Klub-klub Eropa yang Pernah Memenangi Liga dengan Win Streak

  • Whatsapp
Klub-klub Eropa yang Pernah Memenangi Liga dengan Win Streak
Klub-klub Eropa yang Pernah Memenangi Liga dengan Win Streak

Tak jarang di kompetisi sepak bola domestik Eropa, muncul nama-nama klub yang menjadi sorotan. Biasanya sih, mereka adalah klub yang mampu meraih trofi. Namun klub tersebut juga akan bertambah masyhur jika ia mencatatkan rekor tersendiri.

Beberapa klub Eropa, termasuk di liga-liga top Eropa punya cara sendiri untuk mencatatkan rekor. Salah satunya rekor win streak atau kemenangan beruntun. Dan hebatnya, berkat kemenangan beruntun itulah sebuah klub pada akhirnya berhasil membawa pulang gelar juara.

Nah, berikut ini starting eleven akan menyajikan klub-klub Eropa yang pernah memenangi liga dengan catatan win streak. Siapa saja klub tersebut?

Arsenal (2001/02)

Mari kita mulai dari Liga Inggris atau Premier League. Liga yang kata banyak orang salah satu liga di dunia dengan persaingan paling ketat. Dan iya, memang itu benar adanya. Liga Inggris berbeda dengan liga-liga lainnya yang mudah ketebak siapa yang bakal juara.

Dan, musim 2001/02 mungkin adalah musim yang paling bersejarah bagi para fans Arsenal. Soalnya, musim itu Tim Meriam London berhasil meraih double winner. Piala FA dan Premier League. Hebatnya lagi, Arsenal juga mencatatkan win streak sebelum akhirnya menjuarai liga.

Arsenal, musim itu, selalu menang dalam 14 pertandingan beruntun. Rekor inilah yang membuat The Gunners patut mengulik-ulik masa lalu. Pasalnya, di Liga Ratu Elizabeth, Arsenal lah yang memiliki rekor win streak paling banyak hingga saat ini.

Musim 2001/02 adalah musim mengesankan bagi Arsenal yang kala itu dilatih Arsene Wenger. Arsenal yang waktu itu tidak begitu diperhitungkan, justru makin ganas menjelang akhir. Dalam rentetan kemenangannya itu, Arsenal mengalahkan Liverpool 2-1, meski dengan 10 pemain.

Lalu, Arsenal juga menaklukkan Chelsea di laga Boxing Day di Highbury. Sebelumnya, Arsenal juga mencuri kemenangan atas Manchester United 3-1. Satu gol Freddie Ljungberg dan dua gol Thierry Henry membuat skuad asuhan Fergie hanya bisa melongo.

Namun, kemenangan Arsenal sempat terhenti karena ditahan imbang Southampton 1-1. Pada 2 Februari, Arsenal masih menduduki peringkat ketiga dan tersisa 13 pertandingan. Di 13 pertandingan itulah Arsenal mulai melaju mulus dengan kemenangan beruntun.

Arsenal menang 2-0 dari sang rival, Newcastle. Meriam London juga berhasil memenangi laga menghadapi Tottenham 2-1. Lalu, menang juga di Old Trafford lewat gol penalti. Dan pamungkasnya berhasil menaklukkan Everton 4-3. Arsenal menggenapinya menjadi 14 pertandingan, dengan mengalahkan Birmingham City 2-0 di pertandingan pertama musim berikutnya .

FC Barcelona (2010/11)

Setelah di Inggris, mari kita ke Spanyol. Ya, kalau bicara Liga Spanyol atau La Liga tentu saja tak bisa terlepas dari dua rivalitas sengit antara Barcelona dan Real Madrid. Yups, benar sekali duet keduanya bukan sekadar El Clasico, tapi juga catatan rekor. Baik Barca maupun Madrid pernah mencatatkan win streak di liga domestik.

Kita mulai dari Blaugrana terlebih dahulu. FC Barcelona mengemas catatan selalu menang di 16 pertandingan beruntun, tepatnya di musim 2010/11. Kala itu, Blaugrana masih dilatih Pep Guardiola. Barca waktu itu juga masih diperkuat Lionel Messi dan beberapa pemain yang memiliki DNA La Masia.

Trio pemain tengah: Andres Iniesta, Xavi, dan Sergio Busquets membuat lawan-lawan yang menghadapi Barca frustasi. Mereka dipaksa terus mengejar bola, karena ketiga pemain ini sungguh-sungguh menguasai lini tengah Blaugrana. Belum lagi, keputusan Pep menjual Zlatan Ibrahimovic dan menggantinya dengan David Villa berbuah manis.

Kegemilangan skuad Barca kala itu bahkan membuat Real Madrid bertekuk lutut. Di laga El Clasico skuad asuhan Pep Guardiola berhasil mencukur Real Madrid yang kala itu masih ditangani Jose Mourinho. Blaugrana menang 5-0 atas El Real.

Real Madrid (2016/17)

Seteru Blaugrana, Real Madrid juga mencatatkan rekor win streak ketika memenangi Liga Spanyol musim 2016/2017. Uniknya lagi, rekor kemenangan Real Madrid sama dengan FC Barcelona, yaitu 16 pertandingan beruntun. Itu dikemas Real Madrid usai meraih kemenangan ke-16 saat menghabisi Espanyol 2-0.

Kala itu, Real Madrid dilatih Zinedine Zidane. Dan El Real masih diperkuat trio BBC (Benzema, Bale, Cristiano) di lini depan. Sementara di lini tengah Zidane punya nama-nama seperti Toni Kroos dan Luka Modric. Kemenangan itupun membuat Real Madrid menjuarai La Liga musim 2016/2017.

Kendati mereka gagal di kompetisi domestik, Copa Del Rey. Gelar tersebut juga sekaligus memutus puasa gelar La Liga Real Madrid selama lima tahun. Berkat kemenangan beruntun itu, Real Madrid mengumpulkan 93 poin di akhir musim. Dengan catatan 29 kali menang, 6 hasil imbang, dan hanya 3 kali kalah.

Zidane, bagaimanapun telah melampaui rekor kemenangan beruntun pelatih Miguel Munoz yang sebelumnya mencatatkan 15 kali kemenangan beruntun di musim 1960/61. Meskipun musuh yang dihadapi Real Madrid bukanlah klub-klub kecil saja. 16 kemenangan beruntun tersebut dicatatkan Madrid setelah mengalahkan Levante, Celta Vigo (2 kali), Las Palmas, Sevilla, FC Barcelona, Eibar, Getafe, Villareal, Rayo Vallecano, Real Sociedad (2 kali), Valencia, Deportivo, Osasuna, dan terakhir Espanyol.

Zidane aslinya mau menggenapinya menjadi 17 pertandingan. Namun sayang, laga kedua menghadapi Villareal, ia hanya mampu meraih imbang. Villareal menahan imbang Real Madrid 1-1.

Inter Milan (2006/07)

Rekor kemenangan beruntun alias win streak Serie A, hingga saat ini, masih dipegang oleh Inter Milan. Klub yang menjuarai Serie A musim 2020/21 itu ternyata pernah mencatatkan 17 kemenangan beruntun di musim 2006/07. Saat itu, Inter masih dilatih Roberto Mancini.

Terdegradasinya Juventus ke Serie D akibat kasus calciopoli, membuat Inter leluasa ngosak-ngasik di Liga Italia. Skuad Roberto Mancini tampil begitu impresif. Sejak awal musim, Inter sudah membuka dengan kemenangan atas Fiorentina 3-2. Meskipun di giornata berikutnya Inter ditahan imbang Sampdoria 1-1.

Namun, La Beneamata mulai menunjukkan sinyal bahaya pada pekan ke-8. Inter menghabisi Livorno 4-1. Di pekan berikutnya, mereka secara dramatis menang 4-3 atas sang rival, AC Milan. Tak disangka, setelah itu laju Javier Zanetti CS sangat mulus hingga giornata ke-24.

Yup, benar sekali, 17 pertandingan Inter tidak terkalahkan. Meskipun kala itu, musuh yang dihadapi selevel Palermo, Fiorentina, dan Lazio. Sayangnya, justru Udinese yang membuat rekor kemenangan Inter terputus. Mereka menahan imbang Inter 1-1 di Giuseppe Meazza.

Kendati begitu, rekor  unbeaten Inter masih berlanjut. Skuad asuhan Mancini baru menelan kekalahan ketika menghadapi AS Roma pada giornata ke-32. La Beneamata bahkan kalah telak 3-1 lewat gol Totti, Perotta, dan Casetti.

Namun, itu adalah satu-satunya kekalahan Inter di musim 2006/07. Skuad Biru-Hitam pun sukses meraih scudetto dengan catatan nyaris sempurna 97 poin. Dengan 30 kali menang, 7 kali hasil imbang, dan hanya menelan satu kali kekalahan.

Bayern Munchen (2013/14)

Dari klub-klub asal liga-liga top Eropa, Bayern Munchen memimpin dengan torehan win streak paling banyak, yaitu 19 pertandingan. Yup, catatan itu ditorehkan FC Hollywood pada musim 2013/14. Waktu itu, Die Roten masih dilatih oleh Pep Guardiola. Yup, benar, anda tidak salah dengar: Pep Guardiola. Manusia ini memang luar biasa istimewa. Pep tidak hanya mencatatkan kemenangan beruntun di Barcelona, tapi juga di Bayern Munchen. Yang hebat, Pep meraih itu saat  musim pertamanya bersama Munchen.

Rekor selalu menang Munchen dimulai pada pekan ke-9 saat menghadapi FC Mainz. Setelah itu FC Hollywood menang terus. Musuh-musuh yang dihadapi di antaranya Hertha BSC, Hoffenheim, Augsburg, Dortmund, Eintracht Braunschweig, Werder Bremen, Hamburger SV, Monchengladbach, Stuttgart, Eintracht Frankfurt, Nurnberg, Freiburg, Hannover, Schalke, Wolfsburg, dan Leverkusen. Munchen menang dua kali atas Herta BSC dan Mainz.

Di kemenangannya yang ke-19 itu pun akhirnya Bayern Munchen memastikan gelar juara Bundesliga setelah mengalahkan Herta BSC 3-1. Bayern mengemas 90 poin dengan 29 kali kemenangan, 3 imbang, dan 2 kali kalah. Oh iya, for your information saja nih, saat itu Bayern Munchen masih diperkuat nama-nama seperti Arjen Robben, Mario Gotze, Franck Ribery, David Alaba, Toni Kroos sampai Bastian Schweinsteiger.

AS Monaco (2016/2017)

Sementara itu, di Ligue 1 Prancis, terjadi pemecahan rekor. Rekor win streak awalnya dipegang Girondins Bordeaux pada tahun 2009 dengan catatan 14 kemenangan beruntun. Akan tetapi, rekor tersebut kemudian dipecahkan AS Monaco dengan 15 kali menang secara berturut-turut.

Kemenangan Monaco diukir berkat kaki Radamel Falcao yang waktu itu masih berseragam AS Monaco. Di mana kala itu, Monaco menang tipis 1-0 atas FC Metz di lanjutan Ligue 1. Itu adalah kemenangan ke-15 AS Monaco di kancah Liga Prancis.

15 kemenangan beruntun AS Monaco diawali dari pertandingan menghadapi Guingamp pada 25 Februari 2017. Lalu setelah itu, AS Monaco terus menang. Meskipun musuh yang dihadapi seperti Lyon, Lille, Bordeaux, dan Rennes. Tak ayal apabila Monaco akhirnya menjuarai Ligue 1 setelah empat musim sebelumnya didominasi oleh Paris Saint-Germain.

Kala itu, Les Monegasques masih dilatih pelatih asal Portugal, Leonardo Jardim dan itu adalah tahun ketiganya melatih. Skuad Monaco masih diisi nama-nama beken seperti Kylian Mbappe, Radamel Falcao, Fabinho, Thomas Lemar, Bernardo Silva, Tiemoue Bakayoko, Joao Moutinho, Benjamin Mendy, sampai Danijel Subasic.

Itulah klub-klub yang pernah memenangi liga dengan catatan win streak. Nah, jika klub kesayanganmu tidak masuk ya, bukan karena daftarnya kurang. Tapi klub kamu saja yang mungkin nggak jago, kurang imprsif, minim rekor, dan ya, medioker.

Sumber referensi: bleacherreport.com, planetfootball.com, thestatszone.com, reuters.com, fourfourtwo.com, realmadrid.com, indosport.com

Pos terkait