Di saat kebanyakan umat muslim di Indonesia baru menyiapkan hidangan sahur, para pemain Newcastle udah buka puasa duluan di Wembley. Tapi, bukan karena perbedaan waktu ya. Yang dimaksud buka puasa di sini adalah buka puasa gelar. Ya, menghadapi Liverpool di final Piala Carabao, Newcastle menang 2-1.
Ini jadi laga yang mengejutkan, mengingat situasi kedua tim saat ini. Sedang dalam performa apik di Liga Inggris, Liverpool jelas lebih dijagokan memenangkan pertandingan ini, ketimbang Newcastle. Bagaimana tidak? Newcastle masih tidak stabil di urutan keenam. Mereka pun sedang kesulitan untuk kembali masuk zona Eropa.
Selain hasil laga yang di luar prediksi, ada intrik menarik di balik laga tersebut. Penasaran, apa saja intrik-intrik yang dimaksud?
Daftar Isi
Bagaimana Newcastle Mengalahkan Liverpool
Sebelum berbicara soal intrik pertandingan, kita akan sedikit membedah jalannya pertandingan. Bagi siapa pun yang menonton, barangkali tidak menyangka bahwa Newcastle United akan mengalahkan Liverpool di laga sepenting ini. Lantas, bagaimana cara Eddie Howe meredam The Reds yang sedang berapi-api?
Coach Eddie meminta pemainnya langsung tancap gas di awal laga. Duel pun berjalan dengan tempo tinggi di babak pertama. Siasat ini cukup untuk memukul mundur pasukan Arne Slot. The Magpies lebih banyak melancarkan serangan berbahaya memasuki pertengahan babak pertama. Sementara, Liverpool belum juga bisa melepas tembakan hingga 30 menit laga berjalan.
Sampai akhirnya percobaan Newcastle berbuah hasil di menit-menit akhir menjelang turun minum. Tandukan Dan Burn menyambut umpan dari sepak pojok merobek jala gawang Liverpool. Babak kedua laga berjalan lebih intens. Newcastle yang sudah unggul lebih menunggu. Mereka menunggu Liverpool melakukan kesalahan.
Dan benar saja, babak kedua baru berjalan tujuh menit, Alexander Isak menggandakan keunggulan. Mental pemain Liverpool pun drop. Sedangkan Newcastle mempertebal tembok pertahanan. Liverpool dibuat frustrasi dengan pertahanan itu.
Mereka hanya mampu melepaskan dua tembakan on target yang salah satunya berbuah gol di menit 90+4. Sayangnya, gol yang dicetak oleh Federico Chiesa itu terlambat. Liverpool sudah kehabisan bensin dan akhirnya mengaku kalah.
Berakhirnya Riwayat Buruk di Wembley
Tangis haru dan sorak sorai membanjiri tribun yang dipenuhi oleh gelombang hitam-putih khas Newcastle. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri paceklik The Magpies ketika berlaga di Wembley. Sebagian besar fans Newcastle percaya bahwa timnya selalu dibelenggu kutukan jika bermain di stadion sakral itu.
Sebelum final ini, Newcastle United memiliki rekor kekalahan terpanjang di Wembley oleh tim klub manapun. The Magpies tercatat sudah kalah dalam sembilan pertandingan beruntun di stadion Wembley. Dari sembilan kekalahan itu, dua diantaranya di Piala Liga.
Kekalahan terakhir yang dialami Newcastle saat berlaga di Wembley terjadi pada musim 2022/23. Saat itu, Newcastle mencapai final Carabao Cup usai mengalahkan Southampton di babak semifinal. Sayangnya, mereka kalah dari Manchester United asuhan Erik Ten Hag. Setelah terus-terusan menelan pil pahit, akhirnya Eddie Howe menciptakan sejarah.
Trofi Piala Liga Pertama
Menariknya, ini jadi trofi pertama Newcastle selama keterlibatan di Piala Liga. Newcastle memang sejarang itu masuk final di kompetisi ini. Seperti yang sudah disampaikan tadi, dari sembilan kekalahan di Wembley, dua diantaranya terjadi di Piala Liga. Sebelum kalah dari Manchester United, Newcastle pernah kalah dari Manchester City pada tahun 1976.
Di luar edisi itu, Newcastle tak pernah mencapai final lagi. Baru tahun ini. Selain itu, trofi Piala Carabao ini juga jadi trofi mayor domestik pertama bagi Newcastle sejak 70 tahun lalu. Terakhir kali Newcastle meraih trofi mayor Inggris adalah pada tahun 1955. Itu pun Piala FA, bukan Piala Liga.
Prestasi Eddie Howe
Selain yang pertama bagi Newcastle, trofi ini juga jadi trofi pertama dalam karir Eddie Howe. Anyway, pelatih asal Inggris tersebut memang layak mendapat pujian besar atas keberhasilan ini. Sejak mengambil alih kursi pelatih dari Steve Bruce pada November 2021, Howe juga banyak berjasa untuk meningkatkan mutu bermain dan kualitas klub secara keseluruhan.
Eddie Howe adalah pelatih asal Inggris pertama yang memenangkan Piala FA atau Piala Liga sejak Harry Redknapp bersama Portsmouth pada tahun 2008. Kala itu, pelatih legendaris ini menjuarai Piala FA usai menundukan Cardiff dengan skor 1-0.
Eddie Howe kini telah memenangkan 13 dari 16 pertandingan Piala Liga bersama Newcastle United. Itu berarti, Eddie mampu mencatatkan 81% kemenangan dengan Newcastle. Itu jadi rasio kemenangan terbaik dari semua manajer The Magpies yang memimpin lebih dari satu pertandingan di kompetisi tersebut.
Inggris memang jarang menghasilkan pelatih hebat. Kebanyakan pemain-pemain hebat yang dimiliki Inggris, justru buruk ketika menjadi pelatih. Di sisi lain, klub-klub Inggris lebih percaya pada pelatih-pelatih asing. Pelatih asal Spanyol dan Italia jadi yang paling disukai. Maka dari itu, ketika Eddie Howe dipercaya untuk membidani evolusi Newcastle di bawah naungan Arab Saudi, ia langsung jadi sorotan.
Jadi yang Tertua
Selain rekor dan sejarah, ada fakta-fakta unik yang menyertai kemenangan Newcastle atas Liverpool. Salah satu yang menarik adalah soal umur rata-rata tim asuhan Eddie Howe. Sebelas pemain pertama yang dipilih oleh Coach Eddie terdiri dari lima pemain yang berusia lebih dari 30 tahun. Itu membuat tim memiliki usia rata-rata di angka 29 tahun dan 13 hari.
Menurut data yang ada, skuad tersebut telah menjadi tim tertua yang pernah tampil di final Carabao Cup setelah skuad Manchester City yang tampil pada final Carabao Cup tahun 2018. Saat itu, skuad asuhan Pep Guardiola memiliki rata-rata usia skuad di hampir 32 tahun, di mana Claudio Bravo (35 tahun) jadi pemain tertua di lapangan.
Sementara di laga Newcastle vs Liverpool, Dan Burn juga mencetak rekor sebagai pemain tertua. Ia yang sudah berusia 32 tahun, 311 hari jadi pemain Inggris tertua ketiga yang mencetak gol di final Piala Liga. Burn hanya kalah dari George Eastham dari Stoke City yang mencetak gol di usia 35 tahun, 163 hari dan John Terry yang mencetak gol untuk Chelsea di usia 34 tahun, 84 hari.
Menggagalkan Liverpool Menyamai Rekor MU
Tentunya fakta yang tercipta bukan hanya dari kubu Newcastle United saja. Dari Liverpool pun ada. Kemenangan Newcastle di final kemarin berhasil menggagalkan ambisi Liverpool untuk menyamai rekor Manchester United musim ini. Sebelum final, Liverpool telah memenangkan 18 trofi domestik Inggris. Itu terdiri dari sepuluh Piala Liga dan delapan Piala FA.
The Reds sebetulnya hanya butuh satu trofi lagi untuk menyamai pencapaian Setan Merah yang sudah mengantongi 19 trofi domestik Inggris. Dengan rincian 13 Piala FA dan enam Piala Liga. Nahas, mimpi itu harus tertunda akibat kekalahan dari Newcastle United. Itu berarti, Liverpool harus mencobanya lagi tahun depan karena di Piala FA musim ini, mereka juga sudah tersingkir.
Statistik Buruk Liverpool
Jika masih belum cukup, kekalahan dari Newcastle ini kian memperburuk rekor Arne Slot di laga final. Selama karirnya sebagai manajer, Arne Slot baru tampil di empat partai final. Tiga kali di Belanda dan sekali di Inggris. Dari empat laga itu, dirinya baru menang sekali. Satu-satunya kemenangan yang diraih Arne adalah saat memimpin Feyenoord mengalahkan NEC Nijmegen di final KNVB Beker tahun lalu.
Selain Arne Slot, Mohamed Salah juga mencatatkan rekor buruk di laga kemarin. Salah telah terlibat langsung dalam 18 gol dalam 16 penampilan melawan Newcastle untuk Liverpool di semua kompetisi. Namun, untuk pertama kali dalam karirnya di Liverpool, Salah gagal menciptakan peluang atau melepaskan tembakan dalam 90 menit menghadapi Newcastle.


