“Tak ada hal besar yang dicapai tanpa sebuah pengorbanan.”
Pepatah itu harus dipahami betul oleh Leicester City. Di saat klub kembali ke kasta tertinggi dengan status juara Divisi Championship, fans harus merelakan salah satu sosok yang paling berjasa di balik itu. Mereka harus membiarkan sang pelatih, Enzo Maresca untuk pergi dan bergabung dengan Chelsea.
Menurut cuitan Fabrizio Romano, Chelsea tinggal selangkah lagi merampungkan kesepakatan dengan Leicester untuk memboyong Maresca. Bahkan, mantra “Here We Go!” sudah keluar dari jurnalis asal Italia tersebut. Tapi, dari sekian banyaknya pelatih yang tersedia, mengapa harus Maresca? Emangnya Maresca cocok untuk menangani The Blues?
Sebelum kita cari jawabannya, kalian bisa subscribe an nyalakan lonceng agar tak ketinggalan konten-konten terbaru dari Starting Eleven Story.
Daftar Isi
Kenapa Maresca?
Chelsea menjadi magnet berita baru-baru ini. Klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu sedang serius melakukan negosiasi dengan pelatih Leicester City, Enzo Maresca untuk menggantikan peran Mauricio Pochettino yang memutuskan berpisah dengan klub belum lama ini. Menariknya, Maresca bukan satu-satunya opsi dalam misi pencarian pelatih baru.
🚨🔵 Chelsea have agreed to appoint Enzo Maresca as new head coach, here we go!
❗️ Understand the agreement is now done on contract valid until June 2029, five year deal.
It will also include an option to extend until June 2030.#CFC, set to pay compensation fee to Leicester. pic.twitter.com/o8CsGF9Jcx
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) May 28, 2024
Musim panas ini cukup banyak pelatih ternama yang tersedia di bursa. Mulai dari Jose Mourinho, Massimiliano Allegri, hingga Aji Santoso semuanya masih berstatus tanpa klub akhir musim ini. Namun, nama-nama besar itu tampaknya tak menyilaukan mata Todd Boehly. Pelatih-pelatih tersebut tak masuk dalam kriterianya.
Musim depan, manajemen Chelsea menginginkan pelatih yang lebih muda untuk menangani skuad. Proyek jangka panjang jadi alasan utama. Maka dari itu, yang masuk dalam opsi adalah Thomas Frank dari Brentford, Kieran McKenna dari Ipswich Town, dan tentunya Enzo Maresca. Dari tiga nama itu, yang paling muda adalah McKenna, yakni 38 Tahun.
Namun, karena mantan asisten pelatih Manchester United itu lebih condong ke Brighton, Chelsea melepasnya. Sedangkan diantara dua kandidat lain, Maresca jadi yang paling antusias dengan proyek Chelsea. Pihak klub juga merasa cocok dengan gaya bermain dan filosofi sang pelatih.
Dan kini, Chelsea kabarnya tinggal merampungkan beberapa detail kecil sebelum mengumumkan Maresca sebagai pelatih baru. Menurut BBC, Maresca akan diikat kontrak selama lima tahun hingga 2029. Selain itu, Chelsea juga akan membayar kompensasi senilai 10 juta euro kepada Leicester karena kontrak Maresca masih tersisa dua tahun lagi.
Pelatih Banyak Referensi
Namun, kalau tolok ukurnya cuma usia dan tingkat kecocokan gaya main, Frank Lampard pun awalnya begitu. Tapi, ujung-ujungnya dipecat juga tuh. Well, akan terlalu kejam memang jika membandingkan Maresca dengan Lampard. Karena legenda Manchester City itu tak punya pengalaman sebanyak Maresca.
Manuel Pellegrini brought Maresca on as assistant coach at West Ham in 18/19.
Robert Snodgrass on Maresca: “You could tell from the off that he was good – like really good. Everything about him made you think, ‘This guy’s a proper winner’. Up until then, in my career, I’d been… pic.twitter.com/uJoU7Wrkx4
— The Elastico🇧🇷CFCscout (@the_elastico) May 28, 2024
Sama halnya dengan pelatih-pelatih muda lainnya, Enzo Maresca berlatar belakang sebagai mantan pesepakbola profesional. Hampir seluruh karirnya dihabiskan di klub-klub Italia, seperti Juventus, Sampdoria, hingga Hellas Verona. Di masa-masa itu, Maresca pernah merasakan dilatih oleh allenatore legendaris macam Marcelo Lippi dan Fabio Capello.
Selain di Italia, Enzo Maresca juga pernah bermain di Liga Spanyol bersama Sevilla dan Malaga. Barulah ketika memutuskan pensiun pada awal tahun 2017, ia membangun karir sebagai seorang pelatih. Dirinya memanfaatkan koneksinya di Spanyol untuk menjadi asisten pelatih Sevilla pada awal 2018. Kala itu, ia bekerja di bawah arahan Vincenzo Montella.
Hanya bertahan selama setengah musim, dirinya dipanggil Manuel Pellegrini untuk membantunya menangani West Ham musim 2018/19. Maresca sendiri memiliki hubungan baik dengan Pellegrini sejak di Malaga medio 2010 hingga 2012.
Pelatih asal Chile itu menilai Maresca sebagai sosok yang cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Maresca sering berdiskusi dengan Pellegrini sewaktu masih jadi pemain. Maka dari itu, tak ada alasan bagi Pellegrini untuk tidak mempekerjakannya sebagai asisten kala itu.
Selama di London, Maresca membantu Pellegrini untuk membawa West Ham bersaing di papan tengah Liga Inggris musim 2018/19, setelah musim sebelumnya terlunta-lunta di papan bawah. Barulah pada tahun 2019 Maresca memutuskan resign dan mengambil lisensi kepelatihan.
Didikan Pep Guardiola
Maresca merampungkan ujian di sekolah pelatih di Italia, Coverciano pada akhir 2019. Kita semua tahu, bahwa Coverciano bagaikan kawah candradimuka yang melahirkan pelatih-pelatih top Italia. Kesempatan untuk menjadi pelatih kepala didapat kala ia ditunjuk menjadi pelatih Manchester City U-23 awal musim 2020/21. Di sini dirinya bertemu Pep Guardiola.
Enzo Maresca: “I have been lucky to work with some fantastic coaches including Pep Guardiola, Marcello Lippi, Carlo Ancelotti and Manuel Pellegrini.” 🇮🇹 #CFC pic.twitter.com/Wa5aQrPS78
— The Pride of London Chelsea (@PrideOfLdnCfc) May 27, 2024
Di musim perdananya, Maresca langsung memenangkan Premier League 2 bersama skuad muda City. Pencapaian ini membuat Pep memberikan ruang spesial bagi Maresca. Pep yakin dirinya akan berguna bagi City suatu saat nanti. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Maresca ditunjuk sebagai asisten Pep di skuad utama Manchester City tahun 2022.
Enzo Maresca ditunjuk usai gagal memperbaiki performa Parma pada tahun 2021. Meski gagal, Pep tahu bahwa Maresca menyimpan potensi yang besar. Kembali menjadi asisten pelatih adalah sebuah kemunduran bagi Maresca yang sudah memiliki lisensi pro UEFA. Namun, dengan itu Maresca justru bisa belajar dari salah satu manajer terbaik di dunia saat ini.
Kurang lebih satu tahun Maresca bekerja di bawah kepemimpinan Pep Guardiola. Dalam rentang waktu yang sama, buku catatannya dipenuhi oleh pembahasan taktik dan revolusi sepakbola yang dilakukan oleh Guardiola. Maresca belajar bagaimana cara memandang sepakbola dari sudut pandang yang lebih luas dari Pep.
Entah itu tentang skema bola mati, bagaimana memaksimalkan transisi cepat, hingga bagaimana cara memilih pemain yang cocok untuk tim. Proses pembelajaran Maresca pun diakhiri dengan beberapa trofi. Ia jadi saksi sejarah ketika City meraih trofi Liga Champions dan mencatatkan treble winner untuk pertama kalinya musim 2022/23.
Gaya Bermain Maresca
Maka dari itu, gaya melatihnya sedikit banyak dipengaruhi oleh maestro taktik, Manuel Pellegrini dan Pep Guardiola. Meski dirinya seorang pelatih yang berasal dari Italia, Enzo Maresca jauh dari identitas sepakbola Negeri Pizza. Dirinya bukan pelatih yang kolot dan merasa cukup dengan sepakbola bertahan yang membosankan.
Pushes the other team on one side, Creates spaces for the winger and the switches the ball on the LW.
Superb!!pic.twitter.com/EM0PBriCGY
— Ta🧢 (@tiamcfc) May 29, 2024
Kita bisa melihat bagaimana sepakbola yang dimainkan Maresca bersama Leicester City musim ini. Meski belum sesempurna milik Pep Guardiola, Maresca berusaha memainkan prinsip sepakbola modern yang mengedepankan penguasaan bola dan transisi yang rapi. Itu dibuktikan dengan rata-rata penguasaan bola The Foxes musim lalu berada di angka 62,2%.
Sama halnya dengan Pep Guardiola, Maresca memahami bahwa menyerang adalah pertahanan terbaik. Leicester mendominasi penguasaan bola tidak hanya untuk mencetak gol tetapi juga memperkecil peluang kebobolan. Permainan model begini lah yang diinginkan oleh manajemen Chelsea.
Dalam prosesnya, metode menyerang dari Maresca juga beragam. Dirinya biasa menggunakan transisi cepat yang didukung umpan kejutan membelah pertahanan lawan. Atau menggunakan metode menumpuk pemain di sektor sayap agar menciptakan ruang di sisi serangan yang lain. Maka dari itu, gelandang kreatif dan pemain sayap yang piawai menahan bola adalah favoritnya.
Apakah Maresca Cocok Untuk Chelsea?
Pengaruh Pep Guardiola sangat signifikan dalam perekrutan Maresca. Mantan pelatih Parma itu dinilai mampu menerapkan berbagai ajaran gurunya musim depan. Chelsea berharap bisa meniru kisah Arsenal bersama Mikel Arteta yang juga pernah menjabat sebagai asisten pelatih Guardiola di Manchester City.
Jika ditanya cocok atau tidak sih, relatif ya. Tinggal kita lihat bagaimana adaptasi dan penerapan taktiknya saja. Nah, yang jadi masalah Maresca akan bekerja di bawah Todd Boehly. Pemilik klub yang ada-ada saja isi otaknya. Bisa saja nanti pemain yang didatangkan justru kemauan manajemen, bukan sang pelatih. Jika begitu, Maresca bakal puyeng sendiri mengikuti jalan pikiran Pak Bos.
https://youtu.be/5MJ2jr65urc
Sumber: BBC, Sky Sport, Goal, FIGC, Coaches Voice


