Asal Mula Kata “Bayer” dalam Bayer Leverkusen

spot_img

Musim ini, siapa yang tak membicarakan Bayer Leverkusen? Dari media olahraga hingga media fashion semuanya membahas klub yang sedang berusaha menggulingkan dominasi Bayern Munchen di kompetisi Bundesliga. Namun, pernahkah kalian bertanya mengapa Leverkusen justru menggunakan nama depan “Bayer” bukan “Bayern” layaknya Bayern Munchen?

Usut punya usut penggunaan nama depan “Bayer” ini erat kaitannya dengan sejarah bagaimana klub ini terbentuk. Sejarah itu pula yang pada akhirnya membuat Leverkusen mendapat hak istimewa untuk melanggar regulasi 50+1 yang sudah disepakati dan tentunya sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat lokal Jerman. Lantas, bagaimana ceritanya kok Leverkusen punya privilege seperti itu?

Makna dari Kata “Bayer”

Secara harfiah, kata Bayer jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti “Orang Bavaria”. Sederhananya, Bayer adalah sebutan untuk penduduk asli Bavaria. Sementara Bavaria adalah negara bagian terbesar yang berada di sebelah tenggara Jerman. Wilayah tersebut bahkan mencakup sekitar seperlima dari total luas daratan Negara Jerman itu sendiri.

Memiliki wilayah yang besar dan perekonomian yang sangat baik, Bavaria juga telah melahirkan banyak klub sepakbola ternama macam FC Nürnberg, FC Augsburg, TSV 1860 Munich, FC Ingolstadt 04, SpVgg Greuther Fürth, dan tentu saja Bayern Munchen. 

Menariknya, klub yang sedang kita bahas kali ini, yakni Bayer Leverkusen bukan berasal dari wilayah Bavaria. Dari namanya saja sudah kelihatan, klub yang musim ini dilatih Xabi Alonso itu berasal dari Kota Leverkusen, sebuah wilayah yang terletak di Jerman bagian Barat.

Sisi Gelap Perusahaan Bayer

Lantas, mengapa Die Werkself menggunakan kata ‘Bayer’? Ternyata, kata tersebut bukan melambangkan suatu daerah, melainkan berkaitan dengan sebuah perusahaan farmasi yang bernama Bayer AG. Perusahaan tersebut berkantor di Kota Leverkusen. Perusahaan mengambil nama tersebut dari salah satu pendirinya yang bernama Friedrich Bayer. 

Maka dari itu, jika ditelusuri sejarahnya, kata Bayer yang digunakan Leverkusen erat kaitanya terhadap nama perusahaan keluarga. Menariknya, pada awal beroperasi tahun 1863, perusahaan Bayer tidak memproduksi obat-obatan seperti sekarang, melainkan bahan pewarna. 

Pada saat itu bahan pewarna dianggap barang mewah di Eropa, khususnya Jerman. Target pasarnya kala itu adalah angkatan bersenjata yang ingin mewarnai seragamnya. Berkecimpung di dunia kimia, Bayer juga sempat diminta untuk memproduksi bahan peledak untuk tentara Jerman di Perang Dunia I, sebelum akhirnya beralih fungsi menjadi pabrik obat pada tahun 1899. 

Dalam riwayatnya, perusahaan Bayer juga diketahui memiliki hubungan dengan Nazi. Dilansir Drug Watch, terdapat dokumen gugatan dari Eva Mozes Kor tahun 1999 yang menyatakan bahwa perusahaan Bayer terlibat dalam eksperimen ilegal terhadap manusia. 

Bayer digugat karena disinyalir menyuap pejabat Nazi demi akses ke para tahanan. Para tahanan itu digunakan untuk kelinci percobaan obat-obatan buatan mereka sebelum diedarkan ke masyarakat. 

Terbentuknya Bayer Leverkusen

Setelah peran dunia selesai dan kehidupan kembali normal, Bayer AG yang terus berkembang pesat memiliki ratusan pekerja. Suatu saat, para pekerja ini ingin mendirikan tim olahraga untuk mengisi waktu luang selepas bekerja. Perwakilan serikat pekerja pun mengajukan proposal ke pimpinan perusahaan. Tanpa berpikir dua kali, pihak Bayer AG langsung menyetujui ide tersebut. 

Awalnya, konsentrasi para buruh bukan hanya pada sepakbola. Mereka membentuk TSV Bayer 04 Leverkusen pada tahun 1904, klub olahraga yang anggotanya juga berpartisipasi dalam cabang olahraga lain seperti atletik, senam, bola basket, dan olahraga lainnya termasuk dayung, tenis, dan hoki.

Barulah pada tahun 1999, pihak perusahaan memutuskan untuk menyeriusi cabang olahraga dan memisahkannya dari organisasi. Karena tetap berada dalam naungan Bayer AG, nama yang dipilih tetap sama, yakni Bayer Leverkusen. Lahir dari segerombolan pekerja pabrik, Leverkusen akhirnya menyandang julukan Die Werkself, yang memiliki arti “kesebelasan pabrik”.

Bayer Leverkusen pertama kali promosi ke kasta tertinggi Bundesliga pada 1979, dan terus berada di divisi teratas sejak saat itu. Pencapaian ini tentu saja tak lepas dari manajemen dan pendanaan yang baik dari perusahaan Bayer. Bersama perusahaan Bayer, Die Werkself menempuh jalan berliku sebelum akhirnya terkenal, memiliki banyak fans yang setia, dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Salah satu yang sempat dipertanyakan dari keberadaan Leverkusen di Bundesliga adalah statusnya sebagai tim yang mendapat “hak istimewa”. Die Werkself jadi salah satu tim yang diperbolehkan untuk tidak mematuhi regulasi 50+1 yang sudah disepakati seluruh peserta Bundesliga sebelumnya.

Tak Patuh Regulasi 50+1

Ngomong-ngomong soal regulasi 50+1, regulasi ini sudah diterapkan oleh pengelola Liga Sepakbola Jerman sejak tahun 1998 silam. Itu berarti peraturan ini sudah ada satu tahun sebelum Bayer Leverkusen menjadi klub profesional. Regulasi 50+1 adalah aturan yang dirancang untuk menjaga stabilitas finansial, bukan untuk memperkaya klub.

Sederhananya, saham mayoritas klub harus dimiliki oleh pihak non komersial, yaitu para fans. Jumlahnya 51% dari keseluruhan saham klub. Sementara pihak asing yang hendak berinvestasi hanya boleh mengambil alih saham sisanya, yaitu 49%. Tidak boleh lebih dari itu. Regulasi ini berlaku untuk seluruh liga di bawah naungan Bundesliga.

Tapi, untuk persentase pembagiannya, setiap klub punya caranya masing-masing. Bayern Munchen contohnya. Klub yang didirikan oleh sebelas pesepakbola amatir itu, kepemilikan hak suara suporternya mencapai 82% dan sisanya yang dijual ke investor eksternal.

Tujuannya agar para pendukung bisa ambil bagian dalam menentukan kebijakan klub. Dengan kepemilikan bersama, ikatan antara klub dengan para pendukung akan sangat erat. Hal-hal semacam tak ada pada Bayer Leverkusen. Karena pemilik saham mayoritas mereka bukanlah fans, melainkan perusahaan Bayer AG.

Kita semua tahu bahwa fans sepakbola di Jerman cukup kritis soal aturan ini. Bahkan, ketika RB Leipzig muncul dengan segala kontroversinya, sebagian besar penikmat sepakbola Jerman kompak menunjukan penolakan terhadap klub berlogo banteng tersebut. Menariknya, hal itu tak dialami oleh Bayer Leverkusen. Pengecualian Leverkusen ini ternyata terkait tradisi klub.

Pihak operator liga memberikan pengecualian karena Bayer Leverkusen merupakan tim yang didirikan dan telah menggantungkan hidup dari perusahaan lokal selama lebih dari 20 tahun. Itu sangat berbeda dari apa yang dilakukan Leipzig. Mereka lahir dan dikembangkan oleh perusahaan asing. Kita semua tahu bahwa Red Bull merupakan perusahaan minuman berenergi dari Austria.

Bukan Hanya Bayer Leverkusen

Tapi Bayer Leverkusen bukan satu-satunya klub yang mendapat keistimewaan ini. Pihak Bundesliga juga memberikan pengecualian yang sama pada Wolfsburg. Setali tiga uang dengan Leverkusen, klub yang identik dengan warna hijau ini merupakan tim sepakbola yang didirikan oleh perusahaan otomotif yang berbasis di Berlin, Jerman, Volkswagen.

Wolfsburg didirikan pada 1938 untuk menampung para pekerja Volkswagen yang ingin memiliki kegiatan positif di sela-sela pekerjaan yang mulai membosankan. Awalnya, kesebelasan tersebut bernama BSG Volkswagenwerk Stadt des KdF-Wagen. Tim tersebut sempat bubar setelah perang dunia ke II. 

Lalu, para pekerja kembali membentuk tim namun berganti nama menjadi VSK Wolfsburg, sebelum akhirnya dikenal sebagai VfL Wolfsburg. Nama itu diambil dari kota Wolfsburg di mana perusahaan Volkswagen pertama kali didirikan.

Itulah sejarah panjang yang membuat Bayer Leverkusen menjadi klub yang unik di Bundesliga. Seperti julukannya, Die Werkself didirikan oleh perusahaan lokal, bukan sekumpulan individu seperti halnya Bayern Munchen dan beberapa klub Jerman lainnya.

Sumber: Bundesliga, Bayer.com, DW, Drug Watch

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru