Kota Moskow: Kiblat Sepakbola Rusia yang Terpinggirkan

spot_img

Jika kita membicarakan soal kota sepakbola, London pasti akan langsung muncul di kepala karena di sana ada puluhan klub yang berlaga di berbagai kasta sepakbola Inggris. Sebut saja Chelsea, Arsenal, West Ham United, dan Tottenham Hotspur.

Namun, ada juga klub yang berlaga di divisi bawah macam Millwall, Queens Park Rangers, dan Watford yang musim lalu baru saja mengalami degradasi untuk kesekian kalinya. Jika dalam negeri barangkali ada Jakarta, yang juga pernah memiliki banyak klub sepakbola macam Persija Jakarta, Pelita Jaya, hingga Persitara Jakarta Utara.

Namun, bagaimana dengan Kota Moskow? Ibu kota Rusia ini ternyata menyimpan sejarah panjang persaingan sepakbola yang menarik dan sengit. Pasalnya di Moskow, penggemar sepakbola terpecah ke dalam lima tim. Nah, berikut kisah lima tim dalam satu kota Moskow. 

Akar Sepakbola Kota Moskow

Menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, tidak lantas bisa kita pahami bahwa Kota Moskow melahirkan klub sepakbola yang masyhur di seantero Eropa. Kendati Moskow adalah ibukota negara besar. Hal itu sangat berbeda dengan Kota Manchester di Inggris maupun Madrid di Spanyol.

Meski demikian, Moskow memiliki klub-klub kaya akan sejarah. Semuanya berawal dari Dynamo Moscow, yang mana jadi klub sepakbola tertua di Rusia. Berakar dari perkumpulan sejumlah klub lokal pada tahun 1887, nama “Dynamo Moscow” kemudian pertama kali digunakan pada tahun 1923. 

Namun, Dynamo Moscow jadi klub yang membangun branding sebagai klub yang erat kaitannya dengan pihak berwajib negara Rusia. Oleh karena itu, tak heran banyak fans yang tak memiliki hubungan baik dengan pihak kepolisian mengejek Dynamo sebagai klub pro polisi.

Sebaliknya, Spartak Moscow berbeda dengan Dynamo Moscow. Keduanya bak dua sisi mata uang, di mana Spartak tidak memiliki afiliasi langsung dengan pemerintah atau industri apa pun. Spartak Moscow justru didirikan oleh serikat buruh.

Nama “Spartak” terinspirasi dari nama budak Yunani, bernama Spartacus yang berjuang melawan Romawi demi kebebasan. Spartak Moscow didirikan sebagai lambang cita-cita mulia dan kebebasan. Sama-sama klub tua namun berbeda sudut pandang, duel antara Spartak Moscow dan Dynamo Moscow disebut dengan “The Oldest Russian Derby”.

Moskow jadi kiblat Sepakbola Rusia?

Jika klub tertua berasal dari Moskow, apakah kiblat sepakbola Rusia adalah Kota Moskow? Well, pemahaman seperti ini tak bisa dibenarkan sepenuhnya. Meski setelah pecahnya Uni Soviet pada tahun 1991, Spartak Moscow mendominasi Liga Rusia yang baru, dengan memegang rekor sebagai pemilik gelar terbanyak yaitu 10 gelar. Namun, kini dominasi Moskow mulai runtuh.

Dalam empat tahun terakhir, sepakbola Rusia dikuasai oleh klub asal Saint Petersburg, Zenit St Petersburg. Setelah klub diambil alih oleh raksasa perusahaan minyak, Gazprom pada tahun 2005, mereka mulai mendobrak dinasti Kota Moskow di sepakbola Rusia.

Zenit juga yang mematahkan dominasi sepakbola Moskow di masa lalu. Meski tergolong tim raksasa, Zenit harus susah payah merebut gelar dari tangan klub-klub Moskow macam CSKA dan Spartak Moscow. Mereka baru bisa mengalahkan dominasi klub Moskow pada tahun 2007, dua tahun setelah dibeli Gazprom dan ketika Dick Advocaat menjadi juru taktik Zenit St Petersburg.

Klub-klub Lain Asal Moskow

Selain dua klub tertua macam Dynamo dan Spartak Moscow, ada klub-klub lain yang tak kalah menarik dan memiliki sejarah panjang. Sebut saja seperti Torpedo Moscow. Terbentuk dari komunitas industri otomotif pada tahun 1924, klub ini mulai menikmati kesuksesan era tahun 60-an. Kala itu Eduard Streltsov, jadi andalan di lini penyerang Torpedo, ia dikenal sebagai Pelé-nya Rusia.

Kisah keberagaman sepakbola Kota Moskow juga tak terlepas dari klub Lokomotiv Moscow. Seperti namanya, klub ini memiliki hubungan yang kuat dengan industri transportasi, karena selama pemerintahan komunis Lokomotiv Voluntary Sports Society dimiliki oleh Kementerian Transportasi Soviet melalui Kereta Api Rusia. 

Lokomotiv Moscow dikenal memiliki pendekatan olahraga yang berbeda dari klub-klub Moskow lain. Saat klub Rusia lainnya jarang memainkan pertandingan uji coba dengan tim di luar Rusia karena ketegangan politik, Lokomotiv justru kerap memainkan pertandingan persahabatan melawan tim-tim di Eropa, Amerika, bahkan Asia.

Yang terakhir ada CSKA Moscow. Klub ini mirip-mirip lah dengan Dynamo, sama-sama klub tua dan memiliki latar belakang yang erat kaitannya dengan pihak berwenang Rusia. Bahkan, apabila diartikan dalam bahasa Inggris, CSKA adalah “Central Army Sport Club” atau sederhananya, CSKA Moscow ini klub sepakbola angkatan darat Rusia. Hmmm… mungkin kalau di Indonesia, mirip-mirip sama PS TNI ya.

Kenapa demikian? Karena klub yang bermarkas di VEB Arena ini berawal dari tim sepakbola resmi angkatan darat Rusia jaman masih bernama Uni Soviet. CSKA bahkan mendapat julukan sesuai latar belakangnya yaitu “The Army Men”.

Nasib kelima klub di Rusia

Lantas bagaimana persaingan dari 5 klub yang berada di satu kota ini? Persaingan mereka cukup menarik, meski Dynamo Moscow adalah akar dari sepakbola Moskow, Dynamo belum pernah memenangkan gelar liga sejak tahun 1976, dan mereka tidak pernah memenangkan Liga Premier Rusia, yang baru dibentuk pada tahun 1992 setelah jatuhnya Uni Soviet.

Beberapa penggemar Dynamo beranggapan bahwa klub kesayangannya itu terkena “Kutukan Beria”, mengingat mantan presiden kehormatan mereka Lavrentiy Beria yang menyiksa rakyat Soviet kala itu. Ia pun dieksekusi mati. Hingga kini fans Dynamo meyakini bahwa sampai hari ini klub mereka dihukum karena dosa Beria.

Spartak Moscow yang menjadi rival utama Dynamo justru jadi tim tersukses di Liga Primer Rusia. Sejak pertama kali dibentuk tahun 1992, Spartak langsung menjadi juara di edisi pertama. Bahkan mereka pernah menjuarai liga enam kali beruntun pada medio 1996 hingga 2001.

Spartak Moscow juga membentuk persaingan sengit dengan CSKA Moscow dengan laga derby yang bertajuk “The Main Moscow Derby”. Derby ini jadi derby terpanas kedua setelah Dynamo vs Spartak. Peta kekuatan Moscow Derby masih dipegang oleh Spartak dengan catatan 83 kemenangan. 

Meski begitu, CSKA jadi satu-satunya klub Moskow yang memiliki gelar Eropa. Mereka menjuarai Europa League musim 2004/2005. Sedangkan klub lain macam Lokomotiv Moscow, mereka jadi tim Moskow terakhir yang berhasil menjuarai liga musim 2017/2018 sebelum akhirnya dominasi diruntuhkan oleh Zenit.

Barangkali Torpedo Moskow jadi klub terlemah apabila dibandingkan dengan klub Moskow lain. Torpedo dalam beberapa tahun terakhir jadi klub yoyo yang kerjaannya naik turun kasta. Musim ini jadi musim comeback mereka di kasta tertinggi setelah musim lalu menjuarai divisi kedua sepakbola Rusia.

https://youtu.be/LlROWccsWHo

Sumber Referensi: Boxtoboxfootball, Thesefootballtimes, The Guardian, Panditfootball

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru