Jarang Main di Klub, 5 Pemain Ini Tampil Bagus di Euro 2020

  • Whatsapp
Jarang Main di Klub, 5 Pemain Ini Tampil Bagus di Euro 2020
Jarang Main di Klub, 5 Pemain Ini Tampil Bagus di Euro 2020

Bukan Euro namanya kalau tidak menyajikan kejutan. Salah satunya adalah penampilan bagus dari beberapa pemain yang justru di musim lalu jarang mendapat menit bermain di klubnya.

Anomali tersebut terjadi di beberapa tim peserta. Tanpa diduga, mereka justru jadi pemain andalan negaranya di Piala Eropa tahun ini walaupun hanya berstatus pemain cadangan di klubnya.

Bacaan Lainnya

Meskipun jarang tampil di musim lalu, mereka justru tampil bagus setidaknya sepanjang babak grup Euro 2020. Untuk itulah starting eleven sajikan daftar 5 pemain yang jarang main di klubnya tetapi justru tampil bagus di Euro tahun ini.

 

1. Tomas Vaclik

Tomas Vaclik merupakan mantan kiper nomor 1 Sevilla. Vaclik yang dibeli dari FC Basel dengan harga 6 juta euro pada musim panas 2018/2019 menjadi kiper utama Sevilla selama hampir 2 musim. Setidaknya status tersebut ia emban hingga Sevilla mendatangkan Yassine Bouonu.

Ketika Bouono datang di musim 2019/2020, Vaclik mesti berbagai tempat dengan kiper Maroko tersebut. Ia diberi jatah tampil di La Liga, sementara Bouono tampil di Copa del Rey dan Liga Europa. Tak disangka, Bouono yang dipinjam dari Girona justru tampil bagus dan membantu Sevilla juara Liga Europa 2020.

Singkat cerita, Bouono dipermanenkan Sevilla dan berhasil merebut jatah kiper utama sejak awal musim lalu. Apalagi, Vaclik juga beberapa kali menderita cedera. Hal itulah yang mengubah nasibnya dari yang awalnya kiper utama kini hanya menjadi kiper kedua Sevilla.

Nasib itu juga sedikit mempengaruhi posisinya di timnas Republik Ceko. Sebelum Euro 2020, jatah kiper utama timnas Ceko hampir pasti jadi milik Jiri Pavlenka yang selalu tampil reguler bagi Werder Bremen selama semusim terakhir. Apes, Pavlenka mengalami cedera saat berlatih dengan timnas Ceko tepat sebelum Euro dimulai.

Akhirnya, jatah kiper utama timnas Ceko jatuh kembali ke tangan Tomas Vaclik. Tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Vaclik selalu tampil prima dengan balutan jersey tim nasional. Ia langsung menjawab kepercayaan tersebut dengan penampilan heroik di laga pertama versus Skotlandia.

Vaclik mencatat 5 kali saves dan menjaga gawangnya clean sheet untuk membantu Ceko menang atas Skotlandia. Ia selalu jadi starter di babak grup Euro 2020. Sejauh ini, Vaclik baru kebobolan 2 gol dan sekali mencatat clean sheet. Ia juga membantu ceko lolos ke babak 16 besar setelah di laga kedua berhasil menahan imbang Kroasia.

Penampilan bagusnya di Euro mengundang teka-teki soal masa depannya di Sevilla. Pasalnya, kontraknya di Sevilla akan habis akhir Juli 2021. Sebelum Euro, Vaclik telah mengutarakan niatnya untuk hengkang dan telah memposting kalimat perpisahan kepada para fans Sevilla.

Menarik untuk disimak perjalanan karier Tomas Vaclik selepas Euro 2020. Dengan penampilan bagus yang ia tunjukkan dan statusnya yang free agents di musim panas ini, akan sangat beruntung tim yang mendapat jasa Vaclik di musim baru nanti.

 

2. Andriy Yarmolenko

Namanya memang tak setenar Andriy Shevchenko. Namun, Andriy Yarmolenko adalah pencetak gol terbanyak kedua timnas Ukraina dengan 42 gol, hanya berjarak 6 gol dari rekor yang dipegang Shevchenko. Sayangnya, kehebatan Yarmolenko di tim nasional tak begitu berlaku di level klub.

Selepas memutuskan hengkang dari Dynamo Kyiv pada musim panas 2017, ia kesulitan beradaptasi di Borussia Dortmund yang menebusnya dengan harga 25 juta euro. Hanya bertahan semusim, Yarmolenko kemudian dilepas ke West Ham United dengan mahar 20 juta euro di musim panas 2018.

Setali tiga uang, nasib winger Ukraina itu tak lebih baik. Ia hanya tampil 9 kali di musim pertama akibat cedera parah pada bulan Oktober 2018 yang membuatnya absen hingga akhir musim. Di musim keduanya, Yarmolenko berhasil mencatat 23 caps di Liga Primer Inggris dan menyumbang 5 gol dan 1 asis bagi The Hammers.

Akan tetapi, nasib apes kembali menimpanya musim lalu. Selepas kedatangan Jarrod Bowen, Said Benrahma, dan Jesse Lingard, serta masalah kebugaran yang ia derita membuat menit bermain Yarmolenko di West Ham United menurun drastis.

Musim lalu, ia hanya tampil sebanyak 24 kali di semua kompetisi, mencetak 3 gol dan 5 asis. Di Premier League, ia hanya tampil 15 kali dan mencetak 1 asis. Namun, Yarmolenko hanya tampil sebagai pemain pengganti saja.

Apalagi, sejak paruh kedua liga, ia mulai kehilangan tempat akibat cedera ligamen lutut yang ia derita di bulan Februari. Bahkan, setelah itu ia hanya tampil sekali di laga versus Everton pada bulan April dan pernah 3 kali terlempar ke tim cadangan The Hammers.

Meski nasibnya kurang mujur di klub, Andriy Yarmolenko adalah bomber sejati di timnas Ukraina. Ia selalu tampil di babak grup dan memimpin pasukan Andriy Shevchenko sebagai kapten. Total, ia telah mengemas 2 gol dan 1 asis serta mengantar Ukraina lolos ke babak 16 besar Euro 2020 sebagai salah satu tim terbaik ketiga. Ia juga dinobatkan sebagai Star of The Match di laga versus Makedonia Utara setelah menyumbang 1 gol dan 1 asis.

Yarmolenko diketahui masih memiliki kontrak di West Ham sampai 30 Juni 2022. Namun kabar terbaru menyebut bahwa ia enggan memperpanjang kontraknya. Dengan penampilan bagus di Euro, West Ham akan sedikit diuntungkan apabila menjual Yarmolenko di musim panas ini.

 

3. Joe Morrell

Wales berhasil memastikan 1 tempat di babak 16 besar Euro 2020. Kepastian itu mereka dapat pasca meraih 4 poin di Grup A berkat sekali menang dan sekali imbang. Hal itu memberi harapan kepada Wales untuk mengulang pencapaian mereka di Euro 2016 yang mampu melaju hingga babak semifinal.

Kesuksesan timnas Wales tersebut tak bisa dilepaskan dari peran gelandang tengah mereka, Joe Morrell. Pemain 24 tahun itu selalu tampil mendampingi Joe Allen sepanjang babak grup Euro 2020. Penampilan apik ia tampilkan di laga perdana melawan Swiss. Morrell melepas umpan lambung nan indah yang sukses dieksekusi menjadi gol oleh Kieffer Moore.

Selain menyumbang 1 asis, Morrel juga mencatat 2 dribble sukses, 9 recovery, 4 tekel, 1 blok, dan 2 sapuan. Namun, statistik apiknya di Euro tahun ini sangat kontras dengan pencapaian Morrel di klub. Ia hanyalah penggawa Luton Town, klub divisi Championship dan belum pernah sekalipun mencicip kompetisi kasta tertinggi liga Inggris.

Selain itu, Joe Morrel bukanlah pemain reguler di Luton Town. Musim lalu ia hanya tampil 11 kali di semua ajang dan hanya 2 kali bermain selama 90 menit, sisanya, ia hanyalah pemain pengganti. Bahkan, ia terakhir kali tampil bagi Luton Town pada akhir Februari lalu.

Dengan lolosnya Wales ke babak gugur, Morrel masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Bukan tak mungkin akan ada klub yang menawarnya selepas Euro 2020.

 

4. Billy Gilmour

Selepas dinobatkan sebagai pemain terbaik akademi Chelsea musim 2019/2020, Billy Gilmour dipermanenkan sebagai penggawa tim senior The Blues pada Februari 2020. Di musim tersebut, ia tampil sebanyak 6 kali di Premier League, 3 kali di FA Cup, dan 2 kali di EFL Cup.

Ia juga langsung dinobatkan sebagai Man of The Match di laga debutnya di Premier League saat menghadapi Everton, 8 Maret 2020. Penghargaan itu ia dapat tak lama setelah mendapat gelar Man of The Match di laga Piala FA menghadapi Liverpool, 3 Maret 2020.

Musim lalu, Billy Gilmour juga hanya tampil 11 kali bersama The Blues di semua ajang. Ia juga tampil 2 kali di Liga Champions musim lalu dimana Chelsea keluar sebagai juara. Hebatnya, Billy yang melakoni laga debut di Liga Champions pada pertandingan melawan Krasnodar juga dinobatkan sebagai Man of The Match di laga yang berakhir imbang 1-1 itu.

Berkat penampilan apik itu, Billy Gilmour langsung dipanggil ke timnas senior Skotlandia yang bersiap berlaga di Euro 2020. Ia baru debut di timnas pada 2 Juni lalu saat Skotlandia beruji coba dengan Belanda.

Meski baru berusia 20 tahun, Billy Gilmour menunjukkan penampilan yang luar biasa di Euro 2020. Ia melakoni debutnya di laga melawan Inggris. Di laga tersebut, Ia jadi tembok kokoh sekaligus pengalir serangan Skotlandia. Berposisi sebagai gelandang, ia mencatat 1 tekel, 4 recovery, dan mencatat akurasi passing 89%.

Atas performanya, Billy Gilmour dinobatkan UEFA sebagai Star of The Match alias pemain terbaik di laga tersebut. Sayang, Billy hanya tampil sekali di Euro 2020. Pasalnya, sebelum laga terakhir melawan Kroasia, ia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. Akibat hal itu, Skotlandia kalah melawan Kroasia dan tersingkir dari Euro 2020.

 

5. Danny Ward

Danny Ward adalah sebaik-baiknya contoh pemain yang sangat jarang tampil di klub, tapi justru menampilkan performa luar biasa saat tampil di Euro 2020. Bagaimana tidak, kiper Leicester City itu belum pernah tampil lagi di Liga Primer Inggris sejak 1 Mei 2016. Kala itu ia masih berseragam Liverpool.

Begitu pindah ke Leicester City pada musim panas 2018, kiper 28 tahun itu jadi cadangan abadi Kasper Schmeichel. Ward hanya mencatat 14 penampilan selama 3 musim. Itupun hanya tampil di FA Cup, EFL Cup, dan Liga Europa.

Meski sudah begitu lama tak merasakan laga kompetitif, Ward tetap jadi pilihan utama Robert Page di bawah mistar gawang timnas Wales. Ia menggeser posisi tersebut dari kiper senior Wayne Hennessey. Danny Ward kemudian membayar tuntas kepercayaan tersebut dengan performa gemilang.

Ia membantu Wales lolos ke babak 16 besar Euro 2020. Penampilan terbaik langsung ia tunjukkan kala berjumpa Swiss di laga perdana. Ward membuat 3 saves yang membantu Wales menahan imbang Swiss 1-1.

Di laga kedua, Ia sukses mencatat clean sheets. Ia juga membuat 5 saves dalam kemenangan penting 2-0 Wales atas Turki. Total, Danny Ward telah membuat 14 saves hanya dalam 3 laga babak grup Euro 2020.

Performa gemilangnya di Piala Eropa jelas mengundang teka-teki soal masa depannya di Leicester City. Ward diketahui baru memperpanjang kontraknya hingga Juni 2025 pada bulan April lalu. Para pendukung The Foxes dibuat kagum dengan penampilan Danny Ward di Euro 2020 dan berharap ia bakal mendapat kesempatan tampil lebih banyak di musim depan.

***
Sumber Referensi: Leicestermercury, Football-espana, Hammers News, Indosport, Kompas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *