David Moyes menandai pertandingan ke-1001nya dengan tinta manis. Menjamu Liverpool di pekan ke-11 Premier League, Moyes berhasil membawa West Ham United memetik kemenangan sekaligus membuat The Reds pulang dengan kekalahan.
Bertanding di London Stadium, The Hammers langsung unggul cepat di menit ke-4 berkat gol bunuh diri Alisson Becker. Liverpool kemudian menyamakan kedudukan sebelum turun minum lewat eksekusi tendangan bebas Trent Alexander-Arnold. Di babak kedua, anak asuh David Moyes berhasil menambah 2 gol lagi melalui Pablo Fornals dan Kurt Zouma, sementara anak asuh Jurgen Klopp hanya menambah satu gol lewat sepakan Divock Origi.
Liverpool suffer their first defeat of the season at West Ham ⚒️😮 pic.twitter.com/JD8MZbjNlp
— 433 (@433) November 7, 2021
Laga pun berakhir dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan tuan rumah West Ham United. Kemenangan tersebut tak cuma berarti 3 poin bagi The Hammers, tetapi juga membuat mereka menyalip Liverpool di papan klasemen Liga Inggris.
Daftar Isi
‘David Moyes is Football Genius’
Setelah pertandingan berakhir, suka cita pun tumpah ruah di London Stadium. Nama David Moyes pun mendapat sanjungan, tak cuma dari pendukungnya sendiri, tetapi juga dari pendukung Liverpool. “David Moyes is Football Genius”, begitu kata mereka.
Kalimat tersebut dahulu didengungkan pendukung Liverpool sebagai ejekan bagi David Moyes saat masih membesut Manchester United. Namun, kini situasi telah berubah. Kalimat tersebut benar-benar dipakai sesuai dengan maknanya.
David Moyes is a football genius pic.twitter.com/2QVJc8s42x
— FootballFunnys (@FootballFunnnys) January 4, 2015
Moyes memang pantas disanjung. Ia jadi sosok yang berhasil memberikan kemenangan pertama bagi West Ham United atas Liverpool sejak 2016. Kemenangan tersebut juga berhasil memutus rekor tak terkalahkan Liverpool dalam 25 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Bagi Moyes sendiri, ini menjadi kemenangan pertamanya atas Jurgen Klopp.
Sanjungan tak hanya hadir dari para pendukung. Konon kabarnya, Moyes juga mendapat ‘Guard of Honour’ dari para petinggi West Ham United saat memasuki ruang rapat tak lama setelah membawa timnya menundukkan Liverpool.
“Saya sangat senang untuknya karena dia bekerja sangat keras. Dia mengalami hari-hari yang buruk, tetapi melihatnya masuk ke ruang rapat setelah kemenangan kemarin sungguh luar biasa. Dia mendapat ‘Guard of Honour’ saat dia berjalan ke ruang rapat. Itu fantastis.” kata co-owner West Ham United, David Gold, dikutip dari TalkSport.
Kedigdayaan West Ham United Bersama David Moyes
Performa West Ham United bersama David Moyes di awal musim ini memang sangat impresif. The Hammers begitu digdaya dengan rentetan hasil positifnya, baik di kompetisi domestik maupun kompetisi benua biru.
Kemenangan atas Liverpool jadi kemenangan ketujuh West Ham di Liga Premier musim ini. Sebelumnya, anak asuh David Moyes telah membantai Leicester City 4-1 dan mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor tipis 1-0.
Hebatnya lagi, dalam 4 pertandingan terakhirnya di Liga Premier, West Ham selalu berhasil memetik kemenangan. Atas dasar itulah nama David Moyes masuk dalam nominasi pelatih terbaik Premier League bulan Oktober.
Kini koleksi poin West Ham United menjadi 23, hasil dari 7 kemenangan dan 2 hasil imbang dalam 11 pertandingan. Total poin The Hammers tersebut sukses menyalip Liverpool dan menyamai koleksi poin Manchester City di peringkat 2. Hebatnya, kini mereka hanya berjarak 3 poin dari pimpinan klasemen, Chelsea.
⚒ West Ham move up to third in the #PL to solidify their Champions League ambitions#WHULIV pic.twitter.com/yNNpMymlCv
— Premier League (@premierleague) November 7, 2021
Sementara itu, di ajang EFL Cup atau yang lebih dikenal sebagai Carabao Cup, West Ham untuk sementara ini telah lolos sampai babak perempat final. Di 2 babak sebelumnya, Michail Antonio dkk secara luar biasa berhasil mengeliminasi duo tim kota Manchester.
Di babak ketiga, gol tunggal Manuel Lanzini sudah cukup untuk mengalahkan perlawanan MU. Sementara di babak keempat, The Hammers berhasil mengeliminasi juara bertahan Manchester City melalui adu tendangan penalti.
Kedigdayaan West Ham United bersama David Moyes tak hanya berlangsung di kompetisi domestik. Di ajang Liga Europa, mereka masih unbeaten. The Hammers memimpin Grup H dengan koleksi 10 poin, hasil dari 3 kemenangan dan 1 hasil imbang. Sejauh ini, Dinamo Zagreb, Genk, dan Rapid Wien bukan lawan sepadan bagi West Ham.
West Ham this season 🤯:
•Knocked Manchester United out of the Carabao Cup 1-0
• Top of their UEL group
• Knocked Manchester City out of the Carabao Cup on Penalties
• Beat Spurs 1-0 in the PL
• Beat Liverpool 3-2 in the PL
🤯 pic.twitter.com/g3QN9kKRY1— edenszn (@edenszn2) November 8, 2021
Cara David Moyes Menyulap West Ham Jadi Calon Juara
Apa yang dicapai West Ham United sejauh ini bisa dibilang sebagai sebuah sensasi. Takada yang menyangka kalau David Moyes yang dulu gagal di MU dan membuat Sunderland terdegradasi justru mampu menyulap West Ham menjadi tim yang sangat kuat musim ini.
Akan tetapi, perjalanan Moyes menangani tim yang bermarkas di London Stadium itu sebenarnya tak mudah. Ini adalah periode keduanya menangani The Hammers dan tujuan awalnya hanyalah untuk menyelamatkan klub tersebut dari ancaman degradasi.
Sebagai pelatih kepala, David Moyes juga tak bisa bebas berbelanja layaknya pelatih hebat lainnya. Manajemen West Ham tak ingin mengulang kesalahan yang sama saat mereka ditukangi Manuel Pellegrini. Kala itu, mereka menghabiskan dana hingga 155 juta poundsterling hanya untuk berakhir sebagai tim yang terancam degradasi.
Jadi, di era Moyes, manajemen membatasi bujet transfer. Disinilah kejeniusan pelatih asal Skotlandia itu terlihat. Ia cerdik memilih pemain yang sesuai dengan kebutuhannya. Selama 2 musim terakhir, ia hanya menghabiskan kurang dari 130 juta euro untuk membeli pemain potensial seperti Said Benrahma, Tomas Soucek, Vladimir Coufal, Nikola Vlasic, hingga Kurt Zouma yang kini jadi benteng kokoh di lini bertahan The Hammers.
Love it. Love him. ❤️⚒ @KurtZouma pic.twitter.com/eRI5vZVagg
— West Ham United (@WestHam) November 7, 2021
Sebagai juru taktik, David Moyes juga bukanlah Antonio Conte atau Jurgen Klopp yang punya pakem taktik tertentu. Ia juga bukan Pep Guardiola atau Thomas Tuchel yang punya banyak variasi taktik. Moyes juga bukan pelatih mahal layaknya Jose Mourinho atau Rafael Benitez.
Jadi bagaimana cara David Moyes meramu timnya hingga jadi sebagus itu?
Faktor pertama yang jadi kesuksesan Moyes di West Ham adalah kemampuannya dalam menjaga kekompakan dan kedisiplinan anak asuhnya. Meski ia kerap melakukan rotasi, tak ada pemain yang mempermasalahkan.
Faktor berikutnya adalah keberhasilan Moyes dalam maksimalkan potensi pemainnya. Di lini tengah misalnya. Moyes menduetkan Declan Rice dengan Tomas Soucek dalam formasi 4-2-3-1. Meski tak langsung berhasil, kini keduanya menjadi salah satu duo gelandang jangkar paling baik di Liga Premier. Sejauh ini, keduanya telah menghasilkan 2 gol dan 6 asis.
Moyes juga berhasil mengorbitkan seorang Jarrod Bowen. Bowen sendiri adalah salah satu pemain yang pertama kali diboyong oleh David Moyes. Ia diangkut dari tim gurem Hull City seharga 23 juta euro.
Pada awalnya banyak yang meragukan Bowen. Selain tidak dikenal, ia dibeli dengan harga yang tidak murah. Namun, Moyes membuktikan bahwa pembeliannya tak salah. Musim ini, Jarrod Bowen sudah menyumbang 2 gol dan 4 asis di Liga Inggris.
Moyes: “Jarrod Bowen was excellent today, as he’s been in all three games this week. I was able to keep him on because I know his fitness levels, but I was also able to keep him on because he has been playing so well and is giving us something a little bit more.” pic.twitter.com/KDMuFTpjtq
— West Ham Xtra (@WestHamXtra) September 25, 2021
Namun, mahakarya terbaik David Moyes di London Stadium adalah Michail Antonio. Kejeniusan Moyes berhasil membuat Antonio bertransformasi menjadi seorang striker tajam.
Sebelum Moyes datang, peran Antonio tidak jelas. Ia bahkan seperti tak punya jati diri. Oleh pelatih-pelatih sebelumnya, Antonio pernah dipasang sebagai gelandang serang, sayap kanan, sayap kiri, gelandang sayap, hingga bek kanan maupun bek kiri. Oleh Moyes, Antonio kemudian dipasang sebagai striker murni di 2 musim terakhir.
Hingga pekan ke-11, striker 31 tahun yang kini memutuskan membela timnas Jamaika itu telah menyumbang 6 gol dan 3 asis di Premier League. Koleksi golnya hanya kalah dari Jamie Vardy dan Mohammed Salah. Penampilan impresif Antonio juga telah berbuah penghargaan pemain terbaik Premier League bulan Agustus. Berkat polesan David Moyes, Antonio kini menjelma menjadi striker subur.
⚒ @WestHam
👤 @Michailantonio
⚽️ 6 goals pic.twitter.com/IZk9A2JKXH— Premier League (@premierleague) November 3, 2021
Ambisi West Ham United Mengejar Gelar Juara Premier League
Berkat performa impresifnya sejauh ini dan penampilan bagus beberapa pemainnya, banyak yang menilai bahwa West Ham United telah menjelma sebagai tim kuda hitam yang berpeluang menjadi penantang juara Liga Inggris. Rasanya, anggapan tersebut cukup berlebihan. Apalagi, dua musim lalu mereka hanyalah tim yang berjuang di zona degradasi.
Akan tetapi, jika melihat performa mereka saat menumbangkan Leicester City, Tottenham Hotspur, Manchester United, Manchester City, dan yang terbaru Liverpool, The Hammers memang patut diwaspadai. Selain kompak, David Moyes berhasil membuat moral dan mental anak asuhnya selalu dalam kondisi prima.
West Ham have beaten Liverpool, Man City, Man United, Tottenham and Leicester this season.
David Moyes 👏 pic.twitter.com/nFJqOR342Q
— ESPN FC (@ESPNFC) November 7, 2021
Jika West Ham berambisi menjuarai Premier League, maka mereka harus mengejarnya mulai hari ini. Selain konsistensi, The Hammers juga wajib memikirkan fokus mereka, sebab Declan Rice dkk juga masih punya peluang di ajang Piala Liga, Liga Europa, maupun Piala FA.
Jadi, target minimalis dengan finish 4 besar dan lolos Liga Champions rasanya sudah menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa. David Moyes juga menyadari hal tersebut. Masih terlalu dini untuk membayangkan West Ham akan melaju jauh hingga tangga juara. Namun, pencapaian West Ham United sejauh ini tetap harus dinikmati dan dirayakan dengan penuh suka cita.
“Saya ingin benar-benar positif sepanjang waktu, saya ingin mengatakan itulah yang bisa kami lakukan, tetapi saya tidak melihat kami sebagai penantang juara saat ini. Kami kehilangan dua poin di Liga Champions – jadi mengapa kami tidak bisa berada di sana? Kami tidak terbawa suasana, tetapi saat ini kami merasa baik-baik saja.” kata Davis Moyes dikutip dari BBC.
***
Sumber Referensi: Goal, Talksport, Marca, The Guardian, Talksport 2, BBC.


