Meski Benfica tak bisa melanjutkan asanya di Liga Champions musim ini, namun ada yang menarik di laga pamungkas mereka. Ya, pemuda 22 tahun bernama Darwin Nunez mencuri perhatian ketika penampilannya cukup merepotkan pertahanan Liverpool.
Dalam dua leg melawan Liverpool, Darwin Nunez konsisten mencetak gol di setiap laganya. Praktis, setelah laga tersebut nama Darwin Nunez langsung dikaitkan dengan klub-klub top Eropa seperti Dortmund, Arsenal, Chelsea, hingga Manchester United.
Tak sampai di situ, Darwin Nunez juga acap kali dibanding-bandingkan dengan bomber Borussia Dortmund, Erling Haaland. Publik penggemar sepak bola banyak yang menyuarakan bahwa membeli Nunez lebih masuk akal ketimbang Haaland. Namun benarkah demikian?
Daftar Isi
Darwin Nunez
Sebelum menjawab pertanyaan itu, lebih baik kita mengenal lebih jauh siapa sebenarnya Darwin Nunez ini. Nunez merupakan sosok striker klasik dengan karakter pemain nomor 9.
Karakter pemain nomor 9 merupakan sosok yang memiliki insting mencetak gol yang tinggi. Pemain nomor 9 akan memaksimalkan peluang sekecil apa pun yang terjadi di kotak penalti.
Tim divisi kedua Liga Spanyol, Almeria, bisa dibilang jadi pembuka gerbang Nunez untuk berkarir di Eropa. Klub-klub Spanyol seperti Almeria memang kerap melakukan scouting ke wilayah Amerika Selatan, dan ketika mereka sedang mencari penyerang muda potensial, muncul nama Darwin Nunez dalam radar mereka.
🇮🇩Syamsir Alam x 🇺🇾Darwin Nunez
🇺🇾CA Penarol pic.twitter.com/VYc3VNEAxF
— #YukVaksinasi 👌 (@Indostransfer) April 13, 2022
Pada tahun 2019, Nunez tiba di Spanyol sebagai striker mentah penuh potensi berusia 20 tahun. Ia ditebus Almeria dengan mahar 4 juta euro (Rp62 miliar) dari klub Uruguay, Peñarol.
Musim pertama, Nunez mencetak 16 gol dan mengantarkan Almeria ke posisi ke-4 Liga Segunda. Namun, mereka gagal promosi setelah kalah di babak play–off dari Girona. 16 gol tersebut menempatkan Nunez di peringkat empat pencetak gol terbanyak Liga dua Spanyol kala itu.
Satu musim di Liga dua Spanyol sudah cukup bagi Nunez untuk membuat klub sekelas Benfica tergoda untuk mendatangkannya. Tak main-main, raksasa Portugal itu menebus Nunez dengan harga 20 juta euro atau sekitar Rp310 miliar.
Dua musim bersama Benfica, Nunez dengan cepat menjelma sebagai striker muda berbakat yang menarik beberapa klub papan atas liga top Eropa.
Kualitas Tak Jauh Berbeda
Tentu ada beberapa faktor yang mempengaruhi bahwa membeli Darwin Nunez lebih masuk akal daripada Erling Haaland. Dari segi kualitas kedua pemain ini tak jauh berbeda.
Dengan kualitas liga yang tak jauh berbeda pula, kedua pemain ini sama-sama tampil gacor di klubnya masing-masing. Haaland sudah memainkan 19 laga dan berhasil mencetak 16 gol. Sedangkan Nunez memainkan laga lebih banyak dengan 24 laga dan telah mengemas 24 gol sejauh ini.
Darwin Nunez 🇺🇾 this season
6 Goals in the Champions League 🌟
24 goals in the Primeira Liga ⚽️
A goal every 68 Mins in the league ⏰
For a reported €70/80million is he worth it 🤔 pic.twitter.com/kjfZOByML6
— Elliott Vinnie 🇳🇱 (@elliottvinnie1) April 13, 2022
Angka tersebut membuktikan bahwa Nunez memiliki penyelesaian akhir yang sangat mumpuni. Setidaknya, Nunez bisa mencetak 1 gol di setiap pertandingan liga yang ia mainkan musim ini.
Secara gaya bermain, kedua pemain ini juga memiliki gaya permainan yang tak jauh berbeda. Sebagai seorang striker, mereka merupakan pemain yang cepat, gesit dan tajam di dalam kotak penalti. Terlebih, Nunez juga punya tubuh yang tinggi dan kekar sama dengan Haaland, sehingga ia bisa melindungi bola dan berduel di udara dengan sangat baik.
Mungkin yang bisa diunggulkan dari Nunez adalah ia memiliki kesadaran yang cukup tinggi dalam memanfaatkan ruang kosong di pertahanan lawan. Oleh karena itu, Nunez kerap menyelinap di antara dua bek tengah lawan. Posisi tersebut merupakan posisi yang ideal untuk menerima umpan dan mengelabui bek lawan.
Nunez Mirip Cavani
Kepandaian Nunez dalam mencari ruang kosong membuatnya memiliki mobilitas yang cukup tinggi di lapangan. Didukung dengan dribbling yang efisien, saat mode menyerang Nunez tak selalu terpaku di tengah. Jika dirasa kotak penalti penuh, ia terkadang tampil melebar untuk mencari ruang guna melakukan cutting inside yang diakhiri dengan penyelesaian sempurna.
Hal itu dibuktikan ketika Nunez berhasil membobol gawang Liverpool di Leg kedua babak perempat final Liga Champions. Ia muncul dari sisi kanan pertahanan Liverpool dan berhasil meloloskan diri dari penjagaan dua bek tengah The Reds, sehingga ia langsung berhadapan dengan Alisson dan dengan mudah menempatkan bola ke tiang jauh.
Performa @Darwinn99 sedikit mengingatkan pada @ECavaniOfficial saat bermain di @SerieA; Darwin Núñez akan menjadi komoditas yang menarik untuk bursa transfer musim panas, banyak klub top Eropa yang meminati pemain Benfica tersebut. Berharap dia memilih pindah ke klub yang tepat ! pic.twitter.com/a7h9GB6UTT
— Tentang Milan (@tentangmilan_) April 14, 2022
Jadi bisa dibilang, gaya permainan dari Darwin Nunez sedikit banyak terinspirasi dari idolanya di Timnas Uruguay, Edinson Cavani. Sama halnya dengan Cavani, Nunez bukan tipikal striker malas yang hanya menunggu bola di area pertahanan lawan.
Nunez memiliki pergerakan tanpa bola yang sangat bagus. Ia juga tak keberatan untuk turun ke bawah guna menjemput bola atau bahkan mengejar dan merebut kembali bola dari lawan ketika tim sedang kehilangan penguasaan bola.
Pemain Versatile
Dengan mobilitas yang tinggi ini, Nunez bisa di mainkan di segala pos lini serang. Beda halnya dengan Haaland yang lebih sering dimainkan di posisi penyerang tengah, Nunez bisa dimainkan di posisi sayap kanan, sayap kiri, bahkan second striker.
Hal itu dibuktikan dengan Nunez yang telah memainkan 13 laga sebagai pemain sayap dan second striker. Bahkan Nunez berhasil mencetak 10 gol dalam lima laga sebagai pemain sayap kiri.
Lebih Murah
Salah satu alasan yang menguatkan statement bahwa membeli Darwin Nunez adalah pilihan yang lebih masuk akal bagi klub-klub, yang sedang mencari striker muda potensial adalah, harganya yang jauh lebih murah daripada Haaland.
Haaland sendiri masih terikat kontrak dengan Dortmund hingga 2024, dan klausul pelepasan di angka 75 juta euro atau sekitar Rp1,1 triliun bakal aktif di akhir musim ini.
Bahkan menurut Marca klub yang berminat mendatangkan Haaland harus mengeluarkan sekitar 250 juta euro atau sekitar Rp3,8 triliun jika ingin mengontrak Haaland musim panas nanti. Angka yang fantastis itu mencakup biaya transfer, upah, bonus, dan biaya agen.
🚨 Barcelona would need to find €250m for the Erling Haaland transfer. The total cost of the transfer includes transfer fee, signing bonus, wages and agent fees.
(Source: @sport) pic.twitter.com/kO9odlPUTQ
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) March 8, 2022
Tau sendiri, agen dari Haaland adalah Mino Raiola, si lintah darat. Kabarnya ia akan mengambil fee sebesar 70 juta euro atau sekitar Rp1 triliun yang nantinya bakal dibagi dua dengan ayah Haaland, Alf-Inge Haaland. Itu angka yang gila untuk sekadar biaya agen dan fee orang tua.
Sedangkan menurut Fabrizio Romano, harga Darwin Nunez masih berada di kisaran, 75 hingga 80 juta euro atau sekitar Rp1 triliun lebih sedikit. Angka itu bisa naik atau turun tergantung kesepakatan kedua klub yang bersangkutan.
Tentu jika Darwin Nunez bisa mempertahankan performa apiknya selama sisa musim ini, pembelian di angka 80 juta euro akan jauh lebih worth it ketimbang harus menghabiskan lebih dari 200 juta euro hanya untuk Haaland yang kualitasnya tak jauh berbeda.
https://youtu.be/qSLJR6HawLw
Sumber: Foot The Ball, Sporting News, Thesportsman, The Flanker, Transfermarkt


