Liga Inggris dan Piala FA menjadi dua kompetisi paling bergengsi di tataran Inggris. Namun, sebelum tahun 1889 tidak ada satu pun klub Inggris yang bisa meraih kedua titel itu dalam semusim. Adalah Preston North End yang menjadi klub pertama yang sukses meraih double winner.
Preston mampu meraih Piala FA dan Liga Inggris hanya dalam satu musim 1888/1889. Saat itu namanya belum menjadi Premier League. Nah, langkah Preston ini kemudian diikuti klub-klub lain, termasuk klub yang kita kenal sebagai “Big Six”. Siapa saja mereka?
Daftar Isi
Tottenham Hotspur
Mari kita mulai dari yang paling medioker. Jika ada yang bilang Spurs adalah klub Big Six terletoy karena minim trofi, itu benar belaka. Namun, jika kita berbicara sebelum Premier League lahir tahun 1992, Tottenham adalah klub raksasa yang patut diperhitungkan.
Tottenham bahkan menjadi klub ketiga yang sukses meraih double winner, setelah Preston dan Aston Villa di musim 1896/97. Tottenham Hotspur meraih Piala FA dan Liga Inggris pada musim 1960/61. Catatan itu membuat Tottenham Hotspur menjadi tim pertama yang meraih Piala FA dan Liga Inggris di abad ke-20.
Kala itu, Tottenham Hotspur masih dilatih Bill Nicholson. Ia membuat gebrakan dengan membawa Tottenham juara Liga Inggris usai finis di posisi teratas. Tottenham unggul delapan poin di atas Sheffield Wednesday.
Sementara di ajang Piala FA, The Lilywhites mampu menundukkan Leicester City di final Piala FA yang berlangsung di Wembley. Mengusung misi balas dendam usai takluk di White Hart Lane tiga bulan sebelumnya, Spurs mencetak gol pertama pada menit ke-66 melalui Bobby Smith dari umpan Terry Dyson.
Unggul 1-0 membuat Spurs makin menggila. Sembilan menit berselang, giliran Terry Dyson yang membobol gawang Leicester City. Skor 2-0 bertahan hingga bubar, dan Spurs sukses meraih Piala FA. Torehan itu melengkapi musim tersukses Spurs di musim 1960/61, sebelum pada musim berikutnya Spurs giliran meraih Piala Winners UEFA.
Arsenal
The Gunners termasuk salah satu klub yang produktif menghasilkan trofi. Bahkan Arsenal menjadi salah satu klub di Inggris yang paling banyak mengoleksi dua trofi paling bergengsi tersebut. Arsenal meraih double winner pada musim 1970/71, 1997/1998, dan 2001/02.
Hebatnya lagi Arsenal meraihnya saat dilatih Arsene Wenger, kecuali musim 1970/71 yang kala itu ditukangi Bertie Mee. Dari tiga musim itu, musim 2001/02 menjadi yang cukup berkesan.
Pasalnya, di musim tersebut selain meraih gelar Piala FA dan Premier League, Arsenal juga mencatatkan rekor tersendiri. Pasukan Gudang Senjata menorehkan tinta emas setelah menuntaskan 14 pertandingan dengan kemenangan alias win streak. Rekor itu pun membuat Arsenal menjadi tim dengan win streak terbanyak di Inggris.
🎂 – Happy Birthday Sylvain Wiltord.
Look at him winning the league for Arsenal at Old Trafford.
Look at Kanu jumping over his head. pic.twitter.com/AYs3zIwDST
— MUNDIAL (@MundialMag) May 10, 2018
Musim itu, Arsenal menuntaskan Liga Inggris dengan kemenangan atas Manchester United di Old Trafford. Gol semata wayang Sylvain Wiltord mengunci kemenangan Arsenal di Premier League dengan poin 87. The Gunners unggul 7 poin atas Liverpool yang finis di peringkat kedua.
Sementara itu, di final Piala FA , Arsenal membungkam rivalnya, Chelsea di Wembley Stadium. Gol dari Raymond Parlour dan Freddie Ljungberg menuntaskan kemenangan 2-0 atas Chelsea, dan membuat pasukan Arsene Wenger mengawinkan gelar Premier League dan FA Cup.
Manchester United
Manchester United memang sedang tidak baik-baik saja hari ini. Namun, klub berjuluk The Red Devil termasuk salah satu klub Inggris yang cukup produktif. Bahkan MU menjadi satu di antara lima klub yang meraih Piala FA dan Liga Inggris dalam semusim .
Manchester United, sanggup membahagiakan fansnya dengan meraih double winner di kancah domestik sebanyak tiga kali. Ketiganya diraih pada musim 1993/94, 1995/96, dan 1998/99. Uniknya, ketiga double winner itu mereka raih saat Sir Alex Ferguson jadi pawangnya.
Tentu saja yang paling diingat adalah di musim 1998/99. Sebab, pada musim itu selain meraih Premier League dan Piala FA, Manchester United juga meraih gelar Liga Champions keduanya usai mengalahkan Bayern Munchen 2-1.
[THREAD]
Top 20 Manchester United goals of all time:
1️⃣ – Ole Gunnar Solksjaer vs Bayern Munich, Champions League Final 1999. pic.twitter.com/D2Op2EbtWp
— Throwback United (@ThrowbackUnited) November 15, 2021
Di Liga Primer Inggris musim itu, Manchester United hanya kalah tiga kali. Saat bertamu melawan Arsenal di Highbury, menghadapi Sheffield Wednesday, dan kalah atas Middlesbrough di markas sendiri. Sisanya, MU menuntaskan liga musim 1998/99 dengan kemenangan dan hasil imbang.
Misalnya, saat berhasil menghancurkan Nottingham Forest 8-1 dengan aktornya adalah Ole Gunnar Solskjaer. Kala itu, Ole mencetak empat gol dalam 12 menit. MU saat itu finis di peringkat pertama dengan poin 79, terpaut satu poin saja dari Arsenal.
Sementara, MU sanggup melaju ke final Piala FA usai melewati hadangan Arsenal di semifinal. Di final MU menghadapi musuh yang cukup mudah, Newcastle United di Wembley Stadium. Terbukti, Manchester United pun bisa menaklukkan The Magpies 2-0 berkat gol Teddy Sheringham dan Paul Scholes.
Chelsea
Chelsea mengejutkan banyak orang setelah meraih titel Premier League musim 2009/10. Apalagi itu adalah trofi Premier League pertama sejak 2006, sepeninggal Jose Mourinho.
The Blues memastikan meraih gelar Liga Inggris usai menghajar Wigan 8 gol tanpa balas. Saat itu Didier Drogba mencetak tiga gol dan mencatatkan namanya sebagai top skor liga dengan 28 gol. Pasukan Carlo Ancelotti meraih Premier League karena unggul satu poin di depan Manchester United dengan 86 poin.
Catatan itu kemudian dilengkapi Chelsea usai menyabet Piala FA di Stadion Wembley. Anak asuh Ancelotti mampu menundukkan Portsmouth di final berkat gol satu-satunya dari Didier Drogba.
Kesempatan tendangan bebas sekitar menit 58 tak disia-siakan Drogba yang menjadi eksekutor. Bola tendangan Drogba menghantam tiang gawang, dan itu menyulitkan penjaga gawang.
Kiper Portsmouth tak sanggup mengantisipasi tendangan itu. Skor 1-0 bertahan hingga bubar, dan Chelsea berhasil mengawinkan gelar Liga Inggris dan Piala FA.
Was it ever in doubt, @DidierDrogba!? 👑
Our FA Cup final winning goal, on this day in 2010! 🏆 pic.twitter.com/cDfNIhSkzp
— Chelsea FC (@ChelseaFC) May 15, 2018
Liverpool
Penggemar The Reds tak perlu iri, karena sama seperti tim-tim sebelumnya, Liverpool juga pernah meraih Piala FA dan Liga Inggris dalam satu musim. Namun, itu mereka raih sebelum abad ke-21, tepatnya pada musim 1985/86.
Kala itu pasukan liver bird dilatih Kenny Dalglish dengan kapten mereka, Alan Hansen. Liverpool mengungguli rival sekota mereka, Everton dengan finis di peringkat satu usai mengumpulkan 88 poin dari 42 pertandingan. Sementara Everton sendiri mengumpulkan 86 poin.
Liverpool menuntaskan musim 1985/86 dengan kemenangan 1-0 atas Chelsea berkat gol manajer mereka sendiri, Kenny Dalglish pada menit 23. Lalu di Piala FA, Liverpool melaju mulus usai menaklukkan Southampton di semifinal dengan skor 2-0.
Di partai final, Liverpool menghadapi rivalnya, Everton. Derby Merseyside tersaji di Wembley Stadium. Ketika itu, Liverpool mampu melumat mentah-mentah Everton dengan skor 3-1.
Di laga itu, striker The Reds, Ian Rush mencetak brace pada menit 56 dan 83. Sedangkan Craig Johnstone mencetak satu gol lainnya. Sementara, Everton hanya mampu membalas lewat gol Gary Lineker pada menit 27.
🗓️ #OnThisDay in 1986…
🏆 #LFC won the first-ever all-Merseyside FA Cup final at Wembley. 🔴 pic.twitter.com/KzefBZJ70m
— Liverpool FC (@LFC) May 10, 2018
Manchester City
Sebagai pendatang baru, karena baru moncer ketika Sheikh Mansour datang, Manchester City tak mau ketinggalan untuk meraih double winner paling bergengsi di Inggris. Itu mereka raih pada musim 2018/19 saat Pep Guardiola berada di bawah kendali.
Hebatnya lagi, Pep tidak hanya mempersembahkan dua gelar itu, namun sekaligus memberi mereka gelar Piala Liga. Raihan treble domestik pada musim 2018/19 itu pula membuat Manchester City menjadi tim putra pertama yang mampu meraih tiga gelar domestik di Inggris.
Manchester City mengalahkan Brighton 4-1 di pekan terakhir Premier League. Di waktu yang bersamaan, Liverpool meraih kemenangan 2-0 atas Wolverhampton. City pun berhasil finis di peringkat pertama dengan mengumpulkan 98 poin, terpaut satu poin saja dari Liverpool.
Sementara di partai final FA Cup, City melumat habis-habis Watford dengan skor 6-0. David Silva, Gabriel Jesus, Kevin De Bruyne, dan Raheem Sterling bergiliran mencetak gol pada laga yang berlangsung di Wembley.
History makers: @ManCity 🏆#OnThisDay in 2019, Pep Guardiola’s side scored 6️⃣ to win the #EmiratesFACup Final! pic.twitter.com/pd0sRxQv3p
— Emirates FA Cup (@EmiratesFACup) May 18, 2020
Sumber referensi: bleacherreport, bettingoffers, theguardian, detikcom, BBC Indonesia, Liverpool FC Fandom, BBC, Medcom, Planet Football, Starting Eleven


