Demi Kedalaman Skuad! Pemain Keturunan Ini Bisa Gabung Timnas Indonesia

spot_img

Timnas Belanda yang sedang berkompetisi di EURO 2024 tiba-tiba jadi bahan perbincangan masyarakat indonesia. Warganet ramai-ramai memberikan dukungan ekstra untuk De Oranje. Mereka bahkan tanpa segan menyebut tim yang diasuh Ronald Koeman itu sebagai “Timnas Pusat”.

Namun, sepertinya dukungan itu cuma buat lucu-lucuan saja karena netizen memiliki niat terselubung. Di balik dukungan itu, fans Indonesia berharap bahwa Timnas Belanda tidak memanggil beberapa pemain keturunan yang sedang menjadi incaran PSSI. Tapi, ngomong-ngomong siapa saja sih pemain keturunan yang sedang dipantau PSSI? 

Kevin Diks

Beberapa hari lalu, seorang pengamat sepakbola yang dikenal memiliki kedekatan dengan Erick Thohir, yakni Bung Ropan sempat membeberkan informasi penting soal Kevin Diks. Menurutnya, PSSI sedang kembali mengupayakan Kevin Diks untuk bisa membela Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Meski masih diragukan kebenarannya karena sempat dibantah oleh Arya Sinulingga, isu ini tetap disambut baik oleh masyarakat Indonesia. Kita semua tahu, sejauh ini Indonesia kesulitan mencari bek kanan berkualitas untuk memberikan persaingan pada Asnawi Mangkualam dan Sandy Walsh. Nah, keberadaan bek berdarah Maluku itu bisa jadi solusi. Kevin memiliki kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya.

Kevin sendiri sempat dihubungi oleh PSSI beberapa tahun lalu. Namun, kendala administrasi membuatnya gagal dinaturalisasi. Kini sang pemain kabarnya kembali terbuka untuk naturalisasi. Apalagi setelah dirinya tak masuk skuad Ronald Koeman di EURO 2024. Peluangnya untuk membela Timnas Indonesia masih terbuka.

Jayden Oosterwolde

Penampilan gemilangnya bersama Fenerbahce telah menarik perhatian beberapa klub top Eropa. Salah satunya datang dari Britania Raya. Pemain keturunan yang sedang kita bicarakan itu adalah Jayden Oosterwolde. Pemain berdarah Indonesia, Belanda, dan Suriname itu kini diminati oleh West Ham United.

Namun, bukan hanya West Ham, PSSI pun begitu ngebet untuk mendapatkan tanda tangan Jayden. Upaya untuk mendekati Jayden sudah dimulai sejak tahun 2021. Kala itu, Jayden masih berkarir di FC Twente. Namun, tawaran PSSI tak diindahkan oleh Jayden. Alasannya karena ia masih ingin berfokus pada klub sambil menunggu panggilan dari Timnas Belanda. 

Jayden sendiri menemukan performa terbaiknya ketika membela Fenerbahce. Selain mengantarkan timnya juara Turkish Cup musim 2022/23, Jayden juga hampir tak pernah tergantikan di skuad utama. Musim 2023/24, ia mencatatkan 43 penampilan dan mencetak dua gol. Pemain yang bisa bermain di posisi bek tengah dan bek kiri itu kini mulai jadi pembicaraan lagi. Terutama setelah Indonesia berpeluang tampil di Piala Dunia 2026. 

Pascal Struijk 

Masih dari nama yang nggak baru-baru banget, Pascal Struijk tentunya masih jadi salah satu opsi menarik bagi Timnas Indonesia. Meski terlihat sulit, usianya yang sudah 24 tahun bisa jadi dorongan Pascal untuk beralih ke Timnas Indonesia ketimbang menunggu kabar dari Timnas Belanda yang tak kunjung datang. Toh, di skuad De Oranje saingannya sangat berat. 

Di posisi pemain belakang, Belanda memiliki nama-nama besar seperti Mattijs De Ligt, Virgil Van Dijk, Sven Botman, hingga Mickey van de Ven. Kemungkinannya sangat kecil untuk mengalahkan nama-nama itu. Memiliki darah Indonesia dari sang Ayah yang memiliki kakek asli Indonesia, Pascal sudah dipantau PSSI sejak 2020. Itu diungkapkan langsung oleh Hasani Abdulgani. Namun, Pascal belum memberikan respons positif atas ketertarikan PSSI.

Menurut mantan Exco PSSI itu, meski masih sangat mungkin untuk dinaturalisasi, Pascal salah satu target yang paling sulit dibujuk. Dirinya masih idealis dan berharap dipanggil ke Timnas Belanda. Pascal bahkan dikabarkan sudah menolak pendekatan yang dilakukan oleh Belgia demi Belanda. FYI saja, Pascal memang berhak membela Belgia karena pemain Leeds United itu lahir di sana.

Damian Van Dijk

Masih dari sektor belakang, ada Van Dijk. Eits, bukan Van Dijk Liverpool lho yaaa. Ini Damian Van Dijk, pemain Telstar yang masih berusia 20 tahun. Kabarnya, ia sudah melakukan kontak dengan utusan PSSI, Hamdan Hamedan. Bek jangkung itu juga telah melampirkan data yang menyatakan bahwa ayahnya merupakan pria kelahiran Bogor.

Damian Van Dijk merupakan sosok bek tengah modern. Tak hanya mampu menghalau serangan lawan, ia juga piawai membantu build up. Selain itu, posisi bermain Van Dijk juga fleksibel. Dirinya bisa bermain sebagai bek sayap dan gelandang bertahan.

Atribut tersebut adalah kesukaan Shin Tae-yong. Meski demikian, belum ada tindak lanjut dari PSSI terkait proses naturalisasi. Namun, Damian sangat terbuka dengan kesempatan itu. Ia tak sabar untuk menyusul salah satu temannya, yakni Ivar Jenner yang sudah lebih dulu bergabung. Di usia Damian yang masih muda, dirinya bisa jadi investasi jangka panjang bagi Indonesia.

Samuel Agung Marcello Silalahi

Dari nama saja, Samuel Agung Marcello Silalahi sudah Indonesia banget. Selain ada Agung, di situ juga ada Silalahi yang dikenal sebagai salah satu marga suku Batak. Di usianya yang kini masih 19 tahun, Samuel sedang mengenyam karir di persepakbolaan Norwegia bersama Strømsgodset. 

Stromsgodset sendiri bukan klub sembarangan. Mereka tercatat pernah dua kali menjuarai Liga Norwegia. Di sana, Samuel Silalahi bermain sebagai gelandang serang. Tapi, dirinya juga bisa bermain sebagai striker, gelandang, dan sayap sesuai kebutuhan taktik. Musim 2023/24, Samuel tiga kali tampil di skuad utama Stromsgodset di Liga Norwegia.

Namanya sempat masuk radar sebagai salah satu calon pemain diaspora yang akan dipanggil untuk membela Timnas Indonesia U-20. Namun, karena kendala waktu dan status kewarganegaraannya, Samuel gagal membela Indonesia yang berkiprah di Toulon Cup kemarin. Meski Shin Tae-yong belum meliriknya, selagi Samuel belum membela Timnas Norwegia, kesempatan untuk membela Skuad Garuda masih terbuka.

Mike Kleijn

Di usianya yang masih 19 tahun, Mike Kleijn muncul sebagai talenta berdarah Indonesia yang menjanjikan di sepakbola Belanda. Kini, Mike baru saja merampungkan transfer ke Sparta Rotterdam. Sebelumnya, dirinya bermain untuk Feyenoord U-21. Hebatnya, Mike merupakan kapten dari tim kelompok umur Feyenoord tersebut musim lalu.

Mike sendiri berposisi asli gelandang tengah. Namun juga bisa bermain sebagai bek kiri. Etos kerja dan kemampuan kontrol bola jadi atribut utama dari Mike. Menurut kabar yang beredar, Mike Kleijn memiliki keturunan Indonesia dari neneknya yang berasal dari Jawa Timur. Bisa dibilang, garis keturunan Mike mirip-mirip dengan Sandy Walsh yang juga berasal dari Jawa Timur. 

Mauresmo Hinoke

Yang terakhir ada nama yang tak lagi asing bagi publik pecinta sepakbola Indonesia. Dia adalah Mauresmo Hinoke. Pemain yang kemarin membela Timnas Indonesia U-20 di Toulon Cup. Hinoke berposisi sebagai winger kiri dan bermain untuk FC Dordrecht U-21. Selain bisa bermain di sektor sayap kiri, Mauresmo juga bisa bermain di sayap kanan dan gelandang tengah.

Menurut beberapa sumber, Mauresmo memiliki darah Indonesia dari kedua orang tuanya. Kedua orang tua dari pemain berusia 19 tahun ini berasal dari Maluku, tepatnya di Pulau Halmahera dan Pulau Nusalaut. 

Meski sudah membela Indonesia U-20, Hinoke belum sah menjadi pemain Timnas Indonesia selagi belum melakukan debut di level senior. Jika melihat dari performanya bersama Timnas U-20, Hinoke sangat layak untuk dinaturalisasi. Dia memiliki speed, akselerasi, dribbling yang bagus, dan kepercayaan diri yang tinggi.

Sumber: Bolasport, Suara, Garuda Sport, CNN Indonesia

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru