Mencari Lawan Tangguh untuk Arsenal

spot_img

Mesin Arsenal sungguh-sungguh berderu. Di awal musim, Arsenal membuktikan mesinnya bukan mesin kuno yang lapuk dan aus. Arsenal pun menggebrak di awal musim.

Tiga pekan pertama Premier League, Arsenal belum terkalahkan. Hebatnya, bukan yang penting tidak kalah. Namun, Arsenal menyapu bersih ketiga laga tersebut dengan kemenangan. Jika kamu menambahkan laga-laga pramusim pun, Arsenal tetap tidak terkalahkan.

Lho itu kan, karena Arsenal baru melawan tim ecek-ecek? Benar, tapi tidak begitu cara berpikirnya. Arsenal memang menghadapi tim-tim gurem, dan itu jelas bukan mereka yang mengatur jadwalnya. Namun, yang perlu kita lihat adalah Arsenal berhasil memanfaatkan kesempatan itu.

Hal itu berbeda dengan tim papan atas lainnya, katakanlah seperti Manchester United dan Chelsea. Keduanya dilibas tim tanggung macam Brentford dan Leeds United. Sementara, Arsenal berhasil menang atas Crystal Palace, yang mana itu tidak bisa dilakukan oleh Liverpool.

Berbeda dengan Musim Lalu

Arsenal menapaki Liga Inggris dengan langkah mantap. Tidak seperti musim lalu. The Gunners musim ini sangat diuntungkan dengan jadwal Premier League. Mereka menghadapi tim-tim yang secara level di bawah. Hal itu yang tidak mereka alami di musim lalu.

The Gunners benar-benar tahu caranya memanfaatkan itu. Pada pekan-pekan pertama Premier League musim 2022/23, lawan yang dihadapi cenderung mudah. Mereka melumat Crystal Palace 2-0. Menghancurkan kampiun Liga Inggris 2016, Leicester City 4-2. Dan terakhir, pada pekan ketiga mencukur Bournemouth 3-0.

Memulai musim 2022/23, Arsenal telah menarik pegasnya. Hal itu sangat berbeda ketika musim 2021/22. Pada waktu itu, Arsenal tidak siap. Musim lalu, banyak pendatang baru Arsenal yang belum siap. Beberapa pemain juga tidak tersedia di laga-laga awal karena terjangkit Covid-19.

Sebab itu Arsenal kacau di awal musim lalu. Beberapa pemain terpaksa bermain di bukan posisinya. Hal itu berbeda di awal musim ini. Karena sejak jendela transfer dibuka, Arsenal mulai gesit mencari pemain.

Pemilihan pemain pun terbilang jitu. Banyak dari pendatang baru bisa tersedia kapan saja. Arteta tinggal memilih siapa yang bakal dipakai. Marquinhos, Matt Turner, Fabio Vieira, Oleksandr Zinchenko, dan tentu saja Gabriel Jesus. Jangan lupakan pula pemain yang kembali dari masa peminjaman, seperti William Saliba.

Revolusi Taktik Arteta

Arsenal menandai musim yang bagus dengan kemenangan tiga kali di awal musim. Mikel Arteta, rasa-rasanya perlu diberi kredit khusus. Karena sebelum-belumnya, Arsenal lambat memulai musim. Bahkan pada musim lalu, mereka mesti berada di peringkat terbawah usai kalah di tiga pertandingan awal.

Sekarang, untuk sementara Arsenal kedinginan di puncak klasemen. Ini tentu saja menunjukkan proses yang disebut Arteta itu sungguh-sungguh, dan sudah siap untuk menuai hasilnya.

Arteta tahu betul, sekarang Arsenal penuh dengan pemain muda. Tidak ada pemain yang berstatus pemain bintang banget. Gabriel Jesus yang moncer itu pun, sejatinya bukan pemain bintang. Toh, ia juga tersingkir dari Manchester City.

Sebab itu, Arteta berani merevolusi taktiknya. Ia tak perlu ragu untuk menggenjot para pemainnya supaya totalitas dalam menggempur pertahanan lawan. Secara prinsip, Arteta menggunakan skema 4-2-3-1, tidak jauh berbeda dengan Ten Hag.

Hanya saja, Arteta punya pendekatan yang sejauh ini, diakui atau tidak, lebih efektif. Ia punya para pemain di sisi fullback yang bisa naik. Ditambah sisi sayap yang juga turut melakukan overlap, atau sedikit melakukan gerakan untuk menyerang dari lini tengah.

Seperti di laga pra musim, Arteta punya Odegaard dan Granit Xhaka yang bisa turut menyerang dari tengah, melalui sisi kiri maupun kanan. Karena itu, shape formasi Arteta bisa berubah menjadi 2-3-5 ketika menyerang. Oleksandr Zinchenko dan Ben White di sisi fullback bisa turut menyerang.

Lihat misalnya ketika menghadapi Bournemouth. Arsenal bisa melakukan serangan secara sporadis. Arteta menaruh banyak pemain di lini depan. Membuat opsi mencetak gol lebih beragam.

Pertahanan yang Solid

Arsenal mendapatkan kembali William Saliba. Pemain yang dibeli dari Saint-Etienne seharga 30 juta euro (Rp448 miliar) tahun 2019, menambah soliditas pertahanan Arsenal. Kita tahu, musim sebelumnya Arsenal begitu mudah kebobolan, dengan 48 gol.

Musim ini mereka tidak akan mengulanginya lagi. Pada laga pra musim, Saliba sendiri sudah menunjukkan kualitasnya. Pertahanan Arsenal terjaga dan nyaris tidak ada kesalahan. Kendati saat melawan Leicester Saliba mencetak gol bunuh diri.

Terlepas dari itu, sejauh ini pertahanan Arsenal terbilang solid. Di Liga Inggris, Arsenal baru kebobolan satu gol oleh lawan. Sementara, jika kita menghitungnya dengan laga pra musim, sejauh ini Meriam London baru kemasukkan 5 gol murni, di luar gol bunuh diri.

Menurut catatan FBref, dari tiga pertandingan Premier League, seluruh pemain Arsenal sudah melakukan 359 tekanan. Yang unik, pemain yang paling banyak melakukan tekanan adalah mereka yang beroperasi di sektor tengah dan depan.

Misalnya, Martin Odegaard (48), Martinelli (46), dan Bukayo Saka (45). Itu artinya dalam bertahan, Arsenal tidak hanya mengandalkan sektor belakang. Namun, mereka melakukan tekanan bahkan sejak bola belum masuk ke sepertiga lapangan.

Transisi ke Bertahan Bagus

Ketika asyik menyerang, Arsenal juga tidak melupakan pertahanannya. Saat bertahan, pemain seperti Bukayo Saka, Odegaard, Gabriel Jesus, dan Martinelli melakukan pressing menyamping, membentuk skema 4-2-4. Sementara, pemain seperti Thomas Partey dan Granit Xhaka berada di lini tengah. Keduanya bertugas menutup ruang antar lini.

Saat bertahan, kedua gelandang Arsenal itu punya kualitas man marking yang bagus, ditambah memiliki kemampuan intersep. Menurut FBref, keduanya juga memiliki keberhasilan melakukan tekanan yang baik. Granit Xhaka dengan 40% dan Thomas Partey dengan 43,1%.

Ketika kehilangan bola di sepertiga lapangan tengah, para pemain Arsenal akan merebut bola kembali dalam waktu 5-7 detik.

Peran Gabriel Jesus

Seperti apa yang ditulis Okky Ardiansyah dalam situs The Flanker, bahwa Jesus adalah jawaban. Dan sampai pekan ketiga, kredo itu belum meleset. Penandatangan striker Manchester City seharga 45 juta poundsterling (Rp792 miliar) adalah ide yang sangat cemerlang.

Gabriel Jesus benar-benar jadi jawaban dari buntunya serangan Arsenal musim lalu. Pemain Brazil itu tampil menggila di pra musim. Lalu, ia lanjutkan di tiga pertandingan awal Premier League. Sejauh ini, Jesus sudah melakukan 10 kali tembakan, 3 di antaranya mengarah ke gawang.

Jesus juga sudah mencetak 2 gol dan 3 assist. Tidak hanya aktif menyerang. Gabriel Jesus juga secara masif turut membantu pertahanan. Dalam artian bukan ia turun ke garis pertahanan. Melainkan menekan dari lini depan.

Catatan Fbref menunjukkan, Gabriel Jesus sudah melakukan 44 tekanan di Liga Inggris. Angka itu membuatnya jadi pemain kelima yang paling sering melakukan pressing. Karena posisinya sebagai striker, Jesus sering menekan di sepertiga lapangan depan. Total ia melakukan itu sebanyak 26 kali.

Arsenal memang tampil bagus di awal musim. Sekali lagi, mereka belum ketemu lawan tangguh. Namun, terlepas dari itu, Arsenal sudah siap sekalipun bertemu lawan tangguh. Toh, lawan tangguh pertama yang dihadapi “hanya” Manchester United.

Sekadar mengingatkan, pada musim 2003/04 Arsenal menang di tiga laga awal, dan itu mengawali cerita The Invincibles mereka. Begitu pula musim setelahnya. Pada musim 2004/05, Arsenal juga memenangi tiga laga awal, dan mereka bisa finis di posisi runner-up, plus menjuarai Piala FA.

Sumber: Sportskeeda, PixStory, Goal, INews, JustArsenal, PlanetFootball

https://youtu.be/n9mEZ5RYBaU

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru