Intrik Dibalik Hengkangnya De Ligt dari Juventus

spot_img

Juventus beruntung bisa mendapatkan bek muda Matthijs De Ligt. Seorang bek tangguh yang jika berkunjung ke rumahnya, kita akan menjumpai trofi Golden Boy. De Ligt merupakan talenta yang dibesarkan Ajax Amsterdam.

Namanya makin mentereng ketika masuk skuad Erik ten Hag yang melenggang ke semifinal Liga Champions musim 2018-19. Meskipun pada waktu itu, belum rejeki. De Ligt dan Ajax Amsterdam gagal melenggang ke partai final setelah takluk atas Tottenham Hotspur.

De Ligt memberi kesan yang baik ketika datang ke Juventus. Satu trofi scudetto jadi bukti betapa Juventus sangat tepat membeli Matthijs De Ligt, yang kala itu dibanderol 85 juta euro (Rp1,2 triliun). Sayangnya, kesan baik itu runtuh ketika De Ligt memutuskan pergi dari Juventus.

Tiga musim membela La Vecchia Signora, De Ligt akhirnya hengkang. Dan sungguh di luar dugaan. Hengkangnya De Ligt dari Juventus menyimpan intrik yang bahkan membuat Leonardo Bonucci ikut meradang.

Tak Betah Lagi di Juventus

Usia Matthijs De Ligt baru 22 tahun. Nasib pria kelahiran Leiderdorp itu masih panjang. Dulu saat masih bersama Ajax, De Ligt yang masih muda ingin cepat-cepat mengalami lonjakan karier. Ia butuh gelar Eropa yang prestisius.

Tahun 2019, datanglah De Ligt ke Juventus. Klub raksasa Italia dan salah satu klub yang penuh prestasi di Eropa itu menampung De Ligt. Ia pun percaya, dengan gabung ke Juventus kiprahnya akan semakin berkibar. Namun, pemain Timnas Belanda itu baru saja tiga tahun di Juve sudah hengkang.

Hengkangnya De Ligt dari Juventus menandakan satu hal: pemuda itu tak betah dengan La Vecchia Signora. De Ligt tak lagi percaya kemampuannya akan berkembang di Turin. De Ligt telah beberapa kali menjalani kompetisi Eropa bersama Juventus.

Namun, yang ia alami adalah kegagalan demi kegagalan. Pembelian pemain oleh Juve yang justru menjadi semacam pemborosan membuat belang tim Turin itu makin kelihatan. Investasi pemain seperti Federico Chiesa, Bernardeschi, Dejan Kulusevski, sampai Miralem Pjanic masih belum mampu mengantarkan prestasi bagus bagi Juve.

Menurut laporan Forbes, faktor itulah yang membuat De Ligt akhirnya mencari pelabuhan baru. Juventus sudah tidak sama lagi. Si Nyonya Tua tampak seperti menjauh dari target besar sebagaimana ketika De Ligt pertama kali datang.

De Ligt dan Juventus sendiri tampaknya hanya terpaku di satu tempat. Kondisi tim yang compang-camping. Kemerosotan performa di Serie A. Alasan-alasan itu sudah cukup membuat De Ligt mesti pindah dari Juventus.

CEO Juventus: Silakan Kalau Mau Pergi

De Ligt dan Juventus tidak mencapai kesepakatan untuk bertahan. Apalagi Matthijs De Ligt sudah mengutarakan minatnya untuk pergi dari Juventus kepada para petinggi klub. Spekulasi kepergian De Ligt pun makin merebak setelah CEO Juventus, Maurizio Arrivabene memberikan tanda-tandanya.

Melalui sebuah wawancara dengan surat kabar Tuttosport yang berbasis di Turin, CEO Juventus terang mengatakan, De Ligt menginginkan untuk transfer musim depan. Kendati Arrivabene mengatakan, pada waktu itu ia belum berencana untuk menjual pemain.

Namun, yang pasti Arrivabene bilang Juventus akan memulai pembangunan kembali. Ia ingin Juventus tidak lagi boros dengan belanja pemain mahal. Maka bukan keanehan jika dari cuitan dua wartawan olahraga kenamaan, Fabrizio Romano dan Nicolo Schira menyebutkan sinyal yang lain.

Dari cuitan dua jurnalis itu, Arrivabene mengatakan bahwa tidak mungkin mempertahankan pemain ketika pemain itu ingin meninggalkan klub. Tetapi, kalau itu terjadi, ketiga pihak harus puas. Itu memperlihatkan bahwa Juventus sepertinya tidak menghalangi De Ligt untuk pergi.

Komentar Bonucci

Kendati dari pihak petinggi Juventus sudah memberi lampu hijau, tetapi rekan sekaligus senior Matthijs De Ligt, Leonardo Bonucci mengkritik keputusan De Ligt. Dilansir Besoccer, Bonucci tidak percaya bahwa De Ligt akan semudah itu meninggalkan Juventus.

Pria 35 tahun itu terus terang tidak menyukai proses penandatanganan De Ligt. Meskipun Bonucci sendiri mengakui tidak kaget atas keputusan De Ligt yang memilih hengkang dari Juventus. Namun, Bonucci bilang, alasan yang disampaikan De Ligt sama sekali tidak menyenangkan.

Walau bagaimana, Juventus telah membentuk De Ligt. La Vecchia Signora adalah tim yang ikut menempa bakat De Ligt. Maka dari itu, Bonucci mengatakan, De Ligt harus memberikan rasa hormatnya pada tim setelah melewati tiga tahun bersama. Meski begitu, Bonucci mengaku tidak memaksa De Ligt bertahan.

“Saya berharap yang terbaik untuknya (De Ligt),” kata Bonucci dikutip La Gazzetta dello Sport.

Bujukan Van Gaal

De Ligt telah memutuskan pergi dari Juventus. Awalnya, ada beberapa tim yang serius mendatangkannya. Namun, Chelsea dan Bayern Munchen dikabarkan menjadi yang sungguh-sungguh ingin mendatangkan De Ligt.

Hanya saja, De Ligt akhirnya memilih Bayern Munchen. Dengan banderol 67 juta euro (Rp1 triliun), FC Hollywood sukses mendatangkan De Ligt. Namun, kepindahan De Ligt ini juga rupa-rupanya ada campur tangan orang lain.

Dikutip dari Voi, pelatih Timnas Netherlands, Louis Van Gaal adalah orang yang mengintervensi keputusan De Ligt yang pindah dari Juve ke Bayern Munchen. Ketika menjalani tugas internasionalnya bersama Timnas Belanda, De Ligt dijejali kata-kata manis Louis Van Gaal.

Van Gaal secara brutal menyampaikan hal-hal baik tentang Bayern Munchen kepada De Ligt. Pelatih Timnas Belanda itu memuji-muji Die Roten sebagai tim yang memiliki filosofi permainan yang bagus.

“Dia (Van Gaal) mengatakan kepada saya, jika saya bergabung ke sana (Bayern Munchen), saya akan jatuh cinta pada mereka (Bayern Munchen),” kata Matthijs De Ligt.

Saran Ruud Gullit

Kabar keinginan De Ligt hengkang dari Juventus juga sampai pada Ruud Gullit. Eks pemain sekaligus legenda Timnas Belanda itu mendengar kabar tersebut, dan cepat-cepat menyarankan De Ligt agar pindah ke Bayern Munchen. Itu jika De Ligt ingin berkembang lebih baik lagi.

Gullit memberikan komentarnya melalui media Jerman, Bild. Ia bilang De Ligt telah mengalami masa-masa sulit dengan situasi yang sukar diprediksi. De Ligt, bagi Gullit, juga dianggap telah mempelajari banyak hal untuk mengatasi inkonsistensinya.

“Di Bayern, Matthijs akan melakukannya lebih baik dan bisa memberikan kontribusi lebih banyak. Saya percaya itu,” kata Ruud Gullit.

Bukan Karena Uang

Sebelum benar-benar hengkang, muncul rumor bahwa De Ligt pergi dari Juventus dan memilih Bayern Munchen karena uang. Namun, faktanya dari situs Juvefc, uang bukan alasan di balik kepindahan De Ligt ke Bayern Munchen.

Fakta itu terungkap setelah media Football Italia melaporkan gaji yang bakal diterima De Ligt di Bayern Munchen. Dalam laporan tersebut, The Bavarians mendatangkan De Ligt dengan gaji hanya 10 juta euro (Rp152 miliar) per musim plus bonus.


Angka itu jauh lebih rendah dari apa yang De Ligt dapatkan selama ini. Sebelumnya, Bianconeri membayar gaji De Ligt tiap musimnya 11 juta euro (Rp168 miliar). Dengan begitu jelas sudah, uang bukanlah alasan mengapa De Ligt hengkang dari Juventus ke Bayern Munchen.

Toh, De Ligt juga sudah percaya bahwa Bayern Munchen bisa mengembangkan bakat seperti dirinya. Pemain Belanda itu sudah yakin pada Julian Nagelsmann. Ia percaya sang pelatih muda bisa membantu pemain muda seperti dirinya berkembang lebih baik.

https://youtu.be/Lv2mmBTjUVI

Sumber: TheAthletic, BWRAO, BFW, StadiumAstro, LigaOlahraga

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru