Dari Derbi Manchester hingga Derbi London, sepakbola Inggris telah menjadi rumah bagi laga-laga derby memacu adrenalin. Beberapa laga tak hanya mempertaruhkan hasil akhir, tapi juga nama baik klub sepakbola itu sendiri.
Bahkan puluhan tim yang bermarkas di London membuat rivalitas Kota London terbagi dalam beberapa derby lagi. Contohnya saja seperti Derbi London Utara yang mempertemukan Arsenal dan Tottenham Hotspur, atau laga Chelsea vs Spurs yang bertajuk North West London Derby. Namun, apakah kalian pernah mendengar West London Derby? Laga panas yang mempertemukan Chelsea dan Fulham.
West London Derby adalah derby yang terlupakan. Pamornya kalah dari derby-derby yang melibatkan tim papan atas macam North West Derby antara Manchester United dan Liverpool. Padahal laga Chelsea kontra Fulham juga memiliki persaingan yang tak kalah sengit.
Daftar Isi
West London Derby
Pada dasarnya, derby ini akan tercipta ketika salah satu dari empat tim yang berdomisili di London Barat yakni Brentford, Chelsea, Queens Park Rangers dan Fulham saling berhadapan. Namun, salah satunya yakni QPR masih tercecer di divisi kedua sepakbola Inggris. Dan di musim 2022/2023, ketiga tim lainnya bermain bersama di kasta tertinggi.
Dengan seringnya keempat klub berada di divisi yang berbeda, derby khusus ini kurang menonjol dibandingkan yang lainnya di sepak bola Inggris. Pertandingan derby yang paling umum, hanyalah Chelsea vs Fulham. Pertandingan ini memiliki catatan yang paling sering terjadi yakni 75 kali. Sedangkan kemenangan 3-2 Fulham atas Brentford di gameweek 3 adalah pertama kalinya kedua klub bertemu di kasta tertinggi.
Bagi pendukung masing-masing kesebelasan, terasa ada yang kurang jika melewatkan pertandingan tersebut. Baik pendukung Chelsea maupun Fulham selalu menunggu-nunggu pertandingan bertajuk West London Derby ini. Rivalitas Chelsea dan Fulham sudah terjadi sejak 1905.
Sewa menyewa menjadi awal permasalahan antara Fulham dan Chelsea. Berawal dari bujukan seorang pengusaha di London bernama Gus Mears kepada Henry Norris, pemilik Fulham saat itu. Mears yang baru memiliki lapangan atletik Stamford Bridge, membujuk Norris agar Fulham berpindah markas dari Stadion Craven Cottage ke tempat tersebut. Namun, bujukan Mears itu ditolak Norris karena persoalan sewa menyewa.
Karena ditolak Mears membuat kesebelasan sepakbola sendiri, yaitu Chelsea dan bermarkas di Stamford Bridge yang terletak di dekat Fulham Road. Maka dari itu, rivalitas West London Derby ini lebih disebabkan kedekatan geografis seperti duo Manchester. Bukan karena agama atau politik seperti laga derby lainnya.
Jadi Derby yang Terlupakan
The Blues menjadi peta kekuatan yang mendominasi dalam derby kali ini. Hal itu dikarenakan Chelsea memiliki pelatih dan materi pemain kelas dunia dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga jadi tim London Barat yang sering berkompetisi di kasta tertinggi.
Seringnya Chelsea bermain satu tingkat di atas tim London Barat lain membuat derby ini agaknya terlupakan, karena level Chelsea berbeda dengan Fulham yang lebih banyak menghabiskan masa-masa di sepakbola Inggris sebagai klub yoyo.
What a second half!
Fulham win the West London derby as Aleksandar Mitrovic seals all three points in the 90th minute despite Ivan Toney’s second half heroics for the Bees! ⚪️ pic.twitter.com/wUSMyvgzDt
— 90min (@90min_Football) August 20, 2022
Di sisi lain, perbedaan level kompetisi juga membuat rivalitas masing-masing kesebelasan menjalar ke kawasan lain. Contohnya saja, Chelsea membuat rivalitas dengan tim besar lain yang sama-sama berasal dari London, seperti Arsenal, Leeds United, atau bahkan Tottenham Hotspur. Jadi tak heran, jika kini banyak yang menganggap rival Chelsea ya Spurs atau Arsenal, bukan Fulham.
The Cottagers yang lebih banyak berkutat di divisi Championship jarang bertemu dengan Chelsea. Pertemuan kedua klub hanya bisa kita lihat di kompetisi Piala FA atau Piala Liga. Itu juga kalau berjodoh, kalau tidak ya nggak ketemu. Tapi, kini mereka berada di kasta yang sama. Jadi, pertemuan antara dua kesebelasan ini akan dinanti oleh masing-masing fans.
Perkembangan Fulham di Bawah Bayang-bayang Chelsea
Bagi Fulham, menyamai level Chelsea baik di dalam maupun luar lapangan sangatlah sulit. Karena mereka bukan tipikal klub kaya raya yang bisa comot pemain sana sini, The Cottagers lebih mengunggulkan pemain-pemain hasil didikan akademi mereka.
Sebut saja macam Ryan Sessegnon yang kini berseragam Spurs, atau Hervey Elliot dan Fabio Carvalho yang ditebus oleh The Reds. Cukup sulit bagi klub kecil macam Fulham untuk menahan talenta muda mereka dari tawaran klub-klub besar yang menjanjikan kemewahan dan kompetisi Eropa.
Di Premier League, Fulham masih jauh apabila dibandingkan dengan Chelsea. Namun, dalam empat tahun terakhir, Fulham selalu finis di atas Chelsea dalam kompetisi usia muda. Mereka bahkan beberapa kali menjuarai kompetisi Liga Inggris U-18.
Meski demikian, perkembangan Fulham di sepakbola Inggris ya begitu-begitu saja, sampai akhirnya nasib Fulham berubah ketika klub mulai dilirik oleh para pengusaha kaya. Dan kini Fulham dimiliki oleh pengusaha kaya asal Amerika Serikat, Shahid Khan. Ia mengambil alih klub dari tangan Mohamed Al-Fayed pada tahun 2013.
Di bawah kepemimpinan pengusaha kaya, Fulham memantapkan diri untuk menjadi pesaing utama Chelsea di London Barat. Mereka telah menghabiskan 16 dari 22 musim terakhir di kasta teratas sepakbola Inggris. Suntikan dana dari sang pemilik baru membantu Fulham untuk berinvestasi pada pemain dan infrastruktur. Bahkan Fulham bisa membayar utang yang dulu tak terbayar.
Peta Kekuatan West London Derby 2022/2023
Laga antara Chelsea dan Fulham akan tersaji pada awal September mendatang. Fulham akan bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu. Keduanya berada di divisi yang sama hanya sebanyak lima kali, dan Chelsea masih memegang rekor kemenangan dengan memenangkan 19 pertandingan dari 30 kali pertemuan.
Namun, apabila melihat performa kedua tim musim ini, Dewi Fortuna tampaknya sedang tak bersahabat dengan pasukan Thomas Tuchel. Setelah kekalahan telak melawan Leeds United di pekan ketiga, Chelsea pun terlempar ke urutan 12 klasemen.
Sedangkan Fulham berada di urutan ketujuh dengan catatan belum terkalahkan hingga pekan ketiga. Mereka bahkan sempat menahan imbang Liverpool yang bertandang ke Craven Cottage dengan skor 2-2 di pekan pertama.
Gol tendangan first-time volley dari Kalidou Koulibaly, assist berasal dari sepak pojok Marc Cucurella 👏
Dua rekrutan baru Chelsea pic.twitter.com/dyMQ0vv0uk
— Fakta Bola ⚽ (@FaktaSepakbola) August 14, 2022
Meski Chelsea telah mendatangkan Kalidou Koulibaly hingga Marc Cucurella, skuad Thomas Tuchel dirasa belum nyetel. Mereka sedang mengalami transisi setelah ditinggal oleh beberapa pilar utama seperti Antonio Rudiger, Andreas Christensen, dan Timo Werner.
Hal itu berbanding terbalik dengan Fulham yang telah memperkuat tim dengan mendatangkan beberapa pemain macam Issa Diop dari West Ham, João Palhinha dari Sporting CP, hingga Andreas Pereira dari Manchester United.
Lini depan Chelsea juga sedang bermasalah. Mereka mengalami kesulitan dalam urusan mencetak gol meski sudah mendatangkan Raheem Sterling dari Manchester City. Dalam tiga pertandingan sumber gol mereka justru datang dari bek. Sedangkan striker andalan Fulham, yakni Aleksandar Mitrovic justru sedang gacor dengan mengemas 3 gol dari 3 pertandingan.
Aleksandar Mitrovic opens up the #Fulham season with a goal vs. #Liverpool ⚽️🥅.#CSport#OnlyOnCSport pic.twitter.com/mEWzsTvYQP
— Csport.tv (@CSportMedia) August 6, 2022
Akan terlalu dini menentukan siapa yang akan memenangkan derby ini. Namun, apabila melihat situasi sekarang, bukan tidak mungkin Fulham asuhan Marco Silva dapat mengatasi perlawanan The Blues dengan mudah. Laga derby yang terlupakan ini bakal menjadi laga pembuktian siapa yang berkuasa di London Barat.
https://youtu.be/j4hj8bI3mBs
Sumber Referensi: The Athletic, Premier League, LigaLaga, Football London


