Yakin Menantang Premier League! Tapi Kok Liverpool Masih Susah Menang Lawan Brighton?

spot_img

Liverpool hanya mampu menahan imbang 2-2 saat bertandang ke Amex Stadium. Brighton bisa unggul lebih dulu lewat gol dari Adigara di menit 20. Sebelum Mohamed Salah mencetak gol penyeimbang di menit 40. Semua tampak cerah bagi Liverpool saat Salah bisa membalikan keadaan tepat sebelum babak pertama habis. Tapi Lewis Dunk mencetak gol di menit 78.

Dalam sepak bola, setiap tim punya lawan yang selalu jadi momok atau batu sandungan mereka. Dan tidak peduli apa yang dilakukan tim atau perubahan yang dilakukan oleh pelatih tim tersebut, jika menghadapi lawan yang jadi momok mereka, pasti hasilnya tidak bagus.

Untuk Liverpool, tim itu adalah Brighton. Entah mengapa the reds selalu kesusahan kalau lawan Brighton. Seolah, the seagulls adalah hantu atau lawan yang tak bisa Liverpool taklukan bagaimanapun caranya.

The Reds baru merasakan satu kemenangan dari tujuh pertemuan terakhir mereka. Sedangkan pertemuan di antara kedua tim didominasi oleh hasil imbang. Yaitu empat kali, sementara Brighton menang dua kali.

Padahal di akhir musim kemarin Klopp pernah berkata: “Kami menjalani musim yang buruk dengan duduk di peringkat 5. Tapi musim depan kami akan bangkit. Kami akan kembali jadi penantang serius juara Premier League” Ucapnya dikutip dari this is anfield.

Tapi, apakah Liverpool akan benar-benar serius jadi penantang juara musim ini? Sedangkan menang lawan Brighton saja tak mampu. Lalu, apa yang bisa diambil oleh Liverpool dari pertandingan ini? Yuk simak ulasannya.

Kebiasaan Kebobolan di Awal Masih Berlanjut

Hal pertama dan paling jelas yang bisa kita lihat dari pertandingan ini adalah kebiasaan buruk Liverpool kebobolan di awal. Ini terjadi di hampir semua pertandingan Liverpool musim ini. Seolah sudah jadi tren. The Reds akan kebobolan lebih awal, kemudian menyadari mereka harus meningkatkan level, sebelum akhirnya bangkit.

Namun di pertandingan ini, setidaknya anak asuh Jurgen Klopp bisa bermain bagus sejak awal. Sayangnya Liverpool kurang beruntung. Gol pertama tercipta di menit ke-20. Itu merupakan kelima kalinya the reds kebobolan di awal dari delapan pertandingan terakhir.

Meskipun begitu, belajar dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, Liverpool selalu bisa bangkit. Di pertandingan ini pun sebenarnya Liverpool masih bisa bangkit lewat dua gol dari Salah. Namun sayangnya Brighton masih bisa membalas pada akhirnya.

Setelah pertandingan Klopp berkata kalau ini adalah hasil yang pantas mereka dapatkan. “Ini pertandingan yang sangat intens bagi kedua tim. Berbagi poin mungkin jadi hasil yang paling adil. Tapi tetap saja terasa buruk setelah kami memimpin”

Mac Allister Patut Disalahkan?

Klopp mungkin ingin cari aman dengan mengatakan ini adalah hasil yang adil. Mungkin juga ia ingin melindungi kesalahan salah satu anak asuhnya di laga itu. Dan orang itu adalah Alexis Mac Allister.

Seperti sebuah kebetulan yang terlalu jelas memang. Mac Allister yang jadi juara Piala Dunia ketika masih berseragam Brighton, melakukan kesalahan yang menguntungkan tim lamanya itu. Well memang beberapa orang menyalahkan Virgil Van Dijk yang mengoper bola sembarangan.” Tapi Mac Allister juga patut disalahkan.

Ia terlalu ceroboh dan tidak peka terhadap keadaan sekitar sehingga bola yang ia terima dengan mudah direbut. Dan itu yang menyebabkan gol pembuka Brighton tercipta. Penonton yang dulu menyoraki nama Mac Allister pun kembali bersorak karena gol itu.”

Tapi apakah ini benar-benar kesalahan sang pemain? Atau ini salah Klopp yang menempatkannya sebagai seorang gelandang bertahan? Tujuan Klopp membeli Mac Allister memang untuk memperkuat susunan gelandangnya. Tapi yang Liverpool butuhkan adalah gelandang bertahan.

Mac Allister memang bisa jadi gelandang bertahan. Tapi ia lebih sering bermain sebagai gelandang serang atau gelandang tengah. Berkat bermain di dua posisi itulah ia jadi pencetak gol terbanyak Brighton musim kemarin.

Ketika dimainkan sebagai gelandang bertahan, atau pemain nomor 6 di Liverpool, ia sering ragu-ragu dalam penguasaan bola. Ia juga tidak unggul dalam segi fisik dibanding pemain lain. Klopp harus memikirkan ulang rencananya. Sebab sepertinya masih ada sangat banyak potensi yang Mac Allister miliki tapi belum dimaksimalkan oleh Liverpool.

Ada Kontroversi Lagi, Tapi Klopp Capek Menanggapi?

Mengingat segala sesuatu yang terjadi setelah kekalahan kontroversial Liverpool dari Tottenham akhir pekan lalu, alangkah baiknya jika pertandingan ini berlalu tanpa alasan untuk mengomentari kinerja official.

Tapi itu tidak bisa dihindari. Terjadi lagi sebuah keputusan yang kontroversial di laga lawan Brighton ini. Adalah Pascal Gross yang menjatuhkan Dominik Szoboszlai di kotak penalti di akhir babak pertama. Banyak yang berpendapat kalau Gross pantas dapat kartu merah. Sebab itu adalah pelanggaran yang keras dan jelas.

Diketahui dari pedoman komisi wasit Inggris, jika pemain yang dilanggar sedang berada dalam posisi mencetak gol, maka pantas dapat kartu merah. Tapi wasit Anthony Taylor beranggapan Szoboszlai tidak sedang dalam posisi yang berpotensi mencetak gol.

Menanggapi keputusan itu, Klopp lebih legowo. Ia berkata kalau sudah puas dengan hadiah penalti dan tidak terlalu memikirkan kartu merah. Ia juga sudah melupakannya dan tak terlalu mempermasalahkan hal ini.

“Jujur, saya bahkan tidak menyadarinya saat itu. Ketika itu penalti, saya tidak memikirkan kartu merah. Apa yang bisa saya katakan soal itu? Saya sudah melupakannya. Saya sudah terlalu tua untuk hal-hal semacam ini.” Ucapnya dikutip dari the athletic

Mohamed Salah Si Pelahap Brighton

Terlepas dari kontroversi dan blunder di lapangan, ada hal baik yang bisa dinikmati fans the reds. Yaitu bagaimana Salah masih bisa jadi andalan Liverpool sampai sekarang. Dan melihat performanya, mungkin tetap bisa diandalkan untuk beberapa waktu kedepan.

Dua golnya di pertandingan ini menjadikannya telah terlibat dalam 14 gol selama melawan Brighton. Itu jumlah keterlibatan golnya yang terbanyak melawan tim manapun di Premier League, selain Manchester United.

Brighton memang masih jadi hantu untuk Liverpool. Tapi untungnya bagi Liverpool, mereka masih punya Mohamed Salah.

Masih Pantaskah Mengharapkan Gelar Juara?

Dengan kekalahan telak di Tottenham terakhir kali diikuti dengan hasil imbang yang membuat frustasi di Brighton, penggemar Liverpool mungkin tergoda untuk membuat penilaian gegabah tentang potensi tim ini.

Di dua pertandingan liga terakhir, Liverpool memang dapat hasil kurang memuaskan. Tapi secara keseluruhan, ini adalah awal musim yang cukup membanggakan. Duduk di peringkat 4 dengan 5 kali menang dan hanya sekali kalah, ini cukup impresif mengingat bagaimana buruknya mereka musim kemarin.

Awal musim yang baik ini menandakan Liverpool telah melupakan musim 2022/23 yang penuh bencana. Tapi tentu saja, ada banyak ruang yang perlu ditingkatkan. Supaya harapan jadi penantang liga bisa terjaga.

Terutama mengatasi masalah selalu kebobolan di awal pertandingan. Mereka juga harus memperbaiki error lini bertahan saat bola-bola mati. Di atas kertas, Liverpool sekarang jauh lebih baik dari Liverpool musim kemarin. Dan secara keseluruhan, mereka punya potensi jadi penantang gelar musim ini. Dengan catatan, Liverpool bisa mengurangi kesalahan-kesalahan mereka sendiri.

Sumber referensi: Athletic, Atheletic 2, Anfield, Anfield 2, Sky, Mirror

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru