8 Rekrutan Terbaik Tottenham Hotspur

spot_img

Walaupun bukan seperti Manchester City yang lebih menyukai membeli pemain dengan banderol selangit. Atau klub-klub lain, katakanlah seperti Chelsea maupun Manchester United, tapi Tottenham Hotspur juga akan turut meramaikan lantai bursa transfer. Meski pada musim sebelum-sebelumnya, Daniel Levy, bos Tottenham terbilang pelit.

Namun, sepelit-sepelitnya Levy, yang konon sekarang sudah nggak pelit lagi, setiap kali bursa transfer Tottenham selalu punya cara dan metode sendiri dalam mendatangkan pemain. The Lilywhites tidak akan mudah mendatangkan pemain mahal. Namun, yang mereka lakukan adalah mencari pemain potensial, meski itu baru seumur jagung.

Meski begitu, Tottenham kerap berhasil dalam bursa transfer. Beberapa pemain yang datang termasuk sukses dalam mencapai performa terbaik. Nah, berikut ini adalah rekrutan terbaik Tottenham Hotspur. Siapa saja pemain-pemain tersebut?

Robbie Keane

Tottenham hanya menebus 10 juta euro (Rp155 miliar) pada Leeds untuk mendatangkan Robbie Keane. Pemain Irlandia itu datang ke London Utara sebagai anak muda, namun kelak ia menjadi salah satu legenda.

Selama kurang lebih sebelas musim membela The Lilywhite, Keane telah memberikan segalanya untuk klub. Menjadi kapten, mencetak lebih dari 100 gol untuk Spurs, dan mencapai 300 penampilan untuk klub. Hebatnya, Keane juga turut menyumbangkan trofi untuk The Lilywhites.

Salah satu yang boleh jadi sulit dilupakan adalah ketika Keane membantu Spurs mengangkat trofi Piala Liga tahun 2008. Kala itu, Spurs mengandaskan perlawanan Chelsea dengan skor 2-1.

Dimitar Berbatov

Penampilan impresif Dimitar Berbatov sebagai mesin gol di Bayer Leverkusen membawanya ke Tottenham. Tak main-main, Spurs yang kepincut bakatnya rela mengeluarkan 15 juta euro (Rp234 miliar) untuk meminang Berbatov.

Benar saja. Kepercayaan Spurs ia bayar lunas. 46 gol ia gelontorkan untuk Tottenham Hotspur. Duetnya bersama Robbie Keane menjadi sangat berbahaya di masanya. Meski Berbatov hanya bermain selama dua musim, tapi ia bersama Robbie Keane telah mengantar Spurs juara Piala Liga. 

Sebelum akhirnya Berba dijual ke Manchester United seharga 38 juta euro atau sekitar Rp593 Miliar. Ini adalah kesepakatan yang menguntungkan bagi Spurs. Baru dua musim, harga Berba naik dua kali lipat.

Luka Modric

Gelandang asal Kroasia ini didatangkan Spurs dengan mahar 22 juta euro atau sekitar Rp343 miliar pada tahun 2008 silam, setelah menunjukan performa yang menarik perhatian kala mengawal lini tengah Dinamo Zagreb

Dengan cepat, Modric menjadi andalan Harry Redknapp kala itu. Kemampuannya dalam mendistribusikan bola benar-benar telah matang. Walaupun soal mencetak gol, Modric masih belum fasih. Tapi itu tiada mengapa. Sebab duetnya dengan Scott Parker sangat menolong lini tengah Spurs yang jadi semakin solid berkat Modric.

Sama seperti Harry Kane, Modric belum sanggup membawa Spurs juara apa pun. Namun, ia sukses meloloskan The Lilywhites ke Liga Champions 2010. Modric pun memilih pergi dan bergabung ke Real Madrid tahun 2012. Ia pergi dari Tottenham meninggalkan catatan 17 gol dan 26 assist.

Gareth Bale

Gareth Bale sudah pasti masuk dalam daftar kali ini. Spurs hanya mengeluarkan dana sebesar 14 juta euro (Rp218 miliar) untuk mendatangkannya dari Southampton tahun 2007. 

Pembuktian Bale justru terjadi di pertandingan Liga Champions 2010/2011. Kecepatan dan naluri mencetak golnya saat melawan Inter Milan berhasil menyihir publik San Siro. Ia bahkan mencetak hattrick ke gawang Julio Cesar.

Setelah itu, penampilannya makin menanjak. Posisinya yang berada di sisi penyerangan, membuat Bale semakin mudah menunjukkan dirinya benar-benar berkualitas. 26 gol sudah ia cetak untuk Spurs musim 2012-13. 

Kariernya yang mentereng itulah yang akhirnya membawa Bale ke Madrid menyusul Luka Modric, dan Spurs kembali kehilangan pemain hebatnya. Meski untuk itu, Tottenham juga mendapatkan 101 juta euro (Rp1,5 triliun).

Hugo Lloris

Sudah tak diragukan lagi bahwa Hugo Lloris adalah salah satu kiper terbaik di Premier League. Didatangkan dari Lyon dalam kesepakatan 10 juta euro (Rp156 miliar), Lloris hanya berstatus sebagai kiper pelapis Brad Friedel.

Menjadi kiper utama Spurs, hanya masalah waktu bagi Lloris. Di tengah keraguan atas posisinya, Pochettino meyakinkannya untuk bertahan. Akhirnya, ia menandatangani kontrak perpanjangan sekaligus menjadi kapten tim sejak 2015 hingga sekarang. 

Setelah menjadi kapten, aksinya di bawah mistar kian memukau. Ia telah mengumpulkan 142 clean sheet dalam 413 pertandingan bersama Spurs. Meski belum meraih gelar di Spurs, performa impresif Lloris mengantarkannya jadi kiper andalan Timnas Prancis. Bersama Les Blues, ia memenangkan Piala Dunia 2018 dan trofi Nations League 2021.

Christian Eriksen

Sebagian transfer Spurs musim 2013/2014 berakhir dengan bencana, terutama pemain macam Paulinho dan Roberto Soldado. Tapi kesepakatan 14 juta euro (Rp218 miliar) untuk mendatangkan Christian Eriksen dari Ajax jadi cerita lain.

Eriksen datang dengan beban di pundak. Ia diplot sebagai pengganti Modric yang hijrah ke Madrid semusim sebelumnya. Bermain sebagai nomor “10”, nyatanya ia piawai dalam membantu serangan. 

Dengan umpan dan servisnya di lini tengah, Eriksen dengan cepat menjelma motor serangan The Lilywhites. Sayangnya, 69 gol dan 90 assist-nya selama membela Spurs tak sekalipun menghasilkan trofi. 

Jermain Defoe

Spurs mendatangkan Jermain Defoe dari West Ham berbekal uang 10 juta euro plus seorang pemain, Bobby Zamora. Defoe mencetak 64 gol dalam periode 4 tahun pertamanya di White Hart Lane. 

Sempat bergabung dengan Portsmouth selama semusim, Defoe kembali ke Spurs tahun 2009. Dalam periode keduanya di Spurs, Defoe kian menggila. Ia mencapai puncak performa. 

Bahkan kini ia masih menjadi pencetak gol terbanyak kedua The Lilywhite dengan 143 gol dari 362 pertandingan. Catatan spektakulernya itu hanya kalah dari Harry Kane yang telah mencetak 247 gol.

Son Heung-min

Yang terakhir ada Son Heung-min. Uang 30 juta euro yang dikeluarkan Spurs untuk memboyongnya dari Leverkusen terasa murah jika melihat performanya beberapa musim terakhir. Ikon Korea Selatan itu kini menjadi salah satu penyerang paling mematikan di daratan Ratu Elizabeth. 

Son mencetak 131 gol dalam tujuh musim bersama Tottenham. Setelah ia meraih Golden Boot Premier League musim lalu, kini ia menduduki peringkat ketiga sebagai pencetak gol terbanyak Spurs. Jika ia bertahan di Spurs lebih lama, bukan tidak mungkin ia akan menyalip torehan gol Jermain Defoe. 

Sumber: Planet Football, Sportskeeda, Tottenham, BR, Transfermarkt

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru