Apa yang muncul dalam pikiran kalian kalau mendengar nama West Ham United? Klub medioker? Klub bersejarah minim prestasi? Tampaknya stigma itu sudah tak identik lagi dengan West Ham yang sekarang.
Di tangan David Moyes, West Ham menjelma tim yang unik. Setelah menjuarai Conference League musim 2022/23, West Ham tak henti-hentinya memberikan kejutan. Bahkan mereka baru saja mencatatkan 17 laga tak terkalahkan di kompetisi Eropa. Tentunya catatan positif ini membuktikan kalau West Ham tak bisa diremehkan. Tapi bagaimana bisa klub yang dilatih oleh “pelatih gagal” begitu mempesona ketika tampil di kompetisi Eropa?
Daftar Isi
Langganan Kompetisi Eropa
Sak pantas menyebut West Ham sebagai klub medioker lagi. Terlebih melihat apa yang sudah mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir. Meski hanya finis di urutan 14 klasemen Liga Inggris musim 2022/23, West Ham ternyata konsisten tampil di kompetisi Eropa dalam tiga tahun terakhir.
Ya, kalian tak salah dengar. Mungkin sebagian dari kalian tak menyadarinya. Itu wajar, karena West Ham bukan klub kesayangan media macam Chelsea atau Manchester United. Sebelum mencatatkan rekor, The Hammers ternyata sudah lebih dulu tampil di Europa League musim 2021/22.
Sebagai tim yang jarang tampil di kompetisi Eropa, musim 2021/22 berjalan tak begitu buruk bagi West Ham. Skuad asuhan David Moyes begitu digdaya dengan rentetan hasil positifnya, baik di kompetisi domestik maupun kompetisi benua biru.
Meski sempat tertatih-tatih, West Ham nyatanya mampu finis di urutan ke-7 klasemen akhir Liga Inggris 2021/22 dan mengamankan satu tiket ke Conference League musim berikutnya. Sedangkan di Europa League, West Ham dengan mengejutkan bisa mencapai partai semifinal. Praktis, sejak saat itu, West Ham tak pernah absen di kompetisi Eropa hingga sekarang.
Penantian Panjang
Sejak dimiliki David Sullivan pada 2010, West Ham memang selalu bermimpi bisa mengakhiri kekeringan trofi di kompetisi antarklub Eropa. Setelah 13 tahun menjaga ambisi tersebut, The Hammers akhirnya mewujudkan itu di Conference League musim 2022/23 setelah mengalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Praha.
Kegembiraan David Moyes terpancar saat ia berlari menuju tribun suporter West Ham untuk merayakan gol kemenangan timnya di laga final. Para pemain West Ham pun larut dalam kebahagiaan saat meraih trofi Eropa pertama West Ham sejak Piala Winners musim 1964/65. Semakin membanggakan karena ini jadi trofi Liga Conference pertama yang dimenangkan oleh tim yang berasal dari Inggris.
Memecahkan Rekor
Satu lagi catatan yang tak bisa dilupakan adalah West Ham membawa pulang trofi dengan status tak terkalahkan. Rangkaian kemenangan itu dimulai dari laga kualifikasi Conference League musim 2022/23 menghadapi wakil Denmark, Viborg.
Melakoni dua leg, West Ham tak menemui rintangan yang berarti kala menghadapi skuad asuhan Jacob Friis. Gianluca Scamacca dan kolega menang telak dengan skor agregat 6-1. Hasil itu membuat West Ham lolos ke fase grup Conference League dan tergabung dalam Grup B bersama Silkeborg, Anderlecht, dan wakil Liga Romania, FCSB.
Tergabung dalam grup yang relatif mudah, West Ham diunggulkan. Tercatat hanya Anderlecht saja lawan yang diperkirakan bakal merepotkan West Ham. Tapi ternyata perkiraan itu salah. Ketiga tim itu ternyata sama sekali bukan tandingan The Hammers.
Skuad asuhan David Moyes menyapu bersih enam laga penyisihan grup dengan kemenangan. Mereka mencetak 13 gol dan hanya kebobolan lima gol saja. Tak sampai disitu, di fase gugur West Ham semakin mendominasi. Hingga pada akhirnya juara, The Hammers tak tersentuh kekalahan. Satu-satunya hasil minor yang didapat adalah ketika bermain imbang 1-1 di babak perempat final melawan KAA Gent.
West Ham yang menjuarai Conference League musim 2022/23 berhak tampil di Europa League musim berikutnya. Kembali bermain di kompetisi Eropa musim ini, konsistensi West Ham masih terjaga.
Meski bukan tim yang diunggulkan, West Ham mampu membuktikan pantas berlaga di pentas Eropa. Itu dibuktikan dengan dua kemenangan beruntun di dua laga awal penyisihan Grup A Europa League musim 2023/24. Rangkaian tak terkalahkan di kompetisi Eropa yang terus berlanjut membuat West Ham mengantongi 17 laga tak terkalahkan.
The Hammers menjadi klub Inggris dengan catatan tak terkalahkan terpanjang mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Leeds United asuhan Don Revie pada tahun 1968, Tottenham Hotspur asuhan Bill Nicholson pada tahun 1972, dan Manchester City pada tahun 2023.
Kejeniusan David Moyes
Kesuksesan West Ham di kompetisi Eropa tentu tak lepas dari tangan dingin David Moyes. Pelatih berambut putih itu memang pantas disanjung. Ia jadi sosok yang sabar membangun kembali tim hingga jadi seperti sekarang.
Tak ada yang menyangka kalau Moyes yang dulu gagal di Manchester United dan membuat Sunderland terdegradasi justru mampu menyulap West Ham menjadi tim yang sangat kuat di kompetisi Eropa. Kejeniusannya dalam meracik tim di tengah budget yang minim jadi salah satu kunci kesuksesan West Ham.
Moyes mendatangkan pemain sesuai kebutuhan. Mungkin satu-satunya penandatanganan besar West Ham adalah saat berhasil membujuk Lucas Paqueta dari Lyon. Sisanya? Hanya pemain medioker seperti Said Benrahma, Nayef Aguerd, Maxwell Cornet, Thilo Kehrer, hingga penyerang kawakan, Danny Ings.
Faktor berikutnya adalah soal keunggulan di lini tengah. Lagi-lagi, Moyes berpengaruh dalam hal ini. Ia menduetkan Declan Rice dengan Tomas Soucek dalam formasi 4-2-3-1. Meski tak langsung berhasil, keduanya menjadi salah satu duo gelandang jangkar paling baik saat itu. Para bek West Ham bisa tampil lebih percaya diri karena memiliki Rice dan Soucek di tengah.
Margin Gol
Meski jarang mencatatkan clean sheet, West Ham jadi tim yang produktif di kompetisi Eropa. Dengan selisih gol yang tinggi mereka mampu terhindar dari kekalahan. West Ham memang jarang menang telak. Contohnya di dua laga Europa League musim ini. Melawan Backa Topola dan Freiburg. Meski menang, West Ham selalu kebobolan.
Tapi, West Ham menutupi kekurangan itu dengan berusaha mencetak gol sebanyak-banyaknya di 90 menit waktu normal. Moncernya West Ham di kompetisi Eropa tak lepas dari konsistensi Jarrod Bowen di lini depan.
Pelatih asal Skotlandia itu menyulap Bowen dari pemain biasa-biasa saja menjadi pemain yang memiliki naluri gol sangat tinggi. Pada awalnya banyak yang meragukan Bowen. Selain tidak dikenal, ia dibeli dengan harga yang tidak murah. Namun, Moyes membuktikan bahwa pembeliannya tak salah.
West Ham cukup bertumpu padanya soal urusan membongkar pertahanan lawan. Pemain bernomor punggung 20 itu bahkan berperan besar dalam dua gol yang dicetak The Hammers di final Conference League musim lalu. Untuk musim ini saja, Bowen sudah mencetak lima gol di delapan pertandingan bersama West Ham.
Mereka kini kokoh di puncak klasemen Grup A Europa League 2023/24 dengan torehan 6 poin dari dua pertandingan. Rekor tak terkalahkan selama 17 pertandingan memang jadi pencapaian yang baik. Namun, PR mereka saat ini adalah soal konsistensi. Mampukah West Ham mengulang kejayaan Conference League di Europa League musim ini?
Sumber: 90min, Whufc, Sportsmole, Goal


