Dear Manchester United: ‘Welcome To The Team,’ Arsenal Nggak Kompak Ih

spot_img

Setelah laga UCL pekan ini selesai, tentu ada kompetisi kasta kedua yang masih saja diperjuangkan para pelakunya. Itung-itung hiburan lah setelah musim sebelumnya gagal finish di empat besar, atau lebih gokilnya lagi karena terdepak dari fase grup Liga Champions. Tapi disini saya nggak akan bahas semua laganya, banyak kali ih, pegel jariku buat ngetiknya. Jadi cuma tim Premier League aja yang akan saya ghibahin. Tim liga lain nyusul aja ya besok-besok kalo sempet.

Oke yang pertama ini ada Tottenham Hotspur yang dipimpin oleh juru parkir terminal cabang London, Jose Mourinho. Tottenham ini di tangan Mourinho ya cemana yah saya bilangnya, bingung asli cuy. Kadang bagus sampe bisa ngebantai lawan berjilid-jilid, kadang pula maennya macem pesaing Swansea. Kalo boleh dikata Tottenham ini belum terlalu konsisten bersama Mourinho. Awal musim gacor sampe diprediksi bisa jadi juara, pertengahan udah mulai keliatan kehabisan bensin macam Arsenal.

Hanya saja di kompetisi gugur seperti UEFA Europa League atau Carabao Cup Mourinho ini track recordnya memang cukup bagus. Leg pertama babak 32 besar UEL juga berhasil membawa Tottenham menang telak dengan skor 4-1 saat melawan Wolfsberger. Ini nih asiknya ngikutin Liga Malem Jumat, nama klubnya aneh-aneh dan jarang didenger, tapi terkadang bisa memberikan perlawanan sengit.

Karena masih terkendala Covid-19 yang nggak tau kapan ilangnya, sama seperti laga Liverpool kemarin, pertandingan klub asal Inggris diadakan di tempat netral karena nurut kebijakan peraturan pemerintah setempat. Kebetulan laga Tottenham ini diadakan di Puskas Arena.

Tottenham memang diunggulkan untuk menang dan benar saja belum lima belas menit bermain, gol sudah langsung datang dari Oppa Son Heung-Min. Dilanjut gol kedua yang datang dari pasien BPJS yang dapet minjem di Madrid, Gareth Bale. Tumben kali ini orang nggak gabut yekan. Untuk Madrid sendiri, asli ini mereka kek tukar tambah nggak sih, nglepas Gareth Bale yang notabene cuma nongkrong di klinik, tapi habis itu pemain mahal mereka, Eden Hazard, malah ikutan jadi pasien BPJS kek si Bale. Pusing kali tuh pasti Florentino Perez liatnya.

Tottenham mengakhiri babak pertama dengan keunggulan tiga gol, berkat gol ketiga yang datang dari Lucas Moura. Di babak kedua pihak lawan mulai memberikan ancaman serangan. Inget kawan-kawan, mau menang segede apapun DNA Jose Mourinho itu parkir. Yap, parkir. Akhirnya dapat lah tuh voucher pinalti buat Wolfsberger. Lumayan, berkat gosok voucher itu Wolfsberger bisa memperkecil ketertinggalan.

Namun kualitas individu pemain memang tak bisa dibohongi, Tottenham unggul jauh dari lawannya. Gol keempat datang lagi untuk mereka oleh pemain yang masuk dari bangku cadangan, Carlos Vinicius. Skor akhir 4-1 sampai laga usai. Eh tunggu, 4-1? Seperti…aduh nggak enak ngomongnya. Tetep kawal aja lah ya.

Mou just being Mou, tidak akan ada yang berubah. Saat ditanya wartawan Sky Sports bagaimana komentarnya mengenai kemenangan besar Tottenham, ya responnya seperti biasa. Super santuy dengan agak songong, tapi itu yang jujur saya pribadi sangat suka ketika Mou agak songong.

“Gue sih nganggep ini biasa aja, bukan kek menang yang wah banget gitu loh. Cuma kemenangan yang menurut gue seneng aja, kemenangan yang bikin hati seneng. Kek gini deh, saat kita menang pasti suasana di dalam pesawat pas perjalanan pulang beda lah ya kek pas kita kalah, ada rasa seneng gitu pastinya. Tapi pas udah besoknya lagi di sesi latihan ya semuanya kembali kek biasa aja.”

Tottenham menang dan nyekor 4 gol, MU juga menang dan nyekor 4 gol, cuma Arsenal sama Leicester City doang nih tim Inggris yang nggak kompak. Masa yang lain menang gede mereka malah imbang. Yaudah jadinya kan saya julid pengen ghibahin mereka. Tapi karena nanti kepanjangan, saya pilih Arsenal aja buat kita bully disini.

Seperti biasa, titisan permainan peninggalan Arsene Wenger masih bersemayam juga sama anak-anak London Utara. Muter-muter aja kerjaannya sampe lupa gawangnya ada dimana. Arsenal ini mampu mendominasi pertandingan jalannya laga, tapi tetep nggak bisa menang juga. Udah susah-susah bawa bola sampe kotak pinalti, abis itu bingung dah mau pada ngapain karena nggak bisa manfaatin buat jadi gol. Tau gitu mending maen Ludo aja klean daripada maen bola.

Gol belum dapet pake ada acara handball segala itu si Smith Rowe, jadilah Benfica unggul duluan lewat gol pinalti. Untung aja Bukayo Saka datang sebagai penyelamat kekalahan Arsenal, golnya dia berhasil menyeimbangkan papan skor, dan bertahan 1-1 sampai peluit panjang dibunyikan.

Gagalnya Arsenal mencatatkan kemenangan tentu membuat kecewa sang manager, Mikel Arteta. Pasalnya jika saja di leg pertama Arsenal bisa menang, apalagi menang besar, mereka bisa mengistirahatkan pemain intinya pada saat leg kedua nanti, karena tidak dipungkiri padatnya jadwal terlalu riskan juga jika tidak ada rotasi. Belum lagi ditambah beban berat laga selanjutnya yang akan menghadapi Manchester City di liga lokal. Runyam udah runyam.

“Kita sih udah ada usaha ya cuy buat main dengan baik, tapi ya mau gimana lagi baik Arsenal atau Benfica sama-sama agak oleng pas 20 menit terakhir. Tapi harusnya sih kita bisa dapet hasil yang lebih baik dari ini (mengingat peluang Arsenal sebenarnya banyak, tapi ya itu nggak jadi gol).”

Lanjut deh ini terakhir, puncak dari segala kelucuan Liga Malem Jumat. Ada si Setan Merah yang berkeliaran ke Liga Malem Jumat karena terusir dari Liga Champions. Harusnya sekalian fansnya pada jaga lilin dah tuh pas nonton biar makin uwwu.

Manchester United sepertinya bisa mengakhiri kutukan fase gugur saat melawan klub La Liga. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, sudah tiga musim belakangan MU selalu gagal di fase gugur kala menghadapi klub Spanyol. Yok kita absen sama-sama.

Yang pertama mereka kalah dari Sevilla di leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim 2017/2018. Biang kerok utamanya siapa disini? Oh jelas, Ben Yedder. Bagi fans MU, Ben Yedder adalah mimpi buruk yang selamanya tidak akan mereka lupakan. Asli deh kalian tanya aja sama temen kalian yang fans MU, masih kenal nggak sama Ben Yedder. Nggak ditabok aja udah untung kalian.

Berlanjut musim berikutnya, yaitu musim 2018/2019. MU kembali didepak oleh klub Spanyol, kali ini Barcelona. Setelah sebelumnya secara mengejutkan mampu comeback sensasional melawan PSG, kutukan itu malah menghampiri MU. Baik di leg pertama maupun kedua MU sama-sama kalah, dan harus terhenti di perempat final. Lumayan sih bisa sampe quarter, nggak kek sekarang. Lolos fase grup aja kaga.

Terakhir nih baru terjadi musim kemaren, lagi-lagi MU harus ketemu sama Sevilla. Dan tau kan bagaimana akhirnya? Kalah. Ngampas. Sekaligus menambah daftar panjang tambahan kutukan semifinal.

Cuma kali ini deh keknya agak mendingan bisa menang lawan klub Spanyol, Real Sociedad. Laga ini juga digelar di tempat netral, yaitu di kandang Juventus, Allianz Stadium. Mayan ya cuy, mumpung pemiliknya lagi traveling ke markas Porto, tapi tetep kalah juga mereka disono.

Bruno Fernandes membuka keunggulan untuk MU di babak pertama, hingga keran gol pada bocor saat babak kedua berjalan. Kekuatan magis Bruno Fernandes semakin menjadi-jadi, dia nyetak gol lagi di babak kedua ini. Asli lah bang, lu nggak cape apa yah mikul beban satu klub? Eh perlu dicatat untuk kalian semua, golnya sah, semua tanpa gosok voucher kek biasanya. Jadi pantes lah nih orang dapet kredit. Dilanjut gol ketiga hadir dari Marcus Rashford.

Gol keempat datang dari Daniel James, setelah sebelumnya golnya dianulir gara-gara offside, akhirnya dendam dah tuh bocah nyetak gol beneran tanpa offside di menit-menit akhir. MU menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 4-0. Hampir pasti akan lolos ke babak selanjutnya. Tapi perlu hati-hati juga lah ya, PSG aja dulu udah unggul 4-0 kena comeback juga jadi 6-1.

Aktor utama dalam kemenangan MU jelas saja ada di Bruno Fernandes, dia ini memang nyawanya MU. Kalau ada satu pemain yang bisa merubah kondisi satu tim, ya dia jawabannya. Scholes aja ngasih komentar positif, khusus untuk bang Bruno Fernandes. Komentarnya dilansir dari BT Sport ya.

“Bruno itu menurut gue bener bener rekrutan yang bagus banget. Dia emang udah keliatan jago sejak awal dateng ke MU, pokoknya kek udah ada jaminan lah tiap laga dia pasti terlibat dalam proses gol. Dia itu kek punya gambaran gitu loh di kepalanya, dia kaya tau aja posisi pemain itu ada dimana, dari kemampuannya itu jadi dia bisa ngirim umpan yang akurat.”

Buat fans MU, do’a yang baik-baik ajalah supaya Bruno selalu dikasih kesehatan buat main, karena kalo dia underperform ambyar sudah kalian.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru