Pemain Ini Raih Gelar Hebat Meski Nyaris Tidak Bermain

spot_img

Jika kita melihat dua pemain Tottenham Hotspur, Harry Kane dan Son Heung-Min, bisa jadi kita akan merasakan kegetiran. Kedua pemain itu bermain sangat optimal dan penuh semangat bersama The Lilywhite. Namun nasibnya sangat mengenaskan.

Walaupun tampil luar biasa, beberapa kali mendapat ganjaran individu, seperti Son Heung-Min kemarin, ia dan Harry Kane belum pernah menyabet satu pun trofi. Entah apa yang mereka rasakan hari ini. Tapi yang pasti, pemain hebat tanpa trofi seperti sayur tanpa garam.

Apalagi untuk meraih trofi, sebenarnya bukan perkara rumit. Buktinya, beberapa pemain berikut ini justru berhasil menyabet gelar bergengsi. Namun, jangan berpikir mereka-mereka tampil sangat gahar dan menunjukkan performa impresif. Tidak sama sekali.

Pemain-pemain berikut ini justru bisa dengan mudah mendapatkan gelar. Walaupun hampir tanpa bermain, atau dengan kata lain minim kontribusi. Siapa saja pemain-pemain tersebut?

Jeremy Mathieu (Barcelona)

Bek berkebangsaan Prancis, Jeremy Mathieu datang ke Barcelona dengan banderol yang lumayan. Pada musim 2014-15, FC Barcelona mendatangkan Mathieu dari Valencia dengan biaya 20 juta euro (sekitar Rp313 miliar). Padahal sebelumnya Valencia sendiri membeli Mathieu tanpa biaya dari Toulouse.

Kehadiran Mathieu untuk menjawab kebutuhan Luis Enrique di jantung pertahanan. Meskipun Barca ketika itu masih memiliki pemain seperti Gerard Pique, Dani Alves, dan Jordi Alba. Dan iya, Jeremy Mathieu hadir hanya untuk menghangatkan bangku cadangan.

Mathieu jarang sekali bermain. Bahkan kalau ditotal dari pertama kali masuk ke Blaugrana sampai hengkang dari sana, Mathieu hanya bermain sebanyak 90 kali. Jumlahnya masih lebih sedikit dari ketika ia bermain di Sporting CP, yang mencapai 106 kaps.

Uniknya walaupun jarang bermain, Jeremy Mathieu menyabet sembilan trofi bergengsi bersama Blaugrana. Salah satunya adalah ketika Barcelona meraih gelar Liga Champions musim 2014-15. Kala itu, Mathieu hanya bermain sebanyak 7 kali.

Kiko Casilla (Real Madrid)

Kiko Casilla merupakan kiper asli Real Madrid. Ia dididik di akademi Real Madrid. Namun pergulatan nasibnya lebih sering dipinjamkan oleh El Real. Tercatat Casilla pernah menjalani masa peminjamannya di Cadiz dan Cartagena, serta pernah bermain untuk Espanyol.

Walaupun, Kiko Casilla juga pernah masuk dalam skuad utama Real Madrid. Itu setelah ia kembali dari Espanyol pada musim 2015-16. Namun, ia hanya menjadi pilihan kedua di Real Madrid. Karena ketika itu Los Merengues masih memiliki Keylor Navas.

Zinedine Zidane lebih sering memainkan Navas daripada Casilla. Tapi berada di klub jaminan juara seperti Real Madrid adalah keuntungan buat Casilla. Walau hanya jadi penghangat bangku cadangan.

Sebab, di Madrid lah Kiko Casilla mendapatkan banyak sekali trofi prestisius. Ia berhasil menggamit tiga trofi Liga Champions dan tiga trofi Piala Dunia Antarklub. Hebatnya Casilla melakukan itu tanpa harus berkontribusi banyak untuk Real Madrid.

Seperti halnya ketika Los Galacticos meraih trofi Liga Champions musim 2015-16. Waktu itu, Casilla hanya bermain dua kali saja untuk bisa mengangkat trofi.

Pada Liga Champions berikutnya ia hanya tampil sekali, dan pada musim berikutnya lagi Casilla bermain dua kali. Artinya, ia yang hanya bermain lima kali saja bisa mendapatkan medali Liga Champions.

Tomasz Kuszczak (Manchester United)

Kiper berkebangsaan Polandia, Tomasz Kuszczak bermain untuk Manchester United sejak tahun 2006 sampai 2012. Namun walaupun dari segi kualitas, Kuszczak sebenarnya lumayan baik, ia hanya bisa mengisi bangku cadangan.

Kuszczak harus menerima kenyataan bahwa dirinya cuma kiper pelapis. Dan sebagaimana kiper pelapis, tentu Kuszczak akan jarang bermain. Begitulah ketika ia berada di Setan Merah.

Tomasz Kuszczak sangat jarang bermain untuk Setan Merah. Sepanjang kariernya bersama The Red Devil, Kuszczak hanya bermain sebanyak 61 kali. Namun soal trofi, Kuszczak jauh lebih banyak dari Antonio Di Natale, sang legenda Udinese itu.

Kuszczak setidaknya sudah menyabet empat gelar Liga Inggris. Ia juga meraih satu trofi Liga Champions dan satu lagi trofi Piala Dunia Antarklub. Pada waktu MU meraih empat trofi Liga Inggris tahun 2007, 2008, 2009, dan 2011, Kuszczak hanya bermain 24 kali dan 4 berasal dari bangku cadangan.

Thomas Vermaelen (Barcelona)

Thomas Vermaelen memetik masa emasnya ketika memperkuat Barcelona. Bersama raksasa Spanyol itu, ia berhasil meraih 11 trofi mayor. Beberapa di antaranya adalah 4 trofi La Liga, 2 trofi Piala Dunia Antarklub, 3 trofi Copa Del Rey, 1 trofi Liga Champions, dan 1 trofi Piala Super Eropa.

Sebelumnya, ia memang dibeli Barcelona seharga 19 juta euro (sekitar Rp297 miliar) dari Arsenal pada musim 2014-15. Yup, benar sekali, musim di mana Barcelona sedang menyemai kesuksesan. Untunglah Vermaelen menerima tawaran Barca, sehingga ia turut mendulang keberhasilan.

Namun, di awal kedatangannya di Barcelona, Vermaelen justru mengalami cedera. Jadi debutnya pun mesti tertunda. Belum lagi Vermaelen harus menjalani operasi terlebih dahulu pada Desember 2014, dan baru bisa kembali antara 4-6 bulan.

Sekembalinya Vermaelen dari cedera, ia justru sering duduk-duduk saja di bench pemain. Pada musim pertamanya itu, Vermaelen bahkan hanya bermain sekali saja. Kalau ditotal, Vermaelen hanya bermain sebanyak 53 kali saja selama di Barcelona.

Jose Manuel Pinto (Barcelona)

Menjadi kiper cadangan memang harus terima nasib. Lebih sering menghiasi bangku cadangan dan hanya bisa melihat kiper lain bermain di atas lapangan. Begitulah nasib Jose Manuel Pinto. Penjaga gawang pilihan kedua FC Barcelona.

Dari awal, Pinto yang dibeli gratis dari Celta Vigo memang datang hanya untuk mengisi pos kiper cadangan. Karena Blaugrana pada waktu itu sudah memiliki kiper luar biasa dalam diri Victor Valdes. Maka, wajar saja kalau akhirnya Pinto hanya menghiasi bangku cadangan, atau bermain dari sana.

Namun, Pinto ini beruntung banget. Ia yang memperkuat Barcelona, walaupun hanya bermain sebanyak 89 kali, tapi bisa meraih banyak trofi. Mulai dari 3 trofi La Liga, 2 Copa del Rey, 1 Piala Dunia Antarklub, dan 1 gelar Liga Champions. Oh iya, for your information aja nih, dalam meraih tiga gelar La Liga itu, Pinto hanya bermain tak lebih dari 15 kali.

Mariano Diaz (Real Madrid)

Betapa bahagianya Mariano Diaz meraih gelar Liga Champions keduanya bersama Real Madrid pada musim 2021-22. Yup, sebelumnya, Diaz sudah melakukan itu pada musim 2016-17. Ini adalah prestasi yang luar biasa yang pernah diraih pemuda Republik Dominika.

Hebatnya lagi, ia melakukan itu tanpa harus susah payah mengejar gol. Lha bagaimana mengejar gol, kalau bermain saja jarang? Diaz sendiri merupakan mantan pemain muda Real Madrid, yang memulai debutnya pada 2016.

Saat debut, langsung juara Liga Champions, dahsyat! Tapi jangan dibayangkan karier Mariano Diaz sedahsyat itu di Real Madrid. Karena buktinya pada gelar Liga Champions pertamanya, Diaz hanya bermain sekali. Iya, sekali saja.

Pada musim yang sama, dan ketika itu Real Madrid juga juara La Liga, Diaz yang baru mentas tak mendapatkan banyak menit bermain. Ia hanya turun di delapan pertandingan La Liga musim itu. Jadi, jika ditotal, Diaz hanya bermain 73 kali dan mencetak 12 gol saja untuk Real Madrid.

Douglas Santos (Barcelona)

Barangkali nama Douglas Pereira dos Santos hanya dikenal oleh beberapa fans Barcelona saja. Ya wajar sih, apalagi sejak Barca mendatangkannya dari Sao Paulo dengan banderol 4 juta euro (sekitar Rp62 miliar) pada 2014, ia jarang sekali bermain. Karena itulah ia lebih sering dipinjam klub-klub lain, mulai dari Sporting Gijon, Benfica, sampai Sivasspor.

Namun, walau sekadar pelapis, Douglas beberapa kali turun. Meski jumlah kapsnya bersama Blaugrana bisa dihitung dengan jari. Total, ia hanya memainkan delapan pertandingan saja untuk Barcelona. Meskipun begitu, Douglas berhasil membawa banyak trofi dan medali. Salah satunya ketika ia terlibat dalam treble yang diraih Barcelona pada musim 2014-15.

Sumber referensi: Sportube, Quora, SoccerLaduma, Transfermarkt

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru