Dari Klopp ke Arne Slot, Era Kegelapan Liverpool Dimulai?

spot_img

Jurgen Klopp ingin meyakinkan para kopites. Bahwa sepeninggalnya, Liverpool akan baik-baik saja. Oleh karena itu, setelah menyanyikan chants “Arne Slot” tadi, Klopp memberikan petuah agar para kopites menyambut hangat pelatih baru sebagaimana mereka menyambut dirinya.

Para penggemar lantas menyambut dan bersamanya meneriakkan chants tersebut. Namun, raut muka pemain Liverpool tak bisa bohong. Mereka menatap Klopp di atas podium dengan mata nanar.

Seolah-olah akan terjadi sesuatu setelah Klopp pergi dari Anfield. Sesuatu yang boleh jadi buruk. Apalagi tim yang ditinggalkan Klopp acap kali susah move on darinya. Mungkinkah peralihan Klopp ke Arne Slot ini akan menandai era kegelapan Liverpool?

Keputusan Klopp dan Pencarian Suksesor

Sebuah video perpisahan yang mengharukan dibuat. Video itu berisi pernyataan Klopp yang ingin rehat dari dunia kepelatihan. Klopp hendak meninggalkan Liverpool, klub yang dilatihnya sejak 2015.

Klopp memang berhak rehat. Menjadi manajer sebuah tim sepak bola, apalagi di Inggris tidak pernah menjadi sebuah pekerjaan yang gampang. Tidak hanya tenaga, pikiran dan mental benar-benar dikuras.

Tidak cuma menghadapi pemain dan fans, seorang manajer juga harus pasang badan di hadapan media yang terkadang, menyebalkan. Nah, ketika Klopp memilih tidak melanjutkan pekerjaannya itu, pihak Liverpool cepat-cepat mencari penggantinya.

Sejumlah nama berdengung di atas langit-langit Anfield. Konon para fans menginginkan Xabi Alonso, pelatih muda yang baru saja naik daun dan mantan pemain Liverpool. Kembalinya sang mantan tentu bakalan menjadi kisah yang teramat manis.

Tapi Alonso masih menghormati kontraknya di Leverkusen. Alhasil, bola liar tentang siapa suksesor Klopp pun tak berhenti menggelinding. Pelatih Sporting CP, Ruben Amorim diseret masuk ke pusaran bursa calon pelatih Liverpool.

Amorim memang luar biasa bersama tim Portugal itu. Ia sama seperti Alonso, pelatih yang sedang meroket dengan ide sepak bola yang, kata banyak orang, lebih modern ketimbang para pelatih bangkotan seperti Jose Mourinho. Namun, tidak mendatangkan Alonso, bukan berarti Liverpool akan memilih Amorim.

Sinyal Merekrut Arne Slot

Di tengah isu suksesor Klopp yang terus diombang-ambingkan media, pada pertengahan April lalu, direktur olahraga baru Liverpool, Richard Hughes mengambil penerbangan ke Belanda. Kabar ini langsung menjadi sorotan media. Mungkinkah Liverpool sedang mencari pemain keturunan?

Eh, bukan itu pertanyaannya. Mungkinkah suksesor Klopp adalah seorang meneer? Penerbangannya ke Belanda untuk bertemu dengan seorang manajer. Selidik punya selidik, sosok manajer yang ditemui Hughes itu adalah Arne Slot. Pria botak yang ketika itu menangani Feyenoord Rotterdam.

Usai isu pengganti Klopp terombang-ambing seperti perahu di tengah samudera, akhirnya satu nama calon suksesor berhasil mengerucut. Cetho welo welo. Bahwa orang yang akan meneruskan legasi Klopp di Liverpool tiada lain adalah Arne Slot.

Itu memang pertemuan Hughes dan Arne untuk pertama kalinya. Namun, sang direktur olahraga sudah mempelajari siapa Arne Slot ini secara mendalam, komprehensif, presisi. Selama berminggu-minggu, pria 44 tahun itu mendalami data tentang Arne. Ia bahkan telah menganalisis video-video pertandingan Feyenoord selama diasuh Arne.

Satu yang membuatnya yakin menjadikan Arne Slot pilihan adalah karakternya. Referensi karakter pelatih asal Belanda itu dianggap cocok dengan Liverpool. Sehingga Arne Slot pun ditempatkannya kandidat nomor satu. Di lain sisi, Arne bersedia menerima tawaran itu.

Tapi ia meminta Liverpool tidak membesar-besarkan kesediaannya itu. Sebab, ia tak mau diganggu di tengah persiapannya untuk final KNVB Beker melawan NEC Nijmegen.

Kompensasi dan Gaji

Ketua Eksekutif Feyenoord, Dennis te Kloese memerankan tugasnya dengan baik. Tahu Liverpool menginginkan Arne, ia menjelma negosiator ulung. Tak masalah Arne Slot pergi, yang penting klubnya tak merugi jika itu terjadi. Mengutip The Athletic, sejumlah 11 juta euro (Rp193 miliar) disiapkan Liverpool untuk menebus Arne Slot.

Namun, pihak Feyenoord menginginkan lebih dari 13 juta euro (Rp228 miliar). Entahlah. Sampai dengan saat ini terdapat banyak versi soal berapa uang yang ditransfer The Reds untuk kompensasi Arne. Diperkirakan ada di kisaran 7 hingga 11 juta euro.

Sementara soal gaji, Arne Slot akan mendapatkan gaji lebih tinggi dari UMR Jogja, tapi lebih rendah dari upah Jurgen Klopp. Menurut Daily Sports, selama di Liverpool Klopp digaji 17 juta euro (Rp298 miliar) termasuk bonus kalau memenangkan trofi.

Sedangkan menurut laporan De Telegraaf seperti dikutip Daily Sports, Arne akan memperoleh upah sekitar 8 juta euro (Rp140 miliar) di Liverpool. Namun, itu belum termasuk bonus apabila Arne mendatangkan trofi. Eh, sebentar, emangnya si Arne bisa mendatangkan trofi buat Liverpool?

Prestasi Arne Slot

Kalau mengeceknya di situs Transfermarkt, Arne baru memperoleh dua trofi saja. Namun, pria berkepala licin itu sedang melonjak kariernya, terutama ketika melatih Feyenoord. Bayangkan, di musim pertamanya saja, Arne sudah membawa Feyenoord ke final Liga Konferensi Eropa.

Lalu di musim berikutnya, Arne mempersembahkan gelar Eredivisie untuk Feyenoord. Gelar yang enam tahun tidak pernah didapatkan klub asal Rotterdam ini. Selain itu, disamping karakter juga, gaya permainan dan taktik Arne menjadi alasan lain mengapa Liverpool menjatuhkan pilihan padanya.

Selain penguasaan bola, agresivitas menjadi inti dari permainan Arne. Gaya permainannya ini mendapat pujian langsung dari Jurgen Klopp. Manajer asal Jerman itu bahkan senang sekali jika yang menggantikannya di Liverpool adalah sosok seperti Arne Slot.

Pekerjaannya Lebih Gampang

Penunjukkan Arne juga berkaitan dengan perubahan struktur di Liverpool. Setelah kembalinya Michael Edwards sebagai direktur sepak bola dan Hughes sebagai direktur olahraga, Arne tidak dipekerjakan sebagai manajer, melainkan pelatih kepala.

Status Arne nantinya tidak sama dengan Jurgen Klopp. Ini adalah perubahan besar. Bahkan mengubah tradisi Liverpool yang selalu memakai manajer, alih-alih pelatih kepala. Menurut mereka, ini merupakan pendekatan modern yang juga dilakukan klub-klub elit lainnya seperti Barcelona maupun Bayern Munchen.

Sebagai pelatih kepala, fokus Arne hanya akan melatih dan mempersiapkan tim, khususnya apa yang terjadi di lapangan. Mencari bakat dan negosiasi transfer tidak akan dibebankan padanya. Seorang pelatih kepala juga tidak akan memberi pengaruh besar pada penunjukkan staf, fasilitas pelatihan, dan keputusan penting lainnya.

Hal itu berbeda dengan manajer. Perubahan ini dilakukan agar ketika pelatih kepala pergi, tidak akan menimbulkan masalah selama apa yang ada di balik layar tetap ada.

Pelatih Belanda di Premier League

Hm, ini menarik. Bisa jadi Liverpool merencanakan untuk tidak lama-lama bersama Arne Slot. Kurang bagus dan gagal meraih trofi, bisa dipecat di tengah jalan. Kalau itu ukurannya, maka Arne harus lebih banyak bertafakur dan mempersiapkan diri.

Sudah banyak pelatih asal Belanda yang gagal di Liga Inggris. Bukan hanya gagal, tapi tidak pernah ada pelatih dari Belanda yang menjuarai Premier League. Dengan rekam jejak itu, tidak menutup kemungkinan kalau, di era Arne Slot, Liverpool akan mulai lagi puasa gelar Liga Inggris.

Tanda-tandanya sudah muncul di musim 2023/24. Liverpool yang sejatinya berkesempatan juara, tapi di beberapa laga malah kepeleset. Tahun-tahun sebelumnya, The Reds juga pernah memulai puasa gelar setelah ditinggal pelatih yang sudah lumayan lama melatih, misal Kenny Dalglish yang melatih dari 1985-1991.

Usai era Dalglish itu Liverpool memulai puasa gelar Premier League. Selain tidak pernah ada pelatih Belanda yang menjuarai Premier League, sejak tahun 2010, hanya ada dua pelatih asal Belanda yang bisa menyabet trofi ketika melatih tim dari Inggris. Keduanya adalah Louis Van Gaal dan Erik Ten Hag.

Van Gaal menyabet Piala FA selama di MU, dan Ten Hag meraih gelar Carabao dan Piala FA, juga di Manchester United. Memang, terlalu pagi untuk mengatakan bahwa Arne tak akan sanggup mengantarkan sebongkah trofi buat The Reds.

Namun, sebelum ke Liverpool, pelatih gempal itu baru meraih dua trofi saja, sedangkan Van Gaal dan Ten Hag, selain kenyang pengalaman, juga terbiasa mendapatkan trofi sebelum melatih Manchester United. Belum lagi selama ini Liverpool belum pernah dilatih oleh orang Belanda.

https://youtu.be/ch4Nxr4Tdfc

Sumber: Transfermarkt, PremierLeague, Goal, TheHindu, DailySports, Liverpool, TheAthletic, ESPN

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru