Lahir dari keluarga kaya adalah sebuah privilese yang tak dipunyai banyak orang. Di dunia sepak bola, kita juga lebih sering mendengar kisah inspiratif dari pemain yang sukses memutus garis kemiskinan di keluarga mereka. Namun, tidak demikian dengan Wout Weghorst.
Striker timnas Belanda itu memiliki hak isitimewa sejak kecil. Lahir dari keluarga kaya raya seharusnya membuat Weghorst tidak mengkhawatirkan masa depannya. Akan tetapi, ia justru menolak kemapanan yang ditawarkan keluarganya.
Demi Sepak Bola, Wout Weghorst Membangkang
Wout François Maria Weghorst yang lahir pada 7 Agustus 1992 adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ia adalah anak dari Astrid Weghorst dan Frans Weghorst, generasi kedua yang memegang perusahaan AVIA. Perusahaan bahan bakar minyak dan gas itulah yang menjadi bisnis keluarga Weghorst.
Didirikan sang kakek pada 1931, AVIA pada awalnya menjual batu bara dan gambut. Mereka kemudian beralih ke bahan bakar minyak dan gas setelah perang dunia kedua. Kini, AVIA tercatat memiliki sekitar 3.500 SPBU yang tersebar di 15 negara Eropa, termasuk Belanda. Sementara di Belanda sendiri, AVIA memiliki 365 jaringan SPBU.
Hal itulah yang menjadikan keluarga Weghorst sebagai salah satu keluarga terkaya di kota Borne, Belanda. Bahkan bisa dibilang kalau mereka lah yang mengubah kota tersebut yang dulunya hanya daerah pertanian dan peternakan menjadi salah satu kota perindustrian yang maju.
Dengan latar belakang tersebut, bisa dibilang kalau Wout Weghorst sudah kaya raya sejak lahir. Sebagai anak, Weghorst juga digadang-gadang sebagai pewaris bisnis keluarga. Namun, seperti kedua kakaknya yang membangkang, Wout Weghorst punya impiannya sendiri.
Twan, anak tertua memilih menjadi pilot, sedangkan Ralf, anak kedua memilih menjadi arsitek. Sementara Wout, anak ketiga memilih menjadi pemain sepak bola. Hanya si bungsu, Niek, yang patuh dan bekerja di bisnis keluarga AVIA.
Namun, pada awalnya, keinginan Wout Weghorst untuk menjadi pemain bola mendapat tentangan dari kedua orang tuanya. Pendidikan adalah nomor satu di keluarga ini, sementara di benak Wout sepak bola lah yang utama. Apalagi, keluarga Weghorst juga tak memiliki latar belakang di sepak bola.
Wout Weghorst kemudian membuat persetujuan dengan orang tuanya. Ia berjanji tak akan mengecewakan kedua orang tuanya dalam hal bersekolah. Kelak keseriusannya itu dibuktikan dengan gelar sarjana di bidang Manajemen Olahraga yang ia dapat setelah menyelesaikan studi Administrasi Bisnis sesuai dengan keinginan keluarganya untuk mempelajari perdagangan minyak dan gas.
Diragukan di Usia Muda, Wout Weghorst Buktikan Diri di Usia Matang
Perjalanan Wout Weghorst mengejar impiannya menjadi pemain bola tidaklah mudah. Sejumlah pelatih di Belanda sempat meragukannya. Begitu pula dengan keluarganya sendiri. Ambisi Weghorst dianggap lebih besar ketimbang bakatnya.
“Banyak orang yang bermaksud baik mendesak saya untuk berhenti. Beberapa pelatih bahkan mengatakan bahwa saya tidak pandai bermain sepak bola,” kata Wout Weghorst dikutip dari CNN.
Wout Weghorst memulai kariernya di klub lokal RKSV NEO dan DETO Twenterand, klub amatir yang berkompetisi di divisi 5. Kala itu, ia sempat dianggap sebagai salah satu pemain terburuk. Weghorst baru berhasil menembus klub Eredivisie pada 2011 usai direkrut Willem II.
Perlu bantuan koneksi dari sang ibu untuk mendapat tempat di klub yang berjuluk “Tricolores” tersebut. Sang ibu, Astrid, adalah teman dari istri Jan van Esch, direktur Willem II saat itu. Pemandu bakat kemudian dikirim untuk mengamati Weghorst.
Singkat cerita, ia direkrut oleh Willem II. Namun, Wout Weghorst tak pernah berhasil membuat pelatih tim utama terkesan hingga membuatnya berakhir di tim cadangan sepanjang musim 2011/2012. Beruntung, tim divisi 2, FC Emmen tertarik kepadanya. Weghorst yang sangat tidak menyukai kekalahan langsung menerima tawaran tersebut.
“Saya sangat fanatik. Saya tidak dapat memahami bagaimana beberapa orang tidak melakukan segalanya untuk meraih kemenangan,” kata Wout Weghorst dikutip dari elfvoetbal.
Sejak saat itu, Wout Weghorst sukses mencapai mimpinya sekaligus memenuhi janjinya kepada keluarganya. Karier sepak bolanya terus meroket. Dari FC Emmen, Weghorst kemudian melanglang buana ke Heracles Almelo dan menjadi bintang di AZ Alkmaar.
Setelah itu, Wout Weghorst hijrah ke Vfl Wolfsburg di musim panas 2018. Klub Bundesliga Jerman itu membayar €10,5 juta kepada AZ. Bersama Wolfsburg, Weghorst tampil sangat subur. Dengan rekor 70 gol, ia menjadi pencetak gol terbanyak kedelapan dalam sejarah Wolfsburg.
Jadi Pemantul, Wout Weghorst Menantang Diri di Old Trafford
Setelah 3 setengah tahun, Weghorst hijrah ke Premier League usai menerima pinangan Burnley seharga €17,5 juta. Saat Burnley terdegradasi ke Championship di akhir musim, Weghorst menandatangani kontrak peminjaman semusim di klub Liga Turki, Besiktas.
Bersama Besiktas, Weghorst menemukan kembali ketajamannya yang sempat hilang bersama Burnley. Penampilan apiknya selama paruh musim 2022/2023 berbuah pemanggilan ke timnas Belanda di Piala Dunia Qatar 2022.
Usai mencetak dua gol di perempat final Piala Dunia 2022, Wout Weghorst kembali membuat keputusan besar dalam kehidupannya. Di bursa transfer Januari, ia menerima pinangan Erik ten Hag yang membutuhkan striker baru pasca kepergian Cristiano Ronaldo.
Usai MU membayar kompensasi sebesar £2,5 juta kepada Besiktas dan membayar biaya peminjaman £2,6 juta kepada Burnley, Wout Weghorst secara resmi berseragam Setan Merah pada 13 Januari lalu dan mendapat kontrak hingga akhir musim 2022/2023.
Keputusan tersebut sebetulnya membuat striker jangkung bertinggi 1,97m itu kembali meninggalkan zona nyamannya. Pasca kegagalannya di Burnley, Weghorst tengah mapan di Besiktas dengan torehan 9 gol dan 4 asis dalam 18 pertandingan.
Maka tidak berlebihan jika menyebut kalau Wout Weghorst tengah menantang diri di Old Trafford. Kini, 13 laga sudah dijalani Weghorst bersama Setan Merah. Jadi, ini adalah waktu yang tepat untuk memberi penilain.
Dinilai dari produktivitasnya, Wout Weghorst bisa dianggap tidak memenuhi ekspektasi. Striker timnas Belanda itu baru mencetak 1 gol dan 3 asis. Satu golnya itu pun ketika menghadapi Nottingham Forest di semifinal leg 1 Carabao Cup. Namun, tugas yang diemban Weghorst di lini depan MU bukan sekadar sebagai striker.
Di bawah asuhan Erik ten Hag, Weghorst tak sekadar menjadi striker tunggal dalam formasi 4-2-3-1. Di atas kertas ia adalah striker, tetapi belakangan ini Weghorst juga kerap bermain sebagai pemain nomor 10 dan seorang pemantul.
Seperti di leg 1 playoff Liga Europa kontra Barcelona. Weghorst ditempatkan sebagai ‘nomor 10’, berdiri di belakang Marcus Rashford. Ketika dikonfirmasi, Erik ten Hag menjelaskan kalau keputusannya tersebut adalah demi memberi variasi yang lebih banyak di lini depan dan membuat Sancho dan Bruno yang bermain sebagai sayap dapat lebih mudah masuk ke kotak penalti.
Peran yang sama kembali ia mainkan di pekan ke-24 Liga Inggris kontra Leicester City. Di laga ini, Weghorst memang tak mencatat gol maupun asis, tetapi keberadaannya sukses menarik defender lawan sehingga memudahkan Rashford maupun Sancho untuk melakukan penetrasi.
Tugas semacam ini tidaklah mudah. Untuk melakukannya, Weghorst telah meninggalkan kemapanannya sebagai seorang target man murni di Besiktas. Tak hanya pemain ‘nomor 10’, Weghorst juga diplot sebagai pemantul di lini depan MU.
Ketimbang gol, torehan asis Wout Weghorst lebih banyak dan salah satu asis paling krusial terjadi di final Carabao Cup kontra Newcastle United. Weghorst mengirim kembali umpan Marcus Rashford yang berbuah gol kedua Setan Merah. Perannya tersebut tak hanya membuat MU memenangkan trofi Carabao Cup, tetapi juga membuat dirinya memenangkan trofi pertamanya di level klub.
Peran yang lebih krusial diperlihatkan Wout Weghorst di laga kontra West Ham United di babak kelima FA Cup. Asisnya kepada Fred membuat MU menang 3-1. Atas performanya tersebut, Erik ten Hag memuji Wout Weghorst sebagai salah satu pemain terbaik di timnya.
“Saya pikir dia adalah salah satu pemain terbaik di lapangan. Dia memahami penempatan posisi saat menguasai bola. Dan dia melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk tim,” kata Ten Hag dikutip dari manutd.com.
Sebagai striker, Wout Weghorst memiliki atribut bertahan di atas rata-rata. Etos kerjanya juga patut dijadikan contoh. Weghorst tak kenal lelah memberi tekanan kepada pemain bertahan lawan.
Gol ketiga MU ke gawang West Ham di menit 90+5 juga berasal dari pressing-nya yang membuat Nayef Aguerd melakukan eror. Sebelumnya, penempatan posisi Weghorst juga membuat Aguerd melakukan gol bunuh diri di gol pertama MU. Sementara gol kedua MU yang dicetak Garnacho berawal dari sepakan Weghorst yang diblok Aguerd.
Secara skill, Wout Weghorst tidaklah spesial, bahkan oleh para pengkritiknya ia dilabeli ‘dinosaurus’. Namun, ambisi, passion, dan dedikasinya sungguh luar biasa. Ia juga selalu bermain dengan hati dan bermain demi kepentingan tim. Inilah yang membuat Erik ten Hag mendatangkannya ke Old Trafford.
Kini, setelah 13 pertandingan dijalani, muncul sebuah pertanyaan. Pantaskah Wout Weghorst mendapat kontrak permanen?
Seperti yang kita tahu, Setan Merah juga tengah menjajaki opsi menggaet striker baru di bursa transfer musim panas nanti. Sementara itu, Wout Weghorst hanya dikontrak selama 6 bulan saja. Artinya, ia baru dianggap sebatas solusi jangka pendek. Akan tetapi, beberapa pendukung MU telah menginginkan agar bomber jangkung tersebutlah yang mendapat kontrak permanen.
Erik ten Hag sendiri telah buka suara. Ia tak ingin buru-buru memutuskan dan memilih menunggu hingga akhir musim. Namun, Ten Hag juga meyakini kalau striker 30 tahun itu akan kembali menemukan ketajamannya dan segera mencetak gol lagi.
Jadi, bagaimana pendukung MU. Sudah puas dengan performa Wout Weghorst?
Referensi: AVIA, Elfvoetbal, CNN, Life Blogger, Skysports, Manutd, Mirror.


