Di tengah bejibunnya pemain bintang di PSG, terselip satu berlian yang mengkilap bernama Warren Zaire-Emery. Siapanya Unai Emery ya? Tidak, tidak ada kaitanya. Melihat namanya, mungkin kurang dikenal. Maklum, dia masih terlalu muda dan mungkin jarang kesorot media.
Menarik melihat peningkatan performa dari wonderkid Prancis yang satu ini. Bahkan nih, berkat kegacorannya di usia yang masih sangat belia, ia kini digadang-gadang sebagai calon terkuat penerima penghargaan Golden Boy. Lalu sehebat apa sih dia?
Warren Zaïre-Emery’s last five PSG matches:
— B/R Football (@brfootball) November 3, 2023
🎁 vs. Newcastle
🎁 vs. Rennes
🎁🎁 vs. Milan
⚽ vs. Brest
⚽ vs. Montpellier
He’s only 17 ♨️ pic.twitter.com/E07tePkgjh
Daftar Isi
Siapa Warren Zaire-Emery?
Bernama lengkap Warren Zaire-Emery, lahir di Montreuil Prancis pada tahun 2006 silam. Usianya kini baru 17 tahun. Zaire-Emery ini mulai masuk akademi muda PSG pada tahun 2014. Berkat bakatnya yang makin berkembang di akademi PSG itu, ia akhirnya dipanggil Timnas Prancis U-17 pada tahun 2022.
Ajang Euro U-17 pada tahun 2022 jadi ajang pertamanya di level timnas. Tak disangka bakatnya benar-benar makin matang. Ia berhasil memimpin tim Prancis U-17 jadi juara Euro U-17. Bahkan nih, ia dianugerahi pemain terbaik di turnamen tersebut
Warren Zaïre-Emery 2022:
— Football Talent Scout – Jacek Kulig (@FTalentScout) December 16, 2022
🏆Euro U-17
🇫🇷France U-19 debut
☑️the first-ever player born in 2006 to play in Ligue 1
✅the first-ever player born in 2006 to play in the UCL
✔️became PSG's youngest player ever
16 years of age. Elite talent. pic.twitter.com/RU9pJOGayO
Melihat hal itu, PSG tak tinggal diam. Mereka langsung mengunci wonderkid potensial itu dengan kontrak permanen sebagai pemain profesional pada 15 Juli 2022. Ia langsung dicoba di beberapa tur pra musim PSG pada musim 2022/23. Ya, pelatih Christophe Galtier terus melihat perkembangannya dan cukup terkesan. Artinya PSG tak salah memberinya kontrak profesional.
⚽ Le martiniquais du Paris Saint-Germain Warren Zaïre-Emery signe son premier contrat professionnel. Le « titi » vainqueur de l’Euro U-17 en bleu s'engage jusqu'en juin 2025. pic.twitter.com/iz9p85UMCi
— Resca Sports (@resca_sports) July 16, 2022
Galtier Percaya
Kepercayaan Christophe Galtier musim lalu pada Zaire-Emery adalah kunci bagaimana ia tak tersia-siakan. Terbukti pada laga melawan Clermont 6 Agustus 2022, Zaire-Emery akhirnya debut bersama tim senior PSG. Bahkan ia menjadi pemain termuda yang debut dengan seragam PSG, yakni 16 tahun 151 hari.
Warren Zaïre-Emery has become the youngest player in PSG's history after making his debut against Clermont.
— Squawka (@Squawka) August 6, 2022
16 years and 151 days old. 🤩 pic.twitter.com/OsVVLy1QQK
Musim lalu menjadi sebuah pengalaman yang berharga bagi Zaire-Emery. Meski tak selalu full bermain 90 menit, namun ia sudah mencicipi sebanyak 31 laga di semua kompetisi. Bahkan dua golnya menjadi catatan penting bagi perjalanan awal kariernya di level senior.
Galtier tentu tahu potensi dari Emery. Meski ia punya pemain tengah lain yang menumpuk seperti Carlos Soler, Fabian Ruiz, Vitinha, Renato Sanches, maupun Verratti, ia masih percaya memberi menit bermain bagi Zaire-Emery.
Gaya Main Zaire-Emery
Sebagai seorang gelandang, Zaire-Emery itu adalah tipe gelandang kreatif yang punya agresivitas tinggi. Tak hanya umpan-umpannya yang menjadi keunggulan, namun beberapa tusukan-tusukannya ke lini belakang lawan, juga jadi andalan.
Dilansir Goal, Galtier sempat membeberkan beberapa kekuatan utama Zaire-Emery. “Kedua kakinya sama kuat. Sentuhan bola serta umpannya sangat akurat. Ia bisa bermain di posisi “No 6” maupun “No 8”. Dia tipe gelandang penjelajah di segala lini,” kata Galtier.
🥰 Christophe Galtier élogieux envers Warren Zaïre-Emery ! #AJAPSG pic.twitter.com/Lumt34okx1
— Prime Video Sport France (@PVSportFR) May 21, 2023
Kepercayaan Berlanjut Bersama Luis Enrique
Lalu bagaimana pada musim ini? Toh pelatih PSG sudah bukan Galtier lagi. Namun, justru ketika Luis Enrique datang, pandangannya tentang bakat Zaire-Emery ternyata sama dengan Galtier. Bahkan Enrique sangat menyukai gaya mainnya. Perlu diingat, sosok Enrique itu dikenal sangat percaya pemain muda seperti ia mempercayakan Gavi dan Pedri saat membesut La Furia Roja.
Luis Enrique sur Warren Zaïre-Emery :
— Actu Foot (@ActuFoot_) September 24, 2023
« On dirait qu’il a 37 ans et pas 17 ans. C’est une grande chance d’avoir un joueur comme lui.
C’est un joueur complet. 𝗖’𝗲𝘀𝘁 𝘂𝗻 𝗲𝘅𝗲𝗺𝗽𝗹𝗲 𝗱𝗲 𝗰𝗲 𝗾𝘂𝗲 𝗱𝗲𝘃𝗿𝗮𝗶𝘁 𝗲̂𝘁𝗿𝗲 𝘂𝗻 𝗷𝗼𝘂𝗲𝘂𝗿 𝗾𝘂𝗶 𝘃𝗶𝗲𝗻𝘁 𝗱𝘂… pic.twitter.com/31fB9mSnEJ
Awalnya sempat muncul kekhawatiran ketika Enrique mendatangkan Manuel Ugarte, gelandang muda potensial dari Sporting CP. Tapi di saat yang sama, PSG ternyata juga melepas banyak gelandangnya seperti Renato Sanches, Verratti, Wijnaldum, maupun Paredes. Jadi, kesempatan bermain bagi Zaire-Emery masih tergolong terbuka.
Terbukti, ia perlahan menjelma menjadi pemain yang sering dimainkan Enrique di komposisi lini tengahnya. Bermain dengan sistem 4-3-3, Zaire-Emery biasanya didampingi Ugarte, dan Vitinha.
Dari data Transfermarkt, hingga pekan ke-11 Ligue 1 ia sudah bermain 10 kali dan hanya absen sekali kala melawan Strasbourg. Tak hanya menjadi ban serep, Zaire-Emery bermain sebagai starter selama 9 laga, dan hanya sekali menjadi pemain pengganti. Bahkan nih, di Liga Champions ia selalu dipercaya 90 menit di tiga laga awal fase grup.
Peran Zaire-Emery
Seiring dengan kepercayaan dan polesan Luis Enrique, Zaire-Emery juga mampu menjelma sebagai gelandang yang cukup produktif. Hingga 13 laga yang sudah ia lakoni musim ini, ia sudah mengemas 2 gol dan 5 assist bagi PSG.
🇫🇷 Warren Zaïre-Emery a-t-il sa place chez les A en @equipedefrance ❓
— Prime Video Sport France (@PVSportFR) November 1, 2023
Pour rappel ses stats cette saison :
⚽ 1 but
🎯🎯🎯🎯🎯 5 passes décisives pic.twitter.com/yGXULOOciH
Peningkatan performa Emery ini juga berkat gemblengan dan peran yang diberikan Enrique. Ia dibebaskan perannya di lini tengah layaknya Jamal Musiala di Munchen. Emery lebih berperan sebagai gelandang yang sering melakukan ancaman ke area pertahanan lawan. Posisinya yang selalu di-backup oleh satu gelandang bertahan, baik itu Ugarte maupun Fabian Ruiz membuatnya makin nyaman untuk menjelajah di lini pertahanan lawan.
Tapi jika dilihat naluri utamanya, ia adalah salah satu pengumpan yang handal. Karena kalau dilihat dari data Fbref, catatan yang paling menonjol dari Zaire-Emery ini adalah pass completed, yakni 90,9% per 90.
Umpan yang mematikan dari Zaire-Emery ini terbukti sudah memakan korban musim ini. Termasuk saat AC Milan diobok-obok di Liga Champions 3-0. Dua assist Zaire-Emery turut mewarnai hasil akhir laga tersebut. Ia juga sudah mulai produktif dengan mencetak dua gol sementara ini di Ligue 1.
Warren Zaïre-Emery picked up the MVP for dropping two assists against Milan—no player in the UCL has more this season (3)
— B/R Football (@brfootball) October 26, 2023
He’s 17 🤩 pic.twitter.com/lislVSAIpu
Proyek Akademi PSG
Kegemilangan Zaire-Emery di dalam skuad utama PSG bisa menjadi titik balik kembalinya kekuatan akademi PSG. Ini juga bisa menjadi tolok ukur sekaligus lecutan agar PSG kembali menghidupkan akademinya. Sebab selama ini, banyak sekali pemain akademi PSG yang justru tidak memperkuat tim utama.
Misalnya, Christopher Nkunku, Mike Maignan, Moussa Diaby, sampai Kingsley Coman yang notabene hasil didikan PSG malah dijual, alih-alih menjadi pilar di tim utama. Nah, Zaire-Emery harus dipertahankan. Jangan sampai pemain yang satu ini nasibnya menjadi seperti para pemain tadi.
🗣 Jonathan Machardy: « Paris a foiré une génération de joueurs. La génération des Coman, Nkunku, Maignan, Diaby… elle a largement sa place au PSG aujourd'hui. Attention à ne pas commettre les mêmes erreurs avec les petits Simmons ou Bitshiabu. »
— Media Parisien (@MediaParisien) March 29, 2022
🤔 Vous êtes d’accord ? pic.twitter.com/Aem4pRjfgQ
Calon Terkuat Golden Boy
Apalagi kini Zaire-Emery juga digadang-gadang menjadi calon kuat peraih penghargaan Golden Boy. Namanya muncul dalam nominasi penghargaan pemain muda terbaik Eropa di bawah 21 tahun yang diselenggarakan oleh media Italia, Tuttosport itu. Yang mengejutkan, pemain PSG itu memimpin dalam perolehan suara di situsweb Tuttosport.
Per 4 November 2023, Zaire-Emery sudah memperoleh 11.427 suara dari 16.147 suara yang sudah masuk. Itu artinya ia memperoleh suara 70,8%. Ia bahkan mengungguli Jude Bellingham, sang peraih Kopa Trophy yang baru memperoleh 13,5% suara.
🚨Warren Zaire Emery is the current leader in Voting for the Golden Boy Award 2023🔴🔵 pic.twitter.com/HyiRMq9MjQ
— 𝐏𝐒𝐆𝐈𝐍𝐓 (@PSGINT_) October 27, 2023
Namun, penghargaan itu baru akan diumumkan pada 4 Desember mendatang di Turin. Kalau beneran Zaire-Emery meraih Golden Boy 2023, ia akan jadi pemain Prancis keempat yang meraih penghargaan tersebut. Setelah Pogba (2013), Anthony Martial (2015), dan Kylian Mbappe (2017).
Well, terlepas ia akan menyandang Golden Boy tahun ini atau tidak, yang jelas PSG sangat beruntung punya berlian seperti Zaire-Emery. Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti ia bisa jadi bintang layaknya Mbappe. Jadi, teruslah berkembang Warren Zaire-Emery.
Soutenez notre Titi Warren Zaïre-Emery dans la course au 𝐆𝐨𝐥𝐝𝐞𝐧 𝐁𝐨𝐲 𝟐𝟎𝟐𝟑 ! ✨❤️💙
— Paris Saint-Germain (@PSG_inside) October 27, 2023
🗳️ Votez ici : https://t.co/oIurKDcUaU https://t.co/ZZXbpp7SF5 pic.twitter.com/6twzgMiJ7Q
Sumber Referensi : theathletic, eurosports, fbref, transfermarkt, fotmob, tuttosport, frenchfootball


