Generasi Emas Belgia Memburu Trofi EURO 2020

  • Whatsapp
Generasi Emas Belgia Memburu Trofi EURO 2020
Generasi Emas Belgia Memburu Trofi EURO 2020

Semenjak tersingkir secara memalukan di EURO 2000 dan gugur di babak 16 besar Piala Dunia 2002, tim nasional Belgia kembali ke turnamen akbar dunia dengan generasi emasnya di Piala Dunia 2014. Julukan tersebut merujuk pada penggawa timnas Belgia yang jadi andalan di klub-klub besar liga top Eropa dan punya nilai pasaran yang tegolong mahal.

Hasilnya, mereka melaju hingga babak perempat final di Piala Dunia Brasil sebelum disingkirkan Argentina. Perjuangan generasi emas Belgia kembali berlanjut di EURO 2016. Lagi-lagi, langkah mereka harus terhenti di babak perempat final setelah dijegal Wales.

Bacaan Lainnya

Pencapaian buruk itulah yang membuat Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia memecat Marc Wilmots dari kursi pelatih dan menggantinya dengan Roberto Martinez. Hasilnya, timnas Belgia tampil luar biasa ditangan mantan pelatih Everton itu. Sejak dipegang Martinez, timnas Belgia hanya 4 kali tersentuh kekalahan selama 54 laga. Maka tak heran bila Belgia ditempatkan sebagai favorit juara di EURO 2020.

Mereka datang sebagai salah satu unggulan yang sangat difavoritkan. Bukan tanpa sebab, sejak Oktober 2018 hingga Mei 2021, Belgia belum pernah tergusur dan selalu bertengger di peringkat 1 FIFA. Tim berjuluk The Red Devils ini juga datang ke EURO 2020 dengan modal yang sangat meyakinkan. Anak asuh Roberto Martinez lolos ke Piala Eropa tanpa tersentuh kekalahan di babak kualifikasi. Dalam 8 laga terakhir, Belgia juga sukses memetik 6 kemenangan.

Untuk menghadapi EURO 2020, Roberto Martinez telah memanggil sebanyak 26 pemain terbaik pilihannya. Yang menjadi istimewa, skuad The Red Devils di ajang Piala Eropa tahun ini masih didominasi para generasi emas yang menghuni timnas Belgia sejak Piala Dunia 2014, EURO 2016, dan Piala Dunia 2018.

Daftar Lengkap Skuad Timnas Belgia di EURO 2020

Sebanyak 11 pemain alumni Piala Dunia 2014 masih dipertahankan Roberto Martinez. Mereka adalah Thibaut Courtois, Toby Alderweireld, Thomas Vermaelen, Jan Vertonghen, Axel Witsel, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Eden Hazard, Simon Mignolet, Dries Mertens, dan Nacer Chadli.

Martinez juga masih membawa nama-nama seperti Yannick Carrasco, Jason Denayer, Thomas Meunier, Christian Benteke, dan Michy Batshuayi yang debut di EURO 2016. Sementara dari skuad Piala Dunia 2018 ada Leander Dendoncker, Dedryck Boyata, Youri Tielemans, dan Thorgan Hazard.

Terakhir, 6 tempat tersisa untuk melengkapi kuota pemain maksimal di EURO 2020 diberikan kepada para debutan di turnamen besar. Mereka adalah Matz Sels, Timothy Castagne, Dennis Praet, Hans Vanaken, Jeremy Doku, dan Leandro Trossard.

Menilik dari data transfermarkt, skuad Belgia di EURO tahun ini punya total nilai pasaran sebesar 669,40 juta euro. Menariknya lagi, dari 26 pemain, hanya 2 pemain yang tercatat membela klub Liga Belgia. Sisanya, yakni sebanyak 24 pemain berkompetisi di luar Belgia dan membela klub top eropa, terutama Liga Primer Inggris.

Taktik dan Formasi

Di bawah asuhan Roberto Martinez, Belgia sangat konsisten dengan formasi dasar 3-4-3 atau 3-4-2-1. Posisi penjaga gawang tentu jadi milik Thibaut Courtois. Kiper Real Madrid itu masih jadi salah satu kiper terbaik dunia. Ia adalah peraih gelar kiper terbaik Piala Dunia dan kiper terbaik FIFA tahun 2018. Musim ini saja, Courtois telah membuat 90 penyelamatan dan 17 clean sheets bersama El Real.

Di depannya, para veteran seperti Alderweireld dan Vertonghen diyakini bakal jadi starter dan mengapit Jason Denayer yang tampil apik bersama Lyon. Di posisi gelandang tengah, Axel Witsel diyakini akan berduet dengan Youri Tielemans yang tampil impresif dan berhasil membawa Leicester City menjuarai FA Cup.

Di sisi sayap, nama Thomas Meunier dan Thorgan Hazard difavoritkan untuk menjaga lebar lapangan sekaligus aktif membantu serangan dan pertahanan. Bila tak cukup efektif, Belgia masih punya Nacer Chadli yang jadi pahlawan saat mengalahkan Jepang di babak 16 besar Piala Dunia 2018 dan Yannick Carrasco yang membantu Atletico Madrid juara La Liga.

Sementara itu, Romelu Lukaku masih akan jadi andalan utama dan ujung tombak timnas Belgia. Lukaku baru saja dinobatkan sebagai MVP Serie musim ini berkat penampilan impresifnya yang mampu menyumbang 24 gol dan 11 asis untuk Inter Milan.

Untuk melengkapi trisula maut Belgia, Kevin de Bruyne dan Eden Hazard diyakini tetap akan jadi penyuplai Romelu Lukaku. Bila de Bruyne dan Hazard tidak fit tepat waktu, Martinez masih punya Dries Mertens, Jeremy Doku, atau Leandro Trossard yang belakangan tampil begitu ganas bersama Brighton.

3 Masalah Timnas Belgia Jelang EURO 2020

Namun, bila menilik skuad yang dibawa Roberto Martinez, ada 3 masalah yang tengah jadi isu hangat jelang bergulirnya EURO 2020. Pertama, daftar bek yang dipanggil Roberto Martinez dinilai kurang meyakinkan.

Belgia membawa 4 bek tengah murni. 3 diantaranya sudah berusia lebih dari 30 tahun. Hanya Jason Denayer yang masih berusia 25 tahun. Yang cukup mengejutkan, Martinez masih memanggil Thomas Vermaelen yang sudah berusia 35 tahun dan kini tercatat sebagai pemain Vissel Kobe di Liga Jepang.

Padahal, Vermaelen juga baru bermain sebanyak 9 kali di J.League musim ini. Ini menunjukkan bahwa Martinez lebih mempercayakan barisan pertahanan timnas Belgia kepada para palang pintu gaek yang sudah kenyang pengalaman. Bisa jadi, EURO 2020 adalah kesempatan terakhir trio Vermaelen, Vertonghen, dan Alderweireld yang sudah berusia lebih dari 30 tahun untuk mengukir prestasi.

Isu kedua adalah kondisi fisik kapten tim, Eden Hazard. Dalam 2 musim terakhir, Hazard lebih sering diganggu cedera. Penampilannya untuk Real Madrid tak sebaik saat dirinya berseragam Chelsea. Dalam 2 musim di La Liga, Hazard tercatat hanya mencetak 4 gol dalam 30 laga.

Namun, Roberto Martinez yakin Eden Hazard dapat kembali ke level terbaiknya di turnamen musim panas ini untuk membantu perjuangan Belgia meraih kejayaan. Menurut kabar yang beredar, Hazard juga menjalani latihan individu intensif bersama timnas Belgia jelang EURO 2020.

“Dia bekerja sangat keras untuk mendapatkan kembali bentuk fisiknya. Apa yang terjadi di Real Madrid sangat tidak biasa. Dia adalah pemain yang tidak akan pernah menyerah dan ingin menjadi sangat sukses dengan timnya,” kata Roberto Martinez dikutip dari Deportes Cuatro.

Tak hanya kondisi fisik Hazard yang jadi problem Belgia. Terbaru, Kevin de Bruyne mengalami cedera di laga final Liga Champions beberapa waktu lalu. De Bruyne diketahui mengalami patah tulang hidung dan tulang orbital kiri setelah bertabrakan dengan Antonio Rudiger.

Namun, berdasarkan laporan medis terbaru, Kevin de Bruyne tak perlu menjalani operasi. Bila benar begitu, maka playmaker andalan Roberto Martinez itu bisa segera bergabung dalam skuad Belgia setelah cukup beristirahat.

“Kevin memiliki program yang berbeda dengan pemain-pemain lainnya. Dia baru akan bergabung tujuh hari kemudian karena dia bertanding dalam final Liga Champions. Kami beruntung sekali bahwa sekalipun mengalami dua tulang retak, dia tak perlu dioperasi. Operasi akan membuat dia mustahil bermain dalam Piala Eropa,” kata Martinez seperti dilaporkan laman ESPN dikutip via suara.com.

Akan tetapi, ada kabar baik bagi Roberto Martinez. Jelang EURO 2020, Thiery Henry kembali bergabung dengan staff pelatih Belgia. Mantan striker Arsenal dan timnas Prancis itu akan bertugas sebagai asisten pelatih. Bersama Henry, Roberto Martinez sukses membawa Belgia juara ketiga Piala Dunia 2018.

Lalu, bagaimana peluang para generasi emas Belgia di EURO 2020?

Menilik dari kualitas para penggawanya, wajar bila Belgia sangat difavortikan juara di Piala Eropa tahun ini. Dan menilik dari usia rata-rata pemainnya, bisa jadi EURO 2020 adalah kesempatan terakhir bagi beberapa generasi emas Belgia untuk mengukir prestasi di kancah internasional. Dengan rataan usia 29,1 tahun, bisa dibilang juga bahwa generasi emas Belgia saat ini tengah berada di usia matangnya.

Tergabung di Grup B, Belgia akan melawan tuan rumah piala dunia 2018, Rusia di pertandingan pertama pada 12 Juni. Kemudian berjumpa dengan tim dinamit Denmark pada 17 Juni dan menutup babak grup dengan melawan tim debutan Finlandia pada 21 Juni. Di atas kertas, Belgia seharusnya mampu memuncaki klasemen.

Jika jadi juara grup, mereka akan berjumpa dengan peringkat 3 dari grup A, D, E, atau F di babak 16 besar. Di fase ini, Belgia bisa saja berjumpa dengan Wales yang mengkandaskan mereka di perempat final EURO 2016. Belgia juga bisa berjumpa dengan Polandia, Swedia, Ceko, atau salah satu dari Prancis, Jerman, dan Portugal.

Babak gugur inilah yang akan jadi ujian sesungguhnya bagi para generasi emas Belgia yang memburu trofi internasional. Meski punya rekor pertandingan yang bagus dan dihuni pemain-pemain hebat, prestasi terbaik Belgia sejauh ini hanyalah juara ketiga Piala Dunia 2018. Tentu, menjadi juara di EURO 2020 akan jadi pelepas dahaga bagi The Red Devils.

Di Piala Eropa sendiri, Belgia pernah menjadi runner-up di gelaran EURO 1980. Sudah sangat lama sejak mereka menyentuh partai final. Jadi, mampukah generasi emas Belgia melampaui pencapaian terbaik para pendahulunya di EURO 1980 dan menjadi juara di EURO 2020?

***
Sumber Referensi: Goal, Suara, FourFourTwo, Squawka, Transfermarkt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *