Villarreal Bisa Kalahkan Bayern Munchen, Jika…

spot_img

Bayern Munchen mendapat angin segar usai undian perempat final Liga Champions keluar. Hasilnya, Bayern bertemu Villarreal yang di atas kertas kualitasnya di bawahnya. Ini adalah kali kedua hasil drawing menguntungkan Bayern Munchen. Sebelumnya, The Bavarians “hanya” menghadapi RB Salzburg di 16 besar.

Tentu, secara hitungan kasar, Bayern Munchen bakal menang dan lolos ke semifinal. Sementara, bagi Villarreal masuk perempat final sudah lumayan. Mengingat Kapal Selam Kuning terakhir melakukannya tahun 2009.

Namun, Bayern Munchen juga harus ingat baik-baik, Villareal adalah tim yang mengubur hidup-hidup impian Manchester United meraih satu-satunya gelar di lima tahun terakhir.

Die Roten semestinya juga sadar betul, bahwa langkah mereka ke perempat final masih terbilang mudah. Sementara Villareal tidak. Sebelum bertemu Bayern Munchen, Villarreal bertemu raksasa Italia, Juventus terlebih dahulu. Dan hasilnya sungguh menggembirakan.

Raksasa, sekali lagi, raksasa Italia itu dilumat habis-habis Villareal 3-0. Setelah di leg pertama Juventus hanya mampu meraih hasil imbang 1-1. Padahal saat Villarreal berhasil mengalahkan Juve, Dusan Vlahovic sudah masuk skuad Nyonya Tua.

Jadi, apa kesimpulannya? Jelas, Villarreal bukanlah Salzburg. Villarreal tak pantas Munchen remehkan. Karena pada kenyataannya, skuad Unai Emery kini berstatus jawara Liga Eropa. Dan bukan tidak mungkin kalau Villarreal bakal mengalahkan Bayern Munchen.

Pertahanan Rapat

Pertama, dan yang paling utama, Villarreal adalah klub yang memiliki pertahanan yang sangat rapat. Unai Emery berhasil menyusun Villarreal menjadi tim yang memiliki pertahanan grendel dan sulit sekali ditembus.

Merujuk data FBRef, di Liga Champions musim ini Villarreal baru kebobolan 10 gol. Masih merujuk situs yang sama, nilai expected goal against (xGA) atau kemungkinan kemasukan gol dari Villarreal di angka 11,8. Angka itu lebih rendah dari Paris Saint-Germain (12,7) dan Benfica (13,9).

Rapatnya pertahanan Villarreal tercermin saat pertandingan 16 besar Liga Champions kontra Juventus. Di laga itu, Juve dengan hadirnya Alvaro Morata dan Vlahovic justru kesulitan menembus pertahanan skuad Unai Emery.

Dalam laporan pertandingan yang diterbitkan UEFA, beberapa pengamat sepak bola Eropa mengatakan Villarreal sangat disiplin dalam bertahan. Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri juga mengakui pertahanan Villarreal sangat kokoh, sementara timnya tak becus dalam memanfaatkan peluang.

“Kami punya peluang bagus di babak pertama. Tapi di babak kedua peluang kami sangat sedikit. Itu karena Villarreal mulai menggunakan 11 pemainnya untuk bertahan,” kata Allegri seperti dikutip situs resmi UEFA.

Para pemain Bayern Munchen seperti Manuel Neuer, Lucas Hernandez, dan Thomas Muller melalui kanal Youtube resmi klub juga mengakui bahwa Villarreal bukan tim yang mudah.

“Saya pikir ini (melawan Villarreal) seperti menghadapi Sevilla. Tim dengan pemain kuat yang berusaha kuat di pertahanan,” kata Neuer di kanal Youtube resmi Bayern Munchen.

Akan tetapi, apakah benar Villarreal memiliki pertahanan yang rapat? Di leg kedua melawan Juventus, saat itu Bianconeri secara keseluruhan menguasai bola dengan 58,2 persen.

Namun penguasaan bola itu pada praktiknya sulit menembus pertahanan Villarreal. Sementara, asuhan Unai Emery di laga itu hanya mengemas 53 persen penguasaan bola. Kokohnya lini pertahanan Villarreal tidak bisa lepas dari dua sosok penting, Pau Torres dan bek senior Raul Albiol.

Peran Albiol, Pau Torres, dan Parejo

Saat laga kontra Juventus, Raul Albiol setidaknya sudah melakukan 5 kali pressing dan 2 di antaranya sukses. Sedangkan Pau Torres jauh lebih efektif dalam melakukan pressing. Ia setidaknya sudah 9 kali melakukan percobaan pressing, dan 6 di antaranya sukses. Persentase kesuksesan pressing Pau Torres sendiri mencapai 66,7 persen.

Persentase kesuksesan itu bahkan menjadi yang paling tinggi dalam satu tim. Villarreal juga memiliki gelandang pekerja keras seperti Daniel Parejo. Unai Emery selalu menempatkan Parejo di lini tengah sebagai penghubung sekaligus pemutus serangan.

Sejauh ini, sebagai seorang pemain tengah Parejo tampil yahud. Ia mencatatkan nilai pressure atau tekanan ke lawan cukup tinggi, yaitu 16,16 per 90 menit. Keberhasilan Parejo melakukan clearance juga cukup baik di angka 24 persen.

Pertahanan rapat inilah yang bisa jadi modal Villarreal untuk mengalahkan Bayern Munchen. Dan boleh dibilang itu adalah kuncinya, mengingat The Bavarians sudah pasti akan tampil superior.

Mentalitas

Bayern Munchen dengan pemain yang komplet sudah pasti lebih superior ketimbang Villarreal. Oleh karena itu, FC Hollywood justru yang akan mendapat tekanan berlebih. Apalagi banyak orang yang menjagokan Lewandowski dan kolega.

Sementara Villarreal berada di barisan klub yang tidak dijagokan. Malahan lolosnya skuad Unai Emery ke perempat final Liga Champions menjadi barang yang langka. Terlebih tim ini sudah tidak melakukannya selama 13 tahun. Nah, dari situlah Unai Emery harus memanfaatkannya.

Tidak dijagokan bisa membuat Villarreal bermain lepas tanpa beban. Apalagi Unai Emery telah membangun skuad Villarreal dengan sangat luar biasa. Dari yang semula diremehkan menjadi juara Liga Eropa.

Unai Emery tentu punya cara khusus untuk membentuk mentalitas para pemainnya. Hal itu terpancar, lagi-lagi, di laga menghadapi Juventus. Pasukan Unai Emery digempur habis-habisan, tapi mereka justru bisa membalikkan situasi di babak kedua.

Kita juga harus ingat bahwa Unai Emery punya reputasi yang baik di fase gugur di kompetisi Eropa. Apalagi kualitas serangan Villarreal juga sama baiknya dengan kualitas bertahan mereka. Dalam satu pertandingan, nilai kemungkinan gol yang sanggup mereka ciptakan mencapai 2,10.

Tentu ini bisa menjadi sinyal bahaya bagi Bayern Munchen. The Bavarians mau tidak mau harus waspada betul. Mengingat selama ditukangi Julian Nagelsmann, pertahanan Bayern Munchen juga enggak kokoh-kokoh amat.

Soal gol, Villarreal setidaknya mempunyai Arnaut Danjuma yang sudah mencetak 5 gol sepanjang UCL musim ini. Nama lain yang bisa mengancam gawang Neuer adalah Gerard Moreno yang di Liga Champions musim ini sudah membukukan 2 gol dan 3 asis.

Kesabaran

Jika kamu ingin melihat kesabaran yang sesungguhnya dalam sepak bola, lihatlah Villarreal. Kapal Selam Kuning tergolong tim yang sangat sabar, terutama jika mereka menghadapi tim-tim besar.

Selain memiliki pemain dengan ketahanan fisik yang luar biasa, Villarreal dianugerahi pemain yang bagus penguasaan bolanya, dan sanggup merebut bola secara efektif dan efisien. Seperti misalnya Etienne Capoue. Merujuk WhoScored, Capoue di Liga Champions musim ini rata-rata melakukan intersep 2,3.

Merujuk situs yang sama, pemain lain seperti Serge Aurier dan Vicente Iborra juga baik dalam melakukan intersep. Kedua pemain itu di Liga Champions musim ini rata-rata melakukan 2 kali intersep per laga.

Kesabaran Villarreal tergambar di laga kontra Juventus di leg kedua. Pasukan Unai Emery bisa menahan imbang 0-0 Juventus di babak pertama. Kendati memang serangan-serangan Juve kala itu masih tak terlalu berbahaya.

Salah satu peluang terbaik Juventus terjadi menit ke-38 ketika mendapatkan tendangan penjuru. Sayangnya sundulan Vlahovic mentah di tangan Geronimo Rulli. Nah, kiper itulah yang bakal menguji kesabaran skuad Nagelsmann nanti. Karena jika Bayern mampu menembus pertahanan Villarreal, mereka masih harus menaklukkan Rulli.

Memang, Liga Champions berbeda dengan Liga Eropa. Unai Emery boleh saja memenangkan Liga Eropa, tapi untuk Liga Champions tantangannya berbeda. Bayern tentu unggul dari Villarreal.

Menurut InfoGoal, persentase kemenangan Bayern bisa capai 77,1 persen. Akan tetapi, sekali lagi, ini adalah Liga Champions. Tempat segala kemungkinan bakal terjadi, termasuk kekalahan Bayern Munchen. Siapa yang tahu?

Sumber referensi: uefa.com, theathletic, sportinglife

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru