Beranda blog Halaman 270

Ingin ke REAL MADRID! Sehebat Apa Bomber Mematikan Santiago Gimenez?

Perkenalkan Hidden Gem Feyenoord bernama Santiago Gimenez. Pria meksiko yang baru berusia 22 tahun itu, berkilau musim lalu mengantarkan Feyenoord kampiun Eredivisie.

Sempat jadi rebutan klub besar, tapi ia banyak dikira hanya pemain “One Season Wonder”. Ditambah, ia hanya gacor di liga sekelas Belanda. Tapi musim ini Gimenez menjawab semua keraguan itu. Bahkan ia mengaku sudah siap menuju Real Madrid. Lalu pertanyaannya, memangnya sebagus apa dia?

Berawal Dari Cruz Azul

Bau kegacoran Gimenez ini baru muncul musim lalu. Maklum, dia baru merantau ke Eropa musim lalu. Karier sepakbolanya sejak muda lebih banyak dihabiskan di klub yang pernah dibela ayahnya, Cruz Azul.

Gimenez melakukan debutnya untuk Cruz Azul pada usia yang masih sangat belia, yakni 16 tahun. Ia butuh waktu sekitar dua musim untuk mendapatkan tempat reguler di sana. Menurut catatan Transfermarkt, hasilnya lumayan oke untuk pemuda sekelas dirinya. Sejak jadi pemain inti pada tahun 2018 hingga 2021, ia mengemas 21 gol dan 11 assist di semua kompetisi buat Cruz Azul.

Sebuah pencapaian yang sederhana, namun cukup untuk menggoda Feyenoord memakai jasanya pada awal musim 2022/23. Feyenoord ketika itu membayar klausul pelepasan Gimenez hanya sebesar 6 juta euro saja. Sejak saat itulah perjalanan baru Gimenez di negeri orang dimulai.

Lambat Panas

Sesampainya di Feyenoord di bawah komando Arne Slot, nyatanya Gimenez lambat panas. Harus diakui, Gimenez memulai musim dengan lambat musim lalu. Dia baru mencetak gol pertamanya melawan FC Emmen pada bulan Agustus 2022. Bahkan, ia hanya jadi starter dalam empat pertandingan liga sebelum jeda Piala Dunia.

Kurangnya keterlibatan tersebut, membuatnya diabaikan Timnas Meksiko. Pelatih Meksiko Gerardo Martino, tidak memasukkan nama Gimenez ke dalam skuadnya untuk terbang ke Qatar. Ya, itu adalah sebuah cambukan bagi Gimenez.

Namun di saat jeda Piala Dunia, Gimenez kerja keras membenahi performanya. Badannya yang tinggi dan besar, dia dianggap lelet dan kurang memiliki kekuatan dalam duel. Maka dari itu selama jeda Piala Dunia, ia fokus memaksimalkan latihan fisik.

Top Skor Dan Trofi Juara Liga

Nah setelah Piala Dunia usai, hasil latihannya tak sia-sia. Dia menjelma menjadi monster baru di Eredivisie. Ia tak lagi terlihat kaku secara fisik, melainkan justru makin tajam. Ia gaspol mencetak 13 gol di Eredivisie setelah pergantian tahun baru 2023.

Tak disangka pemuda yang awalnya lambat panas tersebut menjadi top skor tim dengan total 23 gol musim lalu di semua kompetisi. Dan yang terpenting, gol-golnya tersebut mampu menjadi bagian penting timnya meraih mahkota juara Eredivisie musim lalu.

Rebutan Klub Besar

Tak heran, ia langsung jadi rebutan klub-klub besar yang sedang membutuhkan striker. Namanya menjadi buah bibir lantaran klub seperti Arsenal, MU, Real Madrid, AC Milan, maupun Chelsea membidiknya di bursa transfer musim panas lalu. Gimenez pun sebenarnya dibanderol tak terlalu mahal yakni sebesar 35 juta euro saja.

Namun nyatanya, tak ada satupun klub yang berhasil gaet Gimenez. Gimenez di Agustus lalu justru membicarakan perpanjangan kontraknya dengan Feyenoord. Hal itu membuatnya bertahan di Rotterdam hingga tahun 2027.

Selain perpanjangan kontrak, kemungkinan menurut The Athletic, klub-klub besar tersebut tak mau berjudi dengan kemampuan Gimenez. Pasalnya ia hanyalah pemain yang masih muda dan baru semusim bermain di Eropa. Terlebih kegacorannya itu masih di level liga seperti Belanda.

Bertahan Dan Tambah Gacor

Namun, prediksi beberapa klub itu agaknya salah di awal musim ini. Bertahannya Gimenez di Feyenoord musim ini, malah membuatnya lebih matang. Kegacorannya berlanjut setelah hingga pekan ke-7 Eredivisie, ia sudah membukukan 10 gol dan 2 assist dari tujuh laga.

Gimenez juga tak tergantikan di skuad besutan Arne Slot. Salah satu efek dari tambah gacornya Gimenez tersebut adalah masih belum terkalahkannya Feyenoord hingga pekan ke-7 Eredivisie.

Selain itu, meski hanya berada di peringkat ke-4 sementara, jumlah gol Feyenoord hingga pekan ke-7 adalah yang paling banyak di Eredivisie, yakni 26 gol. Dan salah satu rekor yang dicatatkannya musim ini adalah menjadi orang pertama yang bisa menciptakan hattrick ke gawang Ajax Amsterdam di Amsterdam Arena.

Ingin Ke Real Madrid

Di tengah kegacorannya di awal musim ini, ada kabar kencang berhembus bahwa jika dirinya hengkang, ia akan memilih Real Madrid. Berbekal CV-nya yang menawan, Gimenez ternyata tidak malu-malu untuk mempromosikan dirinya sendiri.

Saat ditanya soal keinginannya bergabung dengan Madrid, ia berkata, “Saya akan sangat senang bermain untuk Real Madrid. Klub itu sangat besar. Kesempatan semacam itu akan sangat fantastis bagi saya.”

Gimenez pun tiba-tiba menampilkan kode kerasnya terhadap El Real. Kode itu sangat jelas diperlihatkan dalam unggahan story di akun Instagram pribadinya. Ia menunjukan foto markas El Real, Santiago Bernabeu. Padahal ketemu dan bermain melawan Real Madrid saja, ia belum pernah.

Perkembangan Gimenez

Entah itu kepedean semata, atau benar-benar ada tawaran serius dari El Real? Namun yang pasti, Real Madrid sudah tahu akan kelebihan dan kekurangan bomber muda Meksiko yang satu ini.

Gimenez musim lalu tak diragukan lagi sebagai salah satu striker terbaik di lima liga top Eropa. Tapi secara keterlibatan dalam permainan, ia dianggap kurang. Dicatat The Athletic, dalam kemenangan tandang atas Heerenveen Februari musim lalu, Gimenez mencetak gol tetapi hanya melakukan 14 sentuhan bola saja. Melawan Fortuna Sittard dua pekan kemudian pun sama. Ia kembali mencetak gol tetapi hanya menyentuh bola sebanyak 17 kali saja.

Ya, meski gacor Gimenez tak banyak terlibat dalam permainan tim. Ia adalah striker yang lebih banyak menunggu di depan. Akan tetapi, musim ini ia lebih berkembang atas perintah sang pelatih, Arne Slot.

Peran Arne Slot

Peran slot dalam perkembangan seorang Gimenez sangat besar. Gimenez disuruh untuk banyak terlibat dengan permainan. Seperti jemput bola ke belakang, menggiring bola lebih banyak, maupun melakukan umpan satu dua dengan pemain lain.

Ternyata keterlibatan Gimenez tersebut juga membantunya lebih banyak melakukan tembakan ke arah gawang. Hingga pekan ke-7 Eredivisie, Gimenez sudah melepaskan rata-rata 4,6 tembakan ke gawang per 90 menit. Meningkat tajam dari rata-rata musim lalu yang hanya mentok di angka 2,7 per 90 menit. Hal tersebut akan berkorelasi dengan jumlah peluang golnya akan lebih banyak musim ini.

Dengan peningkatan tersebut berhasil, ia akan berkembang menjadi striker yang komplit. Dan bukan tidak mungkin, ia akan benar-benar menjadi komoditi panas bursa transfer. Bisa jadi, Real Madrid yang sudah di kode keras olehnya, berhasil mendapatkan tanda tanganya. Atau justru malah klub lain yang mendapatkan jasanya? Tapi kalau menurut Football Lovers, lebih cocok kemana nih kalau Gimenez pindah?

Sumber Referensi : theathletic, goal.com, footballfaithfull, foottheball, transfermarkt, onefootball

Kota di Dunia yang Paling Banyak Klub Bolanya

0

Klub sepakbola kerap merepresentasikan sebuah kota. Beberapa dari mereka bahkan menambahkan nama kota tersebut ke nama resmi klub. Contohnya saja AS Roma yang memang berbasis di Roma. Di Indonesia apa lagi. Banyak banget yang bawa-bawa nama daerah.

Sebagai contoh saja ada Persija Jakarta yang mewakili masyarakat Jakarta atau Persebaya Surabaya yang berlaga dengan mengatasnamakan arek-arek Suroboyo. Namun, terkadang dalam satu kota tak hanya memiliki satu tim sepakbola saja, melainkan banyak. Seperti kota-kota berikut ini yang berstatus sebagai kota dengan klub sepakbola terbanyak di dunia.

London

Kota pertama yang sudah pasti masuk dalam jajaran kota yang memiliki banyak kesebelasan adalah London, Inggris. Ibu Kota Negara Inggris itu bisa dibilang sebagai kiblatnya klub sepakbola dunia. Bagaimana tidak? Di kota tersebut tersemat setidaknya 42 klub yang tersebar di seluruh piramida sepakbola Inggris. 

Dari kasta tertinggi, Premier League hingga tier kedelapan, selalu ada klub yang mewakili Kota London. Tapi dari sekian banyak klub asal London, nggak ada satu pun yang menggunakan embel-embel kata “London” pada nama tim mereka. 

Selain karena wilayahnya yang begitu luas, seperti ada perjanjian tak tertulis kalau klub asal London tak boleh menambahkan kata “London”. Karena itu akan menimbulkan kecemburuan diantara klub-klub London yang lain. Lebih lengkapnya kamu bisa menonton video Starting Eleven sebelumnya

Musim 2023/24, tercatat ada tujuh klub asal Kota London yang berlaga di kasta tertinggi Liga Inggris. Klub-klub tersebut adalah Fulham, Chelsea, Arsenal, West Ham United, Brentford, Tottenham, dan Crystal Palace. Saking banyaknya, derby pun harus dipecah ke beberapa sub. Contohnya North London Derby tersaji untuk Spurs vs Arsenal sementara West London untuk laga Fulham melawan Chelsea. 

Lantas siapa yang paling sukses? Tentu saja tim tersukses masih dipegang oleh Arsenal dan Chelsea. Ya, anda tidak salah dengar. Meski kini nasibnya sedang terkatung-katung, The Blues tercatat jadi yang tersukses di kancah Eropa dengan raihan enam trofi Eropa termasuk dua trofi Liga Champions. Sedangkan Arsenal jadi yang tersukses di kancah domestik dengan koleksi 13 gelar Premier League.

Buenos Aires

Jika di Eropa ada London, maka di Benua Amerika ada Buenos Aires. Sama halnya dengan London, Ibukota Argentina itu juga pantas disebut sebagai kiblat bagi sepakbola dunia. Buenos Aires tercatat memiliki sekitar 73 klub di berbagai level kompetisi mulai dari Primera Division hingga Primera C Metropolitana atau kasta keempat Liga Argentina.

Beberapa klub terkenal dari kota ini diantaranya Argentinos Juniors, Boca Juniors, Independiente, Lanus, Racing Club de Avellaneda, River Plate, Velez Sarsfield dan masih banyak lagi. Boca Juniors dan River Plate masih jadi yang mendominasi di kasta tertinggi.

River Plate dan Boca Juniors sendiri memiliki rivalitas paling sengit di Argentina. Bahkan bisa dibilang hampir 70 persen masyarakat Argentina teridentifikasi sebagai fans dari kedua klub legendaris ini. Pertemuan keduanya di berbagai kompetisi diberi tajuk “Superclasico”.

Kegilaan derby ini jadi yang paling gila dari yang tergila. Superclásico terkenal karena rivalitas baik di dalam maupun luar lapangan. Bagi sebagian fans, menghadiri laga derby ini bagaikan menghadiri hari pemakamannya sendiri, karena saking seringnya terjadi bentrok. Terlepas dari itu, prestasi River Plate lebih mentereng dengan torehan 36 gelar Divisi Utama, sedangkan Boca Juniors baru mengantongi 33 gelar Divisi Utama Argentina. 

Istanbul

Untuk kota yang satu ini, tentu tak perlu dipertanyakan lagi. Gairah sepakbola di Istanbul sangatlah tinggi. Saking gilanya masyarakat Istanbul pada sepakbola, setidaknya ada sekitar 33 klub sepakbola profesional yang berbasis di Ibu Kota Turki ini. Semuanya tersebar di berbagai kasta sepakbola Turki.

Dari banyaknya klub yang terbentuk, ada tiga tim yang menjadi pionir di Liga Turki. Mereka adalah Galatasaray, Fenerbahce dan tentu saja Besiktas. Ketiganya silih berganti menguasai divisi utama sepakbola Turki. Sejauh ini, Galatasaray masih menjadi tim tersukses di Turki dengan mengoleksi 23 gelar Liga Turki. 

Cimbom Aslan juga jadi satu-satunya klub Turki yang sudah mengoleksi gelar Europa League 1999/00. Di urutan kedua ada Fenerbahce yang baru meraih 19 gelar Liga Turki. Dari tiga klub adidaya, Besiktas jadi yang paling minim gelar. Mereka baru mengoleksi 16 gelar Liga Turki.

Doha

Nama kota berikutnya muncul dari Asia. Meski bukan negara yang lekat dengan kultur sepakbola, Doha sukses menjadi kota penghasil tim sepakbola. Jika dihitung-hitung, kota yang sempat jadi venue Piala Dunia 2022 ini memiliki 18 klub sepakbola yang berkompetisi secara profesional. Mereka tersebar di Qatar Stars League dan Qatari Second Division.

Beberapa klub ternama yang mungkin familiar di telinga kalian adalah Al-Ahli Doha, Al-Arabi dan Al-Sadd. Nah, khusus Al-Sadd mereka jadi yang tersukses di ibukota Negara Qatar tersebut. Klub yang pernah ditangani oleh legenda Barcelona, Xavi Hernandez itu telah mengantongi 16 gelar Liga Qatar, 18 gelar Emir Qatar Cup, dan satu kali juara AFC Champions League pada tahun 2011.

Moskow

Moskow sendiri merupakan Ibu Kota sekaligus kota terbesar di Rusia. Bahkan berdasarkan luas wilayahnya, Moskow merupakan salah satu kota terbesar di dunia. Awalnya, ibukota Rusia memiliki sedikitnya 17 tim profesional yang tersebar di tiga kasta Liga Rusia. Namun, beberapa diantaranya ada yang sudah dibubarkan karena kendala ekonomi.

Moskow memiliki klub-klub kaya akan sejarah. Semuanya berawal dari Dynamo Moscow, yang mana jadi klub sepakbola tertua di Rusia. Berakar dari perkumpulan sejumlah klub lokal pada tahun 1887, nama “Dynamo Moscow” kemudian pertama kali digunakan pada tahun 1923. Setelah munculnya Dynamo Moscow, beberapa klub lain pun mulai bermunculan.

Di kasta tertinggi, Kota Moskow diwakili oleh empat klub yaitu CSKA Moscow, Dynamo Moscow, Lokomotiv Moscow, dan Spartak Moscow. Sisanya tersebar di divisi kedua dan ketiga. Sejak pertama kali dibentuk tahun 1992, Spartak jadi yang tersukses dengan raihan 10 gelar Liga Rusia.

Bahkan, Spartak pernah menjuarai liga enam kali beruntun pada medio 1996 hingga 2001. Meski begitu, Spartak belum punya prestasi di kancah Eropa. CSKA Moscow justru jadi satu-satunya tim Moskow yang telah mengoleksi gelar Piala UEFA pada musim 2004/05. Sementara Lokomotiv Moscow jadi tim Moskow terakhir yang berhasil menjuarai liga pada musim 2017/2018 sebelum akhirnya didominasi Zenit St Peterborough.

Madrid

Selanjutnya ada Kota Madrid. Sudah tak heran lagi kalau Ibukota Spanyol ini jadi kota yang kental akan kultur sepakbola. Mengingat Madrid punya dua klub ikonik yang kerap mewarnai kompetisi-kompetisi Eropa. Kedua klub tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Real Madrid dan Atletico Madrid.

Dengan belasan gelar Eropa yang dimiliki kedua klub tersebut, Los Rojiblancos dan Los Galacticos bisa dibilang jadi klub yang paling sukses di Madrid. Tapi, sebetulnya ada berapa klub profesional yang merepresentatifkan Kota Madrid? Ternyata Madrid memang bukan soal dua klub itu saja. 

Di kasta tertinggi Liga Spanyol terdapat dua klub lagi yang berasal dari Madrid, yakni Getafe dan Rayo Vallecano. Sedangkan di divisi kedua hingga ketiga, tercatat ada 12 klub yang merepresentatifkan Kota Madrid. Mungkin yang agak familiar di telinga fans sepakbola Spanyol ada UD San Sebastian de los Reyes dan CD Leganés. Mereka semua berkompetisi secara profesional di Spanyol.

https://youtu.be/dnMCYrboKEE

Sumber: World Soccer, Vivagoal, FIFA

Berita Bola Terbaru 6 Oktober 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Liverpool sukses menekuk Union Saint Gilloise. Laga matchday 2 Grup E Liga Europa 2023/24 yang digelar di Anfield itu berakhir dengan kemenangan 2-0 Liverpool atas perwakilan Belgia itu, Jumat (6/10) WIB. Ryan Gravenberch mencetak gol pertama Liverpool di menit ke-44. Kemudian Diogo Jota menutup keran gol Liverpool di menit ke-90+2.

Wakil Inggris lainnya, West Ham United melanjutkan tren kemenangan usai menjungkalkan tuan rumah Freiburg di Grup A Liga Europa 2023/24 di Stadion Eropa Park, Freiburg. The Hammers unggul cepat pada menit ke-8 lewat aksi Lucas Paqueta. Di babak kedua, tuan rumah Freiburg menyamakan keadaan lewat gol yang dicetak gelandang Roland Sallai. Tim tamu berhasil memastikan tiga poin lewat gol yang diciptakan Nayef Aguerd pada menit ke-66 usai menerima umpan James Ward Prowse.

ROBERTO DE ZERBI PUJI REAKSI BRIGHTON

Brighton harus puas meraih hasil seri lawan Marseille pada matchday 2 Grup B Liga Europa 2023/24. Kedua tim bermain imbang 2-2 pada laga di Stadion Velodrome. Pelatih Brighton, Roberto De Zerbi memuji reaksi luar biasa dari anak asuhnya setelah mereka mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol atas Marseille dan tetap menjaga harapan mereka untuk melaju ke babak selanjutnya di ajang Liga Europa. “Saya sangat bangga dengan penampilan hari ini, dengan para pemain.” ucapnya.

BARCELONA TANPA LEWANDOWSKI DI EL CLASICO

Robert Lewandowski mengalami cedera. Pada hasil tes yang dilakukan Kamis pagi (5/10) waktu setempat mengemukakan bahwa pergelangan kaki kiri Lewandowski terkilir. Barcelona mengumumkan, penyerang berusia 35 tahun itu harus menepi tanpa menyebutkan berapa lama proses rehabilitasinya. Yang jelas, Barcelona tak bisa diperkuat sang striker untuk sementara waktu. Lewandowski dikabarkan berpotensi absen di El Clasico, akhir bulan ini, tepatnya 28 Oktober mendatang..

MESSI MASUK NOMINASI MLS AWARD

Lionel Messi secara luar biasa masuk nominasi untuk penghargaan MLS MVP 2023 – meski hanya bermain empat pertandingan liga untuk Inter Miami. Dari empat laga MLS tersebut, tiga diantaranya menjadi starter – di mana La Pulga telah mencetak satu gol dan memberikan dua assist. Messi diantara 30 orang yang terpilih untuk penghargaan ‘Landon Donovan MLS MVP’. Pemungutan suara untuk penghargaan dimulai pada 10 Oktober dan akan berakhir pada 23 Oktober. 

MESKI CEDERA, MESSI MASUK SKUAD ARGENTINA

Kapten Timnas Argentina Lionel Messi pada Kamis (5/10) masuk skuad tim Tango meski menderita cedera yang membuatnya absen membela Inter Miami. Predator berusia 36 tahun itu melewatkan empat pertandingan terakhir Miami karena masalah otot yang dideritanya bulan lalu. Argentina akan menjamu Paraguay dalam laga ketiga kualifikasi zona Amerika Selatan di Stadion Monumental di Buenos Aires pada 13 Oktober, sebelum menghadapi Peru di Stadion Nasional di Lima pada 18 Oktober.

PENYEBAB PSG DIKALAHKAN NEWCASTLE UNITED

Pengamat sepak bola asal Inggris, Rio Ferdinand, mengungkapkan alasan Paris Saint-Germain dipermalukan Newcastle United. Ferdinand menilai Newcastle memang bermain mengesankan selama bentrok kontra PSG. Di lain sisi, menurut Rio Ferdinand, PSG tampil sangat buruk sehingga mendapatkan hukuman dari The Magpies. Selain itu, mantan pemain MU itu menyoroti Kylian Mbappe dkk yang tampak malas dan kurang konsentrasi ketika menghadapi Newcastle.

HARRY MAGUIRE LAGI-LAGI DIPANGGIL TIMNAS INGGRIS

Manajer Timnas Inggris, Gareth Southgate, memanggil 26 pemain untuk laga internasional Oktober 2023. Yang menarik, Harry Maguire lagi-lagi dipanggil meski tak lagi menjadi pilihan utama di Manchester United. Ini menjadi pemanggilan kedua Harry Maguire ke skuad The Three Lions usai bergulirnya musim 2023/24. Keputusan Southgate memanggil bekas pemain Leicester City itu pun menimbulkan tanda tanya sekaligus cibiran dari fans Timnas Inggris.

SERGIO RAMOS SEBUT WASIT UCL IDIOT

Bek Sevilla, Sergio Ramos mengecam wasit yang memimpin laga PSV vs Sevilla yang berakhir imbang 2-2. Gagalnya Sevilla menang tak lepas dari penalti yang didapatkan klub asal Belanda itu, akibat dari pelanggaran yang dilakukan Ramos di kotak penalti. Ramos tidak terima dengan keputusan yang dibuat Daniele Orsato. Secara khusus, dia menyoroti VAR yang dinilainya tak difungsikan sebagaimana mestinya. “Yang tersisa hanya wajah idiot Anda. Melihat hal-hal seperti itu, seorang wasit tidak boleh menjadi protagonis, apalagi Anda memiliki VAR,” tegasnya.

PANEL LIGA INGGRIS JUGA ANGGAP DIOGO JOTA TAK PANTAS DIKARTU MERAH

Selain gol Luis Diaz ke gawang Tottenham Hotspur yang dianulir, Liverpool juga dirugikan kartu merah Diogo Jota. Panel Insiden Penting Pertandingan Liga Inggris, yang terdiri dari lima orang, menyatakan, kartu merah Jota seharusnya tak diberikan wasit Simon Hooper di laga yang berlangsung pada 30 September lalu. Pemain The Reds tak seharusnya menelan kartu kuning keduanya. Tekel kedua Jota kepada Udogie disebut tidak layak dikartu kuning oleh wasit.

PAUL PARKER KRITIK PEDAS PERFORMA ANDRE ONANA DI MU

Kritikan keras kembali disuarakan oleh mantan pemain Manchester United, Paul Parker, terhadap kiper baru klub, Andre Onana, yang sering bikin blunder.  Parker menilai bahwa Onana harus fokus pada peran utamanya sebagai seorang kiper dan tidak terlalu berambisi untuk menjadi seorang gelandang. Menurut Parker, kemampuan dalam mengumpan bukanlah atribut penting yang harus dimiliki oleh seorang kiper. Yang paling penting adalah kemampuan untuk melakukan tugas utama seorang penjaga gawang, yaitu menghentikan tembakan lawan.

AL NASSR SEGERA REKRUT DEL PIERO

Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, kabarnya tergoda dengan tawaran klub Arab Saudi, Al Nassr, untuk menjabat sebagai direktur olahraga. Tawaran tersebut kini dipertimbangkan secara serius oleh sang legenda Juventus. Menurut kabar dari Football Italia, kini dia akan segera terbang ke Riyadh untuk melakukan negosiasi. Jika Del Piero merapat ke Al Nassr, ia akan bekerjasama dengan Ronaldo.

SPANYOL DAN MAROKO BERSAING JADI TUAN RUMAH FINAL PILDUN 2030

Spanyol dan Maroko sama-sama bersaing untuk menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030. Dikutip Diario AS, dua negara tersebut sama-sama ngotot menyelenggarakan laga pamungkas Piala Dunia 2030. Spanyol pernah menjadi tuan rumah turnamen nan ikonik ini pada Piala Dunia 1982. Kala itu, Stadion Santiago Bernabeu menjadi venue partai final dan markas Real Madrid itu bakal melakukan hal serupa pada 2030. Sementara, Presiden Federasi Sepak Bola Maroko, Fouzi Lekjaa, mengungkapkan bahwa dirinya ingin melihat final 2030 berlangsung di Casablanca.

PELUANG INDONESIA DAN AUSTRALIA TUAN RUMAH PILDUN 2034

Piala Dunia 2034 jadi momen yang tepat bagi Indonesia untuk mewujudkan mimpi menjadi tuan rumah. Pasalnya FIFA sudah mengumumkan bahwa Piala Dunia 2034 bakal digelar di Asia atau Oseania. Indonesia dan Australia bisa bekerja sama sebagai dua tuan rumah untuk Piala Dunia sebelas tahun lagi. Pembicaraan kerjasama kedua negara untuk bidding host Piala Dunia ini sendiri sudah dimulai sejak 2019.  Federasi Sepak Bola Australia (FFA) sempat berdiskusi dengan PSSI soal peluang melakukan bidding untuk tuan rumah Piala Dunia 2034.

STY PANGGIL 3 PEMAIN BARU UNTUK LAWAN BRUNEI

Dua bintang Timnas Indonesia, Jordi Amat dan Yance Sayuri dicoret dari Shin Tae Yong untuk pertandingan melawan Brunei Darussalam dalam babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Keduanya tidak jadi diikutsertakan karena cedera. Sebagai gantinya, pelatih Timnas Indonesia memanggil pemain veteran Fachrudin Aryanto, serta dua pemain muda Dzaky Asraf, dan Hokky Caraka. Dengan begitu, skuad Garuda akan berkekuatan 26 pemain saat meladeni negeri tetangga tersebut.

PSM TAMPIL MEMALUKAN DI PIALA AFC

PSM Makassar betul-betul membuat Indonesia malu. Tampil di Piala AFC yang digelar di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Kamis (5/9), mereka tumbang 0-5 dari Sabah FC. Laskar Juku Eja kebobolan dua gol di babak pertama. Lalu ketambahan tiga gol lagi di 45 menit kedua.  Dengan hasil ini, Sabah naik ke puncak klasemen sementara grup H dengan enam poin, sedangkan PSM terpuruk di posisi juru kunci dengan nol poin, karena di laga pertama juga kalah dari klub Vietnam. 

XAVI: JANGAN BANDINGKAN YAMAL DENGAN MESSI

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez meminta publik agar tidak membandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi. Ia mengacu pada nasib terkini para wonderkid yang dulu pernah mengalami hal serupa. Menurutnya, pemain yang sudah dibandingkan dengan Messi di masa lalu pada akhirnya tak ada yang berakhir baik. “Benar bahwa ada ekspektasi yang tinggi, dan di usia 16 tahun ia sudah bermain di level tinggi, sebuah hal yang amat bagus. Tetapi mari kita semua menanti apa yang terjadi di masa depan tanpa membandingkan ia dengan Messi.”

TURKI MUNDUR DARI PENCALONAN TUAN RUMAH EURO 2028

Inggris dan Irlandia menjadi calon kuat tuan rumah bersama Euro 2028 setelah salah satu calon lainnya, Turki menarik diri. Komite eksekutif UEFA minggu depan akan memutuskan negara yang akan menjadi tuan rumah Euro 2028 di Swiss pasca mundurnya Turki. Berkas penawaran Inggris dan Irlandia secara resmi diserahkan pada April lalu. Presentasi (di Nyon, Swiss pada 10 Oktober) akan menjadi bagian penting dari proses yang akan mempertimbangkan isi pengajuan penawaran sebelum mengambil keputusan, kata UEFA.

AS ROMA DAPAT SPONSOR BARU

Jersey AS Roma musim ini tak akan lowong lagi pada bagian yang biasa ditempati logo sponsor. Hal itu terjadi setelah I Lupi menjalin kesepakatan dengan Riyadh Season untuk dua tahun ke depan. Kedua pihak pun semringah kala memperkenalkan dan meresmikan kerja sama ini. Pihak Giallorossi memasang foto saat perwakilan klub dan Riyadh Season menandatangani kesepakatan sponsorship ini. Untuk diketahui, Riyadh Season adalah sebuah nama acara yang biasa digelar di Arab Saudi.

ALPHONSO DAVIES GABUNG REAL MADRID DI MUSIM DEPAN?

Setelah David Alaba yang terlebih dahulu meninggalkan Bayern Munchen menuju Real Madrid. Nampaknya ada salah satu punggawa Bayern Munchen yang akan mengikuti jejak Alaba. Nama pemain tersebut adalah Alphonso Davies. Kesepakatan Davies saat ini berakhir pada tahun 2025 dan agennya telah mengakui bahwa dia bisa pergi. Bukan hanya Madrid, Chelsea dan Manchester City juga sudah menyatakan minatnya untuk merekrut pemain asal Kanada tersebut.

DUO MANCHESTER BEREBUT KAORU MITOMA

Dua klub raksasa Liga Inggris, Manchester United dan Manchester City tertarik untuk mendatangkan bintang Brighton asal Jepang, Kaoru Mitoma. Dilansir BBC, MU dan City dapat bersaing untuk mendapatkan tanda tangan Kaoru Mitoma di bulan Januari, ketika bursa transfer musim dingin dibuka. Pemain sayap asal Jepang ini tampil sensasional sejak menjadi salah satu pemain penting Brighton, namun The Seagulls akan mempersulit para pelamar.

GARA-GARA HAL INI, GETAFE UBAH NAMA STADION

Getafe telah menghapus nama mantan striker Spanyol, Alfonso Perez, dari stadion mereka setelah ia melontarkan pernyataan yang meremehkan pesepakbola wanita. Hal ini terjadi ketika Spanyol berurusan dengan skandal seksisme yang membayangi kemenangan bersejarah negara itu di Piala Dunia Wanita. Stadion ini diberi nama Coliseum Alfonso Perez ketika dibangun pada tahun 1998, dan sekarang hanya dikenal sebagai Coliseum.

BRIGHTON KEHILANGAN PEMAIN ANDALANNYA

Brighton harus kehilangan pemain andalannya dalam waktu cukup lama. Bek Brighton Pervis Estupinan akan absen selama sebulan karena cedera otot. Estupinan ditarik keluar pada babak kedua dalam kekalahan 6-1 hari Sabtu di Aston Villa. “Dia pemain penting yang harus kami coret. Kami harus tampil cukup baik untuk mendapatkan hasil tanpa pemain penting,” kata bos Brighton, Roberto de Zerbi.

KEMENANGAN GALATASARAY DI MARKAS MU AKAN DIKENANG BERTAHUN-TAHUN

Juru racik taktik Galatasaray, Okan Buruk, merasa sangat bahagia dengan kemenangan timnya atas Manchester United di Liga Champions 2023/24. Terlebih tiga poin itu didapat di Old Trafford. Menurutnya, kemenangan ini akan dikenang selama bertahun-tahun. Okan Buruk menganggap Galatasaray seharusnya bisa mencetak gol keempat ke gawang MU. Namun, mereka tidak bisa melakukannya meski unggul jumlah pemain setelah Casemiro memperoleh kartu merah pada menit ke-77.

BECKHAM SEBENARNYA TAK PERNAH INGIN PERGI DARI MU

Legenda Manchester United David Beckham mengungkapkan soal transfernya dari MU ke Real Madrid pada 2003 silam. Dalam film dokumenternya yang berjudul ‘Beckham’, ia mengaku sebenarnya tak punya niatan pergi dari United. Sebab, klub tersebut dianggapnya sebagai rumah baginya. Sir Alex Ferguson juga ditanya perihal transfer David Beckham dari Manchester United ke Real Madrid itu. Ia mengatakan Beckham sebenarnya bisa saja bertahan jika ia mau.

NAPOLI SIAPKAN KONTRAK BARU UNTUK OSIMHEN

Victor Osimhen sempat terlibat perseteruan dengan Napoli karena video ejekan di media sosial tiktok. Setelah Napoli menderita kekalahan 3-2 dari Real Madrid di Liga Champions, presiden klub Aurelio De Laurentiis menepis kekhawatiran bahwa insiden di media sosial telah mengancam negosiasi kontrak baru Osimhen. Laurentiis percaya kontrak baru Osimhen tidak ada hubungannya dengan video kontroversial tersebut.

7 Pemain Ini Gagal Dikembangkan Pep Guardiola

Tidak ada yang bisa menyangkal kalau Pep adalah salah satu pelatih terbaik yang pernah ada. Berbagai piala telah didapatkan bersama tim yang ia latih. Meskipun begitu, ada saja pemain yang tidak bisa nge-klik dengan Pep. Seperti 7 pemain berikut, yang punya potensi tapi gagal dikembangkan oleh Pep Guardiola.

Zlatan Ibrahimovic

Ya, mari kita awali dengan nama pemain yang sudah jelas akan ada di daftar ini. Tidak ada yang meragukan kemampuan Ibrahimovic saat ia berada di Inter Milan. Kepindahannya ke Barcelona di tahun 2009 juga mengejutkan banyak orang saat itu.

Sayang tidak butuh waktu lama untuk mengubahnya jadi bencana. Guardiola ingin membangun sistem sepak bola yang berpusat pada Messi. Ibrahimovic pun hanya jadi orang nomor dua. Jelas, Pep telah gagal memaksimalkan kemampuan Ibra yang sesungguhnya.

Ibra hanya bertahan semusim di Barca dengan mencetak 16 gol saja di La Liga. Setelah ia pindah ke Milan, Ibra pun kembali ke performa terbaiknya. Ia jadi penyerang paling ditakuti di Serie A. Bahkan membawa Milan ke gelar scudetto di tahun 2011.

Alexander Hleb

Setelah tampil memukau bersama Stuttgart dan Arsenal, Alexander Hleb dikait-kaitkan akan pindah ke Barcelona menjelang musim 2008/09. Dan benar saja, ia pun pindah ke Barca di tahun 2008. Tapi, berbeda dengan saat ia ditangani oleh Felix Magath dan Arsene Wenger, Guardiola tidak bisa memaksimalkan potensi Hleb.

Di Arsenal, Hleb adalah gelandang andalan Wenger. Tapi di Barca, Hleb jarang dimainkan. Pep pun sempat mengirimnya pulang ke Stuttgart sebagai pemain pinjaman. Tetapi saat kembali lagi ke Barca, performanya kembali menurun.

Hleb hanya bertahan semusim di Catalan. Ia hanya mencatatkan 36 pertandingan tanpa mencetak satupun gol. Setelah pergi, Hleb tidak menyesali kepindahannya ke Barcelona. Ia tidak menyalahkan Barca dan Pep meski setelahnya ia tidak bisa menghidupkan kembali karirnya.

“Setelah saya meninggalkan Barca, saya mulai merasakannya. Tapi saya tidak menyalahkan siapapun. Saya mengalami perubahan, saya cemas, dan saya tidak mendengarkan saran siapapun”

Xherdan Shaqiri

Xherdan Shaqiri adalah pemain penting saat Bayern Munchen meraih treble di musim 2012/13. Musim itu ia mencetak 8 gol dan 13 assist. Namun, itu semua berubah saat Pep datang di tahun 2013. Shaqiri langsung jadi pemain yang tak terlihat lagi di lapangan.

Sebenarnya ada faktor lain seperti masalah cedera yang berkepanjangan. Tapi penurunan yang terjadi begitu signifikan. Pemain asal Swiss itu hanya mencetak 9 gol dari tahun 2013 sampai 2015. Kemudian di tahun 2015, ia pindah ke Inter Milan.

Tapi di Liverpool lah Shaqiri kembali mendapatkan bentuknya kembali. Hingga membawa Liverpool juara Champions League di musim 2018/19. Meskipun Shaqiri menyadari adanya perbedaan tapi ia tak pernah menyalahkan Pep.

“Situasi saya berubah di bawah Pep Guardiola, tapi saya tidak pernah punya masalah dengannya” Ucapnya dikutip dari daily mail.

Mario Gotze

Mario Gotze adalah salah satu pemain paling disorot saat membawa Borussia Dortmund juara Bundesliga di tahun 2011 dan 2012. Di tahun 2013, Gotze beralih ke Bayern Munchen dengan dalih ingin bekerja sama dengan pelatih terbaik di dunia, Pep Guardiola.

Gotze masih terlihat sebagai pemain berbakat di dua musim pertamanya dengan Die Bayern. Mungkin masih ada sisa-sisa kehebatan di Dortmund yang tertinggal dari diri Gotze. Di musim ketiga, yaitu musim 2015/16 lah Gotze semakin tak terpakai. Pada musim tersebut ia hanya membuat 14 penampilan di Bundesliga.

Di tahun 2016 ia pun kembali ke Dortmund. Tapi performanya tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Di tahun 2018, Gotze mengungkapkan saat wawancara soal karirnya. Disitu Gotze berkata kalau ia tidak belajar apapun dari Pep. Justru Klopp lah yang mengajarkan semua hal tentang sepak bola.

“Saya masih berhubungan dengan Jurgen. Dia yang mengajari saya segalanya tentang sepak bola Profesional. Saat itu saya masih berusia 17 tahun datang dari tim akademi. Dia memperkenalkan segalanya kepada saya dan dia membiarkan saya bermain”

Medhi Benatia

Pep Guardiola menghabiskan uang sebesar 22 juta pounds untuk memboyong Medhi Benatia dari Roma ke Bayern di tahun 2014. Bek tengah asal Maroko itu bertahan dua musim di Bayern tapi kesusahan untuk menunjukkan kualitasnya di lapangan.

Padahal saat di Roma, Benatia dinilai sebagai salah satu bek paling berbakat. Tapi di Bayern ia sering keluar masuk starting eleven. Benatia pernah berkata kalau ia mengagumi Pep sebagai pelatih. Tapi ia tidak suka cara Pep melatih dan berhubungan dengan para pemainnya.

“Secara taktik, dia adalah pelatih terbaik di dunia. Tapi saya tidak suka dengan cara ia berhubungan dengan pemain. Dia pernah berkata kepada saya: ‘Anda disini untuk melakukan apa yang saya katakan, tapi kita disini bukan untuk berteman’.”

Danilo

Danilo memang mencatatkan namanya dalam dua gelar Premier League Manchester City. Tapi bisa diperdebatkan seberapa besar peran Danilo dalam dua gelar tersebut. Dibeli dari Real Madrid di tahun 2017 seharga 33 juta euro, Danilo tidak bisa konsisten masuk starting eleven skuad Pep.

Setelah dua musim yang sangat biasa-biasa saja, Danilo dijual ke Juventus di tahun 2019. Bersama si nyonya tua, Danilo menemukan dirinya sebagai punggawa inti lagi. Danilo pernah berkata kalau tidak mudah untuk menjalin hubungan dengan Pep.

“Tidak mudah untuk punya hubungan baik dengan Pep. Dia tidak pernah santai dan selalu memikirkan sepak bola. Saya penasaran mungkin Pep menaruh istrinya di sofa seolah-olah ia adalah pemain di lapangan” Ucapnya dikutip dari daily mail.

Kalvin Phillips

Kalvin Phillips adalah alasan mengapa daftar ini dibuat. Biasanya butuh satu tahun bagi pemain baru untuk menyesuaikan sistem Pep. Tapi sudah satu tahun sejak Phillips dibeli dari Leeds dengan harga 42 juta pounds, dan tidak ada peningkatan sama sekali.

Bahkan Pep sendiri yang bicara kalau ia gagal mengembangkan Phillips. Ia mengaku tidak bisa memaksimalkan potensi yang Phillips miliki. Tidak seperti Marcelo Bielsa yang bisa menjadikan Phillips sebagai gelandang bertahan kelas dunia ketika di Leeds.

“Marcelo Bielsa telah memaksimalkan potensi Phillips. Saya sangat ingin melakukan apa yang telah Bielsa lakukan. Kami punya cara spesifik untuk bermain dan kadang dia kesulitan di beberapa hal”

Dilansir dari Goal.com, Manchester City pernah menawarinya untuk pindah sebagai pemain pinjaman. Tapi Phillips lebih memilih bertahan. Padahal ia sadar, potensinya tidak bisa dimaksimalkan selama masih diasuh Pep Guardiola.

Sumber referensi: Planet, Daily, Daily 2, Bundesliga, Goal, Goal 2

GOAT ASLI! Cristiano Ronaldo Sering NGEREKOR, Walau Tak Main di Eropa

0

“Rekor-rekor itu datang secara alami. Aku tidak mengejar rekor, tapi rekor-rekor itulah yang mengikutiku. Jadi, rasanya cukup menyenangkan,” jawaban Cristiano Ronaldo ketika ditanya mengapa terobsesi untuk memecahkan banyak rekor, padahal usianya sudah tak muda lagi.

Tak bisa dipungkiri, meski sudah tak lagi bermain di level tertinggi sepakbola Eropa, pemain asal Portugal itu masih saja memiliki daya tarik di mata dunia. Entah dengan prestasinya atau bahkan dengan serba-serbi kontroversinya. Di usia 38 tahun mantan punggawa Juventus itu selalu memberikan 100% komitmennya untuk sepakbola.

Tetap Jadi Trendsetter

Transfer Cristiano Ronaldo ke Al-Nassr pada akhir tahun 2022 jadi salah satu plot twist mengejutkan. Di awal keputusannya untuk hijrah ke Arab Saudi, banyak pihak yang menyayangkan itu. Beberapa bahkan sinis kepada Ronaldo. Bintang Portugal itu dianggap sudah habis dan tak mampu bersaing di level Eropa.

Sebetulnya anggapan itu tak sepenuhnya salah, karena Ronaldo sempat kesulitan menemukan klub baru sejak diputus kontrak oleh Manchester United. Klub-klub besar sempat dikabarkan tertarik merekrutnya, tapi itu semua hanya rumor. Tak ada yang benar-benar serius ingin menampungnya.

Sampai tawaran dari tim Arab Saudi pun datang. Ronaldo tetap berjalan di atas keputusannya. Ia enggan menanggapi suara-suara sumbang yang menyapa telinganya. Dan lihat sekarang, keberadaannya di Arab Saudi ternyata menginspirasi banyak pemain di berbagai belahan dunia.

Pamor Liga Arab Saudi bak Liga Inggris. Daya tariknya meningkat sekian ratus persen setelah kehadiran Ronaldo. Orang-orang yang mengkritiknya pun mulai terbungkam saat melihat banyaknya pemain-pemain top justru memilih Arab Saudi sebagai destinasi berikutnya. 

Terlepas dari gaji selangit yang memang jadi daya tarik utama, Ronaldo telah membuka jalan bagi banyak pemain hebat untuk membantu meningkatkan kualitas sepakbola Arab Saudi.

Bukan Cuma Sensasi, Ronaldo Tetap Berprestasi

Perjalanan karirnya di Arab Saudi tak semulus yang dibayangkan. kendala bahasa dan budaya membuat Ronaldo rupanya mengalami kesulitan untuk tinggal di negara Timur Tengah tersebut. Arab Saudi memiliki kultur kehidupan yang jauh berbeda dengan orang Eropa dan itu cukup bermasalah bagi Ronaldo.

Tapi Ronaldo tetap kalem merespons hal tersebut. Menurutnya ini hanya perkara waktu. Ia butuh tambahan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan budaya baru. Tercatat Ronaldo hanya butuh dua hingga tiga pekan untuk menyesuaikan diri. Terbukti performa dan komunikasinya kian membaik setiap pekan.

Sempat kesulitan mencetak gol, Ronaldo akhirnya tunjukan perkembangan yang signifikan. Dari 16 pertandingan yang ia lakoni di Liga Arab Saudi musim 2022/23, Ronaldo telah mengemas 14 gol. Saat menghadapi Al-Wehda, mantan punggawa Manchester United itu bahkan mencetak empat gol sekaligus.

Tak cuma performanya yang terjaga. Ronaldo juga konsisten meraih prestasi meski sudah tak bermain di Eropa. Kebahagiaan pun terpancar dari raut muka sang pemain saat membawa Al-Nassr juara Arab Club Champions Cup 2023 dengan cara dramatis. Menghadapi tim elit lainnya, yakni Al-Hilal, Ronaldo menggaransi gelar perdana Al-Nassr di pentas ini melalui babak tambahan waktu.

Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Michael Richard, Ronaldo keluar jadi juru selamat Al-Nassr. Dua golnya membuat tim bernuansa biru kuning itu mampu membalikan keadaan dan mengunci kemenangan dengan skor 2-1.

Rekor Dunia Ronaldo Setelah Gabung Al-Nassr

Selain gol dan trofi, Ronaldo juga tak henti-hentinya mencatatkan rekor baru selama berseragam Al-Nassr. Lagi-lagi, Ronaldo masih saja meninggalkan warisan berupa catatan-catatan spektakuler. Salah satunya adalah catatan golnya.

Hingga pekan ke-9 Liga Arab Saudi, Ronaldo telah mencetak 10 gol. Dengan tambahan gol tersebut, hingga narasi ini dibuat berarti Ronaldo sudah mencetak 854 gol di semua kompetisi. Itu jadi catatan yang cukup sulit untuk dikejar meski oleh sang rival, Lionel Messi. Pemain yang kini berseragam Inter Miami itu tercatat baru mencatatkan 810 gol saja.

Selain itu, pria berusia 38 tahun itu juga menjadi pemain pertama di dunia yang mencetak gol dalam 22 musim beruntun. Kita semua tahu sejak dirinya memulai karir sebagai pesepakbola profesional bersama Sporting Lisbon, Ronaldo tak libur bikin gol di setiap musimnya.

Rekor-rekor Ronaldo tak cuma sampai di situ. Pemain yang identik dengan nomor tujuh itu mencetak satu gol lewat sundulan saat membawa Al-Nassr menang 4-1 atas Monastir di Liga Champions Arab. Berkat gol tersebut peraih lima kali Ballon d’Or itu mencatatkan diri sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol lewat sundulan. 

Menurut data dari Cerfia Foot, Ronaldo kini sudah membuat 145 gol lewat sundulan. Torehannya itu telah melewati catatan legenda Bayern Munchen Gerd Mueller yang mencetak 144 gol melalui sundulan.

Rekor di Liga Arab Saudi

Itu tadi rekor-rekor di level global. Belum lagi beberapa rekor domestik yang diciptakan Ronaldo di Liga Arab Saudi. Dikutip dari Opta Arabi, Cristiano Ronaldo menjadi pemain tercepat yang mencetak delapan gol dalam sejarah Liga Profesional Saudi, yakni dalam lima pertandingan.

Selain itu, CR7 juga jadi pemain tercepat yang mampu mencetak dua hattrick dalam sejarah kompetisi Liga Arab Saudi. Ia juga jadi pemain pertama yang mencetak tiga gol di babak pertama. Dengan catatan itu, ia semakin menjauhi rekor hattrick Lionel Messi. Ronaldo kini sudah mencetak 62 kali hattrick, sedangkan Messi baru menorehkan 56 hattrick.

Pencapaian di Luar Sepakbola

Lantas bagaimana dengan rekor di luar lapangan? Ada dong. Meski hanya bermain di Liga Arab Saudi, pamor Ronaldo belum meredup. Itu dibuktikan dengan melesatnya jumlah followers Instagram Ronaldo. Penyerang Al-Nassr itu kian jauh melampaui Lionel Messi, Selena Gomez, dan Kylie Jenner dalam jumlah pengikut instagram. 

Ronaldo dengan cepat mendapatkan pengikut 600 juta pengikut di Instagram. Ronaldo menjadi orang pertama yang mencapai angka tersebut. Ia mencapai angka 500 juta pengikut di instagram pada November 2022. Jadi, hanya membutuhkan waktu kurang dari setahun untuk mencapai 600 juta pengikut.

Masih Dibandingkan dengan Messi

Segala pencapaian dan pengaruh Ronaldo di Arab Saudi begitu luar biasa. Oleh karena itu dirinya tak pernah lepas dari perbandingan, terutama dengan sang rival, Lionel Messi. Ketika Ronaldo masih menjadi yang terdepan, Lionel Messi yang kini di Major League Soccer justru kebalikannya. 

Okelah dia membantu Miami untuk meraih trofi pertama dalam sejarah klub. Tapi apakah keberadaannya di sepakbola Amerika Serikat bisa menarik banyak pemain bintang untuk berkarir di MLS? Belum. Akhir-akhir ini kontribusinya terhadap klub justru sedang dipertanyakan. 

Messi baru mencetak satu gol dari empat laga MLS yang sudah dimainkan. Kini La Pulga bahkan masih mengalami cedera. Dengan absennya sang pemain, Inter Miami pun mengalami kemerosotan yang tajam.

Mereka belum mengantongi kemenangan dalam empat pertandingan terakhir hingga 6 Oktober 2023. Tampaknya, meski sudah berbeda benua, selagi masih bermain keduanya tak akan menghindar dari perdebatan soal siapa yang terbaik.

Sumber: Sport Brief, Goal, Daily Mail, CNN

6 Negara Jadi Tuan Rumah PIALA DUNIA 2030, Mengapa Bisa?

Sejarah baru tercipta. Penyelenggaraan Piala Dunia 2030 resmi diketok FIFA akan dihelat di enam negara dan tiga benua sekaligus. Wow, ini adalah untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Dalam memutuskannya ada proses panjang yang menyertainya. Ada juga hal-hal spesial yang telah jadi dipertimbangkan FIFA dalam penunjukan tuan rumah Piala Dunia 2030.

Bidding Piala Dunia 2030

Sejak Piala Dunia 2022 Qatar berakhir, gembar-gembor siapa yang jadi tuan rumah Piala Dunia 2030 sudah santer terdengar. Arab Saudi sebagai kandidat terkuat gencar kampanye untuk menjadi tuan rumah. Bahkan putra mahkota, Mohammed bin Salman datang langsung ke Qatar menyaksikan laga Piala Dunia 2022 dengan duduk bersebelahan dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan Emir Qatar.

Gerak-gerik Arab pun terlihat secara tidak langsung ketika mereka menyewa Messi dan CR7 untuk mengkampanyekan Arab Saudi ke seluruh dunia. CR7 dibeli langsung oleh klub Arab Saudi Al-Nassr, sementara Messi disewa untuk jadi bintang iklan pariwisata Arab Saudi.

Namun Arab Saudi tidak sendiri. Mereka menggandeng negara seperti Mesir dan Yunani untuk jadi tuan rumah bersama. Pasalnya, melihat jumlah peserta Piala Dunia yang bertambah, kini tuan rumah harus gabungan beberapa negara.

Saingan terkuat Arab dalam bidding adalah gabungan negara Semenanjung Iberia yang diwakili oleh Spanyol dan Portugal plus Ukraina. Tapi seiring beberapa konflik politik yang melanda Ukraina, akhirnya Ukraina diputuskan dicoret.

Tak hanya itu, negara Amerika Selatan juga sangat bernafsu mengambil alih tuan rumah Piala Dunia 2030 ini demi peringatan satu abad Piala Dunia 1930 di Uruguay. Gabungan negara seperti Argentina, Uruguay, Chile, dan Paraguay resmi bersaing mengikuti bidding. Bahkan terlihat Messi dan Luis Suarez sudah gencar mengkampanyekan hal tersebut lewat foto dengan menggunakan jersey bertuliskan 2030.

Milik Semenanjung Iberia

FIFA sebenarnya baru resmi akan menunjuk siapa tuan rumah yang berhasil memenangkan bidding Piala Dunia pada tahun 2024 nanti. Namun hal itu dipercepat seperti halnya pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2026.

Terlebih satu wakil terkuat yang akan jadi tuan rumah Piala Dunia 2030 nanti, Arab Saudi malah memilih mundur. Dilansir Marca, pengunduran tersebut atas alasan Arab Saudi melihat peluang lebih kuat ada di negara Semenjanung Iberia dan Amerika Selattan.

Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh menteri luar negeri Arab Saudi, Faisal Bin Farhan Al-Saud. Menurutnya, FIFA sudah condong ke negara Semenanjung Iberia. Selain itu calon kuat lainnya yakni Amerika Selatan juga dianggapnya berpeluang besar karena momen spesial peringatan satu abad Piala Dunia.

Ya, benar saja. Dilansir The Athletic, FIFA akhirnya pada bulan Oktober 2023 mengumumkan secara resmi bahwa Piala Dunia 2030 nanti akan digelar di negara Semenanjung Iberia yakni Spanyol, Portugal, plus Maroko. Akan tetapi, FIFA juga mengambil gebrakan anyar dengan menambahkan tiga tuan rumah insidental.

Peringatan Satu Abad Piala Dunia

Insidental karena ada momen spesial peringatan satu abad Piala Dunia. Piala Dunia awalnya diselenggarakan pada tahun 1930 di Uruguay. Nah, nantinya gabungan negara Amerika Selatan seperti Argentina, Paraguay, dan Uruguay, akan menjadi tuan rumah di tiga laga pembuka Piala Dunia 2030.

Menurut Gianni Infantino, pembukaan Piala Dunia 2030 nanti akan diselenggarakan di Estadio Centenario Montevideo di Uruguay. Stadion yang dulu menyelenggarakan Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Ada pertanyaan juga, selain Argentina dan Uruguay yang identik dengan penyelenggaraan satu abad Piala Dunia 1930, kenapa satu negara lainnya yang ditunjuk adalah Paraguay bukan Chile? Padahal Chile awalnya juga ikut dalam rombongan bidding. The Athletic menyebut alasan tersebut karena pertimbangan markas Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) yang kebetulan terletak di Paraguay.

Berkah bagi negara-negara seperti Paraguay yang jarang lagi tampil di Piala Dunia. Berkat jadi tuan rumah, Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2030. Begitupun Maroko, Spanyol dan Portugal.

Rotasi Konfederasi

Khusus bagi Maroko dan Portugal, pesta sepak bola tujuh tahun mendatang akan menjadi kali pertama mereka menjadi tuan rumah. Sebelumnya Maroko sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 namun gagal. Maroko hanya berada di urutan kedua dalam Bidding Piala Dunia 2026. Kalah atas Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.

Pertimbangan rotasi konfederasi yang dapat jatah tuan rumah Piala Dunia, juga sangat diperhatikan Maroko. Menurut Raja Mohammed VI, seharusnya FIFA konsisten terhadap pertimbagan rotasi konfederasi. Mengingat negara Afrika sudah lama tak lagi jadi tuan rumah. Terakhir kali adalah di tahun 2010 Afrika Selatan.

Maka dari itu, Maroko punya solusi lain agar bisa jadi tuan rumah di 2030. Mereka memutuskan untuk bergabung dengan calon yang dianggap kuat, yakni Spanyol dan Portugal. Hal itu diumumkan sendiri oleh Raja Mohammed VI setelah Ukraina gagal dampingi Spanyol dan Portugal karena masalah konflik politik.

Toh, Maroko juga dapat mudah diterima oleh Spanyol dan Portugal karena letaknya yang berdekatan secara wilayah. Letaknya hanya dibatasi oleh selat Gibraltar. Artinya ikon gabungan negara Semenanjung Iberia di Piala Dunia 2030, masih tetap terjaga.

Bagaimana Jatah Piala Dunia 2034?

Setelah penentuan partai pembuka yang akan dihelat di Uruguay, kini tinggal penantian siapa yang akan terpilih sebagai tuan rumah laga final. Antara Portugal, Spanyol, dan Maroko kini sedang bersaing.

Spanyol sudah pernah menghelat final Piala Dunia di Santiago Bernabeu pada edisi Piala Dunia 1982. Apakah hal itu akan terulang kembali? Sementara itu, Ketua PSSI-nya Maroko Fouzi Lekjaa, sangat ingin melihat final Piala Dunia 2030 nanti di Stadion Casablanca. Sama halnya dengan keinginan Portugal yang berharap Final Piala Dunia 2030 pertama kali dihelat di negaranya.

Terlepas dari itu semua, kini yang pasti konfederasi Afrika, Eropa dan Amerika Selatan sudah dapat jatah sesuai pedoman rotasi konfederasi dari FIFA. Lalu siapa giliran yang jadi tuan rumah Piala Dunia 2034 nanti?

Kalau urutannya menurut jatah, saatnya negara gabungan negara dari Asia dan Oseania yang jadi tuan rumah. Arab Saudi yang mundur di 2030, mengungkap 2034 adalah saat yang tepat jadi tuan rumah. Mereka sudah siap memperjuangkan sekuat tenaga agar Piala Dunia kembali diselenggarakan di musim dingin seperti Qatar 2022.

Namun sebenarnya, jatah gabungan Asia Oseania tersebut sedang diupayakan lebih dahulu oleh negara gabungan seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, plus Australia. Merekalah sebenarnya calon kuat tuan rumah Piala Dunia 2034 menurut desas desus di internal FIFA. Tapi pertanyaannya, apakah mereka bisa bersaing dengan keinginan menggebu dari uang minyak Arab Saudi?

https://youtu.be/PrQg4jXDYik

Sumber Referensi : theathletic, sportingnews, theguardian, japantimes, onefootball

TANPA FERGIE, Ini BUKTI Manchester United HANCUR TOTAL!

0

Jika ini adalah tahun 1999, tidak akan ragu menyebut Manchester United adalah klub terkuat di Eropa, atau bahkan di dunia. Tapi ini adalah tahun 2023. Sepak bola telah berubah. Manchester United memang masih ada Stockport sana. Masih utuh, tidak bangkrut apalagi bubar dan sampai harus memulai dari divisi non-league.

Namun, Manchester United hari ini berbeda dengan Manchester United 10 atau 20 tahun yang lalu. MU yang perkasa sekarang seperti kerupuk seblak. Lesu, lungkrah, dan sama sekali tidak bergairah. Ternyata kehilangan sosok Sir Alex Ferguson dampaknya begitu besar.

Saat ini, Fergie hanya bisa menatap tim yang dulu dibangunnya dengan susah payah dipermalukan, bahkan oleh klub selevel Brighton di rumahnya sendiri. Lagian, Fergie, sih, pakai pensiun segala. Hancur kan tuh, Manchester United.

Fergie Pensiun

Kejayaan bagai lampu yang mulai meredup kala Fergie memutuskan pensiun pada tahun 2013. Dilansir Sports Joe, Sir Alex Ferguson dalam sebuah wawancara bersama The Telegraph, mengatakan bahwa kesedihan keluarga adalah alasan sebenarnya mengapa ia pensiun menjadi pelatih, termasuk pelatih MU.

Fergie melihat istrinya, Cathy sedih karena sang adik, Bridget meninggal dunia. Keadaan itulah yang akhirnya mendorong Fergie mengambil keputusan untuk pensiun dan tidak lagi melatih Manchester United. Tapi Fergie adalah orang yang bertanggung jawab atas keputusannya.

Setelah memutuskan pensiun, Fergie menunjuk rekan senegaranya, David Moyes menjadi suksesornya di Manchester United. Manajemen percaya dengan pilihan Fergie. Sebab pada waktu itu tidak ada orang yang paham sepak bola di Manchester United selain Fergie. Namun, mulai saat itu Manchester United justru sedang menuju era kegelapan.

Gonta-Ganti Pelatih

Nyatanya sejak Fergie undur diri, Manchester United tidak pernah bertahan lama dilatih oleh seorang pelatih. David Moyes memang mengantarkan United juara Community Shield. Tapi akhirnya Moyes pun dipecat seiring performa United yang merosot.

Bukan Moyes saja yang mengalami nasib semacam itu. Pelatih seperti Louis Van Gaal, Jose Mourinho, sampai Ole Gunnar Solskjaer mengalami nasib serupa. Terhitung semenjak era Sir Alex Ferguson tutup buku, ada delapan pelatih yang menukangi Manchester United.

Selain nama yang sudah disebutkan, masih ada Ryan Giggs, Michael Carrick, Ralf Rangnick, dan Erik ten Hag. Gonta-ganti pelatih ini memperlihatkan bahwa The Red Devils tidak memiliki filosofi yang paten sebagaimana di era Fergie. Selain itu, pelatih baru sudah pasti membawa sistem yang baru.

Para pemain pun mesti beradaptasi setiap kali pergantian pelatih. Hal semacam ini sering kali menimbulkan gesekan. Bukan tidak mungkin akan timbul kesalahpahaman antara pemain dan pelatih.

Pemain yang sudah nyaman dengan pelatih lawas, belum tentu nyaman dengan pelatih baru. Begitu pun sebaliknya. Situasi rumit semacam ini boleh jadi akan berlanjut. Apalagi jika United akhirnya memecat Erik ten Hag.

Kekeringan Trofi

Buntutnya Manchester United juga mulai kekeringan trofi. Hanya ada empat trofi mayor yang didapatkan United setelah era Fergie. Liga Eropa dan Piala Liga bersama Jose Mourinho, satu Piala FA era Louis Van Gaal, dan musim lalu ketika United menyabet gelar Piala Liga di tangan Erik ten Hag. Raihan Community Shield di era David Moyes dan Jose Mourinho tidak dihitung.

Mengapa? Karena Community Shield sejatinya bukanlah trofi mayor, setidaknya di Inggris. Sebab Community Shield hanya diikuti oleh sedikit tim. Lagi pula Mourinho dan Moyes bisa meraih Community Shield karena peran pelatih sebelumnya: Van Gaal yang meraih Piala FA dan Fergie yang meraih Liga Inggris.

Manchester United pun ketinggalan dari para rivalnya. Liverpool saja, setelah era Fergie meraih setidaknya enam trofi bergengsi, seperti Liga Inggris, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Tetangga MU, Manchester City bahkan lebih banyak lagi, yakni 16 trofi sejak 2013. Dua di antaranya Liga Champions dan Piala Super Eropa.

Chelsea yang kini sedang dalam mode kendor itu pun trofinya lebih banyak dari United sejak 2013. The Blues setidaknya mendapat tujuh trofi mayor. Salah satunya yang mengesankan adalah raihan Liga Inggris bersama Antonio Conte.

Bukan Lagi Penantang Gelar

Salah satu yang cukup menyesakkan adalah tidak ada lagi trofi Liga Inggris yang mampir ke lemari MU sejak 2013. Ini serius. Bahkan Manchester United sering tidak konsisten bertengger di empat besar. Misalnya, di musim pertama David Moyes, MU terperosok ke peringkat tujuh di akhir musim 2013/14.

Saat Leicester City juara di musim 2015/16, Manchester United hanya bisa finis peringkat lima di atas Southampton. Dengan begitu Manchester United bukan hanya pernah tidak bermain di Liga Champions dan kompetisi Eropa lainnya, tapi juga bukan lagi penantang gelar.

Menurut data dari Sky Sports yang diambil hingga musim 2021/22, sejak 2013, Manchester United hanya mengumpul total 573 poin di Liga Primer Inggris. Jumlah poin tersebut lebih sedikit dari Tottenham Hotspur, Chelsea, Liverpool, dan Manchester City. Persentase kemenangan MU juga anjlok.

Dari data yang sama, persentase kemenangan MU hanya menyentuh 33,7% dari tahun 2013 hingga 2022. Itu hanya unggul dari Tottenham dan Arsenal di antara tim Big Six lainnya. Manchester United memang sempat naik persentase kemenangannya menjadi 61% di Premier League musim 2022/23 menurut Footy Stats. Tetapi musim ini menurun lagi menjadi 43%.

Belanja Besar-Besaran

Satu-satunya yang tidak merosot dan malah meningkat sejak era Fergie hanyalah pengeluaran. Uang yang digelontorkan United, terutama dalam hal transfer terus mengalami peningkatan setelah era Fergie. Perlu dicatat dulu, ini bukan berarti Fergie tidak menghabiskan uang banyak. Penyuka permen karet itu saat masanya di MU juga toh menggelontorkan banyak uang.

Tapi yang sedang dibicarakan adalah era setelah Fergie, yang mana Manchester United juga tidak mengendurkan pengeluaran. Sejak 2013 hingga 2022 saja, menurut Sky Sports, United sudah mengeluarkan 1,25 miliar poundsterling (Rp23,7 triliun) untuk belanja pemain. Pembelanjaan itu meningkat dari satu pelatih ke pelatih lain.

Di era Moyes, MU menghabiskan 69 juta poundsterling (Rp1,3 triliun). Saat ditukangi Van Gaal, 309,2 juta poundsterling (Rp5,8 triliun) dihabiskan. Mourinho menghabiskan 430,8 juta poundsterling (Rp8,1 triliun). Dan yang paling banyak adalah era Ole Gunnar Solskjaer yang menelan 441 juta poundsterling (Rp8,3 triliun).

Itu belum termasuk era Erik ten Hag. Menurut laporan AP News, selama berada di Old Trafford, pelatih berkepala licin itu menghabiskan 334,6 juta poundsterling (Rp6,3 triliun). Memang lebih sedikit dari era Solskjaer, tapi lebih banyak dari yang dikeluarkan Josep Guardiola dalam periode yang sama, yakni 230,8 juta poundsterling (Rp4,3 triliun).

Pimpinan dan Strategi Transfer yang Buruk

Menurut Bleacher Report, selama 23 tahun melatih Manchester United, Sir Alex Ferguson menghabiskan 382,4 juta poundsterling (Rp7,2 triliun). Sama-sama banyak sebetulnya, tapi pembelian yang dilakukan Fergie lebih banyak berhasil daripada yang gagal. Fergie selalu mempertimbangkan masak-masak pemain mana yang ingin diboyongnya.

Bukan berarti pelatih setelah Fergie tidak melakukan itu. Hanya saja setelah era Fergie, MU memiliki strategi transfer yang buruk. Menurut Four Four Two, setelah tahun 2013, Manchester United sering terlambat bergerak di jendela transfer dibandingkan dengan rata-rata klub Liga Primer Inggris.

Hal itu diperparah dengan pimpinan United yang tidak lagi mengukur kesuksesan dengan trofi, melainkan keuntungan. Maka tidak salah jika menyebut bahwa Manchester United sedang menuju kehancuran total setelah era Sir Alex Ferguson. Butuh sosok Fergie yang baru, tapi dengan industri sepak bola yang semakin kejam, rasanya untuk mewujudkannya mendekati mustahil.

Sumber: ChaseYourSport, FourFourTwo, GoalStudio, MEN, SkySports, SportsJoe, FootyStats

Berita Bola Terbaru 5 Oktober 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL LIGA CHAMPIONS

Lazio berhasil mencuri kemenangan 2-1 di markas Celtic dalam pertandingan Grup E Liga Champions 2023/24, di Stadion Celtic Park, pada Kamis (5/10) dini hari WIB. Kyogo Furuhashi sempat membawa klub Skotlandia unggul. Namun, Lazio membalikkan keadaan berkat gol Matias Vecino dan gol sundulan Pedro Rodriguez pada waktu tambahan.

Pada laga lain di grup E, Atletico Madrid sukses mengandaskan Feyenoord di Stadion Wanda Metropolitano, Kamis (5/10) dini hari WIB. Alvaro Morata berhasil mencetak brace (12′, 47′), dan Antoine Griezmann (47′). Sementara gol tim tamu tercipta lewat gol bunuh diri Hermoso (7′) dan David Hancko (34′).

AC Milan melakoni matchday kedua babak penyisihan Grup F Liga Champions dengan melawan wakil Jerman, Borussia Dortmund, di Signal Iduna Park. Kedua tim gagal mencetak satu gol pun, sehingga kedudukan berakhir 0-0.

Di laga lainnya di grup F, Newcastle United menggila di matchday kedua Liga Champions. Menjamu PSG di St James Park, The Magpies menggebuk lawannya. Tuan rumah memimpin 2-0 di babak pertama lewat Miguel Almiron dan Dan Burn. Pasukan Eddie Howe kemudian memperlebar jarak menjadi 3-0 di awal babak kedua lewat Sean Longstaff. PSG sendiri memperkecil skor lewat Lucas Hernandez. Namun gol Fabian Schar mengunci kemenangan Newcastle 4-1.

Manchester City berhasil melibas tuan rumah RB Leipzig dengan skor 3-1 dalam laga matchday kedua Liga Champions 2023/23 di Red Bull Arena, Leipzig. Tiga gol kemenangan Manchester Biru masing-masing dicetak oleh Phil Foden, Julian Alvarez, dan Jeremy Doku. Klub asal Jerman sempat menyamakan kedudukan berkat gol Lois Openda.

Barcelona yang away ke Portugal berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Porto di babak grup H Liga Champions. Ferran Torres jadi pahlawan kemenangan Blaugrana dalam pertandingan yang diwarnai kartu merah untuk Gavi pada akhir pertandingan.

NEWCASTLE LANGSUNG CETAK DUA SEJARAH BESAR USAI SIKAT PSG 4-1

Newcastle United sukses memporak porandakan Kylian Mbappe cs, bahkan setelahnya mencetak dua sejarah besar. Kemenangan 4-1 Newcastle atas Les Perisiens merupakan marjin kemenangan terbesar yang pernah dibukukan The Magpies dalam sejarah klub di pertandingan Liga Champions. Tak hanya itu, Newcastle menjadikan PSG alami kekalahan terbesar di fase grup Liga Champions sejak tumbang 3-0 dari Chelsea pada September 2004 silam.

CETAK REKOR, YAMAL MALAH KABUR KE TOILET DI TENGAH LAGA

Wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, menjadi pemain termuda yang diturunkan sebagai starter di Liga Champions. Yakni di usia 16 tahun. Namun sayang, Yamal tidak bermain penuh pada laga tersebut. Produk La Masia itu sudah tak terlihat di lapangan pada menit ke-71. Yamal meninggalkan pertandingan dan pergi ke toilet. Tapi ia tak kembali lagi ke lapangan sehingga Barca memutuskan menggantikan Yamal dengan pemain lain di menit 80. Usai laga, Xavi mengatakan Yamal tidak enak badan.

LEWANDOWSKI ALAMI CEDERA

Penyerang Barcelona, Robert Lewandowski harus ditarik keluar dan digantikan oleh Ferran Torres saat babak pertama masih menyisakan sekitar 10 menit. Itu bukan kabar yang ingin dilihat oleh Xavi, namun sepertinya berkah di balik bencana setelah sang pemain pengganti mencetak gol satu-satunya ke gawang Porto. Sampai berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti apa yang terjadi sama Lewandowski.

PIALA DUNIA 2030 BAKAL DIGELAR DI 6 NEGARA

FIFA sudah mengumumkan pada Rabu bahwa akan ada enam negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. FIFA menunjuk Maroko, Spanyol, dan Portugal akan menjadi tuan rumah turnamen edisi 2030. Namun beberapa laga awal akan digelar di Amerika Latin. Ini berkaitan dengan rencana terbaru FIFA tersebut untuk menandai peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia sejak edisi pertama yang digelar di Uruguay. Selain Uruguay, pertandingan lainnya akan digelar di Argentina dan Paraguay. 

ARAB SAUDI AJUKAN TAWARAN JADI TUAN RUMAH PIALA DUNIA 2034

Federasi sepakbola Arab Saudi (SAFF) menyampaikan niatnya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Niat itu muncul hanya beberapa menit setelah badan sepak bola dunia, FIFA, mengundang negara-negara dari kawasan Asia dan Oseania untuk mengajukan penawaran. Untuk itu, SAFF langsung mengajukan tawaran ke FIFA. Menteri Olahraga Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Turki menyatakan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 akan membantu negaranya mencapai impian tentang menjadi negeri terkemuka di bidang olahraga.

KLOPP AJUKAN TANDING ULANG SPURS VS LIVERPOOL

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, meminta agar laga melawan Tottenham Hotspur diulang karena dirinya masih tak terima timnya kalah akibat dicurangi wasit. Sebelumnya, Badan Wasit Liga Inggris (PGMOL) telah menyebut bahwa keputusan yang diambil pada laga tersebut murni karena human error. Mereka juga telah meminta maaf kepada pihak Liverpool. Namun, permintaan maaf itu direspons Klopp secara dingin. Dia menilai hal itu sia-sia karena tidak memberikan dampak apa pun pada hasil pertandingan.

LIONEL MESSI BAKAL CABUT DARI MIAMI PADA 2025

Kontrak Lionel Messi di Inter Miami akan berakhir pada tahun 2025, dan pada saat itu – menurut El Nacional – ia akan berusaha untuk kembali ke klub masa kecilnya di Argentina, Newell’s Old Boys. Ada opsi bagi peraih tujuh trofi Ballon d’Or itu untuk memperpanjang kontraknya dengan Miami selama satu tahun lagi, namun laporan menyebutkan bahwa La Pulga ingin menutup karir di tanah kelahirannya.

TEN HAG BICARA PELUANG MU DI LIGA CHAMPIONS

Manchester United sudah dua kali kalah di awal Liga Champions musim ini. Mereka saat ini berada di posisi juru kunci grup. Manajer Erik ten Hag masih optimistis, peluang lolos dari fase grup masih terbuka. “Kami akan menjaga peluang untuk lolos dari grup ini. Kami terus bersama-sama dan tahu dengan tuntutan yang ada,” katanya. MU wajib meraih tiga poin dalam laga kontra Copenhagen bulan depan. Andai gagal, maka peluangnya akan semakin berat.

SERUAN PEMECATAN MENGGEMA, TEN HAG KALEM KARENA PUNYA BEKINGAN

Krisis Manchester United memburuk di Liga Champions, Rabu (4/10). Hasil minor yang didapat dari Galatasaray di Old Trafford merupakan kekalahan keenam dari 10 pertandingan terakhir. Meski terancam pemecatan, Erik ten Hag menekankan bahwa dia tidak kehilangan kepercayaan dan mengklaim dia masih mendapat dukungan dari petinggi MU untuk mengubah awal musim terburuk klub dalam satu musim.

MAKI WASIT, REECE JAMES DIGANJAR SKORSING SATU LAGA

Defender Chelsea Reece James dihukum skorsing satu laga. Tidak hanya itu, ia juga didenda sebesar 90 ribu poundsterling karena memaki wasit saat The Blues dikalahkan Aston Villa pada laga Liga Primer Inggris, 24 September lalu. James menerima dakwaan dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menggunakan kata-kata yang tidak pantas, menghina, dan kasar, saat mengonfrontasi wasit Jarred Gillett di terowongan Stamford Bridge. James disebut tak terima dengan keputusan wasit memberi kartu merah kepada Malo Gusto.

ULTRAS INTER SIAP TEROR LUKAKU DENGAN 50 RIBU PELUIT

Curva Nord, kelompok ultras Inter Milan, sedang bersiap untuk membagikan 50.000 peluit yang akan digunakan untuk meneror Romelu Lukaku saat laga melawan AS Roma, 30 Oktober mendatang di Stadio Giuseppe Meazza. Sebagaimana dilansir Football Italia, Curva Nord telah merilis pernyataan yang mengonfirmasi niat mereka tersebut untuk menyampaikan ketidaksenangannya terhadap Lukaku. Curva Nord bertujuan untuk memastikan bahwa striker Belgia itu mendapat sambutan negatif dari penonton sebanyak mungkin.

MESSI TAK MAIN, CHICAGO BERI KOMPENSASI KEPADA 61 RIBU FANS

Lionel Messi absen membela Inter Miami melawat ke markas Chicago Fire, Kamis (5/10). Alhasil, agar fans yang datang tidak kecewa karena Messi tidak dimainkan akibat masih cedera, Chicago Fire akan memberikan kompensasi kepada para fans. Sebelum diketahui bahwa La Pulga tidak akan bermain, 61.000 orang telah membeli habis tiket di Chicago’s Soldier Field. Ini menjadi jumlah yang akan menandai rekor terbesar kehadiran baru untuk klub. Setelah absennya Leo dikonfirmasi, klub mempublikasikan di situs resminya bahwa mereka yang membeli tiket akan menikmati kredit 250 dollar untuk tiket stadion Soldier Field untuk musim 2024.

TERUNGKAP! MESSI KEPO SOAL SERIE A SAAT MASIH ADA RONALDO-NYA

Cristiano Ronaldo memang lebih sering bicara soal Messi di depan publik. Di sisi lain, sang rival diam-diam juga mengikuti perkembangan Ronaldo secara privat. Hal ini disampaikan oleh Kevin-Prince Boateng yang pernah bermain untuk Barcelona. Saat itu Boateng pernah bermain satu tim dengan Messi. Meski jarang bicara, ternyata Messi pernah bertanya soal kiprah Ronaldo di Italia. Dijelaskan oleh Boateng, Messi bertanya soal sulitnya mencetak gol di Serie A saat ada Ronaldo. Boateng pun menjawab lebih sulit ketika ada Ronaldo ada di sana.

JOAO FELIX UNGKAP PERASAANNYA DI BARCELONA

Joao Felix mengawali masa pinjamannya dengan baik di Barcelona. Pemain berusia 23 tahun, yang bergabung dari Atletico Madrid pada hari terakhir bursa transfer musim panas, tampil luar biasa sejauh ini, mencetak tiga gol dan dua assist. Berbicara kepada media menjelang pertandingan Barcelona melawan FC Porto pada hari Rabu, Felix mengakui bahwa dia merasa lebih betah di klubnya saat ini daripada di klub induknya. “Sekarang saya bahagia dan itu yang terpenting,” ucapnya.

REAL MADRID INCAR OSIMHEN JIKA GAGAL BOYONG MBAPPE

Real Madrid bersiap untuk upaya keempat untuk mendatangkan Kylian Mbappe musim panas mendatang, karena kontraknya di PSG akan berakhir. Namun tidak 100% yakin akan mendapatkan Mbappe musim depan. Dikutip Football Espana, Victor Osimhen kini masuk salah satu alternatif Madrid musim depan. Untuk mendapatkan jasa Osimhen, Madrid perlu menyerahkan uang 200 juta euro ke Napoli. Namun mereka terlebih dulu akan berusaha mendatangkan Mbappe.

BINTANG CRYSTAL PALACE ABSEN ENAM PEKAN

Gelandang Crystal Palace, Eberechi Eze terancam absen enam minggu setelah mengalami cedera hamstring dalam kemenangan melawan Manchester United, akhir pekan lalu. Eze akan absen saat Palace menghadapi Nottingham Forest di kasta tertinggi pada hari Sabtu, diikuti dengan pertandingan melawan Newcastle dan Tottenham pada akhir Oktober setelah jeda internasional. Palace juga kehilangan pemain sayap Michael Olise, untuk waktu yang lama setelah dia kembali mengalami cedera hamstring.

ETO’O DIDUGA LAKUKAN PENGATURAN PERTANDINGAN

Legenda sepakbola Kamerun dan Barcelona, Samuel Eto’o, harus berurusan dengan hukum. Eto’o saat ini berada dalam penyelidikan polisi sehubungan dengan dugaan pengaturan pertandingan untuk membantu salah satu tim promosi ke kompetisi kasta tertinggi Kamerun. Tekanan membesar terhadap Eto’o setelah bocornya rekaman pembicaraannya dengan presiden salah satu klub Kamerun, Victoria United, Valentine Nkwain. Eto’o sendiri adalah Presiden Federasi Sepakbola Kamerun (Fecafoot) sejak 2021.

NACHO DISKORS 3 PERTANDINGAN

Dikutip Marca, bek veteran Nacho Fernandez akan dikenakan skorsing tiga pertandingan menyusul kartu merahnya pada laga Real Madrid melawan Girona di La Liga, akhir pekan kemarin. Nacho mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran mengerikan terhadap Portu di masa tambahan waktu, yang menyebabkan Portu harus ditandu keluar lapangan. Oleh karena itu, Nacho akan melewatkan tiga pertandingan La Liga Los Blancos berikutnya melawan Osasuna, Sevilla, dan Barcelona.

BANDING LIVERPOOL ATAS KARTU MERAH JONES DITOLAK

Pemain Liverpool, Curtis Jones akan menjalani larangan tiga pertandingan Liga Premier Inggris, setelah banding untuk membatalkan kartu merah yang diterimanya di laga versus Tottenham tidak berhasil. Jones awalnya menerima kartu kuning karena melakukan pelanggaran terhadap pemain Spurs Yves Bissouma pada menit ke-26, sebelum dikeluarkan dari lapangan setelah VAR melakukan intervensi dan meningkatkan hukuman. 

MESSI JANJIKAN REUNI DENGAN BARCELONA

Legenda Barcelona dan bintang Inter Miami Lionel Messi kemungkinan akan kembali ke Camp Nou dalam dua tahun mendatang. Hal itu disampaikan oleh presiden Inter Miami Jorge Mas. “Saya memberinya komitmen saya bahwa saya akan melakukan segala kemungkinan di tahun-tahun mendatang sehingga dia memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemarnya di Barcelona,” ucapnya.

DITUDUH SUAP WASIT, REAL MADRID GUGAT EKS PIMPINAN POLISI

Real Madrid kena tuduhan suap wasit oleh mantan komisioner polisi Jose Manuel Villarejo. Eks pimpinan polisi itu berbicara di stasiun radio Catalan RAC1. Villarejo mengklaim Real Madrid sudah lebih dulu menyuap wasit sebelum Barcelona. Menurutnya Los Blancos tak bisa disentuh hukum karena pengaruh Florentino Perez. Los Blancos pun tidak terima dengan tuduhan itu dan siap menempuh jalur hukum. 

LOUIS VAN GAAL KEMBALI KE AJAX

Sempat menolak dijadikan direktur teknik, Louis van Gaal akhirnya sepakat kembali ke Ajax Amsterdam. Pada Selasa (3/10), pelatih sepuh itu menerima tawaran jadi penasihat dewan pengawas klub. Eks juru taktik MU ini pun mengaku senang. Dia menilai pekerjaan tersebut tidak akan terlalu menyita waktunya. Sebelum ini, dia enggan jadi direktur teknik karena lebih memprioritaskan kesehatannya. Maklum, dia masih dalam penyembuhan kanker prostat. Di Ajax, Van Gaal mengisi pos yang sebelumnya diisi Jan van Halst yang saat ini menjadi direktur sementara.