Chelsea Banyak Merekrut Wonderkid Anyar, Buat Apa?

spot_img

Chelsea di bawah era pemilik baru Todd Boehly banyak melakukan gebrakan di bursa transfer musim panas ini. Meskipun berkali-kali tertikung dalam transfer, tak mengurungkan niat Boehly dalam memborong banyak pemain.

Namun siapa sangka, di balik pemain-pemain bintang yang sudah digaet Boehly ke Stamford Bridge, ada deretan nama-nama wonderkid. Operasi senyap ini banyak memunculkan spekulasi tentang arah pergerakan transfer The Blues ke depan.

Slonina, Chukwuemeka, Casadei, Siapa Lagi?

Kini Chelsea di sela-sela pencarian bintang kelas wahid, diam-diam sudah kedatangan sejumlah wonderkid. Jumlah itu mungkin bisa jadi bertambah, mengingat mereka ternyata masih mengincar banyak lagi wonderkid lainya.

Yang pertama kedatangan Gabriel Slonina dari klub MLS, Chicago Fire. Dikutip dari Fabrizio Romano, Chelsea berhasil memenangkan perburuan tanda tangan kiper masa depan AS itu dari Real Madrid. Tak khayal ia menjadi rebutan, karena performa apiknya bersama Chicago Fire musim ini. Slonina sudah mencatatkan 10 clean sheet dari 17 laga di MLS.

Chelsea berani membayar wonderkid berusia 18 tahun itu di angka sekitar 12,3 juta pounds. Ia nantinya akan menjadi kiper pelapis Mendy, setelah Kepa diisukan bakal hengkang. Namun, Slonina baru bisa bergabung dengan Chelsea di tahun 2023 nanti, setelah ia menyelesaikan musimnya di MLS.

Dikira akan berhenti merekrut wonderkid lainnya setelah menebus Slonina, nyatanya The Blues kembali mendatangkan wonderkid baru. Kali ini mereka rebutan dengan Barcelona. Chelsea akhirnya memenangkan perebutan tanda tangan wonderkid Inggris keturunan Nigeria, Carney Chukwuemeka.

Gelandang dari Aston Villa itu ditebus dengan mahar 20 juta pounds. Ia sudah 12 kali diberi kesempatan bermain musim lalu di Premier League oleh Steven Gerrard. Chukwuemeka ini nantinya akan menjadi penguat kedalaman lini tengah Chelsea, bersama Jorginho, Kante maupun Kovacic.

Sudah lumayan mahal menebus Chukwuemeka dari Villa, eh ternyata Chelsea masih ngebet datangkan wonderkid lainnya. Secara posisi pun hampir mirip yakni seorang gelandang. Ia adalah Cesare Casadei.

Gelandang muda berbakat asal Italia itu ditebus dengan mahar 16,8 juta pounds dari Inter. Gelandang muda berusia 19 tahun itu, akhirnya memilih Chelsea setelah sempat berkali-kali ditolak pindah oleh Inter.

Meskipun di Inter belum pernah bermain di Serie A, bakatnya sangat menonjol di Inter Primavera (U-23) dengan torehan 15 golnya. Ia pun menjadi pemain terbaik di Liga Primavera sekaligus mengantarkan La Beneamata juara Liga Primavera musim lalu di bawah pelatih Cristian Chivu.

Dengan kedatangan ketiga wonderkid tersebut, apakah mereka masih akan terus menambahnya hingga bursa transfer ditutup? Bisa jadi, tak dipungkiri The Blues masih mengincar wonderkid lainnya seperti Anthony Gordon, sayap serang Everton.

Memangnya Chelsea hanya mendatangkan Slonina, Chukwuemeka dan Casadei saja? Tidak jawabannya. Ternyata mereka sampai sekarang sudah menandatangani total 8 wonderkid sekaligus.

Lima lainnya yaitu Eddie Beach dan Tyler Dribbling yang didatangkan dari Southampton. Lalu ada Omari Hutchinson, gelandang muda yang dibajak Chelsea dari Arsenal. Serta Zak Sturge dan Shim Mheuka yang didatangkan dari Brighton.

Apa Kebutuhannya?

Lalu apa sih gunanya mendatangkan banyak pemain wonderkid tersebut? Apakah segenting itu sehingga harus membutuhkan banyak wonderkid? Justru permasalahan Chelsea di bawah Tuchel saat ini, sebenarnya bukanlah masalah kedalaman skuad. Melainkan konsistensi. Kalau soal pemain, Chelsea sangat berlimpah.

Hasil 1 kali menang, 1 kali seri, dan 1 kali kalah di Premier League adalah catatan besar bagi Tuchel. Terkait dengan kehadiran beberapa wonderkid, sampai sekarang ini belum ada yang bisa melakukan debutnya. Chukwuemeka baru masuk starting line up kala Chelsea dicukur Leeds 3-0.

Menakar kebutuhan dua pemain tengah yang didatangkan seperti Chukwuemeka dan Casadei, keduanya tipenya hampir mirip. Akan tetapi, mereka bisa difungsikan berbeda. Pertanyaannya, apakah mereka bisa tembus tim inti Tuchel musim ini? Ataukah hanya pemanis bangku cadangan saja sembari sesekali dicoba sebagai supersub atau di Piala Carabao atau FA?

Yang jelas stok gelandang Tuchel tak kekurangan. Kovacic, Kante, dan Jorginho tak dipungkiri masih menjadi pilihan utama di sistem permainan Tuchel. Disamping itu masih ada daftar list antrian lain, seperti alumni Cobham yakni Gilmour dan Conor Gallagher yang musim ini kembali lagi ke Stamford Bridge.

Tidak Percaya Cobham Lagi?

Bicara soal kembalinya pemain-pemain muda alumni Cobham seperti Gilmour, Gallagher, maupun Armando Broja, tapi tetap membeli pemain muda, menimbulkan pertanyaan. Apakah dengan pembelian beberapa wonderkid ini mereka sudah tak lagi percaya produk Cobham?

Kita tahu banyak sekali alumni Cobham yang berhasil. Mereka banyak yang datang dan pergi. Bahkan di antaranya sampai sekarang masih menjadi kekuatan inti Chelsea seperti Reece James maupun Mason Mount.

Namun, sekarang tampaknya keberadaan para pemain Cobham akan tersaingi dengan hadirnya wonderkid yang baru dibeli. Mereka mau tak mau harus saling sikut memperebutkan tempat di Stamford Bridge.

Menakar beberapa kualitas alumni Cobham juga tak jelek-jelek amat. Mereka juga sudah lama merasakan atmosfer kerasnya Liga Inggris dibandingkan para wonderkid baru itu. Chelsea era baru ini dapat dikatakan masih bimbang, memilih antara memanfaatkan pemain Cobham yang kembali, ataukah mendahulukan wonderkid barunya ini. Pada akhirnya pelatih yang bisa menjawab itu dengan tolak ukur performa dan kebutuhan tim.

Jangka Panjang Chelsea

Memang ini adalah sebuah operasi senyap dengan tujuan proyek jangka panjang The Blues di era baru. Rataan umur wonderkid yang dibeli juga di bawah 20 tahun. Artinya tak dapat disalahkan juga kebijakan ini, jika semuanya belum ada hasilnya.

Namun yang perlu dicatat, selain terkenal menelurkan pemain melalui akademi Cobham, Chelsea dulunya juga hobi membeli pemain muda. Namun, tak berselang lama dipinjamkan atau dijual lagi karena tak mampu bersaing memperebutkan tim inti.

Sebut saja Lucas Piazon, Kennedy, Marco Van Ginkel, Charly Musonda, Matt Miazga, maupun Baba Rahman. Beberapa wonderkid tersebut adalah korban. Namun, tak menampik juga karena kondisi stok melimpah yang ada di tim inti Chelsea ketika itu, membuat mereka kesusahan menembus tim inti karena tak selalu mendapatkan kesempatan.

Belajar dari hal itu, semestinya Chelsea era Boehly ini harusnya ngaca. Di tengah kondisi Chelsea yang lagi naik turun performanya ini, alangkah baiknya mereka membenahi dulu komposisi tim intinya dengan mendatangkan pemain bintang lain yang siap pakai.

Memang kebijakan jangka panjang pembelian para wonderkid ini belum bisa dikatakan gagal atau berhasil. Namun, setidaknya mereka harus dibuktikan dahulu, dengan berani diberi kesempatan bermain lebih agar cepat berkembang. Kalau tidak, bisa saja kebijakan investasi bodong terhadap para wonderkid di Chelsea akan terulang kembali.

https://youtu.be/tvBpF8e5uEQ

Sumber Referensi : theathletic, goal.com, transfermarket

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru