Beranda blog Halaman 17

Jual beli pemain merupakan hal lumrah dalam industri sepak bola. Namun coba bayangkan jika klub bernama Borussia Dortmund nggak pernah menjual para pemain bintangnya. Tim yang dikenal sebagai “pabrik talenta dunia” ini sebenarnya punya cukup bahan untuk membentuk sebuah tim impian. Kesebelasan yang rasanya cukup kuat untuk menantang dominasi klub-klub raksasa dalam perburuan trofi Liga Champions.

Pasalnya, dari lini belakang hingga lini depan, setiap posisi bisa diisi pemain kelas dunia. Tapi sayangnya, demi stabilitas finansial, mereka justru menjelma jadi “supermarket” bagi klub-klub besar Eropa.

Untuk itu mari kita mengulas satu per satu, skuad mewah Borussia Dortmund jika tak pernah melepas para bintangnya. Namun sebelum kita masuk ke pembahasan utama ada baiknya kamu subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi agar nggak ketinggalan ulasan menarik lainnya dari Starting Eleven.

Roman Burki – Penjaga Gawang – Louis City SC

Borussia Dortmund relatif nggak punya tradisi mencetak nama besar di sektor bawah mistar. Tapi kalau boleh memilih satu nama yang masih aktif bermain namun tak lagi di Signal Iduna Park, tentu saja sosok itu merujuk ke Roman Burki.  Kiper asal Swiss ini bermain untuk Dortmund dari 2015 hingga 2021. Semasa berseragam Dortmund, Burki cukup sering tampil heroik dan jadi sosok krusial hingga mempersembahkan 3 gelar juara.

Sayangnya, ketika performanya mulai diragukan, dia dilepas ke Louis City SC. Bersama klub MLS itu Burki menjadi andalan utama di bawah mistar gawang. Di musim keduanya, Burki bahkan mampu menyabet penghargaan Goal Keeper of The Season. Andai saat itu Dortmund mendatangkan pelatih kiper top dan meningkatkan sistem pertahanannya, Burki bisa tetap bersaing di level atas.

Manuel Akanji – Bek Tengah – Manchester City

Nama berikutnya adalah Manuel Akanji. Sosok bek tengah yang cerdas dan sangat tenang dalam membangun serangan dari belakang ini berseragam Die Borussen selama empat musim. Di bursa transfer musim panas 2022 yang lalu, Manchester City datang meminang. Dan entah mengapa Dortmund mau melepas Akanji hanya dengan mahar 17,5 juta Euro.

Selain ditebus dengan harga murah, Dortmund pun menyesal karena telah kehilangan salah satu pilar pertahanannya. Sekarang pemain dengan market value 32 juta euro ini jadi bagian dari mesin juara Pep Guardiola. Harusnya, jika Dortmund masih mempertahankan Akanji, saat ini sang bek tengah bisa jadi pemimpin di lini belakang.

Antonio Rudiger – Bek Tengah – Real Madrid

Jika Akanji masih kurang familiar di telinga football lovers semua, bagaimana dengan Antonio Rudiger? Mimin yakin nama bek asal Jerman yang punya gaya lari berjingkat-jingkat ini pasti tak asing. Memang Rüdiger nggak pernah bermain untuk tim senior Dortmund, tapi asal tahu saja kalau sang pemain merupakan produk asli akademi Die Borussen.

Sayangnya klub yang terletak di wilayah Arnsberg ini nggak mau sabaran melihat perkembangan Rudiger. Sampai akhirnya sang pemain menemukan kepercayaan diri dan bersinar bersama Stuttgart. Kehebatan Rudiger lalu dilirik oleh AS Roma, Chelsea hingga akhirnya  jadi pemain penting Real Madrid era Carlo Ancelotti. Andai Dortmund mampu mempertahankan Rudiger saat muda, mereka akan punya bek tangguh bermental baja.

Raphael Guerreiro – Bek Kiri – Bayern München

Berpindah ke sektor bek kiri ada nama Raphael Guerreiro yang sempat jadi langganan Starting XI Dortmund selama beberapa musim. Tapi setelah kontraknya habis, bek asal Prancis ini bergabung dengan Bayern Munchen yang notabene klub rival. Yang cukup mengejutkan pemilik 40 gol dan 50 assist bersama Dortmund ini dilepas ke Allianz Stadium dengan cuma-cuma alias free transfer.

Padahal ketenangannya menguasai bola dan kualitas umpannya adalah aset berharga. Kalau tak gegabah, Guerreiro harusnya jadi bek kiri utama Dortmund selama satu dekade.

Achraf Hakimi – Bek Kanan – Real Madrid

Kecerobohan Dortmund lainnya adalah gagal mempermanenkan  Achraf Hakimi. Pemain yang jadi sosok kunci saat membawa Timnas Maroko ke semi final Piala Dunia 2022 ini  tiba di Signal Iduna Park dengan status pinjaman dari Real Madrid.

Selama dua musim, bestie Kylian Mbappe ini tampil luar biasa. Kecepatan, determinasi, dan kontribusinya dalam menyerang menjadikannya salah satu full back kanan terbaik di Bundesliga.

Tapi sayangnya, Dortmund tak mampu mempertahankannya, dan dia pun hijrah ke Inter Milan, dan lanjut menikmati musim-musim yang produktif bareng Paris Saint-Germain. Bayangkan jika Hakimi tetap bertahan, Dortmund bakal punya senjata mematikan dari sisi kanan belakang.

Jude Bellingham – Gelandang Serang – Real Madrid

Bergeser ke tengah, Borussia Dortmund juga pernah punya sejumlah nama yang jadi mesin kreatif bagi tim. Nama pertama yang harus didahulukan untuk disebut tentu saja Jude Bellingham. Salah satu gelandang muda terbaik dunia saat ini yang singgah di Dortmund dari usia 17 tahun. Bellingham merupakan salah satu pemain yang mendatangkan cuan super gede untuk Dortmund.

Bayangkan, dibeli dari Birmingham City dengan harga 29 juta euro. Nilai yang sangat ekonomis itu melonjak gila-gilaan berkat performa impresif selama kurun dua musim. Real Madrid menyodorkan cek dengan angka 103 juta euro untuk menebus sang pemain.

Namun Los Blancos tak rugi lantaran mereka telah membawa titisan Zinedine Zidane ke Santiago Bernabeu. Sejauh ini bersama Real Madrid, Bellingham telah memenangkan sejumlah gelar juara. Termasuk trofi Liga Champions yang berulang kali tak bisa digapai oleh Dortmund.

llkay Gundogan – Gelandang Bertahan – Manchester City

Selama kurang lebih lima musim berseragam Kuning Hitam, Ilkay Gundogan menyumbang empat trofi. Sumbangsih pesepakbola yang punya nama panggilan Mr Whippy ini membekas dengan baik dan masih dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Dortmund. Gundogan pernah membantu Dortmund mencapai final UCL 2013. Lalu dia hijrah ke Manchester City dan akhirnya mengangkat trofi Liga Champions di tahun 2023. 

Christian Pulisic – Gelandang Serang – AC Milan

Pemain yang satu ini datang dari Amerika Serikat di usia yang sangat muda, ketika sebagian besar remaja seusianya masih bermain di lapangan sekolah. Namun Dortmund memberinya kesempatan besar. Di usia 17 tahun, Christian Pulisic sudah bermain di Bundesliga, tampil percaya diri melawan pemain-pemain senior. 

Dia menjadi simbol dari potensi Amerika di kancah Eropa. Meski tidak selalu menjadi starter, perannya penting dalam perjalanan tim, termasuk saat meraih gelar DFB-Pokal tahun 2017. Namun seperti banyak pemain yang mulai bersinar lainnya, ketika tawaran besar datang, Pulisic pun pergi.

Bersama Chelsea, Pulisic sempat memenangkan Liga Champions, namun konsistensi dan cedera membuat kariernya tertatih. Baru di AC Milan, gelandang serang serba bisa menemukan kembali bentuk terbaiknya.

Ousmane Dembele – Penyerang – PSG

Kini kita beralih ke posisi depan. Mari kita mulai dengan nama Ousmane Dembele. Penyerang sayap yang didatangkan Borussia Dortmund dari Rennes ini langsung bisa nyetel. Kecepatan, teknik, dan keberaniannya berduel satu lawan satu membuatnya spesial. Ia mencatatkan lebih dari 20 assist di musim itu dan membantu Dortmund meraih DFB-Pokal. Barcelona kemudian datang dengan tawaran fantastis: lebih dari 100 juta euro.

Dembele pun pindah ke Camp Nou, di mana ia digadang-gadang jadi pengganti Neymar. Tapi hidup tak selalu seindah ekspektasi. Cedera, inkonsistensi, dan masalah adaptasi membuat perjalanan Dembele di Barcelona terasa seperti rangkaian start ulang. Kini di Paris Saint Germain, Dembele mencoba membangun ulang kisahnya.

Erling Haaland – Penyerang – Manchester City

Kemudian ada Erling Haaland, mungkin nama paling eksplosif yang pernah singgah di Dortmund dalam dekade terakhir. Ia datang dari RB Salzburg dengan reputasi sebagai predator muda, dan dalam hitungan minggu, reputasi itu berubah menjadi teror nyata. 

Haaland mencetak gol hampir di setiap laga dan menjadi wajah baru Bundesliga, tapi Dortmund bukan destinasi akhir bagi pemain selevel ini. Manchester City kemudian mengangkutnya ke Premier League. Dan Haaland, seperti mesin yang tak butuh waktu pemanasan, langsung meraih treble termasuk Liga Champions. Kini dia mengukuhkan diri sebagai salah satu striker terbaik dunia.

Robert Lewandowski – Penyerang – Barcelona

Dan akhirnya, kita bicara tentang Robert Lewandowski  mungkin simbol paling nyata dari cerita sukses yang meninggalkan luka. Lewandowski datang dari klub Polandia, Lech Poznan sebagai striker yang menjanjikan, dan di bawah asuhan Jürgen Klopp, ia berubah menjadi mesin gol.

Dua gelar Bundesliga, satu DFB-Pokal, dan penampilan luar biasa di Liga Champions, termasuk empat gol melawan Real Madrid, adalah sebagian kecil dari pencapaiannya di Dortmund. 

Tapi ketika kontraknya habis, dia pergi gratis ke Bayern Muenchen yang merupakan rival abadi Dortmund. Di sana, Lewandowski berkembang menjadi legenda. Ratusan gol, gelar demi gelar, dan status sebagai striker tersubur pun disandang. Kini kprah cemerlang itu pun diteruskan oleh Lewandowski bersama Barcelona.

Penutup

Andai saja Dortmund tak tergiur menjual sejumlah pemain di atas maka mereka punya tim yang secara teori bisa menjuarai Liga Champions, bahkan bisa menikmati era kejayaan yang panjang. Tapi kini Dortmund hanya bisa menonton, mungkin dengan sedikit rasa pahit.

https://www.youtube.com/watch?v=X-D4JbbK2bQ

Cuma Diisi Pekerja Kantoran, Auckland City Menantang Raksasa di Piala Dunia Antarklub 2025!

Ada kontras yang sangat ekstrem di Piala Dunia Antarklub 2025. Di antara para jawara liga top Eropa dan Amerika Selatan, sebuah klub antah berantah nyempil di grup neraka yang berisikan Bayern Munich, Benfica, dan Boca Junior. Kesebelasan itu bernama Auckland City. Klub yang mungkin baru Football Lovers dengar setelah dibabat habis sepuluh gol tanpa balas oleh The Bavarians.

Skor super mencolok ini lebih dari cukup untuk menggambarkan level antara dua kesebelasan. Tapi di balik angka itu, ada sesuatu yang lebih mengganggu nalar.  Sebab ternyata Auckland City bukanlah pendatang baru di turnamen ini. Mereka bahkan sudah menjadi wajah rutin dari benua yang kerap diabaikan: Oseania.

Dan ini bukan kejadian aneh yang terjadi sekali dua kali. Sudah lebih dari satu dekade Auckland City muncul mewakili Oseania di panggung Piala Dunia Antar Klub. Pertanyaannya pun muncul, dan semakin lama semakin membuat penasaran: Bagaimana mungkin klub yang lebih mirip tim fun football komunitas ini bisa terus lolos ke kejuaraan paling eksklusif di jagat sepak bola dunia?

Sejarah Terbentuk dan Dominasi di Oseania

Di peta sepak bola dunia, Oseania bukanlah benua yang ditakdirkan jadi pusat perhatian. Tak ada liga yang mewah dan tak ada siaran televisi yang melintasi benua. Sepak bola di wilayah ini seringkali kalah pamor dari olahraga lain seperti rugby atau cricket, bahkan di negaranya sendiri. Tapi justru dari tanah sunyi itulah, Auckland City lahir.

Klub ini didirikan tahun 2004 di kota pelabuhan Auckland, Selandia Baru. Tim berjuluk The Navy Blues jelas tidak disokong oleh kerajaan bisnis seperti banyak klub modern. Auckland City FC muncul dari ide sederhana: menghidupkan gairah sepak bola dengan mewadahi pemain lokal untuk berkompetisi di level nasional.

Auckland pun akhirnya bermain di  New Zealand Football Championship, dan sejak musim pertama, hebatnya mereka langsung meraih gelar dan mendominasi dari musim ke musim. Bahkan Auckland pernah jadi juara Liga Selandia Baru selama delapan musim beruntun.

Keberhasilan itu juga dibawa ke level benua alias dalam kompetisi Liga Champions Oseania. Sejak pertama kali  berpartisipasi pada 2006, Auckland City nyaris tak pernah absen dari podium juara.  Di atas kertas, mereka terlihat hebat. Tapi jika diperiksa lebih dekat, dominasi itu terjadi bukan karena kekuatan absolut, melainkan karena lemahnya kompetisi dan nyaris tanpa rivalitas berarti.

Sebagian besar lawan mereka berasal dari negara-negara kecil di Pasifik: Tahiti, Vanuatu, Papua Nugini dan lainnya yang tak dikelola dengan baik. Sementara itu, Auckland City  unggul dalam hal infrastruktur, pelatihan, dan kontinuitas manajemen. Mereka nyaris seperti Real Madrid-nya Oseania.

Itu jugalah yang membuat Auckland City secara otomatis jadi langganan lolos ke Piala Dunia Antarklub dan berada satu panggung dengan para raksasa sepak bola. Lantas, seperti apakah kiprah Auckland di turnamen ini, apakah mereka selalu jadi bulan-bulanan?

Panggung Elit dan Peran Figuran

Sejak 2006, Auckland City sudah seperti tamu tetap di pesta paling elite sepak bola yang mempertemukan juara dari setiap benua ini. Di awal-awal partisipasinya, Auckland selalu gugur di laga pertama. Mereka tak ubahnya sebagai figuran alias hanya pelengkap, yang sekadar hadir lalu pulang dengan koper penuh pengalaman dan gawang penuh gol. Tapi pada tahun 2014, mereka sempat membuat kejutan.

Di Maroko, Auckland mengalahkan tim tuan rumah Moghreb Tetouan lewat adu penalti, lalu mengalahkan wakil Aljazair, ES Setif  dan hampir saja lolos ke final andai tak kalah dari wakil Argentina, San Lorenzo. Auckland juga nyaris saja merebut posisi ketiga. Berhasil menahan imbang Cruz Azul, nyatanya Auckland mesti kalah lewat babak adu penalti.

Ironis. Setelah itu Auckland tak lagi memberi kejutan. Mereka memang rutin main di Piala Dunia Antarklub, tapi rutin juga kalah. Di tahun-tahun berikutnya, mereka disingkirkan oleh klub-klub seperti Al-Jazira, Kashima Antlers,  hingga Al Ahly.  Beberapa laga berakhir tipis, tapi tak pernah cukup untuk melaju jauh.

Lalu datanglah 2025. Undian menempatkan mereka satu grup dengan Bayern Munchen. Ini bukan pertandingan, ini seperti omongan seseorang yang bilang tambang mendatangkan maslahat: lelucon. Bagaimana mungkin salah satu klub kaya di Eropa menghadapi tim semi-pro yang markasnya saja kurang dari separuh kapasitas Stadion Kebo Giro di Boyolali?

Namun bukan keajaiban dan hasil akhir yang mereka cari, tapi sesuatu yang lebih berharga yang tak semua orang bisa dapatkan. Lantas apakah gerangan?

Pengorbanan Penggawa Auckland

Bagi sebagian besar pemain Auckland City, bermain di Piala Dunia Antarklub bukan sekadar kompetisi. Itu adalah mimpi yang terlalu besar untuk diukur dengan skor. Ketika undian menempatkan mereka melawan Bayern Munchen, sebagian pemain tidak langsung memikirkan kekalahan, tapi kesempatan.

Kesempatan untuk berbagi lapangan dengan nama-nama yang biasanya hanya mereka tonton di highlight YouTube. Dengan materi pemain yang super jomplang, tentu saja tak ada kisah dongeng seperti David menang melawan Goliat.

Tapi kekalahan telak sekalipun dirasa layak dan justru menggembirakan bagi para penggawa Auckland City. Kalau tak percaya tanya saja pada abang-abangan gondrong bernama Conor Tracey. Sang penjaga gawang yang akhirnya viral karena kebobolan sepuluh gol, sebenarnya adalah buruh di gudang perusahaan farmasi hewan. 

Namun demi bisa melawan skuad bintang Die Roten, ia rela mengambil cuti tahunan dan tak dibayar. Conor mengaku tak ambil pusing kalau kelak ia bakal kesulitan membayar sewa rumah dan cicilan bulanannya. Yang penting bisa bersalaman dengan Manuel Neuer dan satu lapangan dengan kiper terbaik FIFA tahun 2020 itu.

Selain Conor sang kiper, penggawa Auckland lainnya juga punya profesi utama di luar sepak bola. Ada yang bekerja sebagai pegawai di real estate, karyawan di yayasan, sales minuman bersoda dan lain sebagainya. Di siang hari mereka adalah warga biasa yang menyisipkan latihan setelah jam kerja dan mencicil mimpi di sela-sela kewajiban.

Sekumpulan pesepakbola freelance ini jelas tahu mereka bakal dipermainkan habis-habisan. Tapi wajah-wajah mereka tak menunjukkan frustrasi, melainkan ekspresi seseorang yang tahu bahwa ia sedang menjalani babak paling langka dalam hidupnya. Ya, laga melawan Bayern ini kemungkinan jadi  pengalaman sekali seumur hidup.

Dan mungkin itu sebabnya, mereka tidak datang untuk menang. Mereka tidak datang dengan target muluk, tidak memikirkan bonus atau tawaran sponsor. Mereka datang dengan koper penuh mimpi dan sepatu yang mungkin dibeli dari UMR Auckland.

Mereka tahu, dalam sepak bola profesional, keberadaan mereka nyaris tak diperhitungkan. Tapi justru di situlah letak kemuliaannya. Karena tak semua orang mau hadir dalam pertarungan yang mereka tahu akan kalah sejak awal, dan tetap menampilkan permainan terbaik yang mereka bisa.

Auckland City bukan sekadar klub kecil dari Selandia Baru. Mereka adalah simbol keberanian, konsistensi, dan cinta terhadap permainan itu sendiri. Di tengah dunia sepak bola yang kini dipenuhi angka, valuasi, dan ego, mereka datang sebagai pengingat: bahwa masih ada ruang untuk yang tulus, untuk yang datang tanpa pamrih selain cinta.

https://www.youtube.com/watch?v=974PcKoplYs

Berita Bola Terbaru 27 Juni 2025 – Starting Eleven News

0

HANCURKAN JUVE, HAALAND CETAK REKOR DI CITY

Manchester City baru saja mengalahkan Juventus di ajang Piala Dunia Antarklub dengan skor mencolok, 5-2. Meski Juve kalah, mereka tetap menemani City untuk tampil di babak berikutnya. Dilansir Fotmob, Erling Haaland turut menyumbangkan satu gol di laga tersebut. Meski cuma satu, itu adalah gol ke-300 nya dalam karir sepakbola, baik di klub maupun tim nasional.  Menariknya, ia mencapai 300 gol hanya dalam 370 pertandingan. Lebih cepat dari Cristiano Ronaldo (554 laga), Lionel Messi (418 laga) dan Kylian Mbappe (409 laga)

MU LAYANGKAN TAWARAN UNTUK KIPER ATALANTA

Masih seputar klub asal Manchester, ada MU yang kabarnya siap melayangkan tawaran untuk kiper Atalanta, Marco Carnesecchi. Dilansir Football Italia, United kini mulai serius untuk mencari kiper baru. Beberapa opsi telah bermunculan dan Marco jadi yang terbaru. Kabarnya, United telah menyiapkan dana sekitar 40 juta euro untuk melancarkan kepindahan ini. Kabarnya, Atalanta meminta 50 juta euro. United berusaha mencari jalan tengah dengan menambahkan bonus atau dalam bentuk lain agar memenuhi angka tersebut.

NEWSCASTLE BERGERAK UNTUK RASHFORD

Sementara itu, disaat negosiasi antara Marcus Rashford dan Barcelona macet, Newcastle United kabarnya mulai bergerak untuk menggoda sang pemain. Dilansir Football Espana, Newcastle yang frustrasi karena tak kunjung mendapatkan Anthony Elanga pun mengarahkan pandangan kepada Rashford. Harga Rashy lebih murah ketimbang Elanga. Namun, Newcastle tak mau ambil resiko. Mereka hanya ingin menawarkan kesepakatan pinjaman pada Manchester United. Karena transfer ke Barcelona masih abu-abu, Rashy mempertimbangkan tawaran The Magpies.

TRAFFORD SEPAKAT GABUNG NEWCASTLE

Newcastle sendiri kabarnya sudah mencapai kesepakatan dengan kiper muda berbakat, James Trafford. Dilansir Tribalfootball, komunikasi berjalan cepat dan lancar. Trafford telah sepenuhnya sepakat dengan kontrak dan persyaratan yang ditawarkan Newcastle. Kabarnya, kini pihak Newcastle tinggal menyepakati soal fee transfer dengan Burnley. Mereka ingin 40 juta pound. Tapi Newcastle berusaha mendapatkan harga yang lebih murah dari itu.

KONATE INGIN PERGI DARI LIVERPOOL

Dari Liverpool, Ibrahima Konate kabarnya sudah tak betah berada di klub. Dilansir Get Football News France, kini Konate sedang menekan Liverpool untuk tidak usah memperpanjang kontraknya. Agar ia bisa pergi secara gratis di tahun 2026. Sebab, ia yakin banyak klub besar lain yang menginginkan dan mau lebih menghargai kinerjanya. Menurut laporan, setidaknya ada tiga klub yang mengantri. Mereka adalah Barcelona, PSG, dan Real Madrid.

ANGE MERAPAT KE LAFC?

Setelah hengkang dari Tottenham, masa depan Ange Postecoglou masih belum bisa ditentukan. Dirinya mendapat banyak tawaran dari Eropa, bahkan Asia. Kini, sang pelatih justru mendapat tawaran dari klub MLS, Los Angeles FC. Dilansir Sport Illustrated, LAFC sudah melakukan pendekatan untuk merayu Ange pindah ke MLS. Sang pelatih pun kabarnya tertarik dengan tantangan baru di sepakbola Amerika Serikat. Namun, Ange tak terburu-buru dalam mengambil pekerjaan. Ia masih ingin menimbang segala tawaran yang ada.

GILARDINO RESMI LATIH PISA

Dari Inggris, kita bergeser ke Italia untuk mengabarkan bahwa Alberto Gilardino telah resmi menjadi manajer baru klub promosi Serie A musim depan, Pisa. Dilansir Football Italia, Gilardino telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. Pisa pun menambahkan klausul perpanjangan satu tahun lagi. Sebelumnya, Gilardino merupakan pelatih Genoa. Namun, ia dipecat pada tahun 2024 kemarin. Kini, ia kembali siap untuk membawa Pisa bersaing di kasta tertinggi.

MILAN LEPAS MALICK THIAW KE COMO

Bergeser ke Milan, ada AC Milan yang kabarnya siap melepas salah satu pemain bertahannya ke FC Como. Pemain yang dimaksud adalah Malick Thiaw. Dilansir Sempre Milan, Como telah mencapai kesepakatan dengan Milan untuk transfer Thiaw. Seperti yang diwartakan, Como telah mengajukan tawaran sebesar 25 juta euro dan tawaran itu telah diterima oleh Milan. Kini, Como tinggal mengadakan diskusi dengan sang pemain. Como akan serius dan menyusun kontrak yang sulit ditolak oleh pemain berusia 23 tahun itu.

INTER SIAP TUKAR TAREMI DENGAN HOJLUND

Di sisi lain, Inter Milan kabarnya siap mengambil langkah konkret untuk mendapatkan tanda tangan Rasmus Hojlund. Dilansir United in Focus, Inter kabarnya siap memasukan nama Mehdi Terami dalam kesepakatan. United pun sudah merespon. Mereka kurang berminat dengan skema ini. Sebab, Taremi tak masuk dalam list transfer klub. Ia terlalu tua dan tak memenuhi kriteria yang dicari oleh Ruben Amorim. Namun, sikap klub terhadap Hojlund tidak berubah. MU tetap berniat menjual sang pemain.

ABAIKAN ROBERTSON, ATLETICO DAPATKAN RUGGERI

Italia sudah, kini kita bergeser ke Spanyol untuk membahas transfer Atletico Madrid. Dilansir Football Italia, Atletico kabarnya sudah mengabaikan kesempatan untuk merekrut bek kiri Liverpool Andy Robertson. Atletico pun akhirnya bergerak cepat untuk mendatangkan bek kiri Atalanta, Matteo Ruggeri. Menurut laporan, Atalanta dan Atletico sudah sepakat soal transfer ini. Ruggeri ditebus 20 juta euro oleh Los Rojiblancos. Pemberkasan diperkirakan akan selesai dalam 48 jam kedepan.

VINI DAN MBAPPE TAK AKUR GARA-GARA GAJI

Masih dari Kota Madrid, ada perseteruan internal yang muncul di kubu Real Madrid. Dilansir Don Balon, hubungan Vinicius dan Kylian Mbappe mulai renggang gara-gara urusan duit. menurut laporan, dalam negosiasi perpanjangan kontrak, Vini menuntut Madrid untuk menaikan gajinya agar lebih tinggi dari Mbappe. Namun, pihak klub menolak ide itu. Vini pun marah pada klub dan tak suka dengan adanya Mbappe sebagai penerima gaji tertinggi. Di sisi lain, Madrid justru lebih condong ke Mbappe. Mereka bahkan tak keberatan jika Vini ingin pergi. Madrid sudah muak dengan tuntutan-tuntutan tak masuk akal yang diajukan Vini. 

EKS BARCELONA PENSIUN DINI KARENA PENYAKIT JANTUNG

Bergeser ke Barcelona, ada kabar dari mantan pemain mereka yang memutuskan pensiun di usia 23 tahun. Dilansir Football Espana, lulusan akademi Barca, Joan Gonzalez terpaksa pensiun dini di usia 23 tahun setelah dokter menemukan masalah jantung yang cukup serius. Pemain yang kini berseragam Lecce itu pun harus mengakhiri karirnya di usia muda jika mau tetap hidup normal. Dengan penyakit itu, ia tak bisa bermain sepakbola secara profesional. Lecce menyarankan itu demi menyelamatkan hidup Gonzalez.

PERPANJANG KONTRAK, RONALDO DAPAT SAHAM DI AL-NASSR?

Mampir ke Arab Saudi sebelum ke Indonesia. Disitu ada Cristiano Ronaldo yang telah resmi memperpanjang kontraknya bersama Al-Nassr. Dilansir The Guardian, Ronaldo menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. Itu akan membuatnya menjadi pemain Al-Nassr hingga usianya 42 tahun. Yang menarik adalah detail kontrak baru Ronaldo. Detail itu pun bocor ke media. Selain akan mendapat gaji di angka 400 juta euro selama 2 tahun, Ronaldo kabarnya mendapat beberapa bonus. Salah satu yang bikin tercengang adalah, Cristiano akan mendapat 15% saham Al-Nassr setelah menandatangani kontrak ini. 

NEGO SAMA UDINESE MACET, IDZES KE LECCE?

Sampai di Indonesia, kita akan membahas saga transfer Jay Idzes di Serie A. Dilansir Jawa Pos, sebelumnya Bang Jay dirumorkan akan bergabung dengan Udinese. Namun, dengan banderol yang terlalu tinggi, Udinese pun mundur alon-alon. Kini, rumor yang sedang berkembang adalah Lecce yang memasukan nama Idzes dalam radar. Ketertarikan Lecce tak terlepas dari adanya Eusebio Di Francesco yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih Lecce musim depan. Eusebio bisa saja membawa Idzes ke Lecce agar tetap berlaga di Serie A.

JENNER PROMOSI KE SKUAD UTAMA FC UTRECHT

Dari pemain diaspora lain, ada Ivar Jenner yang kabarnya masuk skuad utama FC Utrecht. Dilansir Bola Okezone, Ivar Jenner terlihat di sesi latihan tim utama FC Utrecht. Ia dipercaya untuk ikut berlatih bersama skuad senior FC Utrecht jelang menghadapi pramusim 2025/26. Kabar baik itu dapat dilihat dari postingan terbaru Jenner di instagram pribadinya. Tentu harapannya dengan berlatih bersama skuad senior, Jenner bisa menarik perhatian pelatih FC Utrecht, Ron Jans. Jenner bisa menjadikan pramusim ini sebagai unjuk gigi agar bisa menjalani debut di Liga Belanda musim depan.

LIVERPOOL REKRUT MANTAN PELATIH WALES

Setelah merampungkan beberapa kesepakatan pemain, kini Liverpool menambah kekuatan di sektor pengembangan usia muda. Dilansir Fotmob, The Reds baru saja menunjuk mantan pelatih tim nasional Wales, Rob Page untuk memimpin tim U-21 Liverpool. Menurut laporan, Page dipecat Wales usai tim gagal mencapai Euro 2024. Page adalah sosok sentral yang membawa Wales ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1958 pada tahun 2022 kemarin. Page sekarang akan menggantikan Barry Lewtas, yang mengundurkan diri dari Liverpool U-21.

BUKAN PEMAIN, MU MALAH REKRUT SEORANG CHEF

Jika Liverpool merekrut pelatih, Manchester United justru punya kebijakan yang cukup menarik. Bukan pemain apalagi pelatih baru, United justru merekrut seorang chef baru. Dilansir United in Focus, Will Carvalho telah menjadi Kepala Koki Performa baru untuk tim utama pria di Manchester United. INEOS memastikan urusan dapur berada di tangan yang tepat. Sebelumnya, Carvalho menjabat sebagai Executive Performance Chef di Brighton. Ia sudah menduduki jabatan itu selama dua tahun. Kabarnya, soal menjaga nutrisi dan kualitas makanan atlet, Carvalho adalah salah satu yang terbaik.

NORGAARD DATANG, ARSENAL LEPAS PARTEY

Dengan kedatangan Christian Norgaard ke Emirates Stadium, Arsenal kini telah mengkonfirmasi bahwa Thomas Partey bukan lagi bagian dari rencana tim. Dilansir Tribalfootball, Partey kabarnya akan segera hengkang secara gratis, lantaran kontraknya akan habis di 30 Juni mendatang. Partey sebetulnya ditawari kontrak baru. Namun, dengan adanya Norgaard dan Martin Zubimendi, Partey memutuskan untuk tidak melanjutkan kiprahnya di London. Ia ingin mencari klub baru yang bisa menjamin menit bermainnya.

BOURNEMOUTH LEPAS BEK LAGI

Setelah melepas Dean Huijsen dan Milos Kerkez, Bournemouth kembali menjual pemain bertahannya. Dilansir Bein Sport, The Cherrys telah resmi melepas Max Aarons ke klub Skotlandia Rangers. Kepastian itu sudah dipublikasikan oleh Rangers. Aarons bergabung dengan status pinjaman. Ia jadi rekrutan pertama di era pelatih baru, Russell Martin. Namun, jadi yang kedua bagi Rangers setelah Lyall Cameron menandatangani pra kontrak pada Februari kemarin. 

ATLETICO PERSILAHKAN RIQUELME PERGI

Dari Spanyol, ada Atletico Madrid yang ingin melakukan belanja besar-besaran di musim panas ini. Namun, untuk mewujudkan itu, mereka harus menjual beberapa pemainnya untuk menyeimbangkan laporan keuangan. Dilansir Football Espana, salah satu yang akan dikorbankan adalah Rodrigo Riquelme. Ia tak jadi pilihan utama Diego Simeone di musim lalu. Kabarnya, Atletico menawarkan Riquelme ke Real Betis. Riquelme diharapkan bisa menggantikan peran Johnny Cardoso yang segera menyebrang ke Atletico. 

DE LA FUENTE MINTA PERLINDUNGAN EKSTRA UNTUK YAMAL

Masih dari Spanyol, tapi kali ini melibatkan sang wonderkid, Lamine Yamal. Dilansir Goal, Yamal akhir-akhir ini mendapat banyak sorotan dan kritik negatif usai dirinya terlihat menghabiskan liburan bersama seorang model yang usianya lebih jauh dari dirinya. Situasi ini membuat pelatih Timnas Spanyol, Luis De La Fuente khawatir. Menurutnya, sebagai pemain muda dengan talenta yang sangat menawan. Yamal perlu dapat perlindungan ekstra dari Barcelona. Semua itu demi menjauhkan sang pemain dari sorotan media berlebih dan kritik-kritik netizen yang bisa mengganggu psikologinya.

THAUVIN TANDA TANGAN KONTRAK BARU DI UDINESE

Bergeser ke Italia, ada Florian Thauvin yang baru saja memperpanjang masa baktinya pada Udinese. Dilansir Football Italia, Udinese resmi mengikat Thauvin dengan kontrak baru berdurasi satu tahun. Itu akan membuat sang pemain bertahan hingga 2026. Saat ini, usianya sudah 32 tahun. Namun, Thauvin dinilai sebagai pemain yang memiliki kontribusi besar oleh klub. Baik di dalam maupun di luar lapangan. 

MILAN CARI PENGGANTI THEO

Di sisi lain, AC Milan kabarnya mulai mencari pengganti Theo Hernandez yang kabarnya selangkah lagi gabung Al-Hilal. Dilansir Football Italia, beberapa nama telah dikaitkan dengan Milan. Yang terbaru ada Sergi Cardona dari Villarreal. Kabarnya, Milan tak perlu mengadakan negosiasi yang rumit untuk mendatangkan Cardona. Sebab, sang pemain memiliki klausul pelepasan  sebesar 15 juta euro. Cardona dinilai jadi opsi yang lebih ekonomis ketimbang Oleksandr Zinchenko.

SEPUPU ALEXIS MAC ALLISTER GABUNG PERSIB

Kembali ke Indonesia, kita akan berbicara tentang pemain baru Persib Bandung, Luciano Guaycochea. Dilansir Sport Detik, Guaycochea sebelumnya memperkuat klub Malaysia, Perak FC. Setelah tiga tahun di sana, gelandang serang berusia 33 tahun itu bergabung dengan Persib. Yang menarik, Luciano ternyata merupakan sepupu dari gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister. Hal itu dikonfirmasi saat pemenang Piala Dunia 2022 bersama Timnas Argentina itu mengirimkan doa untuk Luciano. Ia berharap Luciano bisa menikmati karier di Bandung. Video ucapan tersebut diposting oleh akun resmi Maung Bandung.

DEWANGGA GABUNG PERSIB

Bukan cuma sepupu Alexis Mac Allister, Persib juga mengamankan tanda tangan bintang muda Alfeandra Dewangga. Dilansir Detik, Dewangga diboyong Persib untuk menggantikan posisi full back kiri yang ditinggalkan Edo Febriansah. Tak hanya itu saja, Dewangga juga bisa bermain di berbagai posisi seperti back tengah dan gelandang bertahan, yang tentunya bakal cocok dengan permainan pelatih Bojan Hodak. Dewangga sebelumnya membela PSIS Semarang. Setelah degradasi, Dewangga memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya pada Laskar Mahesa Jenar.

KEHANCURAN ITALIA DI DEPAN MATA! Para Legenda Turun Tangan

Ya ampunnnn! Sehancur inikah pemegang gelar juara dunia empat kali itu? Masa menghadapi Norwegia saja Timnas Italia dibantai? Tiga gol, tanpa balas pula. Itu Norwegia, lho. Negara yang bahkan sejak 1998 belum pernah main di Piala Dunia. 

Penampilan memalukan tersebut membuat langkah Gli Azzurri tersendat menuju Piala Dunia 2026. Bahkan, sudah banyak yang berpikiran Italia akan hattrick gagal lolos ke event empat tahunan itu, setelah absen di dua edisi sebelumnya, yakni di Rusia 2018 dan Qatar 2022. 

Mendapati grafik performa yang semakin merosot drastis sejak menjuarai Euro 2020, FIGC atau federasi sepak bola Italia bertambah naik pitam. Saking jengkelnya, Luciano Spalletti pun dicopot dengan tidak hormat dari kursi pelatih. 

Kini, Italia sedang berusaha sekuat tenaga untuk membangun tim yang lebih baik, semata demi menyelamatkan harkat martabat mereka dengan lolos ke Piala Dunia tahun depan. Menurut kabar yang berkembang di Italia, sejumlah legenda timnas sampai rela turun gunung untuk memperbaiki kebobrokan yang terjadi saat ini. 

Lalu, siapa saja deretan legenda yang segera mengambil alih kepemimpinan staf pelatih Azzurri? Benarkah Italia akan ditukangi sosok pelatih yang terkenal dengan emosinya yang meletup-letup? 

Ranieri Menolak, Pioli Pun Tak Mau

Dalam beberapa hari setelah resmi mendepak Spalletti, rumor siapa penggantinya semakin bertebaran di mana-mana. FIGC mulai memetakan siapa saja yang berpotensi mengambil posisi allenatore Italia. Muncullah beberapa kandidat yang sedikit demi sedikit terbongkar oleh media. Sosok terkuat yang ada dalam benak FIGC adalah pelatih gaek, Claudio Ranieri. 

Kendati sudah menginjak usia 73 tahun dan baru mengundurkan diri sebagai manajer AS Roma, Ranieri tetap saja menarik bagi FIGC. Demi usaha meyakinkan eks pelatih Chelsea untuk tak jadi pensiun, Presiden FIGC, Gabrielle Gravina rela melakukan pembicaraan intens dengan Ranieri dan pemilik Roma, Dan Friedkin. 

Dalam penawarannya, FIGC memperbolehkan Ranieri untuk tetap menjalankan perannya sebagai dewan penasihat Roma, sembari melatih Gianluigi Donnarumma cs. Dan Friedkin bahkan sudah memberi isyarat lampu hijau kepada Ranieri untuk dapat menjalankan dua tugas tersebut. 

Namun, Ranieri dengan tegas menolak tawaran dari FIGC untuk menjadi pelatih Timnas Italia karena ia tidak yakin untuk mengambil peran ganda di usianya yang tak lagi muda. Pria yang membawa Leicester City juara Premier League itu berpikir ia tidak akan punya cukup waktu untuk mengembangkan proyek jangka panjang Giallorossi saat menjadi membesut tim nasional.

Keputusan Ranieri itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh sumber terdekatnya, yang memprediksi kalau Ranieri tak akan sanggup menjalani dua pekerjaan sekaligus dengan fokus yang terpecah. Alhasil, gagal sudah tifosi melihat Ranieri memimpin Italia dari pinggir lapangan. 

Setelah mencoret Ranieri dari daftar, FIGC kembali berselancar mencari pelatih baru. Stefano Pioli yang selanjutnya masuk dalam radar. Sejatinya, Pioli baru bergabung dengan Al-Nassr musim lalu dan masih terikat kontrak sampai 2027. Tapi eks pelatih AC Milan itu menyatakan ingin kembali melatih di rumah sendiri. 

Maka dari itu, FIGC segera menjalin komunikasi dengan Pioli untuk menawarinya kesempatan memimpin timnas. Sialnya, pria 59 tahun itu juga menolak ajakan melatih Italia. Pioli tampak lebih memilih kembali ke Serie A dengan mengambil alih kursi kosong pelatih Fiorentina yang ditinggalkan Raffaele Palladino. La Viola dikabarkan sudah siap menyambut Pioli sebagai pelatih baru. 

Gattuso Ungguli Cannavaro dan De Rossi

Pencarian yang dilakukan FIGC untuk pelatih tim nasional yang baru semakin sulit setelah menghadapi penolakan Ranieri dan Pioli. Untuk itu, federasi segera melakukan rapat darurat untuk menentukan siapa incaran berikutnya. Kali ini muncul tiga nama baru yang mencuat ke permukaan. 

Mereka adalah Fabio Cannavaro, Daniele De Rossi, dan Gennaro Gattuso. Ketiganya merupakan mantan pemain yang menjadi bagian dari kejayaan Italia saat juara dunia 2006. Bila kita bandingkan, ketiganya sama-sama punya rekam jejak sebagai manajer, setelah gantung sepatu sebagai maestro lapangan. 

Cannavaro terlacak pernah menukangi sejumlah tim dari lima negara berbeda sejak 2013 silam. Mulai dari Al-Ahli, Al-Nassr, sampai Guangzhou Evergrande. Musim lalu, mantan bek Juventus ini memimpin Dinamo Zagreb di Kroasia. Soal prestasi, Cannavaro sudah mengantongi tiga piala yang semuanya diraih di China bersama Guangzhou dan Tianjin Quanjian. 

Kemudian De Rossi, gelandang bertahan kesayangan Romanisti ini juga punya rekam jejak melatih, namun belum sementereng Cannavaro. Sejak pensiun pada 2020, De Rossi baru dua kali memimpin tim sebagai juru taktik. Dua tim yang dikomandoi pria 41 tahun adalah SPAL musim 2022/23 dan AS Roma musim 2023/24. Itu artinya, De Rossi belum pernah bertahan lebih dari semusim menjadi pelatih. 

Sementara Gattuso alias “Rhino” bisa dikatakan levelnya berada di tengah Cannavaro dan De Rossi. Sepanjang karir melatihnya, pria yang amarahnya cuma bisa diredam oleh Paolo Maldini ini pernah menukangi sembilan klub berbeda sejak 2013. 

Sebut saja Palermo, Napoli, Marseille, hingga AC Milan. Sama halnya dengan Cannavaro, Gattuso musim lalu juga berada di Kroasia untuk memimpin Hajduk Split. Soal prestasi selama menjadi pelatih, Gattuso memang baru sekali mencicipi juara, tepatnya bersama Il Partenopei di Coppa Italia musim 2019/20. 

Kendati baru punya sebiji trofi, Rhino ternyata mengungguli dua rekan sejawatnya itu dalam peluang menjadi pengganti Spalletti. Mengutip dari Sportitalia, presiden FIGC bersama Gianluigi Buffon yang kini menjabat sebagai ketua delegasi tim nasional telah mengadakan pembicaraan serius dengan pria 47 tahun. Adanya pembicaraan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Rhino adalah yang terpilih. 

Mengapa Harus Gattuso? 

Terkuaknya Gattuso sebagai kandidat terkuat, tak sedikit memunculkan nada skeptis dari dalam negeri. Tifosi dibuat bingung dengan bertanya mengapa Gattuso yang medioker malah dipilih dari sekian banyak pelatih asal Italia yang ada? Padahal, Gattuso lebih dikenal sebagai pelatih yang kutu loncat dan perangainya yang doyan marah-marah.

Mimin akan coba masuk ke alam pikiran petinggi FIGC terkait pemilihan Gattuso. Ada dua pertimbangan yang mungkin jadi dasar pertimbangan bagi FIGC. Pertama, Gattuso adalah eks penggawa timnas Italia yang tergolong dalam generasi emas Piala Dunia 2006. Dengan pengalaman tersebut, Gattuso bisa jadi figur yang dihormati oleh ruang ganti Italia saat ini sebagai legenda hidup. 

Jika dirasa pertimbangan pertama juga dipunyai oleh Cannavaro dan De Rossi, maka pertimbangan yang kedua ini cuma identik dengan Gattuso. Apa itu? yakni FIGC memanfaatkan sisi emosional Gattuso yang suka meletup-letup sebagai cara untuk menyambuk skuad Italia agar tak lagi bermain loyo. Jadi, ketegasan Gattuso akan digunakan untuk menggembleng Italia kembali menjadi tim yang ditakuti. 

Gerbong Legenda Yang Dibawa Gattuso

Jika Gattuso disahkan menjadi allenatore baru Azzurri, ia diprediksi akan membawa gerbong stafnya sendiri. Isinya adalah kumpulan eks pemain timnas yang saat ini sudah beralih ke dunia kepelatihan. Ada tiga nama yang mungkin akan diajak bergabung oleh Gattuso untuk membenahi timnas. 

Antara lain duo Juventus, Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli, serta legenda Milan, Gianluca Zambrotta. Ketiga sebetulnya sudah punya pengalaman melatih yang cukup bersama timnas.

Bonucci sudah lebih dulu terlibat dalam struktur kepelatihan Italia. Oktober 2024, ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Timnas Italia U-20 membersamai Bernardo Corradi, setelah mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA B. 

Barzagli memiliki rekam jejak kepelatihan di level usia muda Italia sejak 2020, mulai dari level U-15 hingga U-20. Ia juga sempat menjadi bagian dari staf Maurizio Sarri saat melatih Juventus. 

Sementara Zambrotta lebih banyak berkecimpung sebagai pelatih teknik. Ia memulai dari Juventus pada 2019, hingga berbagai level kelompok umur timnas Italia. 

Dengan turun tangannya Gennaro Gattuso dan legenda lainnya, akankah dapat menyelamatkan kapal Italia yang hampir tenggelam dan kembali melaju ke Piala Dunia? 

football-italia.net, goal.com, sports.yahoo.com, tntsports.co.uk, onefootball.com, bola.com

APA YANG BIKIN GALATASARAY SEKUAT MAGNET?! Pemain Dunia Sampai Rela Datang ke Turki!

Galatasaray melanjutkan langkah signifikan dengan mendatangkan pemain ternama lainnya ke Istanbul. Setelah sederet bintang lapangan, mulai Didier Drogba, Alvaro Morata, hingga Victor Oshimen; Leroy Sane secara mengejutkan memilih pindah ke Galatasaray musim depan dari Bayern Munchen. 

Kepindahan Sane ke klub ibukota Turki cukup mengejutkan, melihat kencangnya rumor yang mengatakan kalau dirinya akan berlabuh ke London bersama Arsenal atau Chelsea. The Cimbom Aslan dengan senyap menikung The Gunners dan The Blues di detik terakhir hingga kesepakatan pun terjalin antara dua pihak. 

Dengan keputusannya bergabung, Sane akan satu tim dengan sejumlah nama tenar lainnya, seperti Mauro Icardi, Nicolo Zaniolo, Kerem Demirbay, dan Lucas Torreira. Keberhasilan Galatasaray menggoda pemain Jerman menimbulkan pertanyaan.

Kenapa ya Galatasaray masih menjadi destinasi menarik yang dituju oleh pemain sepak bola? Apa saja faktor penentu yang membuat seorang pemain tertarik dengan tawaran raksasa Turki itu? 

Tim Besar Turki Dengan Langganan Trofi 

Setidaknya ada empat faktor yang bikin Galatasaray begitu memikat, terutama bagi pemain-pemain Eropa. Pertama, Galatasaray dikenal sebagai tim besar yang mendominasi belantika sepak bola Turki. Dari awal berdiri hingga saat ini, Galatasaray masyhur sebagai salah anggota Big Three Turki alias tiga klub terbaik dan tersukses, bukan hanya di Istanbul, tapi di seluruh Turki. 

Galatasaray unggul dari dua rival sekotanya, Fenerbahce dan Besiktas dalam urusan juara Liga Super Turki, Piala Turki, dan Piala Super Turki. Belum lagi, mantan klub Fatih Terim itu masih menjadi satu-satunya klub Turki yang memenangi gelar Eropa, yakni Liga Eropa 2000 dan Piala Super Eropa 2000.

Tak seperti Manchester United atau Arsenal, Galatasaray termasuk jarang mengakhiri musim tanpa satu pun trofi. Dalam lima tahun terakhir, Galatasaray hanya dua kali tidak mendapatkan satupun prestasi, tepatnya pada musim musim 2020/21 dan 2021/22. Sementara musim lalu, Galatasaray menggenggam double winners domestik: Liga Super dan Piala Turki.

Dengan langganan mendapatkan trofi tiap musimnya, bagaimana seorang pemain tidak tertarik untuk melanjutkan karirnya di Galatasaray? Salah satu bintang Eropa yang pernah mengabdi di klub ini, Wesley Sneijder mengakui bahwa keputusannya bergabung memang semata karena orientasi trofi. 

Seperti yang diketahui, kepindahan gelandang serang asal Belanda itu ke Istanbul pada musim 2012/13 lalu sempat membuat ramai pemberitaan. Setelah meraih treble di Inter, Sneijder menjadi incaran sejumlah klub raksasa. Liverpool salah satu yang ngebet dengan pemain ini. Tapi nyatanya, ia mengenakan jersey Galatasaray dengan nilai transfer seharga 7,50 juta euro.

Dalam wawancara bersama Telegrafi, pria yang saat ini berusia 41 tahun itu menjelaskan alasannya menolak Liverpool demi Galatasaray. Sneijder beranggap bahwa dirinya bisa mendapat banyak piala bersama Cimbom Aslan daripada The Reds

Omongannya terbukti. Selama membela Galatasaray dari 2012 hingga 2018, delapan trofi diraih Sneijder. Tiga kali menyabet Piala Turki, tiga kali Piala Super Turki, dan dua kali menggondol Liga Super Turki. Sementara di titimangsa yang sama, Liverpool tak mendapat satu pun trofi.

Bisa Memulihkan Kredibilitas Pemain 

Galatasaray juga dianggap ampuh memulihkan kredibilitas pemain yang sempat meredup di klub sebelumnya. Hal ini cukup banyak diakui pemain-pemain dari liga-liga top Eropa yang mencari tempat pas untuk memperbaiki performa yang sedang menurun. Lho, kan bisa ke Liga Pro Saudi atau ke liga-liga lain?

Tentu setiap liga menawarkan kesempatan yang serupa. Hanya saja Galatasaray, dengan nama besar dan prestasinya tetap saja punya daya tarik sendiri. Apalagi selain bisa menjadi tempat memperbaiki diri, bergabung ke Galatasaray seorang pemain masih berada di kawasan Eropa.

Manfaat ini dirasakan salah satunya oleh Mauro Icardi. Datang pertama kali ke Istanbul dengan status pinjaman dari Paris Saint-Germain pada pertengahan musim 2022/23, mantan suami Wanda Nara itu sempat alami masa penurunan performa yang drastis.

Sebelum bergabung dengan Galatasaray, Icardi bahkan pernah puasa mencetak gol cukup lama bersama PSG. Gol terakhir yang ia ceploskan bersama klub ibukota Prancis terjadi saat melawan Lorient di pekan 19 Ligue 1 musim 2021/22. 

Datangnya tawaran dari Galatasaray yang bersedia meminjamnya, Icardi tak perlu banyak pertimbangan untuk menerimanya. Maka, tibalah pemain 32 tahun itu di Istanbul dengan sambutan yang meriah dari fans. Keputusan Icardi untuk kabur ke Galatasaray terbukti tepat. Baru beberapa saat setelah diresmikan, Icardi segera menemukan kembali ketajamannya yang hilang. 

Salah satunya saat mengemas hattrick pertamanya untuk Galatasaray ke gawang Kayserispor, April 2023. Di akhir musim, Icardi juga sanggup mempersembahkan mahkota Liga Super Turki dengan jumlah golnya yang mencapai 22 gol.

Merasa ketajamannya telah kembali seperti sedia kala, Icardi menyambut baik keputusan Galatasaray yang ingin mempermanenkannya pada 2023 dengan kontrak hingga 2026. Kini, setelah tiga musim berseragam Galatasaray, eks pemain Inter Milan itu sudah mencetak total 61 gol dari 87 laga. Lebih banyak dari 38 gol yang ia cetak selama membela PSG dalam 92 laga. Icardi bahkan menyabet capaian top skor Liga Super Turki musim 2023/24 dengan 25 gol. 

Pengaruh Dari Pemain Bintang Lainnya

Faktor ketiga adalah pengaruh dari pemain bintang lain yang sebelumnya memanen prestasi saat membela Galatasaray. Hal ini terjadi pada Victor Osimhen yang memutuskan untuk mengambil penawaran pinjaman dari Galatasaray, karena terkesan dengan idolanya, Didier Drogba yang pernah bermain di Rams Stadium. 

Galatasaray memang bergerak untuk mencoba meminjamnya dari Napoli pada September 2024. Raksasa Turki memanfaatkan kondisi penyerang Nigeria yang terpinggirkan di Naples, setelah kepergian Luciano Spalletti. Dalam pengakuan pribadinya, Osimhen sempat menimbang-nimbang tawaran Galatasaray. 

Sampai pada akhirnya, Osimhen menemukan keteguhan untuk pindah sementara ke Istanbul setelah terpengaruh Drogba yang sudah membela Galatasaray. Kendati hanya bertahan dua musim saja, Drogba nyatanya bisa memperoleh tiga piala, masing-masing Liga Super, Piala Turki, dan Piala Super Turki.

Oleh sebab itu Osimhen bersedia mengenakan jersey Galatasaray. Hasilnya, pemilik 41 caps bersama Timnas Nigeria itu mengikuti jejak kesuksesan idolanya itu. Musim lalu, Osimhen menyabet double winner domestik dengan tampil subur mencetak 26 gol. Performa yang membuat Galatasaray kini berusaha mempermanenkannya dari Italia. 

Dukungan Fans Yang Fanatik dan Spartan

Faktor terakhir adalah dukungan fans Galatasaray yang dikenal fanatik dan spartan. Nah, ini termasuk faktor yang mendasari Leroy Sane untuk menolak duo London, demi Galatasaray musim depan. 

Dalam wawancaranya dengan Metro, Sane sejak lama mengamati dukungan fans Galatasaray yang menurutnya mengesankan dan tidak ia temukan selama bermain. Winger 29 tahun mengaku sangat terkesan dengan atmosfer yang diciptakan fans Galatasaray di manapun berada, entah di stadion atau di luar stadion. Sesuatu yang menurut Sane semakin memperjelas kesan Galatasaray sebagai klub yang besar. 

Mengetahui Galatasaray datang untuk meminangnya, Sane merasa tersanjung dan segera menerimanya. Belum debut saja, ah tidak, bahkan sebelum mendarat di Istanbul, live streaming pergerakan pesawat yang membawa Sane menuju Istanbul diamati oleh lebih dari sejuta penonton.

Pergerakan pesawat saja ditonton sebanyak itu, apalagi sambutan ketika sampai di Istanbul. Ketika sang pemain mendarat, fans menyemut di bandara untuk melihat kedatangan Sane. Seolah-olah dia bintang yang sangat besar. Tapi fans Galatasaray memang begitu.

Mereka punya tradisi menyambut kedatangan pemain baru di bandara dengan kalungan syal, chants yang riuh, hingga tak jarang mengibarkan giant flag. Suasana yang membuat Sane semakin tak sabar membela Galatasaray. 

Kalau menurut football lovers, adakah faktor lain yang membuat pemain dengan senang hati memilih berlabuh ke Galatasaray? 

telegrafi.com, metro.co.uk, bbc.com, punchng.com, espn.com

Ujian Pertama Xabi Alonso: Mampukah Bawa Real Madrid Juara di Piala Dunia Antarklub 2025?

Setelah diperkenalkan ke publik sebagai pelatih anyar, Xabi Alonso akan segera memulai tugas perdananya membesut Real Madrid. Piala Dunia Antarklub 2025 bulan ini di Amerika Serikat jadi rintangan pertama yang wajib dituntaskan Xabi untuk membuktikan kelayakannya sebagai sosok tepat yang mengambil alih posisi Carlo Ancelotti. 

Turnamen tersebut memang menjanjikan tantangan yang mendebarkan bagi diri Xabi. Pasalnya, pria asal Basque sudah harus membangun tim pertamanya di kompetisi sebesar itu dalam waktu yang jelas begitu mepet. Ditambah lagi ekspektasi tinggi dari Florentino Perez yang menginginkan nama luhur Madrid dibersihkan dengan cara menjadi juara dunia. 

Lalu, seperti apa persiapan yang dilakukan Xabi Alonso bersama Real Madrid menuju Piala Dunia Antarklub? Benarkah Madrid justru diprediksi tak diunggulkan menjuarai ajang prestisius tersebut? 

Persiapan Pasukan Terbaik Yang Mepet

Jelang kick-off Piala Dunia Antarklub yang semakin dekat, Xabi Alonso sudah menggelar serangkaian latihan intens di Valdebebas. Tentu saja latihan itu dibutuhkan untuk memonitor kondisi terkini pemain Madrid dan mengasah kembali kemampuan mereka selepas libur sejenak dari kepadatan musim lalu. 

Latihan perdana diadakan pada 9 Juni lalu yang bertepatan jadi hari pertama Xabi memimpin latihan Los Merengues. Sesi latihan kali itu digelar dengan kondisi skuad yang masih terbatas, disebabkan beberapa pemain yang masih membela negaranya di jeda internasional bulan ini.

Praktis hanya ada segelintir pemain tim inti yang baru berpartisipasi, seperti Thibaut Courtois, Lucas Vazquez, Dani Ceballos, Rodrygo Goes, dan Raul Asencio. Sisanya adalah pemain muda cadangan. 

Selang sehari setelahnya, skuad Madrid mulai ketambahan beberapa anggota yang baru pulih dari cedera di penghujung musim lalu. Mulai terlihat Eder Militao, David Alaba, Dani Carvajal, dan Brahim Diaz di beberapa sesi latihan seperti latihan fisik, latihan passing berkelompok, dan permainan kombinasi, sebelum kembali difokuskan jalani pemeriksaan lanjutan mengenai perkembangan pemulihan. 

Dengan mulai berlatihnya beberapa pemain yang sempat menepi, menjadi kabar baik bagi Xabi dalam membangun skuad selama di Amerika. Kendati belum semua yang cedera telah kembali, seperti Antonio Rudiger, Benjamin Mendy, Endrick, dan Eduardo Camavinga; Xabi tak perlu was-was berlebihan dengan kedalaman skuad yang dibawanya menyeberangi samudera. 

Beberapa Pemain Lain Akan Segera Bergabung

Berbicara tentang sejumlah pemain yang masih absen karena bermain untuk timnas masing-masing, Madrid mengonfirmasi bahwa mereka akan mulai bergabung dalam pemusatan latihan secara berangsur. Kloter pertama yang dikabarkan kembali dari panggilan negara adalah Kylian Mbappe, Aurelien Tchouameni, Luka Modric, dan Jude Bellingham. Mereka dikabarkan akan mulai bergabung dalam latihan terakhir sebelum terbang ke Negeri Paman Sam. 

Sementara kloter kedua seperti Andriy Lunin, Arda Guler, dan Vinicius Jr. diprediksi akan langsung menyusul tim ke Miami. Ketiganya terlambat bergabung karena negara mereka menjalani jadwal internasional di benua Amerika. Lunin bersama Timnas Ukraina bertanding di Kanada, Guler dan Timnas Turki berada di Amerika Serikat, sementara Vini baru membantu Brasil lolos kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol. 

Selain akan kedatangan pemain yang membela timnas, Xabi Alonso juga sumringah karena kedua rekrutan baru El Real yang didatangkan untuk Piala Dunia Antarklub sudah bisa ikutan.

Ya, Dean Huijsen dan Trent Alexander-Arnold sudah disiapkan segera bergabung dalam sesi latihan selanjutnya. Kehadiran Huijsen dan Trent jelas menjadi momen kebahagian bagi Xabi yang mendambakan lini belakang Madrid yang kuat dan solid demi kampanye menjadi juara dunia. 

Al-Hilal Kuat, Lainnya Sepele 

Sekarang kita mulai membedah calon lawan-lawan yang akan dihadapi juara lima belas kali Liga Champions di fase grup Piala Dunia Antarklub. Sesuai dengan undian yang dikeluarkan FIFA, Madrid menghuni grup terakhir, yaitu Grup H. Los Blancos akan segrup bareng dengan raksasa kaya raya Arab Saudi, Al-Hilal, delegasi Meksiko Pachuca, dan wakil Austria RB Salzburg. 

Bila dikomparasikan antar pesaing di Grup H tersebut, Al-Hilal jelas adalah tim yang sekiranya masih bisa memberikan perlawanan yang berarti kepada Madrid. Menjadi tim pertama yang diladeni di fase grup pada 19 Juni nanti, Al-Hilal datang ke Piala Dunia Antarklub dengan bimbingan pelatih baru juga. Siapa lagi kalau bukan Simone Inzaghi yang terkenal dengan ekspresinya yang meletup-letup. 

Eks arsitek Inter Milan itu diprediksi akan tetap mengandalkan sejumlah pemain andalan peninggalan Jorge Jesus, macam Yassine Bounou, Ruben Neves, Sergey Milinkovic-Savic, hingga sang bomber Serbia, Aleksandar Mitrovic.

Jika Madrid bisa saja tersandung oleh Al-Hilal kalau sampai tak fokus, beda halnya saat bertemu dengan dua tim lainnya. Klub yang diberkati oleh kekuatan Dewi Cibeles itu seharusnya gampang mencuri tiga poin dari Pachuca dan Salzburg. Layaknya preman berotot yang dengan mudahnya mengambil lolipop dari tangan anak kecil ingusan yang lemah. 

Bagaimana tidak? Pachuca secara nama dan kekuatan kalah bila dibanding klub Meksiko lainnya, Monterrey dan Club America yang juga ikut bermain di Piala Dunia Antarklub. Paling pemain dari Pachuca yang terkenal cuma Salomon Rondon aja. Sisanya cuma abang-abangan Meksiko yang hobi main bola. 

Sementara Salzburg cuma klub papan bawah Eropa yang sekalipun diakuisisi RedBull, tetap saja tak memiliki kekuatan tim yang menonjol. Bahkan secara head to head di pentas benua biru, Madrid pernah menggasak Salzburg 5-1 di Liga Champions musim lalu di Bernabeu. 

Dengan kondisi demikian, Madrid sepatutnya bisa melaju ke fase gugur dengan status sebagai penguasa Grup H. Sementara Al-Hilal difavoritkan akan menemani sebagai peringkat kedua. 

Lawan Berat Baru Menanti Di Fase Gugur

Kalau di fase grup Madrid terkesan tak kesulitan menaklukkan lawannya, rintangan yang lebih berat baru menanti di fase gugur. Tim-tim terbaik dari grup lain akan bertemu dengan Madrid berdasarkan alur bagan turnamen. Kita ambil contoh Madrid keluar sebagai juara Grup H. 

Bila mengacu pada bagan fase gugur, Madrid akan bertemu dengan runner up Grup G di 16 besar. Bisa jadi lawan yang ditemui di 16 besar adalah Manchester City atau Juventus. Kalau menang, maka Xabi Alonso dan timnya berhak melangkah ke delapan besar. 

Di delapan besar ini, Madrid akan bertemu antara juara Grup F atau runner up Grup E. Juara Grup F diprediksi akan diperebutkan Borussia Dortmund dan Fluminense, sementara runner-up Grup E diperebutkan Inter Milan dan River Plate. 

Kalau menang lagi, Madrid akan menjejak partai semifinal. Di tahap ini, Madrid akan berjumpa dengan satu tim di antara Grup A, B, C, atau D yang lolos dari perempat final. Kalau menang sekali lagi, Los Galacticos dipastikan berlaga di laga final yang dihelat di MetLife Stadium, New Jersey. 

Peluang Kecil Yang Jadi Cambuk Xabi

Sebagai klub dengan jumlah trofi Piala Dunia Antarklub terbanyak, yakni 5 gelar, Florentino Perez jelas membebani pundak Xabi untuk memenangkan edisi tahun ini. Masalahnya, Madrid dihadapkan dengan prediksi yang tidak menguntungkan mereka. Superkomputer Opta telah merilis peluang tim yang dapat menjadi juara Piala Dunia Antarklub 2025. 

Hasilnya, Madrid hanya duduk di posisi kelima tim dengan peluang juara hanya 9,8 persen saja. Angka tersebut ternyata kalah dari PSG, Manchester City, Bayern Munchen, hingga Inter Milan. PSG difavoritkan Opta menjadi juara dengan peluang 18,5 persen. 

Prediksi tersebut seharusnya menjadi cambuk bagi Xabi Alonso untuk membalikkan pandangan pesimis tersebut dengan menampilkan permainan Madrid yang jauh lebih sangar dari sebelumnya. Plus, mempersembahkan koleksi trofi baru untuk lemari Santiago Bernabeu.

Jadi kalau menurut football lovers, bisa nggak nih Xabi Alonso mengembalikan lagi harum nama Real Madrid dengan menjuarai Piala Dunia Antarklub? 

sportbible.com, beinsports.com, realmadrid.com, espn.com, theanalyst.com

Berita Bola Terbaru 26 Juni 2025 – Starting Eleven News

0

LAGI BAGUS-BAGUSNYA, ECHEVERRI ABSEN 3 PEKAN

Kabar buruk datang dari Manchester City yang sedang berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub. Claudio Echeverri yang kemarin baru saja mencetak gol tendangan bebas indah justru mengalami cedera. Dilansir Sky Sport, Pep Guardiola mengkonfirmasi bahwa Echeverri mengalami cedera pergelangan kaki yang cukup mengkhawatirkan. Menurut Pep, pemulihannya bisa memakan waktu hingga tiga minggu. Itu berarti, petualangan Echeverri di Piala Dunia Antarklub telah terhenti. Ia akan fokus pemulihan agar bisa fit di awal musim 2025/26. 

CHELSEA PANTAU TER STEGEN

Bergeser ke London, ada Chelsea yang kabarnya masih berusaha mendatangkan penjaga gawang top. Setelah gagal mendatangkan Mike Maignan dari AC Milan, kini The Blues mempertimbangkan untuk merekrut kiper Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen. Dilansir Caught Offside, Chelsea jadi salah satu dari beberapa klub yang menanyakan ketersediaan sang penjaga gawang. Kabarnya, kesepakatan ini tak akan dicapai dengan mudah. Namun, Chelsea akan terus menjaga hubungan baik dengan Barca dan Ter Stegen.

ARSENAL RESMI DAPATKAN KEPA DAN NORGAARD

Di bagian London yang lain, Arsenal justru sat-set merampungkan dua kesepakatan sekaligus dalam satu malam. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, Meriam London telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan kiper, Kepa Arrizabalaga dari Chelsea dan seorang gelandang lagi, yakni Christian Norgaard dari Brentford. Arsenal menghabiskan sekitar 17 juta euro untuk transfer kedua pemain tersebut. Kedua pemain akan segera melakukan tes medis sebelum menandatangani kontrak. 

SESKO BERI KODE GABUNG ARSENAL?

Masih dari Arsenal, setelah merampungkan transfer Christian Norgaard dan Kepa, ada kode yang dimunculkan oleh Benjamin Sesko. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, Sesko memberi sinyal sepakat gabung Arsenal dengan gelagatnya yang memfollow akun Instagram Arsenal. Sikap ini seperti memberikan angin segar kepada fans Arsenal yang sudah lama menanti-nanti kemajuan transfer sang pemain. Meski sudah memfollow, belum ada kesepakatan yang dicapai oleh kedua belah pihak. Arsenal masih berusaha merampungkannya secepat mungkin agar Sesko bisa ikut tur pramusim.

MU & ARSENAL MUNDUR, LIVERPOOL TERDEPAN UNTUK GYOKERES

Dengan begitu, bisa dipastikan kalau Arsenal sudah tak memprioritaskan Viktor Gyokeres lagi. Begitu pun Manchester United yang kabarnya lebih fokus pada Bryan Mbeumo yang selangkah lagi bisa diamankan. Maka dari itu, Liverpool kabarnya jadi wakil tunggal dari Inggris yang mendekati Gyokeres. Dilansir The Sun, Liverpool mengalihkan fokus pada Gyokeres karena Alexander Isak sangat sulit didekati. Isak begitu dilindungi oleh Newcastle United. Kabarnya, The Reds hanya perlu memenuhi angka 65 juta pound untuk mencapai kesepakatan dengan klub Gyokeres, Sporting CP.

VILLA HARUS DAPET 30 JUTA POUND DEMI HINDARI SANKSI

Masih dari Inggris, ada Aston Villa yang berada dalam tekanan. Dilansir Football Insider, Villa kini harus mendapatkan pemasukan sekitar 30 juta pound dari penjualan pemain agar terhindar dari sanksi PSR. Villa kabarnya harus menjual beberapa pemainnya maksimal sebelum tanggal 30 Juni. Jika tidak, maka Villa akan dikenai sanksi pengurangan poin. Maka dari itu, kini Villa sedang bekerja keras untuk menjual para pemain macam Amadou Onana dan Youri Tielemans. Villa pun kabarnya terbuka untuk melepas Emi Martinez, meski Unai Emery tak merestui.

PARA PEMAIN MINTA BARCA PULANGKAN CANCELO

Dari Inggris, kita bergeser ke Spanyol dimana para pemain Barcelona kabarnya merindukan satu sosok di lini belakang. Dilansir El Nacional, beberapa pemain Barca kabarnya telah menginformasikan kepada klub kalau mereka ingin bermain kembali dengan Joao Cancelo. Bek sayap asal Portugal itu meninggalkan kesan positif selama masa peminjamannya di Catalan. Usulan ini pun sedang dipertimbangkan oleh para dewan klub. Bahkan, Hansi Flick pun telah memberikan lampu hijau jika klub benar-benar mau mendatangkan Cancelo lagi.

ALONSO BALAS SINDIRAN LAPORTA

Masih dari Spanyol, ada drama baru di antara Real Madrid dan Barcelona. Kali ini, tokoh utamanya adalah Joan Laporta dan pelatih baru Madrid, Xabi Alonso. Dikutip dari Football Espana, dalam salah satu pidatonya di sebuah acara internal Barca kalau Madrid punya ketakutan tersendiri dengan Barca. Laporta juga menyindir kebijakan transfer Madrid yang bisanya cuma beli dan beli tanpa menghasilkan produk dari akademi. Mendengar hal itu, Xabi Alonso pun membela klubnya. “Madrid adalah tim paling bergengsi di dunia. Sejarahnya berbicara sendiri, kemanapun Anda pergi. Dan inilah yang membuat Madrid hebat. Dan inilah faktor-faktor yang membantu Madrid meraih lebih banyak, membantu mendorong klub maju,” kata Xabi.

MORATA MENDEKAT KE COMO

Masih berhubungan dengan sepakbola Spanyol, ada striker tim nasional Spanyol, Alvaro Morata yang kabarnya ingin kembali ke Serie A. Namun, bukan untuk bermain di AC Milan lagi, melainkan di FC Como. Dilansir Foot Italia, klub yang dimiliki oleh PT Djarum itu ingin memperkuat lini depannya. Cesc Fabregas selaku pelatih menilai kalau Morata punya profil yang cocok dengan klub. Kabarnya, pihak Como pun sudah menghubungi Morata. Sang pemain kabarnya sudah sepakat untuk bergabung dalam proyek Como. Kini, pembicaraan dari klub ke klub akan dilaksanakan. Galatasaray tetap terlibat karena mereka masih punya hak atas Morata hingga Januari 2026.

IMMOBILE SELANGKAH LAGI GABUNG BOLOGNA

Bukan cuma Alvaro Morata yang sudah lelah di sepakbola Turki. Ciro Immobile pun kabarnya ingin hengkang dari Besiktas dan kembali ke Serie A. Dilansir Football Italia, Immobile kabarnya sedang bernegosiasi dengan beberapa klub. Namun, Immobile telah memprioritaskan Bologna sebagai destinasi berikutnya. Kabarnya, Immobile tak keberatan dengan kontrak berdurasi dua tahun yang disodorkan La Rossa. Kini, yang masih jadi diskusi adalah soal besaran gaji sang pemain.

LILLE INGIN DATANGKAN GIROUD

Dari Italia, kita mampir ke Prancis. Sama halnya dengan Bologna dan Como, Lille kabarnya juga akan mencari penyerang baru usai melepas Jonathan David secara gratis akhir musim ini. Dilansir ESPN, opsi Lille justru menarik. Bukannya mendatangkan pemain muda berbakat, Lille justru menghubungi striker veteran Prancis, Olivier Giroud. Lille dan Giroud kini sedang bernego soal gaji. Jika kesepakatan ini terjadi, maka Giroud akan kembali ke Ligue 1 untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Montpellier tahun 2012.

YAYA TOURE BAKAL LATIH KLUB BELGIA

Prancis sudah, kini kita akan ke Belgia. Dilansir Football Espana, mantan pemain Manchester City dan Barcelona, Yaya Toure kabarnya akan mengambil peran sebagai pelatih kepala untuk pertama kalinya. Menurut laporan, Toure merasa resah karena kurangnya pelatih berkulit hitam di Eropa. Maka dari itu, ia ingin jadi salah satunya dengan menyepakati tawaran dari klub kasta kedua Liga Belgia, Daring Brussel atau RWD Molenbeek. Kabarnya, klub ini masih satu keluarga dengan Lyon dan Botafogo karena dimiliki oleh pengusaha Amerika Serikat, John Textor.

AL-HILAL KEJAR MESSI LAGI

Eropa sudah, kali ini kita akan membahas sepakbola Asia. Arab Saudi sudah lama merencanakan untuk meremake duel Ronaldo vs Messi di Liga Arab Saudi. Namun, beberapa tahun lalu, Messi yang sempat didekati Al-Hilal justru memilih Inter Miami. Nah, menurut Football Espana, Al-Hilal akan mencoba sekali lagi untuk merekrut Messi. Ide ini muncul lagi setelah Al-Nassr yang kabarnya sudah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontrak Cristiano Ronaldo. Arab Saudi menamakan proyek ini sebagai “Last Dance”

RIDHO DIKAITKAN DENGAN CADIZ

Sementara dari Indonesia, ada Rizky Ridho yang dikaitkan dengan klub asal Spanyol, Cadiz. Dilansir CNN Indonesia, Cadiz baru saja bikin geger dengan mengunggah surat rekrutan baru berbahasa Indonesia. Cadiz juga meminta netizen untuk mencarikan pemain Indonesia untuk bermain di klubnya. Sontak unggahan klub Liga 2 Spanyol itu pun mendapatkan banyak reaksi dari netizen Indonesia. Banyak dari mereka yang merekomendasikan Rizky Ridho sebagai pemain Indonesia yang cocok berkarir di Spanyol. Namun, belum tahu nih, apakah Cadiz benar-benar mendengarkan saran fans Indonesia atau cuma gimmick doang. 

TARGET DAN STRATEGI BARU KLUIVERT DI TIMNAS INDONESIA

Kini giliran dari tim nasional Indonesia. Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert diharapkan punya target baru usai lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dilansir CNN Indonesia, target baru Indonesia adalah lolos melalui jalur juara grup di ronde keempat. Namun, untuk mencapai itu, Indonesia membutuhkan strategi baru. Ini berkenaan dengan lawan yang berbeda dari putaran ketiga. Satu hal yang pasti adalah Jay Idzes dan kawan-kawan akan melawan tim dari Timur Tengah. Beberapa di antaranya sudah pernah bersua di putaran sebelumnya. Kluivert diminta cakap dalam mengatasi segala bentuk “permainan” yang digunakan oleh tim Timteng nanti.

NAPOLI PRIORITASKAN NUNEZ

Untuk urusan striker, Napoli kabarnya sudah menentukan pilihan. Bukan Jonathan David, apalagi Rasmus Hojlund. Napoli kabarnya memprioritaskan ikon Liverpool, Darwin Nunez. Dilansir Football Italia, kedua belah pihak sudah berkomunikasi. Nunez setuju untuk menyebrang ke Italia. Kini, Napoli sedang menjadwalkan pertemuan dengan Liverpool. Klub yang bermarkas di Anfield itu sendiri memang ingin menjual sang pemain. Jadi, mereka sangat terbuka dengan negosiasi. Liverpool minta 50 juta euro. Sedangkan Il Partenopei mau menawar sekitar 42 juta euro.

MILAN LEPAS CAMARDA KE LECCE

AC Milan sudah mengambil keputusan untuk salah satu talenta muda mereka, Francesco Camarda. Menurut Football Italia, Milan membiarkan Camarda untuk bergabung dengan klub Italia lain, Lecce. Kabarnya, Milan telah mencapai sepakat dengan Lecce untuk meminjamkan Camarda. Nantinya, kontrak Camarda akan berisi klausul opsi untuk mempermanenkan. Namun, Milan juga menaruh klausul buy back apabila sewaktu-waktu Camarda tampil apik di masa peminjaman. Lecce sendiri musim depan masih tampil di Serie A. Milan akan jadi lebih mudah memantau Camarda.

MADRID BUKA HARGA UNTUK RODRYGO

Dari Italia, kita bergeser ke Spanyol untuk membahas Real Madrid. Cadena Ser melaporkan kalau Real Madrid mulai mempertimbangkan untuk melepas Rodrygo. Keputusan ini muncul setelah sang pemain dikesampingkan di laga Piala Dunia Antarklub melawan Pachuca kemarin. Rodrygo hanya menikmati pertandingan dari bangku cadangan. Menurut laporan, Madrid akan terbuka untuk melepasnya jika ada tawaran senilai 90 juta euro. Sejauh ini, Arsenal jadi yang terdepan untuk mendapatkannya.

ATLETICO SEGERA RAMPUNGKAN TRANSFER GELANDANG BETIS

Masih dari Kota Madrid, ada Atletico Madrid yang kabarnya segera rampungkan transfer gelandang Real Betis, Johnny Cardoso. Sebetulnya, kesepakatan pribadi antara Cardoso dan Atletico sudah tercapai minggu lalu. Namun, baru kemarin kesepakatan antara Betis dan Atletico tercapai. Kabarnya, Cardoso akan pindah ke Atletico dengan mahar sekitar 30 juta euro. Sang pemain akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama Los Rojiblancos. 

BARCA LEPAS PABLO TORRE KE MALLORCA?

Masih dari Spanyol, ada Barcelona yang kabarnya siap melepas salah satu pemain bintangnya ke klub Spanyol lain, Mallorca. Pemain yang dimaksud adalah Pablo Torre. Melepas salah satu talentanya adalah cara agar Barca bisa menambah pundi-pundi uang. Barcelona dan Mallorca sedang dalam pembicaraan mengenai kesepakatan untuk Torre. Untuk saat ini, kesepakatan pinjaman merupakan ide kedua belah pihak. Namun, Mallorca kabarnya ingin memasukan opsi pembelian di akhir masa peminjaman.

MESKI ADA TAWARAN, PSG INGIN PERTAHANKAN BARCOLA

Giliran dari Inggris, ada pemain PSG, yakni Bradley Barcola yang jadi komoditas panas di Premier League. Dia jadi incaran dua klub papan atas, Arsenal dan Liverpool. Namun, kepindahan Barcola ke Inggris kabarnya bukan keputusan yang mudah. Sebab, mengutip cuitan Fabrizio Romano, pihak PSG kabarnya masih ingin mempertahankan sang pemain. Pihak PSG paham bahwa Barcola mendapat banyak peminat. Bahkan Bayern Munchen pun ikut memantau sang pemain. Namun, PSG masih memiliki rencana jangka panjang dengannya. PSG siap memagari sang pemain dengan kontrak baru.

BRENTFORD TAWARKAN SAHAM KE SEORANG FILMMAKER

Ada kabar menarik dari Brentford. Pihak klub sedang berencana untuk membuka investasi minoritas. Saat ini, The Bees sedang berkomunikasi dengan dua kandidat. Dilansir The Athletic, salah satu kandidat investor baru Brentford adalah pengusaha asal Afrika Selatan yang berbasis di Inggris, Gary Lubner. Nah, kandidat yang satunya juga menarik. Dia adalah Matthew Vaughn, seorang filmmaker dari Inggris. Ia dikenal sebagai sosok dibalik film-film macam The Kingsman: The Secret Service dan X Men: First Class. Kabarnya, pemilik saham mayoritas Brentford, Matthew Benham bersedia melepas sekitar 10-20% sahamnya kepada dua orang itu.

FOREST INCAR JORDAN HENDERSON

Masih dari Inggris, ada Nottingham Forest yang kabarnya sedang berusaha mendekati mantan kapten Liverpool, Jordan Henderson. Dilansir Daily Mail, Henderson dapat hengkang secara gratis dari Ajax pertengahan Juli nanti. Maka dari itu, ada beberapa tim yang mengawasinya. Selain Forest, Marseille dan Sunderland juga punya niatan yang sama. Namun, kembali ke Inggris kabarnya jadi opsi yang lebih menarik bagi Henderson.

MUSLERA RESMI GABUNG ESTUDIANTES

Mampir ke Amerika Selatan, ada Fernando Muslera yang baru saja menemukan klub baru. Bukan ke Uruguay, Muslera ternyata berkarir di Argentina. Dilansir Transfer News Live, Muslera yang hengkang secara gratis dari Galatasaray pun menandatangani kontrak dua tahun dengan Estudiantes. Muslera memilih Estudiantes karena masih berkompetisi di Copa Libertadores. Estudiantes dijadwalkan menghadapi Cerro Porteño dari Paraguay di Babak 16 Besar Copa Libertadores.

KUYT LATIH JENS RAVEN DI DORDRECHT

Kembali ke Eropa, namun kali ini melibatkan pemain tim nasional Indonesia. Dilansir CNN Indonesia, legenda Liverpool Dirk Kuyt resmi jadi pelatih FC Dordrecht yang diperkuat pemain Timnas Indonesia, Jens Raven. Kabarnya, Kuyt menandatangani kontrak berdurasi satu tahun di klub kasta kedua Liga Belanda itu. Kuyt berpotensi jadi pelatih Raven yang kini membela Dordrecht U-21. Jika Raven tampil apik, bukan tidak mungkin Kuyt mempromosikannya ke skuad utama.

Berita Bola Terbaru 25 Juni 2025 – Starting Eleven News

0

 

GOL DAN POIN PERDANA BAGI AUCKLAND DI PIALA DUNIA ANTARKLUB

Setelah dua pertandingan jadi bulan-bulanan warga Piala Dunia Antarklub, Auckland City akhirnya membuktikan tajinya. Melawan Boca Juniors, Auckland berhasil meraih hasil imbang 1-1. Dilansir The Athletic, itu jadi poin sekaligus gol perdana Auckland di Piala Dunia Antarklub. Pencetak gol Auckland adalah Christian Gray. Pemain yang berposisi sebagai bek. Di luar posisinya sebagai bek, ternyata Gray merupakan seorang guru di Selandia Baru. Ini jadi momen membanggakan bagi Auckland dan seluruh masyarakat Selandia Baru.

BENFICA TAKLUKKAN MUNCHEN

Di pertandingan lain, tak kalah mengejutkan. Bayern Munchen justru takluk 1-0 dari Benfica. Andreas Schjelderup jadi pencetak gol tunggal di pertandingan ini. Kemenangan ini membuat Benfica memuncaki klasemen akhir Grup C Piala Dunia Antarklub dengan torehan 7 poin tanpa kekalahan. Sedangkan Munchen asuhan Vincent Kompany tertahan di urutan kedua dengan raihan 6 poin. Meski demikian, keduanya berhak lolos ke babak berikutnya.

NEWCASTLE SIAP PASANG GAJI SELANGIT DEMI PERTAHANKAN ISAK

Beralih ke Liga Inggris, ada Newcastle United yang kabarnya siap memberikan gaji tinggi demi bisa mempertahankan sang striker, Alexander Isak. Dilansir Teamtalk, Newcastle sedang menyusun rencana untuk menjadikan Isak pemain dengan gaji tertinggi dalam sejarah klub. Hal itu diharapkan bisa membuat Isak bertahan dan mengabaikan tawaran-tawaran yang datang. Sejauh ini, Liverpool dan Arsenal jadi yang paling berminat kepadanya.

MU KEJAR WONDERKID SWISS, JASHARI

Bergeser ke Manchester, ada MU yang kabarnya sedang mengintai talenta muda asal Swiss, Ardon Jashari. Dilansir Manchester Evening News, United kabarnya telah mengadakan pembicaraan dengan perwakilan sang pemain untuk membicarakan peluang terjadinya transfer ini. Jashari sendiri kini masih berseragam klub Belgia, Club Brugge. Namun, United mendapat persaingan ketat dari AC Milan. Klub Italia itu bahkan langsung bergerak cepat dan menawarkan 30 juta euro kepada Brugge. Sang pemain belum merespons Sebab, bertahan di Brugge setahun lagi adalah opsi yang diprioritaskan.

CITY KINI PRIORITASKAN BEK KANAN FLAMENGO

Tak mau kalah, Manchester City pun kabarnya sedang mengincar pemain muda lagi. Kini, prioritasnya adalah untuk mengisi posisi bek kanan. Dilansir Goal, City sedang memantau bek kanan Flamengo, Wesley Franca. Pemain yang satu ini dinilai memiliki karakteristik bermain yang cocok untuk City. Dirinya juga sedang tampil di Piala Dunia Antarklub 2025. Jadi, mudah untuk memantau dan berkomunikasi dengannya. Namun, namanya bersanding dengan bek kanan Newcastle United, Tino Livramento. City sedang mengusahakan salah satu transfer ini.

NASIB MAIGNAN DI MILAN MUSIM DEPAN

Dari Inggris, kita bergeser ke Italia. Setelah transfernya ke Chelsea batal, nasib Mike Maignan di AC Milan pun jadi pertanyaan. Apakah ia akan tetap hengkang atau bertahan? Namun, Direktur Milan, Igli Tare meredam kebingungan. Mengutip dari cuitan Fabrizio Romano, Tare mengkonfirmasi bahwa Maignan akan tetap jadi bagian tim Milan musim depan. Ia mengakui bahwa ada negosiasi dengan Chelsea, tapi Milan tak mencapai kesepakatan dengan klub asal London itu. Jadi, Milan memutuskan untuk mempertahankan Maignan.

TAREMI DIPANTAU 2 KLUB INGGRIS

Dari Inter Milan, ada Mehdi Taremi yang kabarnya menjadi target dari dua klub Inggris. Menurut Football Italia, dua klub yang dimaksud adalah Fulham dan Nottingham Forest. Inter sendiri ingin melepas Taremi segera karena merasa kurang puas dengan performanya di musim lalu. Kedua klub itu pun masuk untuk mengadakan pembicaraan dengan Inter. Komunikasi berjalan lancar. Namun, Inter belum memberikan angka yang pasti untuk pemain Iran itu.

NAPOLI KANTONGI KESEPAKATAN BOYONG NOA LANG

Di sisi lain, Napoli kabarnya sudah mengantongi kesepakatan pribadi untuk memboyong Noa Lang dari PSV Eindhoven. Dilansir Football Italia, komunikasi dengan Lang sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu. Sang pemain kabarnya tak keberatan dengan persyaratan pribadi yang diajukan Napoli. Kini, pihak klub kabarnya akan segera layangkan tawaran resmi sekitar 25 juta euro kepada PSV. Namun, kabarnya PSV mematok Lang di angka 30 juta euro.

