Setelah menahan imbang 0-0 dan kalah tipis 2-1 atas Barcelona di Europa League merupakan suatu prestasi tersendiri bagi klub negeri kebab yang satu ini yakni Galatasaray. Pasalnya di Liga domestik performa mereka sedang terpuruk.
Keadaan Galatasaray di musim 2021/2022 ternyata bak raksasa yang sedang lumpuh. Mereka terpuruk di papan tengah klasemen Liga Turki. Akan tetapi, kini mereka perlahan sedang berupaya keluar dari keterpurukan itu.
Daftar Isi
Pergantian Presiden
Mengawali musim 2021/22 pada Juni 2021, Galatasaray mengadakan pemilihan presiden baru untuk memimpin klub tiga tahun mendatang. Adalah seorang Burak Elmas yang keluar sebagai pemenang menggantikan presiden sebelumnya Mustofa Cengiz.
Burak Elmas berjanji akan menepati beberapa janji kampanyenya setelah terpilih. Salah satunya mereformasi total Galatasaray dari seluruh elemen. Baik internal maupun eksternal seperti keuangan klub maupun pembinaan usia muda.
Burak Elmas became Galatasaray’s new president!
Congratulations @burakelmas_tr#Galatasaray #GalatasaraySeçim pic.twitter.com/To9k5MLvv9
— Turk Scout (@ScouTurk) June 19, 2021
Dan salah satu yang terpenting setelah ia menjabat adalah menjanjikan akan melaksanakan proyek itu bersama pelatih legendaris mereka Fatih Terim.
Tapi janji tinggal janji, setelah mengalami keterpurukan hingga Januari 2022, Elmas pun mengkhianati janjinya. Ia memecat dengan tanpa hormat pelatih Fatih Terim. Hal itu pun dipertanyakan sebagian besar publik Galatasaray. Elmas di cap oleh sebagian pendukung Galatasaray sebagai pengkhianat.
BREAKING NEWS❗️
Fatih Terim sacked by @GalatasaraySK #FatihTerim #breakingnews pic.twitter.com/llcu8dilql— Champions League TV (@UCL_TV1) January 10, 2022
Alhasil, perombakan pun terjadi, presiden Burak Elmas membawa blueprint prospek jangka panjangnya untuk Galatasaray pasca Terim. Ia coba meyakinkannya pada publik Galatasaray. Salah satunya membentuk sistem yang dikomandoi oleh arsitek baru.
Pergantian Pelatih
Reformasi yang dijanjikan Elmas pun terjadi sesaat setelah terim dipecat. Ia langsung menunjuk mantan asisten Pep Guardiola di Manchester City, Dominic Torrent pada 11 Januari 2022. Pelatih Spanyol itu ditunjuk untuk memimpin proyek reformasi di tubuh Galatasaray baik secara visi permainan maupun pembentukan regenerasi tim.
• Being Pep Guardiola’s analyst
• Barca’s ‘El Sextete’
• Becoming Pep’s assistant at Bayern
• Creating a winning legacy at Manchester City
• Invaluable experience as New York City’s head coachOur exclusive interview with the new Galatasaray head coach @DomeTorrent… 🔴🟡
— The Coaches’ Voice (@CoachesVoice) January 13, 2022
Kemudian menyusul Torrent, datanglah seorang direktur olahraga asal Italia mantan AS Roma, yakni Pasquale Sensibile dan seorang konsultan sepakbola bernama Luis Campos. Luis Campos adalah mantan konsultan AS Monaco yang berhasil membawa juara LIgue 1 tahun 2017 Dan melaju di Liga Champions. Campos juga sempat membantu kebangkitan klub Prancis lainnya Lille.
Luis Campos, the director who created Monaco and Lille ‘miracles’ by discovering top talents. ⤵️🇵🇹
Celta Vigo are set to appoint him as ‘external consultant’ – not as traditional sport director.
It’s kind of new, modern role – Luis Campos is already doing that with Galatasaray. pic.twitter.com/X8S3XopaAF
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) March 11, 2022
Torrent sendiri juga membawa beberapa asisten kepercayaannya dari Spanyol seperti Albert Riera, Jordi Gris Vila, dan Jordi Guerrero Costa. Hal itu demi untuk menyelaraskan visi yang akan diterapkan Torrent dalam permainan. Hal itu cenderung langka, karena dulu di bawah Fatih Terim, hampir sebagian besar staf dan posisi direktur diduduki oleh orang lokal Turki.
Beberapa langkah baru presiden Elmas dan pelatih baru Torrent nampaknya sejalan. Mereka berupaya memprioritaskan kestabilan tim terlebih dahulu untuk menyelamatkan posisi klasemen liga domestik mereka yang sedang terpuruk. Sambil perlahan merumuskan sistem filosofi permainan klub.
Terpuruk Di Klasemen
Keterpurukan Galatasaray musim ini disebabkan oleh beberapa masalah internal mereka sendiri. Di antaranya dalam mengawali musim ini tepatnya di Juni 2021 mereka dililit utang di bawah mantan presiden mereka Mustofa Cengiz. Utang itu juga karena imbas dari kondisi di Turki yang sedang ditimpa krisis.
Mustafa Cengiz döneminde 314 milyon Euro olan borç, 2.2 milyar ₺’ye çevrilerek yeni bir ödeme planı yapıldı. Eğer o dönemde bu operasyon yapılmasa Galatasaray’ın borcu 4.7 milyar ₺ olacaktı.
Mustafa Cengiz’in Galatasaray’a yaptığı iyilik 2.5 milyar ₺ oldu. (Fotomaç) pic.twitter.com/nbG6lhlT1g
— Gala Fans (@GalaFans) February 6, 2022
Ketidakstabilan keuangan di awal musim 2021/22 mengakibatkan mereka tidak lagi jor-joran dalam mendatangkan pemain. Pemain yang datang hanya seperti Gomis, Inaki Pena, Victor Nelson, maupun Patrick Van Aanholt. Selebihnya murni hanya skuad utuh musim lalu dan talenta-talenta lokal Turki.
Bafétimbi Gomis has signed his contract as new Galatasaray player, deal sealed and now official. 🟡🔴 #transfers
…just waiting for Erick Pulgar to sign in the coming days – he’s joining on loan from Fiorentina. #Galatasaray pic.twitter.com/Oxvdf68kXO
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) February 2, 2022
Kita tahu sebelumnya Galatasaray adalah tim yang sering membeli pemain-pemain bintang eks liga top dunia seperti Drogba, Sneijder, Podolski, Felipe Melo sampai Radamel Falcao. Berbeda dengan Fenerbahce yang bisa mendatangkan Mesut Ozil. Kini Galatasaray praktis hanya mengandalkan sosok seperti Ryan Babel, Feghouli dan pemain-pemain lokal macam Karem Akturkoglu, maupun Taylan Antalyali.
5 aylık alacağı için takımını FIFA’ya şikayet eden Love, takımını takipten çıkaran Talisca,
Her Şampiyonlukta tebrik eden Drogba,
Daima Galatasaray sevdasını dile getiren Sneijder,
Her zaman yanımızda olan Podolski ve Telles,
Sürekli Fener’i ağlatan Melo…Çok büyük FARK var! pic.twitter.com/a14UpSZsmp
— Armanın Peşinde (@ArmaPesindeyiz) June 10, 2018
Akibatnya, Galatasaray secara klasemen masih tercecer di posisi 11 dengan 38 poin dari 29 pertandingan yang sudah dilakoninya. Jauh tertinggal poinnya dari papan atas yang dihuni Trabzonspor, Konyaspor maupun Fenerbahce.
Je serai toi je la fermerais parce que en étant 11e de super lig ta pas trop le droit de parler pic.twitter.com/Lz55Ed98RB
— Dan🤘 (@dani33200) March 17, 2022
Akan tetapi akhir-akhir ini semenjak datangnya Torrent permainan Galatasaray mulai berubah. Gaya sentuhan mantan asisten Pep Guardiola itu membawa angin segar perubahan. Di liga, Galatasaray mampu memenangkan 3 dari 4 laga terakhirnya termasuk mengalahkan rival Besiktas.
Kemudian Galatasaray juga bisa masuk babak knockout Europa League dengan menjadi pemuncak grup bersama Lazio, Lokomotiv Moscow, dan Marseille. Di babak knockout secara mengejutkan mereka bisa menahan imbang Barcelona di Camp Nou 0-0 meskipun akhirnya mereka kalah tipis di kandang 2-1 dan gagal masuk babak berikutnya. Akan tetapi secara permainan jauh berubah. Mereka kini terlihat modern secara taktik permainan bersama Torrent ketimbang Terim.
Maç sonucu #GSvBarça #UEL @BybitTurkiye pic.twitter.com/SR2M2ppIC7
— Galatasaray SK (@GalatasaraySK) March 17, 2022
Gaya filosofi yang tidak jauh dari apa yang dipelajari Torrent dari Pep Guardiola perlahan mulai dipahami oleh para pemain Galatasaray yang terbilang pas-pasan secara kualitas individu. Sedangkan di bawah Fatih Terim cenderung ortodoks secara taktik dan hanya mengandalkan individu tiap pemainnya ketimbang sistem permainan yang dibangun. Sistem permainan inilah yang termasuk dalam jangka panjang proyek presiden baru dan pelatih baru Galatasaray.
Proyek Jangka Panjang
Reformasi di tubuh Galatasaray bukan cuma permainan, tapi juga soal keuangan dan bisnis klub. Pasalnya, masalah keuangan menghantui beberapa klub besar Turki akhir-akhir ini akibat krisis di negara kebab tersebut. Klub seperti Besiktas, Fenerbahce maupun Galatasaray sendiri terkena dampaknya.
Elmas berupaya mencarikan solusi lewat Luis Campos. Dengan pembinaan pemain muda dan dijual dengan harga mahal adalah salah satu cara andalan Luis Campos demi keuangan klub menjadi sehat. Cara lain Campos yakni dengan pembelian pemain yang potensial dan efektif secara harga dan gaji. Itu adalah kerangka model bisnis baru yang akan dijalankan Galatasaray mulai dari sekarang.
Para pemain senior macam Ryan Babel ataupun Sofiane Feghouli sepertinya tidak akan diperpanjang oleh klub ketika kontraknya habis di musim panas. Campos yang bekerjasama dengan Torrent berupaya mengincar beberapa pemain musim panas mendatang untuk memulai menjalankan visi baru tim.
Ryan Babel will leave Galatasaray in summer as his contract ends and Gala don‘t want to extend his contract. 🇳🇱
Feghouli wants to stay at the club and is ready to play for less than usual. ✅#Galatasaray have also reached an agreement with young, potential Player ⭐️✍🏽
#NEWS pic.twitter.com/SqXMxI8Z4T
— News (@GF83s) February 22, 2022
Bagaimanapun dengan reformasi yang terjadi di tubuh Galatasaray semata-mata hanya untuk kemajuan tim. Akan tetapi, setiap perubahan tentu tidak akan memuaskan beberapa pihak. Termasuk yang terjadi di publik Galatasaray. Publik yang terbelah mendukung Fatih Terim yang disingkirkan merasa dikhianati dengan reformasi tersebut. Mereka cenderung cepat atau lambat akan menghakimi pelatih baru jikalau tidak menghasilkan keberhasilan jangka pendek.
Galatasaray fan wearing a mask of Fatih Terim ripping up a mask of Burak Elmas pretty much sums up the surreal place the club is in right now 🥴 pic.twitter.com/aRpsygEtIU
— Red&Yellow (@Ataqoz) January 20, 2022
Sedangkan perubahan di bawah Elmas dan Torrent membutuhkan banyak waktu untuk memetik hasil. Para fans juga harusnya dapat memahami bahwa reformasi di tubuh Galatasaray juga bukan melulu tentang permainan, melainkan juga kesehatan keuangan klub yang akan menjadi akar pertumbuhan klub ke depannya.
Jadi, publik Galatasaray baiknya menunggu sampai mana perubahan besar itu terjadi. Setidaknya sebuah langkah nyata perubahan besar itu sudah dimulai dan Galatasaray adalah salah satu yang mempeloporinya di Turki dengan model baru. Bukan tidak mungkin klub lain seperti Fenerbahce maupun Besiktas mengikuti apa yang telah dilakukan Galatasaray.
Sumber Referensi : theathletic, thesefootballtimes, transfermarket


