Galacticos Jilid 3 dan Upaya Terakhir Florentino Perez

spot_img

Perpindahan Kylian Mbappe ke Real Madrid tak lagi menjadi hal yang mengejutkan. Sekuat apa pun Nasser Al-Khelaifi, PSG, dan Negara Prancis menahan Kylian Mbappe, cepat atau lambat ia akan pergi.

Membawa Mbappe ke Bernabeu sudah direncanakan jauh-jauh hari oleh Florentino Perez. Di balik rencana mendatangkan Mbappe, ada siasat Perez untuk terus berkuasa di Real Madrid. Ya, Perez diam-diam sedang menyusun proyek “Galacticos Jilid 3”.

Proyek yang kelak makin mengukuhkan posisinya sebagai presiden Real Madrid. Tapi bukankah ia sudah berada di puncak? Untuk apa gerangan Perez serius lagi membangun proyek “Galacticos Jilid 3” padahal masa pemerintahannya sebentar lagi berakhir?

Pemilihan Presiden Real Madrid 2025

Real Madrid dijadwalkan akan menggelar pemilihan presiden baru tahun 2025 mendatang. Menurut sumber yang dilaporkan oleh media olahraga The Athletic, kecuali memiliki gangguan kesehatan, Florentino Perez akan kembali mengikuti Pemilu tersebut. Dan itu artinya Perez berpeluang terpilih lagi menjadi presiden Los Galacticos.

Sejauh ini tak ada kandidat lain yang layak menjadi penantang kuat Perez. Maka presiden yang terpilih pertama kalinya dengan mengalahkan Lorenzo Sanz itu tidak akan mendapat perlawanan berarti. Meskipun orang-orang terdekatnya mengatakan bahwa segala sesuatu tidak ada yang abadi.

Florentino Perez punya posisi yang kuat untuk mempertahankan kursi presiden. Bahkan tidak ada pembahasan khusus di tubuh Real Madrid untuk mencari suksesor baru Perez. Petenis Spanyol, Rafael Nadal memang pernah mengutarakan niatnya untuk menjadi presiden Real Madrid suatu hari nanti.

Pemimpin Mediaset, perusahaan media massa berbasis di Italia, Borja Prado juga sebenarnya bisa menjadi calon presiden Real Madrid berikutnya. Ia lumayan kaya dan perusahaannya memiliki koneksi yang luas. Mediaset sendiri adalah perusahaan yang didirikan oleh Silvio Berlusconi.

Namun, kedua orang itu bukan penantang sepadan bagi Perez. Lagi pula Borja Prado tak mungkin melawan Perez, wong dia rekan dekatnya. Perez akan sangat mungkin menambah masa kekuasaannya di Real Madrid. Selama ini, ia toh presiden dengan masa pemerintahan terlama setelah Santiago Bernabeu.

Jika presiden yang namanya diabadikan sebagai nama stadion itu memimpin selama kurang lebih 35 tahun, Perez sudah memimpin lebih kurang 20 tahun. Dan kalau 2025 terpilih lagi, maka Perez akan memimpin Real Madrid selama sekitar 24 tahun.

Mengakali Aturan

Rencana untuk mencalonkan lagi menjadi presiden sekaligus membantah rumor yang menyebut kalau Florentino Perez akan meninggalkan Real Madrid. Rumor itu muncul jelang akhir tahun 2023 lalu. Di mana Perez diisukan sudah mencari calon penggantinya nanti.

Akan tetapi, yang terjadi Perez bukan menyiapkan calon pengganti, melainkan mengajukan mosi untuk mengubah undang-undang klub. Laporan Football Espana mengatakan, Perez ingin menambah syarat bagi calon presiden Real Madrid. Isinya, siapa pun yang akan menjadi presiden Los Blancos harus sudah menjadi anggota socios selama sekurang-kurangnya 20 tahun.

Tidak hanya itu. Dalam usulan Perez, calon presiden Real Madrid haruslah berkewarganegaraan Spanyol. Jadi, warga negara Namibia tidak memenuhi persyaratan. Lalu, nah ini, siapa saja yang akan menjadi presiden El Real wajib memberikan jaminan bank sebesar 15% dari anggaran klub saat ini. Anggaran klub yang dimaksud senilai 120 juta euro atau sekira Rp2 triliun lebih.

Kandidat tidak harus menyetorkan uangnya. Tapi tidak ada bank yang sudi memberi pinjaman sebesar itu. Usulan Perez disinyalir agar tak ada siapa pun yang bisa menjatuhkannya dari atas kursi. Lagi pula usulan itu sudah menjadi aturan sejak tahun 2012. Mulai dari sana, Florentino Perez selalu terpilih di pemilu tahun 2013, 2017, dan 2021.

Menguasai Internal Real Madrid

Manuver politiknya tidak hanya di ranah regulasi. Perez juga mengakali bagaimana caranya agar internal Real Madrid berada dalam genggamannya. Ia taruh orang kepercayaannya, Jose Angel Sanchez sebagai direktur eksekutif Real Madrid. “Florentino Perez memutuskan, Jose Angel mengeksekusi” adalah karakteristik kepemimpinan pria berusia 76 tahun itu.

Meski eksekutornya di lapangan adalah Jose Angel Sanchez, tapi nama Perez lah yang akan terus melambung. Betul bahwa socios atau anggota memegang penuh kekuasaan Real Madrid. Mereka membayar iuran ke klub. Tapi, arah kebijakan klub tidak berada di tangan para socios, melainkan pimpinan eksekutif.

Ketika para pimpinan eksekutif membuat satu kebijakan harus mendapat persetujuan dari pimpinan tertinggi. Ia adalah Jose Angel Sanchez. Sementara Jose Angel akan membawa kebijakan itu ke Florentino Perez dan akhirnya disetujui.

Dengan begitu tidak ada yang bisa mendebat keputusan Perez. Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti telah mempelajari hal itu ketika dia dipecat oleh Perez. Lihatlah! Sekarang Don Carlo tidak neko-neko dan sendiko dawuh kepada Florentino Perez.

Proyek Galacticos Jilid III

Setelah bergerak di belakang. Usai mengakali aturan dan menguasai internal, seorang presiden akan membuai rakyat yang membayar pajak demi menaikkan citranya. Presiden di negara yang letaknya 12.361 kilometer dari Spanyol, biasanya melakukan itu dengan menyuplai berbagai macam bantuan.

Nah, kalau presiden klub tak begitu. Para anggota dan penggemar klub akan menilai dari apa yang sudah dilakukan presiden. Dari segi prestasi hingga bursa transfer. Perkara prestasi, Perez terbilang berhasil. Sepanjang 20 tahun pemerintahannya, 33 gelar sudah direngkuh Los Galacticos. Tidak ada seorang pun presiden Real Madrid yang menyamai jumlah itu.

Florentino Perez juga paham betul bagaimana memanfaatkan bursa transfer. Ia bangunlah proyek Galacticos. Sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh klub mana pun. Kendati kurang berhasil di edisi kedua, tapi Perez belum kapok dengan proyek “Galacticos”.

Kurang asoinya jogetan Real Madrid dalam bursa transfer di dua musim terakhir hanyalah kamuflase. Di balik itu, Perez sedang merencanakan proyek “Galacticos Jilid 3” dan Kylian Mbappe adalah satu-satunya pemain yang, menurut Perez, bisa dijadikan metronom dalam proyeknya kali ini.

Upaya Datangkan Pemain Mahal

Oleh sebab itu, Perez tak pernah berhenti membujuk Mbappe. Sekalipun putra sulung Fayza Lamari itu pernah menolaknya. Di final Liga Champions 2022 lalu, Perez datang ke Paris. Bukan hanya untuk kepentingan Real Madrid yang kala itu mencapai final, namun ia berharap menjalin sebuah kesepakatan besar.

Namun, Mbappe yang didekati Perez saat itu sama sekali tidak merespons. Malahan Mbappe justru memilih bertahan di PSG dengan berbagai klausul yang membuatnya seolah raja kecil di Paris. Mbappe memang dijadikan metronom dalam proyek “Galacticos Jilid 3”, tapi buka ia saja yang diinginkan Perez.

Ada nama Erling Haaland dan Jude Bellingham. Siapa menyangka, sebelum berseragam City, Haaland pernah didekati Perez. Sayangnya, dari dua nama itu hanya Jude Bellingham yang sudah berseragam Los Blancos. Pemain Inggris itu dibeli dengan harga yang amat tinggi, 103 juta euro (Rp1,7 triliun).

Walaupun sempat kehilangan kesempatan memboyong Haaland, tapi Perez masih tetap akan memasukkannya ke proyek “Galacticos Jilid 3”. Jadi, tahun depan bukan cuma Mbappe saja yang berseragam Real Madrid, tapi bisa jadi Haaland juga. Lho, bukankah Haaland nyaman di Manchester City?

Ya itu, kan omongan beliau hari ini. Kita tidak akan tahu apa yang terjadi di masa depan. Tapi apakah mungkin Real Madrid memboyong pemain mahal lagi setelah Bellingham dan Mbappe?

Mendatangkan Pemain Mahal? Sepele!

Demi memperkuat posisi, koneksi dan kekuasaan saja tidak cukup. Apalagi ini bicara kekuasan di klub sepak bola. Maka butuh pula yang namanya uang. Florentino Perez punya itu. Ingat bagaimana Perez sesumbar menyebut pembelian Zinedine Zidane hanya mengeluarkan sedikit uang Real Madrid?

Jika mengandalkan iuran socios, tidak masuk akal Real Madrid bisa membeli para pemain mahal. Di situlah peran Florentino Perez. Ia bahkan tidak perlu mencari pinjaman bank untuk memberikan dana jaminan ke klub.

Tahun 1981 Perez mengakuisisi perusahaan Construcciones Padros yang telah bangkrut dan namanya berubah menjadi Actividades de Construccion y Services atau ACS Group. Tahun 1997 Perez menjadi CEO-nya. Perusahaan yang dipimpin Perez itu menjelma pemain besar di bisnis konstruksi di Spanyol.

ACS Group mengambil proyek-proyek gede seperti pembangunan jalan raya, bandara, hingga jaringan kereta cepat. Wajar kalau laba bersih ACS Group bisa mencapai 576 juta euro (Rp9,8 triliun) tahun 2023. Sementara Forbes mencatat, kekayaan Perez bisa menyentuh 2,4 miliar euro (Rp41 triliun). Nah, ACS Group ini salah satu perusahaan yang menyuplai dana ke Real Madrid.

Namun, caranya tidak secara langsung tapi melalui pinjaman. Jadi apa yang disebut Perez berhutang itu tiada lain berhutang di perusahaannya sendiri. Itulah kenapa Real Madrid bahkan bisa membeli Cristiano Ronaldo seharga 94 juta euro (Rp1,6 triliun) tahun 2009 walaupun mereka sedang menderita krisis keuangan.

Lewat ACS Group ini pula Florentino Perez melunasi hutang klub yang menggunung sekaligus meraup keuntungan. Misalnya, ketika menjual tempat latihan lama seharga 500 juta euro (Rp8,5 triliun) pada 2001 untuk pembangunan distrik keuangan baru di kota. Nah, setelah terjual, ACS Group yang menjalankan proyek pembangunan distrik keuangan tersebut.

Pemilihan umum presiden Real Madrid baru akan dilakukan 2025 mendatang. Dengan kata lain masih ada satu musim lagi bagi Florentino Perez untuk memoles citranya agar terpilih.

Berbagai terobosan sudah ia lakukan. Selain apa yang sudah disebutkan, Perez juga sudah merenovasi Bernabeu. Well, kalau menurut football lovers, kira-kira mbah-mbah yang satu ini bakal lanjut jadi presiden Real Madrid atau tidak, ya?

Sumber: Marca, Football-Espana, Sport, TheAthletic, OneFootball, TribuneMag, FootyRoom

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru