7 Wonderkid yang Mencuri Panggung di Babak Grup Euro 2020

  • Whatsapp
7 Wonderkid yang Mencuri Panggung di Babak Grup Euro 2020
7 Wonderkid yang Mencuri Panggung di Babak Grup Euro 2020

Euro 2020 sudah memasuki babak gugur. 8 tim telah tersingkir di babak grup dan 16 tim melaju ke babak 16 besar. Dalam perjalanannya, ke-16 tim yang lolos telah melewati berbagai drama dan perjuangan.

Dalam masa tersebut, tentu ada beberapa pemain yang menampilkan performa menonjol. Salah satunya adalah para wonderkid yang mencuri panggung di babak grup Euro 2020. Meski masih berusia sangat muda, mereka tak canggung berduel dengan para seniornya dan justru beberapa menjadi andalan bahkan pahlawan negaranya.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, berikut ini starting eleven ulas 7 wonderkid yang mencuri panggung di babak grup Euro 2020.

 

1. Josko Gvardiol

Nama Josko Gvardiol masih cukup asing sebagai penggawa timnas Kroasia. Maklum, ia masih berusia 19 tahun dan baru merasakan debut di timnas senior pada 6 Juni kemarin dan langsung mencatat debut keduanya di Euro tahun ini. Gvardiol berhasil memastikan satu tempat dalam skuad Kroasia Euro 2020 setelah tampil impresif bagi Dinamo Zagreb.

Musim lalu, ia tampil 41 kali di semua kompetisi dan menyumbang 3 gol serta 3 asis bagi Dinamo Zagreb. Penampilan bagusnya di klub bukan satu-satunya penyebab Gvardiol dibawa pelatih Zlatko Dalic ke Euro 2020. Pemain 19 tahun itu langsung masuk ke tim senior pasca membawa Kroasia U-21 melaju hingga babak perempat final Euro U-21 tahun ini.

Di Euro 2020 sendiri, Gvardiol yang berposisi sebagai bek kiri itu selalu jadi starter Kroasia di babak grup. Ia tercatat telah membuat 4 tekel, 4 sapuan, 4 dribble, dan 109 umpan sukses dengan akurasi 85%. Dengan sumbangan catatan tersebut, ia berhasil membantu timnya hanya kebobolan 3 gol dan mengantar Kroasia lolos sebagai runner-up Grup D.

Josko Gvardiol merupakan pemain baru RB Leipzig. Ia dibeli dengan harga nyaris 19 juta euro di musim panas lalu. Namun, Gvardiol langsung dipinjamkan ke klub lamanya dan baru akan membela RB Leipzig musim depan.

 

2. Alexander Isak

Salah satu penampilan wonderkid yang paling dinanti di Euro 2020 adalah Alexander Isak. Bomber Real Sociedad itu dibawa pelatih Janne Andersson ke Euro 2020. Ia striker tajam generasi baru timnas Swedia.

Penampilan Isak sangat wajar dinanti. Pasalnya, striker 21 itu berhasil mencetak 17 gol dan 2 asis di La Liga musim lalu. Di usia yang masih muda, ia sudah menjadi top skor Real Sociedad di La Liga.

Di babak grup Euro 2020 kemarin, Isak juga selalu jadi pilihan utama di lini depan Swedia. Pemain bertinggi badan 192 cm itu mencatat rata-rata penampilan 84 menit di tiap laga. Memang, Isak belum mempersembahkan gol bagi Swedia di Euro tahun ini. Namun, mantan striker Borussia Dortmund itu telah menyumbang 1 asis.

1 asis tersebut Isak buat di laga penting melawan Polandia di pertandingan terakhir babak grup. Umpan tersebut berujung gol cepat Emil Forsberg di laga tersebut. Namun, penampilan terbaik juga Isak tunjukkan di laga kedua versus Slovakia.

Dalam laga yang berakhir 1-0 itu, sang pencetak gol kemenangan Swedia memang Emil Forsberg. Namun, Alexander Isak yang terpilih sebagai Star of The Match alias pemain terbaik. Bagaimana tidak, di laga tersebut, Swedia kalah penguasaan bola tapi lebih banyak membuat peluang dan 5 dari 13 tembakan berasal dari kaki Isak. Ia juga mencatat 6 dribble yang sukses mengacak pertahanan Slovakia.

 

3. Dejan Kulusevski

Tak hanya Alexander Isak yang tampil bagus untuk Swedia di babak grup Euro 2020. Swedia juga punya wonderkid lain dalam diri Dejan Kulusevski. Menariknya, winger Juventus itu seolah disimpan oleh pelatih Janne Andersson. Pasalnya, Kulusevski baru tampil di laga terakhir melawan Polandia.

Pemain kelahiran tahun 2000 itu absen di 2 laga awal Swedia dan hanya diturunkan sebagai pemain pengganti di 35 menit terakhir. Namun, dalam waktu sesingkat itu ia berhasil membuat 3 umpan kunci, memenangi 2 duel, dan menciptakan 2 asis. 1 asis terakhir Kulusevski bahkan berakhir menjadi gol ketiga Swedia dan memastikan kemenangan timnya sekaligus mengantar negaranya lolos ke babak 16 besar sebagai pemuncak Grup E.

Mengutip dari Opta, Dejan Kulusevski yang berusia 21 tahun 59 hari pada saat laga melawan Polandia merupakan pemain termuda yang membuat2 asis dalam satu pertandingan di Piala Eropa sejak Cesc Fabregas melakukannya di edisi 2008. Ia untuk sementara juga tercatat sebagai satu-satunya pemain kelahiran 2000 yang menciptakan 2 asis di turnamen akbar.

 

4. Kai Havertz

Di Euro 2020, Jerman tidak turun dengan striker murni dalam formasinya. Posisi tersebut kerap diisi oleh Kai Havertz yang berposisi murni sebagai gelandang serang. Dengan tinggi badan 189 cm, Kai mampu menjadi sosok target-man.

Di babak grup kemarin, Kai selalu jadi starter bagi Der Panzer dan telah sukses menyumbang 2 gol. Gol tersebut masing-masing ia buat di laga versus Portugal dan Hongaria. 2 gol yang ia cetak tersebut juga membuatnya jadi top skor sementara Jerman di Euro 2020.

Dua gol yang sudah Kai Havertz cetak seolah jadi pembuktian diri sekaligus menjawab kritik yang ditujukan kepadanya sebelum Piala Eropa. Sebelumnya, Kai diragukan bakal tampil bagus di Euro setelah penampilan kurang memuaskan yang ia tampilkan bersama Chelsea.

Namun sejauh ini, pemain 22 tahun itu telah menciptakan 9 peluang dan mencatat 4 tembakan tepat sasaran. Akurasi umpannya juga mencapai 84%. Tak bisa dipungkiri, Kai yang merupakan pencetak gol termuda Jerman di Piala Eropa adalah salah satu pemain kunci di lini depan Der Panzer.

 

5. Pedri

Spanyol susah payah lolos ke babak 16 besar Euro 2020. Mereka bahkan harus menunggu hingga laga terakhir untuk memastikan tempat di babak gugur sebagai runner-up Grup E. Dan salah satu pahlawan La Furia Roja adalah Pedri, gelandang 18 tahun milik Barcelona.

Bayangkan saja, di usianya yang baru 18 tahun, Pedri sudah jadi pemain kunci Spanyol di ajang seakbar Euro 2020. Ia selalu tampil penuh di 3 laga babak grup tanpa pernah diganti. Pedri sudah mencatat 6 dribble dan 5 tekel sukses serta membuat 217 umpan dengan akurasi 89%.

Di laga melawan Slovakia, 3 dari 5 gol Spanyol tak lepas dari peran Pedri. Sejauh ini, Pedri juga jadi pemain yang paling banyak membawa bola ke area sepertiga akhir pertahanan lawan.

 

6. Ferran Torres

Pedri bukan satu-satunya wonderkid yang bersinar di bawah Luis Enrique. Di laga melawan Slovakia, salah satu wonderkid yang juga mencuri panggung adalah Ferran Torres. Ia menjadi salah satu pencetak gol di laga tersebut. Hebatnya, Ferran Torres melakukannya hanya dalam satu sentuhan setelah 44 detik berada di lapangan.

Dengan catatan tersebut, gol Ferran Torres adalah gol tercepat yang dicetak pemain pengganti setelah Juan Carlos Valeron melakukannya di Euro 2004. Gol tersebut menjadi gol tercepat kedua yang dicetak oleh pemain pengganti sepanjang sejarah Piala Eropa.

 

7. Mikkel Damsgaard

Sesuai julukannya, tim dinamit Denmark baru meledak di laga terakhir babak grup Euro 2020. Setelah kalah di 2 laga pertama, Denmark mengamuk dan menumbangkan Rusia 4-1. Dalam kemenangan tersebut, salah satu pencetak golnya adalah wonderkid berusia 20 tahun, Mikkel Damsgaard.

Pasca kehilangan Christian Eriksen, Denmark mengubah formasinya jadi 3-4-3. Berkat itulah, winger Sampdoria itu mendapat tempat sebagai starter. Tak menyia-nyiakan kesempatan, dalam 2 laga yang ia mainkan, Damsgaard berhasil mencetak 1 gol penting yang mengantar Denmark ke babak 16 besar.

1 gol yang ia cetak membuatnya tercatat sebagai pencetak gol termuda Denmark di Piala Eropa. Damsgaard melakukannya di usia 20 tahun 353 hari. Sejauh ini, ia juga sudah mencatat 11 dribble sukses. Total, Damsgaard sudah tampil 5 kali untuk Denmark dan di kesempatan itu, ia telah mencetak 3 gol.

***
Sumber Referensi: Goal, Whoscored, Kompas, Eurosport, Dailystar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *