Transfer Deadline Day Tercerdas Sepanjang Sejarah

  • Whatsapp
Transfer Deadline Day Tercerdas Sepanjang Sejarah
Transfer Deadline Day Tercerdas Sepanjang Sejarah

Bursa transfer musim panas tahun ini telah ciptakan banyak sekali kejutan. Mulai kepergian Sergio Ramos dari Real Madrid untuk kemudian pindah ke PSG, mendaratnya Jadon Sancho di Old Trafford, sampai kabar kepergian Lionel Messi dari FC Barcelona.

Dari tahun ke tahun selalu terdapat kejutan dari dunia transfer ini. Biasanya, kepindahan yang tak diduga-duga terjadi pada detik-detik akhir penutupan jendela transfer, atau yang biasa disebut sebagai deadline day.

Pada kesempatan kali ini, Starting Eleven akan coba merangkum deretan transfer deadline day terbaik sepanjang sejarah. Penasaran siapa saja? Simak ulasannya berikut ini.

Keylor Navas – Real Madrid to PSG (2019)

Kepergian Keylor Navas dari Real Madrid sejatinya menjadi sesuatu yang amat menyakitkan. Betapa tidak, kiper yang kini berusia 34 tahun tersebut telah berhasil membawa el Real berjaya di kompetisi Eropa selama tiga tahun beruntun. Namun karena rencana klub yang kemudian ingin datangkan Thibaut Courtois, membuat predikat Navas sebagai kiper utama tersingkirkan.

Meski disebut sebagai salah satu kunci permainan Real Madrid, Navas harus merelakan nasibnya tinggalkan Madrid. Paris Saint Germain yang menjadi klub paling berminat pada jasanya ketika itu berhasil mendapatkan tanda tangannya pada 2019 lalu.

Memiliki kualitas yang memang tidak bisa diremehkan, Navas berhasil menjadi penjaga gawang utama klub tersebut. Bahkan, dia berhasil persembahkan sejumlah gelar, termasuk Ligue One pada musim 2019/20. Lebih dari itu, dia juga nyaris membawa PSG dapatkan trofi Liga Champions pertamanya sebelum dikandaskan FC Bayern di partai puncak.

Carlos Tevez – Corinthians to West Ham (2006)

Kepindahan Carlos Tevez ke Eropa untuk pertama kali menjadi salah satu transfer paling fenomenal sepanjang sejarah. Bersama rekan setimnya di Corinthians, Javier Mascherano, Tevez resmi bergabung dengan salah satu klub Liga Primer Inggris, West Ham United.

Kepindahan Tevez menuju West Ham United menjadi kian dramatis setelah itu terjadi pada detik-detik akhir bursa transfer musim panas 2006. Bergabung dengan The Hammers pun menjadi salah satu momen terbaik dalam hidup Tevez, dimana hal tersebut diakui secara langsung oleh sang pemain.

Tevez mengatakan bila West Ham adalah klub Eropa yang paling dicintainya. Meski hanya semusim tampil bersama klub tersebut, Tevez yang masih muda berhasil menjadi pahlawan West Ham dengan menyelamatkan tim dari jeratan degradasi. Dari 29 kesempatan yang dijalani, dia berhasil mencetak 7 gol, sebelum akhirnya diboyong Manchester United.

Luis Suarez – Ajax to Liverpool (2011)

Luis Suarez memiliki perjalanan karir yang cukup mengagumkan. Sebelum berjaya bersama FC Barcelona dan mempersembahkan trofi La Liga untuk Atletico Madrid pada musim lalu, pria Uruguay ini lebih dulu torehkan tinta emas bersama klub asal Inggris, Liverpool.

Suarez yang menjadi salah satu penyerang terbaik Liga Primer Inggris pun memiliki kisah yang cukup dramatis ketika membahas tentang kepindahannya menuju klub tersebut dari Ajax Amsterdam. Liverpool ketika itu memberikan dana sebesar 23 juta pounds atau setara 459 miliar rupiah kepada Ajax untuk membawa Suarez ke Anfield tepat di detik-detik akhir bursa transfer 2011.

Bersama Liverpool, Suarez tampil dalam 133 pertandingan dan berhasil mencetak 82 gol. Meski tak sumbangkan gelar apapun kecuali Carabao Cup, kiprahnya di klub berjuluk The Reds akan selalu diingat sebagai salah satu yang terbaik.

Pierre-Emerick Aubameyang – Borussia Dortmund to Arsenal (2018)

Pada bursa transfer musim dingin 2018 lalu, Arsenal melakukan pergerakan yang cukup mengesankan. Tim asal London tersebut berhasil mendapatkan jasa penyerang andalan Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang. Bahkan, Arsenal sampai harus memecahkan rekor transfer klub senilai 56 juta poundsterling atau setara lebih dari 1 triliun rupiah, untuk bisa datangkan bintang asal Gabon.

Kedatangan Aubameyang ke kubu Gudang Peluru jelas menjadi sebuah keuntungan besar. Pasalnya, selama membela Dortmund, dia berhasil mencetak 141 gol dari 213 pertandingan. Catatan itu menjadi bekal penting bagi Auba untuk teruskan kejayaan di kompetisi Inggris.

Benar saja, dirinya langsung moncer dan seketika menjadi peluru paling mematikan yang dimiliki Arsenal. Sejauh ini, dari total 148 pertandingan yang dilakoni, Aubameyang berhasil ciptakan 85 gol. Trofi FA Cup dan sekali masuk ke final Liga Europa juga menjadi pencapaian yang tidak bisa disingkirkan dari seorang Aubameyang di London.

Claude Makelele – Real Madrid to Chelsea (2003)

Salah satu gelandang terbaik yang pernah ada, Claude Makelele, pernah menikmati salah satu karir terbaiknya bersama Real Madrid. Sayangnya, prahara yang terjadi diantara dirinya dan presiden klub Florentino Perez, membuat Makelele harus rela terdepak dari raksasa asal Spanyol tersebut.

Pemain asal Prancis ini kemudian bergabung dengan Chelsea di menit akhir jendela transfer musim panas 2003. Dengan biaya senilai 16 juta euro atau setara 319 miliar rupiah, Makelele resmi merampungkan kepindahannya ke klub London Biru.

Chelsea menjadi tim yang sangat beruntung setelah mendapatkan jasa Makelele. Betapa tidak, gelandang tersebut berhasil persembahkan trofi Liga Primer Inggris di musim pertamanya. Selain itu, dia juga bisa disebut sebagai salah satu pemain yang membangun era kejayaan Chelsea di kancah Eropa.

Gareth Bale – Tottenham to Real Madrid (2013)

Meski sempat menjalani masa yang tidak diinginkan, harus diakui bila keberadaan Gareth Bale di Estadio Santiago Bernabeu sangatlah fenomenal. Pemain asal Wales tersebut didatangkan Madrid pada 2013 lalu dari klub asal Inggris, Tottenham Hotspurs. Meski angka pembeliannya mencapai 91 juta euro atau setara 1,8 triliun rupiah, Real Madrid mendapatkan banyak sekali trofi bersama Gareth Bale.

Menandatangani kontrak selama enam tahun ke depan, Bale berhasil persembahkan empat trofi Liga Champions Eropa buat Real Madrid. Selain itu, torehan gol nya juga melebihi angka 100.

Pada musim ini sendiri, setelah menyelesaikan masa peminjaman di Tottenham Hotspurs, Bale kembali ke Madrid dan berharap bisa temukan performa terbaiknya seperti sedia kala.

Wayne Rooney – Everton ke Manchester United (2004)

Pada jendela transfer musim panas 2004 lalu, Rooney sempat menolak untuk memperpanjang kontraknya bersama Everton, sebelum akhirnya menerima ajakan Sir Alex Ferguson untuk bergabung dengan Manchester United.

Melalui biaya sebesar 33 juta pounds atau setara 659 miliar rupiah, Rooney menjadi pemain di bawah usia 20 tahun termahal di dunia. Akan tetapi, keputusan Fergie untuk datangkan Rooney tak berujung penyesalan. Rooney langsung jadi andalan dan masuk ke dalam salah satu pemain elit yang pernah dimiliki MU.

Tercatat, Rooney berhasil persembahkan 253 gol untuk United, dimana itu membuatnya jadi top skor klub sepanjang masa.

Wesley Sneijder – Real Madrid ke Inter Milan (2009)

Wesley Sneijder bergabung dengan Inter Milan dari Real Madrid, hanya lima hari sebelum jendela transfer ditutup. Sneijder berstatus sebagai pemain buangan Madrid ketika pindah ke Inter. Saat itu, Sneijder menjadi korban dari rencana Perez yang ingin mendatangkan Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Xabi Alonso.

Namun meski menjadi pemain yang tak diinginkan Perez, pria Belanda berhasil menjadi salah satu kunci keberhasilan Inter dalam meraih treble winner. Dia menjadi salah satu gelandang terbaik di era itu dan bahkan nyaris membawa Belanda menjuarai trofi Piala Dunia 2010.

Sneijder yang diboyong dengan nilai sebesar 15 juta euro pun layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik Inter Milan.

Sergio Ramos – Sevilla ke Real Madrid (2005)

Kepindahan Sergio Ramos dari Sevilla menuju Real Madrid pada musim panas 2005 layak disebut sebagai transfer deadline day terbaik sepanjang masa.

Dengan biaya senilai 24 juta poundsterling atau setara 479 miliar rupiah, Ramos resmi mendarat di Estadio Santiago Bernabeu sebagai satu-satunya pemain asal Spanyol yang didatangkan Florentino Perez kala itu.

Meski begitu, Ramos berhasil masuk ke dalam jajaran pemain elit yang dimiliki Madrid. Dia secara cepat beradaptasi dan menasbihkan diri sebagai salah satu bek terbaik di Eropa. Real Madrid telah memberinya jalan untuk memenangkan empat trofi Liga Champions Eropa dan lima trofi La Liga.

Selain itu, kontribusi luar biasanya di klub ibukota juga membuat timnas Spanyol tak ragu untuk memasukkannya ke dalam skuad emas La Furia Roja pada periode 2008 sampai 2012.

 

Pos terkait