Pemain Bintang Ini Dipaksa Pergi Dari Klub Kesayangannya

  • Whatsapp
Pemain Bintang Ini Dipaksa Pergi Dari Klub Kesayangannya
Pemain Bintang Ini Dipaksa Pergi Dari Klub Kesayangannya

Menerima keputusan yang sejatinya tidak muncul dari keinginan, seringkali menjadi hal yang tak terhindarkan. Dalam hidup, apalagi sebatas lingkup sepakbola, banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Tidak hanya di dalam lapangan, namun juga di luar yang bahkan lebih sering memberi kejutan.

Seperti pada fenomena kali ini, terdapat sejumlah pemain bintang yang melakukan kepindahan mengejutkan. Bukan karena keinginan, namun karena situasi tertentu yang memaksa sang pemain pindah haluan.

Lionel Messi (FC Barcelona > PSG)

Nama Lionel Messi sudah begitu lekat dengan FC Barcelona. Selama lebih dari 15 tahun lamanya, Messi telah membantu el Barca meraih banyak kejayaan. Dari lebih 700 pertandingan yang dijalani, Messi berhasil ciptakan sebanyak 672 gol dan catat 300 assist. Bahkan, torehan trofi yang dikoleksi mencapai 35 biji.

Setelah kontraknya resmi habis pada tahun ini, FC Barcelona telah berjuang untuk mempertahankan La Pulga. Berbagai pendekatan telah dilakukan agar pemain andalan mau bertahan. Dari sisi Lionel Messi sendiri, pemain asal Argentina ini bersedia menambah masa bakti. Dia mengaku ingin teruskan mimpi di klub yang telah memberinya banyak trofi.

Malah, sebagai bukti cintanya pada klub berjuluk Blaugrana, Messi rela memotong gaji di tengah situasi pandemi.

Namun, segala usaha yang dilakukan malah berbuah petaka. Barcelona resmi mengumumkan bahwa mereka tidak akan bekerja sama lagi dengan Lionel Messi. Dalam pernyataan resmi klub, hambatan finansial dan struktural menjadi alasan utama kepergian Messi. Barcelona sedang krisis keuangan, ditambah aturan pembatasan gaji di La Liga menjadi pemicunya.

Buah dari situasi Barcelona yang tidak bisa memenuhi salary caps sesuai regulasi, maka La Liga melarang Barcelona mendaftarkan pemain-pemain barunya, dimana Messi yang kontraknya telah habis dianggap sebagai pemain baru.

Maka, perpisahan jadi langkah yang harus ditempuh kedua belah pihak. Messi yang sejatinya masih sangat ingin bertahan dipaksa pergi. Sebagai ganti, seragam kebesaran Blaugrana yang biasa dikenakan berubah menjadi seragam kebesaran Paris Saint Germain.

Sergio Ramos (Real Madrid > Paris Saint Germain)

Kepergian Sergio Ramos dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas ini juga sedikit banyak mirip dengan situasi Lionel Messi. Ramos yang pada akhirnya pindah dengan PSG, bergabung dengan status bebas transfer usai kontraknya habis. Padahal, dia tidak pernah memiliki keinginan untuk tinggalkan Real Madrid, yang selama 16 tahun terakhir menjadi satu-satunya tim yang dibelanya.

“Banyak hal telah terjadi. Hal pertama yang ingin aku katakan adalah, aku tidak pernah ingin meninggalkan Real Madrid, aku selalu ingin bertahan,” kata Ramos.

Sempat melakukan negosiasi perpanjangan kontrak sejak musim panas tahun lalu, Ramos dan Madrid belum juga temui kata sepakat. Hingga ketika Ramos menyatakan bahwa masalah yang membuatnya belum bubuhkan tanda tangan bukanlah uang, situasi di luar kendali justru terjadi.

Real Madrid mengatakan bila tawaran kontrak satu tahun yang sebelumnya diberikan telah kadaluarsa. Hal itulah yang lantas membuat keduanya tidak bisa bersatu. Meski terkejut dengan situasi tersebut dan tidak pernah menyangka bila tawaran memiliki batas kadaluarsa, Ramos akhirnya menerima dengan lapang dada.

Dia pergi dan meninggalkan catatan luar biasa, berupa torehan 101 gol dan 40 assist dari total 671 pertandingan yang dimainkan.

Iker Casillas (Real Madrid > FC Porto)

Kepergian Iker Casillas dari Real Madrid masih begitu membekas di hati para penggemar. Salah satu legenda yang telah menghabiskan nyaris seluruh karirnya hanya untuk Los Blancos itu pergi, tanpa diiringi mewahnya seremoni apalagi puja puji tinggi. Hanya dengan sebuah pertemuan sederhana dengan awak media, Casillas menyampaikan salam perpisahannya dalam balutan derasnya air mata.

Tak bisa tergambarkan betapa hancur hati seorang pemain yang layak dianggap legenda. Casillas pergi dengan deretan trofi paling disegani.

Usut punya usut, kepergian sederhana yang terbilang tidak layak untuk seorang legenda merupakan buntut perseteruannya dengan presiden klub, Florentino Perez. Casillas dianggap sebagai kiper yang sudah saatnya dilepas, meski sebenarnya dia masih punya kualitas terbaik sebagai seorang penjaga gawang.

Namun, apa yang menjadi alasan klub untuk melepasnya pergi memang sudah terlihat dari beberapa tahun belakangan. Casillas sering duduk di bangku cadangan dan hanya tampil dalam beberapa laga saja. Hingga pada akhirnya, kedatangan Keylor Navas sebagai kiper masa depan memaksanya untuk benar-benar ambil keputusan.

Casillas, yang sama sekali tidak pernah ingin tinggalkan Real Madrid, harus menghabiskan karirnya di FC Porto, klub asal Portugal yang terlihat paling ingin memanfaatkan bakatnya dalam beberapa tahun tersisa.

Luis Suarez (FC Barcelona > Atletico Madrid)

Sama seperti Iker Casillas, kepergian Luis Suarez dari FC Barcelona juga diiringi derai air mata yang sulit digambarkan. Sambil mengendarai mobil yang ditumpanginya, terlihat air mata Suarez tak terbendung usai benar-benar tinggalkan Barcelona.

Suarez yang telah bergabung dengan el Barca sejak 2014 silam, berhasil persembahkan banyak sekali piala, termasuk tiga sekaligus di tahun 2015. Sejak didatangkan dari Liverpool, Suarez memang terus menjadi bomber andalan Blaugrana. Gol demi gol terus dia ciptakan.

Sayangnya, di usia yang menginjak 33 tahun ketika itu, Luis Suarez dianggap sudah terlalu tua oleh Barcelona untuk diandalkan. Berkaca dari rentetan cedera yang diterimanya, Barcelona tidak ingin mengambil resiko dengan terus mengandalkannya. Maka, berpisah atau hanya menawarkan kontrak jangka pendek dianggap sebagai solusi terbaik bagi keduanya.

Situasi Luis Suarez jadi kian keruh usai el Barca datangkan pelatih Ronald Koeman sebagai juru taktik anyar. Secara terbuka, pelatih asal Belanda tersebut mengatakan bila Luis Suarez tidak masuk ke dalam rencananya. Maka dari itu, jelas sudah bahwa dia tidak akan diandalkan untuk mengarungi musim berikutnya.

Padahal, Suarez berkata bila dirinya masih ingin terus membela FC Barcelona. Maka dari itu, perpisahan ini jadi yang paling sulit dalam karirnya sebagai seorang pemain sepakbola.

Hasilnya, setelah terdepak dari Barcelona, Suarez menerima tawaran dari Atletico Madrid. Tak dinyana, berada di bawah asuhan Diego Simeone, Suarez justru sukses membantu Los Rojiblancos amankan trofi La Liga musim lalu.

Andrea Pirlo (AC Milan > Juventus)

Andrea Pirlo, selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya, telah memberikan segalanya untuk AC Milan. Gelandang flamboyan asal Italia ini berhasil melewati masa-masa terbaik sebagai seorang pemain bersama tim merah-hitam. Scudetto Italia, Liga Champions Eropa, hingga Piala Dunia Antar Klub, telah berhasil dipersembahkannya.

Sayangnya, cerita indahnya bersama Milan harus berakhir setelah terjadi sedikit konflik antara keduanya. Pirlo yang ketika itu berusia 30 tahun, merasa tidak dihargai Milan. Dirinya menganggap bila tawaran kontrak selama satu tahun tidaklah cukup baginya. Pirlo merasa kalau dirinya masih punya cukup kemampuan untuk tampil di level tertinggi.

Selain itu, hubungannya dengan pelatih Milan ketika itu, Massimiliano Allegri, sedikit memanas. Allegri disebut lebih mementingkan Mark van Bommel ketimbang menghargai Pirlo yang sudah memberikan banyak hal untuk Milan.

Jadi, keputusan untuk berpisah dianggap sebagai yang terbaik bagi sang pemain. Pirlo lalu putuskan untuk bergabung dengan Juventus yang ketika itu masih berada dalam masa transisi. Dia menganggap bila usianya tidak berpengaruh pada kualitasnya sebagai pemain berkelas.

Benar saja, setelah resmi bergabung dengan Juventus, Pirlo bisa dibilang menjadi pemain terbaik yang dimiliki Si Nyonya Tua dalam beberapa tahun ke depan. Dia memiliki peran penting di lini tengah Juve dalam mendominasi Serie A selama empat musim lamanya.

Pos terkait