MADRID BAKAL LEPAS ALABA SECARA GRATIS

Italia sudah, kini kita ke Spanyol. Real Madrid kabarnya sudah sepakat untuk melepas David Alaba secara gratis. Dilansir AS, kontrak Alaba memasuki tahun terakhir di Madrid. Kontraknya akan berakhir pada tahun 2026. Madrid pun sepakat untuk tidak memperpanjang kontrak sang pemain. Mereka setuju untuk membiarkan Alaba pergi di akhir musim depan. Namun, keputusan ini bisa saja berubah. Melihat kebutuhan, kondisi kebugaran, dan kontribusi Alaba di musim depan.

ANSU FATI HERE WE GO KE MONACO

Dari Barcelona, ada transfer Ansu Fati ke AS Monaco yang akhirnya berstatus Here We Go. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, Fati akan bergabung dengan Monaco dalam kesepakatan pinjaman. Namun, Monaco memasukan opsi pembelian di akhir masa peminjaman. Jadi, Fati akan tanda tangan kontrak baru dulu di Barca, lalu dipinjamkan. Kabarnya, ia akan menjalani tes medis minggu ini. Fati akan diresmikan bersamaan dengan Paul Pogba yang juga sudah berstatus Here We Go dan siap menjalani tes medis. 

BUKAN BELI, BARCA CUMA MAMPU PINJAM RASHFORD

Di sisi lain, Barcelona juga sedang mengusahakan transfer Marcus Rashford. Setelah merampungkan kesepakatan Roony Bardghji dari FC Copenhagen, Barca kini fokus untuk merampungkan transfer Rashford dari Manchester United. Dilansir Football Espana, Barca masih keberatan dengan banderol 40 juta pound. Maka dari itu, Barca hanya mampu untuk meminjamnya saja. Terlebih, Barca juga sedang memperjuangkan transfer Nico Williams dari Athletic Bilbao. Maka dari itu, tak ada urgensi lebih untuk meminang Rashy secara permanen.

KENA SANKSI, LYON RESMI DEGRADASI

Mampir sebentar ke Prancis, ada kabar kurang mengenakan yang menyelimuti raksasa Ligue 1, Lyon. Dilansir The Guardian, gara-gara masalah finansial, Lyon dihukum degradasi ke League 2 musim depan. Mereka gagal membuktikan ke pihak berwenang kalau mereka telah menyelesaikan hutang-hutang yang menumpuk itu. Meskipun Lyon telah menjual sejumlah pemain tim utama, pengawas sepakbola Prancis, DNCG, tetap menegakkan degradasi tersebut setelah pertemuan pada hari Selasa. Meski begitu, Lyon kabarnya masih bisa mengajukan banding terhadap putusan ini.

NEYMAR SEPAKAT BERTAHAN DI SANTOS

Sementara dari eks bintang Liga Prancis, ada Neymar Jr yang kabarnya telah mencapai kata sepakat untuk memperpanjang masa baktinya untuk Santos. Dilansir Goal, Santos telah mencapai kesepakatan dengan Neymar mengenai kesepakatan baru setelah presiden klub Marcelo Teixeira bertemu dengan ayah sang pemain. Kontrak Neymar sebelumnya akan berakhir pada tanggal 30 Juni mendatang. Namun, kini telah diperbarui hingga Desember 2025. Dalam kontrak baru, Neymar juga berpotensi mendapat bonus berbasis kinerja.

KEVIN DIKS TERJEBAK PERANG DI QATAR

Kembali ke Indonesia, ada kabar kurang mengenakan datang dari Kevin Diks. Dilansir Liputan6, Kevin kabarnya terjebak di Qatar bersama keluarganya, dampak dari kisruh antara Iran dan Israel yang masih terus bergejolak. Menurut kesaksian Diks, ia tertahan di Hamad International Airport karena akan kembali ke Eropa usai menjalani liburan di Lombok. Di sana ia juga mendengar beberapa ledakan dari tentara Iran yang kabarnya merupakan serangan balasan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar. Kita doakan yang terbaik untuk Kak Kev dan keluarga. Semoga bisa sampai Eropa dengan selamat.

BERLIBUR DI LOMBOK, EMIL DIAMANAHI KERIS

Ternyata, yang liburan di Lombok bukan hanya Kevin Diks. Emil Audero pun menyambangi turnamen Liga Remaja Askab Usia Dini U-13 antara Puber Junior Vs SSD IND Janapria dan Yadama Vs Mubaye. Pejabat setempat dan ratusan warga terutama anak-anak tampak antusias menyambut kedatangan kiper tim nasional Indonesia itu. Dilansir Tribunnews, satu momen istimewa kehadiran Emil Audero adalah saat ia diberikan keris ikonik khas Lombok oleh Ketua KONI Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya. Emil Audero tampak senang menerima cinderamata tersebut. Ia sesekali menunjukkan keris tersebut kepada khalayak ramai dan mengangkatnya ke langit. Hmmm, apakah keris ini bakal jadi “jimat” keberuntungan Skuad Garuda di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 nanti?

PALACE DATANGKAN KIPER PSV

Crystal Palace telah mengkonfirmasi kesepakatan untuk merekrut kiper baru dari klub Belanda, PSV Eindhoven. Dilansir The Athletic, kiper tersebut adalah Walter Benitez. Palace mendapatkan tanda tangannya dengan status bebas transfer usai kontrak Benitez tidak diperpanjang oleh PSV. Pemain berusia 32 tahun itu diharapkan menjadi pelapis yang sepadan untuk Dean Henderson musim depan. Ia baru akan bergabung dengan tim pada bulan depan. Namun, tidak disebutkan berapa durasi kontrak yang ditandatangani Benitez.

TEXTOR RESMI LEPAS SAHAM DI PALACE

Masih dari Crystal Palace, pelepasan saham John Textor kabarnya berjalan sukses. Dilansir The Guardian, Textor telah menjual 45% sahamnya di Crystal Palace kepada Woody Johnson, pemilik New York Jets. Kabarnya, Textor melepas sahamnya di angka 190 juta pound. Johnson sendiri merupakan salah satu pengusaha yang gagal mengambil alih Chelsea dari Roman Abramovich pada tahun 2022 silam. Dengan begini, Palace tak lagi bermasalah soal Multi Club Ownership dan bisa berlaga di Europa League dengan aman sentosa.

PENYEBAB ARSENAL TAK KUNJUNG DAPATKAN SESKO

Saga transfer Benjamin Sesko ke Arsenal tak kunjung menemukan titik temu. Negosiasinya terkesan mandek dan tidak berkembang. Dilansir The Independent, ada beberapa faktor yang menyebabkan Arsenal tak kunjung mencapai kesepakatan dengan RB Leipzig. Kabarnya, Arsenal enggan menambah 10 juta euro lagi untuk memenuhi banderol Sesko. Leipzig menginginkan 80 juta euro. Sedangkan Arsenal hanya mau mengeluarkan 70 juta euro. Itu pun dengan cara nyicil. Karena tak kunjung sepakat, Arsenal pun mulai mengalihkan pandangan. Menariknya, yang diincar adalah pemain Chelsea, Noni Madueke.

EVANS AKAN KEMBALI KE MU, NGAPAIN?

Dari Manchester United, Jonny Evans yang baru saja memutuskan untuk gantung sepatu kabarnya akan segera kembali ke Old Trafford. Namun, bukan sebagai pemain maupun pelatih tim muda, melainkan sebagai staf yang akan memperhatikan pengembangan usia muda di akademi MU. Dilansir The Athletic, nantinya Evans juga akan berperan dalam mengurus peminjaman pemain-pemain muda yang sedang berkembang dan membutuhkan menit bermain. Negosiasi soal kontrak dan gaji pun sedang berlangsung.

NEWCASTLE DAN SPURS INCAR TALENTA MUDA ASIA

Masih dari Liga Inggris, ada Newcastle United dan Tottenham yang kabarnya sedang mengincar pemain muda asal Asia. Jika Spurs mengincar pemain muda asal Jepang, maka Newcastle mengincar pemain muda asal Korea Selatan. Dilansir Sky Sport, kabarnya Spurs sudah mengantongi kesepakatan untuk mendatangkan pemain berusia 20 tahun, Kota Takai dari Kawasaki Frontale. Kabarnya biayanya mencapai 5 juta pound. Sedangkan Newcastle juga telah mencapai kesepakatan dengan Park Seung-soo yang berusia 18 tahun. Kini ia berseragam Suwon Bluewings. Namun, belum ada kabar berapa biaya yang perlu dikeluarkan The Magpies.

DUA PEMAIN JUVE DIINCAR FOREST

Bergeser ke Italia, ada Juventus yang kabarnya telah mendapat proposal dari Nottingham Forest, terkait dua pemainnya. Dilansir Football Italia, dua pemain yang diinginkan oleh Forest itu adalah Samuel Mbangula and Timothy Weah. Kabarnya, negosiasi antara Juve dan Forest untuk dua pemain itu sudah dimulai dan berjalan dengan baik. Forest mengincar kesepakatan di angka 23 juta euro untuk dua pemain tersebut. Namun, dua pemain tersebut belum mengatakan “Ya” pada tawaran Forest.

MILAN TERBUKA DENGAN KEMBALINYA MORATA

Di sisi lain, AC Milan kabarnya terbuka untuk balikan dengan sang mantan. Alvaro Morata. Dilansir Football Italia, kedatangan  Max Allegri bakal jadi kunci kesepakatan ini. Allegri kabarnya mau memberikan kesempatan lagi bagi penyerang asal Spanyol tersebut. Saat ini, Morata sedang menjalani masa pinjaman di Galatasaray hingga Januari 2026. Sebelumnya, Milan ingin menjualnya saja. Entah itu ke Galatasaray atau klub lain. Namun, karena ada pergantian pelatih, wacana itu bisa saja dibatalkan dan Morata bakal ditarik kembali ke San Siro lebih cepat.

FIFA SEDANG SELIDIKI KASUS RASISME TERHADAP RUDIGER

Mampir ke Spanyol sebentar, kita akan membahas perkembangan dugaan kasus rasisme yang dialami bek Real Madrid, Antonio Rudiger. Dilansir Football Espana, FIFA tengah membuka penyelidikan atas dugaan insiden rasisme yang dialami Rudiger saat menghadapi Pachuca di Piala Dunia Antarklub beberapa hari lalu. Kabarnya, Rudiger dilecehkan secara verbal oleh bek Pachuca, Gustavo Cabral. Dan kini, FIFA akan mencari kebenarannya. Jika terbukti bersalah, Cabral dapat menghadapi larangan bermain minimal 10 pertandingan.

DAFTAR HARGA TIKET PIALA AFF U-23

Dari Indonesia, ada kabar terbaru dari tim nasional Indonesia yang bakal tampil di ajang Piala AFF U-23. Dilansir CNN Indonesia, PSSI secara resmi merilis daftar harga tiket Indonesia di Piala AFF U-23 2025 yang berlangsung di Jakarta dan Bekasi, 15-29 Juli mendatang. Khusus untuk pertandingan di Stadion Utama GBK, PSSI menggunakan sistem penjualan tiket secara paket. Paketnya terdiri dari paket keluarga untuk empat orang dan paket terusan untuk tiga pertandingan. Untuk paket keluarga, dijual dengan harga Rp450 ribu hingga yang termahal Rp1,8 juta. Untuk paket per tiga pertandingan, harga termurah tiket adalah Rp450 ribu dan yang termahal Rp1,3 juta. Sementara untuk pertandingan di Stadion Patriot hanya ada tiga kategori kelas dan tidak ada sistem paket. Yang termurah Rp50 ribu dan yang termahal Rp100 ribu.

SIMON & ZULKIFLI JADI ASISTEN PELATIH TIMNAS U-23

Sedangkan dalam persiapannya, Gerald Vanenburg kabarnya akan dibantu oleh beberapa asisten pelatih. Dilansir CNN Indonesia, dalam menangani Timnas Indonesia U-23, Gerald dibantu oleh legenda Timnas Indonesia, Zulkifli Syukur. Tidak ada pengumuman resmi dari PSSI, tetapi Zulkifli hadir dalam latihan di Stadion Madya. Selain Zulkifli, di sesi latihan itu juga ada sosok Simon Tahamata yang membantu beberapa sesi latihan. Ini jadi susunan kepelatihan yang sangat mewah untuk ukuran tim junior di Piala AFF.