Peta Kekuatan 16 Tim di Babak 16 Besar Euro 2020

spot_img

Euro 2020 telah menyelesaikan babak grup. 8 tim telah dipastikan angkat koper, sementara 16 tim melaju ke babak gugur. Tak banyak kejutan soal tim peserta yang lolos ke fase gugur. Hanya saja hasil undian 16 besar bakal mempertemukan duel-duel sengit.

Berdasarkan hasil undian yang telah jauh-jauh hari dilakukan, ke-16 tim yang lolos ke fase gugur telah ditentukan tempat dan calon lawannya. Lalu, bagaimana peta kekuatan masing-masing tim di babak 16 besar Euro 2020? Berikut starting eleven ulas untuk Anda.

 

1. Wales vs Denmark

Pertandingan pertama babak 16 besar akan mempertemukan 2 tim kuda hitam, Wales dan Denmark. Keduanya lolos ke babak gugur sebagai runner-up Grup A dan Grup B. Wales melaju setelah menahan imbang Swiss 1-1 dan menundukkan Turki 2-0.

Sementara Denmark menunjukkan jati diri sebagai tim dinamit. Kandas di 2 laga awal, Denmark meledak di laga terakhir kala membantai Rusia 4-1. Suntikan semangat pasca membaiknya kondisi Christian Eriksen sepertinya membantu Denmark bangkit.

Tanpa Eriksen, pelatih Kasper Hjulmand mengubah formasi Denmark dari 4-3-3 menjadi 3-4-3. Serangan Denmark jadi kerap berasal dari kedua sisi sayapnya khususnya Joakim Maehle dan Mikkel Damsgaard di sisi kiri dengan Yussuf Poulsen sebagai ujung tombak yang telah mengemas 2 gol.

Pierre-Emile Hojbjerg yang menyumbang 3 asis wajib diwaspadai lini tengah Wales yang masih mempertahankan Joe Allen dan Aaron Ramsey. Pertahanan Denmark yang dikomandoi Simon Kjaer dan Andreas Christensen perlu hati-hati dengan kecepatan Gareth Bale dan Daniel James.

Denmark dan Wales sudah bertemu 10 kali. Laga keduanya tak pernah berakhir imbang dengan Tim Dinamit memenangi 6 laga. Di 2 laga terakhir, Wales juga selalu kalah dari Denmark. Terakhir kali The Dragon menang terjadi pada laga persahabatan November 2008 silam.

Sesuai hasil undian, pertandingan ini sendiri akan berlangsung di Johan Cruyff Arena pada Sabtu, 26 Juni pukul 23:00 WIB. Duel antara Wales dan Denmark bakal jadi duel sengit 2 kiper Leicester City, Danny Ward dan Kasper Schmeichel . Siapapun pemenang laga ini akan berhadapan dengan Belanda atau Republik Ceko.

 

2. Italia vs Austria

Pertandingan kedua babak 16 besar Euro 2020 mempertemukan Italia dan Austria. Laga ini bagaikan duel Serie A vs Bundesliga. Pasalnya, dalam skuad Gli Azzurri terdapat 22 pemain dari tim Serie A. Sementara di kubu Das Team terdapat 20 pemain dari tim-tim Bundesliga Jerman.

Italia tampil begitu ganas di babak grup. Mereka jadi tim produktif kedua dengan 7 gol. Gli Azzurri menyapu bersih kemenangan tanpa kebobolan satupun gol. Bahkan, dibawah asuhan Roberto Mancini, Italia sudah tak terkalahkan selama 30 laga.

Sementara itu, kiprah Austria di Euro 2020 menjadi capaian terbaik mereka di ajang Piala Eropa. Sebelumnya, Das Team selalu terhenti di babak grup Euro edisi 2008 dan 2016. Tergabung dalam Grup C, David Alaba dkk sukses meraih 6 poin berkat kemenangan atas Makedonia Utara dan Ukraina.

Memakai formasi 3-5-2, pasukan Franco Foda kerap mengandalkan umpan lambung dengan sang target-man Sasa Kaladzic, bomber bertinggi badan 2 meter. Italia juga harus mewaspadai Marko Arnautovic, bomber tertajam yang dimiliki Austria saat ini.

Namun sebelum itu, Italia mesti meredam David Alaba dan Marcel Sabitzer, motor serangan sekaligus pertahanan Austria. Keduanya sudah mengemas 1 asis. Kondisi yang sama juga wajib diwaspadai Austria dimana Italia punya trio Gelandang Manuel Locatelli, Jorginho, dan Nicolo Barella.

Jangan lupakan juga sosok Marco Verratti yang sudah sembuh dari cedera. Lini pertahanan Italia yang dihuni Bastoni dan Bonucci akan jadi hambatan taktik long ball Austria. Sementara lini bertahan Austria mesti mewaspadai kecepatan dan keterampilan dua winger Gli Azzurri, Domenico Berardi dan Lorenzo Insigne yang siap menyuplai Ciro Immobile.

Austria terakhir kali menang atas Italia pada laga persahabatan 10 Desember 1960. Setelah itu, Das Team tak pernah menang dari Gli Azzurri. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada laga uji coba 20 Agustus 2008 di mana laga berakhir sama kuat 2-2.

Sementara di turnamen internasional, kedua tim terakhir berjumpa di Piala Dunia 1990 dan 1998 di mana Italia selalu memenangi laga tersebut. Italia jelas lebih diunggulkan, tetapi Austria jelas tak ingin kalah.

Laga kedua tim akan berlangung di Stadion Wembley pada Minggu, 27 Juni pukul 02:00 WIB. Siapapun yang menang sudah ditunggu pemenang laga antara Portugal dan Belgia.

 

3. Belanda vs Republik Ceko

Pertandingan ketiga 16 besar Euro 2020 mempertemukan Belanda dan Republik Ceko. Ceko lolos sebagai peringkat tiga terbaik dari Grup D sementara Belanda adalah pemunck Grup C. Belanda sukses menyapu bersih 3 laga babak grup dengan kemenangan.

Menariknya, top skor sementara Belanda di Euro 2020 adalah Georginio Wijnaldum. Gelandang baru PSG itu sudah mencetak 3 gol. Sementara top skor kedua Tim Oranye adalah Denzel Dumfries, bek kanan 25 tahun yang sudah mencetak 2 gol. Sementara Memphis Depay yang sudah mencetak 2 gol dan 1 asis tetap jadi tumpuan lini depan Belanda.

Belanda adalah tim paling produktif di Euro 2020. Mereka sudah mencetak 8 gol sepanjang babak grup. Untuk itulah, pertahanan Ceko yang dipimpin Vladimir Coufal dan Tomas Vaclik wajib disiplin. Serangan balik dengan umpan-umpan lambung dari Tomas Soucek bisa kembali mereka terapkan. Stefan de Vrij dan Matthijs de Ligt dijamin repot dengan sosok target-man Ceko dalam diri Patrik Schick yang sudah mengemas 3 gol.

Namun menariknya, head to head keduanya dimenangi Republik Ceko. Ceko menang 5 kali sementara Belanda cuma menang 3 kali. Tim Oranye wajib waspada. Pasalnya, seluruh kemenangan Ceko atas mereka diraih di ajang Piala Eropa.

Laga ini akan berlangsung di Puskas Arena pada Minggu, 27 Juni pukul 23.00 WIB. Pemenang laga ini bakal berjumpa dengan Wales atau Denmark.

 

4. Belgia vs Portugal

Portugal yang lolos susah payah di grup neraka kembali berjumpa lawan sulit di babak gugur. Seperti di edisi 2016, Portugal kembali lolos ke babak gugur sebagai tim peringkat 3 terbaik. Hasil itu membuat mereka bertemu Belgia di babak 16 besar.

Duel antara Belgia dan Portugal di babak 16 besar bagaikan final kepagian di Euro 2020. Duel ini juga mempertemukan generasi emas 2 negara. Bedanya, generasi emas Belgia sudah berusia matang, sementara Portugal tengah membangun kekuatan baru dengan penggawa mudanya.

Meski lolos sebagai peringkat 3, 7 gol yang sudah Portugal cetak jumlahnya sama dengan total gol Belgia yang memuncaki Grup B. Masalah ada di lini bertahan Portugal yang sudah kebobolan 6 gol. Sementara pertahanan Belgia yang dinilai kurang meyakinkan sebelum Euro 2020 justru baru kebobolan 1 gol.

Namun, pertahanan Belgia yang masih mengandalkan pemain gaek semacam Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, dan kiper Thibaut Courtois bisa diacak-acak Cristiano Ronaldo bila tak disiplin. CR7 sudah mengemas 5 gol sepanjang Euro 2020. Di usianya yang sudah 36 tahun, CR7 masih bisa mengimbangi kecepatan Diogo Jota yang sudah menyumbang 1 gol dan 1 asis. Sosok Rafa Silva sebagai supersub juga begitu berbahaya. Ia sudah mengemas 3 asis hanya dalam 19 menit penampilannya versus Hungaria.

Akan tetapi, Belgia tengah percaya diri menyusul kembalinya duet Romelu Lukaku dan Kevin de Bruyne. Lukaku sudah mencetak 3 gol sementara De Bruyne sudah mengemas 1 gol dan 2 asis hanya dalam 2 laga. Sang kapten Eden Hazard juga sudah sembuh dan telah menyumbang 1 asis. Ini jadi sinyal bahaya lini tengah Portugal yang kembali mengandalkan Renato Sanches pasca melempemnya Bruno Fernandes di babak grup kemarin. Duet Pepe dan Ruben Dias juga tak boleh membuat kesalahan sedikitpun.

Head to head kedua tim relatif seimbang. Portugal menang 6 kali dan Belgia menang 5 kali. Namun dalam 2 pertemuan terakhir Portugal lebih unggul dengan 1 kemenangan dan 1 hasil imbang. Apalagi, kemenangan terakhir Belgia atas Portugal terjadi pada September 1989.

Laga kedua tim akan digelar di La Cartuja Sevilla pada Senin, 28 Juni pukul 02:00 WIB. Pemenang laga ini akan berjumpa Italia atau Austia.

 

5. Kroasia vs Spanyol

Kebetulan, kedua tim sama-sama lolos dari babak grup secara dramatis. Kroasia yang tergabung di Grup D menelan kekalahan 1-0 di laga pertama dari Inggris dan ditahan imbang Republik Ceko di laga kedua. Secara luar biasa, Kroasia menggila di laga terakhir dan membantai Skotlandia 3-1.

Hal serupa juga dialami Spanyol. La Furia Roja dalam tekanan tinggi setelah di dua laga awal Grup E ditahan imbang Swedia dan Polandia. Mereka menerima kritik tajam akibat permainan membosankan yang ditampilkan selama 2 laga awal.

Bagaimana tidak, Spanyol yang memang terkenal dengan Tiki-Taka punya ciri khas penguasaan bola yang tinggi. Namun sayangnya, serangan mereka bertele-tele dengan banyak memproduksi umpan namun sedikit mencetak gol.

Akan tetapi, di laga terakhir, anak asuh Luis Enrique secara dramatis memastikan tempat di babak 16 besar setelah membantai Slovakia 5 gol tanpa balas. Kebuntuan di 2 laga awal seolah terpecahkan.

Kroasia wajib mewaspadai Pedri, gelandang 18 tahun yang terlibat dalam 3 dari 5 gol Spanyol ke gawang Slovakia. Bersama Koke, Pedri adalah nyawa lini tengah Spanyol. Di lini depan, sosok Ferran Torres yang kerap muncul sebagai supersub sangat perlu diwaspadai. Pemain 21 tahun itu telah mencetak 1 gol saat diturunkan sebagai pemain pengganti di laga terakhir.

Sementara itu, sosok Aymeric Laporte akan jadi tembok kokoh Spanyol di lini pertahanan. Bek 27 tahun yang belum lama memutuskan membela timnas Spanyol itu sudah mencatat 4 tekel sukses dan 3 sapuan serta menyumbang 1 gol.

Namun, Spanyol tak bisa begitu saja di atas angin. Pasalnya, finalis Piala Dunia 2018 itu dikenal punya kegigihan yang luar biasa. Zlatko Dalic masih mengandalkan muka-muka lama seperti Luka Modric, Ivan Perisic, dan Dejan Lovren.

Di lini depan, Kroasia punya andalan baru dalam diri Nikola Vlasic. Gelandang serang 23 tahun itu baru saja dinobatkan sebagai Star of The Match di laga terakhir babak grup. Ia sudah mencetak 1 gol hanya dalam 2 kali percobaan.

Kroasia dan Spanyol terakhir kali berjumpa di tahun 2018. Kedua tim saling mengalahkan di ajang UEFA Nations League. Spanyol membantai sang finalis Piala Dunia 6-0, lalu Kroasia membalasnya dengan kemenangan 3-2.

Sementara di Piala Eropa, kedua tim juga berjumpa di Euro 2012 dan 2016. Lagi-lagi, keduanya sama-sama mengalahkan satu sama lain. Di edisi 2012, Spanyol menang tipis 1-0. Sementara di edisi 2016 giliran Kroasia menang tipis 2-1.

Dengan kekuatan baru nan segar yang dimiliki kedua tim dan rekor pertemuan yang cukup berimbang, laga 16 besar antara Kroasia dan Spanyol dijamin bakal berlangsung seru. Laga ini sendiri akan digelar di Parken Stadium pada Senin, 28 Juni pukul 23:00 WIB. Pemenang laga ini akan berjumpa dengan Prancis atau Swiss di babak 8 besar.

 

6. Prancis vs Swiss

Dengan susah payah Prancis berhasil memuncaki grup neraka Euro 2020. Pasca menang atas Jerman, Prancis hanya bermain imbang melawan Portugal dan Hongaria. Di babak 16 besar, mereka relatif diuntungkan karena hanya akan berjumpa dengan Swiss yang lolos sebagai peringkat 3 dari Grup A.

Selama Paul Pogba dan N’Golo Kante fit, Les Blues tak perlu khawatir. Pasalnya, selama keduanya bermain, Prancis belum terkalahkan selama 30 laga. Karim Benzema juga sudah pecah telur di laga terakhir melawan Portugal. Bila Kylian Mbappe mampu menggila seperti di Piala Dunia 2018 tentu akan sangat menguntungkan.

Sementara bagi Swiss, pencapaian di Euro tahun ini sukses menyamai pencapaian terbaik mereka di Euro 2016. Rossocrociati jelas tak ingin puas dengan pencapaian ini. Sosok Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri masih jadi tumpuan Swiss. Sementara di lini depan mereka punya Breel Embolo dan Haris Seferovic yang masing-masing sudah mencetak 1 gol.

Prancis dan Swiss kebetulan kerap bertemu. Dalam 5 pertemuan terakhir, Prancis unggul 1 kemenangan dan 4 kali imbang. Laga ini sendiri akan digelar di Arena Nationala Rumania pada Selasa, 29 Juni pukul 02:00 WIB. Pemenang laga ini akan akan menghadapi Kroasia atau Spanyol.

 

7. Inggris vs Jerman

Pertandingan ketujuh babak 16 besar Euro 2020 mempertemukan musuh bebuyutan Inggris dan Jerman. Jerman susah payah lolos dari grup neraka. Pasca kalah dari Prancis, Der Panzer membantai Portugal 4-2 dan kemudian menahan imbang Hongaria 2-2.

Sementara itu, Inggris lolos minimalis ke babak 16 besar. Memang, The Three Lions menang 2 kali dan sekali imbang. Namun dalam 3 pertandingan, pasukan Gareth Southgate hanya mencetak 2 gol saja. Sungguh kontras dengan gaya main pemainnya di Liga Primer dan gembar-gembor media Inggris sebelum Euro 2020.

Sejauh ini, Raheem Sterling jadi tumpuan Southgate. Sterling jadi satu-satunya pencetak gol Inggris. Dengan taktik prakmatis 4-2-3-1, Kalvin Phillips jadi sosok gelandang metronom The Three Lions bersama Declan Rice. Sayang, Harry Kane yang ganas selama babak kualifikasi masih mandul di Euro 2020.

Sementara itu, kubu Jerman akan mengandalkan penggawa Chelsea, Kai Havertz di lini depan. Kai juga sudah mencetak 2 gol sejauh ini. Jerman yang memakai formasi 3-4-2-1 sangat mengandalkan 2 wingback-nya, yakni Joshua Kimmich dan Robin Gosens yang sama-sama sudah mengemas 2 asis.

Lini bertahan Der Panzer yang dikawal Mats Hummels dan Antonio Rudiger wajib disiplin menghadapi kecepatan dan keterampilan Bukayo Saka atau Phil Foden. Pasalnya, gawang Manuel Neuer sudah kebobolan 5 gol di babak grup.

Duel Inggris dan Jerman bakal menjadi pertemuan emosional bagi beberapa pemain yang jadi rekan satu tim di klub. Duel ini juga jadi pertemuan spesial Jamal Musiala. Pasalnya, Musiala adalah mantan penggawa timnas Inggris usia muda sebelum memutuskan membela negara kelahirannya bulan Februari lalu.

Kedua negara sudah bertemu 28 kali dengan Inggris menang 13 kali dan Jerman menang 15 kali. Pertemuan terakhir terjadi di tahun 2017. Di laga persahabatan, Inggris gagal memetik satupun kemenangan dalam 2 pertemuan dengan kalah 0-1 dan imbang 0-0.

Inggris dibayangi kejadian horor di pertemuan terakhir mereka dengan Jerman di Piala Dunia 2010. Kala itu, The Three Lions dibantai 4-1 dan gol Frank Lampard tak dianggap meski dalam tayangan ulang terlihat sudah melewati garis.

Inggris akan diuntungkan sebab laga ini akan digelar di Stadion Wembley pada Selasa, 29 Juni pukul 23:00 WIB. Pemenang laga ini akan berjumpa Swedia atau Ukraina di babak 8 besar.

 

8. Swedia vs Ukraina

Duel antara Swedia dan Ukraina jadi pertemuan dua tim kuda hitam yang mengejutkan di babak 16 besar Euro 2020. Swedia lolos sebagai pemuncak Grup E mengungguli Spanyol yang lebih dijagokan. Sementara Ukraina terbilang beruntung masih masuk tim peringkat 3 terbaik meski hanya menang sekali dan kalah 2 kali di Grup C.

Sosok Emil Forsberg jadi pahlawan Swedia selama babak grup. Pemain RB Leipzig itu telah menyumbang 3 gol. Pelatih Janne Anderson juga sudah mengeluarkan senjata rahasianya, yakni Dejan Kulusevski. Di laga melawan Polandia, ia langsung menyumbang 2 asis meski hanya bermain 35 menit sebagai pemain pengganti.

Sementara di kubu Ukraina, Andriy Shevchenko akan mengandalkan duet Roma Yaremchuk dan Andriy Yarmolenko. Keduanya sama-sama sudah mencetak 2 gol. Namun, Ukraina perlu memperbaiki pertahanan mereka yang kebobolan 5 gol. Lolos ke babak 16 besar merupakan pencapaian terbaik Ukraina sepanjang kelolosan mereka ke ajang Piala Eropa.

Swedia dan Ukraina baru berjumpa 4 kali. Menariknya, selama perjumpaan tersebut, Ukraina menang 3 kali dan Swedia hanya menang sekali. Pertemuan terakhir kedua tim juga terjadi di ajang Euro, tepatnya edisi 2012 di mana Ukraina menang 2-1.

Laga ini akan berlangsung di Hampden Park pada Rabu, 30 Juni pukul 02:00 WIB. Pemenang duel kuda hitam ini akan berjumpa dengan pemenang laga Inggris vs Jerman.

***
Sumber Referensi: UEFA 1, UEFA 2, CNN, Sky Sports, BBC

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru