Grup C UCL: Ketika Para Mantan Juara Ngumpul di Satu Grup

spot_img

Seandainya Liverpool atau Real Madrid masuk, Grup C Liga Champions musim ini tentu akan sangat neraka. Tanpa dua klub itu pun, Grup C musim ini seperti rumah yang sudah ditinggalkan penghuninya. Menyeramkan, mengerikan, dan sangat angker.

Betapa tidak? Para mantan juara Liga Champions berkumpul di Grup C. Bayern Munchen yang pernah meraih sextuple, termasuk Liga Champions bersama Hansi Flick ada di dalamnya. Barcelona yang telah mengoleksi lima trofi Liga Champions. Dan Inter Milan yang pernah meraih treble bersejarah.

Satu-satunya anggota yang kurang berpengalaman adalah Viktoria Plzen. Klub dari Republik Ceko yang ketiban apes karena tergabung dalam grup neraka. Meski kita tak bisa meremehkan kekuatan Viktoria Plzen begitu saja. Ya, barangkali dengan satu grup bareng mantan juara, kekuatannya akan mengalir.

Barcelona dan Upaya Balas Dendam

Beberapa analis sepakbola menyebut, sepertinya Barcelona akan menjadi tim besar yang bakal kesulitan menjalani fase grup Liga Champions. Dan tampaknya itu bisa saja terjadi. Yang pertama, karena Barcelona tergabung dalam grup neraka.

Yang kedua, karena pada edisi terakhir, Barcelona “hanya” menjadikan Liga Champions batu loncatan untuk menuju ke Liga Eropa. Belum lagi, revolusi yang ditujukan pelatih Xavi Hernandez belum cukup meyakinkan. Betul bahwa empat pertandingan terakhir sebelum jornada kelima, Blaugrana belum terkalahkan.

Tiga kemenangan dan satu meraih hasil imbang membawa Barcelona menguntit Real Madrid di peringkat dua La Liga. Namun, itu di liga domestik. Di Liga Champions, Barcelona akan menghadapi tim sekelas Inter Milan dan tentu saja Bayern Munchen.

Blaugrana punya kenangan buruk ketika menghadapi Bayern Munchen. Yang mana kekalahan telak 8-2 Barca atas Die Roten akan jadi tajuk khusus buat Grup C. Kekalahan itu sangat menyakitkan dan membekas di benak penikmat sepakbola Eropa. Apalagi itu adalah pertama kalinya Barcelona kebobolan 8 gol sejak tahun 1946.

Dengan kenangan itu, Barcelona punya misi membalas dendam dan mengembalikan martabat mereka di kancah Eropa. Barcelona kelihatannya serius untuk menuntaskan misi tersebut. Salah satunya dengan merebut mesin gol Die Roten, Robert Lewandowski.

Lewy bisa menjadi senjata ampuh untuk mengantarkan Die Roten ke lembah kesengsaraan. Sejauh ini, kekuatan bapak-bapak Polandia menjadi andalan Xavi di lini serang. Meski berada di klub dan tangan pelatih yang berbeda, Lewy masih pula tajam. Ia sudah mencetak 5 gol dari 4 pertandingan La Liga.

Selain itu, ini juga bisa menjadi pembuktian Barcelona. Apakah transfer yang mereka lakukan efektif? Mungkinkah transfer dengan biaya yang tak sedikit itu, berkorelasi dengan kualitas Barcelona?

Bayern Munchen yang Selalu Perkasa

Anak asuh Xavi Hernandez boleh bersuka cita dengan amunisi yang mereka punya. Keyakinan untuk melaju ke fase gugur bolehlah mereka pupuk terus. Pun api kepercayaan untuk menaklukkan Bayern Munchen harus tetap dinyalakan.

Namun, perlu dicatat, Bayern Munchen bukan Real Valladolid yang mudah dikalahkan oleh Barcelona. Mau percaya atau tidak, Bayern Munchen tetap menjadi salah satu tim perkasa di Eropa. Walaupun mereka berada di Bundesliga yang terkenal Liga Petani.

Perjalanan Bayern Munchen di kancah Eropa sangat manis. The Bavarians bahkan pernah meraih trofi Liga Champions saat namanya belum Liga Champions Eropa. Hal ini membuktikan bahwa Die Roten adalah tim yang sangat tangguh.

Apalagi sejauh ini, dalam lima pertandingan Bundesliga, Bayern Munchen belum sekali saja mengalami kekalahan. Die Roten meraih tiga kali kemenangan dan dua sisanya berakhir imbang. Belum lagi dengan tambahan Sadio Mane, De Ligt, sampai Gravenberch, Bayern akan bertambah kuat.

Meski begitu bukan berarti tak bisa kalah. Pada edisi terakhir, Bayern Munchen bahkan bisa dikalahkan klub semenjana seperti Villarreal di perempat final. Hal itu menandakan, meski sangat perkasa, kekalahan bagi Munchen tetaplah keniscayaan. Direktur olahraga The Bavarians, Hasan Salihamidzic juga mengomentari keberadaan timnya di grup maut.

Pria yang akrab disapa Brazzo itu tak mau jumawa. Ia meyakini bahwa Inter dan Barcelona bukan lawan gampang buat Die Roten. Apalagi Inter pernah melumat Bayern Munchen di final Liga Champions 2-0. Selain itu, ia mengatakan Viktoria Plzen juga harus diwaspadai.

“Kami selalu ingin bersaing di papan atas dan berusaha memenangkan setiap pertandingan. Ini bukan grup yang mudah. Tapi kami menantikannya. Tim telah memperkuat lebih baik,” kata Salihamidzic dikutip Bavarians Football Works.

Inter Milan yang Limbung

Sementara itu, Inter Milan jadi tim yang kurang ganas di Liga Champions. Sejak meraih treble tahun 2010, Inter punya catatan buruk di Liga Tengah Pekan tersebut. Nerazzurri hanya sanggup tiga kali lolos ke fase gugur. Terakhir, pada musim lalu, Inter takluk atas Liverpool di babak 16 besar.

Namun, kekalahan atas Liverpool mestinya bisa melecut semangat para punggawa Nerazzurri. Belum lagi, jika mau, Simone Inzaghi bisa menyuntikkan semangat Mei 2010 kepada anak asuhnya. Mengingatkan mereka betapa mudahnya Inter mengalahkan Bayern Munchen ketika itu.

Sayangnya, musuh terberat Inter bukan cuma Die Roten. Namun, masih ada Barcelona yang punya catatan manis ketika menghadapi La Beneamata. Dalam 14 kali pertemuan, Inter baru bisa menang 2 kali atas Barcelona, takluk 8 kali, dan sisanya berakhir imbang.

Terakhir kali bertemu, Barcelona mengalahkan Inter di Liga Champions musim 2019/20. Ketika itu, Nerazzurri ditekuk anak asuh Ernesto Valverde dengan skor 2-1. Dari catatan-catatan itu, Inter bisa jadi gemeteran ketika menghadapi Barcelona.

Lebih-lebih belakangan ini, Inter kurang menggigit di liga domestik. La Beneamata baru saja kalah di Derby della Madonnina. Sebelum itu, mereka juga sudah dipukul mundur anak asuh Maurizio Sarri 3-1. Hasil minor itu memperlihatkan bahwa asuhan Simone Inzaghi belum cukup kuat ketika menghadapi tim-tim tangguh.

Viktoria Plzen Mencari Pengalaman

Nah, kalau Viktoria Plzen di grup ini hanya seperti selai stroberi di atas roti tawar. Ada atau tidak, diberi selai atau tidak, roti tawar tetap bisa dimakan. Bedanya, kurang aduhai saja rasanya. Keberadaan Viktoria Plzen hanya sebagai penyedap Grup C.

Persetan soal ia bakal jadi kuda hitam atau tidak. Di hadapan Barcelona, Bayern Munchen, dan Inter, Viktoria Plzen adalah tim gurem. Klub dari Kota Plzen, Ceko itu adalah tim bau kencur yang diakui atau tidak, seharusnya sangat mudah dikalahkan oleh tiga raksasa itu.

Bagi Viktoria Plzen sendiri berada di grup maut adalah mimpi buruk. Mereka susah payah menyingkirkan wakil Azerbaijan, Qarabag di babak play-off. Berharap dapat tempat nyaman, eh langsung ketemu para mantan juara.

Viktoria Plzen tidak punya catatan mentereng dengan tiga tim raksasa itu. Mereka belum pernah bertemu Bayern Munchen maupun Inter. Nah, kalau Barcelona sudah pernah. Viktoria Plzen pernah bertemu Barcelona di fase penyisihan grup Liga Champions pada musim 2011/12.

Ketika itu, Blaugrana masih dilatih Pep Guardiola. Sementara Viktoria Plzen masih diperkuat bomber Persija Jakarta, Michael Krmencik. Barcelona memenangi dua pertemuan atas Viktoria Plzen. Dalam dua laga itu pula, Viktoria Plzen belum berhasil menjebol gawang Blaugrana.

Grup C Liga Champions akan menjadi grup yang seru. Apalagi jika menyangkut Viktoria Plzen. Karena hanya Barcelona yang sedikit banyak tahu kualitas tim Ceko tersebut, terutama bagi Xavi Hernandez. Pertarungan tiga tim raksasa juga menarik. Well, siapa kira-kira yang akan menyapa Manchester United di Liga Malam Jumat?

Sumber: BarcaBlaugranes, Football-Italia, TheAthletic, TheGuardian

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru