub Italia selalu bergantung dari pendapat hak siar TV yang untungnya tak seberapa. Italia masih gagal menjual mahal hak siar TV mereka.

Di sisi lain, Liga Italia dan klub-klub di dalamnya gagal melakukan modernisasi, baik dari segi produk, mentalitas, dan organisasi liga secara keseluruhan. Masih banyak orang-orang kolot di Serie A yang terjebak romantisasi masa lalu. Tidak adanya pembangunan stadion baru dan sulitnya klub Serie A membangun stadion sendiri juga menjadi bukti kalau sepak bola Italia memang jalan di tempat.

Siapa yang bakal menyangka kalau ramalan Silvio Berlusconi pada 2007 silam kini makin terbukti. Dengan sepak bola Italia yang hanya diam dan jalan di tempat, Serie A Italia kini telah menjadi supermarket bagi Premier League, liga yang dulunya merupakan konsumen Serie A. Seperti kata Silvio Berlusconi, masa depan Calcio Italia memang terlihat suram.


Referensi: IFTV, The Football Faithful, Football-Italia, Forbes, Eurosport.

Lepas dari Investor Toxic, Hertha Berlin Sambut Era Baru

0

Pemandangan memilukan tersaji di Olympiastadion, Minggu 20 Mei 2023. Ketika rekan setimnya sudah kembali ke ruang ganti, salah satu penggawa Hertha Berlin, Kevin-Prince Boateng masih tengah berada di tengah lapangan. Sambil meneteskan air mata, ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk merenung.

Boateng yang di hari itu mengenakan ban kapten Hertha Berlin baru saja gagal menyelamatkan nyawa klub masa kecilnya di Bundesliga. Setelah ditahan imbang 1-1 oleh VfL Bochum di hari itu, Die Alte Dame finish sebagai juru kunci dan resmi dinyatakan terdegradasi dari Bundesliga Jerman.

“Saya belum bisa menerimanya. Ini sangat pahit, saya mencintai klub ini. Saya datang ke sini dan saya tahu bahwa tidak semuanya akan baik-baik saja. Para penggemar marah, kecewa dan sedih, itu sangat normal. Saya bisa memahami mereka, saya sendiri adalah penggemar Hertha.” kata Kevin-Prince Boateng, dikutip dari Sports Brief.

Hertha Berlin Terdegradasi, Union Berlin Lolos Liga Champions

Tangis Boateng adalah gambaran betapa sedih dan kecewanya pendukung Hertha Berlin. Bagaimana tidak sedih, di saat yang bersamaan, rival sekota mereka, Union Berlin tengah berpesta dan bersuka cita.

Dulu, orang-orang hanya mengenal Hertha sebagai perwakilan kota Berlin. Nama Union Berlin terdengar asing, maklum mereka baru promosi ke Bundesliga di musim 2019/2020. Namun, sejak promosi bersejarah tersebut, Union berhasil menggeser pamor Hertha.

Sang saudara muda itu kini menjadi penguasa “Berliner Derby”. Dalam 5 pertemuan terakhirnya di Berlin Derby, Union Berlin selalu menang atas Hertha Berlin. Hanya dalam waktu sekejap, kesuksesan Hertha Berlin dalam beberapa tahun terakhir juga telah sukses dilampaui Union Berlin.

Dalam 3 musim terakhir, Union Berlin sukses menembus 3 kompetisi Eropa, mulai dari Liga Konferensi Eropa, Liga Europa, dan Liga Champions Eropa. Ironisnya, di saat yang sama, sang saudara tua Hertha Berlin tengah jadi tim pesakitan yang hanya berusaha menghindari degradasi.

Puncaknya ya di musim 2022/2023. Di saat pendukung “Die Eisernen” berpesta merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka lolos ke Liga Champions, pendukung “Die Alte Dame” tengah terpuruk setelah tim kesayangan mereka terdegradasi dari Bundesliga.

Investasi Gagal Lars Windhorst di Hertha Berlin

Ini adalah kali pertama Hertha Berlin terdegradasi ke 2.Bundesliga sejak musim 2009/2010. Lebih menyakitkan lagi, degradasi tersebut terjadi setelah klub menerima investasi sebesar €374 juta.

Empat tahun lalu, angin segar berhembus ke markas Hertha Berlin tatkala saham mereka dibeli pebisnis asal Jerman, Lars Windhorst. Kedatangan Windhorst sontak membuat Hertha Berlin mendadak kaya dan jadi salah satu tim terkaya di Jerman.

Harapan juga muncul tatkala Windhorst punya mimpi besar untuk menjadikan Hertha Berlin sebagai “Big City Club” yang mampu bersaing di Liga Champions. Pendukung Si Nyonya Tua percaya-percaya saja. Sebab, sejak 2019 Lars Windhorst telah menginvestasikan dana tak kurang dari €374 juta.

Sejak kedatangan Windhorst, pengeluaran Hertha di lantai bursa transfer pemain juga meningkat tajam. Dana lebih dari €177 juta sudah mereka belanjakan untuk membeli banyak pemain anyar dalam 4 musim terakhir.

Sayangnya, dana besar yang telah disuntikkan Lars Windhorst nyatanya berakhir menjadi investasi bodong. Alih-alih menjadi “Big City Club”, Hertha justru makin sering bolak-balik zona degradasi. Hingga akhirnya, mereka benar-benar turun kasta ke 2.Bundesliga di akhir musim 2022/2023.

Masalah tak sampai di situ saja. Setelah turun kasta ke divisi 2, Hertha Berlin bisa menerima nasib yang lebih sial. Gara-gara Lars Windhorst, salah satu klub legendaris Jerman itu terancam turun kasta ke divisi 4 Liga Jerman.

Gara-Gara Lars Windhorst, Hertha Berlin Terancam Turun ke Divisi 4

Windhorst ternyata seorang investor toxic. Semenjak kedatangannya, laporan keuangan Hertha menunjukkan bahwa klub terus memiliki utang dan tak punya cukup uang untuk melunasinya.

Mismanajemen yang terjadi di dalam internal klub juga membuat pendapatan Hertha Berlin tidak cukup untuk menutupi pengeluaran. Bayangkan saja, lebih dari tiga perempat pendapatan klub habis hanya untuk membayar gaji saja. Tak hanya gaji pemain yang tinggi, tetapi juga gaji karyawan dan manajemen.

Semua bencana tersebut adalah konsekuensi dari transfer mahal di masa lalu dan persyaratan kontrak pemain yang membebani keuangan klub. Jumlah tenaga kerja yang bertambah di bawah mantan direktur olahraga Fredi Bobic juga ikut berpengaruh.

Hertha sudah berjuang untuk menurunkan beban gaji. Penjualan pemain untuk mengurangi beban biaya juga sudah mereka tempuh. Namun, kondisi keuangan klub tak kunjung membaik. Tak bisa dipungkiri kalau Hertha Berlin tengah menuju ke arah bencana keuangan.

Melansir dari Football Finance, laporan konsolidasi yang terbit akhir tahun lalu menunjukkan kalau Hertha memiliki kewajiban utang sebesar €90,8 juta. Dari jumlah tersebut, lebih dari €88 juta akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan. Hertha juga diperkiran akan merugi hingga €64 juta di akhir musim 2022/2023.

Selain itu, mengutip dari Forbes, Die Alte Dame tak memiliki dana untuk membayar obligasi sebesar €40 juta yang akan jatuh tempo pada bulan November mendatang. Masalah inilah yang membuat mereka terancam tidak mendapat lisensi Bundesliga musim depan. Tanpa lisensi dari Liga Sepakbola Jerman (DFL), Hertha harus turun kasta ke divisi 4.

Di situasi tersebut, Lars Windhorst bisa dibilang sudah tak sanggup membiayai klub. Ia bahkan ingin investasinya kembali. Akhirnya, jalan satu-satunya adalah menjual saham kepemilikannya. Singkat cerita, pada bulan Maret kemarin, Hertha Berlin mengumumkan 777 Partners sebagai mitra strategis baru mereka usai membeli 64,7% saham Tennor Holding milik Lars Windhorst.

Kabarnya, Hertha bakal menerima suntikan dana segar sebesar €100 juta yang akan diterima dalam 2 tahun. Kesepakatan tersebut sekaligus membuat Hertha Berlin lepas dari sang investor toxic, Lars Windhorst.

Kesepakatan tersebut untuk sementara membuat Hertha selamat. 777 Partners tak hanya mengambil alih klub, tetapi juga utang mereka. Sayangnya, kesepakatan Hertha Berlin dengan 777 Partners mendapat pengawasan dari DFL.

Liga Sepakbola Jerman khawatir dengan kedatangan investor asal Amerika Serikat tersebut. DFL khawatir kedatangan 777 Partners ke Hertha Berlin bakal melanggar aturan 50+1.

Untuk mematuhi aturan 50+1, klub, setidaknya di atas kertas, tetap memegang kendali dengan memegang 51% saham voting. DFL khawatir bahwa nantinya 777 Partners bakal memiliki pengaruh yang signifikan atas pengambilan keputusan klub yang dapat melanggar aturan 50+1.

Era Baru Hertha Berlin Bersama 777 Partners

Namun pada akhirnya, 777 Partners berhasil meyakinkan DFL. Hertha juga berhasil mengajukan permohonan untuk menunda pembayaran obligasi sebesar €40 juta yang harusnya jatuh tempo pada November 2023, kini bisa mereka lunasi selama 2 tahun hingga 2025.

Keberhasilan tersebut membuat DFB batal mencabut lisensi Herth Berlin. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya era baru Hertha Berlin bersama investor anyar mereka, 777 Partners.

Investor asal Amerika tersebut bukanlah pemain baru dalam industri sepak bola. Sebelumnya, 777 Partners telah memiliki portofolio sebagai multi-club ownership. Sebelum mengambil alih saham Hertha Berlin, 777 Partners lebih dulu menanam sahamnya di Genoa, Standard Liège, Red Star FC, Vasco da Gama, dan Melbourne Victory FC. Mereka juga menjadi pemegang saham minoritas di Sevilla.

Dari rekam jejaknya sebagai multi-club ownership, kita bakal tahu seperti apa masa depan Hertha Berlin. Setahun setelah dimiliki 777 Partners, Genoa terdegradasi ke Serie B dan baru musim ini meraih promosi kembali.

Standard Liège yang diambil alih 777 Partners pada Maret tahun lalu hanya finish di peringkat 7 Liga Pro Belgia. Red Star, klub divisi 3 Liga Prancis juga gagal promosi ke Ligue 2 di musim pertama kepemilikan 777 Partners.

Kondisi lebih parah dialami Melbourne Victory. Sejak 70% saham mereka diakusisi oleh 777 Partners, Melbourne Victory menjalani musim terburuk mereka di A-League. Di musim 2022/2023, Victory finish di urutan 11 alias duduk di urutan terbawah kedua.

Hanya Vasco da Gama yang meraih hasil lumayan. Di musim pertama kepemilikan 777 Partners, mereka berhasil kembali ke Serie A Brasil setelah absen 2 tahun.

Hasil-hasil yang diraih klub milik 777 Partners ini seharusnya membuat pendukung Hertha Berlin sadar bahwa klub mereka masih harus menjalani jalan yang panjang untuk kembali meraih kesuksesan. Dan memang, Hertha juga telah sadar akan hal tersebut.

Meski telah memiliki investor baru, tetapi klub masih harus menyelesaikan masalah yang ditinggalkan investor lama. Pemain-pemain seperti Dodi Lukebakio, Lucas Tousart, Suat Serdar, Wilfried Kanga, dan pemain mahal lainnya kemungkinan besar akan dijual. Sementara pemain seperti Marvin Plattenhardt dan Stevan Jovetic tak diperpanjang kontraknya. Semua ini dilakukan demi menyeimbangkan neraca keuangan.

Dengan kata lain, Hertha Berlin mesti me-restart ulang kekuatan mereka di 2.Bundesliga. Sebuah awal era baru yang tidak menyenangkan. Dengan kekuatan Hertha yang sekarang dan kondisi finansial mereka yang belum sehat, rasanya tidak masalah jika mereka tidak langsung promosi ke Bundesliga. Rasanya, tidak menjadi “Hamburg kedua” di 2.Bundesliga saja sudah merupakan harapan yang realistis.

Semoga saja, investor baru Hertha Berlin tak seperti Lars Windhorst yang toxic dan bisa mengembalikan kejayaan “Die Alte Dame” yang lama tertidur.


Referensi: Sports Brief, Football Finance, DW, Forbes, The Score.

Berita Bola Terbaru 28 Juni 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HARRY KANE DEAL DENGAN BAYERN MUNCHEN

Bayern Munchen dikabarkan telah mencapai kesepakatan pribadi dengan penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane. Demi mempercepat transfer, Die Roten langsung mengajukan tawaran resmi kepada Spurs. Menurut laporan dari pakar transfer asal Italia, Fabrizio Romano, nominal yang diajukan Bayern untuk Kane sebesar 70 juta euro (sekitar Rp1,1 triliun). Tawaran tersebut masih bisa bertambah dengan berbagai syarat. Namun, menurut laporan dari sumber serupa, proposal dari Muenchen ditolak mentah-mentah oleh Spurs.

WEST HAM TOLAK TAWARAN RP 1,7 T DARI CITY UNTUK RICE

Manchester City gagal dalam usaha pertama mereka mendatangkan gelandang berbakat sekaligus kapten West Ham Declan Rice. Menurut The Guardian, The Citizens maju dengan proposal tawaran senilai 90 juta pound untuk Rice, tapi nominal itu ditolak mentah-mentah manajemen The Hammers. West Ham teguh dengan pendirian mereka hanya akan melepas aset berharganya itu di angka ‘dahsyat’ 100 juta pounds, dengan tawaran pertama City yang ditolak diketahui mencapai 80 juta pounds di muka dan 10 juta pound dalam bentuk bonus.

ARSENAL AJUKAN TAWARAN KETIGA UNTUK RICE, SIAP PECAHKAN REKOR GREALISH

Arsenal telah mengajukan tawaran ketiga kepada West Ham United untuk mendapatkan Declan Rice. Dilaporkan T alk Sport, Arsenal mengajukan angka 105 juta pound termasuk bonus. Angka ini meningkat dari tawaran sebelumnya yang hanya 90 juta Euro. Jika seluruh biaya transfer itu terwujud, Rice akan menjadi pemain termahal Inggris yang pernah ada, melewati rekor Jack Grealish ketika diboyong Man City dari Aston Villa seharga 100 juta Pound pada musim panas 2021.

MU RILIS JERSEY BARU

Klub Premier League, Manchester United resmi memperkenalkan jersey kandang mereka untuk musim 2023/24. Untuk jersey musim ini, Adidas menambahkan sejumlah aksen hitam mulai dari kerah, punggung dan pinggir perut. Salah satu elemen yang paling menonjol di jersey baru MU ini adalah menggunakan corak geometrik berbentuk mawar. Mawar sendiri dipilih karena salah satu ikon kota Manchester sejak era revolusi industri. Selain itu, pola geometrik yang digunakan di Jersey ini juga terinspirasi dari bentuk jembatan di sungai Irwell.

RESMI KOVACIC GABUNG MANCHESTER CITY

Manchester City resmi memperkenalkan rekrutan anyarnya Mateo Kovacic dari Chelsea di bursa transfer musim panas 2023 ini. Bersama Man City, Kovacic menandatangani kontrak berdurasi empat tahun. Pakar transfer asal Italia, Fabrizio Romano, mengungkapkan bahwa Kovacic dipinang Man City dari Chelsea dengan mahar senilai 25 juta pounds (sekitar Rp477 miliar). Harga tersebut terbilang cukup murah untuk pemain yang dianggap sebagai suksesor Ilkay Gundogan.

JUVENTUS RAMPUNGKAN TRANSFER TIMOTHY WEAH DARI LILLE

Juventus rampungkan transfer Timothy Weah dari Lille. Menurut klaim dari jurnalis Fabrizio Romano, kesepakatan tercapai di angka 12 juta euro (Rp196 miliar). Sang pemain akan menjalani tes medis yang diperkirakan akan digelar pada Kamis 29 Juni 2023 mendatang. Timothy Weah adalah anak dari legenda AC Milan, George Weah. Dia memutuskan untuk tidak membela negara asal Ayahnya, Liberia, dengan lebih memilih membela Timnas Amerika Serikat.

TOTTENHAM RESMI MILIKI GUGLIELMO VICARIO

Tottenham Hotspur resmi mengumumkan bahwa mereka merekrut kiper Guglielmo Vicario dari klub Empoli. Pemain berkebangsaan Italia tersebut menandatangani kontrak hingga 2028 dan akan mengenakan nomor punggung 13.  Pemain berusia 26 tahun itu menjadi pemain kedua yang dibeli manajer Tottenham Ange Postecoglou, pada musim panas ini setelah Dejan Kulusevski.

PROYEKSI PENDAPATAN MU TAHUN INI CAPAI RP 12,2 T

Di tengah ketidakpastian soal proses penjualan klub, Manchester United tetaplah salah satu klub terbesar di dunia. Tahun ini pun mereka bisa memecahkan rekor pendapatan tahunan terbesar. Mengutip Sky Sports, Selasa (27/6) kemarin MU merilis revenue guidance untuk tahun keuangan 2023. Proyeksi pendapatan mereka naik dari 630 juta pounds ke 640 juta pounds, atau sekitar 12,2 triliun rupiah. Angka tersebut sangat besar bahkan untuk klub selevel MU. Sumber pendapatan mereka bertambah dari sponsorship dan penjualan tiket.

MARCUS THURAM SUDAH TEKEN KONTRAK DI INTER MILAN

Marcus Thuram telah menyelesaikan segala proses untuk bergabung dengan Inter Milan. Ia sudah meneken kontrak dan kini suporter tinggal menunggu pengumuman resmi dari klub terkait kedatangan penyerang berpaspor Prancis ini. Thuram, dilansir Football Italia, telah lulus tes medis pada Selasa (27/6/2023), dan akan menjadi pemain Inter selama lima musim ke depan. Ia akan menerima gaji bersih sekitar 6 juta Euro per musim.

PIRLO RESMI JADI PELATIH SAMPDORIA

Klub Serie B Italia, Sampdoria resmi mengumumkan bahwa mereka menunjuk Andrea Pirlo untuk menggantikan Dejan Stankovic sebagai pelatih kepala. Tugas Pirlo musim depan tentu saja membawa kembali Il Samp promosi ke Serie A. Penunjukan baru lainnya untuk manajemen Sampdoria termasuk Nicola Legrottaglie sebagai head of performance dan Lorenzo Giani sebagai head of scouting.

ADRIEN RABIOT PERPANJANG KONTRAK DENGAN JUVENTUS

Adrien Rabiot resmi memperpanjang kontraknya bersama Juventus satu tahun lebih lama sampai 2024. Perpanjangan kontrak ini sekaligus menepis kabar bahwa sang pemain akhir-akhir ini dirumorkan hijrah ke Manchester United. Musim depan adalah musim kelima Rabiot bersama Juventus sejak didatangkan pada Juli 2019 dari Paris Saint-Germain. Empat tahun bersama Si Nyonya Tua, Rabiot tampil 177 kali di semua ajang dengan mencetak 17 gol dan 12 assists.

TEBUS KLAUSUL MORATA, AC MILAN RELAKAN SCAMACCA KE ROMA

Klub Liga Italia, AC Milan, bakal menebus klausul Alvaro Morata lantaran Gianluca Scamacca pilih AS Roma. Milan kabarnya siap untuk mendanai klausul pelepasan Morata yang hanya 10 juta euro. Tentu harga semurah itu akan sangat mudah bagi Rossoneri. Melansir dari Sempre Milan, Scamacca sebenarnya menjadi target nomor satu raksasa Serie A Italia tersebut. Namun, mereka mendapat hambatan dari West Ham. The Hammers masih belum menyetujui niatan Milan untuk meminjam Scamacca dengan opsi pembelian di akhir kontrak.

TRANSFER VALVERDE, MADRID SIAP TERIMA TAWARAN LIVERPOOL

Presiden Real Madrid Florentino Perez telah menerima tawaran kedua dari Liverpool untuk gelandang Federico Valverde. Dikutip Football365, Klub Liga Inggris Liverpool, telah menyiapkan dana fantastis, yakni senilai 70 juta euro, untuk merekrut bintang Real Madrid Federico Valverde di bursa transfer musim panas ini. Real Madrid dikabarkan siap menerima tawaran dari Liverpool untuk Federico Valverde. 

LIVERPOOL AJUKAN TAWARAN ‘GILA’ KE KYLIAN MBAPPE

Liverpool ramaikan perburuan Kylian Mbappe dari PSG. Mereka mencoba menghidupkan niatnya memboyong Kylian Mbappe. Tak tanggung-tanggung, The Reds siap menggelontorkan dana hingga 300 juta dollar AS atau Rp4,5 triliun untuk memboyong Mbappe ke Anfield. The Reds perlu kerja keras untuk mewujudkannya. Sebab, Real Madrid disebut-sebut sebagai tim favorit untuk tujuan Mbappe. Ketertarikan Los Blancos pada bintang Timnas Prancis juga sudah berlangsung lama.

MIRIS! RUMPUT GBK RUSAK PARAH GARA-GARA HAL INI

Kondisi rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi sorotan publik. Kondisi rumput terlihat rusak dan dipenuhi sampah yang berserakan. Hal itu tentu usai digelarnya acara PDI Perjuangan memperingati Bulan Bung Karno. Publik di media sosial pun seakan kesal dengan partai merah tersebut yang telah merusak rumput stadion kebanggaan Indonesia tersebut. Sebelumnya kondisi rumput Stadion GBK yang rusak juga terjadi saat konser Blackpink Maret 2023 lalu. Usai konser itu Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang baru menjabat satu bulan kecewa dengan kondisi stadion.

MADRID BISA DAPAT PEMASUKAN DARI PENJUALAN JOVIC KE FIORENTINA

Real Madrid belum menghasilkan uang lebih dari penjualan pemain pada musim panas ini. Keluarnya Benzema, Asensio, Mariano, dan Hazard belum membawa pemasukan yang berarti untuk klub. Namun, Madrid bisa mendapatkan pemasukan lebih jika Luka Jovic terjual di Fiorentina pada musim panas ini. Jovic adalah mantan striker Madrid yang bergabung dengan Fiorentina pada musim panas 2022 sebagai pemain bebas transfer. Tetapi ada klausul penjualan 50 persen untuk Jovic yang kemungkinan akan hengkang dari Fiorentina.

ROY HODGSON TETAP BERTAHAN DI CRYSTAL PALACE

Roy Hodgson telah setuju untuk tetap menjadi manajer Crystal Palace musim depan. Pria 75 tahun itu saat ini sedang berlibur tetapi diperkirakan akan menandatangani kontraknya untuk musim mendatang ketika dia kembali. Perlu diketahui, Hodgson kembali ke Selhurst Park pada bulan Maret, menggantikan Patrick Vieira dengan kesepakatan hingga akhir musim. Dia akan dipertahankan setelah membantu mengarahkan Palace menjauh dari zona degradasi.

MILAN DAN CHELSEA BEREBUT YUNUS MUSAH

Dilansir Football Italia, AC Milan dan Chelsea sama-sama mengincar pemain Valencia dan Timnas Amerika Serikat, Yunus Musah, yang tersedia dengan harga sekitar 20 juta euro. Musah tampil apik bersama AS di Piala Dunia 2022 Qatar kemarin. Para pemandu bakat Milan dan Chelsea yakin dia memiliki kemampuan teknis yang sangat baik, memiliki visi yang bagus, dan terampil di ruang sempit. Selain keduanya, Atlético Madrid, Liverpool, dan Juventus, juga tengah membidik Musah.

KLUB LIGA ARAB SAUDI INGIN BOYONG SPALLETTI

Menurut klaim dari Football Italia, mantan pelatih Napoli Luciano Spalletti telah ditawari gaji besar untuk memimpin sebuah klub di Liga Pro Saudi. Spalletti yang memutuskan pergi dari Napoli di akhir musim kemarin, telah ditawari gaji 20 juta euro per musim. Klub tersebut tidak disebutkan namanya, tetapi kemungkinan besar adalah Al-Hilal, yang baru saja sakit hati setelah dua proposal besar ditolak oleh bos Juventus Massimiliano Allegri.

STRIKER LEICESTER CITY PATSON DAKA JADI BURUAN AS ROMA

Karena West Ham United menolak untuk membiarkan Gianluca Scamacca pergi dengan status pinjaman, Roma dilaporkan beralih ke striker Leicester City Patson Daka. Giallorossi memang membutuhkan penyerang tengah setelah Tammy Abraham absen selama enam bulan karena cedera ligamen anterior. Leicester baru saja terdegradasi dari Liga Premier, seperti Leeds, dan karena itu harus menjual bintang mereka, sehingga pinjaman dengan opsi pembelian akan tersedia sekitar 4,3 juta euro.

FIORENTINA NGEBET DATANGKAN PENYERANG MUDA ITALIA

Fiorentina dilaporkan mendekati pemain internasional Italia, Mateo Retegui. Menurut Foot Mercato, direktur La Viola Burdisso menangani situasi ini dan secara pribadi melakukan pembicaraan di Argentina. Fiorentina melihatnya sebagai pewaris ideal Arthur Cabral, sementara Luka Jovic juga diperkirakan akan pindah dan dikaitkan dengan Galatasaray. Retegui secara teknis dimiliki oleh Boca Juniors namun sedang dipinjamkan ke Tigres. 

VINI JR SEGERA TEKEN KONTRAK BARU DI MADRID

Vinicius Junior kabarnya siap untuk diikat kontrak panjang oleh Real Madrid. Kubu Los Blancos enggan menunggu lama untuk segera memberikan kontrak baru pada Vinicius dalam waktu dekat. Sebab kontrak lawas Vini jr akan habis pada Juni 2024. Madrid kabarnya siap mengganjar Vini dengan perpanjang kontrak selama lima tahun tambahan. Selain itu, Ia juga disebut bakal diikat oleh El Real dengan klausul pelepasan hingga 1 miliar Euro pada kontrak barunya nanti.

KATA SANG AGEN, ZANIOLO COCOK MAIN DI AC MILAN

AC Milan dikabarkan tertarik untuk memboyong pemain Gli Azzurri, Nicolo Zaniolo. Agen Nicolo Zaniolo, Claudio Vigorelli, menilai bahwa AC Milan adalah tim yang ‘sempurna secara taktik’ untuk gelandang serang Galatasaray tersebut. Kepada media TV Play, Vigorelli mengungkapkan keinginannya untuk melihat Zaniolo untuk bermain di Serie A. Meskipun begitu, ia menghargai keputusan sang pemain, dan Zaniolo pun tampil luar biasa bersama raksasa Turki tersebut.

LIVERPOOL RAMAIKAN PERBURUAN VICTOR OSIMHEN

Daftar peminat Victor Osimhen di bursa transfer musim panas ini bertambah. Raksasa Liga Inggris, Liverpool dilaporkan tertarik untuk memboyong striker asal Nigeria tersebut. Tapi menurut Tribalfootball, Liverpool sendiri diyakini tidak akan mudah untuk mendaratkan Osimhen di musim panas ini. Napoli tak sudi menjual sang striker. Itulah mengapa mereka membanderolnya di angka 150 juta Euro. Harga ini diyakini terlalu mahal untuk The Reds. Jadi kans mereka untuk mendatangkan sang striker cukup tipis.