Bakal NGERI NIH! 3 Pemain Jerman Ini Bisa Bela Timnas Indonesia

spot_img

Bursa transfer memang menggiurkan, apalagi kalau bursa transfer yang dimaksud perpindahan kewarganegaraan, dari non-Indonesia menjadi Indonesia. Di tengah perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, rumor kedatangan pemain baru ke pelukan PSSI mengalir deras seperti arus Sungai Asahan.

Voetbal Primeur, media asal Belanda lumayan sering nge-spill calon pemain baru Timnas Indonesia. Maklum, kebanyakan pemain naturalisasi berasal dari Belanda. Di awal tahun 2025 lalu, Voetbal Primeur membocorkan ada delapan pemain Belanda yang akan bergabung Timnas Indonesia. Salah satunya malah sudah mencetak dua gol, yakni Ole Romeny.

Para calon naturalisasi sebenarnya tidak hanya hadir dari Belanda, namun juga bakal ketiban pemain baru dari Jerman. Belakangan ini ada tiga pemain dari Jerman yang eligible membela Timnas Indonesia. Siapa saja pemain-pemain tersebut? Dan mungkinkah bisa bergabung ke skuad Patrick Kluivert?

Berikut ini ulasannya. Namun sebelum itu jangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya agar tak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven.

Profil Laurin Ulrich

Nama pertama, wah ini, belakangan baru mulai terdengar namanya. Dia adalah Laurin Ulrich. Namanya memang terdengar mirip seperti kiper Bayern Munchen, Sven Ulreich. Namun pemain yang kita bicarakan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan peraih satu gelar Liga Champions itu.

Laurin lahir di Heidenheim an der Brenz, sebuah kota di distrik Heidenheim, tempat lahirnya FC Heidenheim, tim yang musim ini berlaga di kompetisi Eropa untuk kali pertama. Info dari dinas pencatatan sipil setempat, Laurin lahir pada 31 Januari 2005. Itu artinya, sang pemain baru berusia 20 tahun.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, termasuk dari Okezone, mengatakan bahwa Laurin memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ayah. Ayah dari ayahnya alias sang kakek lahir di Surabaya sewaktu tanah air masih dikuasai pemerintahan Hindia-Belanda.

Saat ini Laurin Ulrich tak memegang paspor Indonesia. Maklum, Indonesia tidak mengizinkan dwi kewarganegaraan. Laurin hanya memegang paspor Jerman. Meski begitu, Laurin masih eligible untuk membela Timnas Indonesia.

Tinggal apakah garis keturunan sang pemain bisa dibuktikan juga secara de jure atau tidak. Lupakanlah soal itu sebentar. Sekarang kita akan mengenal pemain yang satu ini. Emang sehebat apa sih Laurin Ulrich? Kekuatan macam apa yang bisa ia berikan untuk Timnas Indonesia?

Kiprah Laurin Ulrich

Tahun 2016 sang pemain sudah bergabung ke akademi salah satu klub raksasa di Jerman, VfB Stuttgart. Tujuh tahun berkutat di akademi, Laurin lalu disodori kontrak jangka panjang untuk memperkuat tim utama. Yang cukup menarik, ketika Stuttgart hendak memberi kontrak jangka panjang untuk Laurin, Bayern Munchen, sekali lagi, Bayern Munchen tertarik memboyong pemuda ini.

Ceritanya begini. Mengutip media Jerman, Kicker, Direktur Olahraga Stuttgart kala itu, Sven Mislintat melihat penampilan Laurin di berbagai pertandingan, mulai dari uji coba hingga kompetisi tingkat nasional U-17 dan U-19, termasuk tak ketinggalan di level tim nasional U-17.

Setelah mencermati penampilan Laurin, Mislintat menyebutnya salah satu talenta terbaik yang dihasilkan Stuttgart. Kala itu Laurin juga mengantarkan Stuttgart U-19 juara Liga Nasional musim 2021/22. Makin kesengsem lah si Mislintat.

Tapi persoalannya, talenta yang berkembang hebat di Jerman mustahil untuk luput dari pantauan pencari bakat Bayern Munchen. Usai menjuarai Liga Nasional tersebut, Die Roten menelepon Laurin. Stuttgart yang cemas langsung memberi kontrak jangka panjang hingga 2026.

Kontrak itu akhirnya yang dipilih Laurin. Keputusan yang boleh jadi tepat. Sebab setelah meneken kontrak itu, Laurin kembali meraih trofi. Kali ini di musim 2023/24, yakni trofi German Regionalliga Southwest bersama Stuttgart II.

Oh ya, soal gaya bermain, Laurin termasuk gelandang yang cenderung bertahan. Ia unggul dalam aksi bertahan, dari intersep hingga tekel. Jika ia memperkuat Timnas Indonesia, mungkin bisa menjadi pelapis Joey Pelupessy yang bertugas mengambil pekerjaan kotor di lini tengah Timnas Indonesia.

Profil Ethan Kohler

Nama kedua adalah Ethan Kohler. Nah kalau pemain ini sebenarnya bukan didikan Jerman. Pemain yang memiliki nama seperti produk kamar mandi asal Amerika Serikat ini juga tidak lahir di Jerman. Ibu Ethan babaran di Campbell, California, sehingga Ethan pun mempunyai kewarganegaraan Amerika Serikat.

Ethan Kohler lahir di Hari Kebangkitan Nasional pada 2005. Berarti usianya baru mau menginjak 20 tahun bulan depan. Jebolan akademi San Jose Earthquakes ini merupakan blasteran Jerman-Indonesia. Ayahnya keturunan Jerman, sedangkan nenek dari ibunya berasal dari daerah di Indonesia yang Tari Kecak-nya terkenal.

Karier Ethan Kohler

Ethan mengawali dunia sepak bola dari Amerika Serikat. Menimba ilmu di akademi San Jose Earthquakes, Ethan lalu dikontrak tim yang sekarang bermain di USL Championship, Oakland Roots. Hanya semusim ini Oakland Roots, Ethan lalu diangkut tim Bundesliga, Werder Bremen. Kedatangannya ke bekas timnya Mesut Ozil itu bahkan menjadi sorotan Bundesliga.

Saat direkrut di awal musim 2023/24 lalu, website resmi Bundesliga mengulas pemain yang saat itu masih 18 tahun. Seolah-olah ia adalah talenta yang amat menjanjikan. Kemampuannya bahkan disamakan dengan Joshua Kimmich.

Tapi memang demikianlah adanya. Pemain yang bisa bermain di posisi gelandang bertahan dan bek tengah ini berkiprah di MLS NEXT Pro bersama San Jose Earthquakes II.

Tahu apa yang istimewa? Bukan hanya karena tampil dalam 11 laga, tapi di sana Ethan menunjukkan kemampuan dalam mengumpan. Tingkat akurasi umpannya saja mencapai 92,4%. Bukan hanya di level klub, penampilan Ethan di level internasional juga menawan.

Tahun 2024 lalu, sang pemain unjuk gigi di ajang Piala Concacaf U-20. Penampilan apiknya, terutama di semifinal, sukses membawa Amerika Serikat ke final. Sayang, di partai final, Amerika dibekuk Meksiko. Tapi di final itu Ethan tidak dimainkan. Cukup sampai ke final saja, Amerika Serikat akan bermain di Piala Dunia U-20 2025.

Ethan pun berpotensi ikut berangkat ke turnamen yang digelar di Chile itu. Tak mengejutkan karena Ethan tampil apik di Werder Bremen II. Bersama tim itu, ia menjuarai Oberliga Bremen atau liga kasta kelima Jerman atau divisi tertinggi di Free Hanseatic City of Bremen, negara bagian Jerman.

Tapi tenang, kalaupun Ethan berangkat ke Piala Dunia U-20, ia masih eligible untuk membela Timnas Indonesia jika dan hanya jika, PSSI memprosesnya. Sayangnya, nama Ethan sudah menguat sejak Piala Dunia U-17 2023 lalu, tapi dari PSSI belum ada gelagat serius, walau konon sudah masuk radar.

Profil dan Kiprah Reno Munz

Berbeda dengan dua pemain lain, Reno Munz sama sekali tidak memiliki garis keturunan Indonesia. Namun tempat kelahiran pemain setinggi 188 cm itu sama seperti artis cantik Nadya Arina. Munz lahir 2 Oktober 2005, berarti usianya baru 19 tahun.

Memulai karier dari Fortuna Cologne U-17, Munz pindah ke tim muda Bayer Leverkusen pada 2022. Sang pemain pernah sekali dibawa oleh Xabi Alonso ke tim senior, yakni di laga menghadapi RB Leipzig pada 19 Agustus 2023. Tapi tak diturunkan.

Masanya di Bayer Leverkusen sebetulnya cukup singkat. Setelah bermain di 20 laga bersama Bayer Leverkusen U-19, ia diboyong oleh tim profesional, Greuther Furth yang berlaga di Zweite Bundesliga pada awal musim ini. Pemain kelahiran Jakarta ini bisa bermain di segala posisi, khususnya gelandang bertahan, bek tengah, bek kiri maupun bek kanan.

Gaya bermainnya cenderung defensif. Munz bagus dalam tekel maupun duel udara. Sementara kemampuannya dalam mendribel bola melewati lawan bisa dibilang cukup sebagai pemain bertahan. Di Zweite Bundesliga musim ini, FotMob mencatat Munz sudah melakukan empat kali dribel melewati lawan.

Baik Munz, Ethan, maupun Laurin punya nilai pasar yang tinggi. Laurin menjadi yang tertinggi dengan Rp17,38 miliar, disusul Munz dengan Rp11,30 miliar dan Ethan Rp1,74 miliar. Belum ada kabar terbaru soal pendekatan PSSI ke tiga pemain ini. Mengingat usia mereka di bawah 23 tahun, mungkin ketiga pemain ini cocok memperkuat timnya Gerald Vanenburg. Setuju nggak?

Sumber: Bundesliga, Suara, Okezone, Sindonews, Okezone, Kicker

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru