Pemain Bintang yang Ingin Disingkirkan Klubnya Sendiri

spot_img

Nasib pemain, sekalipun ia berstatus pemain bintang, acap kali tidak menentu. Apalagi pada bursa transfer. Walaupun dulu ketika didatangkan penuh dengan ambisi dan optimisme yang menyala-nyala, tapi ketika seorang pemain gagal memenuhi ekspektasi tersingkirlah sudah.

Suatu klub acap kali membuang para pemainnya. Tak peduli itu pemain berstatus bintang, membawa hasil positif ke klub, atau dulu dibeli dengan harga yang mahal. Terlebih jika klub membutuhkan suntikan dana untuk ikut berdansa di bursa transfer berikutnya.

Belum lagi rencana klub juga akan menjadi alasan mengapa mereka perlu menyingkirkan seorang pemain. Ditambah apabila klub itu berganti pelatih. Wah, kemungkinan besar bakal berubah juga rencananya, dan pemain bintang yang sudah didatangkan belum tentu akan bertahan.

Well, berikut ini adalah pemain bintang yang ingin disingkirkan klubnya sendiri. Catat ya, yang ingin disingkirkan klubnya, bukan ia yang ingin pergi. Nah, siapa saja mereka?

Alexis Sanchez (Inter Milan)

Pemain berkebangsaan Chile, Alexis Sanchez menjadi salah satu saksi sekaligus pemain kunci kala Inter meraih gelar scudetto-nya yang ke-19. Pada tahun 2020, Alexis Sanchez diboyong oleh La Beneamata dari raksasa Liga Inggris, Manchester United.

Inter mendatangkan sang pemain dengan status bebas transfer. Penampilannya di Inter juga sebetulnya cukup, jika tidak bisa menyebutnya mengesankan. Sebab Alexis bermain dalam 57 pertandingan yang dilakoni Inter di Serie A pada musim 2020-21 dan 2021-22.

Alexis Sanchez paling tidak sudah mengemas 12 gol dan 10 asisst di Serie A. Lewat catatan-catatan tadi, kalau mau Inter bisa saja tetap mempertahankan Alexis Sanchez. Toh kontraknya baru akan berakhir pada tahun 2023 mendatang.

Namun, kenyataannya Inter memang sudah tidak menginginkan servis Alexis. Perburuan para pemain baru, plus niat Simone Inzaghi yang akan menduetkan duo Argentina, Lautaro Martinez dan Paulo Dybala mengancam posisi Alexis Sanchez.

La Beneamata bahkan terus terang sudah tidak ingin memberi gaji Sanchez lagi. Dalam laporan La Gazzetta dello Sport yang dikutip pula Sempre Inter, mengungkapkan bahwa Inter ingin menghentikan membayar gaji Sanchez senilai 7 juta euro (Rp109,2 miliar) itu.

Hal itu supaya tercipta ruang untuk anggaran membeli pemain baru. Demi bisa menyingkirkannya, Inter disebut rela melepas Alexis Sanchez dengan memberinya pesangon daripada menunggu tim lain membelinya.

Gerard Piqué (Barcelona)

Nasib menyedihkan tengah menimpa mantan bek Manchester United, Gerard Pique. Hubungan asmaranya dengan penyanyi Shakira kandas. Mengutip laporan The Sun, Shakira mengklaim bahwa Pique tidak setia. Pique dan Shakira pun berpisah setelah 11 tahun menjalin hubungan.

Sudah jatuh tertimpa paralon. Dadu nasib mengarahkan Pique ke kesengsaraan setelah klubnya, FC Barcelona dikabarkan tak lagi membutuhkan jasanya. Kendati Pique sudah rela gajinya dipangkas agar meringankan keuangan Blaugrana.

Media Spanyol, Sport mengungkapkan bahwa Pique dibuang oleh klubnya. Laporan lain menyebut kalau Manajer Barcelona, Xavi mengatakan bahwa ia tak lagi membutuhkan jasa Pique. Hal itu lantaran perilakunya yang tidak profesional di luar lapangan dan kondisi fisik yang memburuk.

Pique sendiri tengah terjerat masalah pelik. Dilaporkan Sporf, pada April 2022, Pique mendapat banyak tuduhan terkait kesepakatan ‘gelap’. Perusahaan pemain Barca itu dilaporkan membantu asosiasi sepakbola Spanyol dalam kesepakatan dengan otoritas Arab Saudi terkait tuan rumah Supercopa Espana di Kerajaan Teluk tersebut.

Pique dikabarkan mendapat komisi sebesar 6 juta euro (Rp93,6 miliar) per tahun, dalam jangka empat tahun ke depan. Namun, Pique membantah segala tuduhan. Meski begitu, ia bisa saja pergi dari Barcelona atas tindakannya yang tidak profesional.

Mesut Ozil (Fenerbahce)

Mesut Ozil, playmaker Timnas Jerman yang pernah menuai kejayaan bersama Real Madrid menemui kenestapaan ketika ia disingkirkan dari timnas dan memilih ke Istanbul. Ozil telah membunuh masa depannya dengan bergabung ke Fenerbahce.

Pemain yang semestinya masih bisa berkiprah di Eropa itu, justru buruk di Fenerbahce. Klub Turki itu beberapa waktu lalu telah mencoret Mesut Ozil dari skuadnya. Sebelum Fenerbahce betul-betul mengumumkan mencoret Ozil dari skuad, raksasa Turki itu telah muak dengan penampilan Ozil.

Fenerbahce ingin sekali menyingkirkan Ozil. Apalagi si pemain terkenal sudah mulai malas bermain sepakbola. Ia tak memberikan inspirasi pada Fenerbahce sebagaimana harapan semua orang. Bahkan sebaliknya, Ozil beberapa kali terlibat masalah dengan sang pelatih.

Ozil juga kerap menolak bermain untuk Fenerbahce. Kendati ia melakukannya konon karena gajinya belum dibayar tepat waktu, walau klubnya membantah hal itu. Fenerbahce bagaimanapun tidak bisa mentolerir tindakan yang merugikan klub.

Luka Jovic (Real Madrid)

Keberadaan Luka Jovic di Real Madrid ada tapi tak kelihatan. Ia jarang bermain untuk Los Merengues. Ia adalah pria yang diabaikan oleh publik Santiago Bernabeu, atau malah Real Madrid itu sendiri. Kita sulit untuk menilai performa Jovic, karena ia sendiri jarang bermain.

Musim ini saja, Jovic hanya bermain 15 kali di La Liga. Sebagai seorang striker, pada musim 2021-22, Luka Jovic hanya bisa mencetak sebiji gol saja. Tak ayal itu membuat Los Blancos ingin sesegera mungkin memutuskan hubungan dengan Jovic.

Real Madrid sepertinya bersikeras untuk mengusir Luka Jovic. Penampilan buruk, tidak konsisten, dan gaji yang tinggi disinyalir menjadi faktornya. Luka Jovic juga tak masuk rencana Ancelotti. Bahkan untuk rotasi atau memulainya dari bangku cadangan sekalipun.

Mauro Icardi (PSG)

Tamatlah sudah nasib striker Argentina, Mauro Icardi di Paris Saint-Germain. Perpanjangan kontrak Mbappe dan gaji tinggi yang didapat si pemain, membuat striker seperti Icardi mesti menemukan pintu keluar Parc des Princes.

PSG juga sudah tidak membutuhkan lagi jasa pemain yang dulu diboyong dari Inter seharga Rp800 miliar lebih itu. Meskipun Icardi mengisyaratkan bahwa dirinya ingin bertahan di PSG.

Paris Saint-Germain justru memasukkan Icardi ke daftar jual klub untuk musim panas mendatang. Ia bersama Arnaud Kalimuendo masuk dalam daftar jual PSG. Sejauh ini PSG memang sangat ingin menjual Icardi. Les Parisiens bahkan sampai meminta bantuan agen Jorge Mendes untuk meluluskan rencananya itu.

Dalam sebuah laporan dikutip Sportsmole, PSG meminta agen Jorge Mendes untuk mencoba meyakinkan Wolverhampton Wanderers agar mau mengontrak Icardi. Tak peduli apakah itu permanen atau sementara. Sebab dengan penjualan Icardi, PSG juga diuntungkan karena mereka masih mengincar Gianluca Scamacca dari Sassuolo.

Sergio Ramos (PSG)

Walaupun baru saja direkrut pada musim lalu, Sergio Ramos tampaknya sudah tidak lagi masuk rencana PSG musim depan. Ia yang sering cedera dan melewatkan cukup banyak pertandingan, membuat PSG mau atau tidak harus segera memberinya lampu hijau untuk meninggalkan Parc des Princes.

Menurut laporan Marca, para petinggi PSG menghendaki Ramos untuk pergi. Masalah cedera yang sering membuatnya absen itulah yang jadi pertimbangan. Kendati kontraknya baru akan selesai tahun 2023 mendatang.

Sebagaimana pemain lain yang ingin dijual, Ramos masih berniat untuk bertahan di PSG. Namun, cedera yang membuatnya tidak tampil di Liga Champions, padahal dulu ia direkrut untuk membawa kejayaan PSG di kompetisi tersebut, jadi pertimbangan Les Parisiens untuk menjualnya. Akan tetapi, PSG tampak akan kesulitan melakukannya karena belum ada klub yang bisa membayar gaji Sergio Ramos.

Sumber referensi: CBSSports, Goal, TheAthletic, TheRealChamps, PSGTalk, AS, GetFootballNewsFrance

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru