Beranda blog Halaman 269

Yakin Menantang Premier League! Tapi Kok Liverpool Masih Susah Menang Lawan Brighton?

Liverpool hanya mampu menahan imbang 2-2 saat bertandang ke Amex Stadium. Brighton bisa unggul lebih dulu lewat gol dari Adigara di menit 20. Sebelum Mohamed Salah mencetak gol penyeimbang di menit 40. Semua tampak cerah bagi Liverpool saat Salah bisa membalikan keadaan tepat sebelum babak pertama habis. Tapi Lewis Dunk mencetak gol di menit 78.

Dalam sepak bola, setiap tim punya lawan yang selalu jadi momok atau batu sandungan mereka. Dan tidak peduli apa yang dilakukan tim atau perubahan yang dilakukan oleh pelatih tim tersebut, jika menghadapi lawan yang jadi momok mereka, pasti hasilnya tidak bagus.

Untuk Liverpool, tim itu adalah Brighton. Entah mengapa the reds selalu kesusahan kalau lawan Brighton. Seolah, the seagulls adalah hantu atau lawan yang tak bisa Liverpool taklukan bagaimanapun caranya.

The Reds baru merasakan satu kemenangan dari tujuh pertemuan terakhir mereka. Sedangkan pertemuan di antara kedua tim didominasi oleh hasil imbang. Yaitu empat kali, sementara Brighton menang dua kali.

Padahal di akhir musim kemarin Klopp pernah berkata: “Kami menjalani musim yang buruk dengan duduk di peringkat 5. Tapi musim depan kami akan bangkit. Kami akan kembali jadi penantang serius juara Premier League” Ucapnya dikutip dari this is anfield.

Tapi, apakah Liverpool akan benar-benar serius jadi penantang juara musim ini? Sedangkan menang lawan Brighton saja tak mampu. Lalu, apa yang bisa diambil oleh Liverpool dari pertandingan ini? Yuk simak ulasannya.

Kebiasaan Kebobolan di Awal Masih Berlanjut

Hal pertama dan paling jelas yang bisa kita lihat dari pertandingan ini adalah kebiasaan buruk Liverpool kebobolan di awal. Ini terjadi di hampir semua pertandingan Liverpool musim ini. Seolah sudah jadi tren. The Reds akan kebobolan lebih awal, kemudian menyadari mereka harus meningkatkan level, sebelum akhirnya bangkit.

Namun di pertandingan ini, setidaknya anak asuh Jurgen Klopp bisa bermain bagus sejak awal. Sayangnya Liverpool kurang beruntung. Gol pertama tercipta di menit ke-20. Itu merupakan kelima kalinya the reds kebobolan di awal dari delapan pertandingan terakhir.

Meskipun begitu, belajar dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, Liverpool selalu bisa bangkit. Di pertandingan ini pun sebenarnya Liverpool masih bisa bangkit lewat dua gol dari Salah. Namun sayangnya Brighton masih bisa membalas pada akhirnya.

Setelah pertandingan Klopp berkata kalau ini adalah hasil yang pantas mereka dapatkan. “Ini pertandingan yang sangat intens bagi kedua tim. Berbagi poin mungkin jadi hasil yang paling adil. Tapi tetap saja terasa buruk setelah kami memimpin”

Mac Allister Patut Disalahkan?

Klopp mungkin ingin cari aman dengan mengatakan ini adalah hasil yang adil. Mungkin juga ia ingin melindungi kesalahan salah satu anak asuhnya di laga itu. Dan orang itu adalah Alexis Mac Allister.

Seperti sebuah kebetulan yang terlalu jelas memang. Mac Allister yang jadi juara Piala Dunia ketika masih berseragam Brighton, melakukan kesalahan yang menguntungkan tim lamanya itu. Well memang beberapa orang menyalahkan Virgil Van Dijk yang mengoper bola sembarangan.” Tapi Mac Allister juga patut disalahkan.

Ia terlalu ceroboh dan tidak peka terhadap keadaan sekitar sehingga bola yang ia terima dengan mudah direbut. Dan itu yang menyebabkan gol pembuka Brighton tercipta. Penonton yang dulu menyoraki nama Mac Allister pun kembali bersorak karena gol itu.”

Tapi apakah ini benar-benar kesalahan sang pemain? Atau ini salah Klopp yang menempatkannya sebagai seorang gelandang bertahan? Tujuan Klopp membeli Mac Allister memang untuk memperkuat susunan gelandangnya. Tapi yang Liverpool butuhkan adalah gelandang bertahan.

Mac Allister memang bisa jadi gelandang bertahan. Tapi ia lebih sering bermain sebagai gelandang serang atau gelandang tengah. Berkat bermain di dua posisi itulah ia jadi pencetak gol terbanyak Brighton musim kemarin.

Ketika dimainkan sebagai gelandang bertahan, atau pemain nomor 6 di Liverpool, ia sering ragu-ragu dalam penguasaan bola. Ia juga tidak unggul dalam segi fisik dibanding pemain lain. Klopp harus memikirkan ulang rencananya. Sebab sepertinya masih ada sangat banyak potensi yang Mac Allister miliki tapi belum dimaksimalkan oleh Liverpool.

Ada Kontroversi Lagi, Tapi Klopp Capek Menanggapi?

Mengingat segala sesuatu yang terjadi setelah kekalahan kontroversial Liverpool dari Tottenham akhir pekan lalu, alangkah baiknya jika pertandingan ini berlalu tanpa alasan untuk mengomentari kinerja official.

Tapi itu tidak bisa dihindari. Terjadi lagi sebuah keputusan yang kontroversial di laga lawan Brighton ini. Adalah Pascal Gross yang menjatuhkan Dominik Szoboszlai di kotak penalti di akhir babak pertama. Banyak yang berpendapat kalau Gross pantas dapat kartu merah. Sebab itu adalah pelanggaran yang keras dan jelas.

Diketahui dari pedoman komisi wasit Inggris, jika pemain yang dilanggar sedang berada dalam posisi mencetak gol, maka pantas dapat kartu merah. Tapi wasit Anthony Taylor beranggapan Szoboszlai tidak sedang dalam posisi yang berpotensi mencetak gol.

Menanggapi keputusan itu, Klopp lebih legowo. Ia berkata kalau sudah puas dengan hadiah penalti dan tidak terlalu memikirkan kartu merah. Ia juga sudah melupakannya dan tak terlalu mempermasalahkan hal ini.

“Jujur, saya bahkan tidak menyadarinya saat itu. Ketika itu penalti, saya tidak memikirkan kartu merah. Apa yang bisa saya katakan soal itu? Saya sudah melupakannya. Saya sudah terlalu tua untuk hal-hal semacam ini.” Ucapnya dikutip dari the athletic

Mohamed Salah Si Pelahap Brighton

Terlepas dari kontroversi dan blunder di lapangan, ada hal baik yang bisa dinikmati fans the reds. Yaitu bagaimana Salah masih bisa jadi andalan Liverpool sampai sekarang. Dan melihat performanya, mungkin tetap bisa diandalkan untuk beberapa waktu kedepan.

Dua golnya di pertandingan ini menjadikannya telah terlibat dalam 14 gol selama melawan Brighton. Itu jumlah keterlibatan golnya yang terbanyak melawan tim manapun di Premier League, selain Manchester United.

Brighton memang masih jadi hantu untuk Liverpool. Tapi untungnya bagi Liverpool, mereka masih punya Mohamed Salah.

Masih Pantaskah Mengharapkan Gelar Juara?

Dengan kekalahan telak di Tottenham terakhir kali diikuti dengan hasil imbang yang membuat frustasi di Brighton, penggemar Liverpool mungkin tergoda untuk membuat penilaian gegabah tentang potensi tim ini.

Di dua pertandingan liga terakhir, Liverpool memang dapat hasil kurang memuaskan. Tapi secara keseluruhan, ini adalah awal musim yang cukup membanggakan. Duduk di peringkat 4 dengan 5 kali menang dan hanya sekali kalah, ini cukup impresif mengingat bagaimana buruknya mereka musim kemarin.

Awal musim yang baik ini menandakan Liverpool telah melupakan musim 2022/23 yang penuh bencana. Tapi tentu saja, ada banyak ruang yang perlu ditingkatkan. Supaya harapan jadi penantang liga bisa terjaga.

Terutama mengatasi masalah selalu kebobolan di awal pertandingan. Mereka juga harus memperbaiki error lini bertahan saat bola-bola mati. Di atas kertas, Liverpool sekarang jauh lebih baik dari Liverpool musim kemarin. Dan secara keseluruhan, mereka punya potensi jadi penantang gelar musim ini. Dengan catatan, Liverpool bisa mengurangi kesalahan-kesalahan mereka sendiri.

Sumber referensi: Athletic, Atheletic 2, Anfield, Anfield 2, Sky, Mirror

Akhiri KUTUKAN, Arsenal Sudah Tahu Caranya BUNGKAM City

Arsenal mampu menenggelamkan kapal Manchester City 1-0 di Emirates Stadium. Dengan begitu, maka berakhirlah kutukan bagi Meriam London saat menghadapi “sang raja terakhir” Manchester City. Tentu menjadi sebuah catatan yang tak akan terlupa bagi seluruh jamaah The Gunners di seluruh penjuru dunia. Tumbangnya pasukan Pep ini menjadi satu pijakan penting barisan Arteta. Sepertinya, Arsenal kini sudah tau caranya mengalahkan City.

Tiga Kutukan Arsenal

Sudah lama rasanya Arsenal selalu gagal mengalahkan superioritas Manchester City di Liga Inggris. Rasa penasaran itu terjadi karena sejak tahun 2015, mereka tak pernah menang melawan The Citizens. Bayangkan, berarti sudah delapan tahun lamanya mereka hanya di ayam-ayamin Manchester City.

Mereka terakhir menang atas City di Liga Inggris yakni pada Desember 2015. Itu pun mereka hanya menang dengan skor tipis 2-1 di Emirates. Ketika itu Arsenal masih dipegang Wenger, sedangkan City masih dipegang Pellegrini. Ya, setelah dua gol kemenangan dari Giroud dan Walcott tersebut, Arsenal belum pernah menang lagi.

Selain itu, kutukan yang menghantui Arsenal kala melawan City adalah, tak pernah menang atas tim juara bertahan Liga Inggris sejak 2017. Ya, Arsenal mentalnya ciut dan selalu kesulitan kalau hadapi tim juara bertahan. Terakhir kali mereka menang lawan juara bertahan Liga Inggris adalah melawan Leicester City di bulan April 2017 dengan skor 1-0.

Sedangkan kutukan terakhir yang menghantui Arsenal adalah, kutukan pribadi milik pelatih mereka saat ini, Mikel Arteta. Tak dipungkiri sejak memegang Arsenal, Arteta ini belum pernah menang atas Pep Guardiola di Liga Inggris. Catatanya bermula sejak akhir tahun 2019. Arteta kalah delapan kali. Arteta hanya pernah menang sekali, itu pun terjadi di Piala FA tahun 2020.

Terpecahkan

Ya, kini gol satu-satunya Martinelli ke gawang Ederson pada 8 Oktober 2023, adalah sebuah peristiwa bersejarah bagi Arsenal. Begitupun Arteta, kemenangan itu adalah hari yang spesial baginya. Beberapa kutukan yang menghantui selama ini, akhirnya berhasil dipatahkan.

Gemuruh seisi stadion Emirates di hari tersebut, juga menandai tren tak terkalahkan yang berhasil diraih Arsenal musim ini. Hanya Arsenal dan Tottenham Hotspurs-lah yang kini belum terkalahkan, setidaknya hingga pekan ke-8 Liga Inggris.

Sebuah awal musim yang stabil bagi Arteta. Hal ini tentu menambah kekuatan mental tersendiri bagi anak asuhnya. Kekalahan dari Lens di Liga Champions, terbukti tak membuat pasukan The Gunners ciut nyali. Mereka nyatanya di liga domestik mampu bangkit dan tampil solid.

Arsenal sekarang sedang bercokol di posisi teratas Liga Inggris. Tak diduga juga seperti janjian, duo London Utara, Spurs dan Arsenal kini menguasai puncak klasemen sementara Liga Inggris hingga pekan ke-8 dengan 20 poin. Arsenal hanya kalah selisih gol dari Spurs yang berada di posisi puncak.

Ujian Arsenal berikutnya setelah jeda internasional adalah menghadapi Chelsea di pekan ke-9 Liga Inggris. Bertandang ke Stamford Bridge, apakah mereka sanggup menjaga tren tak terkalahkan di Liga Inggris?

Rotasi Pergantian Pemain Arteta

Sudahi pembahasan kutukan yang sudah dipecahkan Arsenal, mari kita lihat bagaimana cara pasukan Arteta bisa memecahkan-nya. Ada beberapa faktor, termasuk pergantian pemain yang tepat dari Arteta.

Kita tahu Arteta ini sering saklek dengan pemain. Terkadang mainnya bapuk, masih juga tak diganti. Namun di laga melawan City, ia berbeda. Ia melakukan beberapa pergantian yang tepat dan berbuah hasil yang positif.

Misal, masuknya Martinelli menggantikan Trossard di babak kedua. Selain menciptakan gol, Martinelli terlihat lebih rajin ekspos bek sayap kanan City. Ada beberapa peluang yang tercipta dari sisi kiri penyerangan Arsenal, ketika pemain yang baru sembuh dari cedera itu masuk.

Yang kedua misal Zinchenko yang digantikan Tomiyasu. Momen pergantian tersebut dinilai tepat karena Zinchenko yang lebih banyak bergerak ke area tengah, dianggap kurang bisa mengantisipasi serangan dari sisi kiri pertahanan Arsenal.

Pasalnya, ada pergantian Alvarez ke Jeremy Doku. Arsenal membutuhkan penjagaan ekstra ketat untuk pemain cepat seperti Doku. Tomiyasu berhasil melaksanakan tugas bertahannya dengan baik. Ia membuat Doku tak berkutik.

Setelah kehilangan Zinchenko, Arteta memasukan tenaga baru yang lebih spartan bernama, Thomas Partey. Gelandang internasional Ghana itu menggantikan Jorginho yang sudah mulai melambat karena fisik. Duetnya bersama Rice terbukti membuat double pivot Arsenal tetap solid.

Ada juga pergantian striker dari Eddie Nketiah yang kembali mandul, dengan Kai Havertz. Meski dicap lelet dan juga mandul, Havertz nyatanya bisa menjadi kunci kemenangan setelah assistnya mampu diselesaikan Martinelli. Ia terbukti sukses sebagai super sub di laga itu.

Lini Pertahanan Arsenal

Tak hanya pergantian pemain saja yang jadi kunci, solidnya lini pertahanan Arsenal juga menjadi kunci. Duet Saliba dan Gabriel kembali gacor. Terkhusus untuk Saliba. Menurut catatan Squawka, bek Prancis itu memenangkan 100% duel dan sukses melakukan 97% operan sukses dalam laga tersebut.

Selain itu, ia tidak melakukan satu pun pelanggaran yang berbuah peluit dari wasit. Tak hanya itu saja, selama laga tersebut Saliba juga tak bisa dilewati oleh satupun pemain City.

Bahkan seorang Erling Haaland pun jadi korban. Ya, Haaland benar-benar “The Real” dikantongin. Pasalnya dalam catatan The xG Philosophy, Haaland di laga tersebut hanya mengumpulkan xG 0,00.

Pivot Arsenal

Selain pertahanan, Arsenal juga unggul secara duel di lini tengah. Pelakunya siapa lagi kalau bukan pemain 100 juta euro, Declan Rice. Peran Rice di laga tersebut lebih ringan ketika dibantu dua pemain sekaligus seperti Jorginho dan Zinchenko.

Sistem poros Pivot Arteta tersebut terbukti mampu meredam berbagai tusukan dari lini tengah City. Terkhusus untuk Rice, Squawka mencatat ia melakukan 3 kali intercept, 57 sentuhan bola sukses, 4 kali duel krusial dimenangkan, maupun 3 kali tekel bersih. Dan bagusnya lagi, ia tidak membuat pelanggaran satupun dalam laga tersebut.

Absennya Pemain Dan Taktik Pep Yang Gagal

Moncernya Pivot Arsenal, juga disebabkan oleh kurangnya kreatifitas dari lini tengah City. Absennya Rodri dan De Bruyne sangat kentara. Kini ada beberapa “meme” jika City merindukan mereka. City terbukti akhir-akhir ini dapat hasil minor karena minus dua pemain pilarnya tersebut. Kovacic, Rico Lewis, Bernardo Silva, Foden, maupun Alvarez, gagal memberi tekanan lebih bagi para Pivot Arsenal.

Selain itu, kini Pep harus mengakui kekalahan taktiknya dengan Arteta. Pasalnya, alternatif taktik Pep dilaga itu terbukti tak berjalan dengan lancar. Seperti misal menaruh Bernardo Silva yang notabene sebagai seorang gelandang serang atau sayap, menjadi gelandang bertahan pengatur tempo. Posisi Bernardo untuk mengatur tempo di posisi yang ditinggalkan Rodri terbukti tak berjalan.

Menggunakan Rico Lewis sebagai orang pertama yang melakukan pressing saat Arsenal bangun serangan, juga gagal. Kovacic juga mainnya amburadul. Hampir saja ia kena kartu merah. Terisolasinya Haaland di depan, juga tak membuat lini kedua mereka melakukan perubahan. Peluang-peluang emas dari mereka juga banyak dibuang percuma.

Ya, apa boleh buat. Arteta kini yang menang. Sang mentor Pep kini seharusnya mulai khawatir dengan Arteta. Jangan-jangan, apakah mulai matangnya Arsenal ini bisa merebut tahta Liga Inggris? Kita lihat saja nanti.

Sumber Referensi : theathletic, theanalyst, squawka, bbc, skysports

Jadi Juru Kunci Sementara Ligue 1, Ada Apa Dengan Lyon?

0

Sebuah pemandangan langka di sepak bola Eropa tersaji di Groupama Stadium, markas Olympique Lyon, Minggu 3 September kemarin. Menyusul kekalahan memalukan 4-1 dari PSG, para pemain Lyon hanya bisa berdiri mematung di depan tribun utara, mendengar ceramah dari salah satu pemimpin suporter yang kecewa berat dengan penampilan mereka.

“Untukmu, skuad Olympique Lyonnais 2023-2024: pesannya jelas, jika ada pemimpin di ruang ganti ini, mereka tidak lagi memiliki hak untuk diam. Anda mengenakan seragam Olympique Lyonnais. Orang lain sebelum Anda telah memakainya dan mengagungkannya. Anda tidak memiliki hak untuk menodainya.”

Pesan kemarahan tersebut dilontarkan oleh kelompok ultras “Bad Gones” yang merupakan kelompok suporter terbesar di Prancis dan salah satu yang punya reputasi besar di Eropa. Mereka sudah ada sejak 1987, era di mana Jean Michael-Aulas membeli Lyon. Artinya, “Bad Gones” adalah saksi sejarah Les Gones.

Kalah dari PSG, Lyon Jadi Juru Kunci Ligue 1, Laurent Blanc Dipecat

Aksi yang dilakukan oleh “Bad Gones” sudah pasti menimbulkan pro dan kontra. Di sini, suporter yang menceramahi pemain adalah sebuah pemandangan yang lazim. Namun tidak dengan sepak bola Eropa.

Akan tetapi, “Bad Gones” memang pantas marah dan kemarahan mereka sepertinya juga mewakili kekesalan para pendukung Lyon. Bagaimana tidak, kekalahan atas PSG adalah kekalahan ketiga yang diderita Lyon di 4 pertandingan pertama Ligue 1 musim ini.

Tak hanya itu, kekalahan atas PSG juga membuat posisi Lyon terjun bebas. Baru mengumpulkan 1 poin dari hasil 0-0 kontra Nice di pekan ketiga, Les Gones harus rela duduk di peringkat 18 alias sebagai juru kunci. Ini menjadi start terburuk dalam sejarah Lyon sejak musim 1966.

Kekalahan atas PSG juga memicu domino lainnya. Seminggu setelah kekalahan tersebut, Lyon kemudian memecat Laurent Blanc dari kursi pelatih.

Mantan pelatih timnas Prancis itu sebenarnya baru bekerja 11 bulan dan masih punya sisa kontrak hingga Juni tahun depan. Musim lalu, Blanc menggantikan posisi Peter Bosz dan berhasil membawa Lyon finish di peringkat 7. Namun, musim ini Lyon dibuat tampil buruk sejak awal musim.

Selain itu, pemecatan tersebut sepertinya juga sudah ditunggu oleh banyak pendukung Les Gones. Pasalnya, pada pertengahan Agustus lalu, mantan pelatih PSG itu pernah membuat kontroversi kala ia bercanda kalau klub harus mengganti pelatih setelah kalah 4-1 di kandang sendiri dari Montpellier.

Sepeninggalan Laurent Blanc, Lyon sempat dikaitkan dengan Gennaro Gattuso. Namun, mereka kemudian resmi menunjuk Fabio Grosso sebagai pelatih anyar mereka musim ini.

Grosso bukanlah nama asing bagi Lyon. Mantan bintang Gli Azzurri di Piala Dunia 2006 itu adalah mantan pemain Lyon era 2007-2009.

Tugas Grosso sudah jelas, yakni memperbaiki performa Lyon. Sayangnya, Grosso belum berhasil mewujudkan harapan tersebut. Di dua laga yang sudah ditanganinya, Lyon takluk 1-0 dari Brest dan 2-0 dari Reims.

Hasil tersebut menambah panjang rekor buruk Lyon musim ini. Hingga pekan ketujuh, Lyon belum meraih kemenangan. Mereka juga baru mengumpulkan 2 poin dan untuk sementara masih kokoh sebagai juru kunci Ligue 1 musim ini.

Hasil tersebut jelas tidak mencerminkan performa juara 7 kali Liga Prancis. Padahal, jika melihat skuad yang ada, Lyon sebenarnya tidak terlalu buruk. Pemain senior semacam Alexandre Lacazette, Corentin Tolisso, dan Anthony Lopes masih bertahan.

Mereka juga masih punya pemenang Piala Dunia 2022, Nicolas Tagliafico dan mantan pemain timnas Kroasia Dejan Lovren. Sementara pemain muda berbakat seperti Rayan Cherki, Johann Lepenant, dan Maxence Caqueret juga masih bertahan.

Artinya, skuad yang ditangani Fabio Grosso masih memiliki kualitas. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan Lyon?

John Textor vs Jean-Michel Aulas

Masalah utama Lyon bukan terletak pada pelatih ataupun pemainnya. Masalah utama yang menghambat performa Les Gones musim ini adalah perang terbuka antara John Textor dan Jean-Michel Aulas.

John Textor adalah pemilik baru Lyon yang telah mengakuisi 77,49% saham mayoritas Lyon pada 2022 lalu. Textor adalah owner dari Eagle Football Holdings yang juga memiliki saham di Botafogo, RWD Molenbeek, dan Crystal Palace. Sementara Jean-Michel Aulas adalah mantan bos Lyon yang berkuasa sejak 1987.

Perseteruan dimulai saat Aulas ditendang dari kursi presiden Lyon pada bulan Mei lalu. Textor kemudian menyerang Aulas di hadapan media. Ia menuduh Aulas telah menyembunyikan situasi keuangan Lyon yang sebenarnya pada saat penjualan.

Aulas yang kemudian juga mengundurkan diri jadi jabatan ketua kehormatan Lyon membalas pernyataan Textor. Ia meradang dan mengajukan laporan pencemaran nama baik atas komentar yang dibuat Textor.

Perseteruan keduanya mencapai puncak pada akhir Agustus kemarin. Pengadilan niaga mengabulkan permohonan perusahaan Holnest milik Aulas untuk membekukan dana sebesar 14,5 juta euro dari rekening klub, sesuai dengan uang yang harus dibayarkan Eagle Football Holdings atas sisa saham yang dimiliki Aulas di Lyon.

Buntut dari keputusan tersebut membuat Textor menuduh Aulas telah melakukan serangan yang kejam dan tidak sah kepada Lyon. Sementara Santiago Cucci, ketua eksekutif Lyon menyesalkan perbuatan Aulas. Dalam pernyataan resminya, ia berkata, “Aulas telah berhasil membuat semua akun kami diblokir selama satu minggu di tengah-tengah mercato. Demi mempertahankan kepentingan pribadinya, dia telah menempatkan seluruh klub dalam bahaya.”

Aktivitas Transfer Lyon Dibatasi

Situasi tersebut makin memperparah keuangan Lyon yang genting. Pada bulan Juni kemarin, badan pengawas keuangan sepak bola Prancis (DNCG) memberlakukan aturan pembatasan tagihan gaji dan tunjangan transfer yang sangat menghambat aktivitas transfer yang dilakukan oleh Lyon.

Dengan kata lain, segala aktivitas keuangan Lyon kini tengah diawasi ketat oleh DNCG. Itulah mengapa meski di musim panas kemarin Lyon berhasil mendapat lebih dari 107 juta euro dari hasil penjualan pemain, tetapi mereka hanya bisa membelanjakan kurang dari 20 juta euro untuk membeli pemain baru.

Hasilnya, para pemain yang datang punya kualitas yang cukup jomplang. Sebut saja Skelly Alvero, Paul Akouokou, Mama Balde, Jake O’Brien atau Ainsley Maitland-Niles. Jika dibandingkan dengan para pemain yang dijual atau dengan para pemain bintang Lyon yang masih bertahan, tentu para rekrutan anyar tadi kalah kelas.

Tak bisa dipungkiri kalau Les Gones memang sedang mengalami krisis keuangan. Pembatasan transfer yang diberlakukan DNCG juga akibat dari gagalnya Lyon memberikan jaminan keuangan yang cukup.
Atas bencana tersebut, baik rezim lama maupun rezim baru saling menyalahkan. Padahal, Textor dan Aulas tidak jauh berbeda.

Seperti yang kita tahu, Lyon banyak menghasilkan pemain muda berbakat dari akademi mereka. Namun, mereka terlalu cepat dan terlalu banyak menjual para pemain berbakatnya ke klub lain. Sejak akhir era Aulas, fenomena tersebut sudah terjadi dan kini kembali terulang di era John Textor.

Salah satu penjualan yang membuat pendukung Lyon geram adalah dijualnya Bradley Barcola ke PSG seharga 45 juta euro. Musim lalu, Barcola berhasil mencetak 7 gol dan 10 asis. Masih berusia 20 tahun, ia tak hanya prospek cerah, tetapi juga salah satu mesin gol Lyon. Tak heran jika para pendukung Lyon marah dengan dijualnya Barcola ke PSG.

Selain Barcola, Lyon juga menjual Castello Lukeba ke RB Leipzig seharga 30 juta euro. Sama seperti Barcola, Lukeba juga pemain muda hasil didikan akademi Lyon. Selain keduanya, Lyon juga menjual Malo Gusto, Romain Faivre, hingga gagal mempertahankan Houssem Aouar. Inilah yang membuat skuad Lyon tidak seimbang dan secara perlahan terus mengalami penurunan.

Apakah Grosso Bisa Mengubah Nasib Lyon?

Kini, yang menjadi pertanyaan, apakah Fabio Grosso sanggup menangani Lyon yang hampir karam?
Musim ini adalah musim pertama Grosso menangani tim di luar Italia. Musim lalu, ia berhasil membawa Frosinone menjuarai Serie B. Melihat apa yang dilakukan Grosso di Frosinone, Lyon mesti sabar.

Akhirnya, di pertandingan ketiganya sebagai pelatih Lyon, Grosso mendapat poin pertamanya saat Lyon ditahan imbang 3-3 oleh Lorient. Hasil tersebut akhirnya mengangkat posisi Les Gones dari dasar klasemen Ligue 1. Namun, tambahan 1 poin hanya membuat mereka naik 1 peringkat. Artinya, Lyon masih berada di zona degradasi.

Melihat nasib Lyon yang makin memperihatinkan, sudah bisa bertahan di Ligue 1 musim ini sepertinya sudah menjadi target yang masuk akal bagi Fabio Grosso. Bagaimanapun, ia tak dibekali dengan skuad yang mapan dan datang ketika Lyon sedang buruk-buruknya.

Apa yang terjadi dengan Lyon musim ini adalah contoh rusaknya sebuah klub besar yang ditimbulkan oleh kepemilikan yang buruk dan perselihan internal di antara para anggota dewan klub. Selama konflik internal masih terjadi dan selama John Textor dan Jean-Michel Aulas masih berperang, selama itu pula Lyon akan terus menderita.

Jika Lyon terdegradasi di akhir musim nanti, rasanya hasil akhir tersebut sudah bukan sebuah hal yang mengejutkan.


Referensi: Eurosport, Ouest-France, The Guardian, Ligue 1.

Berita Bola Terbaru 8 Oktober 2023 – Starting Eleven News

0

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pekan kedelapan Liga Inggris, Tottenham cukup kesulitan untuk meraih tiga poin di kandang Luton Town. Bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama, Spurs baru bisa mencetak gol di menit 52 melalui aksi Micky Van de Ven. Skor 1-0 pun bertahan hingga akhir laga. Kemenangan ini membuat Spurs memuncaki klasemen sementara Liga Inggris.

Di laga lain, Fulham berhasil mengalahkan tamunya, Sheffield United dengan skor 3-1. Gol Fulham dicetak oleh Decordova-Reid, Willian, dan satu gol bunuh diri dari pemain Sheffield, Foderingham. Sedangkan tim tamu hanya mampu membalas satu gol melalui gol bunuh diri pemain Fulham, Antonee Robinson. Hasil ini membuat Fulham naik ke peringkat 12 klasemen sementara Liga Inggris.

Selanjutnya ada Chelsea yang akhirnya merayakan kemenangan beruntunnya untuk pertama kali setelah menaklukan Burnley dengan skor 4-1. Sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Wilson Odobert di menit 15, Raheem Sterling cs berhasil comeback. Cole Palmer jadi pemain paling berpengaruh setelah mencetak satu gol dan satu assist di pertandingan tersebut. Kemenangan ini membuat Chelsea membuntut MU di peringkat 11 klasemen sementara Liga Inggris.

Beralih ke Serie A, Inter Milan harus puas dengan hasil imbang 2-2 saat menjamu Bologna. Inter unggul lebih dulu melalui gol Francesco Acerbi dan Lautaro Martinez. Namun, Bologna bisa bangkit dengan menyamakan kedudukan melalui aksi Riccardo Orsolini dan Joshua Zirkzee.

Di Derby Della Mole, Juventus berhasil mengamankan tiga poin setelah mengalahkan Torino dengan skor 2-0. Gol Juve dicetak oleh Federico Gatti menit 47 dan Arkadus Milik menit 62. Hasil ini membuat skuad asuhan Max Allegri naik ke peringkat tiga klasemen sementara Serie A.

RITUAL UNIK JUDE BELLINGHAM

Real Madrid tak menemui perlawanan berarti kala menghadapi Osasuna. El Real berhasil menang dengan skor telak, 4-0. Jude Bellingham lagi-lagi jadi pemain yang menarik perhatian setelah mencetak brace di laga tersebut. Dilansir Football Espana, pemain berkebangsaan Inggris itu punya ritual khusus yang membantu meningkatkan performanya. Sebelum laga dimulai, Bellingham akan berjalan-jalan dulu di lapangan. Dari situ ia bisa memproyeksikan posisi bermainnya. Ritual ini sudah dilakukan sejak ia masih di Borussia Dortmund. Kebiasaan ini lah yang membuatnya bisa tampil lebih percaya diri.

BARCELONA BAKAL MAIN DI AMERIKA SERIKAT, DIUSIR KAH?

Barcelona berpeluang main di Amerika Serikat. Udah diusir sama La Liga kah? Tentu bukan, ini merupakan salah satu ide gila yang ingin diwujudkan oleh klub Catalan tersebut. Dilansir Football Espana, pada tahun 2018 lalu, mereka pernah berniat untuk melangsungkan pertandingan vs Girona di Hard Rock Stadium. Tapi ide itu ditolak oleh Luis Rubiales yang kala itu masih menjabat sebagai presiden federasi sepakbola Spanyol. Nah, dengan pengunduran diri Rubiales, Barca berpeluang untuk mewujudkan ide gila itu.

ARSENAL SERIUS DEKATI PEDRO NETO

Meski masih lama dibuka, Arsenal disebut sudah mulai menyusun strategi terkait rekrutan anyar di bursa transfer musim dingin 2024. Dilansir Football London, penyerang Wolves, Pedro Neto kabarnya jadi target utama Arsenal Januari nanti. Mikel Arteta menggemari gaya bermain sang pemain. Fleksibilitas di lini depan dianggap akan sangat berguna bagi Arsenal untuk memperebutkan gelar musim ini. Kabarnya, Wolves mematok lebih dari 30 juta pound (Rp574 miliar) untuk sang pemain.

CITY INCAR ALPHONSO DAVIES

Kabar mengejutkan datang dari Manchester City. Setelah lama tak memiliki bek kiri top, kini mereka dilaporkan tengah berusaha untuk mendatangkan bek kiri Bayern Munchen, Alphonso Davies. Dilansir Football Espana, City siap menyaingi Real Madrid untuk mendapatkan tanda tangan punggawa Timnas Kanada itu. Namun, City tak akan bergerak musim ini. Klub asal Manchester tersebut justru mempertimbangkan penandatanganan gratis di tahun 2025 mendatang.

TEN HAG: KEMENANGAN INI BAKAL JADI TITIK BALIK

Setelah mengalami rangkaian hasil buruk, Manchester United akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Sempat tertinggal di babak pertama, Scott McTominay jadi pahlawan kesiangan dengan dua golnya di masa injury time. Kemenangan ini jadi makin penting karena United memerlukan motivasi lebih untuk bangkit. Dilansir Sky Sport, Erik Ten Hag pun angkat bicara soal kemenangan dramatis ini. Menurutnya, hasil ini akan menjadi titik balik kebangkitan Manchester United musim ini. 

CHELSEA DAN LIVERPOOL BEREBUT OPENDA

Meski jendela transfer masih lama, persaingan sudah terasa di antara Chelsea dan Liverpool. Keduanya dikabarkan tengah berusaha mendatangkan penyerang asal belgia, Lois Openda. Dilansir The Sun, Liverpool merasa punya hubungan baik dengan RB Leipzig setelah mendatangkan Dominik Szoboszlai awal musim ini. Maka dari itu mereka percaya bisa menggoda Leipzig untuk melepas Openda musim depan. Namun, Chelsea tak tinggal diam. Mereka juga dikabarkan berminat untuk mendatangkan sang pemain. Kabarnya, Openda dipatok 80 juta pounds (Rp1,5 triliun) oleh Leipzig.

SEBUT RUSIA SEBAGAI PENJAJAH, ZINCHENKO MALAH DUKUNG ISRAEL?!

Kabar mengejutkan datang dari punggawa Arsenal, Oleksandr Zinchenko. Jelang laga big match lawan Manchester City, ia malah mengunggah foto di Instagram yang mengisyaratkan kalau dirinya turut prihatin dengan apa yang terjadi di Israel. Dilansir Centre Goals, Zinchenko memposting gambar bertuliskan “Aku Bersama Israel” sontak sikap ini menimbulkan perdebatan. Mengingat sang pemain begitu mengutuk aksi Rusia terhadap negaranya, Ukraina. Tapi kini ia malah mendukung negara yang tidak lebih baik dari Rusia. 

UDOGIE SENANG DAPAT PANGGILAN TIMNAS ITALIA UNTUK PERTAMA KALI

Rising star Tottenham Hotspur, Destiny Udogie memberikan tanggapan atas panggilan pertamanya untuk membela Timnas Italia di jeda internasional mendatang. Dilansir Football Italia, ini merupakan panggilan tim nasional pertama bagi pemain berusia 20 tahun itu. Maka dari itu, Udogie merasa sangat terhormat bisa membela Timnas Italia. Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan baginya.

JUVENTUS SIAP TAMPUNG JADON SANCHO?

Juventus mendeklarasikan kalau mereka bersedia untuk menampung Jadon Sancho pada Januari mendatang. Dilansir Daily Mail, Si Nyonya Tua dikabarkan tertarik untuk mendatangkan Sancho pada bursa transfer musim dingin nanti. Namun, mereka enggan mengambil resiko yang lebih besar. Maka dari itu, Juve hanya berniat untuk meminjam sang pemain. Juve bahkan bersedia membayar setengah gaji Sancho.

UNIK! GIROUD JADI KIPER DI LAGA KONTRA GENOA

AC Milan berhasil menang dramatis atas Genoa di laga lanjutan Serie A semalam. Yang unik, Olivier Giroud mengakhiri laga dengan menjadi penjaga gawang. Kok bisa? Dilansir Goal, karena jatah pergantian Milan sudah habis, ketika Mike Maignan di kartu merah menit 97, Giroud mengambil peran sebagai kiper dadakan di laga tersebut. Menariknya Giroud melakukan penyelamatan di menit-menit akhir untuk mengamankan tiga poin bagi timnya. Statistik pada bulan Oktober, Giroud satu clean sheet, sedangkan Onana nol clean sheet.

MOURINHO TERANCAM DIPECAT

Kabar terbaru datang dari AS Roma. Kabarnya, manajemen klub mengancam akan memecat Jose Mourinho apabila tak bisa memperbaiki performa klub dengan segera. Dilansir Daily Mail, situasi pelatih asal Portugal itu di Roma sedang diujung tanduk. Kabarnya, Presiden klub, Dan Friedkin akan langsung memecat Mourinho apabila gagal menang di laga kontra Cagliari nanti. Roma bahkan disebut-sebut sudah menemukan pengganti Mourinho. Dia adalah Hansi Flick.

MESSI GAGAL BAWA INTER MIAMI KE PLAY OFF MLS

Kabar baik untuk fans Inter Miami. Lionel Messi dikabarkan sudah kembali bergabung dengan skuad Miami di pertandingan kontra Cincinnati. Dilansir ESPN, meski begitu, Messi dianggap tak berkontribusi banyak di kompetisi liga. Mengawali laga dari bangku cadangan, Messi tak mampu menghindarkan Miami dari kekalahan 0-1 dari Cincinnati. Kini, Miami dipastikan gagal menembus play off MLS musim ini.

TIMNAS JAMAICA INGIN REKRUT GREENWOOD

Pelatih Timnas Jamaika, Heimir Hallgrimsson dikabarkan tertarik untuk menawarkan satu slot di skuad Jamaika kepada Mason Greenwood. Dilansir One Football, Hallgrimsson mengatakan kalau ia menginginkan skuad yang berisikan pemain-pemain hebat. Jadi dirinya tidak menutup kemungkinan untuk menaturalisasi Greenwood Perlu diketahui, pemain berusia 22 tahun itu memiliki keturunan Jamaika dari orang tuanya dan baru tampil sekali untuk skuad senior Timnas Inggris. Jadi, kemungkinan untuk pindah ke Jamaika masih ada.

DIKRITIK CASSANO, LEAO KASIH GAMBAR BADUT

Mantan striker Timnas Italia Antonio Cassano kembali memberikan kritik kepada Rafael Leao. Cassano menilai Leao punya kemampuan dalam menggiring bola. Namun, pemain asal Portugal itu tidak bisa berbuat apa-apa dengan bola di laga melawan Borussia Dortmund, Kamis. Striker AC Milan itu lalu membalas dengan memberikan emoticon tertawa dan badut. Leao tampaknya tidak peduli dengan perkataan Cassano.

BARCELONA DAN MAN CITY BERSAING DAPATKAN XAVI SIMONS

Barcelona kemungkinan ingin membawa mantan pemain ajaib La Masia Xavi Simons kembali ke klub pada tahun 2024. Sesuai laporan dari Football Espana, Simons frustrasi atas kurangnya kejelasan PSG tentang masa depannya, dan Barcelona serta Manchester City siap mengajukan tawaran untuknya pada tahun 2024. Xavi Simons musim ini dipinjamkan PSG ke RB Leipzig, setelah sebelumnya dipinjamkan ke PSV Eindhoven.

MODRIC DIGOSIPKAN BAKAL CABUT KE MIAMI, ANCELOTTI BILANG BEGINI

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti baru-baru ini memberikan klarifikasi seputar masa depan Luka Modric, yang digosipkan bakal cabut dan pindah ke Inter Miami. Ia memastikan sang gelandang tidak akan pindah ke Inter Miami di Januari 2024 nanti. Menurut Ancelotti, Modric masih berdedikasi penuh untuk melanjutkan karirnya di Los Blancos. Jadi ia menyebut Modric tidak akan meninggalkan Bernabeu. Bintang asal Kroasia itu disebut masih terus berkomitmen untuk melanjutkan karirnya bersama Los Blancos.

NAPOLI RILIS JERSEY HALLOWEEN EDISI KHUSUS

Menjelang Halloween, Napoli telah merilis jersey edisi khusus untuk merayakan liburan tersebut, yang akan dikenakan di lapangan untuk pertama kalinya akhir pekan ini ketika menghadapi Fiorentina di Serie A. Dengan latar belakang yang sebagian besar berwarna hitam dengan fitur biru, jersey tersebut menampilkan pola tengkorak, yang konon mengacu pada pemakaman Fontanelle di kota Napoli.

IBRA PERNAH TOLAK AJAKAN WENGER KE ARSENAL

Zlatan Ibrahimovic memiliki kesempatan untuk menjadi penggawa Arsenal di awal karirnya. Dia termasuk di antara sejumlah pemain yang diidentifikasi oleh Arsene Wenger sebagai pemain yang potensial untuk direkrut. Ibra bahkan pernah berpose dengan jersey Arsenal, hanya saja kepindahannya ke London utara gagal terwujud. Dia kini menjelaskan mengapa kepindahannya tidak membuahkan hasil, tak lain karena sang striker menolak untuk melakukan uji coba untuk The Gunners.

TUCHEL KRITIK JADWAL TANDING TIMNAS JERMAN YANG TAK MASUK AKAL

Nakhoda Bayern Munchen, Thomas Tuchel, mengkritik jadwal pertandingan Timnas Jerman pada FIFA Matchday periode Oktober 2023. Pada bulan ini, Der Panzer akan melakukan perjalanan menuju ke benua Amerika untuk beruji coba melawan Amerika Serikat (15/10) dan Meksiko (18/10). Thomas Tuchel menilai bahwa jadwal pertandingan tersebut akan sangat menyiksa bagi para pemain Die Roten yang dipanggil membela Der Panzer.

DIPROTES FANS, BAYERN BATAL PULANGKAN BOATENG

Bayern Munchen batal mendatangkan kembali Jerome Boateng. Sejak awal pekan kemarin, Bayern mengundang Boateng kembali berlatih bersama skuat Die Roten. Ia diproyeksikan akan bergabung dengan Bayern dengan status sebagai free agent. Thomas Tuchel dikabarkan puas dengan kondisi sang bek. Namun Bayern Munchen memutuskan untuk tidak merekrut kembali Boateng. Ini disebabkan para fans Bayern tidak menghendaki sang bek kembali ke klub mereka. Karena Boateng terkena kasus KDRT.

OLLIE WATKINS RESMI PERPANJANG KONTRAK DI ASTON VILLA

Striker Aston Villa Ollie Watkins telah menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun di klub. Artinya Watkins bakal bermain hingga 2028. Pemain berusia 27 tahun itu, yang dipanggil kembali ke skuad Inggris pada hari Kamis, bergabung dengan Villa dari Brentford pada tahun 2020. 15 gol Watkins musim lalu membantu Villa meraih tempat di Eropa, dan dia telah mencetak dua digit dalam tiga musimnya di Midlands.

DIDEPAK DARI PSG, VERRATTI: LUIS ENRIQUE ITU KEJAM

Didepak dari PSG, Marco Verratti sebut Luis Enrique adalah pelatih yang kejam. Sebagaimana dilansir dari Football Espana, pelatih asal Spanyol itu mengatakan secara terang-terangan bahwa dirinya membenci Verratti. Tak tanggung-tanggung, ucapan itu dilontarkan langsung di hadapan sang pemain. Menurut media spanyol Iyu, Enrique bukannya tidak menyukai gaya bermain Verratti. Dilaporkan bahwa eks pelatih Barcelona dan Timnas Spanyol itu tidak suka dengan gaya hidup sang gelandang Italia.

POSTECOGLOU MINTA VAR DIHAPUS SAJA

Manajer Tottenham Hotspur Ange Postecoglou mengakui gol pemain Liverpool Luis Diaz ke gawang klubnya harusnya sah. Namun, ia menilai kesalahan wasit ini hal yang manusiawi. Lelaki asal Australia merasa beruntung timnya mendapat keuntungan dari kesalahan wasit ini. Soal VAR, Postecoglou juga ditanyai apakah dia akan menghilangkan VAR, dengan berkata, “Saya akan melakukannya dalam bentuknya saat ini. Saya hanya berpikir teknologi itu belum siap untuk permainan kita.”

Berita Bola Terbaru 7 Oktober 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

JELANG ARSENAL VS MAN CITY, KONDISI SAKA MASIH TANDA TANYA

Mikel Arteta memberikan kabar terbaru soal kondisi Bukayo Saka jelang pertandingan melawan Manchester City, Minggu (8/10/2023). Saka belum pasti bisa dimainkan karena mengalami masalah pada hamstringnya yang didapat di laga kontra Lens. Arsenal masih terus memantau kondisi Saka. Setidaknya sampai hari H pertandingan untuk melihat apakah Saka bisa dimainkan atau tidak. Jika tidak, tentu ini jadi kabar buruk bagi Arsenal.

MAN CITY BERSIAP PERPANJANG KONTRAK HAALAND

Dikutip Manchestereveningnews, Manchester City ingin memperpanjang kontrak Erling Haaland. Kedua kubu siap meningkatkan komunikasi guna merealisasikan target tersebut. Sebelumnya, Haaland menandatangani kontrak berdurasi lima tahun di Etihad. Berdasarkan kesepakatan tersebut, masa baktinya di The Citizens hingga musim panas 2027. Namun, perwakilan sang bomber mengatakan, kliennya memiliki ambisi untuk bermain di sejumlah liga top Eropa.

POGBA JALANI TES KEDUA, TETAP POSITIF DOPING

Hasil tes doping pembanding yang dijalani Paul Pogba tetap positif karena kadar testosteronnya berlebihan. Meski demikian, pihak Juventus belum mau berkomentar lebih jauh. Dengan hasil tes pembanding yang tetap positif, pemenang Piala Dunia 2018 itu kini terancam sanksi berat berupa larangan bermain maksimal empat tahun dan potensi pemutusan kontraknya di Juventus.

ISTRI SIR ALEX FERGUSON MENINGGAL

Menurut kabar Sky Sports, Lady Cathy Ferguson, istri mantan pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson tutup usia. Ia meninggal dunia di usia 84 tahun. Menurut pernyataan keluarga Ferguson, Cathy meninggalkan suami, tiga putra, dua saudara perempuan, 12 cucu, dan satu cicit. Sementara itu, pihak MU juga telah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Cathy.

KLOPP KLARIFIKASI SOAL LAGA SPURS VS LIVERPOOL DIULANG

Setelah laga dramatis antara Tottenham Hotspur dan Liverpool, Jurgen Klopp, pelatih Liverpool, membuat pernyataan kontroversial dengan mengindikasikan bahwa dia ingin laga tersebut diulang. Klopp kemudian memberikan klarifikasi bahwa banyak pihak salah mengartikan ucapannya itu. “Saya pikir semua orang di sini mendengar apa yang saya katakan tetapi semua orang memahami hal lain. Tidak apa-apa. Tapi jika kemarin saya memberi kesan bahwa saya masih bermain melawan Tottenham, sebenarnya tidak sama sekali,” ucapnya.

JARANG NYEKOR, RASHFORD DIBELA TEN HAG

Erik ten Hag membela Marcus Rashford yang tampil kurang apik bersama Manchester United di musim 2023/24. Seperti diketahui, sampai sejauh ini, Rashford baru mengemas sebiji gol dalam 9 laga bersama Setan Merah di lintas kompetisi. Catatan di atas membuat Rashford mendapatkan kritik dari banyak pihak. Tapi Ten Hag tetap kalem. “Para penyerang, ketika mereka tidak mencetak gol, mereka memerlukan momen dan itu akan datang,” kata Ten Hag.

4 PEMAIN PSG DIHUKUM TERKAIT CHANT ANTI GAY

Empat pemain PSG, yakni Ousmane Dembele, Randal Kolo Muani, Layvin Kurzawa dan Achraf Hakimi, dijatuhi sanksi larangan bermain satu laga oleh Ligue 1. Penyebabnya, keempat pemain dianggap terlibat dalam chant anti gay dalam pertandingan Ligue 1 melawan Marseille, 25 September lalu. Mereka disebut terlibat dalam nyanyian anti gay yang didengungkan suporter.

SHEIKH MANSOUR BISA DIPAKSA CABUT DARI MAN CITY GAGARA RUSIA

Sebuah firma hukum anonim yang bertindak atas nama aktivis Ukraina  meminta pemerintah Inggris untuk menyelidiki dugaan hubungan Sheikh Mansour dengan Rusia. Sheikh Mansour diklaim membantu orang-orang kaya Rusia selama perang dengan Ukraina. Keterlibatan semacam ini bisa mendapat sanksi dari pemerintah Inggris yang memboikot Rusia. Bos Manchester City itu terancam mengalami nasib seperti Roman Abramovich.

BARCELONA BISA PINJAM MESSI JIKA MIAMI GAGAL PLAYOFF?

Inter Miami masih terjebak di peringkat kedua terbawah Eastern Conference dan terpaut lima angka dari zona play-off setelah kalah dari Chicago Fire 4-1, Kamis (5/10) kemarin. Jika Miami gagal lolos ke play-off, maka musim Messi akan berakhir pada 22 Oktober 2023, sehingga mendapatkan libur berkepanjangan mengingat MLS 2024 baru akan digelar mulai bulan Februari. Beberapa media menyebut La Pulga bisa kembali ke Eropa. Jorge Mas, Co-owner Inter Miami sudah berjanji akan mengizinkan Messi kembali ke Barcelona untuk mengucapkan selamat tinggal.

LEWY CEDERA, XAVI TERPAKSA GANTI STRATEGI

Robert Lewandowski diperkirakan absen selama lima pekan karena cedera pergelangan kaki. Banyak yang memperkirakan Ferran Torres akan menjadi penyerang pengganti selama Lewandowski absen. Namun ada kemungkinan Xavi akan mengubah formasi penyerang Blaugrana. Football Espana melaporkan, Joao Felix dipertimbangkan dipasang sebagai false nine. Ada kemungkinan pula Xavi memasangkan Felix dan Torres secara bersamaan di lini depan.

MOURINHO SAYANGKAN CEDERANYA PELLEGRINI

Jose Mourinho menyayangkan cederanya Lorenzo Pellegrini saat menang 4-0 dalam pertandingan di Liga Eropa melawan Servette, Jumat (6/10/2023). Meski harus keluar kurang dari 15 menit karena cedera otot, Pellegrini mencetak assist dan tak lama kemudian membikin gol indah. Mourinho mengungkapkan, kemungkinan besar Pellegrini kembali mengalami cedera otot. Cedera yang juga pernah dialami Pellegrini pada awal musim ini.

IBRA SEBUT PEMAIN LIGA SAUDI RENDAHAN

Mantan mesin gol AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, menyindir Cristiano Ronaldo, juga pemain Eropa lain yang pindah ke Arab Saudi, dengan menyebut pemain Liga Arab Saudi masuk level rendahan. Pasalnya, bermain sepak bola demi gaji besar dianggap tidak masuk akal oleh Ibrahimovic. Dikatakan Ibra, para pemain yang berada di level tertinggi selalu menempuh latihan ekstra keras. Untuk itu, Ibrahimovic merasa bahwa para pemain ini perlu mempertimbangkan tempat mereka pensiun.

RONALDO, MBAPPE, DAN PAQUETA SEGERA GABUNG NEWCASTLE?

Dilansir Newcastleworld, sejumlah pemain top dunia mulai dari Cristiano Ronaldo, Lucas Paqueta hingga Kylian Mbappe dikaitkan dengan klub Liga Inggris Newcastle United. Rumor tersebut muncul usai Newcastle tampil mengejutkan di ajang Liga Champions 2023/24. Kemenangan 4-1 atas PSG di ajang Liga Champions kemarin diyakini bakal membuat para pemain top mulai tertarik untuk bergabung ke The Magpies.

GOL CR7 DIANULIR, AL NASSR RAIH HASIL IMBANG

Al-Nassr gagal memetik kemenangan di Liga Pro Arab Saudi. Menghadapi Abha Club, Al-Nassr hanya bermain imbang 2-2. Bintang Al-Nassr, Ronaldo sempat mencetak gol di menit ke-66 lewat tembakan dari dalam kotak penalti. Namun gol tersebut tidak disahkan wasit karena Ronaldo sudah berada dalam posisi offside.

TIMNAS U17 REBUT KEMENANGAN KEDUA DI JERMAN

Timnas Indonesia U-17 memetik kemenangan kedua di Jerman saat mengalahkan VFL Osnabruerck U-19 dengan skor tipis 2-1, Kamis (5/10) sore waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Ini kemenangan kedua dari tiga laga yang sudah dilakoni. Di uji coba pertama, skuad besutan Bima Sakti harus mengakui keunggulan dari TSV Meerbusch U-17 dengan skor tipis 0-1. Kemudian, kemenangan perdana diraih saat bertemu SC Paderborn Youth lewat gol tunggal Nabil Asyura.

IBRAHIMOVIC BELA KELUARGA GLAZER

Zlatan Ibrahimovic baru-baru ini muncul untuk membela keluarga Glazer. Ibrahimovic mengeluarkan pernyataan yang mungkin akan membuat para penggemar Manchester United marah. “Bukannya mereka tidak berinvestasi karena mereka mendatangkan banyak pemain dengan jumlah uang yang besar. Jadi saya pikir sedikit salah jika mengatakan bahwa mereka tidak melakukan apa yang diharapkan oleh para penggemar, maka saya tidak tahu apa alasan sebenarnya di balik semuanya,” katanya.

ALASAN DE LIGT TINGGALKAN JUVE DAN GABUNG KE MUNCHEN

Bek Belanda, Matthijs de Ligt, akhirnya mengungkapkan alasan meninggalkan Juventus dan hijrah ke Bayern Muenchen pada awal musim 2022/23. Hal itu diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan media asal Belanda, Voetbalzone. Dibanding Bianconeri, Bayern dianggap memiliki peluang lebih besar untuk bisa bersaing secara langsung dalam perebutan gelar juara Liga Champions. Alasan itulah yang membuat De Ligt pindah ke Bayern, dengan harapan bisa mendapatkan trofi Liga Champions. 

MILAN PERGI, INTER BISA ‘KUASAI’ SAN SIRO

AC Milan telah memilih untuk pindah ke San Donato. Proyek pembangunan stadion baru Rossoneri disana telah memasuki uji kelayakan. Stadion baru akan selesai pada 2028 jika semuanya berjalan lancar. Walikota Milan Giuseppe Sala menilai dengan adanya potensi kepindahan Milan, justru itu membuka peluang bagi Inter untuk menjadi penghuni tunggal San Siro. Menurutnya, jika memperbaiki Giuseppe Meazza dengan dua tim bermain di sana adalah hal yang mustahil, melakukan hal itu dengan hanya satu tim lebih mungkin diwujudkan.

VALENCIA TUDING VINICIUS BOHONG SOAL RASISME DI MESTALLA

Valencia keberatan dengan pernyataan Vinicius Jr di pengadilan soal kasus rasisme. Los Che menuding Vini Jr bohong dan menyudutkan fans mereka. Sebelumnya, Vini jadi korban rasisme saat Real Madrid bertandang ke Mestalla pada Mei 2023. Pemain asal Brasil itu mendapat teriakan ‘monyet’ dari sejumlah penonton di tribun Stadion Mestalla. Valencia merilis pernyataan resmi tak lama setelah Vinicius memberi kesaksian di pengadilan. Los Che menuduh Vini telah menggeneralisasi pelaku ke seluruh penggemar mereka di stadion.

SOUTHGATE TURUT KOMENTARI VAR

Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate turut berkomentar soal VAR menyusul keputusan kontroversial yang dibuat saat laga Tottenham vs Liverpool. Southgate menyatakan bahwa dia “tidak menyukainya” dan mengklaim bahwa orang-orang harus menerima keputusan yang dibuat oleh ofisial pertandingan di lapangan sambil membahas pengalamannya dengan Three Lions di Piala Dunia 2018 silam. Southgate masih tidak yakin apakah gol Jesse Lingard yang membuat timnya tersingkir dari semifinal itu sah atau tidak.

MU DIDESAK CARI PENGGANTI ONANA

Eks bintang Liga Inggris Chris Sutton mengkritik performa Andre Onana di bawah mistar. Dikatakan, Andre Onana tak lebih baik dari David de Gea. Menurutnya, Onana justru penurunan dari De Gea. Manchester United disarankan membuang Onana dan menggaet kiper baru di musim depan. Onana kebobolan rata-rata dua gol per pertandingan sejak kepindahannya, yang mengakibatkan Setan Merah mencatatkan awal terburuk mereka di musim Liga Primer dalam 34 tahun terakhir.

SPONSOR BARU AS ROMA TIMBULKAN GEJOLAK POLITIK DI ITALIA

AS Roma telah mencapai kesepakatan sponsor selama dua tahun dengan Riyadh Season di Arab Saudi pada Rabu (4/10) waktu setempat. Riyadh Season adalah festival olahraga dan hiburan Arab Saudi. Pengumuman tersebut langsung menimbulkan reaksi politik. Sebab Roma maupun Riyadh sama-sama bersaing menjadi tuan rumah World Expo 2030. Keputusan siapa yang akan dipilih akan dilakukan di Paris pada 28 November lewat pemungutan suara. Panggilan telepon langsung masuk ke CEO AS Roma, Lina Souloukou dari Wali Kota Roma Roberto Gualtieri. Wali Kota dilaporkan sangat marah dan menuduh CEO AS Roma kurang sopan padahal sudah memperingatkan Presiden Komite Olimpiade Italia Giovanni Malago dan Menteri Olahraga Andrea Abodi.

RENCANA BESAR CHELSEA UNTUK CONNOR GALLAGHER

Dikutip Goal, Chelsea berencana untuk mengadakan pembicaraan kontrak dengan pemain reguler lini tengah Conor Gallagher. Laporan tersebut menyatakan bahwa The Blues merasa puas dengan penampilan pemain Inggris tersebut di awal musim, tapi sang pemain harus terus berjuang demi tempatnya di tim. Di lain sisi, Chelsea tidak akan ragu melepas Gallagher dengan harga yang pantas jika ia tidak akan menandatangani kontrak baru.

ANDAI MAIN DI EPL, MBAPPE BAKAL GABUNG MAN CITY

Superstar PSG Mbappe diperkirakan akan pindah pada 2024 karena dia belum menandatangani perpanjangan kontrak dengan juara bertahan Ligue 1. Mantan pemain timnas Prancis, Gael Clichy pun setuju bahwa Real Madrid adalah destinasi kapten timnas Prancis itu setelah meninggalkan sang raksasa Ligue 1. Tapi jika berkiprah ke Inggris, Clichy mengklaim hanya Man City klub Premier League yang dapat merekrut rekan senegaranya itu.

BANTU CITY TUNDUKKAN LEIPZIG, RICO LEWIS DAPAT PUJIAN GUARDIOLA

Rico Lewis turut berkontribusi dalam kemenangan Manchester City atas RB Leipzig pada laga kedua Grup G Liga Champions, Kamis (5/9) dini hari WIB. Dimana dia mencetak satu assist. Terkait itu, pelatih Pep Guardiola turut bangga dengan performa pemain mudanya. Bahkan Guardiola tak ragu menyebut Lewis sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dilatihnya. Meski demikian, Lewis juga bukannya tanpa kekurangan. Lelaki plontos itu mengungkapkan, kekurangannya hanya di postur saja.

Terseok-seok di Europa League, De Zerbi Akui Timnya Masih Belum Pantas di Eropa

Sepak bola tingkat Eropa memang terbukti lebih sulit dibanding kompetisi domestik. Itu yang sudah dirasakan oleh Brighton sekarang. Mereka tampil menggemparkan di Premier League musim kemarin. Tapi, terbukti kesusahan di Europa League.

Terakhir, pasukan Roberto De Zerbi hanya bisa bermain imbang lawan Marseille dengan skor 2-2. Itupun berkat penalti di menit-menit akhir dari Joao Pedro. Penalti tersebut menyelamatkan mereka.

Meski imbang, ini tetaplah bersejarah. Ini merupakan poin pertama mereka dalam sejarah mereka di kompetisi Eropa. Meskipun begitu, jangan sampai ini jadi poin terakhir. Meskipun De Zerbi sendiri mengakui kalau sepak bola eropa lebih sulit, tapi Brighton diharapkan tetap memberikan perlawanan di Europa League.

Masih Jadi Tim Ampas di Eropa

Musim kemarin Brighton adalah tim kuda hitam yang menggemparkan para penggemar Premier League. Hanya ada sedikit orang yang mengenal Brighton sebelumnya. Tapi musim 2022/23 semua itu berubah.

Dimulai dengan pelatih Graham Potter menampilkan sepakbola atraktif, kemudian dilanjutkan dengan De Zerbi yang selalu berinovasi. Dengan skuad berbakat, mereka menerjang segala rintangan di Premier League. Musim kemarin mereka telah mengalahkan Manchester United baik di kandang maupun tandang. Juga pernah mengalahkan Liverpool 3-0.

Akhirnya di akhir musim 2022/23, mereka bisa mengumpulkan 62 poin dengan agresivitas gol yang lebih banyak dari Manchester United yang duduk di peringkat 3. Dengan catatan itu, Brighton duduk di peringkat ke-6. Tempat yang membuat Brighton pantas untuk dapat tiket eropa.

Sayangnya mimpi di Eropa tidak seindah yang mereka kira. Masuk di Grup B bersama AEK Athens, Marseille, dan Ajax, Brighton kesusahan. Di game week pertama Brighton kalah dengan skor 3-2 dari Athens. Gol yang mereka cetak pun berasal dari hadiah penalti.

Setelah pertandingan, De Zerbi mengatakan meskipun kalah ia masih bangga dengan anak asuhnya. Sebab itu memang pertandingan debut Brighton di kompetisi Eropa sepanjang sejarah mereka. Dan ia menganggap kalau kekalahan itu karena kurangnya pengalaman.

“Saya sangat bangga dengan para pemain, dan dengan performa kami. Bagi kami, ini adalah malam yang bersejarah. Mungkin kami memang belum punya pengalaman. Para pemain yang kami miliki adalah pemain muda dan kami harus membayar akibatnya.”

Kena Mental Saat Lawan Marseille

Kekalahan lawan tim asal Yunani itu jales membuat Brighton kena mental. Dan jika para fans Brighton sudah terpapar ilusi akan sulitnya kompetisi Europa League bagi mereka, maka itu semakin terbukti setelah pertandingan lawan Marseille.

Marseille sangat menguasai jalannya pertandingan kemarin. Sejak menit awal, bahkan sebelum Brighton sempat menyerang, Jason Steele dipaksa beberapa kali menyelamatkan gawang Brighton dari kebobolan.

Marseille akhirnya bisa membobol gawang Brighton saat laga berjalan 19 menit lewat gol dari Chancel Mbemba. Kemudian tak lebih dari dua menit kemudian, gawang Brighton bobol lagi. Kini usaha dari Jordan Veretout yang menggandakan keunggulan tim tuan rumah. Untungnya Brighton masih bisa membalas dua gol lagi di babak kedua.

Itu cukup mengesankan. Mengingat di pertandingan sebelumnya Brighton terpuruk dengan kekalahan 6-1 lawan Aston Villa. De Zerbi patut dapat pujian. Ia bisa memotivasi timnya untuk tidak terpengaruh dengan kekalahan memalukan itu. Ia juga bisa memotivasi para pemainnya agar bangkit di babak kedua.

De Zerbi Akui Timnya Adalah Tim Kecil di Eropa

Seakan tertampar oleh kenyataan, De Zerbi mengaku kalau mereka sedang dalam fase yang tidak baik akhir-akhir ini. Ia menilai kalau masih ada banyak yang harus ia perbaiki dari hasil imbang lawan Marseille ini.

“Saya ingin jujur. Saya tidak berpikir kami bermain bagus. Kami tidak bermain seperti ini musim kemarin, atau bahkan bulan kemarin. Ini adalah periode dimana kami harus bekerja keras. Dalam sepak bola kualitas permainan itu sangat penting.”

De Zerbi kemudian mengaku kalau timnya bukan tim besar. Baginya itu adalah faktor yang penting untuk diingat. Faktor penting lainnya yang perlu diingat, De Zerbi mengatakan kalau atmosfer di Europa league yang asing bagi mereka juga sangat berpengaruh.

“Kami belum jadi tim yang besar, kami adalah tim yang kecil dan klub yang kecil. Kami mencapai kompetisi Eropa dengan bermain bagus, dengan para pemain yang berkualitas. Tapi mungkin juga kami terlalu menderita dengan atmosfer baru di Eropa”

Terakhir, De Zerbi akhirnya mengakui kalau ia bukanlah pelatih besar yang terbiasa dengan kompetisi Eropa. Sebelumnya ia hanya punya pengalaman di Shakhtar Donetsk. Oleh karena itu, ia mengaku perlu adanya adaptasi.

“Saya bukan pelatih besar. Saya tidak terbiasa bermain di pertandingan besar seperti ini juga. Kami perlu beradaptasi dan terbiasa dengan kompetisi seperti ini”

Terlepas dari itu, De Zerbi mengatakan kalau ia sangat bangga dengan para pemainnya. Menurutnya, setelah kekalahan 6-1, kemudian tertinggal dua gol di babak pertama adalah hal yang cukup berat. Jadi ia bangga setidaknya masih bisa dapat satu poin di Eropa.

Dapat Pujian Dari Gattuso

Meskipun tidak bisa dapat poin maksimal, tapi De Zerbi masih dapat pujian dari pelatih Marseille, Gennaro Gattuso. Legenda AC Milan itu berkata kalau ia yakin De Zerbi adalah pelatih yang hebat.

“Dia telah menciptakan tim yang tahu apa yang harus mereka lakukan. Sejujurnya saya yakin Roberto adalah pelatih hebat.”

Perlu diingat, antara Gattuso dan De Zerbi pernah jadi rival dulunya. Mereka pernah terlibat konflik saat sama-sama masih tim Serie C Italia. Tapi Gattuso mengaku sudah melupakan insiden tersebut.

“Orang-orang akan membahas insiden kami di Pisa, tapi itu sudah peristiwa lama. Ada rasa hormat dari saya. Dia melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan para pelatih lainnya di Brighton”

Tekad Kuat Brighton Bisa Selamatkan Mereka di Eropa

Kompetisi Eropa memang jelas lebih sulit dijalani Brighton. Dan mereka sendiri sudah merasakan buktinya. Tapi ada satu hal yang bisa membuat harapan Europa League mereka masih hidup. Yaitu tekad dan karakter yang kuat.

Setelah tertinggal dua gol di babak pertama lawan Marseille, Brighton bisa saja dengan mudah hancur. Mereka bahkan hampir kebobolan gol ketiga. Tapi the seagulls menolak untuk tersingkir. Malah, mereka bermain jauh lebih baik ketika sudah tertinggal dua gol itu.

Brighton juga membuktikan mereka punya kedalaman skuad yang nyata. Pada malam pertandingan di Marseille, para pemain andalan Brighton absen. Mereka adalah James Milner, Adam Lallana, Julio Enciso, Estupinan, dan Jakub Moder. tapi pemain lini kedua Brighton bisa bersinar. Bisa dilihat dari penampilan bagus dari Mahmoud Dahoud dan Tariq Lamptey.

Perpaduan antara tekad dan kedalaman skuad bisa jadi modal utama Brighton di Europa League musim ini. Mereka masih menunggu kemenangan perdana mereka di Eropa. Mungkin itu bisa didapat dari pertandingan selanjutnya. Yaitu lawan tim yang sedang bermasalah, Ajax Amsterdam.

Sumber referensi: Eurosport, Eurosport 2, Vavel, AllFootball

ELKAN BAGGOT OTW EPL? Ipswich Town Makin Garang

Ada pemandangan mengejutkan di Championship atau kasta kedua Liga Inggris. Klubnya Elkan Baggot, Ipswich Town hingga pekan ke-10 masih memuncaki klasemen Championship. Padahal nih, klubnya Elkan Baggot tersebut termasuk “anak kemarin sore” di Championship. Bagaimana bisa sih klub yang lama tak terdengar di kasta tertinggi Liga Inggris itu bisa naik performanya musim ini?

Prestasi Ipswich Town

Mendengar tim bernama Ipswich Town mungkin masih asing di telinga anak jaman sekarang. Pasalnya, sudah lama tim ini tak nongol lagi di Liga Inggris. Terakhir kali mereka mencicipi Liga Inggris yakni di tahun 2002. Lalu prestasi klub ini apa saja?

Klub yang bermarkas di Portman Road ini ternyata pernah meraih beberapa prestasi di masa silam. Juara Liga Inggris pun mereka pernah raih, yakni di tahun 1962. Juara Piala FA juga pernah diraih mereka tahun 1978. Bahkan gelar di level Eropa pun ternyata pernah diraih. Yakni ketika menjadi juara Piala UEFA tahun 1981.

Di masa kejayaannya, Ipswich Town pernah diperkuat oleh pemain-pemain seperti Bobby Robson, Titus Bramble, Kieron Dyer, sampai Darren Bent. Lalu, bagaimana kondisi Ipswich sekarang? Apa yang membuat mereka tiba-tiba menghentak di EFL Championship?

Baru Promosi Musim Lalu

Menariknya, klub berjuluk The Tractor Boys ini ternyata baru promosi ke Championship musim ini. Musim lalu Ipswich Town hanya berkutat di League One atau liga kasta ketiga Inggris. Sebab klub dari Suffolk, Inggris ini sudah terdegradasi sejak tahun 2019 silam. Saat terdegradasi, itu adalah hari paling kelam yang pernah dialami The Tractors Boys, sekaligus menjadi aib tersenidiri.

Mengapa? Sebab di tahun itu adalah untuk pertama kalinya Ipswich tergusur ke League One setelah 62 tahun tidak terdegradasi ke sana. Terpaksa, usai terdegradasi ke League One, Ipswich harus memulai berjuang dari nol lagi. Dua musim lamanya The Tractor Boys bersama pelatih Paul Lambert tak bisa naik kasta ke Championship.

Lalu pada akhir tahun 2021, datanglah seorang pelatih baru berpaspor Irlandia Utara. Orang itu adalah Kieran McKenna. Hebatnya, pelatih yang ditunjuk ini adalah bekas asisten Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer saat di Manchester United. Lambat laun McKenna pun bisa membenahi tim ini setingkat lebih maju.

Faktor Pelatih

Pengalaman McKenna menimba ilmu dari para pelatih top jadi modal bagi dirinya. Di MU, McKenna juga sempat memegang skuad junior U-18. Memang, karier pelatih muda yang satu ini lebih banyak dihabiskan untuk melatih tim junior. Selain melatih tim U-18 Manchester United, McKenna juga pernah melatih tim junior Nottingham Forest, Leicester City, maupun Tottenham Hotspur.

Memang benar bahwa Kieran McKenna masih nihil trofi. Tapi kalau soal potensi dan gaya permainan, bisalah diadu. Memegang Ipswich Town di tengah inkonsistensi musim 2020/21 buktinya ia bisa survive dan terhindar dari ancaman degradasi.

Bagaimanapun McKenna punya jasa besar bagi kebangkitan Ipswich di League One. Bahkan tak butuh waktu lama baginya untuk membawa Ipswich naik kasta ke Championship. Terhitung hanya satu setengah musim saja ia melakukannya. Tidak hanya itu, Ipswich juga promosi dengan cara meyakinkan.

Mereka hanya kalah empat kali di League One musim 2022/23. Menjadikannya klub dengan jumlah kekalahan tersedikit di League One musim itu. Ipswich di musim itu juga menjadi tim yang paling banyak membobol gawang lawan di League One, yakni 101 gol. Ipswich Town juga menjadi tim tersedikit kebobolan di League One musim itu dengan hanya 35 gol. Jauh lebih sedikit dari sang juara, Plymouth Argyle (47 gol).

Sistem yang dimainkannya McKenna sejak membesut Ipswich selalu berkesinambungan, yakni 4-2-3-1. Ya, kurang lebih sama seperti mantan majikanya dulu Mourinho maupun Ole. Menurut Total Football Analysis, cara bermain McKenna ini menarik.

Segi penguasaan bola dan kreativitas individu menjadi yang sangat ditonjolkan. Namun meski doyan penguasaan bola, cara bermain McKenna juga bisa direct dengan sirkulasi bola cepat. Intensitas pressing-nya juga tinggi musim lalu di League One.

Suntikan Pemain Muda

Begitu pula apa yang terjadi musim ini di Championship. Tak terduga juga tim promosi seperti mereka bisa menjadi pemuncak klasemen sementara hingga pekan ke-10. Mereka sementara hanya kalah sekali lawan Leeds, dan seri sekali lawan Huddersfield. Mereka juga masih yang terbanyak di Championship kalau urusan mencetak gol, yakni 21 gol.

Taktik 4-2-3-1 masih diandalkan McKenna musim ini. Ia sukses mempertahankan kerangka tim terbaiknya musim lalu. Menurut The Analyst, pemain seperti Marcus Harness, George Hirst, Nathan Broadhead, Wesley Burns, maupun Conor Chaplin masih menjadi juru gedor produktif lini serang Ipswich.

McKenna musim ini juga menambahkan beberapa pemain muda pinjaman dari tim-tim besar Liga Inggris. Seperti pemain pinjaman dari MU Brandon Williams, Omari Hutchinson dari Chelsea, maupun Dane Scarlett dari Spurs.

Para pemain muda tersebut terbukti menambah variasi permainan Ipswich jadi makin kaya. Nama Hutchinson misalnya. Sumbangan gol dari pemain pinjaman The Blues ini sukses mengandaskan Wolves di Carabao Cup. Brandon Williams pun juga sama. Meski sebagai bek sayap, ia juga sudah ciptakan gol.

Ada Nama Elkan Baggot

Jangan lupakan juga pemain kebanggaan Indonesia, Elkan Baggot yang juga jadi andalan di Ipswich. Memang, Baggot musim lalu cuma dipinjamkan ke klub seperti Cheltenham Town maupun Gillingham. Namun musim ini, McKenna mempertahankannya sebagai salah satu stok bek tengah Ipswich. Meski McKenna lebih sering memilih duet Luke Woolfenden dengan George Edmundson, tapi Balgott tetap diperhatikan sebagai alternatif rotasi.

Terlihat buktinya ketika Baggot bermain 90 menit menjadi bek tengah Ipswich kala mengandaskan Wolves di Carabao Cup. Penampilannya bahkan sempat dipuji banyak kalangan termasuk dari para senior bek Ipswich Town.

Masa depan Baggot tampaknya akan cerah di Ipswich bersama McKenna. Syukur-syukur ia bisa terus dipercaya menjadi bagian dari tim ini. Apalagi nih, kalau musim ini benar-benar Ipswich bisa promosi ke Liga Inggris. Bisa sangat bangga rakyat Indonesia ada salah satu pemainnya bermain di Liga Inggris.

Peluang Ke Liga Inggris

Mungkin masih terlalu jauh perjalanan The Tractors Boys meniti jalur promosi ke Liga Inggris. Tapi setidaknya sebagai tim promosi, bisa memuncaki klasemen sementara Championship saja, sudah jadi modal besar bagi perjalanan panjang mereka musim ini.

Mengingat, pesaing-pesaing mereka untuk promosi pasti banyak. Ada Leicester City di bawah asuhan mantan asisten Pep Guardiola, Enzo Maresca. Jangan juga dilupakan tim-tim seperti Leeds United, Norwich, West Bromwich, maupun Southampton.

Ada juga pelajaran berharga untuk McKenna dari Michael Carrick musim lalu ketika memegang Middlesbrough. Meski penampilan Middlesbrough gacor selama semusim penuh di Championship, tapi nyatanya mereka gagal promosi ke Liga Inggris. Well, McKenna harus berkaca pada peristiwa tersebut.

Menjadi menarik membahas step by step klub ini naik kasta. Akan tambah menarik jika tim ini mampu di tiga musim berturut naik kasta. Dari League One, Championship, lalu Liga Inggris. Ya, semoga saja klub Elkan Baggot ini konsisten hingga akhir musim dan bisa mewujudkannya.

Sumber Referensi : theanalyst, totalfootballanalysis, dailymail, onefootball, transfermarkt, telegraph

17 LAGA TANPA KEKALAHAN, Keganasan West Ham di Eropa

0

Apa yang muncul dalam pikiran kalian kalau mendengar nama West Ham United? Klub medioker? Klub bersejarah minim prestasi? Tampaknya stigma itu sudah tak identik lagi dengan West Ham yang sekarang.

Di tangan David Moyes, West Ham menjelma tim yang unik. Setelah menjuarai Conference League musim 2022/23, West Ham tak henti-hentinya memberikan kejutan. Bahkan mereka baru saja mencatatkan 17 laga tak terkalahkan di kompetisi Eropa. Tentunya catatan positif ini membuktikan kalau West Ham tak bisa diremehkan. Tapi bagaimana bisa klub yang dilatih oleh “pelatih gagal” begitu mempesona ketika tampil di kompetisi Eropa?

Langganan Kompetisi Eropa

Sak pantas menyebut West Ham sebagai klub medioker lagi. Terlebih melihat apa yang sudah mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir. Meski hanya finis di urutan 14 klasemen Liga Inggris musim 2022/23, West Ham ternyata konsisten tampil di kompetisi Eropa dalam tiga tahun terakhir.

Ya, kalian tak salah dengar. Mungkin sebagian dari kalian tak menyadarinya. Itu wajar, karena West Ham bukan klub kesayangan media macam Chelsea atau Manchester United. Sebelum mencatatkan rekor, The Hammers ternyata sudah lebih dulu tampil di Europa League musim 2021/22. 

Sebagai tim yang jarang tampil di kompetisi Eropa, musim 2021/22 berjalan tak begitu buruk bagi West Ham. Skuad asuhan David Moyes begitu digdaya dengan rentetan hasil positifnya, baik di kompetisi domestik maupun kompetisi benua biru. 

Meski sempat tertatih-tatih, West Ham nyatanya mampu finis di urutan ke-7 klasemen akhir Liga Inggris 2021/22 dan mengamankan satu tiket ke Conference League musim berikutnya. Sedangkan di Europa League, West Ham dengan mengejutkan bisa mencapai partai semifinal. Praktis, sejak saat itu, West Ham tak pernah absen di kompetisi Eropa hingga sekarang.

Penantian Panjang

Sejak dimiliki David Sullivan pada 2010, West Ham memang selalu bermimpi bisa mengakhiri kekeringan trofi di kompetisi antarklub Eropa. Setelah 13 tahun menjaga ambisi tersebut, The Hammers akhirnya mewujudkan itu di Conference League musim 2022/23 setelah mengalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Praha. 

Kegembiraan David Moyes terpancar saat ia berlari menuju tribun suporter West Ham untuk merayakan gol kemenangan timnya di laga final. Para pemain West Ham pun larut dalam kebahagiaan saat meraih trofi Eropa pertama West Ham sejak Piala Winners musim 1964/65. Semakin membanggakan karena ini jadi trofi Liga Conference pertama yang dimenangkan oleh tim yang berasal dari Inggris. 

Memecahkan Rekor

Satu lagi catatan yang tak bisa dilupakan adalah West Ham membawa pulang trofi dengan status tak terkalahkan. Rangkaian kemenangan itu dimulai dari laga kualifikasi Conference League musim 2022/23 menghadapi wakil Denmark, Viborg.

Melakoni dua leg, West Ham tak menemui rintangan yang berarti kala menghadapi skuad asuhan Jacob Friis. Gianluca Scamacca dan kolega menang telak dengan skor agregat 6-1. Hasil itu membuat West Ham lolos ke fase grup Conference League dan tergabung dalam Grup B bersama Silkeborg, Anderlecht, dan wakil Liga Romania, FCSB.

Tergabung dalam grup yang relatif mudah, West Ham diunggulkan. Tercatat hanya Anderlecht saja lawan yang diperkirakan bakal merepotkan West Ham. Tapi ternyata perkiraan itu salah. Ketiga tim itu ternyata sama sekali bukan tandingan The Hammers.

Skuad asuhan David Moyes menyapu bersih enam laga penyisihan grup dengan kemenangan. Mereka mencetak 13 gol dan hanya kebobolan lima gol saja. Tak sampai disitu, di fase gugur West Ham semakin mendominasi. Hingga pada akhirnya juara, The Hammers tak tersentuh kekalahan. Satu-satunya hasil minor yang didapat adalah ketika bermain imbang 1-1 di babak perempat final melawan KAA Gent.

West Ham yang menjuarai Conference League musim 2022/23 berhak tampil di Europa League musim berikutnya. Kembali bermain di kompetisi Eropa musim ini, konsistensi West Ham masih terjaga. 

Meski bukan tim yang diunggulkan, West Ham mampu membuktikan pantas berlaga di pentas Eropa. Itu dibuktikan dengan dua kemenangan beruntun di dua laga awal penyisihan Grup A Europa League musim 2023/24. Rangkaian tak terkalahkan di kompetisi Eropa yang terus berlanjut membuat West Ham mengantongi 17 laga tak terkalahkan.

The Hammers menjadi klub Inggris dengan catatan tak terkalahkan terpanjang mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Leeds United asuhan Don Revie pada tahun 1968, Tottenham Hotspur asuhan Bill Nicholson pada tahun 1972, dan Manchester City pada tahun 2023.

Kejeniusan David Moyes

Kesuksesan West Ham di kompetisi Eropa tentu tak lepas dari tangan dingin David Moyes. Pelatih berambut putih itu memang pantas disanjung. Ia jadi sosok yang sabar membangun kembali tim hingga jadi seperti sekarang.

Tak ada yang menyangka kalau Moyes yang dulu gagal di Manchester United dan membuat Sunderland terdegradasi justru mampu menyulap West Ham menjadi tim yang sangat kuat di kompetisi Eropa. Kejeniusannya dalam meracik tim di tengah budget yang minim jadi salah satu kunci kesuksesan West Ham.

Moyes mendatangkan pemain sesuai kebutuhan. Mungkin satu-satunya penandatanganan besar West Ham adalah saat berhasil membujuk Lucas Paqueta dari Lyon. Sisanya? Hanya pemain medioker seperti Said Benrahma, Nayef Aguerd, Maxwell Cornet, Thilo Kehrer, hingga penyerang kawakan, Danny Ings.

Faktor berikutnya adalah soal keunggulan di lini tengah. Lagi-lagi, Moyes berpengaruh dalam hal ini. Ia menduetkan Declan Rice dengan Tomas Soucek dalam formasi 4-2-3-1. Meski tak langsung berhasil, keduanya menjadi salah satu duo gelandang jangkar paling baik saat itu. Para bek West Ham bisa tampil lebih percaya diri karena memiliki Rice dan Soucek di tengah.

Margin Gol

Meski jarang mencatatkan clean sheet, West Ham jadi tim yang produktif di kompetisi Eropa. Dengan selisih gol yang tinggi mereka mampu terhindar dari kekalahan. West Ham memang jarang menang telak. Contohnya di dua laga Europa League musim ini. Melawan Backa Topola dan Freiburg. Meski menang, West Ham selalu kebobolan.

Tapi, West Ham menutupi kekurangan itu dengan berusaha mencetak gol sebanyak-banyaknya di 90 menit waktu normal. Moncernya West Ham di kompetisi Eropa tak lepas dari konsistensi Jarrod Bowen di lini depan.

Pelatih asal Skotlandia itu menyulap Bowen dari pemain biasa-biasa saja menjadi pemain yang memiliki naluri gol sangat tinggi. Pada awalnya banyak yang meragukan Bowen. Selain tidak dikenal, ia dibeli dengan harga yang tidak murah. Namun, Moyes membuktikan bahwa pembeliannya tak salah.

West Ham cukup bertumpu padanya soal urusan membongkar pertahanan lawan. Pemain bernomor punggung 20 itu bahkan berperan besar dalam dua gol yang dicetak The Hammers di final Conference League musim lalu. Untuk musim ini saja, Bowen sudah mencetak lima gol di delapan pertandingan bersama West Ham.

Mereka kini kokoh di puncak klasemen Grup A Europa League 2023/24 dengan torehan 6 poin dari dua pertandingan. Rekor tak terkalahkan selama 17 pertandingan memang jadi pencapaian yang baik. Namun, PR mereka saat ini adalah soal konsistensi. Mampukah West Ham mengulang kejayaan Conference League di Europa League musim ini? 

Sumber: 90min, Whufc, Sportsmole, Goal