Misi Rumit Kroasia Mengulang Kejayaan Piala Dunia 2018 Di EURO 2020

  • Whatsapp
Misi Rumit Kroasia Mengulang Kejayaan Piala Dunia 2018 Di EURO 2020
Misi Rumit Kroasia Mengulang Kejayaan Piala Dunia 2018 Di EURO 2020

Kroasia menjadi negara yang telah siap menyambut Piala Eropa 2020. Mereka yang kini tergolong sebagai negara berbahaya, tengah merajut misi untuk bisa lanjutkan kejayaan di panggung Internasional. Seperti diketahui, kita semua dikejutkan dengan kiprah timnas Kroasia pada Piala Dunia 2018 lalu, ketika mereka berhasil melaju hingga ke partai final sebelum akhirnya tumbang oleh Prancis.

Sejatinya, kekuatan timnas Kroasia memang tidak bisa diremehkan. Pada tahun 1998 lalu, mereka juga berhasil melaju hingga ke fase semifinal Piala Dunia, untuk kemudian sukses mengalahkan Belanda dalam perebutan tempat ketiga.

Bacaan Lainnya

Di ajang Piala Eropa sendiri, prestasi terbaik mereka terjadi pada edisi 2008 ketika berhasil melaju hingga babak perempat final sebelum dikandaskan secara dramatis oleh timnas Turki. Dalam prosesnya, Kroasia berhasil kandaskan perlawanan timnas Jerman dengan skor 2-1 di fase grup. Yang tak kalah hebat, mereka juga sukses kandaskan perlawanan Spanyol di fase grup Piala Eropa 2016 untuk kemudian lolos ke babak penyisihan.

Kini, setelah lebih dari 10 tahun lamanya, Kroasia kembali memasang nama di tempat tertinggi. Berstatus sebagai runner up Piala Dunia, sekali lagi, misi lanjutkan kejayaan masih terus tertata di kepala setiap penggawa.

Persiapan Yang Matang

Dalam menyambut Piala Eropa 2020, Kroasia menjadi tim yang sudah mempersiapkannya dengan cukup baik. Mereka tampil memukau di babak kualifikasi dengan hanya menelan satu kekalahan dan menempati posisi pertama klasemen. Secara mengejutkan, Kroasia kalah atas Hungaria dan sempat meraih hasil imbang ketika bertemu Wales di Cardiff. Kroasia total berhasil mengumpulkan sebanyak 17 poin, hasil lima kemenangan, dua kali imbang, dan sekali kalah. Negara dari kawasan Balkan tersebut unggul tiga poin dari rival terdekat, Wales, yang duduk di peringkat kedua.

Pada pertandingan-pertandingan selanjutnya pasca kualifikasi, Kroasia tampil cukup mengkhawatirkan dimana mereka tumbang atas Prancis dan Portugal, untuk kemudian mampu mengamankan poin penuh pada pertandingan melawan Swiss dan Swedia. Meski mereka telah menelan sebanyak enam kekalahan, penampilan Kroasia tidak lantas bisa dibilang buruk. Mereka masih cukup kompeten, dan yang terpenting, terus memperbaiki kekurangan pada lini tertentu.

Skuad dan Pelatih Ideal

Pada edisi Piala Eropa 2020 ini, Kroasia masih banyak menggunakan pemain yang berjaya di Piala Dunia 2018. Mereka mengkombinasikan antara pemain berpengalaman dan pemain muda. Skuad yang dibawa pun terbilang banyak yang dikenal dunia.

Di posisi penjaga gawang, terdapat nama Dominik Livakovic yang tampil apik bersama Dinamo Zagreb dimana dia mampu mengemas 15 clean sheet musim ini, dan ditemani oleh Lovre Kalinic dan Simon Sluga. Di lini pertahanan masih ada nama populer seperti Dejan Lovren, Sime Vrsaljko, Domagoj Vida, Borna Barisic, dan juga Domagoj Bradaric.

Nama Lovren masih disebut sebagai pemain terbaik di lini pertahanan Kroasia, setelah dirinya yang tampil apik bersama Zenit Saint Petersburg mampu membawa klub tersebut memuncaki klasemen liga Rusia.

Di lini tengah, seperti yang kita tahu, nama Luka Modric masih mendominasi. Meski usianya sudah tergolong tua, dia tetap dianggap sebagai pemain penting yang akan menjadi pemimpin dari nama-nama seperti Mario Pasalic, Mateo Kovacic, Marcelo Brozovic sampai Nikola Vlasic.

Jangan lupakan pula penggawa Internazionale Milano, Ivan Perisic, yang pada akhirnya sukses jadi pemain yang membuka lembar baru klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza pada musim ini.

Dengan deretan pemain tersebut, lini tengah Kroasia pada gelaran Piala Eropa nanti akan penuh dengan kreativitas dan daya ledak tinggi.

Untuk pemain yang berada di garda terdepan, kita akan disuguhkan dengan permainan ciamik Andrej Kramaric yang sukses menceploskan 19 gol dari 27 penampilan bersama Hoffenheim di kompetisi Bundesliga musim ini. Jangan tinggalkan juga duo Zagreb Mislav Oršić dan Bruno Petkovic. Yang tak kalah penting adalah nama Ante Rebic, yang kita tahu begitu tampil apik bersama raksasa Italia, AC Milan dalam dua musim belakangan.

Semua pemain bertalenta itu akan tunduk pada arahan pelatih Zlatko Dalic, yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Zlatko Dalic sudah ditunjuk menjadi pelatih Kroasia sejak tahun 2017 silam. Artinya, ini akan menjadi debut kepelatihannya di turnamen terakbar antar negara-negara Eropa.

Meski minim pengalaman di ajang Internasional, nama Zlatko Dalic sudah cukup populer dengan raihan partai final di Piala Dunia. Dengan prestasi tersebut, Dalic tentu ingin menunjukkan pada dunia bahwa dia memiliki ambisi besar untuk membawa timnas Kroasia terbang tinggi.

Lebih lanjut, berkat organisasi dan manajemennya yang sangat luar biasa, dia mampu membentuk timnas Kroasia sebagai tim yang terus berkembang.

Taktik

Bersama Dalic, Kroasia dipercaya tidak akan meninggalkan skema 4-1-4-1. Dia akan menempatkan tiga gelandang sentral, yang kemudian diapit oleh dua pemain sayap. Lalu, di lini depan akan terdapat satu nama sebagai ujung tombak. Ada sejumlah penyerang yang punya potensi besar, misalnya saja Andrej Kramaric. Kemudian ada Ante Budimir yang pada musim ini berhasil mencetak 11 gol untuk Osasuna. Atau mungkin, pelatih Zlatko Dalic akan lebih mempercayakan pos tersebut kepada penyerang Dinamo Zagreb, Bruno Petkovic, yang punya gaya main mengesankan seperti Olivier Giroud.

Sementara dua sisi sayap, pemain seperti Ivan Perisic dan Nikola Vlasic dipercaya bakal menjadi andalan. Modric yang merupakan pemain berpengalaman pun tentu akan ditempatkan sebagai pemimpin lapangan tengah.

Di lini belakang, selain Dejan Lovren, bukan tak mungkin bila nama Domagoj Vida bakal diplot sebagai pemegang kunci permainan. Pria berusia 32 tahun ini sudah sangat berpengalaman dan tampil cukup memukau di ajang Piala Dunia 2018 lalu.

Di posisi penjaga gawang sendiri, seperti yang sudah dikatakan, nama Livakovic masih menjadi pilihan.

Bila skema ini gagal temui sasaran, maka masih ada alternatif lain berupa varian yang lebih ofensif dalam skema 4-2-3-1. Strategi tersebut baru-baru ini kerap diterapkan oleh Dalic dan tak jarang munculkan hasil yang memuaskan. Pada skema itu, lini tengah akan berporos pada dua pemain, dimana Brozovic dan Modric dipercaya sebagai pengambil peran utama.

Di lini serang sendiri, akan ada sejumlah nama yang bersaing seperti Perisic, Rebic, Vlasic, sampai Kramaric. Selain itu masih ada nama Mario Pasalic yang dalam beberapa musim tampil menawan bersama Atalanta. Bahkan, pemain seperti Mislav Orsic juga bisa menjadi ancaman dan bukan tak mungkin jadi pilihan strategi Zlatko Dalic.

Peluang

Meski Kroasia masih dianggap sebagai tim yang tidak benar-benar difavoritkan jadi juara, namun perpaduan antara pemain berpengalaman dan pemain muda berpotensi membawa mereka melangkah lebih jauh.

Tergabung di grup D bersama Republik Ceko, Inggris dan Skotlandia, mereka seharusnya bisa lolos setidaknya sebagai runner up grup. Tantangan mereka yang sebenarnya baru akan muncul bila sudah berada di fase gugur.

Bila Kroasia berhasil memuncaki grup D, maka mereka akan berhadapan dengan runner grup F yang dikenal maut. Pasalnya, disana terdapat nama Prancis, Jerman, hingga Portugal. Bila mereka tergelincir, maka pupus sudah harapan untuk lolos lebih jauh.

Akan tetapi bila mereka duduk di posisi runner up, maka situasinya akan lebih menarik. Disini, mereka akan menghadapi salah satu negara yang mengisi grup E, dimana disana ada nama Spanyol, Polandia, Swedia, dan Slovakia. Bila pada akhirnya bertemu dengan Spanyol yang disebut sebagai tim terkuat grup E, Kroasia tak perlu berkecil hati setelah pada edisi Piala Eropa sebelumnya, mereka mampu tunjukkan performa diluar dugaan.

Namun bila mereka berhasil lolos dari babak 16 besar melalui skenario ini, maka lawan yang dihadapi akan semakin sulit mengingat disana ada wakil grup F yang kita tahu punya daftar menakutkan. Selain itu masih ada tim seperti Wales, Denmark, sampai Turki yang berpotensi menjadi lawan.

Kemudian bila Kroasia lolos ke fase gugur sebagai tim ketiga terbaik, maka tentu perjalanan akan semakin rumit mengingat disana ada nama Belanda dan Belgia yang berpotensi menjadi lawan.

Dengan skenario semacam itu, meski akan sulit melewati babak 16 besar, Kroasia berpotensi melaju setidaknya sampai babak perempat final.

Namun kembali lagi, kita semua tahu bila tidak ada yang pasti dalam sepakbola. Segala hal masih bisa terjadi meski sebelumnya sama sekali tidak pernah diprediksi.

Sumber referensi: squawka 1, squawka 2, the dub, fourfourtwo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *