Timnas Prancis menjadi salah satu unggulan di ajang Piala Eropa 2020 ini. Hal itu terasa sangat wajar setelah tim ayam jantan merupakan negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia pada 2018 silam. Selain itu, mereka juga menjadi finalis di ajang Piala Eropa 2016, yang digelar di tanah sendiri.
Bicara tentang timnas Prancis, maka kita akan tertuju pada kekuatan yang luar biasa di segala lini. Salah satu sorotan yang selalu tertuju pada kekuatan Le Bleus adalah gelandang. Disana terdapat dua nama hebat yang memiliki kualitas jempolan. Adalah Paul Pogba dan N’Golo Kante.
Pogba dan Kante merupakan dua gelandang hebat yang sukses memberi kejayaan bagi Prancis. Tidak diragukan lagi seberapa hebat kontribusi yang diberikan oleh kedua pemain tersebut. Pada laga pembuka gelaran Piala Eropa 2020 melawan Jerman, dua nama ini bahkan menjadi yang sering dibahas. Kante yang ketika itu tampil selama 90 menit lamanya berhasil mencatatkan statistik yang membuat semua terkesan.
N'Golo Kante vs Germany:
66 touches
45 accurate passes (88.2%)
3/3 long balls
3/8 ground duels won
2 tackles
2 interceptions
1 clearance
7 recoveriesAnother commanding display in midfield. 👑 pic.twitter.com/1BLpa3hlUz
— ExpectedChelsea (@ExpectedChelsea) June 15, 2021
Di laga melawan tim yang tak bisa dipandang sebelah mata, Kante berhasil catatkan 66 sentuhan sepanjang laga. Selain itu dia juga memiliki akurasi umpan sebesar 88,2%. Tak sampai disitu saja, dia juga berhasil catatkan dua takel, dua intersep, dan satu sapuan. Berkatnya, Prancis tampil begitu nyaman dan tak jarang menguasai pertandingan.
Kemudian yang tak kalah menggelegar adalah peran Paul Pogba di posisi yang sama. Pemain milik Manchester United ini tampil sangat efektif. Kekreatifannya bahkan turut meringankan peran Kante di lini tengah. Lebih lanjut, Pogba memainkan peran kunci dalam satu-satunya gol yang tercipta di laga itu. Operan briliannya kepada Lucas Hernandez menjadi awal dari petaka Jerman yang kebobolan melalui gol bunuh diri.
Secara keseluruhan, Pogba telah menciptakan 82% akurasi umpan, 74 sentuhan dimana 3 diantaranya berada di kotak penalti lawan. Lebih lanjut, dia berhasil mengirim empat umpan ke dalam kotak penalti lawan, tiga intersep, dan dua takel sempurna.
Berkat perannya yang begitu krusial di laga tersebut, Pogba akhirnya terpilih sebagai pemain yang menerima penghargaan man of the match di laga Prancis melawan timnas Jerman.
Duet Pogba dan Kante
Pogba dan Kante, sekali lagi, pantas disebut sebagai dua gelandang terbaik saat ini. Bahkan ada fakta yang mengatakan bila ketika dua pemain tersebut tampil sebagai starter dalam 28 laga timnas Prancis, tidak ada satupun kekalahan yang didapat! Kedua pemain ini telah merasakan 22 kemenangan dan 6 hasil imbang.
N'Golo Kante vs Germany:
66 touches
45 accurate passes (88.2%)
3/3 long balls
3/8 ground duels won
2 tackles
2 interceptions
1 clearance
7 recoveriesAnother commanding display in midfield. 👑 pic.twitter.com/1BLpa3hlUz
— ExpectedChelsea (@ExpectedChelsea) June 15, 2021
Duet brilian keduanya, seperti diketahui, berhasil menelurkan gelar Piala Dunia kedua bagi timnas Prancis. Pressing dan crossing menjadi kekuatan Pogba dan Kante, yang mana membuat mereka kemudian menjadi gelandang paket komplit.
Kante yang memang sudah menjadi pemain berkualitas sejak masih berseragam Leicester semakin berkembang kala tampil bersama the Blues Chelsea. Dia merupakan tipe gelandang yang memiliki energi, kecepatan, daya jelajah tinggi, dan tentunya pandai memenangkan bola. Kante adalah orang sebenarnya yang menjadi sumber dari kekuatan Chelsea.
Selain berhasil mempertahankan gelar Liga Primer Inggris plus mengantar Chelsea memenangkan trofi Liga Europa pada tahun 2019, Kante juga tampil begitu brilian kala tampil di ajang Liga Champions Eropa pada musim 2020/21.
Sebanyak tiga penghargaan pemain terbaik sukses dilibas oleh pria asal Prancis ini, dimana salah satunya didapat pada laga final melawan Manchester City.
Dalam perjalanannya membawa Chelsea naik ke panggung tertinggi, Kante bahkan mampu meredam permainan deretan gelandang kelas dunia seperti Luka Modric, Toni Kroos, hingga Kevin de Bruyne dan Ilkay Gundogan, seorang diri.
Dia punya statistik mengagumkan hingga disebut-sebut bakal memenangkan penghargaan Ballon D’or di tahun ini.
Berikutnya ada Paul Pogba. Si kaki gurita dengan kemampuan gemilang ini sukses membuat peran Kante jadi lebih sempurna. Kombinasi dua pemain tersebut membuat Prancis benar-benar tampil brilian sepanjang laga, bahkan ketika bertemu dengan tim raksasa sekalipun.
Pogba berhasil tampil impresif musim lalu bersama Manchester United. Dia menjadi andalan dengan permainan ciamiknya. Tak jarang, eks pemain Juventus ini mengancam lini pertahanan lawan lewat tendangan jarak jauhnya. Jangan lupakan pula ketika dia sudah memberi umpan kepada para penyerang. Satu sontekan saja, gol bisa tercipta bila sang penyerang memang punya naluri menakutkan.
Pogba is once in a generation player. Drop all the agendas and just enjoy him
— RiZzy🔴 (@RiZzyUTD) June 23, 2021
Lebih dari itu, kemampuan Paul Pogba tampak lebih istimewa dengan kecepatan yang dimilikinya. Dia yang tak jarang membantu serangan seolah hanya meminta para penyerang untuk fokus mencetak gol saja. Tak perlu repot-repot menjemput bola ke belakang.
Toh, bila Pogba melewatkan kesempatan untuk mengambil bola dari lawan, masih ada Kante yang tentunya berada dimana-mana.
Ya, ketika sudah ada Kante dan Pogba dalam satu lapangan, seperti yang sudah dijelaskan, kecil kemungkinan bagi Prancis untuk menerima kekalahan. Didier Deschamps tentu sangat bersyukur memiliki dua gelandang yang saling melengkapi satu sama lain. Sekali lagi, ketika Kante fokus mempertahankan atau bahkan mengambil bola dari lawan, Pogba yang memainkan peran lebih menyerang akan dengan senang hati menjadi penyuplai si kulit bundar ke lini depan.
Kekuatan lini tengah timnas Prancis di gelaran euro kali ini sendiri semakin terbantu dengan kehadiran Adrien Rabiot. Gelandang milik Juventus itu bisa saja menjadi senjata rahasia timnas Prancis ketika semua berfokus pada Kante dan Pogba. Atau mungkin nama Corentin Tolisso, gelandang berbakat yang bisa juga membantu peran keduanya.
Prancis memang pantas disebut sebagai salah satu calon juara. Selain punya deretan skuad mumpuni, keberadaan Kante dan Pogba semakin memberi rasa aman bagi para penggemar untuk menonton pertandingan tim kesayangan.
Respon Kedua Pemain
Ketika ditanya tentang kombinasinya dengan Paul Pogba, Kante dengan senang hati menyebut bila Pogba adalah rekan satu tim yang mengagumkan, terutama jika mengingat momen di Piala Dunia 2018.
“Kami ingat Piala Dunia yang kami mainkan bersama. Senang bermain dengan Paul,”
“Di atas lapangan, kami merasa hebat. Aku puas dengan kinerja kami dan tim. Kami berada di level yang kami butuhkan.”
“Banyak yang diharapkan dari kami. Kami adalah juara dunia dan Euro akan menjadi tantangan lainnya, tetapi kami pasti adalah tim yang hebat,”
Sementara Pogba, pemain berusia 28 tahun itu merasa terhormat bisa bermain dengan Kante di ajang Piala Eropa kali ini.
“Aku berharap bahwa fakta kami tak terkalahkan ini akan terus berlanjut. Senang berada di sisinya, suatu kehormatan bagi ku untuk bermain dengan pemain seperti dia (Kante). Selanjutnya di tim ini semakin kuat dengan kedatangan Karim Benzema. Secara individu, ini merupakan dorongan bagi tim,” ujar Paul Pogba.
Sumber referensi: bolasport, tribuna, chelsea, transfermarkt, kapten


