8 Gol Paling Ikonik di Champions League

spot_img

Liga Champions telah memberikan para penggemar pertandingan-pertandingan terbaik dalam sejarah sepak bola. Diantara pertandingan-pertandingan itu, tercipta pula gol-gol ikonik sepanjang masa.

Dari Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, sampai Zidane. Mereka telah mengukir nama di jajaran pencetak gol terhebat. Gol-gol mereka juga hadir dalam daftar ini. Berikut ini daftar 8 gol paling ikonik di Champions League.

Cikal Bakal Tiki Taka Barcelona

Ada alasan mengapa tiki taka begitu identik dengan Barcelona. Sebab gaya permainan ini sudah jadi DNA Barcelona sejak lama. Bahkan jauh sebelum Pep Guardiola melatih. Dan gol dari legenda Barcelona, Overmars ini bisa jadi representasi yang tepat untuk filosofi tersebut.

Pada Liga Champions 2001, Barca menghadapi Liverpool di Anfield dalam lanjutan babak penyisihan grup. Barcelona yang saat itu masih dilatih oleh Carles Rexach itu bisa mengalahkan pasukan Gerard Houllier dengan skor telak 3-1.

Michael Owen mencetak gol pembuka. Sebelum disamakan oleh Patrick Kluivert, kemudian comeback oleh gol dari Fabio Rochemback. Tapi yang paling mengesankan adalah proses terjadinya gol terakhir dari Overmars. Sebab di situ Barca melakukan 24 operan tanpa terputus sebelum Xavi memberikan bola ke Overmars untuk dibuatnya jadi gol.

Gol itu sangat cocok untuk menggambarkan filosofi Barca di masa-masa setelahnya. Dimana permainan bola-bola pendek dan penguasaan keseluruhan lapangan adalah identitas utama. Dari situ juga Pep akhirnya mengembangkan filosofi yang terkenal dengan istilah Tiki Taka.

Gol Sadis Stankovic

Dari gol yang mengandalkan kerja sama tim, kita ke gol dari skill teknis individu. Di Champions League 2011, juara bertahan Inter Milan bertemu dengan tim underdog dari Jerman, Schalke. Saat itu Schalke diperkuat oleh Manuel Neuer yang dipuji karena telah memperkenalkan gaya sweeper keeper yang masih cenderung baru di tahun tersebut.

Banyak yang kagum dengan gaya sweeper milik Neuer. Sebab ia berani ambil resiko untuk keluar zona aman penjaga gawang demi menyapu bola yang datang. Itu pertunjukan yang membuat penonton tegang, dan tentu saja penonton apapun suka dengan momen ketegangan.

Tapi di laga lawan Inter inilah Neuer kena getahnya. Laga baru berjalan 25 detik, Neuer sudah beraksi menyundul bola dari Cambiasso. Penonton terpana seperti biasa. Tapi yang tidak penonton duga, bola dari Neuer itu disambar oleh Dejan Stankovic dan masuk ke gawang yang kosong. Sorak sorai pun pecah di seantero Giuseppe Meazza

Sayangnya tim tuan rumah harus mengakhiri laga dengan kekalahan 5-2. Inter juga akhirnya tidak bisa melangkah ke babak selanjutnya. Tapi gol dari Stankovic itu jadi momen yang paling diingat dari Champions League musim 2011.

Sihir The Smiling Assassin

Ronaldinho memang selalu tersenyum saat memamerkan skillnya untuk para penonton. Tapi untuk lawan, saat Ronaldinho tersenyum, saat itulah ancaman datang. Itulah alasan mengapa Ronaldinho dijuluki the smiling assassin.

Dan Chelsea asuhan Jose Mourinho harus merasakan sihir darinya di tahun 2005. Saat itu Barca tertinggal dengan skor 3-1 dan agregat 4-3. Namun di menit ke-38, Ronaldinho membuat publik Stamford Bridge terdiam. Ia seolah menari sejenak sebelum melepaskan tembakan yang buat Petr Cech tak berkutik.

Gol itu membuat agregat jadi 4-4 dan Barca unggul gol tandang. Namun John Terry berhasil mencetak gol kemenangan Chelsea di laga itu setelahnya. Barca pun tersingkir dari Liga Champions. Terlepas dari itu, gol Ronaldinho itu akan terkenang sepanjang masa sebagai salah satu gol terbaik the smiling assassin.

Gol Penting Yang terlupakan

Sepertinya banyak orang yang lupa seberapa besar jasa Gareth Bale untuk Real Madrid. Seperti dua gol yang ia ciptakan di final Champions League musim 2017/18 melawan Liverpool. Kebanyakan orang malah lebih mengingat blunder Loris Karius.

Padahal di laga itu, Madrid kesusahan menembus pertahanan Liverpool. Mereka harus bermain imbang 1-1 sampai pertengahan babak kedua. Zidane pun memasukkan Bale di menit ke-61. Dan hanya butuh waktu 3 menit untuknya mencetak gol bicycle kick.

Ini jadi gol yang sangat ikonik karena tidak hanya indah, tapi momennya juga tepat. Itu adalah gol yang sangat cocok untuk memenangkan laga final manapun. Real Madrid pun keluar sebagai juara dengan skor 3-1. Gol lainnya juga dicetak oleh Bale lewat tendangan jarak jauh.

Gol Brilian Salto Ronaldo

Sebelum Gareth Bale memamerkan bicycle kick menakjubkan di final 2017/18, Ronaldo sudah menunjukkan kebolehannya menendang salto di babak perempat final. Saat itu adalah pertandingan leg pertama di Juventus Stadium.

Di laga itu, Real Madrid bisa menang dengan mudah 3-0. Ronaldo menciptakan dua gol. Yang pertama di menit ke-3. Dan di menit ke-64 lah gol salto menakjubkannya tercipta. Buffon sampai tidak berkutik melihat tendangan Ronaldo itu.

Dan saking terpananya, seisi Juventus Stadium pun bangkit dari duduk mereka dan memberikan tepuk tangan kepada Ronaldo. Sebagai tanda rasa kagum kepada sang GOAT. Yang tak kalah ikonik juga bagaimana reaksi Zidane atas gol tersebut.

Ronaldo sudah bermain di 183 pertandingan Champions League. Ia juga sudah mencetak 140 gol di kompetisi tertinggi Eropa ini. Tapi golnya ke gawang Juventus jelas jadi salah satu momen terbaiknya di Liga Champions.

Wonder Strike Steven Gerard

Gol Ronaldo memang gol yang sangat indah. Tapi itu bukan gol penentu kemenangan. Dan jika dibandingkan gol milik Gerrard saat melawan Olympiakos di tahun 2004, ini adalah gol yang penuh sejarah.

Pada bulan Desember 2004, Liverpool tampak seperti akan keluar dari Liga Champions. The Reds butuh satu gol lagi untuk bisa lolos fase grup. Tapi waktu normal hanya tersisa 4 menit lagi. Liverpool butuh pahlawan saat itu.

Pahlawan pun datang dalam diri sang kapten, Steven Gerrard. Gol roketnya menutup kemenangan Liverpool atas Olympiakos dengan skor 3-1. Sekaligus memastikan lolosnya Liverpool ke babak gugur. Di musim itu Liverpool akan melaju sampai ke final dan menciptakan laga final yang paling dramatis melawan AC Milan. Laga itu dikenal dengan sebutan “Miracle of Istanbul”

Solo Run si Messi Gondrong

Sudah ada dua pemain madrid yang dibahas dalam daftar ini. Kurang rasanya kalau tidak membahas gol dari pemain Barcelona. Untuk itu, mari kita kembali ke tahun 2011, saat El Clasico berada di puncak rivalitas mereka yang panas.

Pertemuan di semifinal leg pertama ini adalah pertemuan ketiga mereka musim itu. Pertama saat imbang 1-1 di La Liga. Kemudian yang kedua adalah saat Barca kalah di Copa del Rey. Gagal menang di dua pertemuan sebelumnya tentu membuat Barca ingin mengerahkan segalanya untuk menang di pertandingan ini.

Tapi permainan bertahan Mourinho membuat laga buntu sampai pertengahan babak kedua. Namun Messi akhirnya bisa memecah kebuntuan di menit ke-76. Tapi, gol yang ikonik datang sembilan menit kemudian.

Messi yang masih berambut gondrong itu berlari membawa bola dari tengah lapangan. Ia melewati Lassana Diarra, Sergio Ramos, Raul Albiol, dan Marcelo. Sebelum dengan mudah memasukan bola ke gawang Iker Casillas. Barca akhirnya bisa sampai final dan menjuarai Champions League musim 2010/11.

La Novena

Terakhir, adalah gol voli spektakuler dari legenda Real Madrid, Zinedine Zidane. Itu adalah masa-masa awal galacticos jilid 1. Dimana presiden baru mereka, Florentino Perez mengakuisisi Luis Figo, Claudie Makelele, dan diikuti oleh Zinedine Zidane.

Di Final Champions League musim 2001/02, Madrid bersua dengan Bayer Leverkusen. Kedudukan imbang 1-1. Di menit ke-45, Zidane hadir dengan tendangan voli-nya yang indah itu. Gol itu jadi gol kemenangan Real Madrid di Liga Champions. Madrid pun memperoleh gelar ke-9 mereka atau biasa dikenal sebagai La Novena. Itu juga trofi Champions League terakhir mereka di dekade 2000-an.

Di tahun 2020, french football menobatkan gol Zidane ini sebagai gol terbaik sepanjang sejarah Liga Champions. Dikutip dari majalah tersebut, gol Zidane adalah perpaduan sempurna dari “keseimbangan, skill, kekuatan, dan segalanya”

Itulah gol-gol paling ikonik di Liga Champions. Gol mana yang jadi favoritmu?

Sumber referensi: FTB, GMS, Planet, Planet 2, UEFA, Goal, B/R

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru