Genderang perang perseteruan Liverpool dan City resmi ditabuh. Persaingan sengit di musim lalu akan berlanjut di partai awal pembuktian di Community Shield. Perbedaan poin tipis Liverpool musim lalu akan menjadi bahan balas dendam pasukan Klopp.
Kini kedua klub sudah bersolek, kekuatan mereka bertambah dan makin kaya. Haaland dan Nunez misalnya, akan menjadi pertaruhan transfer kedua klub di partai Community Shield nanti.
Who will land the first blow?
It’s Liverpool vs Manchester City in the FA Community Shield this Saturday as the English football season gets underway ⚔ pic.twitter.com/fdIEM8djvh
— SuperSport 🏆 (@SuperSportTV) July 25, 2022
Serba Serbi Community Shield 2022: Venue Baru Hingga Fakta Menarik
Juara Liga Inggris, Manchester City akan ditantang juara FA Cup Liverpool pada 30 Juli 2022 di King Power Stadium, markas Leicester City. Kenapa di Leicester, kok tidak di Wembley? Ya, karena Wembley kini masih digunakan untuk kejuaraan sepakbola Eropa wanita. Sedangkan pemilihan King Power Stadium sebagai venue pengganti adalah pertimbangan juara bertahan Community Shield musim lalu.
Tahun ini akan lebih seru ketika The Citizens dan The Reds yang menjadi calon kuat juara Liga Inggris musim depan akan saling sikut di awal. Mereka berdua sebenarnya terakhir kali bertemu di Community Shield, yakni pada musim 2019/20. Ketika itu di Wembley kedua tim bermain alot dan berakhir imbang 1-1. Adu tos-tosan pun tak terhindarkan. Partai itupun akhirnya menjadi milik Guardiola setelah City memenangkan adu penalti dengan skor 5-4.
Just 7️⃣ days until @LFC and @ManCity meet for the 2022 FA Community Shield 😬
They met each other on the same stage in 2019, with Manchester City winning on penalties 🏆 pic.twitter.com/2dpRrzl0gZ
— Emirates FA Cup (@EmiratesFACup) July 23, 2022
Partai itu pun menjadi bayang-bayang pasukan Klopp. Mau tidak mau dendam itu harus terbalaskan musim ini. Apalagi LIverpool sudah cukup lama tak meraih gelar Community Shield. Terakhir The Reds meraihnya pada tahun 2006 ketika zaman Rafael Benitez, setelah mengalahkan Chelsea 2-1.
The last time Liverpool played in the Community Shield was during 2006, where we beat Chelsea 2-1.
Can you complete the XI with who started that day? 🤔
Reina, Finnan, Agger, Carragher, Riise, X, Sissoko, X, Gonzalez, X, Garcia
Very impressive if you get all 3! pic.twitter.com/JxWvAzcCFQ
— Anfield Edition (@AnfieldEdition) August 3, 2019
Secara jumlah, Liverpool baru memenangi 15 kali Community Shield. Jumlah tersebut masih kalah dari MU yang sudah mengoleksi 21 gelar. Maka dari itu, gelar juara ini mau tidak mau harus diraih Klopp demi menambah pundi-pundi gelar sekaligus memantapkan mental mereka menuju kick off liga yang sesungguhnya.
Di sisi Manchester City, mereka sebenarnya terakhir berlaga di Community Shield musim lalu ketika berhadapan dengan Leicester City. Di mana akhirnya City menyerah 1-0. City sendiri dalam segi gelar Community Shield ini baru mengoleksi 6 gelar. Gelar terakhirnya diperoleh tahun 2019.
Di situasi sekarang, Pep tau prioritas apa yang dibutuhkan timnya. Target juara Community Shield melawan Liverpool ini dijadikan Pep sebuah keharusan. Selain sebagai pemanasan awal.
Di tanah Inggris, Klopp dan Guardiola sudah 16 kali saling berhadapan. Hasilnya, Klopp unggul tipis dengan catatan 6 kali menang, sementara Guardiola mengemas 5 kemenangan dan 5 sisanya seri. Dalam 5 pertandingan terakhir, hasil Liverpool vs Man City lebih banyak serinya. City terakhir menang 4-1 saat bermain di Anfield pada laga Liga Inggris musim 2020/21. Sementara Liverpool terakhir kali menang 3-2 di semifinal Piala FA musim lalu.
Liverpool vs. Man City head-to-head: Record, title races, trophies of Klopp vs. Guardiola rivalry https://t.co/yyVhcysCR8
— Cunning Foxes Sports (@CunningSports) April 16, 2022
Meraba Kekuatan Baru City Dan Liverpool
Nah selain itu, pertandingan akbar awal musim ini nantinya akan menjadi medan pertarungan para pemain baru. Dengan komposisi racikan yang baru, kedua tim akan sungguh-sungguh menyajikan partai yang sengit. Dendam pribadi musim lalu, serta pamer kekuatan baru akan jadi bumbu di partai ini.
Liverpool are getting ready for Community Shield in a great mood!😁🔴 pic.twitter.com/jyjfADc0j8
— VBET News (@VBETnews) July 26, 2022
Liverpool dengan sederet pemain barunya yang telah direkrut menjadikan mereka lebih berwarna. Meskipun secara sistem permainan, semua orang tahu Klopp akan bermain dengan sistem seperti apa. Sistem 4-3-3 Klopp atau mungkin dengan varian baru 4-2-3-1 tetap menjadi basic permainan Klopp. Yang berbeda mungkin dalam sentuhan variasi serangan dengan hadirnya para pemain baru yang tentu sangat ditunggu publik Anfield.
Dilihat dari laga pra musim, publik Anfield pun sempat terkejut ketika mereka dibantai rivalnya, MU 4-0 di Bangkok. Ini adalah sebuah shock therapy bagi skuad Klopp. Namun mereka perlahan keluar dari mimpi buruk itu setelah mampu melibas Leipzig 5-0. Segala macam PR kini tetap dipunyai Klopp.
Hilangnya Mane mau tidak mau harus dibuktikan Klopp sebagai hal yang tak perlu disesali. Klopp barangkali perlu mencoba terus komposisi trio Diaz, Nunez, dan Salah. Jika di lini depan terdapat perubahan, tidak dengan lini tengah dan belakang Liverpool. Mungkin hanya peran pemain baru Fabio Carvalho yang dinanti sebagai gelandang serang baru.
Sementara itu, kondisi di City kurang lebih sama. Mereka meskipun kedalaman skuadnya mumpuni, masih tetap saja bongkar pasang pemain. Hengkangnya Zinchenko, Sterling, maupun Gabriel Jesus harus juga dibuktikan Pep bahwa itu tidak menjadi suatu masalah. Kedatangan Erling Haaland, Kalvin Phillips, dan Julian Alvarez tentu sudah dipersiapkan secara matang oleh Pep.
Berbeda dengan Liverpool yang sudah merasakan kekalahan memalukan di pramusim. Pasukan Pep Guardiola justru sudah memiliki bekal yang baik. Kemenangan tipis atas raksasa Bundesliga, Bayern Munchen jadi modal anak asuh Guardiola untuk melakoni laga Community Shield melawan Liverpool.
Manchester City’s next rivals will be Liverpool in the Community Shield 👀🛡 pic.twitter.com/TyNamlXKUf
— VBET News (@VBETnews) July 24, 2022
Haaland vs Nunez, Trending Pembuktian Yang Tak Bisa Dihindari
Dari apa yang akan disajikan di partai Community Shield musim ini, publik tak dapat mengelak bahwa perseteruan dua rekrutan baru nan mahal kedua klub, Erling Haaland dan Darwin Nunez tetap akan menjadi headline di partai ini.
😤 Darwin Nunez vs. Erling Haaland 🤖
Who comes out on top this season? ⚽️ pic.twitter.com/Mp60gWzhTG
— Football on BT Sport (@btsportfootball) July 21, 2022
Partai ini adalah pembuktian sesungguhnya sekaligus head to head secara langsung “Haaland vs Nunez”. Di antara dua nama itu, mana yang kemungkinan akan flop dan sulit diandalkan ketika kedua tim bertemu kembali.
Melihat track record di laga pramusim, kedua pemain sama-sama sudah membukukan gol debutnya. Nunez yang sempat hits ketika dijuluki sebagai “Andy Carroll Part 2” ternyata mampu membayar lunas ketika ia mencetak Quattrick melawan Leipzig. Meskipun satu match itu tak bisa jadi parameter sesungguhnya. Nah, di partai melawan City inilah seharusnya Nunez kembali menunjukan taji yang sebenarnya jika ia tidak mau dicap sebagai pembelian gagal.
🔥 Darwin Núñez scored as many goals for Liverpool in 45 minutes against RB Leipzig (4) as Andy Carroll did in 35 games during the 2011/12 Premier League season.#LFC|#Liverpool|#PL|#UCL pic.twitter.com/6J2gc19EwK
— #ChampionsLeague (@alimo_philip) July 22, 2022
Di sisi lain Erling Haaland yang baru turun debut ketika melawan Munchen, ternyata langsung mencetak gol semata wayang kemenangan City. Gol khas ala permainan City itu adalah gol debutnya bersama City. Meskipun Haaland mengaku kondisi fisiknya belum 100 persen di pramusim ini. Dan partai melawan The Reds ini adalah waktu yang tepat bagi dirinya menunjukkan bahwa ia lebih baik dari Nunez.
Finishing our pre-season with a win over Bayern in Green Bay! 🙌
Thanks to a first City goal for @ErlingHaaland ✨#ManCity pic.twitter.com/D8AjoQ6X6M
— Manchester City (@ManCity) July 24, 2022
Tentu saja partai Community Shield bisa menjadi pijakan persaingan Manchester City dan Liverpool. Karena itu pula partai ini layak dinanti, apalagi di dalamnya dipenuhi bumbu-bumbu persaingan, yang boleh jadi akan terbawa ketika Liga Inggris bergulir. Prestasi, rekor, dendam, pembuktian, serta gengsi menjadi jaminan yang akan membuat sajian partai ini jadi akan lebih sengit.
https://youtu.be/vUxn6BAcFwE
Sumber Referensi : thefa.com, sportbible, talksport, givemesport


