Barcelona dan La Masia-nya memang dikenal gudangnya talenta muda berbakat. Namun, beberapa tahun belakangan ideologi klub asal Catalan itu sedikit berubah. Mereka sempat memasuki era di mana membeli pemain siap pakai dengan harga mahal lebih menarik daripada memanfaatkan talenta lokal.
Tentu kalian masih ingat ketika Barca mendatangkan Philippe Coutinho hingga Antoine Griezmann dengan harga mahal tapi gagal total. Nah, ketika Xavi Hernandez menjabat sebagai pelatih, ia mengembalikan ideologi lama dengan mengandalkan pemain-pemain jebolan La Masia. Dan berikut adalah produk terbaru La Masia yang siap guncangkan sepakbola Eropa.
Daftar Isi
Lamine Yamal
Setiap tahunnya, La Masia berusaha menciptakan pemain baru untuk meneruskan legasi Lionel Messi. Dari Rique Puig hingga Ansu Fati semua diproyeksikan sebagai The Next Messi tapi gagal. Lalu, di era Xavi Hernandez muncul satu nama baru, yakni Lamine Yamal.
Ketika mencatatkan debut di usia 16 tahun, beberapa media asing mulai menyama-nyamakan Yamal dengan La Pulga. Pemain berdarah Guinea Khatulistiwa itu memulai karirnya di tim muda Barca sejak 2014. Butuh delapan tahun bagi Yamal untuk mencatatkan debut pertama di skuad utama Barca.
Setelah hanya mencatatkan satu pertandingan saja di musim 2022/23, kini Yamal telah mencatatkan lebih dari sepuluh pertandingan bersama Barcelona di semua kompetisi. Selain mampu bermain di berbagai pos lini serang, kemampuan dribbling dan kreativitasnya di lapangan sangat bagus. Ia jadi salah satu aset terbesar Barcelona saat ini.
Gavi
Selanjutnya tentu saja Gavi. Lulusan La Masia ini sudah diberikan debut sejak eranya Ronald Koeman. Meski begitu, potensi sesungguhnya Gavi baru terlihat ketika ditangani Xavi Hernandez.
Gavi mengalami perkembangan pesat di tim senior. Belum genap berusia 20 tahun, Gavi hampir tak tergantikan di musim 2022/23. Membangun trio dengan Pedri dan Sergio Busquets, Gavi memainkan peran sebagai mesin pengejar bola. Ia bahkan rela menggunakan seluruh bagian badannya untuk merebut atau sebatas mempertahankan bola.
Kontribusinya bahkan membantu Barcelona memenangkan Liga Spanyol musim lalu. Kehebatan Gavi bukan hanya di klub saja. Di usianya yang masih muda ia sudah menjadi bagian dari skuad Timnas Spanyol yang meraih gelar juara Nations League tahun 2023. Tak heran apabila Barca memagarinya dengan klausul 1 miliar euro atau Rp16 triliun.
Alejandro Balde
Sama halnya dengan Gavi, Alejandro Balde merupakan warisan dari Ronald Koeman. Lulusan akademi La Masia itu menjalani debut bersama skuad utama Barcelona di ajang Liga Champions musim 2021/22. Pemain yang kini berusia 20 tahun itu diproyeksikan sebagai penerus Jordi Alba yang kala itu performanya mulai menurun.
Meski berposisi asli sebagai bek kiri, Balde cukup baik di kedua sisi. Sebagai bek modern, Balde handal dalam membantu penyerangan. Ia memiliki kemampuan dribble dan umpan silang yang sangat baik. Kelebihannya adalah menusuk dan melakukan umpan satu-dua cepat di kotak penalti lawan.
Balde sudah menjadi andalan di skuad utama La Blaugrana sejak musim 2022/23. Ia mencatatkan 33 penampilan dengan catatan enam assist dan satu gol musim tersebut. Dengan hengkangnya Alba ke Inter Miami, posisi bek kiri Barca praktis jadi milik Balde. Dengan usianya yang masih muda, Balde masih bisa berkembang jauh lebih baik di masa depan.
Fermin Lopez
Meski lini tengah Barcelona sudah dihiasi oleh pemain muda bertalenta, Xavi Hernandez tak berhenti menyuplai bakat baru dari La Masia ke sektor tersebut. Kali ini, Fermin Lopez yang diberikan kesempatan Xavi untuk debut di skuad utama Barcelona musim ini.
Meski berposisi asli sebagai gelandang tengah, pemain berusia 20 tahun itu bisa bermain di berbagai posisi. Ia bisa mengemban peran sebagai gelandang serang atau pemain sayap. Selain memiliki kemampuan kontrol bola yang ciamik khas jebolan La Masia, Lopez juga punya naluri mencetak gol dan daya jelajah yang luas.
Penampilannya melawan Shakhtar Donetsk di ajang Liga Champions jadi bukti kehebatan Fermin Lopez. Ia menjadi Man of The Match setelah menguasai lini tengah dengan pergerakannya yang liar. Lopez juga mencetak satu gol dan menciptakan peluang yang pada akhirnya jadi gol Ferran Torres. Ia memiliki segala atribut yang dibutuhkan untuk menjadi gelandang top di masa depan.
Marc Guiu
Jebolan La Masia yang diprediksi bakal jadi masa depan Barcelona adalah Marc Guiu. Usai mencetak gol hanya dalam waktu 30 detik di laga debutnya bersama tim senior kontra Athletic Bilbao, pemuda 17 tahun itu diprediksi akan jadi wonderkid yang bakal menarik perhatian.
Guiu sendiri merupakan striker bertipikal nomor 9 murni. Dengan postur yang tinggi, Guiu unggul dalam duel udara. Meski begitu, tak semata-mata membuatnya jadi target man klasik yang cuma lari-lari kecil di kotak penalti. Guiu bukan striker malas. Kita bisa lihat di gol debutnya kemarin, ia bisa berlari menusuk untuk menyambut umpan dari second line.
Di skuad muda Barcelona, gaya bermainnya kerap disamakan dengan Robert Lewandowski. Guiu cepat, kuat, dan tajam. Dengan usianya yang masih 17 tahun, ia masih bisa berkembang jauh lebih baik secara postur maupun permainan. Dalam dua atau tiga musim ke depan, bukan tidak mungkin Guiu bisa jadi pengganti Lewandowski di lini depan Barcelona.
Chadi Riad
Selanjutnya ada Chadi Riad. Pemain asal Maroko ini juga pernah mendapat kesempatan tampil di skuad utama Barcelona asuhan Xavi Hernandez. Riad tampil sebagai pemain pengganti di laga kontra Osasuna musim lalu. Namun, setelah itu ia tak pernah mencatatkan penampilan lagi untuk La Blaugrana.
Berbeda dengan beberapa pemain dalam daftar ini, manajemen Barca memutuskan untuk meminjamkan Riad ke Real Betis musim ini. Bersama Betis, ia sudah mencatatkan lima penampilan dan 90% dimulai sebagai pemain inti. Ia berduet dengan mantan pemain Barcelona, Marc Bartra.
Dengan postur 187 cm, Riad memiliki kemampuan dual satu lawan satu yang cukup baik. Ia kerap memanfaatkan posturnya yang kekar. Beberapa media Spanyol bahkan menyebut Riad akan menjadi penerus Ronald Araujo sepulang dari masa peminjaman nanti.
Angel Alarcon
Terakhir ada Angel Alarcon. Pemain yang kini membela Barcelona Athletic di kasta ketiga Liga Spanyol itu sudah mendapat kesempatan debut di skuad utama La Blaugrana pada musim 2022/23. Kala itu, Alarcon mencatatkan empat penampilan di La Liga dan satu penampilan di Copa Del Rey.
Sampai narasi ini dibuat, Alarcon belum dipanggil lagi ke skuad utama Barcelona. Namun, pemain yang berposisi sayap ini diperkirakan menjadi andalan lini depan Barca di masa yang akan datang. Alarcon sendiri merupakan pemain yang fleksibel. Meski berposisi asli sebagai pemain sayap, ia bisa bermain di segala pos lini serang.
Keunggulan utama Alarcon adalah kecepatan dan kecerdasannya memanfaatkan ruang. Tubuhnya yang mungil membantu pemain berusia 19 tahun itu untuk menyelinap di titik buta pemain lawan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pemain yang kreatif. Ia punya banyak cara untuk membongkar pertahanan lawan. Bayangkan, Lamine Yamal di kanan dan Alarcon di kiri. Selesai tuh Madrid.
Sumber: Planet Football, Goal, 90min, Foot The Ball


