Derby Madrid tak ubahnya seperti derby derby lain seperti Derby Manchester atau Derby Milan, hanya pertandingan sebatas dua saudara yang kebetulan berdiri di kota yang sama. Namun, Derby Madrid adalah pertandingan yang paling dinantikan oleh penggemar LaLiga setelah El Classico. Karena laga tersebut adalah big match yang tak kalah panas untuk membuktikan siapa yang terbaik dan pantas menyandang gelas sebagai tim penguasa ibukota Spanyol.
Dalam lanjutan Liga Spanyol musim ini, Derby Madrid digelar di Estadio Wanda Metropolitano, alias kandangnya Atletico Madrid. Meskipun kata pelatih Atletico Madrid, yaitu Diego Simeone laga Derby ya sama aja poinnya tetep dapet 3 biji kalo menang.
Seperti yang kita tahu, selain Barcelona, Real Madrid juga berpotensi untuk mengancam posisi puncak klasemen yang saat ini sedang dipegang Atletico Madrid. Namun agaknya Los Blancos ini kurang bisa memanfaatkan kesempatan, kemarin saja di laga menghadapi Real Sociedad mereka cukup kesulitan dan hampir saja kalah. Anak asuh Zinedine Zidane ini sebenarnya sudah cukup baik melancarkan serangan untuk lini belakang Sociedad, tapi sayangnya tidak bisa menyarangkan satu gol sekalipun di babak pertama.
Bukannya dapat gol, eh malah kebobolan di awal babak kedua lewat golnya Portu saat sepuluh menit pertama babak kedua dimulai. Barulah saat tertinggal satu gol Luka Modric dan kawan-kawannya mulai ngegas kembali buat menyeimbangkan kedudukan.
Di menit-menit akhir menjelang El Real kehilangan poin, datanglah Vinicius Junior yang lagi-lagi menyelamatkan muka Madridista dari kejamnya dunia perbullyan di sepak bola. Lesakkan bolanya berhasil membawa Real Madrid berbagi poin dengan Real Sociedad. Nggak ada yang lebih real emang itu dua tim, yang satu habis ngampas di Europa League, satunya lagi juga sudah payah buat menang di Champions League kemaren.
Di laga melawan Sociedad tersebut juga nampak kali keolengan Real Madrid akibat ditinggal beberapa pemain pentingnya. Terpantau Zinedine Zidane sang pelatih melakukan beberapa kali percobaan skema di laga tersebut, hal itu ia lakukan karena timnya bermain jauh dibawah standar dan ekspektasi. Bayangin dong dari 20 tembakan yang mereka lakukan, hanya 3 biji yang masuk kategori shoot on target, yang lainnya? Entah lari kemana-mana itu bola. Padahal ya kalo dibandingin dengan Sociedad selaku sang lawan juga nggak bagus-bagus amat mainnya, nggak nyerang banget gitu, cuma enam shoot dengan dua tepat mengarah ke gawang.
Kalau dari atas kertas yang ditampilkan sebelum laga, Zidane memakai skema 4-3-3, cukup umum lah. Tapi karena deadlock di babak pertama, dirinya bereksperimen mengubahnya menjadi skema tiga bek di babak kedua, ala-ala Antonio Conte gitu, tapi gagal dong karena malah kegolan duluan, jadilah dia menginstruksikan untuk balik ke skema awal. Alesannya sih karena pemain pada kelelahan Hyung, ah cemana pula makin mirip Conte aja ini orang kalo gagal menang alesannya kelelahan, semua tim mendekati akhir musim ya lelah asal anda tahu pak.
Dilansir dari media lokal di Spanyol langganan Real Madrid, yaitu Marca, Zidane bilang begini.
“Kalo lu semua pada nanya ke gue kenapa itu formasi bisa ubah-ubah nyampe tiga kali, ya itu karena pas laga udah jalan satu jam anak-anak pada kelelahan cuy.”
Momen menggusur Barcelona di runner-up gagal diraih karena kalah selisih gol, sementara jarak poin dengan pemuncak klasemen saat itu adalah lima poin dengan Atletico masih menyimpan satu laga tunda. Tapi musim masih panjang kan ya, dan kesempatan untuk saling salip menyalip masih bisa kita saksikan selama beberapa minggu kedepan.
Terpelesetnya Real Madrid setelah sebelumnya mengantongi empat kemenangan beruntun di LaLiga, cukup membuat khawatir banyak pihak jika mereka akan kembali ngampas di laga selanjutnya, tepatnya saat Derby Madrid. Tapi lagi-lagi Zinedine Zidane selaku pelatih yang super kalem dan berpositif thinking seperti Ole, dia menjawab jujur jika dirinya tetap santai.
“Kita harus tetep santuy. Pokoknya jalan terus aja, hasil laga lawan Sociedad nggak akan mempengaruhi Derby Madrid nanti. Pas derby ya intinya kita harus berangkat lah dan main yang bagus aja.”
Namun sayangnya nasib Karim Benzema selaku striker abadi Real Madrid masih menjadi tanda tanya, pasalnya dia belum bisa dikonfirmasi akan ikut atau tidak pada Derby Madrid nanti lantaran masalah cedera di pergelangan kaki. Sejauh ini Benzema adalah top skorer di Real Madrid dengan catatan 12 gol dan 5 assist. Tentu hadirnya Benzema akan membantu sektor serangan Real Madrid yang beberapa laga terakhir mulai tumpul. Sejauh Benzema empat kali absen di Liga Spanyol, Real Madrid hanya mampu memperoleh kemenangan satu kali, kalah satu kalo, dan dua kali hasil seri.
Berbeda dari saudaranya yang sedang berkutat dengan masalah cedera dan kelelahan, sebelum Derby Madrid, Atletico mendapatkan modal yang cukup bagus setelah menang dua gol saat melawan Villarreal. Meski awalnya mendapatkan pressing yang cukup ketat, sebelum akhirnya gol bunuh diri Alfonso Pedraza membawa kepercayaan diri lebih bagi Luis Suarez dan kawan-kawan.
Di babak kedua pemain mahal Atletico, Joao Felix berhasil menggandakan keunggulan. Felix diturunkan sebagai pemain pengganti karena sebelumnya tampil cukup mengecewakan saat melawan Chelsea di Champions League.
Puncaknya saat dia mencetak gol, selebrasinya mengundang kontroversi di kalangan netijen yang budiman. Langsung rame dah itu kasus jadi bahan gorengan media-media yang nyari duit. Tapi perlu dipertegas lagi ya cuy, disini Diego Simeone selaku pelatih yang menangani Felix, dia mengaku tidak masalah dengan tingkah selebrasi anak asuhnya itu. Pas diwawancara juga cuma ketawa-ketawa doang dia tuh. Jadi no hard feelings ya gengs, bawa santuy aja oke.
Saat Derby Madrid tidak hanya fans Madrid dan Atletico yang semangat menyaksikan, Decul Decul kesepian fans Barcelona juga turut menyumbang kemeriahan dalam Derby Madrid. Mereka tidak ragu lagi terbagi menjadi dua kubu, yaitu pendukung Real Madrid dan kubu satunya lagi pendukung Atletico Madrid.
Alasan mereka mendukung Real Madrid memenangkan derby adalah supaya jalur juara dan posisi puncak LaLiga bisa mereka kuasai dengan aman. Sementara bagi mereka yang mendukung Atletico di laga derby juga punya alasan yang saya kira cukup logis, yaitu supaya Real Madrid sang rival abadi tetap tertahan posisinya dibawah klasemen mereka. Nah buat kalian fans Barcelona yang mampir di lapak ini, kira-kira mau dukung siapa?


