Villarreal secara luar biasa menekuk Juventus 3-0 di kandang Juve. Catatan ini melengkapi musim yang cerah The Yellow Submarine bersama pelatih mereka, Unai Emery. Sejauh ini, Emery menjadi semacam cahaya buat tim yang serba kuning tersebut.
Ia cukup piawai membuat Villarreal jadi tim yang berkutat di papan tengah menjadi pembunuh klub-klub raksasa. Ya walaupun secara skuad masih kalah mewah dari Atletico, Real Madrid, atau Barcelona. Pertanyaannya, apakah cahaya ini bakal terus menyala? Atau justru ada masanya bakal meredup?
Daftar Isi
Kedatangan Pertama Unai Emery
Kedatangan sang pelatih bekas Arsenal yang pernah melalang buana di La Liga bareng Sevilla, Valencia, maupun Almeria tersebut menjadi berkah buat tim kapal selam kuning. Pasalnya selain sudah berpengalaman, Emery dianggap cocok menangani tim medioker La Liga yang punya materi pemain merata. Ambil contoh seperti ketika di Sevilla yang meraih hattrick Europa League.
Dia dikontrak Villarreal selama tiga tahun terhitung sejak musim 2020/21. Keberadaannya di Villareal diharapkan mampu meningkatkan performa tim yang beberapa musim belakangan minim prestasi dan kontribusi di kancah Liga Eropa.
¡💛💛 Bienvenido, @UnaiEmery_ 💛💛!
👉 https://t.co/exzFGB3Jv2#Endavant pic.twitter.com/beoWh9X4it
— Villarreal CF (@VillarrealCF) July 23, 2020
Bahkan selama satu dekade ini Villarreal sempat terdegradasi dari La Liga pada musim 2011/12. Terakhir kali asa Villarreal berprestasi yakni kesempatan masuk UCL pada musim 2015/16. Ketika itu di bawah pelatih Marcelino, Villarreal finish di peringkat 4 klasemen La Liga. Meskipun akhirnya harus terhenti di babak kualifikasi oleh AS Monaco dan hanya bermain di Europa League.
Keberadaan Emery di musim pertamanya diwarisi skuad ala kadarnya. Pemberian uang belanja Villarreal oleh presiden Fernando Roig pun tidak banyak. Emery pun harus jeli dalam mengevaluasi tim dan beroperasi dalam bursa transfer. Pemain mana saja yang akan dibutuhkan dalam menjalankan skema permainannya.
🙋🏼♂️Felicidades a Fernando Roig que esta noche en Turín cumple 1250 partidos al frente del @VillarrealCF
🧐Dato @pedritonumeros pic.twitter.com/hNAWllweSg
— Isaac Fouto (@isaacfouto) March 16, 2022
Evaluasi Tim dan Transfer Musim Pertama Emery
Peninggalan skuad musim lalu oleh pelatih Javier Calleja membuat Emery harus beradaptasi sembari mengevaluasi. Kehilangan beberapa pemain depan seperti Karl Toko Ekambi yang pergi ke Lyon, dan kunci di lini tengah, Andre Zambo Anguissa ke Napoli membuat Emery harus segera mengisi spot tersebut.
Ia pun membeli Francis Coquelin dan Dani Parejo sebagai kunci lini tengah baru mereka. Kemudian semakin dipercayanya Paco Alcacer, Carlos Bacca dan Gerard Moreno sebagai andalan di lini depan membuahkan hasil.
Villarreal football club have announced the signing of Francis Coquelin & Dani Parejo from Valencia.#VillarrealCF #Transfers #LaLiga
Good business from the yellow submarines
🌕🌕 pic.twitter.com/5YL0TCsU5f— Ball Game Times (@BallGameTimes) August 12, 2020
Emery langsung bergerak mengubah sistem yang telah diwarisi pelatih sebelumnya, Javier Calleja 4-2-3-1 menjadi 4-3-3 dengan trio Parejo, Capoue, dan Trigueros. Gaya permainan yang lebih agresif dan mengandalkan penguasaan bola terbukti berhasil di musim pertamanya itu. Pengoptimalan dua bek sayapnya yakni Mario Gaspar dan Alfonso Pedraza berhasil. Serta perkembangan pesat bek muda mereka Pau Torres dan striker mereka Gerard Moreno yang sukses menjadi bagian timnas Spanyol di EURO 2020.
Atas perubahan itu, mereka mampu mengukir prestasi yang tak terduga di musim pertamanya yakni juara Europa League. Meskipun secara hasil evaluasi tim di musim pertamanya dinyatakan kurang berhasil di liga. Villarreal hanya mampu finish di posisi 7 La Liga.
LA LIGA 2020-2021🇪🇸🏆
¡Atleti es el Rey!🔴⚪
A Champions League:
🔵 Atlético de Madrid
🔵 Real Madrid
🔵 Barcelona
🔵 SevillaA Europa League:
🟠 Real Sociedad
🟠 Real BetisA Conference League:
🟢 Villarreal– Si Villarreal la Europa League, avanza directo a Champions. pic.twitter.com/f53bqdQpRu
— La Octava Sports (@laoctavasports) May 22, 2021
Juara Europa League Di Musim Pertamanya
Pada gelaran Europa League musim 2020/2021, status Villarreal sebagai peserta awalnya tidak diunggulkan seiring terdapatnya klub besar macam MU. Lolos dari fase grup sebagai juara grup, Villarreal setidaknya bermimpi bersama Unai Emery mengukir sejarah untuk meraih trofi langganannya itu.
Mengalahkan RB Salzburg, Dinamo Kiev, Dinamo Zagreb dan Arsenal di fase knockout sebelum mereka masuk final melawan MU. Emery kembali meraih mahkota langganannya itu setelah menang adu tendangan penalti melawan pasukan Ole.
Hongera @VillarrealCF, mabingwa wa @EuropaLeague 2020/2021. Poleni mbogi ya @ManUtd. #UELfinal #europafinal #RadioJamboFootball #KandandaNiSisi #OngeaUsikike pic.twitter.com/gsNM4xTsYl
— Radio Jambo (@RadioJamboKenya) May 26, 2021
Evaluasi dan Transfer Musim Kedua Emery
Memasuki musim kedua Emery di Villarreal, ia bertekad memperbaiki peringkatnya di La Liga sembari berprestasi lebih di kompetisi Eropa maupun domestik seperti Copa Del Rey. Beberapa poin evaluasi pun dilakukan.
Emery tidak banyak kehilangan pemain di musim 2021/22. Praktis hanya Carlos Bacca dan Funes Mori yang hengkang. Tidak ada pemain pentingnya lagi yang hengkang. Ia pun menambah amunisi baru macam Arnaut Danjuma, Boulaye Dia, Aissa Mandi, Lo Celso dan Serge Aurier.
Villarreal’s squad for 2021/22 [@CarlosXArguello].
The Europa League champions have spent heavily to reinforce their attack with the signings of Boulaye Dia and Arnaut Danjuma, and they’ve signed Juan Foyth on a permanent deal and brought Aïssa Mandi on a free transfer. pic.twitter.com/RbHDqlmLYx
— Zach Lowy (@ZachLowy) September 10, 2021
Pemain yang datang cenderung berkelas medioker. Harganya pun terbilang sangat murah. Emery nampaknya ingin menyelaraskan skuad lamanya dengan sedikit penambahan saja di pos tertentu. Ia enggan merombak secara besar-besaran skuadnya.
Hasilnya, mengantarkan pada kestabilan skuad paling tidak hingga Maret 2022 ini. Mereka bahkan sempat beberapa kali dengan racikan pemain barunya mampu menahan imbang Atletico Madrid dan Real Madrid di La Liga.
Mimpi Musim 2005/2006
Kini, Villarreal menatap lembaran baru dengan Emery. Tidak hanya Europa League lagi sekarang, melainkan Champions League. Villarreal mengikuti Champions League musim 2021/2022 lewat jalur juara Europa League musim sebelumnya. Mengingat mereka hanya finish di posisi 7 La Liga musim lalu.
Berpartisipasi di Champions League mengingatkan mereka pada kenangan indah masa lalu. Masa indah Villareal untuk mengulang kesuksesan di zaman Manuel Pellegrini di musim 2005/06 sejenak terngiang. Ketika itu mereka berhasil mencapai semifinal Champions League. Langkah Villarreal bersama pemain macam Riquelme, Forlan, Senna, maupun Santi Cazorla di semifinal akhirnya harus terhenti oleh Arsenal.
🇪🇸Villarreal semifinal UEFA Champions League 2005/2006
🇦🇷Rodolfo Arruabarrena, 🇦🇷Mariano Barbosa, 🇧🇴Juan Manuel Peña, 🇪🇸Quique Álvarez, 🇪🇸Marcos Senna, 🇦🇷Juan Román Riquelme, 🇪🇸Javi Venta, 🇦🇷Juan Pablo Sorín, 🇺🇾Diego Forlán, 🇪🇸Josico, 🇲🇽Guillermo Franco
D.T. 🇨🇱Manuel Pellegrini pic.twitter.com/jktCKEAdIn
— Data Deportivo 📊 (@DataDeportivo) July 14, 2019
Masa indah bersama Pellegrini pun berlanjut di La Liga musim 2007/2008. Ketika itu Villarreal berhasil dibawanya finish sebagai runner up liga di bawah Real Madrid. Inilah beberapa prestasi yang akan diharapkan diulang oleh Emery di Villarreal.
#UCL | 0-3 ⏱ 90′ | ¡FIIIIIIINAAAAAAAAL!
¡A CUARTOS! ¡A CUARTOS! ¡A CUARTOS! ¡A CUARTOS! ¡A CUARTOS! ¡A CUARTOS! AH, COLLONS! AH, REDÉU!
¡𝗔𝗔𝗔𝗔𝗔𝗔𝗔 𝗖𝗨𝗨𝗨𝗨𝗨𝗨𝗔𝗔𝗔𝗔𝗔𝗥𝗧𝗢𝗢𝗢𝗢𝗢𝗢𝗢𝗦!
𝗩𝗜𝗦𝗖𝗔 𝗦𝗔𝗡𝗧 𝗣𝗔𝗦𝗤𝗨𝗔𝗟! 𝗩𝗜𝗦𝗖𝗔 𝗘𝗟 𝗩𝗜𝗟𝗟𝗔𝗥𝗥𝗘𝗔𝗟! pic.twitter.com/V1gxbQgli6
— Villarreal CF (@VillarrealCF) March 16, 2022
Pasukan Emery melangkah ke babak 16 besar Champions League untuk melawan raksasa Italia Juventus. Kembali, cahaya Emery pun bertuah. Mereka secara mengejutkan menyingkirkan nyonya tua dan berhasil masuk babak perempat final. Mereka sudah ditunggu klub raksasa lainnya dari Jerman yakni Bayern Munchen.
🇪🇸 Villarreal vs Bayern 🇩🇪 #UCLdraw | #UCL pic.twitter.com/2EqZRQUAM0
— Liga de Campeones (@LigadeCampeones) March 18, 2022
Setidaknya hingga fase ini, Emery hampir saja mengulangi mimpi kapal selam kuning menuju semifinal Champions League di musim 2005/2006. Berharap mereka menjungkalkan raksasa Munchen seperti mereka menjungkalkan Juventus dan kembali masuk semifinal. Meskipun kesempatan itu kecil dan tidak mudah.
Di La Liga sendiri secara klasemen mereka berada di posisi ke 7 dengan 45 poin sampai pekan ke 29. Selisih 5 poin dari Real Betis yang berada di posisi kelima klasemen di persaingan perebutan tempat Europa League musim depan.
🏆⚽ ¡__________ ganará #LaLigaSantander! pic.twitter.com/Gvy8wQdxgN
— LaLiga (@LaLiga) March 20, 2022
Cahaya Emery sejak kedatangannya ke The Yellow Submarine membawa secercah harapan. Seiring perjalanannya, perlahan harapan itu mulai ia wujudkan. Dengan keadaan seperti sekarang sampai April 2022, bukan tidak mungkin cahaya itu akan terus bersinar hingga akhir musim, atau bisa juga cahaya itu tiba-tiba meredup.
https://youtu.be/-V6TJpG5U1g
Sumber Referensi : theathletic, onefootball, thesun


