Joan Laporta dibuat tak bisa menikmati jadwal me time-nya di Pulau Sardinia karena sejumlah fans Barcelona yang berisik. Mereka terus menanyakan tentang bagaimana geliat transfer La Blaugrana di musim panas kali ini. Dari berbagai nama, Nico Williams jadi yang paling sering ditanyakan.
Ketika ditanya, jawaban Laporta pun tetap sama, “Kami akan mencobanya”. Jika pada akhirnya transfer Nico ke Barcelona menjadi kenyataan, kita akan kembali disuguhkan duet maut Nico-Yamal. Hmmm, bakal sengeri apa ya Barca jika mempunyai dua pemain muda itu? Wong, jarang main bareng aja udah gacor banget di Timnas Spanyol.
Daripada cuma dipikirin, kita bahas bareng aja. Penasaran? Sebelum masuk pembahasan, kalian bisa subscribe dan nyalakan notifikasi lebih dulu agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven Story.
Daftar Isi
Nico Jadi Rebutan Banyak Klub
Layaknya wanita yang memiliki kecantikan alami yang khas, daya tarik Nico Williams begitu besar. Hampir semua klub top di Eropa menaruh hati padanya. Apalagi setelah dirinya tampil memukau dengan membawa Timnas Spanyol meraih gelar Euro 2024. Oleh karena itu, akan terdengar wajar jika Barcelona juga tertarik untuk meminangnya.
Setelah berakhirnya Euro, kanal pemberitaan langsung dipenuhi oleh namanya. Selain Barcelona, ada empat klub lain yang menanyakan ketersediaannya. Klub-klub tersebut antara lain Bayern Munchen, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Keempat klub itu berambisi menambahkan Nico ke dalam proyeknya musim 2024/25.
Athletic Bilbao pun sampai dibuat pusing karena terlalu sibuk mengurusi banyaknya pertanyaan yang datang. Beberapa perwakilan klub langsung menanyakan tanggal pertemuan. Sementara wartawan membombardir Bilbao dengan pertanyaan soal masa depan Nico.
Barcelona dikabarkan jadi yang terdepan untuk mendatangkan Nico Williams. Barca kabarnya berniat untuk membawa kemitraan Nico dengan Lamine Yamal yang sudah sukses di tim nasional ke Catalan.
Barcelona Terdepan
Lantas, sudah sejauh mana Barcelona bergerak untuk mengamankan jasa Nico Williams? Menurut cuitan pakar transfer pemain, Fabrizio Romano, Barcelona sedang fokus pada saga transfer ini. Meski masih banyak target yang harus didatangkan, mereka memprioritaskan untuk merampungkan transfer Nico terlebih dahulu.
Sementara itu, Direktur Olahraga Barcelona, Deco memastikan bahwa klub sudah menyiapkan dana sekitar 58 juta euro untuk Bilbao. Oleh karena itu, Deco berani untuk mengadakan pertemuan awal dengan agen sang pemain, Felix Tainta minggu lalu. Pertemuan dengan agen diharapkan bisa mempercepat kesepakatan pribadi antara kedua belah pihak.
Barcelona dikabarkan sudah mengajukan beberapa detail kontrak kepada Nico Williams. Mereka tetap percaya bahwa sang pemain akan menerima tawaran tersebut kendati banyak klub-klub dari Liga Inggris yang siap menikung transfer ini. Joan Laporta ingin segera merampungkan transfer ini karena mendapat tekanan dari fans. Mereka bahkan sampai rela patungan demi transfer ini terjadi.
Ketemu Lamine Yamal Lagi
Kalau dihitung secara persentase, mungkin kepindahan Nico Williams ke Barcelona sudah berada di tahap 75%. Karena jika Nico menyetujui persyaratan pribadi dengan Barca, maka negosiasi dengan Athletic Bilbao bukan lagi masalah. Selain karena sudah menyiapkan uang, hubungan baik Barca dan Bilbao soal perpindahan pemain disinyalir jadi faktor X di saga transfer ini.
Jika beneran terjadi, maka Nico Williams akan kembali berduet dengan Lamine Yamal. Kita semua tahu, keduanya jadi tulang punggung La Roja di ajang Euro kemarin. Keduanya saling melengkapi satu sama lain. Koneksi apik Yamal dan Nico bahkan sampai merambah ke luar lapangan. Kita sering melihat mereka membuat video dance cover bersama.
Lamine Yamal dan Nico Williams adalah aset berharga di sepakbola Spanyol. Kini, sepertinya tak akan berlebihan jika menyebut Yamal dan Nico sama berharganya seperti duo Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, Sergio Ramos dan Gerard Pique, atau Xabi Alonso dan Sergio Busquets di lini tengah Timnas Spanyol kala itu.
Maka dari itu, akan sangat beruntung jika Barca memiliki Nico dan Yamal di musim depan. Apalagi keduanya akan bermain bersama Robert Lewandowski, salah satu striker terbaik yang pernah ada. Yamal, Nico, dan Lewandowski akan membangun trio baru yang siap membuat Real Madrid kepanasan.
Kehebatan Nico dan Yamal
Tapi tunggu dulu. Emang sehebat apa sih Lamine Yamal dan Nico Williams jika diduetkan? Euro 2024 adalah bukti nyata bagaimana kedua pemain itu jadi ancaman nyata bagi lawan-lawannya. Jika ada penyerang yang paling ditakuti meski tanpa perlu banyak mencetak gol, mungkin duet Nico-Yamal jawabannya.
Menurut Fotmob, bintang muda Athletic Bilbao dan Barcelona itu berhasil mencatatkan dribel sukses sebanyak 25 kali selama Euro 2024. Catatan itu merupakan angka tertinggi dibanding seluruh pemain yang berpartisipasi di Euro 2024. Gokil nggak tuh. Padahal keduanya sama-sama belum berusia 23 tahun. Yamal bahkan belum boleh bikin SIM C.
Tak cuma itu, baik Yamal maupun Nico sangat piawai dalam menciptakan peluang. Nico berhasil mencatatkan 13 peluang selama tujuh pertandingan. Sementara Yamal lebih ngeri lagi. Dalam jumlah laga yang sama, ia tercatat telah menciptakan 19 peluang. Menurut Fotmob, expected assist keduanya berada di angka lebih dari 2,0.
Bayangkan aja, Barca mengandalkan dua pemain ini di sektor sayap. Bek-bek lawan pasti dibuat terkencing-kencing saking kesulitannya menjaga Yamal di kanan dan Nico di kiri. Gocek sana gocek sini, stamina pemain belakang lawan pasti dikuras habis oleh dua pemain muda itu.
Mampukah Diterapkan di Barcelona?
Tapi, di Barcelona kan pelatihnya bukan Luis De La Fuente? Beda tangan pasti beda rasa lah ya. Musim depan, Barcelona akan dilatih oleh Hansi Flick. Meski bukan dari Spanyol, Flick tak asing dengan skema duo pemain sayap karena dirinya juga selalu mengandalkan pemain sayap sewaktu masih menangani Bayern Munchen.
Kala ditunjuk menukangi Bayern Munchen di pertengahan musim 2019/20, Hansi Flick menggunakan pemain yang diwariskan oleh Niko Kovac. Pada awalnya, Kovac lebih sering menggunakan Ivan Perisic dan Kingsley Coman. Tapi, di era Flick, Serge Gnabry lebih difavoritkan. Sedangkan Coman bergantian dengan Philippe Coutinho.
Di tangan Hansi Flick ketiga pemain sayap itu performanya kian melesat. Gnabry bisa dijadikan tolok ukur. Di musim 2018/19, Gnabry hanya mencetak 13 gol dan sembilan assist di semua kompetisi. Sementara di bawah asuhan Flick, Gnabry langsung mencetak 23 gol dan 14 assist di semua kompetisi musim 2019/20.
Dari tiga pemain yang silih berganti itu tercipta 42 gol dan 30 assist di semua kompetisi untuk Bayern Munchen. Menariknya, yang jadi ujung tombak di era itu adalah Robert Lewandowski. Ketiga pemain itu tampil sangat baik dalam memaksimalkan peran penyerang Polandia itu di lini depan.
Skema yang diusung Flick langsung membuahkan hasil di tahun pertamanya. Musim 2019/20 Munchen panen trofi. Trofi Bundesliga, DFB-Pokal, Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Super Jerman, dan gelar Piala Dunia Antarklub didapat dalam satu tahun kalender yang sama.
Jika muncul pertanyaan apakah Hansi Flick bisa mengulangi kesuksesan itu di Barcelona atau tidak? Jawabannya mungkin bisa saja. Yamal dan Nico masih bisa berkembang lebih jauh lagi. Jika pelatih berkebangsaan Jerman itu berhasil mengeluarkan versi terbaik dari kedua pemain itu, maka bisa dipastikan Barcelona bisa menandingi Real Madrid yang kini diperkuat Kylian Mbappe.
https://youtu.be/SbIDO1Y45Zw
Sumber: Goal, Barca Blaugranes, FC Bayern, BBC, The Athletic


