Dulu, tim nasional Skotlandia adalah kesebelasan yang cukup terpandang di Eropa bahkan dunia. Skotlandia juga punya banyak pemain dan pelatih bertalenta. Sebut saja Sir Matt Busby, Denis Law, Kenny Dalglish, hingga Sir Alex Ferguson. Tak kekurangan bakat sepak bola membuat Skotlandia mampu bersaing dengan negara besar lainnya.
Dulu, mereka rutin mentas di Piala Eropa dan Piala Dunia. Skotlandia adalah peserta langganan Piala Dunia di era 50an dan era 70an hingga 90an. Di Piala Eropa, mereka jadi tim peserta di edisi 1992 dan 1996. Kejayaan Skotlandia di pentas internasional berakhir di akhir era 90an, dimana sepak bola Skotlandia mulai meredup sinarnya.
#OnThisDay | Scotland played in the opening match of the 1998 World Cup against Brazil. pic.twitter.com/dKA8NzR56B
— Scotland National Team (@ScotlandNT) June 10, 2019
Piala Eropa 1996 dan Piala Dunia 1998 jadi terakhir kali timnas Skotlandia mentas di turnamen akbar. Selepas itu, mereka tak pernah terlihat lagi di ajang internasional. Hal itu juga sebanding dengan prestasi klub lokalnya Prestasi di pentas Eropa yang perlahan kehilangan tajinya.
Daftar Isi
Setelah Menunggu Selama 23 Tahun, Skotlandia Kembali ke Pentas Internasional
Butuh waktu lama untuk Skotlandia memperlihatkan batang hidungnya lagi di ajang internasional. Butuh 11 kali pemecatan pelatih dan perombakan lintas generasi sebelum akhirnya publik Skotlandia bisa melihat kembali negara kesayangannya berlaga di turnamen akbar.
COME ON SCOTLAND!!!! 🏴🏴
Steve Clarke’s Tartan Army! 💙 pic.twitter.com/OXXc4Tv5AB
— One Team In Ayrshire (@OneTeamAyrshire) June 18, 2021
Itu semua terjadi di Euro 2020. Lewat berbagai drama dan perjuangan yang begitu panjang, Skotlandia lolos ke Euro 2020 lewat jalur play-off. Hanya menempati peringkat 3 di Grup I babak kualifikasi, Skotlandia mendapat tiket play-off berkat hasil memuaskan di Liga Bangsa-Bangsa Eropa.
Skotlandia berhasil menempati peringkat atas di UEFA Nations League C. Anak asuh Steve Clarke berhasil mengumpulkan 9 poin dari hasil 3 kemenangan dan sekali kalah dari Israel dan Albania. Di babak play-off Euro 2020, Andy Robertson dkk. tergabung dalam jalur C. Di semifinal, mereka berjumpa lagi dengan Israel.
SCOTLAND BEAT SERBIA ON PENALTIES!
They reach their first major tournament in 23 years! 🏴 pic.twitter.com/18Mw1nZelU
— ESPN FC (@ESPNFC) November 12, 2020
Skotlandia berhasil menundukkan Israel via adu penalti dan berhak melaju ke partai final play-off melawan Serbia. Lagi-lagi, anak asuh Steve Clarke meraih kemenangan di babak adu penalti. Kemenangan tersebut jadi momen yang sangat bersejarah. Pasalnya, Skotlandia berhasil ke Piala Eropa lagi setelah absen panjang di pentas dunia selama 23 tahun.
Hasil Skotlandia di Euro 2020: Tersingkir dan Jadi Juru Kunci Grup D
Di Euro 2020, Skotlandia tergabung dalam Grup D bersama Kroasia, Republik Ceko, dan Inggris. Semangat membara dan optimisme bermain di kandang sendiri yaitu Hampden Park di Glasgow membuat publik Skotlandia punya harapan lebih.
Sayang, modal itu tak cukup untuk mengalahkan Ceko di pertandingan pertama. Meski dihadiri 9.847 penonton di dalam stadion, Andy Robertson dkk. tunduk 2 gol tanpa balas. Harapan untuk lolos pertama kalinya ke babak gugur Piala Eropa sempat hadir di pertandingan kedua.
FT: England 0-0 Scotland #Euro2020 pic.twitter.com/zhDZTm48Pj
— WorldSports14 (@WorldSports14_) June 18, 2021
Berjumpa dengan Inggris di laga kedua, Skotlandia tampil heroik dan menahan imbang Inggris 0-0 di Wembley. Billy Gilmour bahkan dinobatkan sebagai Star of The Match berkat performa gemilangnya di lini tengah yang membuat Inggris kewalahan. 1 poin yang didapat membuat Skotlandia hanya perlu menang di laga terakhir untuk memastikan tempat di babak 16 besar.
Sayangnya, Kroasia bukanlah lawan mudah. Meski Callum McGregor berhasil mencetak gol pertama Skotlandia di Piala Eropa setelah 23 tahun lamanya, gol tersebut tak cukup untuk menumbangkan Kroasia yang bermain di hadapan ribuan pendukung Skotlandia di Hampden Park. Di pertandingan terakhir babak grup itu, mereka tunduk 1-3.
🏴 Scotland’s first goal at a major tournament since 1998
🏴 Callum McGregor’s first ever goal for the national team
Steve Clarke’s side equalise. 🤝 pic.twitter.com/Xx6r6EbfhP
— Statman Dave (@StatmanDave) June 22, 2021
Akhirnya, Skotlandia jadi salah satu tim yang tersingkir dini di Euro 2020, tim nasional Skotlandia jadi juru kunci Grup D setelah hanya berhasil mengumpulkan 1 poin dari 3 laga. Dengan hasil itu, usai sudah perjalanan panjang mereka di pentas Eropa.
Sebuah hasil yang tentu tak mengenakkan bagi Tartan Army, sebutan untuk kelompok suporter Skotlandia. Meski mengumpulkan 1 poin, hasil The Dark Blues mengecewakan. Gawang David Marshall jebol 5 kali dan sepanjang turnamen hanya mencetak 1 gol.
FULL TIME | Croatia 3-1 Scotland.
Second-half strikes from Modrić and Perišić cancel out Callum McGregor’s equaliser, as Croatia take the points at Hampden.#EURO2020 | #SCO pic.twitter.com/ugaX7HPbuv
— Scotland National Team (@ScotlandNT) June 22, 2021
Namun, semangat para penggawa timnas Skotlandia tidak pudar pasca tersingkir di Euro 2020. Yang ada, mereka langsung bertekad untuk bisa kembali lagi ke pentas internasional dan rutin berlaga di level atas.
Skotlandia Berjanji Tak Akan Menunggu 23 Tahun Lagi Untuk Kembali ke Turnamen Akbar
“Saya kecewa turnamen telah berakhir lebih awal bagi kami, tetapi kami memiliki banyak hal untuk disyukuri. Cara kami sampai di sana setelah 23 tahun memberi kami banyak hal untuk disyukuri. Kami mencoba bersaing dan bermain sebaik mungkin. Tapi sayangnya kami tidak cukup baik untuk keluar dari babak penyisihan grup.” kata Steve Clarke dikutip dari the guardian.
Steve Clarke appreciation post for what he’s done to the country pic.twitter.com/aFHS78XK7X
— Stefano 🇮🇹 (@stevonevo1) June 18, 2021
Senada dengan sang pelatih, Andy Robertson yang sudah menjabat sebagai kapten sejak 2018 juga punya pendapat yang sama. Baginya, Euro 2020 telah memberi pelajaran berharga kepada Skotlandia. Bek kiri Liverpool itu juga berjanji tak akan lagi menunggu 23 tahun untuk Skotlandia bisa kembali ke ajang internasional lagi.
“Kami salah satu pemula dalam hal ini, sudah sejak lama kami hadir dan kita semua akan mendapatkan pengalaman. Kami adalah skuad dengan banyak potensi dan penting bagi kami untuk membangun ini. Kami adalah tim yang baik. Kita tidak bisa menunggu 23 tahun lagi,” kata Robertson dikutip dari The Guardian.
Lagipula, di babak grup Euro 2020, Skotlandia memang bertemu dengan tim yang secara kelas di atas mereka. Di banding negara lain di Grup D, peringkat FIFA The Dark Blues memang terendah. Saat ini, mereka hanya bertengger di peringkat ke-44, kalah dari Republik Ceko yang ada di posisi 40 dan jauh bila dibanding Kroasia dan Inggris yang ada di peringkat 14 dan peringkat 4 dunia.
1 – Callum McGregor is the first Scottish player to score at the EUROs since June 18th 1996, when Ally McCoist scored against Switzerland. Scotland had gone 46 shots without scoring in the competition. Level. #SCO #EURO2020 pic.twitter.com/VqWX53RNen
— OptaJoe (@OptaJoe) June 22, 2021
Terlepas dari hasil yang mereka dapat, penampilan dan performa pemain Skotlandia secara individu tidak terlalu buruk. Dalam ranking performa pemain, Callum McGregor jadi pemain terbaik Skotlandia. Selain 1 gol yang ia cetak, gelandang 28 tahun milik Celtic itu punya akurasi passing 91%. Ia juga mencatat 4 tekel dan 4 dribble sukses.
Penampilan Andy Robertson juga cukup bagus. Pemain 27 tahun milik Liverpool itu mencatat 2 tekel, 13 recoveries, dan 5 sapuan dalam 3 pertandingan. Robertson merupakan spesialis penggambil tendangan bebas dan sepak pojok bagi The Dark Blues.
Captain Andy Robertson enjoyed that! 🏴#EURO2020 | #SCO #ENG pic.twitter.com/13ZqecHNjN
— Goal (@goal) June 18, 2021
Potensi Pemain Masa Depan Timnas Skotlandia
Dengan rataan usia 27,4 tahun, skuad Skotlandia di Euro 2020 memang bertumpu pada pemain senior semacam David Marshall, Stephen O’Donnell, dan Stuart Armstrong. Namun, di luar nama-nama tadi, banyak penggawa Skotlandia yang tengah berada di usia matangnya, seperti John McGinn, Ryan Fraser, dan Jack Hendry.
Selain itu, Skotlandia juga punya deretan pemain muda bertalenta dan penuh potensi. Di babak grup Euro 2020, mereka juga menampilan performa yang cukup bagus meski masih sangat kurang dalam hal pengalaman. Salah satunya adalah Scott McTominay.
Scott McTominay’s game by numbers vs. England:
100% tackles won
82% pass accuracy
53 total touches
4 ball recoveries
2 interceptionsDealt with England’s left sided threat so well. #SCO 🔥🔥🔥 pic.twitter.com/GjWJyP649c
— Statman Dave (@StatmanDave) June 18, 2021
Sejatinya, McTominay merupakan gelandang sentral di Manchester United. Namun, pemain 24 tahun itu bermain sebagai bek tengah di bawah asuhan Steve Clarke. Ia tak canggung bermain di posisi tersebut dan mampu memerankan posisi barunya dengan cukup baik.
McTominay ditemani salah satu pemain muda terbaik dan bek paling berbakat yang dimiliki Skotlandia saat ini, Kieran Tierney. Pemain 24 tahun milik Arsenal itu merupakan bek serba bisa yang mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri. Tierney merupakan peraih penghargaan pemain muda terbaik Skotlandia 3 tahun beruntun saat dirinya bermain di Celtic.
What a performance from Kieran Tierney 👏 pic.twitter.com/49mgz8xHoS
— ESPN UK (@ESPNUK) June 18, 2021
Di Euro 2020, pelatih Steve Clarke juga membawa 3 pemain U-21. Mereka adalah David Turnbull, Nathan Patterson, dan Billy Gilmour. Di babak grup kemarin, Nathan Patterson dan Billy Gilmour telah merasakan debutnya di turnamen internasional. Gilmour jelas jadi yang paling menyita perhatian. Pemain 20 tahun itu terpilih sebagai Star of The Match di laga debutnya di Piala Eropa saat melawan Inggris.
MOTM on his full FA Cup debut
MOTM on his full Premier League debut
MOTM on his full Champions League debut
MOTM on his full Scotland EURO 2020 debutMY G! BILLY GILMOUR! 👏🤩🔵#EURO2020 pic.twitter.com/dLkXx6qInR
— ⭐txtdarijuaraucl⭐ (@chelseaindo) June 18, 2021
Lini depan Skotlandia juga telah mengandalkan pemain muda. 3 penyerang yang dibawa yakni Lyndon Dykes, Kevin Nisbet, dan Che Adams usianya masih di bawah 26 tahun. Dengan deretan pemain-pemain tadi, Skotlandia setidaknya punya masa depan cerah di bawah para pemain generasi baru.
Tugas paling dekat bagi para pemain muda itu tentu meloloskan kembali Skotlandia ke ajang Piala Dunia. Di kualifikasi Piala Dunia 2022, The Dark Blues tergabung dalam Grup F bersama Moldova, Kepulauan Faroe, Austria, Israel, dan Denmark. Di 3 pertandingan pertama, mereka berhasil meraih 1 kemenangan atas Kepulaan Faroe dan 2 kali imbang saat berjumpa Israel dan Austria.
Hasil itu menempatkan Skotlandia di peringkat 2 dengan total poin 5 di bawah Denmark. Bila minimal mampu menjaga posisi tersebut hingga akhir babak kualifikasi, The Dark Blues bisa kembali berharap lolos ke Piala Dunia lewat jalur play-off.
Our UEFA EURO 2020 journey comes to an end.
Your support throughout the tournament has been truly incredible. We cannot say it enough: thank you.#EURO2020 | #SCO pic.twitter.com/rp98z21tyy
— Scotland National Team (@ScotlandNT) June 22, 2021
Memang berat untuk bisa langsung kembali di turnamen akbar lagi. Namun bila itu mampu mereka lakukan, maka terbayar sudah penantian Tartan Army untuk kembali melihat Skotlandia berlaga di Piala Dunia.
***
Sumber Referensi: The Guardian, Kompas, Transfermarkt, SkySports


